Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Berita lokal. Tampilkan semua postingan

Selain Amran Sulaiman, 2 sosok lain dinilai mampu pimpin IKA Unhas, alumnus pertanian dan kehutanan

medkomsubangnetwork,, MAKASSAR - Beberapa nama disebut-sebut bakal calon Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas).

 Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas bakal digelar 27 April 2026 mendatang.

Agenda utamanya, pemilihan Ketua Umum.

Masa jabatan Ketua Umum Andi Amran Sulaiman akan berakhir.

Meski begitu, namanya santer dikabarkan akan kembali terpilih.

Sebab para pemilik suara di Mubes kompak mendukung Andi Amran Sulaiman.

Selain Amran, nama Prof Nurdin Abdullah dan Danny Pomanto juga dimunculkan.

Beberapa nama mencuat ke permukaan bahkan sudah menjadi bahan obrolan di beberapa grup WAG Alumni Unhas.

Prof Nurdin Abdullah alumni Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unhas. 

Nama mantan Gubernur Sulsel dan Bupati Bantaeng itu diusung Jabal Nur, alumnus Unhas.

Politisi muda PAN ini menilai prof Nurdin sangat layak mempimpin organisasi Unhas, sebab telah berpengalaman memimpin organisasi bertaraf internasional hingga memiliki jaringan luas. 

“Ini karena beliau juga ketua alumni Jepang, saya kira pas kalau pak Nurdin yang jadi ketua Ika Unhas pada mubes Ika Unhas akan datang,” kata Jabal Nur melalui rilisnya Kamis (1/1/2026). 

Selain Nurdin Abdullah ada tokoh mantan Wali Kota makassar yang layak untuk jadi ketua umum IKA Unhas  yaitu Danny Pomanto.

Menurut Jabal munculnya beberapa tokoh alumni Unhas menandakan banyak tokoh yang peduli telah muncul ke permukaan sejak empat tahun terlahir ini.

“Sudah selayaknya Ika Unhas ini dinakhodai oleh orang orang yang peduli sama organisasi dan bukan kepentingan pribadinya saja,” kata alumni peternakan Unhas itu. 

Mubes IKA Unhas rencananya akan berlangsung pada bulan April 2026.

Infonya telah terbentuk panitia dan segera akan bekerja untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Ketua Panitia Mubes IKA Unhas Muhammad Ramli Rahim menyebut pemilik suara berasal dari berbagai tingkatan kepengurusan.

"Mulai dari pengurus pusat, pengurus wilayah,pengurus daerah, pengurus IKA fakultas, ika departemen, badan otonom," kata Muhammad Ramli Rahim dalam pesannya saat dikonfirmasi pada Sabtu (3/1/2026) malam.

Pengurus wilayah merujuk pada kepengurusan tingkat provinsi.

Sementara pengurus daerah setingkat kabupaten/kota.

Pengurus IKA Fakultas sesuai dengan jumlah fakultas di Unhas.

Sementara IKA departemen merujuk pada tingkatan program studi.

Ramli Rahim menyebut seluruh suara berasal murni dari alumni.

Pihak kampus tidak memiliki suara dalam pemilihan Ketua Umum IKA Unhas 

"Cuma rektor penentu akhir karena pengesahan di rektor. Supaya menghindari dualisme kepengurusan sehingga melalui pengesahan," kata Ramli Rahim.

Sejumlah tokoh penting saat ini menjabat diberbagai tingkatan IKA Unhas.

Ketua IKA Fakultas Pertanian Unhas Ilham Arief Sirajuddin.

Ketua IKA Fakultas Hukum Munafri Arifuddin.

Ketua IKA Fakultas Kedokteran Gigi Andi Rachmatika Dewi

Ketua IKA Fakultas Ilmu Budaya Abdul Waris Halid.

Ketua IKA Fakultas Peternakan Andi Munawir.

Ketua IKA Fakultas Kelautan dan Perikanan M Ilyas

Ketua IKA Teknik Sapri Andi Pamulu.

Ketua IKA Sulawesi Selatan Ramdhan Pomanto

Ketua IKA Kalimantan Timur Isradi Zainal.

Ketua IKA Sulawesi Utara Victor Mailangkay.

Ketua IKA Unhas Makassar ada Rudianto Lallo serta banyak nama lainnya.

Disisi lain, Beberapa nama tersebut telah mencuat ke permukaan bahkan sudah menjadi bahan obrolan di beberapa grup WAG Alumni Unhas.

Salah satu nama yang mencuat adalah Prof Nurdin Abdulla alumni Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unhas. 

Nama mantan Gubernur Sulsel dan Bupati Bantaeng tersebut diungkapkan oleh Jabal Nur, Alumni Unhas.

Politisi muda PAN ini menilai prof Nurdin sangat layak mempimpin organisasi Unhas sebab telah berpengalaman memimpin organisasi bertaraf internasional hingga memiliki jaringan luas. 

“Ini karena beliau juga ketua alumni Jepang, saya kira pas kalau pak Nurdin yang jadi ketua Ika Unhas pada mubes Ika Unhas akan datang,” kata Jabal Nur melalui rilisnya Kamis (1/1). 

Selain Nurdin Abdullah ada tokoh mantan Wali Kota makassar yang layak untuk jadi ketua umum Ika Unhas  yaitu Danny Pomanto.

Menurut Jabal munculnya beberapa tokoh alumni Unhas menandakan banyak tokoh yang peduli telah muncul ke permukaan sejak empat tahun terlahir ini.

Laporan Wartawan medkomsubangnetwork,, Faqih Imtiyaaz

Kalender Liturgi Katolik Senin 15 November 2025, Hari Biasa Pekan III Adven
Ringkasan Berita:
  • Kalender liturgi katolik disiapkan untuk hari biasa pekan III Adven.
  • Hari biasa Pekan III Adven dengan warna liturgi ungu.
  • Bacaan hari Senin: Bil 24:2-7.15-17a; Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; Mat 21:23-27 dan BcO Yes. 30:18-26.

medkomsubangnetwork, MAUMERE-Mari simak kalender liturgi Katolik Senin 15 November 2025.

Kalender liturgi katolik disiapkan untuk hari biasa pekan III Adven.

Hari biasa Pekan III Adven dengan warna liturgi ungu.

Bacaan hari Senin: Bil 24:2-7.15-17a; Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; Mat 21:23-27 dan BcO Yes. 30:18-26.

Bacaan pertama:

Bil 24:2    Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia.

Bil 24:3    Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;

Bil 24:4    tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.

Bil 24:5    Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!

Bil 24:6    Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air.

Bil 24:7    Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.

Bil 24:15    Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;

Bil 24:16    tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.

Bil 24:17    Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.

Mazmur Tanggapan:

Mzm 25:4    Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.

Mzm 25:5    Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

Mzm 25:6    Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Mzm 25:7    Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.

Mzm 25:8    TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Mzm 25:9    Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Injil Katolik:

Mat 21:23    Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?"

Mat 21:24    Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.

Mat 21:25    Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?

Mat 21:26    Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi."

Mat 21:27    Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesuspun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

BCO :

Yes 30:18    Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

Yes 30:19    Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

Yes 30:20    Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,

Yes 30:21    dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri.

Yes 30:22    Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!"

Yes 30:23    Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas;

Yes 30:24    sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.

Yes 30:25    Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.

Yes 30:26    Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.(Sumber iman katolik.com/kgg).

Berita medkomsubangnetworkLainnya di Google News

DPPI Kediri dikukuhkan, Bupati Kediri Mas Dhito ujung tombak membumikan Pancasila di generasi muda
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Kediri secara resmi mengukuhkan Pelaksana Daerah Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Kediri Periode 2025-2029.
  • Pengukuhan ini sebagai bentuk komitmen daerah dalam memperkuat pembinaan ideologi kebangsaan bagi generasi muda, berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati

medkomsubangnetwork, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri secara resmi mengukuhkan Pelaksana Daerah Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Kediri Periode 2025-2029.

Pengukuhan ini sebagai bentuk komitmen daerah dalam memperkuat pembinaan ideologi kebangsaan bagi generasi muda, berlangsung di Pendapa Panjalu Jayati, Senin (8/12/2025).

Pembentukan DPPI ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka dan Keputusan Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 50 Tahun 2024 tentang pengangkatan DPPI.

Dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menyampaikan rasa bangga terhadap mantan anggota Paskibraka yang kini diberi tanggung jawab baru sebagai Duta Pancasila.

"Duta Pancasila merupakan ujung tombak dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda Kabupaten Kediri," katanya.

Menurut Mas Dhito, DPPI tidak hanya menjalankan tugas simbolik, namun memiliki peran strategis sebagai motor penggerak integritas, kedisiplinan, dan karakter kebangsaan.

Mereka diharapkan mampu menjadi panutan dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keberagaman.

"Kalian adalah penjaga gawang ideologi bangsa di tingkat daerah. Buktikan bahwa Pancasila hidup dan relevan, bukan hanya dalam teks tetapi dalam perilaku sehari-hari," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kediri menyatakan siap mendukung penuh berbagai program DPPI.

Mas Dhito mendorong DPPI membangun kolaborasi aktif dengan sekolah, organisasi kepemudaan, dan perangkat daerah agar kegiatan pembumian Pancasila lebih masif.

Sebanyak tujuh anggota Paskibraka dipilih menjadi pengurus Pelaksana Daerah DPPI Kabupaten Kediri untuk periode empat tahun.

