Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Ringkasan Berita:
  • Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani berpotensi bertemu di babak semifinal Malaysia Open 2026.
  • Kesempatan itu muncul setelah Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berhasil melaju ke perempat final dan menempati undian bawah di Malaysia Open 2026.
  • Pada babak perempat final Malaysia Open 2026, Fajar/Fikri dijadwalkan bertanding melawan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India. Sementara itu, Sabar/Reza akan berhadapan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang berasal dari Malaysia.

medkomsubangnetwork,Dua pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (yang berada di unggulan ke-6) dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (unggulan ke-8), berpotensi untuk bertemu di babak semifinal Malaysia Open 2026.

Bersamaan dengan itu, Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berhasil melaju ke perempat final Malaysia Open 2026 yang dijadwalkan hari ini, Jumat, 9 Januari 2026, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berada di grup yang sama di babak penyisihan.

Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar/Fikri, dijadwalkan akan bertanding melawan unggulan ketiga dari India, yaitu Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Sementara itu, Sabar/Reza akan berhadapan dengan wakil tuan rumah yang merupakan unggulan kedua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Apabila Fajar/Fikri dan Sabar/Reza kompak meraih kemenangan di perempat final Malaysia Open 2026, keduanya otomatis menciptakan all Indonesian semifinal atau saling lawan di semifinal.

Namun peluang tersebut tidak sepenuhnya terbuka dengan lebar, lawan yang akan dihadapi Fajar/Fikri dan Sabar/Reza bukan sembarangan.

Untuk Fajar/Fikri, mereka menelan kekalahan di laga terakhir melawan Satwiksairaj/Shetty, tepatnya di fase grup BWF World Tour Finals 2025 Desember lalu.

Kala itu, Fajar/Fikri kalah dari Satwiksairaj/Shetty dengan skor 21-11, 16-21, 21-11.

Meski begitu, Fajar/Fikri pernah mengalahkan Satwiksairaj/Shetty di pertemuan pertama mereka yakni perempat final Australia Open 2025.

Fajar/Fikri membuyarkan misi Satwiksairaj/Shetty lolos semifinal Australia Open 2025 dengan kemenangan 21-19 dan 21-15.

Kembali bersua Satwiksairaj/Shetty untuk yang ketiga kalinya, Fajar/Fikri bertekad untuk membalas kekalahan yang mereka alami di BWF World Tour Finals 2025.

"Terakhir kami kalah di bulan lalu di World Tour Finals, pastinya kami ingin membalas kekalahan," kata Fajar, dikutip dari PB Djarum.

Sedangkan untuk Sabar/Reza, mereka di atas kertas lebih diunggulkan ketimbang Chia/Soh jika berkaca dari catatan pertemuan (head to head).

Dari lima laga yang telah mereka lakoni, Sabar/Reza mampu meraih empat kemenangan saat bertemu Chia/Soh.

Terakhir, Sabar/Reza mengubur mimpi Chia/Soh untuk bisa meraih medali emas SEA Games 2025.

Sabar/Reza keluar sebagai pemenang sekaligus meraih medali emas SEA Games 2025 setelah mengalahkan Chia/Soh dengan skor 21-14 dan  21-17.

Meski unggul head to head, Sabar/Reza akan tetap mewaspadai kebangkitan Chia/Soh yang tampil di hadapan suporternya sendiri.

"Tidak akan mudah karena juga main di negaranya mereka. Jadi, ya, kita besok fokus dan kami pengin memberikan hasil yang terbaik," ujar Reza, dikutip dari Djarum Badminton.

Kembalikan Kejayaan Ganda Putra

Kemenangan tentu diharapkan bisa disajikan Fajar/Fikri dan Sabar/Reza di perempat final Malaysia Open 2026 hari ini.

Dengan begitu, Indonesia otomatis bisa langsung meloloskan satu wakil ke final Malaysia Open 2026 dari sektor ganda putra.

Karena jika berkaca dari sejarah sejak Malaysia Open dihelat pada 1937, ganda putra Indonesia sejatinya menjadi yang paling sering juara dengan 14 gelar.

Namun dalam dua edisi terakhir, ganda putra Indonesia justru mletre, bahkan tidak ada yang mampu lolos semifinal.

Di Malaysia Open 2024, pencapaian terbaik diraih Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang finis sebagai perempat finalis.

Lalu di Malaysia Open 2025, pencapaian terbaik hanya 16 besar lewat Sabar/Reza.

Sedangkan ganda putra Indonesia terakhir yang mampu naik podium juara Malaysia Open adalah Fajar/Rian.

Fajar/Rian adalah kampiun Malaysia Open 2023, saat itu mereka berhasil mengalahkan pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dengan skor 21-18, 18-21, 21-13.

Lebih lengkapnya, berikut pencapaian ganda putra Indonesia di 5 edisi terakhir Malaysia Open:

  • 2021: ditiadakan lantaran Covid-19
  • 2022:  Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (runner-up)
  • 2023: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (juara)
  • 2024: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (perempat final)
  • 2025: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (16 besar)

Terlepas dari sorotan perang saudara yang kemungkinan disajikan Fajar/Fikri dan Sabar/Reza, akan ada tiga wakil Indonesia lainnya yang akan berjuang meraih tiket semifinal Malaysia Open 2026.

Mereka adalah Jonatan Christie (tunggal putra), Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (ganda putri).

Jonatan Christie yang berstatus unggulan ke-4 akan melawan wakil Jepang unggulan ke-8, Kodai Naraoka.

Lalu Putri Kusuma Wardani selaku unggulan ke-6 bakal bersua unggulan ke-2 asal China, Wang Zhi Yi.

Kemudian Ana/Tiwi sudah ditunggu pasangan Korea Selatan unggulan ke-6, Baek Ha-na/Lee So-hee.

(medkomsubangnetwork,/Isnaini)

medkomsubangnetwork, - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menepati janjinya untuk para peraih medali emas SEA Games 2025 dengan memberikan bonus sebesar Rp 1 miliar. Nominal itu meningkat drastis dari edisi sebelumnya.

Presiden Prabowo mencairkan bonus secara simbolis menyerahkan buku rekening kepada tiga perwakilan atlet peraih medali SEA Games ke-33. Yakni Edgar Xavier Marvelo (wushu), Basral Graito Hutomo (stakateboard), dan Martina Ayu Pratiwi (triathlon).

Pemberian bonus itu dilakukan oleh Prabowo saat menerima para atlet peraih medali SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (8/1) sore. Total Rp 465,25 miliar dikucurkan pemerintah kepada pahlawan olahraga nasional.

Rp 1 miliar jadi nominal bonus tertinggi yang diberikan pemerintah kepada atlet. Bonus itu diberikan kepada para atlet yang berhasil meraih medali emas di nomor perorangan.

Sementara atlet yang mendapatkan emas di nomor ganda dan beregu, masing-masing mendapatkan Rp 800 juta dan Rp 500 juta. Angka ini melonjak jauh ketimbang SEA Games edisi sebelumnya pada 2023.

Pada SEA Games 2023, peraih emas nomor perorangan dapat Rp 525 juta. Lalu ganda/pasangan menerima Rp 420 juta serta nomor beregu memperoleh bonus sebesar Rp 367,5 juta.

Peningkatan bonus emas ini sejalan dengan rekor manis yang diciptakan oleh kontingen merah putih. Raihan 91 emas dari total 333 medali ini bukan hanya sekedar melampaui target, tetapi juga mengantarkan Indonesia menempati ranking 2

Adapun pemberian bonus diputuskan berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan dan Pelatih Olahraga Berprestasi pada Penyelenggaraan South East Asian (SEA) Games Ke-33 Thailand Tahun 2025.

“Bapak Presiden juga begitu bangga atas raihan 91 emas, sehingga bonus untuk peraih emas SEA Games kali ini naik dua kali lipat dari sebelumnya menjadi Rp 1 miliar. Ini terbesar sepanjang sejarah," kata Erick di Istana Negara.

"Ini adalah bukti kepedulian Bapak Presiden atas masa depan para atlet, dan komitmen pemerintah untuk selalu mendukung para atlet kebanggaan tanah air,” tambahnya.

Namun peningkatan bonus hanya terjadi pada peraih emas. Untuk atlet yang dapat perak dan perunggu tak mengalami perubahan alias sama seperti saat SEA Games 2023.

Atlet peraih medali perak berhak mendapatkan Rp 315 juta untuk nomor perorangan, Rp 252 juta untuk ganda, serta Rp 220,5 juta untuk nomor beregu. Begitu pula dengan mereka yang menyabet perunggu.

Atlet tunggal peraih medali perunggu dapat bonus sebesar Rp 157 juta. Lalu yang berlaga di nomor ganda dapat Rp 126 juta, serta Rp 110,25 juta untuk kategori beregu.

Rincian pemberian bonus SEA Games 2025

– Atlet Perorangan:

Emas Rp 1.000.000.000

Perak Rp 315.000.000

Perunggu Rp 157.500.000

– Atlet Ganda:

Emas Rp 800.000.000

Perak Rp 252.000.000

Perunggu Rp 126.000.000

– Atlet Beregu:

Emas Rp 500.000.000

Perak Rp 220.500.000

Perunggu Rp 110.250.000

– Pelatih Perorangan/Ganda:

Emas Rp 300.000.000

Perak Rp 126.000.000

Perunggu Rp 63.000.000

– Pelatih Beregu:

Emas Rp 400.000.000

Perak Rp 189.000.000

Perunggu Rp 94.500.000

– Pelatih untuk Medali Kedua dan seterusnya:

Emas Rp 150.000.000

Perak Rp 63.000.000

Perunggu Rp 31.500.000

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa terdapat fleksibilitas dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meskipun undang-undang terkait belum sepenuhnya diterbitkan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa APBN telah dirancang secara cermat dan disahkan sebagai undang-undang. Fleksibilitas ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan penyesuaian jika terjadi dinamika ekonomi atau perubahan kebijakan, tanpa perlu mengubah undang-undang itu sendiri. Mekanisme ini, menurutnya, merupakan bagian integral dari tata kelola fiskal yang bertujuan menjaga responsivitas pemerintah terhadap kondisi aktual, sambil tetap memastikan kepastian hukum dan disiplin anggaran.

"Kalaupun kemudian ada perkembangan atau ada perubahan-perubahan, tentunya sudah diatur di dalam sebuah mekanisme di mana memang Bapak Presiden diberikan ruang juga di dalam APBN pada saat pelaksanaannya mungkin terjadi penyesuaian-penyesuaian," ujar Prasetyo. Hal ini menunjukkan bahwa APBN dirancang dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya penyesuaian di tengah jalan, yang merupakan praktik umum dalam pengelolaan anggaran negara.

