Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label media berita. Tampilkan semua postingan

Memasuki tahun baru, stasiun televisi Korea Selatan mulai memanjakan penggemar dengan deretan drama yang siap tayang di tahun 2026. Salah satu yang tak ketinggalan adalah ENA, jaringan televisi berbayar nasional yang telah mengumumkan beberapa judul drama beserta para pemain dan sinopsis singkatnya. Kisah-kisah menarik yang ditawarkan pun mulai mencuri perhatian para pencinta drama Korea (drakor). Mari kita simak daftar drakor yang siap menghiasi layar kaca ENA di tahun 2026.

1. Honour

Dijadwalkan tayang perdana pada 2 Februari 2026, Honour akan mengisi slot penayangan yang sebelumnya ditempati oleh drama Idol I. Drama ini mengisahkan perjalanan tiga pengacara perempuan yang bekerja di L&J Law Firm, sebuah firma hukum yang secara khusus menangani kasus-kasus yang melibatkan korban kejahatan perempuan. Ketiga sahabat ini telah menjalin ikatan pertemanan erat selama 20 tahun sejak masa kuliah mereka.

Mereka dikenal sebagai sosok pengacara yang berbakat dan penuh percaya diri. Namun, di balik citra profesional mereka, tersimpan masalah masa lalu yang telah mereka tutupi rapat-rapat selama dua dekade. Rahasia-rahasia ini kini mulai muncul ke permukaan dan mengancam untuk mengguncang kehidupan mereka secara tak terduga. Dalam menghadapi badai yang menerpa, para pengacara ini harus bersatu dan bekerja sama untuk mengungkap serta menyelesaikan masalah-masalah lama yang kembali menghantui.

2. Climax

Berlatar belakang dunia politik yang penuh intrik, Climax akan menampilkan Joo Ji Hoon dan Ha Ji Won sebagai pasangan suami istri yang sangat terkenal. Joo Ji Hoon memerankan karakter jaksa Bang Tae Seop, yang namanya mulai meroket setelah menikahi aktris papan atas Chu Sang A, yang diperankan oleh Ha Ji Won. Keduanya memiliki ambisi besar untuk mencapai puncak tertinggi dalam karier masing-masing.

Fokus utama Climax adalah pada upaya jaksa Bang Tae Seop untuk menembus lingkaran kekuasaan elit di Korea Selatan. Ia tak segan memanfaatkan kekayaan dan pengaruh sang istri, yang dulunya merupakan salah satu aktris paling bersinar di masanya. Drama ini juga akan menghadirkan persaingan sengit yang muncul akibat perebutan warisan di sebuah keluarga konglomerat, menambah kompleksitas cerita.

3. Scarecrow

Mengusung tema kasus pembunuhan berantai, Scarecrow akan mengajak penonton untuk turut menebak-nebak kebenaran di balik kasus misterius yang menggemparkan Korea Selatan. Cerita ini berpusat pada investigasi yang dilakukan oleh tim gabungan antara polisi, jaksa, dan reporter. Uniknya, ketiga profesi ini diperankan oleh karakter-karakter yang merupakan teman lama yang kembali bersatu demi menegakkan keadilan.

Kang Tae Joo, yang diperankan oleh Park Hae Soo, adalah seorang detektif gigih yang tidak pernah menyerah dalam menyelidiki kasus. Ia akan bekerja sama dengan Cha Si Yeong (Lee Hee Joon), teman sekelasnya di SMA yang kini berprofesi sebagai jaksa. Aksi mereka juga akan didukung oleh Seo Ji Won (Kwak Sun Young), seorang reporter yang juga merupakan teman masa kecil mereka. Bersama-sama, mereka berjuang untuk melindungi kampung halaman mereka dari ancaman seorang pembunuh berantai.

4. Doctor on the Edge

Dengan genre rom-com (roman komedi), Doctor on the Edge direncanakan akan tayang sebanyak 12 episode, meskipun jadwal pasti penayangannya belum diumumkan. Drama ini akan membawa penonton menyelami dunia medis di tengah pelaksanaan wajib militer, yang merupakan kewajiban bagi seluruh pria berkewarganegaraan Korea Selatan. Para tenaga medis akan ditempatkan sesuai dengan spesialisasi mereka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Fokus cerita Doctor on the Edge tertuju pada Do Ji Ui (Lee Jae Wook), seorang dokter bedah plastik. Ia ditugaskan di sebuah pulau terpencil bernama Pyeongdong-do, sebuah lokasi yang selalu dihindari oleh banyak orang. Di sana, ia kemudian akan terlibat dalam kisah romantis dengan Yook Ha Ri (Shin Ye Eun), seorang perawat misterius yang kehadirannya menambah warna pada kehidupan Do Ji Ui.

5. Dream to You

Mengangkat tema tentang pencapaian mimpi, Dream to You akan menampilkan chemistry yang kuat antara Hwang In Yeop dan Lee Hye Ri. Kisah drama ini berfokus pada dua karakter yang menjalani kehidupan di jalur yang berbeda. Reporter Ju I Jae (Lee Hye Ri) harus merelakan impiannya menjadi seorang sutradara di usia 20-an dan kini tengah merasakan kehidupan yang semakin terpuruk di usia 30-an.

Sementara itu, Woo Su Bin (Hwang In Yeop) justru berjuang untuk melepaskan diri dari kehidupan yang telah diatur oleh orang tuanya sejak ia muda. Ia berhasil mewujudkan mimpinya dengan menjadi seorang sutradara film yang sukses. Kehadiran Woo Su Bin diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi Ju I Jae untuk kembali mengejar dan meraih mimpinya.

6. Love Doctor

Dengan sentuhan genre slice of life, Love Doctor akan menyajikan kisah tentang perjuangan seseorang untuk bangkit dari keterpurukan. Park Min Jae (Choo Young Woo) adalah mantan atlet renang yang terpaksa mengakhiri kariernya lebih awal akibat penyakit osteosarkoma. Beruntung, ia berhasil melewati masa-masa sulit tersebut dan akhirnya melanjutkan pendidikan di jurusan Teknik Mesin di Seoul National University.

Di universitas, ia akan terlibat dalam kisah romansa dengan Im Yu Jin (Kim So Hyun), yang juga mendaftar program magister Teknik Mesin karena ketertarikannya pada robotika. Im Yu Jin juga tengah berjuang bangkit dari keterpurukan akibat sebuah insiden yang tidak menyenangkan. Melalui kisah mereka, drama ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat kepada penonton untuk tetap kuat menghadapi berbagai cobaan dalam kehidupan.

Dari genre thriller hingga rom-com, sederet drakor yang akan tayang di ENA pada tahun 2026 ini menjanjikan berbagai kisah menarik yang sayang untuk dilewatkan. Para penggemar diharapkan untuk terus menantikan jadwal tayang resmi agar tidak ketinggalan setiap episode dari drama-drama yang paling dinantikan.

16 contoh narasi raport kurikulum merdeka mata pelajaran bahasa Inggris untuk siswa SMP dan SMA

medkomsubangnetworkArtikel kali ini akan menyajikan informasi selengkapnya seputar Narasi Raport Kurikulum Merdeka untuk siswa SMP dan SMA.

Dalam Raport Kurikulum Merdeka, memberikan deskripsi ataupun narasi dalam setiap nilai mata pelajaran yang ada jadi salah satu kewajiban yang harus dikerjakan oleh Ibu/Bapak Guru. Termasuk untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.

Maka dari itu Narasi Raport Kurikulum Merdeka yang dituliskan haruslah dengan kalimat yang baik dan mudah dipahami.

Berikut sajian contoh Narasi Raport Kurikulum Merdeka mata pelajaran Bahasa Inggris yang bisa digunakan sebagai referensi.