Mereka adalah Moh. Faishal Rizkiawan Kodiri sebagai Ketua, Imam Maulana Faqih sebagai Wakil Ketua, dan Rizqi Fajar Rahmawati sebagai Sekretaris.

Pada struktur organisasi diperkuat dengan empat kepala bidang yakni Wina Amel Tristanti (Bidang Dukungan Pembentukan Paskibraka Duta Pancasila), Ricky Ramadhan (Bidang Peningkatan Kompetensi), Finna Amelia Putri Sugiantari (Bidang Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila), dan Linda Mustika Dewi (Bidang Komunikasi, Teknologi, dan Informasi).

Mas Dhito menegaskan bahwa amanah ini harus dijalankan sebagai bentuk pengabdian terbaik. Nilai-nilai Pancasila menurutnya harus diterapkan dalam tindakan nyata, bukan hanya retorika.

"Dengan semangat Pancasila, diharapkan pembangunan di Kabupaten Kediri berjalan selaras dengan nilai-nilai persatuan, keadilan sosial, dan kebhinekaan," pungkasnya.

Acara pengukuhan dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, perwakilan BPIP RI, Ketua Pelaksana DPPI Pusat dan Provinsi Jawa Timur, serta tamu undangan dari sejumlah daerah.

Sementara itu, Kabid INKK Kesbangpol Kediri, Nugroho Hery Prastowo menambahkan, pembentukan DPPI merupakan program nasional dari BPIP.

Namun, tidak semua daerah siap menjalankannya. Kediri termasuk daerah yang bergerak cepat menyelesaikan struktur dan pengukuhan.

"DPPI ini memang baru tahun ini berjalan. Banyak daerah, terutama luar Jawa, yang belum membentuk. Kediri termasuk yang mendahului," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari ratusan alumni Paskibraka, hanya tujuh yang terpilih menjadi pengurus melalui seleksi rekam jejak, kompetensi, dan performa saat bertugas pada upacara 17 Agustus lalu.

DPPI akan menjalankan fungsi pembinaan berkelanjutan, jauh melampaui tugas seremonial. Mereka akan menyelenggarakan edukasi kebangsaan di sekolah, kampanye toleransi, hingga literasi ideologi.

Ke depan, DPPI masa khidmat 2025–2029 diproyeksikan menjadi agen perubahan.

Berbekal mandat empat tahun, mereka akan membawa pesan Pancasila ke ruang-ruang publik dan menjadi teladan bagi generasi muda di Kabupaten Kediri.

"Dulu setelah tugas 17 Agustus selesai, pembinaannya ikut selesai. Harapannya dengan adanya DPPI, pembinaan bisa berkelanjutan dan pengenalan Pancasila kembali menguat, ucapnya.

(Isya Anshori/medkomsubangnetwork)

Editor : Sri Wahyunik

Tamat Prabowo minta copot Bupati Aceh Selatan, imbas umrah saat bencana
Ringkasan Berita:
  • Mirwan MS sebelumnya menjadi perbincangan karena menunaikan ibadah umrah di saat wilayahnya diterjang bencana.
  • Prabowo menegaskan, bupati atau wali kota dipilih rakyat untuk menghadapi kesulitan.
  • Prabowo meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian untuk mencopot Mirwan MS dari jabatannya.
 

medkomsubangnetwork - Presiden Prabowo Subianto tegas terhadap penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh termasuk kepada Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, yang menjadi bahan perbincangan karena menunaikan ibadah umrah saat wilayahnya diterjang bencana.

Prabowo mengungkapkan hal ini saat pimpin rapat terbatas (ratas) penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Ratas diikuti lintas kementerian/lembaga di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu (7/12/2025) malam.

Prabowo dalam kesempatannya menyindir Bupati Aceh Selatan Mirwan MS.

Mirwan MS sebelumnya menjadi bahan perbincangan karena menunaikan ibadah umrah di saat wilayahnya diterjang bencana.

Awalnya Prabowo menegaskan, bupati atau wali kota dipilih rakyat untuk menghadapi kesulitan.

"Kalian harus terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan. Kalau yang mau lari lari aja enggak apa-apa ya," kata Prabowo sambil menyindir Mirwan MS, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Orang nomor satu di Indonesia itu lalu meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian untuk mencopot Mirwan MS dari jabatannya.

"Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses?" tanya Prabowo ke Tito.

"(Proses pencopotan) 3 bulan," jawab Tito.

Prabowo mengibaratkan  Mirwan MS sebagai tentara desersi.

Desersi adalah tindakan seorang anggota tentara atau polisi yang secara sengaja meninggalkan tugas dan kesatuannya tanpa izin resmi atau alasan yang sah, dengan niat untuk tidak kembali, dan dianggap sebagai tindak pidana militer serius yang bisa dikenakan sanksi berat.

"Itu kalau tentara itu namanya desersi itu ya dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah," tegas Prabowo.

Nasib Mirwan MS

Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan, sedang menjadi sorotan publik.

Ia nekat pergi umrah ke Tanah Suci di tengah-tengah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh.

Belakangan terungkap, Mirwan MS tetap ngeyel umrah padahal tidak mendapatkan izin dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Ia berdalih menunaikan nazar pribadinya.

Buntutnya selain kecaman publik, Partai Gerindra sudah mengambil langkah tegas hingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sampai turun tangan

Mirwan MS Dipecat

Kabar Mirwan MS umrah di tengah bencana sudah sampai ke telinga Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Gerindra, Sugiono.

Ia menyayangkan keputusan Bupati Aceh Selatan yang meninggalkan daerahnya di waktu tak tepat.

"Saya dilaporkan mengenai bupati Aceh Selatan yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan."

"Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan," katanya kepada Tribunnews.com.

Sugiono melanjutkan, partainya mengambil langkah tegas.

Gerindra pecat Mirwan MS dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aceh Selatan.

"Oleh karena itu DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan," tegas Sugiono. 

Mirwan MS sebelumnya ditunjuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada 12 November 2024.

Lewat Surat Keputusan (SK) Penetapan Pengurus DPC Gerindra Aceh Selatan, dengan Nomor: 11-0592/Kpts/DPP-GERINDRA/2024.

Mendagri Turun Tangan

Mendagri Tito Karnavian sampai turun tangan terkait polemik ini.

Mantan Kapolri itu bahkan secara langsung menelepon Mirwan MS untuk memintanya pulang.

Lewat sambungan seluler, Mirwan MS juga mengakui tidak izin kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Mirwan MS diminta pulang hari ini, Minggu (7/12/2025).

"Bapak Mendagri sudah telepon langsung, yang bersangkutan mengaku tidak ada izin Gubernur maupun Mendagri untuk umrah,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan kepada Tribunnews.com.

Benni dalam kesempatannya ikut menyoroti pentingnya sosok pemimpin hadir di tengah bencana.

Ia mengingatkan wilayah Aceh Selatan terdampak banjir dan tanah longsor.

“Kehadiran dan keberadaan kepala daerah sangat dibutuhkan di tengah-tengah warga masyarakatnya,” tegasnya.

Terakhir, Benni belum menyinggung soal sanksi.

Jelasnya Kemendagri telah menugaskan Inspektorat Jenderal (Itjen).

Tim akan melakukan pemeriksaan terhadap Mirwan MS setibanya di Indo

Berdalih Menunaikan Nazar

Menanggapi dirinya yang menjadi sorotan karena umrah di tengah bencana banjir, Mirwan MS mengaku keberangkatannya ke Tanah Suci adalah untuk menunaikan nazar pribadi.

Ia juga mengaku sudah turun langsung meninjau dampak banjir di Aceh Selatan, sebelum berangkat umrah.

"Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bekerja sesuai alur komando."

"Dari hasil koordinasi, situasi saat itu terkendali sehingga saya dapat menunaikan nazar saya untuk melaksanakan ibadah umrah," jelas Mirwan dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).

Ia pun memastikan penanganan banjir tetap berlangsung efektif di bawah pengawasan komando posko dan OPD terkait.

Mirwan mengungkapkan ia akan kembali ke Indonesia pada Sabtu (6/12/2025).

Jika sesuai rencana, ia sudah berada di Aceh Selatan pada Minggu (7/12/2025).

"Saya akan segera kembali ke Tanah Air pada 6 Desember 2025, dan insyaAllah pada hari Minggu sudah tiba kembali di Aceh."

"Pemerintah daerah terus bekerja untuk memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan lancar," tutupnya.

Bupati Cirebon Target Becak Listrik Prabowo Jadi Daya Tarik Wisata di Sunan Gunung Jati dan Trusmi

medkomsubangnetwork, CIREBON - Deretan becak listrik tampak berjajar rapi di halaman Kantor Bupati Kabupaten Cirebon, Minggu (7/12/2025).

Senyum mengembang dari wajah-wajah renta para pebecak yang sebagian besar berusia di atas 60 tahun.

Hari itu menjadi momen bersejarah bagi mereka, setelah 100 unit becak listrik diserahkan sebagai bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia dan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman.

Agus menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian presiden terhadap warga Kabupaten Cirebon, khususnya para pebecak lansia yang masih bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya mewakili pemerintah dan masyarakat Kabupaten Cirebon mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepeduliannya,” ujar Agus, Minggu (7/12/2025).

Menurutnya, kehadiran becak listrik ini akan sangat membantu para pebecak lanjut usia yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik untuk mengayuh becak konvensional.

“Dengan adanya bantuan becak listrik ini, tentu akan memudahkan penarik becak yang sudah berumur."

"Harapannya, penghasilan mereka bisa meningkat tiga kali lipat atau lebih."