Keterlambatan Penyerahan DIPA dan Peraturan APBN 2026

Meskipun demikian, muncul pertanyaan publik terkait belum diserahkannya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) serta belum diterbitkannya peraturan rinci APBN 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pemerintahan sebelumnya, penyerahan DIPA biasanya dijadwalkan pada pertengahan Desember tahun sebelumnya, seperti 17 Desember 2025. Namun, hingga awal Januari 2026, proses ini belum juga dilakukan untuk kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berulang kali menekankan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyaluran belanja negara, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar tidak terjadi penumpukan di akhir tahun anggaran. Ia berpendapat bahwa penyerahan DIPA lebih bersifat seremonial dan keterlambatan agenda tersebut tidak akan menghambat pelaksanaan program.

Menurut Purbaya, penundaan penyerahan DIPA, yang semula dijadwalkan pada Selasa, 16 Desember 2025, disebabkan oleh penyesuaian jadwal Presiden. "Kan ini upacaranya saja, nanti kita tunggu kapan istana punya waktu. Bukan berarti pelaksanaannya APBN 2026 terhambat. Memang mundur dua minggu kan seremoninya. Tapi yang lain jalan," jelasnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa proses administratif yang bersifat seremoni tidak serta-merta menghentikan roda pelaksanaan anggaran yang lebih teknis.

Potensi Pelanggaran Hukum dan Prinsip Transparansi

Namun, kondisi ini menimbulkan sorotan dari kalangan akademisi. Beni Kurnia Illahi, seorang pengajar Hukum Administrasi dan Keuangan Negara di Universitas Bengkulu, menyoroti bahwa berjalannya tahun anggaran 2026 tanpa dokumen hukum operasional belanja negara yang dapat diakses publik berpotensi mencederai prinsip transparansi.

Beni menegaskan bahwa Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara secara tegas mewajibkan transparansi dan ketaatan pada hukum. Prinsip ini merupakan amanat langsung dari Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. "Hal itu merupakan amanat langsung dari Pasal 23 ayat (1) UUD 1945. Bila Perpres [Rincian APBN] belum diundangkan dan diumumkan, maka secara hukum keberlakuannya masih lemah," ujarnya.

Lebih lanjut, Beni mengutip Pasal 11 ayat (5) UU Keuangan Negara yang menetapkan rincian APBN dalam Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar operasional belanja. Tanpa publikasi resmi, pelaksanaan anggaran saat ini berisiko cacat asas legalitas dan menimbulkan ketidakpastian hukum. "Sehingga akan memunculkan spekulasi-spekulasi bila pemerintah melaksanakan anggaran," tambahnya. Hal ini berpotensi menciptakan ruang bagi interpretasi yang berbeda dan keraguan mengenai dasar hukum pelaksanaan anggaran.

Selain dari perspektif keuangan negara, Beni juga menyoroti potensi pelanggaran dari sisi hukum administrasi negara. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, setiap tindakan pemerintah harus didasarkan pada asas legalitas, keterbukaan, dan kepastian hukum.

Menurut peneliti Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas ini, peraturan yang belum dipublikasikan secara resmi tidak dapat dianggap efektif mengikat, baik bagi aparatur pemerintah maupun masyarakat umum. "Dalam konteks ini, keterlambatan publikasi instrumen hukum APBN berpotensi dikualifikasi sebagai malaadministrasi berupa penundaan kewajiban hukum, karena negara menjalankan fungsi fiskalnya tanpa memastikan terlebih dahulu akses publik atas dasar hukumnya," tegas Beni. Keterlambatan ini, menurutnya, dapat dikategorikan sebagai bentuk penundaan dalam memenuhi kewajiban hukum negara untuk menyediakan akses publik terhadap dasar hukum pelaksanaan tugasnya.

Pelaku Tunggal Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon Terungkap: Bukti Ilmiah Mengarah pada HA

Kepolisian telah memastikan bahwa HA (31) adalah satu-satunya pelaku yang bertanggung jawab atas pembunuhan MAHM (9), putra dari seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Cilegon, Banten. Kepastian ini didapat setelah melalui serangkaian pembuktian ilmiah yang tak terbantahkan, menguatkan keterlibatan HA secara langsung dalam aksi keji yang menggemparkan publik tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, memaparkan kronologi pengungkapan kasus ini. Setelah penangkapan HA di kawasan Pabuaran, Ciwedus, Kota Cilegon, pada Jumat (2 Januari 2026), penyidik segera memeriksa tas yang dibawa oleh tersangka. Di dalam tas tersebut, ditemukan dua bilah pisau yang langsung menimbulkan kecurigaan mendalam.

"Timbul kecurigaan bahwa pisau ini adalah pisau yang digunakan untuk menusuk korban (MAHM)," ujar Kombes Pol Dian Setyawan kepada awak media di Mapolres Cilegon pada Senin (5 Januari 2026). "Penyidik membawa pisau untuk dilakukan pemeriksaan secara biologis forensik."

Puslabfor Temukan Jejak DNA Korban pada Pisau Tersangka

Kecurigaan awal ini kemudian terkonfirmasi melalui pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. Melalui uji biologis forensik yang cermat, ditemukan adanya bercak darah pada salah satu pisau milik tersangka yang mengandung DNA identik dengan korban, MAHM.

"Alhamdulillah dari pisau yang ditemukan pada pelaku ini masih tertinggal bercak darah, yang mana dalam darah ada DNA identik dengan korban saudara MAHM, 9 tahun," ungkap Kombes Pol Dian Setyawan dengan nada lega. Temuan ini menjadi bukti kunci yang memperkuat konstruksi perkara dan secara definitif membantah kemungkinan adanya pelaku lain, serta mengaitkan pelaku pencurian dengan pelaku pembunuhan.

Rekaman CCTV dan Bukti Fisik Perkuat Identitas Pelaku

Tak hanya bukti biologis, rangkaian bukti fisik lainnya juga saling menguatkan keterlibatan HA. Kombes Pol Dian Setyawan menjelaskan bahwa rekaman CCTV yang berhasil diamankan menunjukkan kesamaan identik antara jaket kulit, sepatu safety, dan tas yang digunakan HA saat melakukan aksi pencurian di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Rois, dengan barang-barang yang dikenakan pelaku saat melakukan pembunuhan di lokasi pertama.

Lebih lanjut, sepeda motor Honda Beat berwarna biru hitam yang ditemukan di kontrakan HA juga terbukti cocok dengan kendaraan yang terekam oleh kamera pengawas di lokasi kejadian. "Ciri-cirinya fisiknya sama persis dengan TKP 1 (lokasi pembunuhan) yang di BBS 3," tegas Kombes Pol Dian Setyawan.

Gabungan dari berbagai bukti ilmiah ini semakin memantapkan langkah penyidik untuk menetapkan HA sebagai tersangka utama dan satu-satunya pelaku dalam kasus pembunuhan dan pencurian yang meresahkan ini. "Kemudian hasil pemeriksaan memang sudah diakui bahwa yang bersangkutan adalah yang melakukan pembunuhan di TKP 1," ujar Kombes Pol Dian Setyawan. "Dan kalau jadi pertanyaan kok bisa pelaku pencurian ini jadi pelaku pembunuhan itu juga patah karena sudah dengan pembuktian ilmiah, ditemukan pisau yang masih ada darah yang mengandung DNA milik korban MAHM."

Detail Forensik: Dua Pisau, Satu Berlumur Darah Korban

Kompol Irfan Rofik dari Puslabfor Mabes Polri merinci proses pemeriksaan forensik yang dilakukan berdasarkan surat permohonan resmi dari Kapolres Cilegon tertanggal 3 Januari 2026. Barang bukti utama yang diuji adalah dua bilah pisau bergagang kayu warna krem dengan panjang sekitar 24 sentimeter.

"Jadi di sini ada dua bilah pisau yang satu dalam kemasan, masih di dalam bungkusnya di plastik dan yang satu tidak ada pengemas atau tidak ada bungkusnya," jelas Kompol Irfan Rofik.

Hasil pemeriksaan laboratoris kriminalistik menunjukkan bahwa pisau yang masih terbungkus plastik tidak menunjukkan adanya bercak darah. Namun, pisau yang tidak dibungkus memberikan hasil yang mengejutkan. "Kami melakukan pemeriksaan secara laboratoris kriminalistik bahwa pada satu bilah pisau yang tidak kemasan ada darah ini cocok atau identik dengan darah korban," ungkap Kompol Irfan Rofik. "Sehingga pisau itu adalah pisau yang digunakan pelaku untuk melakukan penusukan terhadap korban."

Rangkaian Bukti Ilmiah Menutup Ruang Keraguan

Dengan tuntasnya rangkaian pembuktian ilmiah yang meliputi penemuan DNA korban pada pisau tersangka, kesesuaian rekaman CCTV dengan pakaian dan kendaraan pelaku, serta pengakuan tersangka itu sendiri, kepolisian kini tidak memiliki keraguan lagi. HA adalah pelaku tunggal yang bertanggung jawab atas tewasnya MAHM.

Kasus ini kini telah memasuki tahap lanjutan proses hukum. Pihak kepolisian akan melanjutkan proses penyelidikan dan penyidikan untuk membawa pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Sementara itu, keluarga korban masih berduka dan menantikan keadilan atas peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang bocah tak berdosa di dalam rumahnya sendiri.

medkomsubangnetwork - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, berbicara blak-blakan soal profil pemain Indonesia. Pria yang sukses membawa PSM Makassar bangkit itu menyinggung satu realitas yang tak bisa dihindari: postur tubuh pemain Indonesia relatif kecil. Namun, di balik keterbatasan fisik itu, Tavares justru menemukan mental bertarung dan komitmen besar yang membuatnya terkesan.

Tavares menyebut sepak bola Indonesia tengah berada dalam fase desain ulang. Perubahan itu tak lepas dari masifnya pemain naturalisasi dan keturunan, terutama yang berkarier di Belanda. Faktor sejarah kolonial menjadi salah satu pintu masuknya.

“Bapak Erick Thohir, yang dulu Presiden Inter Milan, adalah orang Indonesia dan sekarang menjadi bos sepak bola di Indonesia. Dia berinvestasi besar di tim nasional. Karena Indonesia bekas koloni Belanda, mereka bisa mendatangkan banyak pemain dari divisi satu atau dua Belanda dengan paspor Indonesia,” ujar Tavares dipetik medkomsubangnetworkdariRenascenca.

Kehadiran para pemain berpaspor Belanda itu, menurut Tavares, secara perlahan menggeser posisi pemain lokal. Namun, ia menegaskan bahwa pemain Indonesia tetap memiliki ciri khas yang menonjol: kecepatan.

“Jika kita analisis profil pemain Indonesia, mereka sangat cepat. Biasanya paling efektif saat transisi menyerang maupun bertahan. Kecepatan adalah kekuatan utama mereka,” jelasnya.

Meski begitu, Tavares tak menutup mata pada persoalan mendasar. Ia memberikan peringatan keras jika pemain Indonesia terus bergantung pada fisik dan kecepatan semata.

“Masalah terbesar ada pada pengambilan keputusan. Mereka belum terlalu kuat di area itu,” katanya.

Ia lalu menyinggung soal postur tubuh. Bagi Tavares, tinggi badan masih menjadi isu krusial, terutama dalam duel dan penerapan taktik modern.