____

Kumpulan Narasi Raport Kurikulum Merdeka Mapel Bahasa Inggris

  1. Ananda menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menganalisis informasi dari berbagai sumber digital berbahasa Inggris. Ia mampu membedakan antara fakta dan opini dalam teks berita internasional serta menunjukkan etika yang baik saat berkomunikasi di ruang digital. Kemampuan ini sangat mendukung pengembangan wawasan globalnya di masa depan.
  2. Ananda menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam aspek berbicara (speaking). Ia kini lebih berani mengekspresikan ide dan perasaannya menggunakan kalimat sederhana namun tepat sasaran. Semangatnya untuk berinteraksi dengan teman sejawat menggunakan bahasa Inggris di dalam kelas patut mendapatkan apresiasi tinggi.
  3. Ananda memiliki bakat yang menonjol dalam menulis kreatif, terutama dalam menyusun teks naratif dan puisi pendek berbahasa Inggris. Penggunaan diksi atau pilihan katanya sangat variatif dan mampu membangun suasana cerita dengan baik. Teruslah berlatih untuk mengeksplorasi gaya penulisan formal seperti esai ilmiah.
  4. Ananda menunjukkan ketelitian yang tinggi dalam memahami detail informasi dari teks bacaan deskriptif. Ia mampu menjawab pertanyaan pemahaman dengan akurat dan dapat menyimpulkan isi bacaan dengan kata-katanya sendiri. Untuk pengembangan lebih lanjut, Ananda disarankan mulai membaca buku cerita pendek berbahasa Inggris.
  5. Ananda menunjukkan sikap kolaboratif yang luar biasa saat mengerjakan proyek kelompok, seperti pembuatan video presentasi atau drama pendek. Ia mampu berkomunikasi secara efektif dengan anggota tim menggunakan bahasa Inggris dan berkontribusi besar dalam penyusunan naskah yang logis dan menarik.
  6. Ananda telah menguasai struktur kalimat dasar (Simple Present dan Past Tense) dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari konsistensinya dalam menyusun teks pengalaman pribadi (Recount Text) yang minim kesalahan tata bahasa. Ketelitian ini menjadi modal berharga untuk mempelajari struktur kalimat yang lebih kompleks.
  7. Ananda sangat mahir dalam melakukan presentasi lisan menggunakan alat bantu visual. Ia mampu menyampaikan argumen dalam teks eksposisi analitis secara sistematis dengan intonasi dan kontak mata yang baik. Kemampuan komunikasinya menunjukkan kesiapan untuk menghadapi tantangan di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
  8. Ananda menunjukkan konsentrasi yang baik dalam aktivitas menyimak audio berbahasa Inggris. Ia mampu menangkap poin-poin penting dari percakapan transaksional dan meresponsnya dengan tindakan yang tepat. Peningkatan frekuensi mendengarkan lagu atau podcast bahasa Inggris akan sangat membantu kefasihannya.
  9. Ananda memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengevaluasi makna tersirat dari sebuah teks sastra atau artikel opini. Ia tidak hanya memahami apa yang tertulis, tetapi juga mampu mengkritisi sudut pandang penulis dengan argumen yang masuk akal dalam bahasa Inggris.
  10. Ananda menunjukkan kemajuan yang pesat dalam penguasaan kosakata baru terkait tema kehidupan sekolah dan hobi. Meskipun terkadang masih ragu dalam pelafalan, usahanya untuk mencoba kata-kata sulit sangat terlihat. Sering berlatih berbicara di depan cermin akan membantu meningkatkan kelancaran bicaranya.
  11. Ananda menunjukkan penguasaan yang solid dalam memahami teks laporan (report text) dan narasi. Ia mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan menyampaikan pendapatnya dengan cukup lancar. Kemampuan menulis esai sudah terstruktur, namun perlu terus berlatih meningkatkan variasi kosakata (vocabulary) agar tulisan menjadi lebih dinamis dan menarik.
  12. Ananda menunjukkan kemampuan yang sangat menonjol dalam memahami teks prosedur dan deskriptif, baik lisan maupun tulis. Ia sangat percaya diri saat melakukan percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Inggris dengan pelafalan yang akurat. Kemampuannya dalam menyusun teks naratif sederhana sangat kreatif dengan struktur kalimat yang runtut. Pertahankan semangat belajar untuk menguasai kosakata yang lebih kompleks.
  13. Ananda memiliki kemampuan analisis yang sangat tajam terhadap teks eksposisi dan diskusi. Ia mampu mempresentasikan gagasan secara kritis dan persuasif dengan tata bahasa yang sangat baik. Kemampuan menyimak dan merespon isu-isu aktual dalam bahasa Inggris menunjukkan kematangan berpikir yang luar biasa. Sangat disarankan untuk terus memperkaya literasi melalui bacaan jurnal atau artikel internasional.
  14. Ananda telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam memahami ide utama dari teks bacaan dan percakapan sederhana. Ia mampu merespon instruksi di kelas dan mulai berani berinteraksi menggunakan bahasa Inggris meskipun terkadang masih memerlukan bantuan kamus. Kemampuan menulis teks pendek sudah cukup baik, namun perlu lebih teliti dalam penggunaan tenses (tata bahasa) dasar.
  15. Ananda mulai menunjukkan usaha dalam memahami kosakata dasar bahasa Inggris, namun masih memerlukan bimbingan intensif dalam menyusun kalimat sederhana. Kemampuan menyimak perlu ditingkatkan melalui latihan mendengarkan audio pendek secara rutin. Ananda disarankan untuk lebih berani mencoba berbicara di kelas tanpa rasa takut salah agar kepercayaan dirinya meningkat.
  16. Ananda menunjukkan kemauan untuk belajar, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam memahami struktur teks fungsional dan kompleks. Pemahaman terhadap tata bahasa (grammar) dasar perlu diperkuat kembali agar dapat menyusun argumen dalam teks eksposisi dengan lebih jelas. Disarankan untuk memperbanyak latihan membaca teks pendek untuk meningkatkan penguasaan kosa kata teknis.

***

Artikel lainnya di google news.

Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp medkomsubangnetwork

Richa Novisha: Bangkit dari Duka, Berjuang Demi Anak-Anak Pasca Kepergian Gary Iskak

Kehilangan sosok suami sekaligus tulang punggung keluarga adalah pukulan berat yang mengharuskan seseorang untuk segera bangkit dari keterpurukan. Hal ini tengah dirasakan oleh Richa Novisha, yang kini harus memikul tanggung jawab besar menggantikan posisi mendiang suaminya, Gary Iskak, dalam menafkahi keluarga. Gary Iskak meninggal dunia pada 29 November 2025, meninggalkan duka mendalam bagi Richa dan anak-anak mereka.

Meskipun duka masih menyelimuti, Richa Novisha tidak bisa berlama-lama larut dalam kesedihan. Ia menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kelangsungan hidup anak-anaknya. Dengan tegas, ia menyatakan bahwa jika ia hanya berdiam diri meratapi kehilangan, "siapa yang mau kasih makan?" Ini menunjukkan realitas pahit yang harus dihadapi seorang ibu tunggal dalam situasi yang sangat menantang.

Keputusan Richa untuk segera kembali beraktivitas dan bekerja diambil setelah melalui proses konsultasi keluarga. Prioritas utamanya saat ini adalah kelangsungan hidup dan masa depan anak-anaknya. Ia harus menjadi garda terdepan dalam memenuhi segala kebutuhan mereka, menggantikan peran Gary Iskak yang telah tiada.

Fokus Utama: Kelangsungan Hidup dan Masa Depan Anak

Keputusan Richa Novisha untuk tidak menunda kembali bekerja sempat menimbulkan berbagai reaksi di kalangan publik, mulai dari dukungan hingga kritik. Namun, Richa memilih untuk tidak terlalu memikirkan opini orang lain. Baginya, yang terpenting adalah bersikap realistis demi buah hatinya.

"Aku mau tetap menafkahi buah hatiku, kalau di rumah saja berbulan-bulan, siapa yang mau kasih makan?" ucap Richa dengan nada pilu, menggambarkan betapa beratnya situasi yang ia hadapi. Kalimat ini mencerminkan kegigihan seorang ibu yang rela mengesampingkan kesedihan pribadinya demi kelangsungan hidup anak-anaknya.

Seluruh fokus hidup Richa kini tertuju pada upaya untuk bertahan dan memastikan semua kebutuhan anak-anaknya terpenuhi. Keputusannya ini menjadi simbol ketangguhan seorang ibu yang berjuang sendirian, menahan rasa duka yang belum sepenuhnya terobati, demi masa depan generasi penerusnya.

Jejak Kehidupan Richa Novisha dan Gary Iskak: Ujian Kesetiaan dan Keteguhan

Sosok Richa Novisha kini tengah dibanjiri ucapan belasungkawa dari rekan-rekan sesama artis maupun warganet. Ia adalah istri dari mendiang Gary Iskak, yang dinikahinya pada tahun 2009. Meskipun memiliki perbedaan usia 11 tahun, hubungan mereka dikenal harmonis dan penuh cinta.

Kisah cinta mereka berawal di lokasi syuting pada tahun 2008/2009, dan tak lama kemudian mereka memutuskan untuk mengikat janji suci pernikahan. Pernikahan mereka digelar secara tertutup, jauh dari sorotan publik. Selama 16 tahun mengarungi bahtera rumah tangga, Richa selalu setia mendampingi Gary Iskak dalam setiap lika-liku kehidupannya.

Perjalanan rumah tangga mereka tidak selalu mulus. Masalah pertama muncul tak lama setelah pernikahan, yaitu isu orang ketiga yang hampir menggoyahkan rumah tangga mereka. Namun, Richa memilih untuk bertahan demi anak yang dikandungnya, menunjukkan kesetiaan yang luar biasa.

Ujian Bertubi-tubi: Penyakit, Narkoba, dan Keterbatasan Ekonomi

Kesetiaan dan keteguhan hati Richa kembali diuji ketika Gary Iskak harus berjuang melawan penyakit hepatitis C dan sirosis hati. Pada Juni 2021, Gary mengalami masa kritis hingga fisiknya terlihat sangat lemah. Ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan sempat vakum dari dunia hiburan. Richa tetap setia berada di sisinya, memberikan dukungan moril dan materil selama masa perjuangan tersebut.

Syukurlah, pada Agustus 2021, Gary Iskak dinyatakan sembuh dan bebas dari virus hepatitis. Ia bahkan sempat kembali aktif di dunia hiburan dengan kembali syuting pada akhir 2021.

Namun, cobaan kembali datang pada tahun 2022 ketika Gary Iskak terjerat kasus narkoba. Kasus ini berakhir dengan Gary menjalani rehabilitasi rawat jalan. Melalui masa-masa sulit ini, baik saat sakit maupun terjerat narkoba, Richa juga harus menghadapi ujian ekonomi yang berat.

Ia pernah mengungkapkan dalam sebuah wawancara pada Maret 2024 bahwa pada masa-masa sulit, ia hanya mendapatkan nafkah sebesar Rp50 ribu per hari. "Pernah (berikan nafkah Rp50 ribu per hari), selama setahun kalau enggak salah. Ya memang sudah jalannya, lagi enggak ada kerjaan. Waktu itu udah lama banget, awal-awal nikah. Kadang-kadang Rp50 ribu itu enggak habis. Ada aja orang yang ngasih, jadi rezeki enggak ada yang tahu," jelas Richa.

Meskipun menghadapi kesulitan, Richa bersyukur karena orang tuanya tidak pernah marah. Sebaliknya, mereka menasihatinya bahwa pernikahan memang memiliki fase naik dan turun. "Dari orang tua pun ngajarin kita enggak selalu ada di atas. Jadi mau apa pun keadaannya, mau sama siapa pun, ya kalau memang harus di bawah, ya harus di bawah dulu gitu," ujar Richa, mengutip nasihat orang tuanya.

Momen Terakhir dan Ucapan Duka Cita

Setelah 16 tahun bersama, melewati berbagai cobaan dan tantangan hidup, Gary Iskak akhirnya meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal pada Sabtu (29/11/2025) dini hari. Hingga berita ini beredar, Richa belum mengeluarkan sepatah kata pun secara langsung. Momen terakhir yang sempat ia bagikan adalah kebersamaan mereka saat menonton sang buah hati tampil di acara sekolah pada 15 November 2025.

Kabar duka ini sontak membuat banyak pihak berduka. Berbagai ucapan belasungkawa membanjiri akun Instagram Richa Novisha dari para kerabat dan rekan artis.

  • "Innalillahiwainnailaihirojiun.. Kak.. kaget baca beritanya turut berduka cita kaaa.. Semoga almarhum husnul khotimah Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu," tulis Nina Zatulitin.
  • "Teteh innalilahiwainlailhirojoun , alfatihah turut berduka ya teteh," tulis Anwar BAB.
  • "sayangkuu.. yg sabar yaa , peluk erat kamu dan anak2.. husnul khotimah utk kak gerry," komentar Zee Zee Shahab.
  • "Kaaaaaaaa innalillahiwainnailaihirojiunnnn Hug gung you from afar, strength to your kids, semoga almarhum husnul khotimal yah ka," tulis @mikailapatritz.

Kini, Richa Novisha harus melanjutkan perjuangan hidupnya sendirian, dengan kekuatan dan keteguhan hati sebagai bekal utama, demi masa depan anak-anak yang sangat ia cintai.

Cancel culture dikenal sebagai sebuah budaya atau gerakan memboikot publik figur yang problematik. Gerakan ini kerap dilakukan netizen Korea terhadap artis yang tersandung kontroversi atau kena skandal. Cara ini bahkan bisa membuat sang artis kehilangan pekerjaannya, lho.