“Kalau biasanya sehari hanya Rp 25 ribu, nanti bisa naik karena tidak ada lagi biaya sewa,” ucapnya.

Untuk memaksimalkan manfaatnya, Pemkab Cirebon berencana menempatkan becak listrik bantuan ini di sejumlah titik wisata.

Dua lokasi yang dianggap paling potensial adalah Makam Sunan Gunung Jati dan kawasan Batik Trusmi, dua destinasi favorit yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

“Mungkin nanti akan kita tempatkan juga di kawasan Batik Trusmi dan Makam Sunan Gunung Jati,” jelas dia.

Ia juga menuturkan, bahwa pemerintah daerah sedang menggodok rencana jangka menengah dan jangka panjang dengan menyiapkan infrastruktur pendukung.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memfasilitasi tempat pengisian daya."

"Ke depan, kita coba bikin terminal khusus becak listrik,” katanya.

Terminal khusus ini diharapkan menjadi pusat operasional bagi para penarik becak listrik sekaligus memberi kenyamanan bagi wisatawan yang ingin menggunakan jasa mereka.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia, Nanik menegaskan, bahwa seluruh becak listrik yang dibagikan kepada para pebecak lansia ini didanai langsung dari kantong pribadi presiden.

“Bantuan ini merupakan dana pribadi presiden, bukan menggunakan dana pemerintah,” ujar Nanik.

Nanik menyebutkan, bahwa bantuan ini merupakan bentuk keprihatinan Presiden Prabowo terhadap banyaknya pebecak lansia yang masih harus bekerja keras setiap hari.

“Dengan becak listrik, para pebecak lansia bisa meringankan beban."

"Karena kalau yang sekarang, tinggal pencet saja, jadi tidak berat,” ucapnya.

Program pembagian becak listrik ini sendiri sudah berjalan dua tahun.

Pada tahun 2025, yayasan tersebut telah mendistribusikan 3.500 unit dan jika digabung dengan tahun sebelumnya totalnya mencapai lebih dari 4.000 unit.

Nanik juga mengungkapkan, bahwa satu unit becak listrik memiliki nilai pembelian sekitar Rp 22 juta. 

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memastikan tidak ada penyelewengan atau pemindahtanganan kendaraan bantuan ini.

"Harga satu unitnya Rp22 juta. Kami minta pemerintah daerah membantu mengawasi agar becak listrik ini tidak dipindahtangankan,” jelas dia.

Terkait pemilihan bantuan dalam bentuk becak, bukan modal usaha, Nanik menjelaskan bahwa para pebecak telah memiliki pengalaman dan keterampilan di bidang tersebut.

“Kalau dipaksa membuka usaha lain, dikhawatirkan akan bermasalah."

"Dengan becak listrik, mereka tetap menarik becak tapi lebih mudah dan bisa bersaing dengan transportasi lainnya,” katanya.(*)

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

Warna-warni cerita peserta Gorontalo Half Marathon 2025, dari polwan hingga pelari telat
Ringkasan Berita:
  • Yugi polwan Pohuwato pertama kali ikut 10K, Lulu datang pagi demi kategori 10K
  • Peserta menilai GHM 2025 menyenangkan, memberi semangat, serta berdampak positif bagi ekonomi dan pariwisata
  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melepas peserta 10K, menyambut pelari dari luar daerah
 

medkomsubangnetwork– Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 menghadirkan ribuan pelari dari berbagai daerah di Gorontalo maupun luar daerah.

Di balik garis start dan finis, setiap peserta membawa cerita unik tentang pengalaman mereka mengikuti event ini. 

Awak medkomsubangnetworkmenemui empat peserta yang membagikan kisah berbeda, mulai dari persiapan, latihan, hingga keseruan di lintasan, usai mengikuti lomba pada Minggu (7/12/2025).

Yugi Pricilia Latief, peserta asal Telaga, Kabupaten Gorontalo, sehari-hari bertugas sebagai polwan di Pohuwato.

Ia baru pertama kali mengikuti kategori 10K sehingga sangat antusias mengikuti agenda berskala nasional tersebut.

“Ini pertama kali saya ambil 10K, jadi perasaannya campur antara deg-degan dan senang,” ujarnya.

Yugi menekankan persiapan mental dan outfit lari lebih penting baginya daripada hal teknis lain.

“Lebih ke mental dan outfit sih kak, kalau fisik kami di kesatuan memang sering latihan berat,” tambahnya.

Ia berharap tahun depan jumlah peserta semakin banyak.

“Semoga tahun depan lebih ramai lagi. Event ini bikin semangat,” kata Yugi.

Cerita Lulu Tohopi

Lulu Tohopi dari Heledulaa Utara, Kota Gorontalo, tiba di Lapangan Taruna Remaja sekitar pukul 04.45 Wita. Ia juga mengambil kategori 10K untuk pertama kali.

“Baru pertama ikut GHM. Rasanya sangat menyenangkan,” kata Lulu.

Sebagai persiapan, Lulu rutin berlatih tiga kali seminggu agar bisa mencapai garis finish dengan lancar.

Menurutnya, atmosfer GHM luar biasa sehingga ia berharap event serupa kembali digelar tahun depan.

“Kalau ada panitia bikin lagi tahun depan, mantap! Ramai dan bikin semangat,” ujarnya.

Pranasiska Hadjara dari Dembe Satu, Kota Barat, sudah beberapa kali mengikuti event lari. Namun, GHM 2025 menjadi pengalaman pertamanya di kategori 5K.

“Kalau aku baru kali ini ikut GHM, tapi event-event sebelumnya memang ada. Ini bagus sekali,” ujarnya.

Ia mengaku lebih tenang menghadapi rute GHM karena terbiasa menjaga fisik lewat event olahraga lain.

“Sepanjang jalan itu semangat sekali,” tambahnya sambil tersenyum.

Cerita yang tak kalah menarik juga datang dari Isna Ali asal Telaga, Kabupaten Gorontalo. Ia tiba terlambat, hanya 15 menit sebelum sistem pendaftaran ditutup, sehingga tidak sempat melakukan pemanasan.

“Saya terlambat. Sistem tinggal 15 menit mau ditutup. Tidak sempat pemanasan, langsung lari saja,” ujarnya.

Meski begitu, Isna bersyukur bisa berpartisipasi. Event ini menjadi keikutsertaannya yang kedua setelah sebelumnya mengikuti Gorontalo Fun Run.

Ia menilai GHM 2025 memberi dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata daerah.

“Bagus dan seru, karena meningkatkan ekonomi dan pariwisata Gorontalo,” katanya.

Meski kondisi ramai dan padat, Isna tetap menikmati pengalaman tersebut.

“Tadi ada peserta yang pingsan. Mungkin panitia agak kewalahan karena banyak sekali orang. Tapi overall tetap keren,” ucapnya.

Isna datang seorang diri, namun tetap bertemu teman di lokasi.

“Kalau saya datang sendirian, tapi ada juga teman yang ketemu di event ini,” jelasnya.

Gubernur Gorontalo Lepas Peserta

Dalam kesempatan itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melepas peserta kategori 10K sekaligus ikut berlari.

Gusnar menyampaikan bahwa GHM 2025 telah masuk dalam jajaran event lari nasional.

“Saya baru diberitahu dari Jakarta bahwa Gorontalo Half Marathon sudah masuk sebagai bagian dari event lari nasional. Ini perkembangan baik untuk Gorontalo,” ujarnya.

Sebelum menutup sambutan, Gusnar menyempatkan menyambut peserta dari luar daerah.

“Khusus saudara-saudara dari luar daerah, selamat datang di Gorontalo. Kalau ada waktu setelah lomba, silakan mengunjungi Sherly Hiu Paus yang sekarang jadi kebanggaan kita semua,” tuturnya.

Ia menambahkan, GHM akan kembali digelar tahun depan dengan skala lebih besar.

“Insyaallah tahun 2026 kita akan tingkatkan lagi jumlahnya,” kata Gusnar.

 

(medkomsubangnetwork/Jefry Potabuga)

Pancarkan Pesona Alami: Rekomendasi Bronzer Lokal Terbaik untuk Kulit Indonesia

Industri kecantikan lokal kini semakin berinovasi, menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar global. Salah satu produk yang kian diminati adalah bronzer lokal. Diciptakan dengan pemahaman mendalam akan karakter kulit wanita Indonesia, bronzer lokal menawarkan pigmentasi yang kaya, kemudahan dalam aplikasi, dan hasil akhir yang membuat riasan tampak lebih berdimensi serta alami. Khusus bagi pemilik kulit sawo matang, kini pilihan warna bronzer semakin beragam dan ramah digunakan, membuka peluang untuk tampilan makeup yang lebih standout tanpa terkesan berlebihan.

Berikut adalah tujuh rekomendasi bronzer lokal terbaik yang patut Anda pertimbangkan untuk melengkapi koleksi makeup Anda:

1. Inez Radiant Touch Bronzing Powder

Memulai daftar ini adalah Inez dengan produk unggulannya, Radiant Touch Bronzing Powder. Dikemas dalam packaging khas Inez yang elegan, bronzer ini memiliki tekstur yang sangat halus. Kehalusan ini memungkinkan terciptanya efek shading 3D yang membuat struktur wajah tampak lebih tegas dan berdimensi. Memberikan hasil akhir matte, bronzer ini memancarkan kesan mewah yang sangat cocok untuk digunakan sehari-hari maupun pada acara-acara spesial. Keunggulan lainnya adalah formulanya yang buildable, artinya Anda dapat dengan mudah menyesuaikan intensitas warna sesuai dengan tone kulit dan kebutuhan riasan Anda.