“Di Indonesia, tinggi 175 sentimeter sudah dianggap tinggi. Padahal, kita tahu tinggi badan sangat penting dalam sepak bola, baik secara ofensif maupun defensif,” bebernya dalam wawancara dengan media Portugal, Bola Branca, .

Menurut Tavares, keterbatasan postur ini menjadi celah besar dalam pertahanan tim nasional Indonesia, terutama saat berhadapan dengan tim-tim Asia lain yang unggul secara fisik.

“Mereka sering kalah dalam duel dan gaya bermain seperti itu,” sambungnya.

Namun, kritik tersebut tak lantas menutup pujian. Tavares justru mengakui bahwa beberapa pemain Indonesia punya kualitas untuk bermain di liga profesional Portugal.

Ia mencontohkan pengalamannya saat mengambil alih PSM Makassar pada 2022. Saat itu, PSM terpuruk di peringkat ke-14 dan ditinggal para pemain terbaiknya.

“Saya memaksimalkan pemain yang tersisa dan mendatangkan pemain dari divisi tiga serta tim junior. Beberapa dari mereka bahkan masuk tim nasional pada tahun berikutnya,” ungkap pelatih berusia 45 tahun asal Proença-a-Nova, Portugal itu.

Nama Yance Sayuri dan Yacob Sayuri menjadi contoh paling nyata. Tavares bahkan menyebut keduanya layak bersaing di klub sekelas SC Braga.

“Saat itu saya melihat Braga. Pemain sayap bertahan mereka tidak lebih unggul dari saudara Sayuri. Mereka sangat cepat, mentalnya kuat, reaksinya cepat saat kehilangan bola. Satu menembak dengan kaki kiri, satu dengan kaki kanan,” paparnya.

Kekaguman Tavares memuncak saat membandingkan mental pemain Indonesia dengan karakter khas sepak bola Eropa.

“Gaya bertarung mereka mengingatkan saya pada pemain Jerman, kolektif, pekerja keras, dan punya sikap bertanding yang kuat,” tutup.

Pandangan Bernardo Tavares tentang pemain Indonesia yang unggul dalam kecepatan tetapi terbatas secara postur menemukan relevansinya di skuad Persebaya Surabaya. Green Force memiliki sejumlah pemain lokal dengan karakter serupa: bertubuh relatif kecil, lincah, dan mengandalkan akselerasi dalam permainan.

Nama Alfan Suaib menjadi contoh paling jelas. Pemain muda ini dikenal aktif bergerak di ruang sempit, cepat saat membawa bola, dan agresif dalam transisi. Meski tidak menonjol secara postur, mobilitasnya membuat Alfan efektif dalam tempo permainan tinggi.

Di sektor sayap, Malik Risaldi juga merepresentasikan profil pemain yang mengandalkan kecepatan dan keberanian duel satu lawan satu. Pergerakan tanpa bola dan kemampuan menusuk dari sisi lapangan menjadi kekuatan utama, terutama saat Persebaya membutuhkan serangan langsung dan cepat. Pemain yang pernah dipanggil Timnas Indonesia ini bisa menjadi solusi penting keran gol Persebaya yang belum juga mengalir deras.

Sementara itu, Mikael Tata di posisi bek kiri menawarkan kombinasi kecepatan dan stamina. Tata bukan tipe full-back dengan keunggulan duel udara, tetapi dikenal aktif naik-turun sisi lapangan dan kuat dalam menjaga intensitas permainan sepanjang laga.

Nama lain yang mencerminkan karakter tersebut adalah Ichsas Baihaqi. Sebagai gelandang muda, Ichsas lebih mengandalkan kelincahan, pergerakan cepat, dan distribusi bola sederhana. Posturnya tidak besar, namun aktivitasnya di lini tengah membuat sirkulasi permainan Persebaya tetap hidup.

Keempat pemain ini menunjukkan bahwa Persebaya memiliki stok pemain yang sesuai dengan gambaran umum Tavares tentang sepak bola Indonesia: cepat, dinamis, dan agresif, meski tidak unggul secara fisik. Tantangannya terletak pada bagaimana karakter tersebut dipoles agar tetap efektif dalam duel, organisasi bertahan, dan pengambilan keputusan.

Dengan materi seperti ini, Persebaya menjadi cerminan nyata dari isu yang disinggung Tavares sebelumnya, sekaligus peluang untuk membuktikan bahwa pemain bertubuh kecil tetap bisa kompetitif jika dikelola dengan pendekatan taktik dan fisik yang tepat.

Menjadi Turning Point Persebaya Surabaya

Kehadiran Bernardo Tavares diharapkan menjadi titik balik penting bagi Persebaya Surabaya. Ia dijadwalkan memimpin latihan perdana pada awal Januari 2026 sebagai langkah awal membangun fondasi tim.

Ekspektasi tinggi mengiringi kedatangan Tavares ke Kota Pahlawan. Pengalaman membawa PSM Makassar menjuarai Super League 2022/2023 menjadi alasan utama kepercayaan besar publik Surabaya.

Tak hanya soal gelar, gaya kepelatihan Tavares juga menjadi sorotan. Ia dikenal sebagai pelatih yang realistis dan mampu memaksimalkan potensi pemain sesuai karakter tim.

Pesan penting Tavares kepada pemain dan suporter pernah ia sampaikan saat meraih gelar juara di Liga Indonesia. Pernyataan itu kini relevan sebagai gambaran filosofi yang kemungkinan diterapkan di Persebaya Surabaya.

“Kami perlu menyampaikan kepada para pemain dan penggemar bahwa musim ini akan sangat rumit,” beber Tavares saat diwawancara Ines Antunes dari Sport Informa.

Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif menghadapi tantangan kompetisi.

“Dan kami harus memahami bahwa perlu mengadopsi gaya bermain yang sesuai dengan karakteristik pemain kami,” lanjutnya. Pendekatan tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan tim yang ia latih.

Tavares menjelaskan karakter pemain yang cepat namun tidak terlalu kuat secara teknis. Dari situ, ia memilih pendekatan taktis yang pragmatis dan efektif.

“Oleh karena itu, yang kami lakukan adalah memberikan bola kepada lawan, lebih fokus pada transisi,” jelas Tavares. Strategi tersebut terbukti mampu membawa hasil maksimal di lapangan.

“Dan begitulah cara kami menang,” tegasnya singkat namun penuh makna. Filosofi ini diyakini akan menjadi dasar pendekatan Tavares bersama Persebaya Surabaya.

Selain aspek teknis, Tavares juga memiliki ketertarikan emosional terhadap sepak bola Indonesia. Ia mengaku terpesona dengan atmosfer dan semangat luar biasa dari para pendukung.

“Saya selalu terpesona oleh Indonesia, baik oleh semangat para penggemarnya maupun jumlah orang yang tertarik,” ungkap Tavares. Menurutnya, dukungan suporter menjadi energi besar bagi tim.

Dengan segala latar belakang dan pesan yang ia bawa, Bernardo Tavares kini memikul ekspektasi besar. Harapan baru dimulai, dan publik Surabaya menunggu pembuktian nyata di lapangan. 

Saat ini Persebaya Surabaya naik ke peringkat 5 klasemen Super League 2025/2026 setelah menang tipis 1-0 atas Madura United di pekan ke-16. Kemenangan ini menjadi modal apik menyongsong era baru Bernardo Tavares yang mulai memberi harapan tembus papan atas. 

Laga Madura United vs Persebaya Surabaya berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu (3/1/2026). Duel berlangsung ketat sejak menit awal dengan intensitas kecepatan tinggi dan tensi khas Derbi Suramadu.

Kemenangan di kandang rival ini memberi suntikan kepercayaan diri besar bagi Persebaya Surabaya. Dengan fondasi yang mulai kuat, era baru Bernardo Tavares berpeluang membawa Green Force menembus papan atas Super League.

Alasan kenapa Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro? Tuduhan kartel narkoba, politik dan sanksi AS

AS Targetkan Presiden Venezuela: Mengapa Nicolás Maduro Menjadi Sasaran Utama?

Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah operasi besar telah menggemparkan dunia internasional. Langkah ini, yang disebut sebagai intervensi paling signifikan AS di Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir, menimbulkan pertanyaan mendasar: mengapa AS sampai menargetkan seorang kepala negara yang masih berkuasa?

Menurut pernyataan Trump dan pejabat pemerintahannya, penangkapan ini bukanlah keputusan mendadak. Sebaliknya, ini merupakan puncak dari tekanan politik, hukum, dan keamanan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun terhadap pemerintahan Maduro.

Sejak Agustus 2017, pemerintahan Trump telah menerapkan serangkaian sanksi terhadap Venezuela. Sanksi awal melarang Venezuela mengakses pasar keuangan AS. Pada Mei 2018, sanksi tersebut diperluas untuk memblokir pembelian utang Venezuela.

Alasan Utama di Balik Tindakan AS

Pemerintahan AS mengemukakan beberapa alasan utama mengapa mereka mengambil langkah drastis terhadap Nicolás Maduro:

  1. Tuduhan Menjalankan Kartel Narkoba Internasional Alasan paling menonjol yang dikemukakan oleh Washington adalah tuduhan bahwa Nicolás Maduro terlibat dalam jaringan narkotika lintas negara. Pemerintah AS menuduh Maduro dan lingkaran terdekatnya berperan dalam apa yang mereka sebut sebagai "narco-state", yaitu sebuah negara di mana aparat dan pemimpinnya dituding melindungi atau mengendalikan peredaran narkoba. Pada tahun 2020, Departemen Kehakiman AS secara resmi mengajukan dakwaan pidana terhadap Maduro, yang mencakup tuduhan konspirasi narkotika dan korupsi. Maduro sendiri dengan tegas membantah semua tuduhan ini, menyebutnya sebagai bentuk kriminalisasi politik.

  2. Tekanan agar Maduro Lengser dari Kekuasaan Selama berbulan-bulan, pemerintahan Trump secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak lagi menganggap Maduro sebagai presiden yang sah. AS menilai bahwa pemilu di Venezuela penuh dengan manipulasi dan tidak demokratis, terutama pemilu yang mengantarkan Maduro ke masa jabatan ketiganya. Trump dan sekutunya berulang kali menyerukan agar Maduro mundur dari jabatannya. Namun, tekanan diplomatik dan sanksi ekonomi yang diterapkan dinilai tidak membuahkan hasil yang signifikan. Klaim mengenai operasi penangkapan ini kemudian disebut sebagai langkah lanjutan untuk "memulihkan demokrasi" di Venezuela, menurut versi pemerintah AS.

  3. Isu Pelanggaran Hak Asasi Manusia Alasan lain yang dikemukakan oleh AS adalah rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di bawah pemerintahan Maduro. Washington merujuk pada laporan internasional, termasuk temuan dari Misi Pencari Fakta PBB, yang menyebutkan adanya dugaan penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap kelompok oposisi. Penindasan terhadap demonstrasi besar pada tahun 2014 dan 2017, serta penahanan ribuan pengunjuk rasa pasca-pemilu 2024, sering kali dijadikan dasar pembenaran bagi tekanan AS terhadap pemerintah Caracas.