Namun, tak sedikit pula artis Korea yang tetap menghadiri berbagai acara di tengah kontroversinya, termasuk datang ke acara awards. Beberapa aktor Korea ini justru memanfaatkan momen pidato kemenangan dengan menyinggung kontroversinya, bahkan meminta maaf di hadapan para artis yang hadir. Yuk, simak dalam artikel berikut ini!

1. Jung Woo Sung

Aktor Jung Woo Sung pertama kali muncul di publik setelah terungkapnya kontroversi yang menyebutkan bahwa ia merupakan ayah dari anak model Moon Ga Bi tanpa terikat pernikahan. Ia hadir di 45th Blue Dragon Film Awards yang digelar pada November 2024. Sang aktor memenangkan penghargaan lewat film yang dibintanginya berjudul 12.12: The Day dengan kategori Most Popular Film dengan lebih dari 13 juta penonton.

Saat pidato kemenangan, Jung Woo Sung menyinggung kontroversi yang menyeretnya, ia berkata, "Saya berdiri di sini dengan harapan agar masalah pribadi saya tidak menodai film ini dan orang-orang yang ada di dalamnya. Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena telah menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan bagi semua orang yang telah mendukung saya. Saya akan menerima kritik dan bertanggung jawab. Sebagai ayah, saya akan memenuhi kewajiban saya kepada putra saya sampai akhir."

2. Kim Jung Hyun

Melalui acara penghargaan KBS Drama Awards 2024, Kim Jung Hyun menyinggung kembali tentang kesalahan yang pernah ia perbuat bertahun-tahun lalu. Saat menerima penghargaan Top Excellence Award lewat drama The Iron Family (2024), ia menggunakan kesempatan itu untuk meminta maaf terkait sikapnya yang kurang profesional terhadap Seohyun, lawan mainnya di drama Time pada 2018 lalu. Sang maknae SNSD juga kebetulan hadir MC di acara yang diselenggarakan KBS tersebut.

"Pada satu titik dalam karier akting saya, ada saat-saat di mana saya berperilaku buruk dan melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan, menyakiti dan mengecewakan orang-orang di sekitar saya. Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk meminta maaf dengan tulus. Saya juga tidak berpikir dengan meminta maaf semuanya akan berakhir. Saya tidak mengharapkan pengampunan. Namun, langkah yang saya percaya bahwa langkah ini harus saya ambil untuk terus maju dalam hidup ini," ungkap aktor kelahiran tahun 1990 itu.

3. Lee Yi Kyung

Lee Yi Kyung memenangkan kategori Best Choice Award di Asia Artist Awards (AAA) pada 6 Desember 2025 yang digelar di Taiwan. Dalam pidato kemenangannya, sang aktor justru menyinggung tentang kontroversi yang tengah menyeretnya. Sebelumnya, ia dituduh terlibat dalam percakapan yang merujuk pada pelecehan seksual melalui pesan media sosial dengan seorang netizen asal Jerman.

Dalam speech kemenangannya, ia berujar, "Sejujurnya, bahasan ini mungkin tidak sesuai dengan suasana pesta, tetapi akhir-akhir ini rasanya saya seperti diterjang hujan es yang tidak terprediksi dalam ramalan cuaca. Tersangka telah mengirimkan permintaan maaf dan keringanan hukuman melalui email perusahaan. Saya bertekad untuk menangkap mereka."

Tindakan yang diambil sederet aktor Korea untuk menyinggung perihal kontroversi mereka di acara penghargaan ini justru menuai kritikan dari publik. Momen tersebut dianggap tidak tepat dan merusak acara yang khidmat. Netizen berpendapat bahwa tidak seharusnya mereka memanfaatkan acara penghargaan untuk kepentingan pribadinya.

Dituding Sindir Yoo Jae Suk, Agensi Lee Yi Kyung Rilis Klarifikasi Lee Yi Kyung Disorot Usai Abaikan Yoo Jae Suk di Pidato AAA 2025 Lee Yi Kyung Keluhkan Hangout With Yoo, Tim Produksi Buka Suara

Setiap kali terjadi aksi kekerasan bermotif ideologi di Amerika Serikat, istilah lone wolf hampir selalu muncul dalam pemberitaan. Media dan aparat keamanan kerap menggambarkan pelaku sebagai individu yang bertindak sendiri, terisolasi, dan tanpa keterkaitan organisasi. Narasi ini seolah memberikan penjelasan cepat sekaligus penutup, di mana masalahnya adalah individu tersebut, bukan sistem yang lebih luas.

Namun, pemahaman semacam ini cenderung menutupi satu elemen krusial dalam terorisme kontemporer, yaitu propaganda. Di era digital, terorisme tidak selalu membutuhkan kelompok terstruktur atau komando formal. Ia justru berkembang melalui arus narasi, simbol, dan ideologi yang beredar di ruang publik, membentuk pola radikalisasi yang tidak kasat mata, tetapi nyata dampaknya.

Wajah Baru Propaganda Terorisme di Amerika Serikat

Propaganda terorisme di Amerika Serikat jarang tampil secara eksplisit. Ia tidak selalu berupa ajakan langsung untuk melakukan serangan, melainkan hadir dalam bentuk yang lebih ambigu dan subtil. Konten yang mengglorifikasi pelaku kekerasan, aksi teror sebagai bentuk perlawanan terhadap ”tirani”, atau menyebarkan teori konspirasi tentang ancaman terhadap identitas tertentu, menjadi pintu masuk utama.

Media sosial dan forum daring memainkan peran sentral dalam penyebaran propaganda ini. Tidak seperti propaganda klasik yang terpusat dan mudah diidentifikasi, propaganda digital bersifat terfragmentasi dan tersebar. Ia dapat muncul dalam unggahan singkat, potongan video, meme, atau diskusi panjang di ruang digital tertutup. Justru karena sifatnya yang terpecah-pecah, propaganda ini sering luput dari pengawasan.

Mitos ”Lone Wolf” dan Jaringan Ideologis Tak Terlihat

Istilah lone wolf memberi kesan bahwa pelaku kekerasan benar-benar sendirian. Padahal banyak studi menunjukkan bahwa pelaku teror domestik di Amerika Serikat hampir selalu memiliki riwayat konsumsi konten ekstremis. Mereka mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan kelompok teror atau menerima instruksi spesifik, tetapi terhubung melalui ideologi dan narasi bersama.

Dalam konteks ini, propaganda berfungsi sebagai jaringan tak terlihat. Ia menggantikan peran organisasi dengan komunitas naratif yang longgar namun solid secara ideologis. Individu-individu yang terpapar propaganda ini belajar, membenarkan, dan akhirnya menginternalisasikan kekerasan sebagai sesuatu yang sah, bahkan perlu.

Algoritma Digital dan Proses Radikalisasi Bertahap

Salah satu faktor yang mempercepat penyebaran propaganda terorisme di Amerika Serikat adalah algoritma platform digital. Sistem rekomendasi yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna sering kali mendorong individu menuju konten yang semakin ekstrem. Proses ini tidak berlangsung secara instan, melainkan bertahap.

Seseorang dapat memulai dari ketertarikan pada isu politik atau identitas tertentu. Seiring waktu, algoritma menyarankan konten yang lebih emosional, lebih provokatif, dan lebih radikal. Paparan berulang terhadap narasi semacam ini dapat menormalkan ideologi ekstrem tanpa disadari. Radikalisasi pun bukan lagi hasil indoktrinasi langsung, melainkan akumulasi konten yang saling menguatkan.

Paradoks Keamanan dalam Negara Demokrasi

Amerika Serikat menghadapi dilema khas negara demokrasi, yaitu bagaimana menjaga kebebasan berekspresi tanpa memberi ruang bagi propaganda kekerasan. Dalam sistem yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, batas antara opini ekstrem dan propaganda teror sering kali kabur. Selama suatu konten tidak secara eksplisit menyerukan serangan, ia cenderung dianggap sah.

Akibatnya, pendekatan keamanan masih banyak berfokus pada ancaman berbasis organisasi. Propaganda yang bekerja secara individual dan terdesentralisasi sering tidak menjadi prioritas pencegahan. Ketika serangan terjadi, respons baru muncul dalam bentuk penindakan hukum, sementara faktor ideologis yang melatarbelakangi tetap tidak tersentuh.

Memahami Terorisme sebagai Perang Narasi

Kasus-kasus terorisme domestik di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kekerasan modern lebih sering merupakan hasil dari perang narasi daripada perintah langsung. Propaganda tidak menciptakan pelaku secara instan, tetapi membangun lingkungan ideologis yang memudahkan kekerasan terjadi.

Narasi korban, ancaman eksistensial, dan pembenaran moral menjadi elemen kunci. Ketika seseorang percaya bahwa kekerasan adalah satu-satunya cara mempertahankan identitas atau melawan ketidakadilan, propaganda telah berhasil menjalankan fungsinya. Dalam situasi seperti ini, pelaku tidak lagi merasa sebagai penjahat, melainkan sebagai pejuang.

Pelajaran bagi Publik Global, Termasuk Indonesia

Bagi publik Indonesia, fenomena ini menawarkan pelajaran penting. Ancaman terorisme di era digital tidak lagi terbatas pada kelompok lintas negara atau jaringan bersenjata. Ia juga tumbuh di ruang domestik, memanfaatkan kebebasan digital dan rendahnya literasi kritis.

Pengalaman Amerika Serikat menunjukkan bahwa fokus semata pada penindakan fisik tidak cukup. Selama propaganda ekstrem dibiarkan berkembang di ruang publik, upaya pencegahan akan selalu tertinggal. Terorisme modern bergerak lebih cepat dari mekanisme keamanan konvensional.

Penutup

Menjawab tantangan terorisme di Amerika Serikat berarti keluar dari kenyamanan narasi lone wolf. Kekerasan tidak muncul dalam ruang hampa, melainkan tumbuh dari ekosistem ideologis yang terus dipelihara oleh propaganda digital. Selama propaganda ini diperlakukan sebagai sekadar opini ekstrem, ancaman akan terus berulang.

Melawan terorisme hari ini tidak cukup dengan senjata dan penangkapan. Ia membutuhkan kesadaran bahwa narasi adalah medan perang utama. Di sanalah ideologi dibentuk, dibenarkan, dan akhirnya diwujudkan dalam kekerasan. Jika propaganda dibiarkan menguasai ruang publik, maka “serigala-serigala tunggal” akan terus bermunculan, bukan karena mereka benar-benar sendiri, tetapi karena mereka dibesarkan oleh cerita yang sama.