Harga Inez Radiant Touch Bronzing Powder: sekitar Rp55.000.

2. Sun Shade Kusuma Kosmetika

Selanjutnya, hadir dari Kusuma Kosmetika dengan produk Sun Shade. Bronzer ini dirancang khusus untuk mencegah tampilan riasan yang monoton. Seringkali dianggap sebagai hidden gem di dunia kecantikan lokal, Sun Shade banyak dibicarakan karena sangat ramah untuk kulit sawo matang. Formulasinya dikembangkan dengan mempertimbangkan iklim Indonesia yang panas dan lembap, sehingga mampu memberikan daya tahan hingga 7 jam pemakaian di luar ruangan. Tersedia dalam empat pilihan warna, bronzer ini memberikan hasil akhir yang menyatu sempurna dengan warna kulit perempuan Indonesia, memberikan sentuhan hangat dan alami.

Harga Sun Shade Kusuma Kosmetika: sekitar Rp101.000.

3. Dew It Sunkissed Bronzer Stick

Bagi Anda yang menyukai kepraktisan, Dew It Sunkissed Bronzer Stick adalah pilihan yang tepat. Bronzer berbentuk stick ini tidak hanya memberikan dimensi pada wajah, tetapi juga dilengkapi dengan SPF untuk perlindungan ekstra. Menghasilkan satin finish yang sehat dan bercahaya, formulanya terasa ringan dan mudah menyatu dengan kulit. Diperkaya dengan antioksidan dan bahan-bahan yang menenangkan kulit, bronzer ini tidak hanya mempercantik tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan kulit wajah. Teksturnya yang creamy dan kemasannya yang berbentuk tube menjadikannya produk yang ideal dan sangat praktis untuk dibawa bepergian.

Harga Dew It Sunkissed Bronzer Stick: sekitar Rp135.000.

4. Somethinc EGGO 3D Contour Bronzer

Somethinc tak ketinggalan dalam menghadirkan bronzer lokal berkualitas. EGGO 3D Contour Bronzer dari Somethinc hadir dengan formula ringan yang menggunakan teknologi nano powder texture. Teknologi ini memastikan bronzer menyatu dengan mulus ke dalam kulit. Dengan pigmentasi yang baik dan sifat buildable, bronzer ini juga memiliki ketahanan tinggi terhadap keringat. Hal ini membuatnya ideal untuk digunakan sepanjang hari, bahkan saat Anda aktif beraktivitas. Anda tidak perlu khawatir bronzer akan luntur atau mengalami fallout, sehingga tampilan makeup Anda akan tetap sempurna.

Harga Somethinc EGGO 3D Contour/Bronzer: sekitar Rp55.000.

5. Luxcrime Warm It Up Bronzer

Sesuai dengan namanya, Luxcrime Warm It Up Bronzer hadir untuk memberikan sentuhan hangat pada riasan Anda, membuatnya tidak lagi terlihat membosankan. Produk ini memungkinkan Anda berinovasi dalam menciptakan dimensi pada wajah tanpa risiko terlihat menor berkat formulanya yang sangat blendable. Selain berfungsi sebagai bronzer, produk ini juga dapat diaplikasikan sebagai contour untuk membentuk wajah. Luxcrime Warm It Up Bronzer hadir dalam tiga pilihan warna yang telah disesuaikan agar cocok dengan berbagai jenis kulit Indonesia.

Harga Luxcrime Warm It Up Bronzer: sekitar Rp65.000.

6. ESQA Bronzer

Merek ESQA, yang telah dikenal luas dengan produk eyeshadow berkualitasnya, juga menawarkan bronzer yang patut diacungi jempol. Bronzer ESQA menjadi perbincangan hangat berkat pilihan warnanya yang cantik. Formula halusnya mempermudah proses blending, menghasilkan tampilan wajah yang lebih berdimensi secara alami. Produk ini sangat versatile, dapat digunakan sebagai all over bronzer untuk memberikan kehangatan menyeluruh pada wajah, atau sebagai contour untuk menonjolkan struktur wajah. Hasil akhirnya yang mulus memastikan bronzer ini menyatu sempurna dengan powder yang Anda gunakan.

Harga ESQA Bronzer: sekitar Rp105.000.

7. MOP Tender Touch Creamy Butter Bronzer

Rekomendasi terakhir datang dari Mother of Pearl (MOP) dengan Tender Touch Creamy Butter Bronzer. Bronzer ini hadir dengan formula creamy yang unik. Tekstur creamy ini membuatnya sangat mudah untuk dibaurkan dengan complexion Anda, menghasilkan tampilan yang lebih menyatu dan tahan lama. Dengan pilihan warna yang bervariasi, produk ini menawarkan opsi yang sesuai untuk berbagai undertone kulit. Selain pilihan warnanya yang menawan, bronzer ini juga hadir dengan detail emboss yang cantik pada permukaannya, menambah nilai estetika produk.

Harga MOP Tender Touch Creamy Butter Bronzer: sekitar Rp108.000.

Itulah dia tujuh bronzer lokal terbaik yang menawarkan pigmen intens dan formulasi yang cocok untuk kulit Indonesia. Segera coba dan rasakan perbedaannya untuk tampilan makeup yang lebih memukau!

FAQ Seputar Bronzer

  • Apakah bronzer lokal cocok untuk kulit sawo matang? Ya, banyak bronzer lokal saat ini memiliki pilihan warna warm tone yang dirancang khusus agar menyatu dengan indah pada kulit sawo matang, memberikan hasil yang natural dan hangat.

  • Lebih baik memilih bronzer powder atau cream? Pilihan antara bronzer powder dan cream bergantung pada jenis kulit dan hasil akhir yang diinginkan. Bronzer powder umumnya lebih cocok untuk kulit berminyak dan memberikan hasil akhir matte. Sementara itu, bronzer cream cenderung memberikan hasil yang lebih dewy (lembap bercahaya) dan lebih mudah dibaurkan, cocok untuk kulit kering atau normal.

  • Apa perbedaan antara bronzer dan contour? Meskipun sering digunakan bersamaan, bronzer dan contour memiliki fungsi yang sedikit berbeda. Bronzer umumnya digunakan untuk memberikan dimensi dan kehangatan pada wajah, seolah-olah kulit baru saja terpapar sinar matahari. Sementara itu, contour lebih berfokus pada menciptakan bayangan untuk membentuk dan menonjolkan struktur wajah, seperti tulang pipi atau rahang, sehingga memberikan ilusi wajah yang lebih tirus atau terdefinisi.

Ringkasan Berita:
  • Bupati Aceh Selatan Mirwan MS dikritik publik dan dipecat Gerindra dari jabatan Ketua DPC karena tetap berangkat umrah saat daerahnya dilanda banjir dan longsor.
  • Mendagri Tito Karnavian menelpon langsung Mirwan dan memintanya segera pulang karena ia berangkat tanpa izin Gubernur maupun Mendagri.
  • Mirwan berdalih keberangkatannya untuk menunaikan nazar dan menyatakan penanganan banjir tetap berjalan di bawah koordinasi OPD sebelum kepulangannya.
 

medkomsubangnetwork - Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan, sedang menjadi sorotan publik.

Ia nekat melaksanakan umrah ke Tanah Suci di tengah-tengah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh.

Belakangan terungkap, Mirwan MS tetap ngeyel umrah padahal tidak mendapatkan izin dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Ia berdalih menunaikan nazar pribadinya.

Buntutnya selain kecaman publik, Partai Gerindra sudah mengambil langkah tegas hingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sampai turun tangan.

Berikut nasib Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan selengkapnya dirangkum medkomsubangnetwork, Minggu (7/12/2025):

Mirwan MS Dipecat

Kabar Mirwan MS umrah di tengah bencana sudah sampai ke telinga Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Gerindra, Sugiono.

Ia menyayangkan keputusan Bupati Aceh Selatan yang meninggalkan daerahnya di waktu tak tepat.

"Saya dilaporkan mengenai bupati Aceh Selatan yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan."

"Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan," katanya kepada medkomsubangnetwork.

Sugiono melanjutkan, partainya mengambil langkah tegas.

Gerindra pecat Mirwan MS dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aceh Selatan.

"Oleh karena itu DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan," tegas Sugiono. 

Mirwan MS sebelumnya ditunjuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada 12 November 2024.

Lewat Surat Keputusan (SK) Penetapan Pengurus DPC Gerindra Aceh Selatan, dengan Nomor: 11-0592/Kpts/DPP-GERINDRA/2024.

Mendagri Turun Tangan

Mendagri Tito Karnavian sampai turun tangan terkait polemik ini.

Mantan Kapolri itu bahkan secara langsung menelepon Mirwan MS untuk memintanya pulang.

Lewat sambungan seluler, Mirwan MS juga mengakui tidak izin kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Mirwan MS diminta pulang hari ini, Minggu (7/12/2025).

"Bapak Mendagri sudah telepon langsung, yang bersangkutan mengaku tidak ada izin Gubernur maupun Mendagri untuk umrah,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan kepada medkomsubangnetwork.

Benni dalam kesempatannya ikut menyoroti pentingnya sosok pemimpin hadir di tengah bencana.

Ia mengingatkan wilayah Aceh Selatan terdampak banjir dan tanah longsor.