  4. Kepentingan Strategis dan Politik Regional Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sehingga stabilitas dan arah politik negara ini memiliki dampak strategis yang sangat besar. Pemerintahan Trump memandang kedekatan Maduro dengan negara-negara seperti Rusia, Tiongkok, dan Iran sebagai ancaman geopolitik di kawasan Amerika. Dengan menekan, bahkan menargetkan Maduro, AS dinilai ingin memutus pengaruh negara-negara rival di Amerika Latin. Selain itu, langkah ini juga dimaksudkan untuk mengirimkan sinyal keras kepada pemerintahan kiri lain yang berseberangan dengan kebijakan Washington.

  5. Pesan Politik Donald Trump Klaim penangkapan Maduro juga dapat diartikan sebagai pesan politik dari Donald Trump, baik untuk audiens di dalam negeri AS maupun di panggung global. Trump ingin menampilkan citra yang tegas terhadap isu narkoba, otoritarianisme, dan musuh-musuh geopolitik AS. Sekaligus, ia ingin menunjukkan bahwa pemerintahannya berani mengambil langkah-langkah ekstrem untuk mencapai tujuannya.

Namun demikian, klaim mengenai penangkapan ini hingga kini masih menjadi subjek perdebatan internasional dan telah memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin. Apapun kebenaran yang akhirnya terungkap, peristiwa ini telah menandai babak baru dalam ketegangan antara Washington dan Caracas, sekaligus mengguncang stabilitas politik di seluruh benua Amerika Latin.

Selain Amran Sulaiman, 2 sosok lain dinilai mampu pimpin IKA Unhas, alumnus pertanian dan kehutanan

medkomsubangnetwork,, MAKASSAR - Beberapa nama disebut-sebut bakal calon Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas).

 Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas bakal digelar 27 April 2026 mendatang.

Agenda utamanya, pemilihan Ketua Umum.

Masa jabatan Ketua Umum Andi Amran Sulaiman akan berakhir.

Meski begitu, namanya santer dikabarkan akan kembali terpilih.

Sebab para pemilik suara di Mubes kompak mendukung Andi Amran Sulaiman.

Selain Amran, nama Prof Nurdin Abdullah dan Danny Pomanto juga dimunculkan.

Beberapa nama mencuat ke permukaan bahkan sudah menjadi bahan obrolan di beberapa grup WAG Alumni Unhas.

Prof Nurdin Abdullah alumni Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unhas. 

Nama mantan Gubernur Sulsel dan Bupati Bantaeng itu diusung Jabal Nur, alumnus Unhas.

Politisi muda PAN ini menilai prof Nurdin sangat layak mempimpin organisasi Unhas, sebab telah berpengalaman memimpin organisasi bertaraf internasional hingga memiliki jaringan luas. 

“Ini karena beliau juga ketua alumni Jepang, saya kira pas kalau pak Nurdin yang jadi ketua Ika Unhas pada mubes Ika Unhas akan datang,” kata Jabal Nur melalui rilisnya Kamis (1/1/2026). 

Selain Nurdin Abdullah ada tokoh mantan Wali Kota makassar yang layak untuk jadi ketua umum IKA Unhas  yaitu Danny Pomanto.

Menurut Jabal munculnya beberapa tokoh alumni Unhas menandakan banyak tokoh yang peduli telah muncul ke permukaan sejak empat tahun terlahir ini.

“Sudah selayaknya Ika Unhas ini dinakhodai oleh orang orang yang peduli sama organisasi dan bukan kepentingan pribadinya saja,” kata alumni peternakan Unhas itu. 

Mubes IKA Unhas rencananya akan berlangsung pada bulan April 2026.

Infonya telah terbentuk panitia dan segera akan bekerja untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Ketua Panitia Mubes IKA Unhas Muhammad Ramli Rahim menyebut pemilik suara berasal dari berbagai tingkatan kepengurusan.

"Mulai dari pengurus pusat, pengurus wilayah,pengurus daerah, pengurus IKA fakultas, ika departemen, badan otonom," kata Muhammad Ramli Rahim dalam pesannya saat dikonfirmasi pada Sabtu (3/1/2026) malam.

Pengurus wilayah merujuk pada kepengurusan tingkat provinsi.

Sementara pengurus daerah setingkat kabupaten/kota.

Pengurus IKA Fakultas sesuai dengan jumlah fakultas di Unhas.

Sementara IKA departemen merujuk pada tingkatan program studi.

Ramli Rahim menyebut seluruh suara berasal murni dari alumni.

Pihak kampus tidak memiliki suara dalam pemilihan Ketua Umum IKA Unhas 

"Cuma rektor penentu akhir karena pengesahan di rektor. Supaya menghindari dualisme kepengurusan sehingga melalui pengesahan," kata Ramli Rahim.

Sejumlah tokoh penting saat ini menjabat diberbagai tingkatan IKA Unhas.

Ketua IKA Fakultas Pertanian Unhas Ilham Arief Sirajuddin.

Ketua IKA Fakultas Hukum Munafri Arifuddin.

Ketua IKA Fakultas Kedokteran Gigi Andi Rachmatika Dewi

Ketua IKA Fakultas Ilmu Budaya Abdul Waris Halid.

Ketua IKA Fakultas Peternakan Andi Munawir.

Ketua IKA Fakultas Kelautan dan Perikanan M Ilyas

Ketua IKA Teknik Sapri Andi Pamulu.

Ketua IKA Sulawesi Selatan Ramdhan Pomanto

Ketua IKA Kalimantan Timur Isradi Zainal.

Ketua IKA Sulawesi Utara Victor Mailangkay.

Ketua IKA Unhas Makassar ada Rudianto Lallo serta banyak nama lainnya.

Disisi lain, Beberapa nama tersebut telah mencuat ke permukaan bahkan sudah menjadi bahan obrolan di beberapa grup WAG Alumni Unhas.

Salah satu nama yang mencuat adalah Prof Nurdin Abdulla alumni Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unhas. 

Nama mantan Gubernur Sulsel dan Bupati Bantaeng tersebut diungkapkan oleh Jabal Nur, Alumni Unhas.

Politisi muda PAN ini menilai prof Nurdin sangat layak mempimpin organisasi Unhas sebab telah berpengalaman memimpin organisasi bertaraf internasional hingga memiliki jaringan luas. 

“Ini karena beliau juga ketua alumni Jepang, saya kira pas kalau pak Nurdin yang jadi ketua Ika Unhas pada mubes Ika Unhas akan datang,” kata Jabal Nur melalui rilisnya Kamis (1/1). 

Selain Nurdin Abdullah ada tokoh mantan Wali Kota makassar yang layak untuk jadi ketua umum Ika Unhas  yaitu Danny Pomanto.

Menurut Jabal munculnya beberapa tokoh alumni Unhas menandakan banyak tokoh yang peduli telah muncul ke permukaan sejak empat tahun terlahir ini.

Laporan Wartawan medkomsubangnetwork,, Faqih Imtiyaaz

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat dituding melanggar Piagam PBB setelah melancarkan invasi ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro.
  • Para pakar hukum internasional menilai operasi tersebut sebagai kejahatan agresi, sementara sanksi terhadap AS hampir mustahil dijatuhkan karena hak veto di Dewan Keamanan PBB. 
  • Jika tidak ada konsekuensi, para ahli memperingatkan bahwa negara lain, termasuk China, bisa mencontoh dengan melakukan invasi ke Taiwan.

medkomsubangnetwork– Amerika Serikat melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1/2025) dini hari waktu setempat, menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Pasangan tersebut, dibawa ke New York dan didakwa atas tuduhan terorisme dan kejahatan narkoba.

Namun, sah atau tidaknya operasi tersebut kini dipertanyakan.

Bahkan, sejumlah sekutu Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi tersebut melanggar hukum internasional.

Mengutip The Guardian, para ahli sepakat bahwa Amerika Serikat kemungkinan telah melanggar ketentuan Piagam PBB.

Piagam PBB ditandatangani pada Oktober 1945 dan dirancang untuk mencegah terulangnya konflik berskala Perang Dunia Kedua.

Ketentuan utama dalam perjanjian tersebut, yang dikenal sebagai Pasal 2(4), menetapkan bahwa negara harus menahan diri dari penggunaan kekuatan militer terhadap negara lain serta menghormati kedaulatan masing-masing.

Geoffrey Robertson KC, salah satu pendiri Doughty Street Chambers dan mantan presiden pengadilan kejahatan perang PBB di Sierra Leone, mengatakan serangan terhadap Venezuela bertentangan dengan Pasal 2(4) Piagam PBB.

“Kenyataannya adalah Amerika melanggar Piagam PBB,” ujarnya.

“Amerika telah melakukan kejahatan agresi, yang oleh Pengadilan Nuremberg digambarkan sebagai kejahatan tertinggi, kejahatan terburuk dari semuanya.”

Elvira Domínguez-Redondo, profesor hukum internasional di Universitas Kingston, menyebut operasi tersebut sebagai kejahatan agresi dan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara lain.

Sementara itu, Susan Breau, profesor hukum internasional sekaligus peneliti senior di Institute of Advanced Legal Studies, menyatakan bahwa serangan tersebut hanya dapat dianggap sah jika Amerika Serikat memiliki resolusi dari Dewan Keamanan PBB atau bertindak untuk membela diri.

“Tidak ada bukti sama sekali untuk kedua alasan tersebut,” kata Breau.

Bagaimana Amerika Serikat Membela Diri?

Amerika Serikat kemungkinan akan berupaya mencari pembenaran bahwa serangan ke Venezuela dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri, untuk menghadapi ancaman yang diduga berasal dari “organisasi teroris narkoba” yang dituduhkan dipimpin oleh Maduro.

Baik Piagam PBB maupun hukum domestik AS memang memberikan ketentuan terkait penggunaan kekuatan militer untuk membela diri.

Namun, Robertson menilai, argumen tersebut tidak masuk akal.

“Tidak ada cara yang masuk akal bagi Amerika untuk mengklaim bahwa tindakan ini merupakan pembelaan diri,” ujarnya.

“Untuk menggunakan pembelaan diri, Anda harus memiliki keyakinan yang nyata dan jujur bahwa Anda akan diserang dengan kekuatan.”

“Tidak ada satu pun indikasi bahwa tentara Venezuela akan menyerang Amerika Serikat.”

Ia menambahkan bahwa anggapan Maduro sebagai gembong narkoba tidak dapat membenarkan pelanggaran hukum internasional.

“Gagasan bahwa Maduro adalah semacam gembong narkoba tidak dapat mengalahkan aturan bahwa invasi demi perubahan rezim adalah tindakan ilegal,” kata Robertson.

“Anda harus membuktikan bahwa para pengedar narkoba tersebut benar-benar mengancam kedaulatan Amerika Serikat,” tambah Breau.

“Amerika Serikat akan berargumen keras bahwa perdagangan narkoba adalah momok yang telah membunuh banyak orang, dan saya setuju.”