Upaya Pemulihan Jaringan Telkomsel Pasca-Bencana di Sumatera Dipercepat

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menimbulkan dampak signifikan, termasuk terganggunya layanan telekomunikasi. Menyadari urgensi konektivitas di tengah situasi darurat, Telkomsel secara proaktif mempercepat upaya pemulihan jaringan di daerah-daerah terdampak. Komitmen ini ditunjukkan melalui mobilisasi sumber daya, kolaborasi lintas sektor, dan penyediaan paket bantuan khusus bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hingga awal Desember 2025, Telkomsel telah mencatat kemajuan signifikan dalam pemulihan layanan seluler dan IndiHome. Secara keseluruhan, 76,5% dari total 7.640 site layanan seluler Telkomsel telah kembali beroperasi normal. Angka ini setara dengan 5.851 site. Sementara itu, untuk layanan IndiHome, 79,7% dari total 530.502 jalur pelanggan telah pulih, yang berarti 422.551 pelanggan telah kembali terhubung.

Upaya pemulihan ini tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada menjaga konektivitas bagi masyarakat yang mengungsi, berada di area tanggap darurat, dan terdampak langsung oleh bencana. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah melalui penyediaan "Paket Siaga Peduli Sumatera" yang dapat diakses secara gratis melalui kode UMB 88820#.

Rincian Capaian Pemulihan per Provinsi (per 1 Desember 2025):

  • Aceh:
    • Pemulihan site Telkomsel mencapai 36%. Sebanyak 708 dari total 1.964 site telah pulih.
    • Pemulihan jalur IndiHome mencapai 41,2%. Sebanyak 59.836 dari total 145.384 jalur telah pulih.
  • Sumatera Utara:
    • Pemulihan site Telkomsel sangat tinggi, mencapai 90%. Sebanyak 4.136 dari total 4.610 site telah pulih.
    • Pemulihan jalur IndiHome mencapai 93,3%. Sebanyak 293.911 dari total 314.957 jalur telah pulih.
  • Sumatera Barat:
    • Pemulihan site Telkomsel tercatat paling tinggi, mencapai 94%. Sebanyak 1.007 dari total 1.066 site telah pulih.
    • Pemulihan jalur IndiHome juga mencapai 93,3%. Sebanyak 68.804 dari total 70.161 jalur telah pulih.

Strategi Pemulihan Jaringan yang Komprehensif

Telkomsel menerapkan berbagai skema pemulihan yang terintegrasi untuk memastikan layanan komunikasi dapat segera kembali normal. Langkah-langkah strategis yang diambil meliputi:

  • Mobilisasi Tim Teknis: Pengerahan sebanyak 346 personel teknis terlatih untuk melakukan perbaikan dan pemulihan di lapangan.
  • Penguatan Sumber Daya Listrik: Penempatan unit generator set (genset) tambahan untuk memastikan pasokan listrik yang stabil bagi operasional jaringan.
  • Pengalihan Rute Infrastruktur: Melakukan pengalihan rute backbone dan jalur transmisi yang terputus atau rusak untuk meminimalkan dampak dan mempercepat konektivitas.
  • Penggunaan Perangkat Alternatif: Memanfaatkan perangkat komunikasi alternatif untuk menjaga layanan tetap tersedia di area-area yang sangat terdampak.
  • Penggelaran BTS Mobile: Menempatkan Base Transceiver Station (BTS) bergerak di lokasi-lokasi prioritas yang membutuhkan konektivitas segera.

Dukungan Komunitas dan Layanan Pelanggan

Selain fokus pada pemulihan teknis, Telkomsel juga memberikan perhatian khusus pada kebutuhan masyarakat terdampak. Melalui "Paket Siaga Peduli Sumatera" yang dapat diaktifkan satu kali oleh pengguna kartu SIMPATI, by.U (prabayar), dan Halo (pascabayar) di wilayah terdampak, pelanggan dapat memilih salah satu dari dua opsi:

a. Paket Data: 3 GB kuota data yang berlaku selama 7 hari. b. Paket Komunikasi: 300 menit panggilan telepon dan 1.000 SMS ke semua operator yang berlaku selama 7 hari.

Lebih lanjut, Telkomsel mendirikan Posko Layanan Pelanggan Tanggap Bencana di sekitar 100 titik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Posko-posko ini menyediakan berbagai layanan penting, antara lain:

  • Telepon dan SMS gratis di daerah bencana hingga proses pemulihan selesai.
  • Penggantian kartu SIM gratis bagi pelanggan yang kartunya rusak atau hilang, serta perpanjangan masa aktif kartu.
  • Penyesuaian paket data prabayar dan penundaan pembayaran tagihan pascabayar atau IndiHome bagi pelanggan yang terdampak.
  • Penggantian perangkat modem ONT dan STB bagi pelanggan IndiHome yang modemnya rusak.
  • Penyediaan layanan IndiHome 3P (Triple Play) dan Telkomsel Orbit di kantor Basarnas untuk mendukung operasional tim penyelamat.

Apresiasi dan Komitmen Berkelanjutan

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengapresiasi kesigapan Telkomsel dalam merespons bencana. "Kemkomdigi mengapresiasi langkah cepat Telkomsel dan seluruh pihak dalam memastikan layanan komunikasi tetap tersedia di tengah kondisi darurat. Kolaborasi ini penting agar masyarakat terdampak tetap terhubung dan mendapatkan akses informasi yang dibutuhkan," ujar Meutya Hafid.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi. "Kami berkomitmen hadir di setiap situasi, memastikan layanan komunikasi tetap tersedia dan membantu masyarakat terdampak. Bersama Kemkomdigi, pemerintah daerah, serta berbagai instansi, kami terus berupaya mempercepat pemulihan dan melayani sepenuh hati agar masyarakat dapat kembali bangkit," tegas Nugroho.

Telkomsel, bersama dengan Telkom Group, terus memantau situasi dan berupaya keras memastikan ketersediaan layanan komunikasi. Mereka juga mengajak seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk memanfaatkan Paket Siaga Peduli Sumatera melalui UMB 88820#. Untuk informasi lebih lanjut atau bantuan darurat, masyarakat dapat menghubungi Hotline Pusat Layanan Tanggap Bencana Sumatera melalui Call Center 24/7 Bebas Pulsa di nomor 0800-111-9000.

Kolaborasi Telkomsel dengan Telkom Group dalam upaya pemulihan mencakup berbagai aspek, mulai dari dukungan tanggap darurat, konektivitas, hingga bantuan kemanusiaan. Ini termasuk pendirian posko tanggap darurat di berbagai kota, penyediaan delapan titik WiFi gratis, bantuan dapur umum, mobilisasi logistik sembako dan material perbaikan melalui jalur darat, laut, dan udara, penambahan kapasitas jaringan, serta instalasi 120 unit satelit komersial dan CSR dari Telkomsat.

Verrell Bramasta Klarifikasi Penggunaan Rompi Saat Tinjau Banjir: Bukan Rompi Antipeluru

Penampilan aktor sekaligus anggota DPR RI, Verrell Bramasta, saat meninjau langsung lokasi bencana banjir di Sumatera Barat pada 30 November 2025, mendadak menjadi sorotan publik. Sebuah rompi yang dikenakannya saat berada di tengah-tengah korban banjir memicu perdebatan hangat di media sosial, dengan banyak pihak menduga bahwa rompi tersebut adalah rompi antipeluru atau pelampung. Menanggapi kesalahpahaman yang berkembang, Verrell Bramasta akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai penggunaan rompi tersebut.

Verrell Bramasta menegaskan dengan gamblang bahwa rompi yang ia kenakan bukanlah rompi antipeluru. Ia menjelaskan bahwa benda tersebut adalah sebuah tactical vest yang memang umum digunakan dalam kegiatan lapangan, terutama saat melakukan peninjauan di area yang membutuhkan mobilitas tinggi dan logistik yang memadai.

“Rompi tersebut bukan rompi anti-peluru, melainkan tactical vest yang umum dipakai di kegiatan lapangan," ujar Verrell dalam keterangan tertulisnya kepada awak media pada Selasa, 2 Desember 2025.

Anak sulung dari Venna Melinda ini menambahkan bahwa rompi tersebut merupakan pemberian dari seorang teman yang bertugas di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). “Itu merupakan hadiah dari rekan AL kepada saya,” ungkapnya, mengindikasikan bahwa desain rompi tersebut memang menyerupai perlengkapan militer.

Bongkar Isi Rompi: Fungsi Sebenarnya Tactical Vest

Lebih lanjut, Verrell Bramasta secara tegas menepis anggapan bahwa rompi tersebut memiliki fungsi pelindung layaknya pelat balistik yang mampu menahan tembakan. Menurutnya, fungsi utama dari tactical vest yang dikenakannya adalah sebagai wadah untuk membawa berbagai perlengkapan dan kebutuhan yang esensial saat beraktivitas di area terdampak bencana.

“Rompi taktis ini tidak dilengkapi pelat balistik, dan fungsinya memang untuk membawa perlengkapan kebutuhan. Saat itu saya membawa air minum, uang kas untuk dibagikan, dan perlengkapan lainnya,” papar Verrell, menjelaskan isi dari kantong-kantong pada rompi tersebut.

Verrell menjelaskan bahwa keberadaan sistem kantong modular (MOLLE) pada tactical vest tersebut sangat membantunya untuk bergerak dengan lincah. Kemudahan ini memungkinkan dirinya untuk menyalurkan bantuan secara cepat dan berinteraksi langsung dengan warga yang terdampak bencana.

“Kondisi di lokasi sangat dinamis, sehingga saya butuh membawa banyak barang tanpa menghambat gerak. Tujuannya agar bisa cepat membantu warga dan tim di lapangan,” tambahnya.

Dalam kunjungannya ke Sumatera Barat, Verrell Bramasta tidak hanya meninjau kondisi pengungsian secara langsung, tetapi juga turut memberikan bantuan kepada para korban. Ia juga melakukan diskusi dengan pemerintah daerah setempat guna mencari solusi dan mempercepat proses penanganan bagi para korban banjir.

Melalui klarifikasi ini, Verrell berharap dapat meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di publik. “Jadi distorsi informasi yang terjadi, dibilang anti peluru atau pelampung, itu salah besar. Sekian,” pungkasnya.

Mengenal Tactical Vest: Rompi Multifungsi untuk Kebutuhan Lapangan

Tactical vest, seperti yang dikenakan oleh Verrell Bramasta, merupakan jenis rompi yang dirancang khusus untuk membawa berbagai perlengkapan yang dibutuhkan oleh aparat, relawan, atau individu yang beraktivitas di lapangan. Desainnya yang dilengkapi dengan banyak kantong dan slot membuatnya sangat fungsional untuk menyimpan barang-barang penting seperti handy talky, botol minum, senter, atau peralatan medis kecil.

