Isak tangis sambut jasad Syafiq Ali: perjalanan terakhir sang pendaki akhirnya kembali ke Magelang
medkomsubangnetwork,, MAGELANG - Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang ditemukan meninggal di Gunung Slamet tiba di Perumahan Depkes, Kota Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis, (15/1/2026).
Dhani Rusman, ayah Syafiq Ali bersama rombongan tiba pada pukul 20.27 WIB.
Tangis para sanak saudara pecah begitu melihat kotak putih panjang berisi remaja 18 tahun yang kabarnya dinanti-nanti.
Jenazah lantas disholatkan di masjid setempat dan dikebumikan di tempat pemakaman di Sidotopo.
Sebelum tiba di kompleks Perumahan Depkes, jenazah Syafiq Ali dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk menjalani visum.
Dhani Rusman, Ayah Syafiq Ali telah mengikhlaskan kepergian putra bungsunya itu.
"Kami telah mengikhkaskan kepergiannya. Anak saya memang murni musibah kecelakaan," ucapnya di area basecamp Gunung Malang.
Syafiq Ali Mendaki Gunung Slamet
Sebelumnya, Syafiq Ali dilaporkan hilang saat melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya sejak Sabtu (27/12/2025).
Ia mendaki bersama teman satu sekolahnya, Himawan Choidar Bahran, warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Berbeda dengan Ali, Himawan telah ditemukan lebih dahulu oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025) di sekitar Pos 5.
Sementara, Syafiq Ali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).
Tim penyelamat kemudian mengevakuasi jasad korban ke basecamp Gunung Malang di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.
Rute ini berubah dari rencana sebelumnya, yang akan dievakuasi melalui basecamp Dipajaya di Kabupaten Pemalang.
Relawan SAR Purbalingga, Andi Fitrianto mengatakan, perubahan rute evakuasi dilakukan karena pertimbangan medan yang sulit serta kondisi cuaca.
Ayah Saksikan Evakuasi
Ia adalah Dani Rusman, ayah Syafiq, pendaki asal Magelang yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet yang memilih merawat duka dengan doa, ikhtiar, dan keikhlasan.
Dani bercerita, Syafiq bukanlah pendaki berpengalaman. Gunung Andong mulanya menjadi pendakian pertamanya, sebelum akhirnya Gunung Slamet menjadi gunung kedua, dan terakhir yang ia daki.
Bahkan, awal kepergiannya pun tak sepenuhnya direncanakan.
“Syafiq awalnya pamit ke Gunung Sumbing,” tutur Dani, mengenang cerita sang anak, saat proses evakuasi tengah berlangsung, Kamis (15/1/2026).
Namun entah karena keinginan spontan atau perubahan rencana di perjalanan, ia mengatakan Syafiq justru berbelok ke Gunung Slamet.
Kepada ibunya, Syafiq sempat mengirimkan pesan yang kini menjadi kenangan paling pilu.
‘Duh Bun, aku kok kesasar ke Gunung Slamet,’ tulis Syafiq.
Pesan singkat itu rupanya menjadi isyarat terakhir bahwa langkah anaknya tengah berada di jalur yang tak ia rencanakan sebelumnya.
Meskipun demikian, bagi Dani peristiwa ini menjadi pengingat penting, tak hanya untuk keluarganya, tetapi juga bagi siapa pun yang hendak mendaki gunung.
“Ini jadi pembelajaran buat kita semua. Mendaki itu harus betul-betul dengan izin dan restu orang tua. Jangan sampai terulang,” ujarnya lirih.
Ia berharap Syafiq menjadi anak terakhir yang harus pergi dengan cara seperti ini.
Adapun, selama 15 hari pencarian, Dani dan keluarga tak tinggal diam. Doa tak pernah putus, ikhtiar terus dilakukan.
Ia mengingat hari pertama menyusuri informasi di internet hingga mendatangi basecamp demi basecamp, saat anaknya mendadak hilang kabar hingga akhirnya sempat dinyatakan hilang.
“Segala macam cara kami lakukan. Tapi mungkin Allah saat itu belum menunjukkan kekuasaan-Nya. Alhamdulilah Allah menunjukkan jalan sehingga Syafiq bisa ketemu," katanya.
Meskipun merasa terpukul, ucapan syukur justru mengiringi kabar duka tersebut. Dani menyampaikan terima kasih mendalam kepada tim SAR gabungan, relawan, serta warga Desa Clekatakan yang saat itu tanpa pamrih ikut membantu pencarian.
“Mereka luar biasa. Naik turun gunung siang malam, hujan badai, tanpa pandang bulu. Semua ikhlas membantu mencari anak kami,” katanya.
Dengan keikhlasan penuh, keluarga memutuskan tidak melakukan otopsi. Bagi Dani, Syafiq telah pergi karena musibah dan kecelakaan murni.
“Kami hanya ingin tahu perkiraan waktu meninggalnya anak kami, supaya bisa menentukan hari tahlil. Itu saja,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menanggapi isu yang sempat beredar terkait keterangan Himawan, sahabat Syafiq sejak SMP, yang dinilai memiliki keterangan kronologi yang janggal.
Ia mengatakan , memilih menutup pintu prasangka.
“Saya sudah ikhlas. Saya tidak mengaitkan ini dengan siapa pun. Himawan sahabat Ali, saya anggap juga anak saya sendiri,” tegasnya.
Kini, keikhlasan pun menjadi penutup dari perjalanan panjang pencarian. Bagi Dani Rusman, Syafiq telah kembali,bukan hanya dari gunung, tetapi ke pangkuan Sang Pencipta. (*)
Sebagian artikel ini sudah tayang di Kompas.co, dengan judul Jenazah Pendaki Syafiq Ali Tiba di Magelang, Tangis Keluarga Pecah








Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa terdapat fleksibilitas dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meskipun undang-undang terkait belum sepenuhnya diterbitkan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa APBN telah dirancang secara cermat dan disahkan sebagai undang-undang. Fleksibilitas ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan penyesuaian jika terjadi dinamika ekonomi atau perubahan kebijakan, tanpa perlu mengubah undang-undang itu sendiri. Mekanisme ini, menurutnya, merupakan bagian integral dari tata kelola fiskal yang bertujuan menjaga responsivitas pemerintah terhadap kondisi aktual, sambil tetap memastikan kepastian hukum dan disiplin anggaran.
Memasuki awal tahun 2026, semesta seolah berkonspirasi untuk memberikan kabar baik di bidang finansial bagi segelintir individu yang beruntung. Berdasarkan pembacaan kartu tarot yang mendalam, lima rasi bintang diprediksi akan merasakan lonjakan rezeki yang begitu mengejutkan, membuka pintu gerbang kemakmuran yang tak terduga. Aliran dana diperkirakan akan datang dari berbagai penjuru, bahkan dari sumber-sumber yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Bulan Januari 2026 diperkirakan menjadi pembuka tahun yang manis, di mana saldo rekening kelima zodiak ini akan mengalami peningkatan, baik secara bertahap maupun drastis. Keberuntungan finansial ini bukan hanya tentang bertambahnya angka di rekening, tetapi juga tentang perubahan fundamental dalam kondisi hidup yang terasa lebih ringan, penuh harapan, dan jauh dari kekhawatiran finansial.