“Namun, banyak pakar hukum internasional telah meneliti hal ini dan bahkan tidak ada bukti jelas bahwa para pengedar narkoba tersebut berasal dari Venezuela, apalagi bahwa mereka dikendalikan oleh Maduro dalam bentuk apa pun.”

Sanksi Apa yang Bisa Dikenakan terhadap AS?

Dewan Keamanan PBB memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara demi menjaga perdamaian internasional.

Sanksi tersebut, dapat berupa pembatasan perdagangan, embargo senjata, hingga larangan perjalanan.

Namun, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan Prancis) memiliki hak veto, hak istimewa untuk membatalkan atau menolak suatu keputusan.

Hal ini membuat hampir mustahil bagi Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi terhadap AS.

“Sanksi harus dijatuhkan oleh Dewan Keamanan, dan Amerika adalah anggota yang memiliki hak veto,” kata Robertson.

“Ini menunjukkan bahwa Dewan Keamanan menjadi badan yang tidak efektif."

"Negara yang melanggar hukum internasional dapat menghindari kecaman hanya dengan memvetonya, sehingga satu-satunya lembaga yang bisa bertindak menjadi lumpuh.”

Domínguez-Redondo menyebut situasi tersebut sebagai kondisi yang nyaris mustahil diatasi.

“Jika Dewan Keamanan tidak dapat memutuskan sanksi, negara-negara lain hanya bisa memilih apakah akan mengikuti sanksi tersebut atau tidak,” ujarnya.

“Namun, karena AS memiliki hak veto, sanksi tidak akan pernah diputuskan di sana.”

Dampak Global: Negara Lain Bisa Mencontoh

Jika Amerika Serikat tidak menghadapi konsekuensi apa pun atas invasi ke Venezuela, para pakar menilai hal tersebut dapat mendorong negara lain untuk melakukan tindakan serupa yang berpotensi melanggar hukum internasional.

“Konsekuensi paling jelas adalah China akan mengambil kesempatan untuk menginvasi Taiwan,” kata Robertson.

“Ini adalah momen paling tepat bagi mereka, dengan melihat invasi Trump ke Venezuela serta sikap lunaknya terhadap Rusia dalam invasi ke Ukraina.”

“Bahkan, saya akan mengatakan bahwa invasi Trump ke Venezuela merupakan kejahatan agresi, kejahatan yang sama seperti yang dilakukan Vladimir Putin dengan menginvasi Ukraina.”

Domínguez-Redondo menambahkan, situasi ini dapat semakin melemahkan peran Dewan Keamanan PBB.

“Dewan Keamanan merupakan mekanisme pencegah Perang Dunia Ketiga,” ujarnya.

“Mekanisme ini telah sangat dilemahkan, terutama oleh Amerika Serikat, tetapi juga oleh Inggris ketika mereka berperang tanpa otorisasi di Irak."

"Dewan Keamanan telah mengalami erosi yang serius.”

Penjelasan Konflik Amerika-Venezuela: Tuduhan Kecurangan Pemilu dan Gembong Narkoba

Mengutip NPR, Amerika Serikat merupakan salah satu dari sejumlah negara Barat yang menganggap pemerintahan Maduro tidak sah, dengan alasan adanya kecurangan masif dalam pemilihan umum 2024.

Pemerintahan Trump juga telah lama menuduh Maduro menjalankan organisasi kriminal perdagangan narkoba yang dikenal sebagai Cartel de los Soles.

Amerika Serikat mendeklarasikan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing pada November lalu.

Pada hari Sabtu, Jaksa Agung AS Pam Bondi mengatakan Maduro, Flores, dan pejabat senior Venezuela menghadapi dakwaan terkait dugaan “perdagangan narkoba dan konspirasi terorisme narkoba”, menurut dokumen dakwaan yang telah dibuka dan diunggah Bondi di X.

Dakwaan tersebut, menyebutkan bahwa sejak 1999, Maduro dan pihak lainnya bekerja sama dengan organisasi perdagangan narkoba internasional untuk mengangkut ribuan ton kokain ke Amerika Serikat.

Maduro berulang kali membantah tuduhan tersebut dan berbalik menuding Amerika Serikat berupaya menggulingkannya dari kekuasaan demi mendapatkan akses ke cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.

Di sisi lain, Trump mengklaim, Venezuela telah mencuri minyak dan aset milik AS.

Klaim ini dibantah oleh pemerintahan Maduro.

Pada Desember 2025, Trump memerintahkan blokade terhadap minyak Venezuela serta menjatuhkan sanksi terhadap kapal-kapal tanker.

Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Maduro dalam beberapa bulan terakhir, termasuk melancarkan serangan militer terhadap puluhan kapal kecil di Karibia dan Pasifik yang diklaim mengangkut narkoba menuju AS.

AS, khususnya CIA, juga melakukan serangan pesawat nirawak pekan lalu di area dermaga yang diyakini digunakan oleh kartel narkoba Venezuela.

Aksi ini menandai operasi langsung pertama di wilayah Venezuela sejak serangan dimulai pada September.

Trump mengatakan, perusahaan-perusahaan minyak AS akan menuju Venezuela dan beroperasi di cadangan minyak negara tersebut.

Ia tidak merinci perusahaan minyak mana yang dimaksud, dan belum jelas apakah ada perusahaan AS yang telah menyusun rencana konkret untuk langkah tersebut.

“Kita akan mengirimkan perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah, dan mulai menghasilkan uang untuk negara tersebut,” ujar Trump.

“Penerima manfaat terbesar adalah rakyat Venezuela,” tambahnya.

(medkomsubangnetwork, Tiara Shelavie)

Pergeseran Paradigma Pengelolaan Komoditas: DMO Batu Bara dan Bea Keluar Emas dalam Bingkai Ekonomi Politik

Perdebatan seputar rencana peningkatan porsi kewajiban pemenuhan batu bara domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) di atas 25 persen pada tahun 2026 seringkali disederhanakan hanya sebagai isu teknis energi. Pendekatan ini mengabaikan kompleksitas yang lebih luas, seolah kebijakan tersebut hanya berkaitan dengan pasokan listrik dan kepatuhan administratif perusahaan tambang. Padahal, jika ditelisik dari perspektif ekonomi politik yang lebih mendalam, wacana DMO justru mencerminkan perubahan fundamental dalam cara negara mengelola komoditas strategis. Perubahan ini berfokus pada pembagian surplus dan alokasi risiko di tengah siklus pasar global yang tidak lagi ekspansif.

Pergeseran ini sejalan dengan koreksi target produksi nasional dan pembahasan penyesuaian instrumen fiskal seperti bea keluar. Kombinasi keduanya memberikan sinyal bahwa negara tidak lagi sepenuhnya membiarkan sektor komoditas bergerak mengikuti logika pasar global, melainkan secara aktif mengatur bagaimana fluktuasi harga dan permintaan internasional diterjemahkan ke dalam perekonomian domestik.

Konteks Empiris: Penurunan Produksi dan Harga Komoditas

Konteks empiris dari perubahan ini cukup jelas. Produksi batu bara Indonesia pada tahun 2024 tercatat sekitar 836 juta ton dan diproyeksikan menurun menjadi sekitar 790 juta ton pada tahun 2025, menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Di sisi lain, harga batu bara acuan global Newcastle diperkirakan bergerak di kisaran 105–110 dollar AS per ton pada akhir 2025, sebagaimana diprediksi oleh Trading Economics dan Investing.com. Tingkat harga ini mengindikasikan fase pelandaian siklus, jauh di bawah puncaknya pada tahun 2022, namun belum mencapai titik terendah secara historis.

Pelandaian siklus ini juga tercermin pada kinerja ekspor. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai ekspor batu bara Indonesia pada semester pertama 2025 mengalami penurunan lebih dari 20 persen secara tahunan, dipicu oleh merosotnya harga dan melemahnya volume. Bersamaan dengan itu, negara-negara importir utama meningkatkan produksi domestik dan mempercepat diversifikasi energi, yang secara otomatis membatasi ruang ekspansi ekspor.

DMO: Lebih dari Sekadar Kewajiban Administratif

Dalam kondisi seperti ini, DMO memperoleh fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Batu bara merupakan input krusial bagi sistem ketenagalistrikan dan berbagai sektor industri. Konsumsi batu bara domestik untuk pembangkit listrik berkisar antara 140 hingga 160 juta ton per tahun, yang hampir seluruhnya diserap oleh PT PLN (Persero). Dengan porsi sebesar itu, fluktuasi harga batu bara global memiliki potensi transmisi langsung ke biaya listrik, struktur biaya industri, dan pada akhirnya inflasi.

Secara makroekonomi, DMO berfungsi sebagai mekanisme stabilisasi. Dengan mewajibkan sebagian produksi dijual ke pasar domestik pada harga yang telah ditetapkan, negara mampu menahan volatilitas harga energi. Harga batu bara domestik untuk pembangkit listrik dipertahankan di kisaran 70 dollar AS per ton sesuai kebijakan harga DMO. Ketika harga global melampaui level tersebut, selisih harga menciptakan mekanisme transfer implisit dari produsen ke konsumen energi domestik. Transfer ini, meskipun tidak tercatat sebagai subsidi fiskal, secara ekonomi berfungsi sebagai penahan biaya energi dan penyangga stabilitas makroekonomi.

Dari sisi mikroekonomi, implikasi kebijakan ini bersifat mekanis. Peningkatan porsi DMO akan menurunkan harga jual rata-rata gabungan (blended average selling price) produsen, terlepas dari efisiensi operasional masing-masing perusahaan. Tekanan terhadap margin laba bukan disebabkan oleh kesalahan manajerial, melainkan akibat perubahan struktur harga yang ditetapkan oleh kebijakan.

Dalam kerangka distribusi, DMO mengalihkan sebagian surplus harga global dari produsen ke sektor energi domestik dan pengguna akhir. Logika ini menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan pengendalian produksi nasional melalui evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya. Ketika produksi diturunkan untuk menyesuaikan dengan proyeksi permintaan global yang melemah, volume yang tersedia untuk pasar ekspor menyusut. Jika pada saat yang sama porsi DMO dinaikkan, maka dari volume yang lebih kecil tersebut, bagian yang harus dijual dengan harga domestik menjadi lebih besar. Secara simultan, kuantitas dan harga rata-rata bergerak menekan pendapatan produsen.

Batu Bara sebagai Penopang Sistem Produksi

Dalam perspektif ekonomi politik produksi, kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Merujuk pada pemikiran Piero Sraffa dalam Production of Commodities by Means of Commodities, terdapat komoditas tertentu yang berfungsi sebagai penopang reproduksi sistem industri secara keseluruhan. Komoditas semacam ini menentukan struktur biaya dan memengaruhi harga komoditas lain. Batu bara, sebagai input energi utama, jelas termasuk dalam kategori tersebut. Intervensi negara atas komoditas dasar dapat dipahami sebagai upaya mengatur distribusi surplus dan menjaga keseimbangan sistem produksi, bukan sekadar distorsi pasar.