Fungsi utama dari tactical vest adalah membantu distribusi beban agar terasa lebih ringan saat penggunanya bergerak, terutama di area yang sulit dijangkau atau medan yang berat seperti di lokasi bencana. Bahan yang digunakan umumnya adalah material nylon atau polyester tebal yang memiliki ketahanan terhadap air dan cukup kuat untuk menahan gesekan.

Beberapa karakteristik penting dari tactical vest meliputi:

  • Desain:
    • Tidak dilengkapi dengan pelat baja atau kevlar, berbeda dengan rompi antipeluru.
    • Umumnya lebih ringan dan fleksibel, sehingga sangat mendukung mobilitas pengguna.
  • Asal Rompi Verrell:
    • Verrell menyebutkan bahwa rompi tersebut adalah hadiah dari sahabatnya di TNI AL.
    • Oleh karena itu, modelnya memang didesain agar menyerupai perlengkapan militer.
  • Alasan Pemakaian oleh Verrell:
    • Tujuan utamanya adalah untuk mempermudah dan mempraktikkan bawaan logistik serta perlengkapan saat melakukan peninjauan banjir.
    • Sama sekali bukan untuk tujuan perlindungan dari peluru.

Kisah Verrell Bramasta di Tengah Korban Bencana

Dalam kunjungannya ke Padang, Sumatera Barat, Verrell Bramasta tidak hanya fokus pada tugasnya sebagai wakil rakyat, tetapi juga menyerap cerita dan merasakan langsung kepedihan para korban bencana. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia berbagi kisah menyentuh tentang pertemuannya dengan seorang ibu di tengah puing-puing rumah yang masih tergenang lumpur.

Sang ibu menceritakan bahwa ia tidak sempat menyelamatkan harta benda karena air bah datang begitu cepat. Verrell juga bertemu dengan seorang bapak yang, meskipun rumahnya dilanda banjir besar, masih mampu tersenyum tipis seraya berkata, "Yang penting anak-anak selamat, Mas."

Pengalaman ini semakin menguatkan pandangan Verrell bahwa di balik luka yang dialami Sumatera, harapan tetap menyala. "Sumatera mungkin sedang terluka, tetapi bukan tanpa harapan. Hari ini, saya melihat sendiri bagaimana harapan masih menyala di mata setiap orang yang saya temui," tulis Verrell.

Ia menutup pesannya dengan harapan agar proses pemulihan berjalan cepat dan mengajak semua pihak untuk terus menjadi bagian dari kekuatan yang membangkitkan semangat kebersamaan. "Semoga pemulihan berlangsung cepat dan kita semua terus menjadi bagian dari kekuatan untuk bangkit bersama."

Warga Aceh Mengeluhkan Bantuan Lambat Tiba, Akses Terputus Akibat Banjir dan Longsor

BANDA ACEH – Bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh telah menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat terdampak. Sejumlah warga melaporkan kesulitan yang luar biasa akibat lambatnya pasokan bantuan, menipisnya persediaan makanan dan air minum, serta terputusnya akses komunikasi dan listrik di berbagai wilayah. Situasi ini semakin diperparah dengan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Kondisi Kritis di Lapangan

Iin Yuningsih, salah seorang warga, menyampaikan keluh kesahnya melalui pesan WhatsApp keluarga mengenai kondisi sepupunya di Bireuen. "Di sini berat sekali, semua akses jalan putus dari Bireuen, Takengon," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sepupunya hanya bisa bertahan menggunakan koneksi internet dari kantor bupati setempat, yang juga tidak dapat diakses dalam jangka waktu lama.

Kekhawatiran utama yang diungkapkan adalah ketiadaan pasokan bahan makanan. Pasar-pasar yang masih dapat dijangkau diserbu warga untuk membeli persediaan dalam jumlah besar, terutama telur dan kebutuhan pokok lainnya. Kondisi ini menunjukkan kepanikan dan ketidakpastian pasokan yang dihadapi masyarakat.

Di Bener Meriah, situasi tak kalah pelik. Ismayanti, warga setempat, menggambarkan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) maupun Pertashop. Pembatasan pembelian bahan bakar hanya dua liter per keluarga semakin mempersulit mobilitas warga. Selain itu, penarikan uang tunai dari bank juga dibatasi hingga Rp 500 ribu per keluarga, menambah beban finansial di tengah krisis ini. Seperti halnya di Bireuen, listrik dan jaringan internet di Bener Meriah juga padam, memaksa warga untuk mendaki ke dataran tinggi demi mencari sinyal komunikasi.

Sejumlah warga melintasi jembatan alternatif yang menghubungkan Desa Blang Meurandeh dan Desa Blang Puuk Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Ahad (30/11/2025). - (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Upaya Pemerintah Membuka Isolasi

Menanggapi kondisi darurat ini, Pemerintah Aceh bergerak cepat mengerahkan enam unit alat berat ke kawasan Gunung Salak, Aceh Utara. Tujuannya adalah untuk membuka akses isolasi yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah akibat banjir dan longsor. Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, M. Nasir, menyatakan bahwa upaya ini sangat krusial untuk menghubungkan kembali wilayah yang terputus.

"Alhamdulillah Kabupaten Aceh Tengah dengan Bener Meriah telah bisa terhubung dan saat ini kita sedang membuka Aceh Utara dengan Bener Meriah," kata M. Nasir di Banda Aceh, Minggu. Ia menjelaskan bahwa membuka jalur melalui Bireuen diperkirakan memakan waktu lebih lama karena banyaknya titik longsor. Jalur Gunung Salak, setelah dilakukan pendataan, dinilai membutuhkan perbaikan yang lebih sedikit.

Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah bergerak ke lokasi. "Insya Allah untuk menembus ke Bener Meriah juga akan selesaikan dalam beberapa hari ke depan," imbuh M. Nasir. Pengerahan alat berat milik pemerintah dan pihak ketiga diharapkan dapat mempercepat pemulihan jalur yang tertimbun longsoran dan rusak parah. Pembukaan jalur ini diharapkan dapat memperlancar mobilisasi logistik ke daerah-daerah yang terisolasi.

Pembangunan Jembatan Darurat dan Jalur Logistik

Selain pengerahan alat berat, Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR juga sedang membangun jembatan bailey di kawasan Awe Geutah. Jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan kembali Kabupaten Bireuen dengan Aceh Utara yang terputus akibat banjir. "Pembangunan jalur alternatif ini untuk menghubungkan kedua kabupaten yang jembatannya terputus karena banjir," jelas M. Nasir.

Berdasarkan laporan dari Dinas PUPR, jembatan bailey ini ditargetkan selesai dalam empat hari ke depan. Pembangunan ini sangat penting untuk memulihkan konektivitas antarwilayah dan ke kabupaten lain yang terdampak. Jembatan yang putus di Kutablang sebelumnya telah mengakibatkan terputusnya akses darat secara total.

Foto udara permukiman penduduk yang terisolasi akibat banjir di Desa Napai, Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Jumat (28/11/2025). - (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Untuk mengatasi kendala distribusi logistik, bantuan saat ini disalurkan melalui laut, darat, dan udara. Dengan selesainya pembangunan jembatan bailey, diharapkan jalur transportasi darat, termasuk arus barang dan logistik, dapat kembali normal. Pihak TNI Kodam IM juga turut membantu dalam pembangunan jembatan darurat ini. Pemerintah mengharapkan dukungan dari semua pihak agar perbaikan sarana transportasi dapat berjalan maksimal.

Bantuan Logistik Mulai Tiba

Kabar baik datang dengan tibanya kapal Expres Bahari yang membawa bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Aceh di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. "Alhamdulillah bantuan yang kita kirim melalui jalur laut ke Aceh Utara yang distribusi lewat darat terputus sudah tiba," kata Juru Bicara Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, Minggu.

Bantuan tanggap darurat ini dikirimkan melalui jalur laut ke kabupaten/kota yang saat ini belum dapat diakses melalui jalur darat. Bantuan tersebut berasal dari BPBA, Dinas Sosial, dan sumbangan dari Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah warga korban banjir berada di dalam tenda pengungsian di Desa Pasi Leuhan, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). - (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Bantuan logistik untuk wilayah Langsa dan Aceh Timur juga akan segera dikirimkan menggunakan kapal yang sama, bersandar di Kuala Langsa atau Kuala Idi. Upaya penanganan bencana terus dilakukan secara komprehensif, termasuk pendataan kebutuhan masyarakat dan kerusakan infrastruktur.

Korban Meninggal Terus Bertambah

Tragisnya, jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus meningkat. Hingga Senin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total 442 jiwa meninggal dunia.

  • Sumatera Utara: Mencatat 217 korban meninggal dunia, tersebar di berbagai kabupaten/kota seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias. Sebanyak 209 warga dilaporkan masih hilang.
  • Aceh: Mencatat 96 korban meninggal dunia dan 75 orang hilang. Korban tersebar di 11 kabupaten/kota, termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Sekitar 62.000 kepala keluarga mengungsi.
  • Sumatera Barat: Mencatat 129 korban meninggal dunia, 118 orang hilang, dan 16 luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, serta Pesisir Selatan. Total pengungsi mencapai 77.918 jiwa.

Pengungsi korban banjir bandang berada di tenda darurat di Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Ahad (30/11/2025). - (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

BNPB menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah daerah, TNI-Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta relawan terus berupaya keras untuk mempercepat pencarian korban, memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, dan membuka akses ke wilayah yang masih terisolasi. Upaya penanganan darurat ini telah memasuki hari ketujuh.

Misteri "Project Mercury": Meta Diduga Tutupi Dampak Buruk Media Sosial pada Kesehatan Mental

Dugaan serius kini menghampiri raksasa teknologi Meta, perusahaan induk dari platform media sosial populer seperti Facebook dan Instagram. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa Meta diduga telah menghentikan sebuah proyek penelitian internal yang diberi nama sandi "Project Mercury". Proyek ini dibentuk dengan tujuan mulia untuk mengukur dampak penggunaan media sosial terhadap kesejahteraan penggunanya. Namun, ironisnya, penelitian ini konon dihentikan karena ditemukan bukti kuat bahwa produk-produk Meta justru memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental para penggunanya.

Tuduhan yang sangat memberatkan ini terungkap melalui dokumen-dokumen pengadilan yang baru saja dibuka ke publik. Dokumen-dokumen tersebut merupakan bagian dari gugatan hukum yang diajukan oleh sejumlah distrik sekolah di Amerika Serikat terhadap Meta dan beberapa platform media sosial terkemuka lainnya. Tudingan utama dalam dokumen tersebut adalah Meta diduga sengaja menyembunyikan "bukti kausal" atau bukti yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara penggunaan media sosial dan dampak buruknya, demi melindungi kepentingan bisnis mereka.