“Kehadiran dan keberadaan kepala daerah sangat dibutuhkan di tengah-tengah warga masyarakatnya,” tegasnya.

Terakhir, Benni belum menyinggung soal sanksi.

Jelasnya Kemendagri telah menugaskan Inspektorat Jenderal (Itjen).

Tim akan melakukan pemeriksaan terhadap Mirwan MS setibanya di Indonesia.

Berdalih Menunaikan Nazar

Menanggapi dirinya yang menjadi sorotan karena umrah di tengah bencana banjir, Mirwan MS mengaku keberangkatannya ke Tanah Suci adalah untuk menunaikan nazar pribadi.

Ia juga mengaku sudah turun langsung meninjau dampak banjir di Aceh Selatan, sebelum berangkat umrah.

"Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bekerja sesuai alur komando."

"Dari hasil koordinasi, situasi saat itu terkendali sehingga saya dapat menunaikan nazar saya untuk melaksanakan ibadah umrah," jelas Mirwan dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).

Ia pun memastikan penanganan banjir tetap berlangsung efektif di bawah pengawasan komando posko dan OPD terkait.

Mirwan mengungkapkan ia akan kembali ke Indonesia pada Sabtu (6/12/2025).

Jika sesuai rencana, ia sudah berada di Aceh Selatan pada Minggu (7/12/2025).

"Saya akan segera kembali ke Tanah Air pada 6 Desember 2025, dan insyaAllah pada hari Minggu sudah tiba kembali di Aceh."

"Pemerintah daerah terus bekerja untuk memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan lancar," tutupnya.

(medkomsubangnetwork/Endra/Mario Christian Sumampow/Taufik Ismail/Pravitri Retno Widyastuti)

Kisah Darussalam dan keluarganya di Aceh Tamiang, 8 hari bertahan tanpa bantuan, warga bantu warga
Ringkasan Berita:
  • Banjir besar di Aceh menenggelamkan ratusan rumah dan membuat ribuan warga terisolasi tanpa listrik, air bersih, dan bantuan. 
  • Darussalam dan keluarganya bertahan delapan hari di bukit dengan harga kebutuhan yang melambung. 
  • Di Aceh Utara, 109 warga hilang dan kondisi pengungsi memprihatinkan. 
  • Pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur, sementara tiga perusahaan yang diduga memperparah banjir dihentikan operasionalnya.

medkomsubangnetwork - Kisah sedih disampaikan Darussalam (29), warga Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang saat menceritakan detik-detik penyelamatannya dari banjir dahsyat yang menerjang pada 26 November 2025 sekitar pukul 02.00 WIB.

Bersama istrinya, Mahyuni, dan empat anak mereka, Darussalam memutuskan meninggalkan rumah.

Meski berada di atas bukit, rumah itu tetap tenggelam karena banjir yang begitu besar.

“Tetangga yang di bawah naik ke halaman rumah kami. Itu pun tenggelam juga, kami lihat air begitu deras. Jam 02.00 WIB, kami putuskan pergi meninggalkan rumah ke lebih belakang, ke atas bukit,” ujar Mahyuni kepada Kompas.com, Sabtu (6/12/2025).

Air diperkirakan mencapai enam meter dari badan jalan.

Pada pukul 03.00 WIB, air terus meninggi.

Listrik padam, hujan deras, dan angin kencang.

Warga nekat menyeberangi anak sungai menggunakan batang pinang sebagai jembatan darurat.

“Anak sungai itu hanya pohon pinang jadi jembatannya. Itulah yang kami lewati, ada yang bawa bayi dan lain sebagainya,” ceritanya.

Mereka berjalan menelusuri bukit, menghindari air bah yang mulai mencapai kaki bukit.

Hujan deras dan jalan licin dilalui hingga menemukan sebuah rumah yang lebih tinggi, tempat mereka bertahan selama delapan hari.

“Kami bertahan di situ hingga hari kedelapan. Warga bantu warga. Tidak bicara lagi bantuan pemerintah, tidak ada sama sekali,” katanya.

Bahan makanan diperoleh dari pedagang yang menjualnya lewat perahu, tetapi dengan harga sangat tinggi.

Gas 3 kilogram yang normalnya Rp 20.000 dijual Rp 150.000.

Beras lima kilogram dijual Rp 120.000, dan mi instan Rp 200.000 per kardus.

“Kami tidak punya pilihan, anak-anak harus makan. Seberapa mahal pun kami beli. Padahal beras itu sudah terendam banjir, kami beli juga,” ujarnya.

Pada 2 Desember 2025, mereka akhirnya bisa keluar dari desa.

“Desa kami sekitar 600 jiwa, 90 persen rumah hancur,” katanya.

Kini Mahyuni dan anak-anak tinggal sementara di rumah saudara di Lhokseumawe, sementara Darussalam kembali ke Aceh Tamiang untuk membersihkan rumah dan membantu warga lain.

“Anak dan istri di Lhokseumawe itu. Biar aman,” pungkasnya.

Banjir di kawasan tersebut menghancurkan ratusan rumah, memutus listrik, dan menghambat evakuasi korban.

Korban Belum Ditemukan

Korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mendesak pemerintah pusat untuk memprioritaskan penanganan dampak bencana saat ini.

Apalagi sampai sekarang, ratusan mayat belum ditemukan.

Data dari posko utama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mencatat, 109 orang dinyatakan hilang.

Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring berlanjutnya pencarian korban jiwa.

Sampai hari ini, kondisi di lokasi banjir pun masih memprihatinkan.

Listrik padam, air bersih langka, tidak ada sinyal komunikasi, serta minimnya pasokan bahan pangan, terpal sebagai hunian sementara, obat-obatan, dan kelambu untuk pengungsi.

“Kami setuju seluruh bandit illegal logging disikat. Namun, fokuskan pada dampak bencana. Lebih penting selamatkan rakyat dari kelaparan dan ketidakberdayaan, nanti urus lagi illegal logging,” ujar

Usman Nur, salah seorang penyintas banjir di Desa Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (6/12/2026).

Usman menambahkan, pemerintah pusat seharusnya tidak hanya menerima laporan yang terkesan indah dari aparat di bawahnya.

“Faktanya, kebutuhan bahan pangan minim, air bersih tidak ada. Listrik tidak menyala, sinyal handphone juga tidak ada. Lengkap sudah penderitaan kami,” tutur dia.

Hal senada disampaikan Isbahanur, salah satu pengungsi korban banjir di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

“Bahkan untuk minum pun kami susah. Lalu, pemerintah pusat menganggap semuanya sudah terkendali. Pak Presiden, tidak terkendali dampak banjir ini, lumpur masih setinggi 3 meter bekas banjir,” tegasnya.

Dia berharap Presiden RI Prabowo Subianto dapat mengintruksikan seluruh menterinya untuk turun ke lokasi bencana.

“Terpenting, bawa bahan bantuan lewat segala upaya, baik darat, laut, udara, maupun sungai. Jangan biarkan kami sendirian,” pungkasnya.

Sebagai informasi, banjir di kawasan tersebut mulai terjadi pada 22 November 2025.

Hingga kini, sejumlah titik masih terisolasi dan belum dapat diakses.

Sementara itu, kabupaten lain di Aceh baru mengalami banjir pada 26 November 2025.

Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma sebanyak 350 rumah di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara hilang atau sudah rata dengan tanah pascabencana banjir dan longsor di Aceh.

"Desa itu nyaris rata dengan tanah. Dari sekitar 400 unit rumah warga, hanya 41 unit yang masih terlihat bekasnya. Selain kerusakan fisik, enam warga dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan jenazahnya," kata Sudirman Haji Uma, di Aceh Utara, Sabtu.

Ia menyampaikan, saat mendatangi langsung desa tersebut, merasa sangat prihatin atas besarnya kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.

Kondisi ini, menjadi peringatan serius bagi pemerintah.

Dampak banjir banjir di sana, kata dia, selain hilangnya rumah masyarakat, juga mengakibatkan listrik padam, akses jalan rusak, dan tidak ada air bersih, serta krisis tenda pengungsian.

"Tercatat lebih dari 400 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa terdampak. Banyak warga mulai mengalami gatal-gatal akibat penggunaan air yang tidak layak di sini," ujarnya.

Haji Uma meminta pemerintah segera mengirimkan bantuan, khususnya kebutuhan mendesak seperti air bersih, obat-obatan, dan bahan makanan.

Apalagi, pemulihan desa ini memakan waktu yang cukup lama.

“Kalau dibangun kembali, saya perkirakan bisa memakan waktu hingga 10 tahun untuk kembali seperti sedia kala,” katanya.

Penanganan Infrastruktur

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Aceh pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang mengakibatkan terputusnya sejumlah ruas utama pada jalur Lintas Timur, Lintas Barat, dan Lintas Tengah.

"Pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

Dody mengatakan pihaknya telah mengerahkan dan mengalihkan alat berat dari sejumlah proyek infrastruktur untuk mempercepat pembukaan akses jalan di Aceh guna menjaga distribusi logistik serta mencegah risiko sosial.

Upaya ini dilakukan guna memastikan kembali kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.

Pada jalur Lintas Timur Aceh, saat ini secara umum tidak terdapat kendala berarti.

Dua jembatan yang sempat putus tengah dalam proses perbaikan dengan target penyelesaian pada 12 Desember 2025.

Sejumlah ruas utama pada Lintas Timur Aceh telah kembali terhubung dan fungsional, di antaranya ruas Lhokseumawe-Aceh Utara hingga Langsa, Langsa-Kuala Simpang, serta Kuala Simpang-Batas Provinsi Sumatera Utara yang sejak 3 Desember 2025 telah dapat dilalui seluruh jenis kendaraan.