Dalam kerangka ini, DMO dapat dibaca sebagai mekanisme distribusional. Negara secara sadar mengatur bagaimana surplus harga global dialokasikan antara produsen dan ekonomi domestik. Ketika harga global tinggi, sebagian surplus ditahan untuk menjaga stabilitas biaya produksi nasional. Saat harga global melemah, produsen tetap menghadapi tekanan karena struktur kebijakan telah mengunci sebagian volume pada harga yang lebih rendah. Dengan demikian, DMO berfungsi sebagai instrumen manajemen risiko sistemik, meskipun berkonsekuensi pada berkurangnya fleksibilitas korporasi.

Pendekatan Berbeda untuk Emas: Bea Keluar sebagai Instrumen Fiskal

Pendekatan negara terhadap emas menunjukkan desain kebijakan yang berbeda. Sejak akhir 2025, pemerintah menetapkan pengenaan bea keluar atas ekspor emas melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80 Tahun 2025 tentang Penetapan Barang Ekspor Berupa Emas yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar. Regulasi ini mengatur tarif bea keluar hingga 15 persen dan mulai berlaku 14 hari setelah ditetapkan pada 9 Desember 2025. Dengan aturan tersebut, ekspor emas secara eksplisit ditempatkan sebagai objek kebijakan fiskal aktif, bukan sekadar komoditas yang mengikuti mekanisme pasar internasional.

Penempatan emas dalam rezim bea keluar mencerminkan cara negara membaca fungsi ekonomi komoditas tersebut. Berbeda dengan batu bara, emas tidak berperan sebagai input utama dalam sistem produksi domestik. Ia lebih berfungsi sebagai penyimpan nilai dan komoditas ekspor bernilai tinggi, terutama pada periode ketidakpastian global ketika harga cenderung menguat. Produksi emas nasional pada 2025 diperkirakan mendekati 100 ton berdasarkan data Kementerian ESDM, sementara harga emas global bertahan di atas 2.000 dollar AS per troy ounce sepanjang 2024–2025 menurut World Gold Council. Dalam konteks ini, bea keluar menjadi instrumen untuk menangkap sebagian surplus harga global melalui kanal fiskal tanpa mengganggu struktur biaya domestik.

Perbedaan Perlakuan: Logika Ekonomi yang Berbeda

Rencana penerapan bea keluar pada batu bara tidak menempatkan kebijakan tersebut dalam posisi pertentangan dengan pengenaan bea keluar atas emas. Perbedaan instrumen dan desain kebijakan mencerminkan pembedaan fungsi ekonomi kedua komoditas dalam struktur produksi nasional. Batu bara sebagai komoditas dasar sistem ketenagalistrikan memerlukan instrumen stabilisasi berbasis harga dan volume melalui DMO. Bea keluar, apabila diterapkan pada batu bara, berfungsi sebagai lapisan tambahan dalam pengelolaan surplus pada fase siklus tertentu, bukan sebagai penyamaan perlakuan dengan emas.

Sebaliknya, emas sebagai komoditas surplus yang tidak menentukan struktur biaya domestik sejak awal lebih kompatibel dengan instrumen fiskal. Dengan demikian, perbedaan perlakuan antara batu bara dan emas bukanlah pengecualian atau inkonsistensi kebijakan, melainkan konsekuensi logis dari perbedaan posisi kedua komoditas dalam sistem produksi dan distribusi surplus. Dalam terminologi Sraffa, batu bara lebih dekat dengan komoditas dasar, sementara emas berada di luar inti reproduksi sistem.

Arsitektur Baru Pengelolaan Rente Komoditas

Kombinasi DMO dan bea keluar membentuk rezim baru pengelolaan rente. Negara tidak lagi hanya mengandalkan royalti dan pajak sebagai instrumen fiskal, tetapi menggunakan kombinasi kebijakan harga, volume, dan fiskal untuk mengatur distribusi manfaat dan risiko. Dalam rezim ini, sensitivitas laba produsen terhadap harga global menjadi lebih rendah. Ketika harga naik, sebagian keuntungan tertahan oleh kebijakan. Ketika harga turun, produsen tetap menghadapi tekanan karena struktur biaya dan kewajiban domestik.

Implikasinya terasa di pasar modal. Penilaian terhadap emiten komoditas tidak lagi bertumpu semata pada proyeksi harga global. Struktur biaya, basis pasar, dan eksposur terhadap kebijakan menjadi variabel kunci. Emiten dengan pasar domestik kuat dan integrasi ke sektor ketenagalistrikan cenderung dipersepsikan lebih defensif, sementara emiten yang sangat bergantung pada ekspor menghadapi risiko lebih tinggi ketika porsi DMO meningkat dan produksi dikoreksi.

Menavigasi Transisi Energi dan Tantangan Kebijakan

Lapisan lain yang memperkuat dinamika ini adalah tekanan transisi energi dan standar lingkungan. Batu bara menghadapi tantangan jangka panjang dari dekarbonisasi global, perubahan preferensi investor, dan peningkatan biaya kepatuhan. Dalam konteks ini, pengendalian produksi dan DMO dapat dibaca sebagai cara negara mengelola fase transisi secara bertahap, menjaga stabilitas domestik sambil menghindari kelebihan pasokan yang dapat menekan harga lebih dalam.

Tantangan kebijakan terletak pada kalibrasi. Tekanan yang terlalu besar berpotensi melemahkan insentif investasi, terutama di sektor yang masih menyumbang signifikan terhadap penerimaan negara dan daerah penghasil. Sebaliknya, pelonggaran yang berlebihan berisiko mengembalikan volatilitas biaya energi dan ketergantungan pada siklus harga global. Keseimbangan inilah yang menjadi inti perdebatan kebijakan komoditas ke depan.

Dalam perspektif ekonomi politik sumber daya, arah kebijakan ini mencerminkan pergeseran dari model ekstraksi rente berbasis pasar menuju model pengelolaan yang lebih terarah. Negara berperan sebagai pengelola distribusi surplus dan risiko, bukan untuk menggantikan pasar, melainkan mengoreksi volatilitas yang berdampak luas pada kepentingan publik. Dengan demikian, DMO batu bara dan bea keluar emas tidak dapat dipahami sebagai kebijakan sektoral yang berdiri sendiri. Keduanya merupakan bagian dari arsitektur baru pengelolaan komoditas yang berupaya menyeimbangkan stabilitas ekonomi, keberlanjutan fiskal, dan kelangsungan investasi. Keberhasilan pendekatan ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan dan kemampuan negara menyesuaikan instrumen seiring perubahan siklus global.

16 contoh narasi raport kurikulum merdeka mata pelajaran bahasa Inggris untuk siswa SMP dan SMA

medkomsubangnetworkArtikel kali ini akan menyajikan informasi selengkapnya seputar Narasi Raport Kurikulum Merdeka untuk siswa SMP dan SMA.

Dalam Raport Kurikulum Merdeka, memberikan deskripsi ataupun narasi dalam setiap nilai mata pelajaran yang ada jadi salah satu kewajiban yang harus dikerjakan oleh Ibu/Bapak Guru. Termasuk untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.

Maka dari itu Narasi Raport Kurikulum Merdeka yang dituliskan haruslah dengan kalimat yang baik dan mudah dipahami.

Berikut sajian contoh Narasi Raport Kurikulum Merdeka mata pelajaran Bahasa Inggris yang bisa digunakan sebagai referensi.

____

Kumpulan Narasi Raport Kurikulum Merdeka Mapel Bahasa Inggris

  1. Ananda menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menganalisis informasi dari berbagai sumber digital berbahasa Inggris. Ia mampu membedakan antara fakta dan opini dalam teks berita internasional serta menunjukkan etika yang baik saat berkomunikasi di ruang digital. Kemampuan ini sangat mendukung pengembangan wawasan globalnya di masa depan.
  2. Ananda menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam aspek berbicara (speaking). Ia kini lebih berani mengekspresikan ide dan perasaannya menggunakan kalimat sederhana namun tepat sasaran. Semangatnya untuk berinteraksi dengan teman sejawat menggunakan bahasa Inggris di dalam kelas patut mendapatkan apresiasi tinggi.
  3. Ananda memiliki bakat yang menonjol dalam menulis kreatif, terutama dalam menyusun teks naratif dan puisi pendek berbahasa Inggris. Penggunaan diksi atau pilihan katanya sangat variatif dan mampu membangun suasana cerita dengan baik. Teruslah berlatih untuk mengeksplorasi gaya penulisan formal seperti esai ilmiah.
  4. Ananda menunjukkan ketelitian yang tinggi dalam memahami detail informasi dari teks bacaan deskriptif. Ia mampu menjawab pertanyaan pemahaman dengan akurat dan dapat menyimpulkan isi bacaan dengan kata-katanya sendiri. Untuk pengembangan lebih lanjut, Ananda disarankan mulai membaca buku cerita pendek berbahasa Inggris.
  5. Ananda menunjukkan sikap kolaboratif yang luar biasa saat mengerjakan proyek kelompok, seperti pembuatan video presentasi atau drama pendek. Ia mampu berkomunikasi secara efektif dengan anggota tim menggunakan bahasa Inggris dan berkontribusi besar dalam penyusunan naskah yang logis dan menarik.
  6. Ananda telah menguasai struktur kalimat dasar (Simple Present dan Past Tense) dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari konsistensinya dalam menyusun teks pengalaman pribadi (Recount Text) yang minim kesalahan tata bahasa. Ketelitian ini menjadi modal berharga untuk mempelajari struktur kalimat yang lebih kompleks.
  7. Ananda sangat mahir dalam melakukan presentasi lisan menggunakan alat bantu visual. Ia mampu menyampaikan argumen dalam teks eksposisi analitis secara sistematis dengan intonasi dan kontak mata yang baik. Kemampuan komunikasinya menunjukkan kesiapan untuk menghadapi tantangan di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
  8. Ananda menunjukkan konsentrasi yang baik dalam aktivitas menyimak audio berbahasa Inggris. Ia mampu menangkap poin-poin penting dari percakapan transaksional dan meresponsnya dengan tindakan yang tepat. Peningkatan frekuensi mendengarkan lagu atau podcast bahasa Inggris akan sangat membantu kefasihannya.
  9. Ananda memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengevaluasi makna tersirat dari sebuah teks sastra atau artikel opini. Ia tidak hanya memahami apa yang tertulis, tetapi juga mampu mengkritisi sudut pandang penulis dengan argumen yang masuk akal dalam bahasa Inggris.
  10. Ananda menunjukkan kemajuan yang pesat dalam penguasaan kosakata baru terkait tema kehidupan sekolah dan hobi. Meskipun terkadang masih ragu dalam pelafalan, usahanya untuk mencoba kata-kata sulit sangat terlihat. Sering berlatih berbicara di depan cermin akan membantu meningkatkan kelancaran bicaranya.
  11. Ananda menunjukkan penguasaan yang solid dalam memahami teks laporan (report text) dan narasi. Ia mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan menyampaikan pendapatnya dengan cukup lancar. Kemampuan menulis esai sudah terstruktur, namun perlu terus berlatih meningkatkan variasi kosakata (vocabulary) agar tulisan menjadi lebih dinamis dan menarik.
  12. Ananda menunjukkan kemampuan yang sangat menonjol dalam memahami teks prosedur dan deskriptif, baik lisan maupun tulis. Ia sangat percaya diri saat melakukan percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Inggris dengan pelafalan yang akurat. Kemampuannya dalam menyusun teks naratif sederhana sangat kreatif dengan struktur kalimat yang runtut. Pertahankan semangat belajar untuk menguasai kosakata yang lebih kompleks.
  13. Ananda memiliki kemampuan analisis yang sangat tajam terhadap teks eksposisi dan diskusi. Ia mampu mempresentasikan gagasan secara kritis dan persuasif dengan tata bahasa yang sangat baik. Kemampuan menyimak dan merespon isu-isu aktual dalam bahasa Inggris menunjukkan kematangan berpikir yang luar biasa. Sangat disarankan untuk terus memperkaya literasi melalui bacaan jurnal atau artikel internasional.
  14. Ananda telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam memahami ide utama dari teks bacaan dan percakapan sederhana. Ia mampu merespon instruksi di kelas dan mulai berani berinteraksi menggunakan bahasa Inggris meskipun terkadang masih memerlukan bantuan kamus. Kemampuan menulis teks pendek sudah cukup baik, namun perlu lebih teliti dalam penggunaan tenses (tata bahasa) dasar.
  15. Ananda mulai menunjukkan usaha dalam memahami kosakata dasar bahasa Inggris, namun masih memerlukan bimbingan intensif dalam menyusun kalimat sederhana. Kemampuan menyimak perlu ditingkatkan melalui latihan mendengarkan audio pendek secara rutin. Ananda disarankan untuk lebih berani mencoba berbicara di kelas tanpa rasa takut salah agar kepercayaan dirinya meningkat.
  16. Ananda menunjukkan kemauan untuk belajar, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam memahami struktur teks fungsional dan kompleks. Pemahaman terhadap tata bahasa (grammar) dasar perlu diperkuat kembali agar dapat menyusun argumen dalam teks eksposisi dengan lebih jelas. Disarankan untuk memperbanyak latihan membaca teks pendek untuk meningkatkan penguasaan kosa kata teknis.