Latar Belakang "Project Mercury"

Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui proses hukum, pada tahun 2020, para ilmuwan di Meta memulai sebuah inisiatif penelitian ambisius dengan nama sandi "Project Mercury". Proyek ini dijalankan bekerja sama dengan firma survei terkemuka, Nielsen. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk secara akurat mengukur efek yang timbul ketika seorang pengguna memutuskan untuk menonaktifkan akun Facebook mereka.

Hasil dari penelitian ini, sebagaimana tercatat dalam dokumen internal, sangatlah mengejutkan. Pengguna yang memilih untuk berhenti menggunakan Facebook selama seminggu dilaporkan mengalami peningkatan signifikan dalam kondisi mental mereka. Mereka melaporkan adanya penurunan tingkat depresi, kecemasan, perasaan kesepian, dan yang tak kalah penting, berkurangnya kecenderungan untuk membandingkan diri mereka secara negatif dengan orang lain (fenomena yang dikenal sebagai social comparison).

Bahkan, para peneliti internal Meta dilaporkan secara pribadi mengakui validitas dari data yang mereka kumpulkan. Salah seorang peneliti staf yang identitasnya dirahasiakan dalam dokumen pengadilan, menuliskan pengakuan bahwa "Studi Nielsen ini memang menunjukkan dampak kausal pada perbandingan sosial." Kekhawatiran yang lebih dalam muncul dari staf lain yang secara gamblang menyamakan tindakan merahasiakan temuan negatif ini dengan taktik yang pernah digunakan oleh industri rokok di masa lalu. "Seperti industri tembakau yang melakukan penelitian dan mengetahui rokok itu buruk, lalu menyimpan informasi itu untuk diri mereka sendiri," bunyi kekhawatiran yang tertulis.

Diduga Dihentikan Demi Melindungi Bisnis

Alih-alih mempublikasikan temuan yang krusial ini atau segera melakukan perbaikan pada produk mereka, Meta diduga justru memilih untuk menghentikan proyek penelitian tersebut. Dokumen gugatan tersebut mengungkapkan bahwa Meta secara internal menyatakan bahwa temuan negatif dari studi tersebut telah "tercemar" oleh "narasi media yang ada". Pernyataan ini sangat kontras dengan apa yang Meta sampaikan kepada Kongres Amerika Serikat, di mana mereka mengklaim "tidak memiliki kemampuan untuk mengukur" apakah produk mereka berbahaya bagi remaja putri.

Perlu dicatat bahwa Meta bukanlah satu-satunya platform yang menghadapi tuntutan hukum. Bersama dengan TikTok dan Snapchat, Meta tengah menghadapi gugatan yang diajukan oleh firma hukum terkemuka, Motley Rice. Para penggugat berpendapat bahwa platform-platform media sosial ini secara sengaja menyembunyikan risiko yang melekat pada produk mereka dari pengguna, orang tua, dan para pendidik.

Dokumen-dokumen pengadilan yang kini menjadi sorotan publik juga mengungkap detail yang mengejutkan mengenai prioritas CEO Meta, Mark Zuckerberg. Dalam sebuah pesan teks yang beredar, Zuckerberg dilaporkan menyatakan pada tahun 2021 bahwa ia tidak akan menjadikan keamanan anak sebagai prioritas utamanya. "Ketika saya memiliki sejumlah area lain yang lebih saya fokuskan, seperti membangun metaverse," tulis Zuckerberg dalam pesan tersebut. Ia juga disebut pernah menolak permintaan dari Nick Clegg, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kebijakan Publik Global, untuk meningkatkan pendanaan bagi program keselamatan anak.

Lebih lanjut, Meta dituduh menerapkan standar ganda yang sangat berbahaya. Dokumen tersebut menyebutkan bahwa Meta baru akan menghapus akun pengguna setelah mereka tertangkap sebanyak 17 kali dalam upaya melakukan perdagangan orang untuk tujuan seksual (sex trafficking). Ambang batas ini bahkan disebut oleh staf internal sebagai sesuatu yang "sangat, sangat, sangat tinggi."

Bantahan dari Meta

Menanggapi bocornya dokumen-dokumen penting ini, Juru Bicara Meta, Andy Stone, memberikan bantahan yang keras. Ia mengklaim bahwa "Project Mercury" dihentikan bukan karena hasil negatifnya, melainkan karena metodologi penelitian yang dianggap cacat. "Catatan lengkap akan menunjukkan bahwa selama lebih dari satu dekade, kami telah mendengarkan orang tua, meneliti masalah yang paling penting, dan membuat perubahan nyata untuk melindungi remaja," ujar Stone dalam pernyataannya. Stone juga menambahkan bahwa gugatan yang diajukan mengandalkan kutipan yang dipilih secara selektif (cherry-picked) dan opini yang disajikan secara keliru.

Sementara itu, platform lain seperti TikTok juga tidak luput dari tuduhan praktik manipulatif. Salah satu tuduhan yang muncul adalah TikTok diduga mensponsori organisasi orang tua seperti National PTA dengan tujuan untuk memengaruhi opini publik demi keuntungan perusahaan.

Sidang terkait dokumen-dokumen krusial ini dijadwalkan akan segera digelar pada tanggal 26 Januari mendatang di Pengadilan Distrik California Utara, yang diperkirakan akan semakin mengungkap tabir di balik operasi platform media sosial raksasa ini.

Nikah Sirri Jakarta: Ulama Ungkap Fakta Mengejutkan!

Nikah Sirri di Jakarta Timur: Solusi Instan atau Jebakan Masalah Hukum dan Syariat?

Sebuah fenomena menarik sekaligus mengkhawatirkan kembali mencuat di media sosial, khususnya TikTok, yang memperlihatkan penawaran jasa nikah siri di kawasan Jakarta Timur. Video yang beredar mengklaim layanan ini menawarkan kemudahan luar biasa: tanpa birokrasi yang rumit, tanpa persyaratan yang ketat, bahkan tanpa perlu menyewa gedung pernikahan. Unggahan tersebut telah menarik perhatian jutaan pasang mata, memicu gelombang reaksi yang beragam dari warganet.

Di satu sisi, sebagian masyarakat memandang tawaran ini sebagai "solusi mudah" bagi mereka yang ingin segera melangsungkan pernikahan tanpa kerumitan administrasi. Namun, di sisi lain, muncul berbagai pertanyaan krusial mengenai keabsahan nikah siri dari sudut pandang syariat Islam, konsekuensi hukum yang mungkin timbul, serta risiko yang mengintai, terutama bagi kaum perempuan dan anak-anak yang menjadi pihak paling rentan. Fenomena ini secara tidak langsung membuka kembali ruang diskusi yang lebih luas mengenai hakikat nikah siri dan pandangan Islam terhadap praktik penyediaan jasanya.

Memahami Akar Masalah: Apa Sebenarnya Nikah Siri Itu?

Secara fundamental, nikah siri adalah sebuah pernikahan yang telah memenuhi seluruh syarat dan rukun pernikahan secara agama. Rukun-rukun ini meliputi adanya wali bagi mempelai wanita, kehadiran dua orang saksi yang adil, serta adanya ijab kabul yang sah. Namun, ciri khas utama dari nikah siri adalah ketidakadaan pencatatan resmi oleh negara.

Istilah "siri" sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu "sirran," yang memiliki arti rahasia, sembunyi-sembunyi, atau tidak diumumkan secara terbuka. Dalam praktiknya, pernikahan yang tidak dicatatkan secara resmi oleh negara ini seringkali menimbulkan berbagai persoalan hukum yang kompleks karena statusnya tidak diakui oleh undang-undang yang berlaku.

Perspektif Fiqih: Mengapa Jasa Nikah Siri Diharamkan?

Para ulama terkemuka sepakat bahwa menyediakan jasa untuk memfasilitasi nikah siri hukumnya adalah haram. Pandangan ini didasarkan pada prinsip bahwa praktik tersebut bertentangan dengan kewajiban untuk taat kepada pemerintah dan aturan yang telah ditetapkan demi kemaslahatan umum. Negara, melalui instansi seperti Kantor Urusan Agama (KUA) dan lembaga terkait lainnya, telah menetapkan bahwa setiap pernikahan harus dicatatkan secara resmi. Pencatatan ini bukan sekadar formalitas belaka, melainkan sebuah langkah penting untuk menjaga kemaslahatan bersama.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 59, yang menekankan kewajiban untuk taat kepada pemimpin selama aturan yang ditetapkan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Kewajiban pencatatan pernikahan termasuk dalam kategori aturan yang membawa maslahah (manfaat atau kebaikan), terutama dalam hal perlindungan terhadap hak-hak istri dan anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut.

Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, Sayyid Abdurrahman menegaskan bahwa menaati perintah pemimpin adalah sebuah kewajiban, asalkan perintah tersebut membawa manfaat dan tidak melanggar ketentuan syariat. Pencatatan nikah adalah salah satu contoh perintah yang membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Potensi Kerugian Besar yang Mengintai Perempuan dan Anak

Ketidakadaan pencatatan pernikahan oleh negara menjadikan posisi perempuan dalam pernikahan siri sangat rentan terhadap berbagai kerugian. Beberapa dampak nyata yang seringkali dihadapi antara lain:

  • Tidak Memiliki Kekuatan Hukum untuk Menuntut Nafkah: Istri tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk menuntut hak nafkah dari suami jika terjadi perceraian atau jika suami lalai memberikan nafkah.
  • Status Pernikahan Tidak Terlindungi Undang-Undang: Undang-undang negara tidak mengakui pernikahan tersebut, sehingga hak-hak istri tidak mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.
  • Hilangnya Hak-Hak Waris: Anak-anak dari pernikahan siri seringkali mengalami kesulitan dalam mendapatkan hak waris dari ayahnya karena status pernikahan tidak diakui secara sah.
  • Kesulitan Membuktikan Pernikahan Saat Terjadi Kekerasan: Dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), istri akan sangat kesulitan untuk membuktikan status pernikahannya, sehingga upaya perlindungan hukum menjadi terhambat.
  • Anak Mengalami Kesulitan Administratif: Anak yang lahir dari pernikahan siri seringkali menghadapi kendala dalam pengurusan dokumen penting seperti akta kelahiran, yang berdampak pada hak-hak mereka di masa depan.

Secara sosial, mafsadat (kerusakan atau kerugian) yang ditimbulkan oleh nikah siri jauh lebih besar dibandingkan dengan manfaat yang mungkin dirasakan.