Pembersihan sedimen dan material sisa banjir masih terus dilakukan untuk memulihkan kondisi jalan secara optimal.

Selanjutnya, pada Lintas Barat Aceh, penanganan telah dilakukan Kementerian PU dan sejumlah ruas telah kembali fungsional.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus melakukan pembersihan material banjir dan longsoran di sejumlah titik untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Sementara itu, pada Lintas Tengah Aceh, tantangan terbesar masih dihadapi karena banyaknya jembatan yang putus serta badan jalan yang tergerus sungai.

Tercatat terdapat 13 jembatan terputus pada jalur-jalur akses menuju wilayah Takengon dan sekitarnya.

Saat ini, fokus utama penanganan diarahkan pada pemasangan jembatan bailey secara bertahap serta penanganan badan jalan yang amblas.

Beberapa ruas sudah dapat dilalui dengan kondisi terbatas, seperti jalur Simpang Uning-Blangkejeren yang baru dapat dilalui kendaraan roda dua, serta Genting Gerbang-Celala-batas Aceh Tengah/Nagan Raya yang masih menunggu penyelesaian akses menuju Jembatan Kr Beutong dengan target selesai pada 17 Desember 2025.

3 Perusahaan Perparah Banjir Ditutup

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menghentikan sementara tiga perusahan yang diduga berkontribusi banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengambil keputusan tersebut setelah melakukan inspeksi melalui udara dan darat di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru dan Garoga.

Ia juga mendatangi PT Agincourt Resources, PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III), dan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) pengembang PLTA Batang Toru.

Dari temuan lapangan itu pihaknya memutuskan menghentikan sementara operasional ketiga perusahaan tersebut.

“Mulai 6 Desember 2025, seluruh perusahaan di hulu DAS Batang Toru wajib menghentikan operasional dan menjalani audit lingkungan,” kata Hanif dalam keterangan resminya, sebagaimana dikutip, Sabtu (6/12/2025).

Hanif juga menyebut, ketiga perusahaan itu dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di KLH pada 8 Desember 2025 mendatang.

Ia menegaskan, fungsi ekologis dan sosial kawasan DAS Batang Toru dan Garoga sangat penting.

“Tidak boleh dikompromikan,” tutur Hanif.

Sementara itu, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, KLH, Rizal Irawan, mengungkapkan hasil pantauan udara menunjukkan terdapat praktek pembukaan lahan yang massif dilakukan.

Kegiatan itu membuat tekanan pada DAS Batang Toru dan Garoga lebih besar karena lahan hutan dibabat untuk tambang, tanaman industri, PLTA, dan kebun kelapa sawit.

“Tekanan ini memicu turunnya material kayu dan erosi dalam jumlah besar. Kami akan terus memperluas pengawasan ke Batang Toru, Garoga, dan DAS lain di Sumatera Utara,” ungkap Rizal.

Lebih lanjut, Hanif menekankan seluruh kegiatan industri di kawasan tersebut harus dievaluasi secara menyeluruh, mengingat curah hujan ekstrem bisa mencapai lebih dari 330 mm per hari.

“Pemulihan lingkungan harus dilihat sebagai satu kesatuan lanskap. Kami akan menghitung kerusakan, menilai aspek hukum, dan tidak menutup kemungkinan adanya proses pidana jika ditemukan pelanggaran yang memperparah bencana,” kata Hanif.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menyebut, banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar) tidak disebabkan tambang.

Sementara itu, pihaknya masih mengkaji apakah tambang berkontribusi pada banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

"Kalau di Sumatera Barat, itu tidak ada. Di Aceh pun kita lagi melakukan pengecekan. Kalau di Sumut, tim evaluasi kita lagi melakukan evaluasi. Jadi nanti setelah tim evaluasi, baru saya akan cek dampak dari tambang ini ada atau tidak," ujar Bahlil di Istana, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Diketahui, tiga provinsi di Sumatera yakni, Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) dilanda banjir bandang dan tanah longsor.

Berdasarkan laporan BNPB jumlah korban meninggal per Jumat (5/12/2025) mencapai 867 jiwa sementara ratusan orang lainnya masih hilang.

Bencana besar itu mengakibatkan ribuan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur rusak. (*)

Lampung 2025: Rp 1,5 T Dana Transfer Masuk, DAU Dominan

Realisasi Dana Transfer ke Daerah Kota Bandar Lampung Capai 94,36 Persen

Kota Bandar Lampung telah berhasil merealisasikan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 1.525,83 miliar, atau sekitar 94,36 persen dari total pagu anggaran yang mencapai Rp 1.616,95 miliar. Data ini, per tanggal 3 Desember 2025, menunjukkan bahwa sebagian besar dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk daerah telah tersalurkan dan dikelola oleh pemerintah kota.

TKD sendiri merupakan komponen penting dari belanja negara yang dirancang untuk mendanai penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Dana ini menjadi instrumen vital dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di tingkat lokal.

Komponen Utama Dana Transfer ke Daerah

Secara umum, Dana Transfer ke Daerah mencakup beberapa jenis dana yang memiliki tujuan dan mekanisme penyaluran yang berbeda. Pemahaman mendalam mengenai komponen-komponen ini penting untuk mengapresiasi bagaimana anggaran negara berkontribusi pada pembangunan daerah.

  • Dana Perimbangan: Merupakan bagian terbesar dari TKD yang disalurkan kepada daerah. Dana ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan fiskal antar daerah dan memberikan sumber pendanaan yang lebih stabil.

    • Dana Bagi Hasil (DBH): Berasal dari pendapatan negara yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan persentase tertentu dari penerimaan pajak dan sumber daya alam. Ini mencakup DBH Pajak, DBH Cukai Hasil Tembakau, dan DBH Sumber Daya Alam (SDA).
    • Dana Alokasi Umum (DAU): Dana yang dialokasikan kepada daerah untuk mengurangi kesenjangan fiskal dengan mempertimbangkan kebutuhan belanja dan kapasitas fiskal daerah.
    • Dana Alokasi Khusus (DAK): Dana yang dialokasikan kepada daerah untuk membantu membiayai kebutuhan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas pembangunan nasional. DAK terbagi menjadi DAK Fisik dan DAK Nonfisik.
  • Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian: Disediakan untuk daerah-daerah tertentu yang memiliki kekhususan, baik secara geografis maupun sosial-budaya, serta untuk mendukung program-program spesifik.

    • Dana Otonomi Khusus: Dialokasikan untuk provinsi-provinsi yang memiliki status otonomi khusus, seperti Provinsi Papua, Papua Barat, dan Provinsi Aceh.
    • Dana Penyesuaian: Merupakan dana yang diberikan untuk mendukung program-program prioritas nasional yang pelaksanaannya dibantu oleh daerah. Ini mencakup Tunjangan Profesi Guru PNSD, Tambahan Penghasilan Guru PNSD, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Insentif Daerah (DID), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditransfer.

Rincian Realisasi TKD Kota Bandar Lampung Tahun 2025

Hingga awal Desember 2025, Kota Bandar Lampung menerima berbagai jenis TKD dengan realisasi yang bervariasi. Berikut adalah rinciannya:

  • Dana Bagi Hasil (DBH): Secara keseluruhan, realisasi DBH mencapai Rp 35,63 miliar dari pagu Rp 75,16 miliar.

    • DBH Perkebunan Sawit: Terealisasi 100% sebesar Rp 1,17 miliar.
    • DBH Cukai Hasil Tembakau: Terealisasi 80,24% sebesar Rp 0,93 miliar.
    • DBH Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Bagian Daerah: Terealisasi 48,80% sebesar Rp 1,24 miliar.
    • DBH Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21: Terealisasi 41,11% sebesar Rp 24,66 miliar.
    • DBH PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi: Terealisasi 43,04% sebesar Rp 2,02 miliar.
    • DBH SDA Kehutanan - PSDH: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,03 miliar.
    • DBH SDA Minerba - Iuran Tetap: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,00 miliar.
    • DBH SDA Minerba - Royalti: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,00 miliar.
    • DBH SDA Minyak Bumi 15%: Terealisasi 100% sebesar Rp 4,13 miliar.
    • DBH SDA Panas Bumi - Iuran Tetap: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,03 miliar.
    • DBH SDA Panas Bumi - Setoran Bagian Pemerintah: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,56 miliar.
    • DBH SDA Perikanan: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,86 miliar.
  • Dana Alokasi Umum (DAU): Merupakan kontributor terbesar dalam TKD Kota Bandar Lampung, dengan realisasi mencapai Rp 1.157,44 miliar dari pagu Rp 1.181,31 miliar, atau sekitar 97,98%.

    • DAU Umum: Terealisasi 100% sebesar Rp 1.045,62 miliar.
    • DAU Bidang Kesehatan: Terealisasi 100% sebesar Rp 24,67 miliar.
    • DAU Bidang Pendidikan: Terealisasi 75,00% sebesar Rp 59,14 miliar.
    • DAU Pendanaan Kelurahan: Terealisasi 100% sebesar Rp 25,20 miliar.
    • DAU Penggajian Formasi PPPK: Terealisasi 40,36% sebesar Rp 2,81 miliar.
  • Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik: Terealisasi sebesar Rp 13,71 miliar dari pagu Rp 20,86 miliar, dengan persentase 65,72%. DAK Fisik ini umumnya dialokasikan untuk penugasan khusus.

  • Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik: Menunjukkan realisasi yang cukup baik, mencapai Rp 319,05 miliar dari pagu Rp 339,62 miliar, atau 93,94%. Komponen DAK Nonfisik ini meliputi:

    • Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana: Terealisasi 100% sebesar Rp 5,00 miliar.
    • Dana Bantuan Operasional Kesehatan: Terealisasi 82,37% sebesar Rp 29,72 miliar.
    • Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Kesetaraan: Terealisasi 98,81% sebesar Rp 6,35 miliar.
    • Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan - Pendidikan Anak Usia Dini: Terealisasi 99,36% sebesar Rp 13,04 miliar.
    • Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS): Terealisasi 99,92% sebesar Rp 126,12 miliar.
    • Dana Bantuan Pengembangan Program (BPP) Perpustakaan Daerah: Terealisasi 50,00% sebesar Rp 0,24 miliar.
    • Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian: Terealisasi 50,00% sebesar Rp 0,06 miliar.
    • Dana Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,40 miliar.
    • Dana Tambahan Penghasilan Guru ASN Daerah: Terealisasi 49,91% sebesar Rp 0,41 miliar.
    • Dana Tunjangan Profesi Guru ASN Daerah: Terealisasi 91,22% sebesar Rp 137,72 miliar.

Secara keseluruhan, tingkat realisasi TKD Kota Bandar Lampung yang mencapai 94,36% menunjukkan efektivitas pemerintah kota dalam mengelola dan memanfaatkan dana yang dialokasikan dari pusat untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, beberapa pos anggaran, terutama yang berkaitan dengan DAK Fisik, DBH PPh, dan beberapa komponen DAK Nonfisik, masih memiliki ruang untuk peningkatan realisasi di periode mendatang.

Pemilihan Ketua RT dan RW Serentak di Makassar: Warga Tumpah Ruah ke TPS

Makassar – Hari ini, Rabu, 3 Desember 2025, menjadi hari penting bagi warga Kota Makassar. Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) serentak digelar di seluruh penjuru kota. Antusiasme warga terlihat jelas sejak pagi hari di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disiapkan.

Di Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, suasana TPS 05 sudah ramai sejak pukul 07.00 WITA. Panitia telah sigap mengatur titik antrean, bilik suara, hingga penempatan kotak suara. Di bawah tenda biru yang teduh, deretan kursi hijau telah tertata rapi, siap menyambut para pemilik hak suara. Lokasi TPS ini pun sangat strategis, hanya berjarak sekitar 250 meter dari Kantor Lurah Bangkala, memudahkan akses bagi warga.

Lurah Bangkala, M. Dapri Kodding, menjelaskan secara rinci mekanisme pemilihan yang diterapkan. Setiap warga yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) diwajibkan membawa Kartu Keluarga (KK) asli beserta fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Kami mengacu pada petunjuk teknis yang kami terima. Setiap pemilih berdasarkan KK, jika satu KK mewakili satu pemilih, maka wajib membawa KK asli beserta fotokopi KTP," jelas M. Dapri Kodding.

Apabila kepala keluarga berhalangan hadir untuk memberikan suara, mekanisme memberikan kuasa kepada anggota keluarga lain yang terdaftar dalam KK yang sama pun dimungkinkan. Surat kuasa tersebut harus ditunjukkan bersama dengan KK agar hak suara dapat tersalurkan.

M. Dapri juga mengingatkan bahwa waktu pencoblosan memiliki batas waktu yang jelas. "TPS buka hanya sampai pukul 14.00 WITA," tegasnya.

Persaingan Kursi Ketua RT dan RW

Di Kelurahan Bangkala sendiri, persaingan untuk memperebutkan kursi kepemimpinan di tingkat akar rumput cukup ketat. Sebanyak 115 warga bersaing untuk mengisi 65 kursi Ketua RT. Sementara itu, untuk pemilihan Ketua RW, terdapat 24 calon yang memperebutkan 12 kursi.

Menariknya, dalam pemilihan ini terdapat pula beberapa calon tunggal. Di tingkat RW, sebanyak 4 RW hanya memiliki satu calon, sedangkan di tingkat RT, terdapat 22 calon tunggal.

"Calon tunggal ini sudah didefinitifkan, sehingga tidak perlu dipilih lagi," ujar M. Dapri.

Surat suara untuk pemilihan ini dicetak langsung oleh pihak Kecamatan Manggala, sementara persiapan teknis lainnya diserahkan sepenuhnya kepada petugas TPS. Kelurahan Bangkala sendiri mencatat total 3.647 DPT yang tersebar di 12 TPS.

Skala Kota Makassar: Ribuan Calon, Ratusan Ribu Pemilih

Secara keseluruhan, pada hari pemilihan serentak ini, tercatat sebanyak 281.413 pemilih atau kepala rumah tangga di Kota Makassar berbondong-bondong mendatangi TPS. Mereka berhak memilih dari 9.098 calon Ketua RT yang tersebar di 5.026 RT di 153 kelurahan.

Sementara itu, pemilihan Ketua RW dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin, 8 Desember mendatang. Pemilihan Ketua RW akan dilakukan oleh para Ketua RT terpilih di lingkungannya masing-masing. Keputusan akan diambil melalui musyawarah mufakat, namun tetap membuka opsi voting jika diperlukan.

Hingga kemarin, Selasa, 2 Desember, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Makassar mencatat setidaknya ada 2.166 calon Ketua RW yang mendaftar untuk 1.005 RW. Ini berarti, ada sekitar 1.161 calon Ketua RW yang harus menerima hasil pemilihan dengan lapang dada.

Peran Ketua RT dan RW sebagai garda terdepan pelayanan administratif pemerintahan kota tidak bisa diremehkan. Mereka menjadi jembatan komunikasi penting yang berkoordinasi langsung dengan lurah, camat, hingga walikota.

Distribusi Pemilih Berdasarkan Kecamatan

Sebanyak 281.413 Kartu Keluarga (KK) atau pemilih tersebut tersebar di 15 kecamatan di Makassar. Kecamatan Tamalate mencatat jumlah pemilih terbanyak dengan 60.492 KK, diikuti oleh Kecamatan Biringkanaya dengan 29.273 KK.

Berikut adalah sebaran jumlah KK di beberapa kecamatan lain: * Kecamatan Manggala: 26.973 KK * Kecamatan Panakkukang: 24.030 KK * Kecamatan Tamalanrea: 23.986 KK * Kecamatan Rappocini: 20.922 KK * Kecamatan Tallo: 27.961 KK * Kecamatan Makassar: 14.165 KK * Kecamatan Mariso: 11.167 KK * Kecamatan Mamajang: 10.123 KK * Kecamatan Bontoala: 9.221 KK * Kecamatan Ujung Pandang: 8.195 KK * Kecamatan Ujung Tanah: 6.845 KK * Kecamatan Wajo: 4.418 KK

Sementara itu, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang tercatat memiliki jumlah KK terendah, yakni 3.642 KK.

Pemilihan Ketua RT dan RW ini merupakan wujud partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan pemimpin di lingkungan terdekat mereka, yang kelak akan turut serta dalam pembangunan dan pelayanan publik di Kota Makassar.

Operasi Senyap di Pelabuhan Patimban: Ribuan Pakaian Sport Premium Diselundupkan Tanpa Dokumen

Fajar baru saja menyingsing di kawasan Pelabuhan Internasional Patimban, Kabupaten Subang, namun suasana tenang tersebut seketika pecah oleh sebuah operasi penegakan hukum yang dipimpin oleh Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cirebon. Bukan kapal kargo raksasa atau tumpukan kontainer ekspor yang menjadi pusat perhatian, melainkan sebuah truk Fuso yang kemudian terbukti membawa ribuan pakaian olahraga premium tanpa dilengkapi dokumen resmi yang sah. Di balik lapisan plastik bening yang membungkus rapi celana jogger, jaket anti-UV, hingga hijab sport wanita, terkuak sebuah jalur penyelundupan berskala besar.

Aparat penegak hukum menyebut jalur ini sebagai "jalur hantu". Rutenya membentang dari Malaysia, melalui Sungai Ayak 1 di Sekadau, Kalimantan Barat, lalu ke Pontianak, sebelum akhirnya mencapai Pelabuhan Patimban. Pengungkapan kasus ini dipublikasikan langsung oleh Komandan Lanal Cirebon, Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Markas Komando (Mako) Lanal Cirebon pada hari Selasa, 2 Desember 2025.

Kronologi Pengungkapan Jalur Penyelundupan

Dalam pernyataannya, Komandan Lanal Cirebon menekankan bahwa operasi ini berawal dari informasi intelijen yang sangat akurat. "Berdasarkan informasi intelijen, pada Minggu, 30 November 2025, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari, kami melaksanakan operasi penyekatan dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang baru saja selesai melakukan pembongkaran muatan dari KM Ferindo 5 yang tiba dari Pontianak," ujar Letkol Faisal.

Truk Fuso dengan nomor polisi F 8810 HL menjadi target utama tim operasi. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, tim gabungan berhasil mengamankan truk tersebut yang diduga kuat mengangkut barang ilegal berupa pakaian olahraga.

Barang Bukti dan Nilai Kerugian

Pakaian olahraga yang diturunkan dari truk di lapangan Mako Lanal Cirebon tampak dalam kondisi baru dan tertata rapi, bahkan masih terbungkus plastik seperti produk yang baru saja keluar dari pabrik. Jenis pakaian yang diselundupkan pun tergolong premium, meliputi celana panjang spacewalk, jogger red-room, jaket olahraga anti-UV, dan jaket olahraga wanita jenis hijab sport.