***

Artikel lainnya di google news.

Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp medkomsubangnetwork

Duka Mendalam di Jatim: Ketua DPRD Nonaktif Wafat, Kasus Korupsi Dana Hibah Berlanjut untuk Tersangka Lain

Dunia politik Jawa Timur berduka dengan berpulangnya Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024, Kusnadi. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (16/12) setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo, Surabaya. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, namun proses hukum terkait kasus dugaan korupsi dana hibah yang menjeratnya akan menemui titik akhir sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Penghentian Penyidikan Kasus Kusnadi: Sebuah Kepastian Hukum

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa penyidikan terhadap Kusnadi sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2019-2022 akan dihentikan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penghentian penyidikan ini merupakan konsekuensi hukum yang tak terhindarkan atas meninggalnya tersangka.

"Sebagaimana diatur dalam Pasal 40 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, KPK memiliki kewenangan untuk menghentikan penyidikan, termasuk dalam kasus di mana tersangka telah meninggal dunia," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (16/12). Keputusan ini diambil berdasarkan landasan hukum yang jelas, memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan.

Dampak pada Kasus Dana Hibah: 20 Tersangka Lain Tetap Lanjut

Meskipun penyidikan terhadap Kusnadi dihentikan, hal ini tidak serta-merta menghentikan seluruh rangkaian proses hukum dalam kasus korupsi dana hibah tersebut. KPK menegaskan bahwa proses penyidikan terhadap 20 tersangka lainnya yang juga terlibat dalam kasus ini akan tetap berlanjut.

"Untuk 20 tersangka lainnya yang tersangkut dalam kasus suap dana hibah untuk Pokmas dari APBD Pemprov Jatim tahun anggaran 2019-2022, penyidikannya tetap berjalan," tegas Budi. Hal ini menunjukkan komitmen KPK untuk terus mengusut tuntas kasus ini, menindak tegas semua pihak yang terbukti bersalah, tanpa pandang bulu.

Kronologi Kasus: Dari Operasi Tangkap Tangan hingga 21 Tersangka

Kasus dugaan suap dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Jawa Timur tahun 2019-2022 ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024, Sahat Tua P. Simanjuntak (STS), pada Desember 2022. Dari pengembangan penyelidikan lebih lanjut, KPK berhasil mengungkap jaringan yang lebih luas dan menetapkan 21 tersangka.

Para tersangka ini terbagi dalam dua kategori utama: pemberi dan penerima dana hibah. Penyaluran dana hibah yang menjadi pokok perkara ini bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur pada periode 2019-2022.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, kala itu menjelaskan bahwa dari 21 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, empat di antaranya merupakan pihak penerima. Keempat penerima tersebut adalah: * Kusnadi (KUS): Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. * Anwar Sadad (AS): Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. * Achmad Iskandar (AI): Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. * Bagus Wahyudiono (BGS): Staf dari Anwar Sadad.

Asep menambahkan bahwa perkara ini melibatkan adanya "pengkondisian" penyaluran dana Pokmas di berbagai daerah melalui peran koordinator lapangan (Korlap). Dana hibah yang seharusnya disalurkan kepada Pokmas ini ternyata telah disalahgunakan.

Modus Operandi dan Aliran Dana

Terungkapnya kasus ini mengungkap adanya praktik penerimaan "commitment fee" atau imbalan jasa yang disalurkan kepada pihak penerima. Kusnadi, selaku Ketua DPRD Jatim, diduga telah menerima aliran dana yang signifikan.

"Pada rentang tahun 2019-2022, saudara KUS (Kusnadi) telah menerima komitmen fee secara transfer melalui rekening istrinya dan staf pribadinya, maupun secara tunai, yang berasal dari beberapa Korlap. Totalnya mencapai sekitar Rp32,2 miliar," ungkap Asep Guntur Rahayu. Dana ini diduga merupakan imbalan atas peran Kusnadi dalam memfasilitasi pengurusan dana hibah tersebut.

Selanjutnya, KPK juga melakukan penangkapan dan penahanan terhadap empat tersangka pemberi suap yang berperan sebagai koordinator lapangan (Korlap). Salah satu tersangka pemberi suap, A. Royan (AR), sempat berhalangan hadir karena sakit.

Daftar Lengkap 21 Tersangka dalam Kasus Korupsi Dana Hibah Pokmas APBD Pemprov Jatim 2019-2022:

Berikut adalah rincian lengkap 21 tersangka yang ditetapkan oleh KPK, terbagi dalam kategori pemberi dan penerima suap:

A. Tersangka Penerima Suap: 1. Kusnadi (KUS): Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. 2. Anwar Sadad (AS): Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. 3. Achmad Iskandar (AI): Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. 4. Bagus Wahyudiono (BGS): Staf dari Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad.

B. Tersangka Pemberi Suap: 1. Mahfud (MHD): Anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. 2. Fauzan Adima (FA): Wakil Ketua DPRD Sampang periode 2019-2024. 3. Jon Junaidi (JJ): Wakil Ketua DPRD Probolinggo periode 2019-2024. 4. Ahmad Heriyadi (AH): Pihak swasta dari Sampang. 5. Ahmad Affandy (AA): Pihak swasta dari Sampang. 6. Abdul Motollib (AM): Pihak swasta dari Sampang. 7. Moch. Mahrus: Pihak swasta dari Probolinggo, yang juga terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029. 8. A Royan (AR): Pihak swasta dari Tulungagung. 9. Wawan Kristiawan (WK): Pihak swasta dari Tulungagung. 10. Sukar (SUK): Mantan Kepala Desa dari Tulungagung. 11. Ra Wahid Ruslan (RWR): Pihak swasta dari Bangkalan. 12. Mashudi (MS): Pihak swasta dari Bangkalan. 13. M. Fathullah (MF): Pihak swasta dari Pasuruan. 14. Achmad Yahya (AY): Pihak swasta dari Pasuruan. 15. Ahmad Jailani (AJ): Pihak swasta dari Sumenep. 16. Hasanuddin (HAS): Pihak swasta dari Gresik, yang juga terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029. 17. Jodi Pradana Putra (JPP): Pihak swasta dari Blitar.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran publik dan penegakan hukum yang tegas untuk memberantas korupsi di berbagai tingkatan pemerintahan.

Jokowi berani nyatakan ijazahnya asli, eks Kabareskrim Susno Duadji beri hormat
Ringkasan Berita:
  • Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menunjukkan ijazahnya di pengadilan.
  • Ijazah yang ditunjukkan mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
  • Jokowi menilai pengadilan sebagai forum paling tepat membuktikan keaslian ijazah.

medkomsubangnetwork, Jakarta -Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berjanji bakal menunjukkan ijazah miliknya mulai dari tingkat Sekolah Dasar atau SD hingga jenjang perguruan tinggi di pengadilan.

Ia menilai pengadilan merupakan forum yang tepat untuk membuktikan apakah ijazah yang dimilikinya selama ini asli atau palsu.

"Ya itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas semuanya, akan saya bawa," kata Jokowi dalam wawancara eksklusif Program Khusus Kompas TV, Selasa (9/12/2025). 

Jokowi menambahkan pengadilan juga menjadi tempat bagi pihak yang menuding ijazah palsu untuk membuktikan tuduhannya.

Melansir Tribunnews.com, mengenai pernyataan Jokowi tersebut, Mantan Kabareskrim Komjen Pol Purn Susno Duadji memberi hormat kepada ayah Wakil Presiden Gibran itu.

Selain itu, Susno juga menghargai keputusan Jokowi yang memilih untuk menunjukkan ijazahnya di pengadilan.

Susno Duadji adalah Kabareskrim Polri periode 24 Oktober 2008 hingga 24 November 2009.

"Kita hormat dan menghargai Pak Jokowi yang telah berani tampil menyatakan ijazahnya asli. Akan dilihatkan di pengadilan," kata Susno dalam program 'Bola Liar' Kompas TV, Jumat (12/12/2025).

Namun, Susno belum mengetahui apakah ijazah asli tersebut masih dipegang Jokowi atau sudah disita oleh penyidik.

Pasalnya, menurut Susno untuk sampai ke proses pengadilan harus melalui proses di penyidik, lalu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga ijazah tersebut seharusnya sudah disita oleh penyidik.

"Mudah-mudahan beliau (Jokowi) keseleo lidah. Jadi artinya (ijazah) sudah di tangan penyidik itu. Mudah-mudahan ya karena beliau bukan orang hukum juga," ujarnya.

Susno Duadji juga menjelaskan bahwa Roy Suryo cs harus membuktikan tuduhannya terkait ijazah Jokowi.

Sementara itu, Jokowi juga harus menangkis tuduhan Roy Suryo itu dengan menunjukkan ijazah aslinya.

"Siapa yang menuduh dia yang buktikan. Pak Jokowi juga harus menangkis itu dengan membuktikan 'ini aslinya, skripsi saya juga sah, kuliah saya juga sah.'," tuturnya.