Melanggar Prinsip Fundamental "Tidak Membahayakan"

Ajaran Islam secara tegas melarang segala bentuk tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah).

Imam Al-Ghazali dalam karyanya Ihya’ Ulumiddin bahkan berpendapat bahwa setiap transaksi, termasuk penyediaan jasa, yang menimbulkan mudarat (kerugian atau bahaya) bagi pihak lain merupakan bentuk kezaliman, meskipun akadnya tampak sah secara lahiriah. Dengan mempertimbangkan berbagai risiko dan potensi kerugian yang sangat besar, jasa nikah siri dapat dikategorikan sebagai transaksi yang zalim karena secara sengaja membuka ruang kerugian bagi pihak yang menggunakannya.

Ancaman Pidana bagi Penyedia Jasa Nikah Siri

Meskipun tidak secara otomatis setiap penyedia jasa nikah siri dapat dikenakan sanksi pidana, mereka berpotensi terjerat pasal-pasal pidana apabila pernikahan yang mereka fasilitasi melanggar hukum yang berlaku. Salah satu contohnya adalah jika pernikahan tersebut melibatkan seseorang yang secara sah masih terikat dalam pernikahan lain.

Pasal 279 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) secara tegas menyatakan bahwa siapa pun yang mengadakan atau membantu mengadakan perkawinan padahal ia mengetahui bahwa terdapat larangan atau penghalang yang sah untuk melangsungkan perkawinan, dapat dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun.

Implikasinya, jika penyedia jasa mengetahui bahwa salah satu calon mempelai masih berstatus terikat pernikahan resmi, ia dapat dianggap turut serta dalam penyelenggaraan perkawinan terlarang dan dapat dikenakan sanksi hukum pidana.

Hindari Godaan Nikah Siri: Kemudahan Semu yang Berujung Masalah

Kemunculan jasa nikah siri yang menawarkan proses cepat dan praktis memang bisa terdengar menggiurkan bagi sebagian orang yang menginginkan solusi instan. Namun, di balik kemudahan semu tersebut, tersembunyi berbagai risiko besar yang dapat menghancurkan masa depan:

  • Merugikan perempuan secara hukum dan sosial.
  • Mengancam masa depan anak dalam hal hak-hak administratif dan waris.
  • Melanggar aturan negara yang berlaku.
  • Bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam yang mengutamakan kemaslahatan dan keadilan.

Pencatatan pernikahan bukanlah sekadar urusan birokrasi yang merepotkan. Ia adalah bentuk perlindungan nyata bagi seluruh anggota keluarga, termasuk generasi yang akan datang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk senantiasa berhati-hati dan tidak mudah tergiur oleh tawaran layanan pernikahan yang justru berpotensi besar menimbulkan masalah pelik di kemudian hari.

CCTV Inara-Fahmi: Bukti Perselingkuhan, Netizen Terkejut!

Video CCTV Diduga Jadi Bukti Perselingkuhan: Sorotan Publik dan Proses Hukum

Dalam beberapa hari terakhir, jagat maya diramaikan oleh beredarnya video CCTV yang dikaitkan dengan figur publik Inara Rusli dan Insanul Fahmi. Rekaman ini disebut-sebut sebagai bukti utama dalam laporan dugaan perselingkuhan yang diajukan oleh Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi. Kasus ini sontak menarik perhatian publik, tidak hanya karena melibatkan tokoh yang dikenal luas, tetapi juga karena berbagai narasi yang berkembang pesat di media sosial.

Salah satu aspek yang paling disorot publik adalah kecepatan penyebaran video tersebut, padahal rekaman itu belum pernah dipublikasikan secara resmi oleh pihak pelapor. Banyak warganet mengungkapkan keterkejutan mereka terhadap dugaan hubungan terlarang yang digambarkan dalam rekaman, yang oleh sebagian orang dinilai menyerupai interaksi layaknya pasangan suami istri. Perbincangan semakin memanas ketika muncul klaim bahwa video tersebut justru merekam momen lamaran Insanul Fahmi kepada Inara Rusli.

Bukti Utama Laporan Polisi

Wardatina Mawa, sebagai pelapor dan istri sah Insanul Fahmi, menegaskan bahwa rekaman CCTV tersebut merupakan bukti krusial atas dugaan perselingkuhan yang ia laporkan. Ia menyatakan bahwa video tersebut telah diserahkan secara langsung kepada penyidik di Polda Metro Jaya sebagai bagian integral dari laporan resmi yang dibuat pada tanggal 22 November 2025. Namun, Wardatina memilih untuk tidak merilis rekaman itu ke publik dengan alasan bersifat sensitif dan terkait dengan jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.

Di tengah maraknya spekulasi dan perdebatan di kalangan publik, rekaman CCTV tersebut terus menjadi topik diskusi hangat di berbagai platform digital. Banyak pengguna media sosial memandang kasus ini sebagai ilustrasi bagaimana teknologi pengawasan, seperti CCTV, dapat memainkan peran penting dalam proses pembuktian di ranah hukum. Reaksi publik pun semakin meluas seiring dengan terus beredarnya informasi mengenai isi rekaman melalui berbagai kanal, mulai dari podcast, komentar warganet, hingga unggahan-unggahan di berbagai media sosial.

Dugaan Perselingkuhan Mencuat Lewat Rekaman CCTV

Rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan kedekatan antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi ini diklaim menampilkan interaksi yang dianggap tidak pantas oleh pelapor. Narasi mengenai hubungan kedua belah pihak berkembang dengan sangat cepat, memperkuat dugaan adanya pelanggaran moral dalam rumah tangga Wardatina Mawa. Tak heran, kasus ini dengan cepat merangsek naik ke jajaran topik paling banyak dibicarakan atau trending di beberapa platform media sosial.

Laporan resmi yang diajukan ke pihak berwajib menjadikan kasus ini masuk ke dalam ranah hukum, yang menuntut adanya proses pemeriksaan lebih lanjut. Pihak penyidik disebut telah menerima seluruh bukti yang relevan, termasuk video dan keterangan pendukung yang diberikan oleh pelapor. Saat ini, aparat penegak hukum tengah dalam proses mendalami dan menilai validitas rekaman tersebut sesuai dengan prosedur penyelidikan yang berlaku.

Wardatina Mawa sendiri menggambarkan isi rekaman tersebut sebagai sebuah "zina besar" yang ia klaim dilakukan secara sadar oleh kedua terlapor. Ia menyampaikan harapannya agar proses hukum dapat berjalan secara transparan dan memberikan kejelasan yang utuh mengenai dugaan tindakan tersebut. Pernyataan ini sontak memancing perdebatan yang lebih luas mengenai batasan privasi, etika dalam menjalin hubungan, serta implikasi sosial yang mungkin timbul bagi keluarga yang terlibat dalam kasus ini.

Reaksi Publik dan Viralitas di Media Sosial

Di ranah media sosial, komentar warganet banyak didominasi oleh ekspresi keterkejutan dan ketidakpercayaan atas dugaan hubungan terlarang yang beredar. Banyak pengguna mengungkapkan rasa heran mereka, tidak menyangka bahwa isu ini akan menyeret nama Inara Rusli, yang dikenal aktif di dunia hiburan. Sentimen publik pun terlihat terbelah; sebagian mendukung pelapor, sementara sebagian lainnya menunggu klarifikasi resmi dari pihak terlapor.

Salah satu komentar yang mencerminkan keterkejutan tersebut datang dari akun TikTok @Puja Sarah yang menuliskan, "Astaghfirullah Inara, Gak Nyangka" di kolom komentar sebuah unggahan di akun @gosip.ya.

Peran podcast dan konten kreator juga turut memperkuat penyebaran isu ini, dengan mereka membahas secara mendalam dugaan lamaran yang terekam dalam video tersebut. Meskipun video aslinya belum dirilis secara publik, berbagai interpretasi dan spekulasi terus bermunculan. Diskusi intensif mengenai dugaan tindakan tersebut menjadikan kasus ini salah satu topik hiburan yang paling sering dibicarakan dalam periode ini.

Namun, di tengah derasnya arus informasi dan spekulasi, sebagian pihak mengingatkan agar publik bersikap hati-hati dalam menarik kesimpulan. Mereka menekankan pentingnya menunggu pernyataan resmi dari seluruh pihak yang terkait sebelum membuat penilaian. Sikap ini muncul sebagai respons terhadap banyaknya penilaian emosional yang dilontarkan oleh sebagian besar warganet. Mereka berpendapat bahwa proses hukum seharusnya menjadi rujukan utama dalam menafsirkan bukti dan menentukan kebenaran faktual.

Pada akhirnya, video CCTV yang diduga melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi kini menjadi pusat perhatian publik dan merupakan bagian penting dari laporan resmi yang telah diajukan ke pihak kepolisian. Meskipun rekaman itu belum dibuka untuk umum, dampaknya telah memicu spekulasi luas dan perdebatan sengit mengenai etika, privasi, serta jalannya proses hukum yang sedang berjalan.

KH Miftachul Akhyar: Sosok Rais Aam PBNU yang Mendapat Perhatian Publik

Sosok KH Miftachul Akhyar kini tengah menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia. Beliau memegang jabatan sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sebuah posisi yang sangat krusial dalam struktur kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Jabatan Rais Aam PBNU sejatinya merupakan posisi tertinggi dalam jajaran syuriyah NU, yang juga dikenal sebagai Ketua Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Peran Rais Aam sangatlah fundamental. Beliau berfungsi sebagai pemimpin spiritual tertinggi yang memiliki kewenangan untuk membuat keputusan kolektif yang mengikat seluruh anggota organisasi. Tugas utamanya mencakup pengarahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan keputusan muktamar serta kebijakan umum PBNU. Selain itu, Rais Aam juga memimpin dan mengawasi tugas-tugas pengurus besar syuriyah, serta bersama Ketua Umum PBNU, menandatangani berbagai keputusan strategis. Lebih jauh lagi, Rais Aam memiliki wewenang untuk membatalkan keputusan yang dianggap bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Singkatnya, Rais Aam adalah penjaga moral, pemberi arah, dan pelaksana utama keputusan dalam Nahdlatul Ulama, memastikan setiap aktivitas dan kebijakan organisasi selaras dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Posisi ini menjadikan KH Miftachul Akhyar sebagai figur yang sangat dihormati.

Kontroversi Risalah Desakan Mundur

Suasana internal PBNU sempat menjadi riuh ketika KH Miftachul Akhyar turut menandatangani sebuah risalah rapat harian Syuriyah PBNU. Risalah tersebut berisi desakan agar Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, selaku Ketua Umum PBNU, untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Kabar ini sontak mengguncang berbagai kalangan di dalam dan luar organisasi.