Setelah dilakukan penghitungan, total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 41.280 potong. Estimasi nilai pasar dari pakaian sport ilegal ini mencapai Rp 6,1 miliar. Lebih mengkhawatirkan lagi, potensi kerugian negara akibat tidak dibayarkannya bea masuk diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar.

Pengakuan Sopir dan Pengurus Ekspedisi

Keterangan yang diperoleh dari sopir truk berinisial KS dan pengurus ekspedisi berinisial GG membuka tabir lebih lanjut mengenai modus operandi penyelundupan ini. Sopir truk mengaku hanya bertugas mengangkut barang dari seseorang di Pontianak dengan tujuan akhir di Kosambi, Tangerang.

Sementara itu, pengurus ekspedisi mengonfirmasi bahwa barang-barang tersebut memang berasal dari Malaysia. Barang tersebut masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi atau "jalur tikus" hingga tiba di Sungai Ayak 1, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Selanjutnya, barang-barang tersebut dipindahkan ke kapal KM Ferindo 5 untuk diangkut menuju Pelabuhan Patimban. "Barang tersebut berasal dari Malaysia dan memanfaatkan jalur tikus lintas batas negara," jelas GG.

Proses Hukum dan Ancaman Hukuman

Hingga saat ini, proses hukum terkait kasus penyelundupan ini masih terus berjalan. Letkol Faisal menjelaskan bahwa status sopir truk masih sebagai saksi, namun pendalaman lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak Bea Cukai. "Nanti bisa saja statusnya meningkat menjadi tersangka," tambahnya.

Seluruh barang bukti, meliputi truk, ribuan potong pakaian sport, hingga dokumen ekspedisi, telah diamankan di Mako Lanal Cirebon. Kasus ini berpotensi menjerat para pelaku dengan Pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Ancaman hukuman yang menanti para pelaku sangat serius, yaitu pidana penjara selama 1 hingga 10 tahun dan denda mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar.

Komitmen Pemberantasan Ilegal dan Sinergi Lintas Instansi

Komandan Lanal Cirebon menegaskan bahwa operasi penindakan terhadap barang ilegal di wilayah kerjanya bukanlah yang pertama dan dipastikan tidak akan menjadi yang terakhir. "Kami menegaskan komitmen TNI, terutama TNI Angkatan Laut, untuk terus memberantas segala bentuk ilegal yang merugikan negara dan mengganggu stabilitas keamanan maritim," tegasnya.

Keberhasilan operasi ini juga tidak lepas dari sinergi yang solid antarinstansi. "Penindakan ini merupakan hasil kerja sama antara TNI Angkatan Laut, khususnya Lanal Cirebon, Bea Cukai, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Polres Subang, serta Kodim Subang," ungkap Letkol Faisal.

Suasana di Mako Lanal Cirebon menunjukkan aktivitas yang tidak biasa. Ribuan potong pakaian sport ilegal terhampar di lapangan, sementara para pejabat yang hadir secara langsung memeriksa dan membuka beberapa contoh produk untuk memperlihatkan kualitas barang yang diselundupkan. Truk Fuso yang menjadi alat transportasi barang ilegal tersebut juga turut dihadirkan sebagai barang bukti. Sebagian besar muatan masih tertata rapi di dalam truk, menandakan bahwa operasi pengamanan dilakukan sebelum barang tersebut berhasil didistribusikan lebih lanjut.

Temuan ribuan potong pakaian sport ilegal ini bukan sekadar kasus penyelundupan skala kecil. Penggunaan jalur lintas negara yang terorganisir menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki struktur yang kuat dan senantiasa mengincar celah-celah dalam pengawasan antarwilayah. Namun, pada pagi yang sunyi di Patimban itu, sebuah mata rantai penyelundupan berhasil diputus melalui operasi senyap yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

PLN UID S2JB Tanam 3.000 Pohon: Hijaukan Rejang Lebong, Perkuat Warga

PLN Perkuat Keberlanjutan Ekosistem Melalui Penanaman 3.000 Pohon Produktif di Bengkulu

Rejang Lebong, Bengkulu – Di tengah meningkatnya tantangan global akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian alam. Melalui penanaman 3.000 pohon produktif di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada momentum Hari Menanam Pohon Indonesia, 28 November 2025, PLN UID S2JB berupaya memulihkan ekosistem dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kegiatan monumental ini merupakan bagian integral dari gerakan nasional bertajuk “Roots of Energy”. Inisiatif ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh unit PLN di penjuru Indonesia, menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam upaya pemulihan lingkungan yang terukur dan berkelanjutan.

Penanaman Skala Besar di Kawasan Strategis

Secara spesifik, sebanyak 1.000 bibit pohon durian dan 2.000 bibit pohon alpukat ditanam di area tangkapan air (catchment area) PLTA Musi, yang berlokasi di Kabupaten Rejang Lebong. Pemilihan jenis tanaman produktif ini memiliki tujuan ganda yang strategis.

  • Fungsi Ekologis: Penanaman pohon ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan lahan yang telah ditentukan, tetapi juga untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan tersebut. Vegetasi baru diharapkan mampu meningkatkan daya resap air tanah, yang krusial untuk menjaga ketersediaan air baku bagi PLTA Musi. Selain itu, keberadaan pepohonan ini akan berperan penting dalam mengurangi risiko erosi tanah, terutama di area lereng yang rentan.

  • Manfaat Ekonomi Jangka Menengah: Konsep agroforestri yang diterapkan melalui penanaman pohon produktif ini dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar dalam jangka menengah. Ketika pohon-pohon ini memasuki masa produktif dan berbuah, hasil panen durian dan alpukat diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang substansial bagi warga. Hal ini sejalan dengan upaya PLN untuk menciptakan kemandirian ekonomi berbasis lingkungan.

Harapan Baru untuk Lingkungan dan Masyarakat

General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menekankan bahwa penanaman pohon ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga pada keberlanjutan energi. “Yang kami tanam hari ini bukan hanya bibit pohon, tetapi juga bibit harapan. Durian dan alpukat ini kelak diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan PLTA Musi. Ketika lingkungan sehat, energi untuk masyarakat pun terjaga,” ujar Adhi.

Lebih lanjut, Adhi Herlambang juga menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor. “Upaya menjaga bumi adalah pekerjaan kolektif. PLN bersama pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama agar apa yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh dan memberi dampak nyata di tahun-tahun mendatang.”

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Inisiatif PLN ini disambut antusias oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong, Dr. M. Asli Samin, SKep., M.Kes., menilai kegiatan ini sebagai langkah krusial dalam memperkuat ketahanan ekologis daerah.

“Inisiatif PLN ini sangat relevan dengan kebutuhan pemulihan lahan dan penguatan daerah tangkapan air di Rejang Lebong. Penanaman pohon produktif seperti durian dan alpukat memberi dua manfaat sekaligus, yaitu: lingkungan pulih dan masyarakat terbantu. Kami menyambut baik kolaborasi ini karena dampaknya akan terasa dalam jangka panjang,” ungkap Dr. M. Asli Samin.

Dampak Langsung bagi Kelompok Tani

Manfaat program ini tidak hanya dirasakan secara teoritis, tetapi juga secara langsung oleh masyarakat setempat, terutama kelompok tani yang secara aktif terlibat dalam proses penanaman hingga pemeliharaan pohon. Sudir Harianto, Ketua Kelompok Tani Tik Glicok, mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan PLN.

“Bagi kami, pohon-pohon ini adalah kesempatan baru. Selain memperbaiki tanah di sekitar lahan kami, hasil panennya nanti bisa menambah penghasilan keluarga. Ini bukan hanya penghijauan, tapi juga membuka harapan ekonomi bagi petani di sini. Kami berkomitmen merawat pohon ini agar benar-benar tumbuh dan bermanfaat,” katanya dengan penuh semangat.

Kolaborasi Multisektor untuk Keberlanjutan

Kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pihak-pihak yang berpartisipasi meliputi:

  • Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong
  • Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Balai Rejang
  • Perangkat kecamatan dan desa setempat
  • Unit-unit PLN anggota KORSI (Koordinasi Sinergi Insan PLN)
  • Kelompok-kelompok tani lokal

Partisipasi aktif dari masyarakat memegang peranan vital dalam memastikan keberlanjutan program ini. Peran serta masyarakat sangat krusial, terutama dalam tahap pemeliharaan rutin dan penyulaman tanaman selama beberapa bulan ke depan untuk memastikan tingkat pertumbuhan yang optimal.

Penanaman 3.000 pohon ini sejalan dengan upaya PLN untuk meningkatkan ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam memastikan ketersediaan pasokan air yang stabil, yang merupakan elemen fundamental untuk mendukung operasional pembangkit listrik PLN.

Dengan semangat Hari Menanam Pohon Indonesia, program “Roots of Energy” di Rejang Lebong diharapkan dapat menjadi warisan hijau yang berharga bagi generasi mendatang. Program ini menjadi pengingat bahwa konsep keberlanjutan bukanlah hasil dari satu tindakan tunggal yang spektakuler, melainkan buah dari ribuan upaya kecil yang tumbuh perlahan, membawa kesejukan, kehidupan, dan harapan baru bagi bumi serta seluruh masyarakat yang bergantung padanya.

Diberdayakan oleh Blogger.