Minta UGM Bersuara Jelas

Susno juga menilai Universitas Gadjah Mada (UGM) juga harus bersuara menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.

Susno menegaskan bahwa dirinya tidak membela pihak manapun terkait dengan perkara ijazah Jokowi.

"Jangan UGM sembunyi. Bela, bersuara yang jelas, asli ini bukti skripsinya. Ini dosen pembimbingnya," kata dia.

"Saya netral. Saya hormat dengan Pak Jokowi kalau itu dia buktikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi mengaku siap menunjukkan ijazah asli kelulusannya dari sekolah dasar hingga sarjana di pengadilan.

Menurut dia, pengadilan adalah forum yang paling tepat untuk membuktikan keaslian ijazahnya.

"Ya, itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya dan saya bawa," kata Jokowi, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (9/12/2025).

Jokowi membawa persoalan ini ke ranah hukum agar jadi pembelajaran untuk tidak mudah menuduh seseorang.

"Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang," pesannya.

Menurut Jokowi, kasus serupa bisa terjadi ke orang lain jika ia tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain, ke menteri, ke presiden yang lain, ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan," kata Jokowi.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Kasus ini merupakan hasil pelaporan yang dilakukan Jokowi ke Polda Metro Jaya.

Kedelapan tersangka dalam kasus ini dibagi dalam dua klaster. Klaster pertama 5 orang dan klaster kedua 3 orang.

Klaster pertama Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, M Rizal Fadillah, Rusam Effendi, Damai Hari Lubis, dijerat dengan Pasal 310 mengenai pencemaran nama baik dan fitnah, Pasal 311 tentang fitnah, Pasal 160 KUHP mengenai menghasut dan/atau Pasal 27A juncto Pasal 45 Ayat (4) dan/atau Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 UU ITE.

Sementara klaster kedua, yakni Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauziah Tyassuma dikenakan Pasal 310 KUHP mengenai pencemaran nama baik dan fitnah, Pasal 311 KUHP tentang fitnah, Pasal 32 Ayat 1 juncto Pasal 48 Ayat 1, Pasal 35 juncto Pasal 51 Ayat 1, Pasal 27A juncto Pasal 45 Ayat 4, Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang ITE.

Polemik Ban Kapten Timnas Indonesia: Asnawi Mangkualam Bantah Isu Internal Lawan China

Sebuah perdebatan lama mengenai isu internal Timnas Indonesia, khususnya terkait pergantian ban kapten saat menghadapi China, kembali mencuat. Polemik ini kembali dipanaskan oleh pernyataan seorang figur publik yang kemudian dibantah keras oleh kapten Timnas saat ini, Asnawi Mangkualam. Kejadian ini membuktikan bahwa isu di ruang ganti pemain seringkali menjadi bola liar yang sulit dikendalikan di publik.

Latar Belakang Polemik

Polemik ini berawal dari pertandingan antara Timnas Indonesia melawan China yang berlangsung di Stadion Pemuda Qingdao. Sebelum laga tersebut, sempat beredar isu mengenai adanya permasalahan internal dalam skuad Garuda. Kecurigaan ini semakin menguat ketika pelatih kepala, Shin Tae-yong, melakukan beberapa perubahan signifikan pada susunan pemain utama (line-up). Salah satu perubahan yang paling disorot adalah pergantian ban kapten. Saat itu, Asnawi Mangkualam yang kembali diturunkan sebagai starter, kembali mengenakan ban kapten yang sebelumnya sempat diberikan kepada Jay Idzes ketika Asnawi berada di bangku cadangan.

Pada dasarnya, penunjukan Asnawi sebagai kapten utama bukanlah hal yang baru, karena memang pelatih Shin Tae-yong telah menunjuknya sebagai kapten utama tim. Namun, isu mengenai adanya masalah internal kembali mencuat setelah Arya Sinulingga, dalam sebuah podcast di kanal YouTube pribadinya bersama Haris Pardede (Bung Harpa) pada Rabu (10/12/2025), membahas kembali kejadian tersebut.

Pernyataan Arya Sinulingga dan Tanggapan Awal

Dalam diskusinya, Arya Sinulingga secara terbuka menyatakan bahwa pertandingan melawan China tersebut diwarnai oleh permasalahan internal di tubuh Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong. Ia secara spesifik menyoroti pergantian ban kapten yang sebelumnya dipegang oleh Jay Idzes.

"Kalau nggak ada masalah ruang ganti pasti kita nggak gitu komposisinya lawan China, bener nggak, nggak mungkin Jay Idzes diganti dari kapten," ujar Arya.

Mendengar pernyataan tersebut, Bung Harpa mencoba memberikan klarifikasi berdasarkan informasi yang diterimanya. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang ia dapat, Asnawi Mangkualam memang merupakan kapten utama tim.

"Soal Jay Idzes, boleh saya interupsi bang, setahu saya ini Asnawi kan memang kapten utama bang, memang di masih statusnya kapten utama, setahu saya," ujar Bung Harpa.

Arya Sinulingga kemudian membantah pernyataan Bung Harpa tersebut, dengan tegas menyatakan bahwa status kapten telah berganti. "Enggak udah ganti," sahut Arya.

Bung Harpa kembali membantah dengan mengutip perkataan Jay Idzes sendiri yang menyebutkan bahwa Asnawi adalah kaptennya. "Nah terus Jay Idzesnya katanya yang bilang ya udah si Asnawi saja yang kapten," balas Bung Harpa.

Arya Sinulingga, yang merupakan Exco PSSI, kembali mempertegas pernyataannya. Ia menambahkan bahwa selain isu kapten, adanya konflik saat itu juga dapat dilihat dari dicadangkannya Thom Haye. Ia juga menyinggung pernyataan Jeje yang kerap membahas masalah antara pemain dan pelatih, bukan masalah federasi.

"Enggak udah diganti makanya Jay Idzes yang kapten kan, itu perubahan, Thom Haye nggak main, banyak terjadi. Dan kayak Jeje kan bang Harpa kan banyak gaul sama Jeje, dia nggak pernah ngomongin federasi, dia selalu ngomongin masalah pemain dengan pelatih," imbuh Arya.

Bantahan Tegas Asnawi Mangkualam

Merasa terganggu dengan kemunculan kembali isu lama yang seharusnya sudah tertutup, Asnawi Mangkualam akhirnya angkat bicara. Bek kanan klub Port FC ini secara tegas membantah pernyataan Arya Sinulingga terkait polemik ban kapten.

Sebelum memberikan klarifikasi resmi, Asnawi mengunggah sebuah cuplikan video dari podcast Arya Sinulingga dan Bung Harpa yang membahas isu internal dan pemilihan kapten saat laga melawan China. Dengan nada sarkas, Asnawi menandai akun Jeje dalam unggahannya, seolah meminta klarifikasi dari rekannya tersebut.

"@jeongseokseo coba jelasin Je gimana biar bapak ini ngerti gimana (di tambah emoji heran)," tulis Asnawi pada video tersebut, Kamis (11/12/2025).

Selanjutnya, Asnawi Mangkualam memberikan klarifikasi mendalam melalui fitur InstaStory-nya. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak yang memberikan informasi yang belum tentu benar.

"Tidak ada dilokasi tapi klarifikasi seakan-akan benar adanya, coba di publik siapa yang memberitahu bapak perihal kapten itu. Apakah pelatih, pemain atau official? Tolong sampaikan biar gak jadi bola liar di publik," tulis Asnawi Mangkualam.

Mantan pemain PSM Makassar ini kemudian memberikan penjelasan gamblang mengenai kronologi sebenarnya terkait pemilihan kapten Timnas Indonesia.

Klarifikasi Detail Asnawi Mangkualam

Asnawi Mangkualam menjelaskan bahwa ia sebenarnya sudah sejak lama berniat untuk menyerahkan ban kapten kepada pemain lain. Bahkan, niat tersebut sudah ada sebelum ajang Piala Asia.

"Saya pribadi sudah lama berniat untuk memberikan kapten itu ke pemain lain bahkan sebelum Piala Asia," ujar Asnawi dalam klarifikasinya.

Ia mengungkapkan bahwa ia sempat berbicara dengan asisten pelatih Timnas Indonesia saat itu, Nova Arianto, mengenai keinginannya untuk memberikan ban kapten utama kepada pemain lain, seperti Jordi Amat atau Jay Idzes.

"Saya pribadi berbicara ke Coach Nova bilang kamu yang masih dipercaya Coach Shin dan berlanjut lagi saya masih berusaha untuk memberikan ke pemain lain lagi yaitu Jay dari sebelum melawan Australia di GBK. Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy, Thom dan Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa first kapten dan vice."

Asnawi menegaskan bahwa saat itu, Coach Shin Tae-yong tetap mempercayakan ban kapten utama kepadanya, dan Jay Idzes sebagai wakil kapten. Ia yakin bahwa semua pemain yang disebutkan di atas dapat menjadi saksi atas kebenaran pernyataannya.

"Ketika itu Coach Shin tetap mempercayakan first kapten ke saya dan Jay sebagai vice. Dan di sini jelas dan bisa ditanyakan juga ke semua pemain yang saya sebutkan di atas."

Ia merasa heran mengapa dirinya selalu disudutkan dalam permasalahan ini, dan mengapa isu dari pertandingan melawan China, yang sudah berlalu, masih terus dibahas. Menurutnya, fokus seharusnya adalah perbaikan untuk masa depan tim.

"Saya rasa masalah ini jika paham bola tidak perlu dibahas karena memang jelas alurnya seperti itu. Ketika first kapten bermain tetap akan memakai ban kapten. Tetapi jika tidak bermain diberikan ke vice kapten. Tapi kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan di permasalahan ini, dan kenapa juga sampai saat ini masih membahas pertandingan ketika melawan China. Sedangkan yang harus dilakukan bukan membahas yang sudah berlalu tapi memperbaiki buat ke depannya."

Asnawi juga menekankan bahwa jika memang benar Jay Idzes telah ditentukan sebagai kapten utama saat melawan China, ia meminta agar sumber informasi tersebut diungkapkan. Ia menyatakan bahwa ia bangga jika dipercaya, namun akan lebih ikhlas jika kepercayaan itu diberikan kepada orang yang lebih pantas. Alasan keinginannya untuk memberikan ban kapten kepada pemain lain adalah karena ia merasa performanya menurun dan ada pemain lain yang lebih layak.

"Kalau memang perkataan bapak itu benar Jay sudah ditentukan sebagai first kapten melawan China, please let me know who telling you? Jika saya diberikan kepercayaan saya bangga, tapi ketika diberikan jauh lebih baik saya ikhlas. Dan itu sudah lama saya berniat untuk memberikan ke yang lain. Alasan saya ingin memberikan ke yang lain karena that tim saya rasa performa saya menurun dan ada yang lebih pantas," tutup Asnawi Mangkualam.

Klarifikasi mendalam dari Asnawi ini diharapkan dapat menutup rapat "kotak pandora" isu lama yang terus menghantui Timnas Indonesia dan membuka jalan bagi fokus yang lebih positif untuk perkembangan sepak bola nasional.

Diberdayakan oleh Blogger.