Menanggapi isu tersebut, Gus Yahya sendiri telah memberikan klarifikasi tegas. Beliau menegaskan bahwa tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk mengundurkan diri. "Sama sekali tidak pernah terbesit dalam pikiran saya untuk mundur dari Ketua Umum PBNU. Saya mendapat mandat 5 tahun memimpin NU, karena itu akan saya jalani selama 5 tahun, insyā Allāh saya sanggup," ujar Gus Yahya. Ia juga menambahkan, "Terkait dengan edaran Risalah Harian Syuriah PBNU yang akan memundurkan Ketua Umum, maka saya tandaskan, menurut konstitusi AD/ART tidak berwenang untuk memberhentikan Ketua Umum." Pernyataan Gus Yahya ini disampaikan melalui akun media sosial pribadinya, menegaskan posisinya dan pemahamannya terhadap konstitusi organisasi.

Profil KH Miftachul Akhyar: Ulama Sepuh yang Dihormati

KH Miftachul Akhyar adalah seorang ulama senior dan tokoh terkemuka dalam kancah keislaman di Indonesia. Beliau lahir pada tanggal 30 Juni 1953. KH Miftachul Akhyar merupakan putra kesembilan dari 13 bersaudara, lahir dari pasangan KH Abdul Ghoni. Sang ayah dikenal sebagai pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah yang berlokasi di Surabaya.

Perjalanan intelektual dan spiritual KH Miftachul Akhyar ditempa melalui pendidikan pesantren yang mendalam. Beliau menempuh pendidikan di berbagai lembaga pesantren terkemuka, antara lain:

  • Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang.
  • Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur.
  • Pondok Pesantren Lasem di Jawa Tengah.

Selain menimba ilmu di pesantren, KH Miftachul Akhyar juga aktif mengikuti majelis ta'lim yang diasuh oleh ulama-ulama besar. Salah satu guru spiritualnya adalah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki, yang ia ikuti pengajiannya di Malang.

Rekam Jejak Kepemimpinan di PBNU

Perjalanan karier KH Miftachul Akhyar dalam organisasi Nahdlatul Ulama sangatlah panjang dan berkesinambungan. Beliau telah memegang berbagai posisi penting yang menunjukkan kepercayaan dan amanah yang diemban:

  • Rais Syuriyah PCNU Surabaya: Menjabat pada periode 2000–2005.
  • Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur: Memegang amanah ini dalam dua periode, yaitu 2007–2013 dan dilanjutkan pada 2013–2018.
  • Wakil Rais Aam PBNU: Beliau dipercaya mendampingi Rais Aam pada periode 2015–2020.
  • Penjabat Rais Aam PBNU: Mengemban tugas sebagai Penjabat Rais Aam pada periode 2018–2020, sebuah tanggung jawab besar yang diemban sebelum terpilih secara definitif.
  • Rais Aam PBNU: Puncak kariernya di PBNU adalah ketika beliau terpilih sebagai Rais Aam PBNU untuk periode 2021–2026. Jabatan ini mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin tertinggi spiritual dan pengambilan keputusan strategis organisasi.

Pondok Pesantren Miftachus Sunnah: Pilar Dakwah dan Pendidikan

Selain kiprahnya di PBNU, KH Miftachul Akhyar juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah yang berlokasi di Surabaya. Pesantren ini bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan pusat dakwah dan pembinaan umat yang didirikan oleh KH Miftachul Akhyar dari nol. Melalui pesantren ini, beliau secara aktif membina santri dan menyebarkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah.

KH Miftachul Akhyar dikenal luas memiliki penguasaan ilmu agama yang mendalam, dibarengi dengan kepribadian yang mulia dan akhlak yang terpuji. Kualitas inilah yang menjadikannya sebagai sosok ulama yang sangat dihormati, tidak hanya di kalangan pesantren tetapi juga di seluruh penjuru Nahdlatul Ulama. Dedikasinya dalam dakwah dan pembinaan umat melalui pesantren yang diasuhnya menjadi bukti nyata kontribusinya dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Islam di Indonesia.

Biodata Singkat KH Miftachul Akhyar

  • Nama Lengkap: KH Miftachul Akhyar
  • Tanggal Lahir: 30 Juni 1953
  • Tempat Lahir: Surabaya, Jawa Timur
  • Orang Tua:
    • Ayah: KH Abdul Ghoni (Pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah Surabaya)
    • Merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.
  • Pendidikan:
    • Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang.
    • Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur.
    • Pondok Pesantren Lasem, Jawa Tengah.
    • Mengikuti majelis ta'lim bersama Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki di Malang.
  • Karier dan Jabatan Penting:
    • Rais Syuriyah PCNU Surabaya (2000–2005).
    • Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (2007–2013 dan 2013–2018).
    • Wakil Rais Aam PBNU (2015–2020).
    • Penjabat Rais Aam PBNU (2018–2020).
    • Rais Aam PBNU periode 2021–2026.
  • Aktivitas Lain: Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya.
  • Kepribadian dan Kiprah: Dikenal sebagai ulama yang berilmu mendalam, berakhlak mulia, serta sangat dihormati dalam dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama. Aktif berdakwah dan membina santri melalui pesantren yang didirikannya dari awal.

PSIS Batal Akuisisi, JSM Minta Maaf dan Harap Dukungan Suporter untuk Investor Baru
Ringkasan Berita:
  • PT Mahesa Jenar Semarang mengerti kekecewaan dan kelelahan para pendukung terkait kandasnya negosiasi akuisisi PSIS oleh pihak Malut United.
  • Mereka menyampaikan permohonan maaf terkait situasi ini, dengan alasan demi kepentingan terbaik tim PSIS.
  • Kini, PSIS sedang bernegosiasi dengan investor potensial dan mengharapkan dukungan dari para penggemar agar proses negosiasi berjalan mulus dan membuahkan hasil.
 

medkomsubangnetwork, SEMARANG -PT Mahesa Jenar Semarang (PT MJS) menyatakan bahwa mereka mengerti rasa kecewa para pendukung terkait tidak jadinya penjualan saham PSIS kepada pemilik Malut United.

Mereka menyampaikan penyesalan atas keadaan itu.

Meski begitu, mereka memastikan, keputusan tersebut diambil demi kebaikan tim.

Apalagi, saat ini, mereka sudah melakukan komunikasi dengan calon investor baru dari Semarang.

Juru bicara PT MJS, Joni Kurnianto, menyampaikan hal tersebut pada hari Minggu, 16 November 2025.

Joni menyatakan bahwa kegagalan akuisisi PSIS oleh David Glenn tidak hanya membuat para pendukung kecewa, tetapi juga merasa lelah.

Namun, Joni kembali menegaskan bahwa ini demi kepentingan klub.

Diskusi yang telah berjalan lama dan mendalam ini menemui jalan buntu karena kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan mengenai beberapa poin penting.

"Mengingat kepentingan klub dan semua pihak yang berkepentingan, rencana pengambilalihan itu tidak bisa dilanjutkan," katanya.

Menurut Joni, meskipun akuisisi oleh pemilik Malut United dibatalkan, PSIS tetap terbuka untuk investor lain yang tertarik.

PT MJS masih terbuka bagi investor yang memiliki pandangan jauh ke depan dan kemampuan finansial untuk memperkuat pondasi klub.

Kami senantiasa menyambut investor yang sungguh-sungguh dan berdedikasi untuk jangka waktu yang lama.

"PSIS perlu dikembangkan dengan dasar yang kokoh dan berorientasi profesional," tegasnya.

Kini, PT MJS tengah disambangi oleh calon investor yang baru.

Joni menyatakan bahwa calon investor itu merupakan seorang pengusaha wanita dari Semarang yang sudah lama mendukung PSIS, bahkan sejak ia masih bersekolah.

Pembicaraan dengan pihak terkait sedang berjalan saat ini.

“Dinamika awal berjalan positif."

"Kami sangat mengharapkan doa dan dukungan dari para suporter agar seluruh proses ini berjalan mulus dan mendatangkan perbaikan positif bagi PSIS," ujar Joni.

Manajemen berupaya keras untuk mempertahankan kestabilan tim hingga kompetisi Liga 2 usai, sembari juga aktif menjajaki potensi investor baru.

Apabila negosiasi dengan calon investor baru berjalan lancar, tim tersebut akan segera merancang strategi pengeluaran untuk pembelian pemain.

Joni meyakini PSIS mampu melalui periode sulit ini.

"Kami optimis PSIS dapat bangkit dan menorehkan kemajuan, berkat landasan manajemen yang kuat serta dukungan dari para suporter," ucapnya.

Snex Kecewa

Sementara itu, kabar mengenai PT Mahesa Jenar Semarang yang membatalkan penjualan saham PSIS kepada David Glenn, pemilik Malut United, membuat para pendukung terkejut.

Lutfi Alfarizi dari Humas Semarang Extreme (Snex) menyatakan kekecewaannya mendengar berita tersebut.

Awalnya kami menghormati YS (Yoyok Sukawi, pemegang saham mayoritas PSIS Semarang), namun kini YS justru memberikan kenyataan yang menyakitkan.

"Sejujurnya, kami merasa kecewa," ujar Lutfi pada hari Sabtu, 15 November 2025.

Ketua Umum DPP Panser Biru Kepareng Wareng juga menyampaikan kekecewaannya.

Kekecewaan tersebut diungkapkan Wareng melalui postingan di akun media sosialnya.

Kabar mengenai David Glenn, pemilik Malut United, yang membeli saham PSIS sebelumnya telah membangkitkan optimisme di kalangan pendukung.

Dengan kepemilikan yang baru, diharapkan PSIS mampu bangkit dan kembali meraih kesuksesan dalam liga sepak bola Indonesia.

Sejak kompetisi 2024/2025, PSIS mengalami kemerosotan kinerja dan terpaksa turun kasta dari Liga 1 ke Liga 2.

PSIS belum pernah meraih kemenangan bahkan hingga gelaran Liga 2 Championship 2025/2026.

Mahesa Jenar meraih hasil optimal dengan bermain imbang.

Dengan hasil ini, mereka menduduki posisi terbawah dalam klasemen sementara Grup Timur, mengumpulkan dua poin dari sembilan laga yang telah dimainkan.

Para pendukung berpendapat bahwa penurunan performa tim ini disebabkan oleh ketidakmampuan manajemen dalam mengelola klub secara profesional.

Manajemen sempat diminta untuk dirombak, termasuk desakan agar Yoyok Sukawi, pemegang saham mayoritas PSIS, mengundurkan diri.(*)

Diberdayakan oleh Blogger.