Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

medkomsubangnetwork,- Usai meraih kemenangan mutlak di dua pertandingan kandang, Persija Jakarta akan melanjutkan perjuangannya ke arena pertandingan yang sangat dinantikan. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini dijadwalkan akan bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Bandung pada hari Minggu (11/) pukul 15.30 WIB. Di sana, mereka akan berhadapan dengan musuh bebuyutan mereka, Persib Bandung, dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026.

Pertandingan akbar yang dijuluki El Clasico Indonesia ini kembali menjadi tantangan berat bagi Persija. Pelatih Mauricio Souza menekankan bahwa timnya bertekad untuk tidak kehilangan fokus saat berhadapan dengan Persib, yang dianggap memiliki kemampuan luar biasa dan diperkuat oleh beberapa pemain tim nasional.

Persija akan memprioritaskan kesiapan yang matang sepanjang minggu ini, demikian ditegaskan Souza. Ia berpendapat bahwa pertandingan yang penuh tekanan seperti ini tidak menyisakan sedikit pun celah untuk kesalahan.

Minggu ini, fokus latihan kami adalah Persib. Kami menyadari mutu permainan mereka serta banyaknya investasi yang telah mereka keluarkan. Perlu diketahui, tim mereka juga diperkuat oleh beberapa pemain tim nasional," tutur Mauricio.

Meskipun bermain tandang, Persija tidak berencana hanya bertahan. Mauricio menegaskan bahwa Macan Kemayoran akan tetap bermain sesuai gaya mereka, sambil tetap menghormati tim lawan.

"Kami menghargai Persib, namun kami datang untuk bertanding. Kami akan menerapkan strategi kami sendiri dan berupaya meraih target yang telah ditentukan," ujarnya tegas.

Meskipun demikian, Persija akan menghadapi pertandingan krusial ini dengan kekuatan tim yang belum optimal. Sejumlah pemain penting tidak dapat diturunkan karena sanksi dan cedera. Fabio Calonego dan Ryo Matsumura masih dikenai sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI, sementara Gustavo Almeida belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialaminya.

Beberapa minggu terakhir, Persija terpaksa bermain tidak dengan skuad terbaiknya akibat situasi tersebut. Dalam pertandingan terbarunya melawan Persijap Jepara, Fabio tidak dapat bermain karena menerima sanksi kartu merah yang ditambah dengan dua pertandingan tambahan dari Komdis. Di sisi lain, Jordi Amat dan Emaxwell Souza juga absen karena kondisi fisik mereka belum sepenuhnya fit.

Meskipun begitu, ketiadaan beberapa pemain kunci justru memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukkan bakat mereka. Dalam kemenangan 2-0 atas Persijap (3/1), dua pemain jebolan akademi Persija, Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman, menjadi penentu kemenangan.

1. Arly berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan dengan pergerakan yang brilian, lalu menyambut umpan dari Hanif Sjahbandi. Di sisi lain, Aditya memukau dengan tendangan geledek dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Persijap. 2. Berkat manuver cerdik yang mengeksploitasi lubang di pertahanan lawan, Arly sukses mencatatkan namanya di papan skor usai menerima operan dari Hanif Sjahbandi. Sementara itu, Aditya menarik perhatian dengan tembakan keras dari luar kotak terlarang yang bersarang sempurna di jala gawang Persijap. 3. Arly mencetak gol dengan memanfaatkan celah di pertahanan lawan melalui pergerakan yang cerdas, kemudian menyelesaikan umpan dari Hanif Sjahbandi. Di waktu yang sama, Aditya mencuri perhatian lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang bersarang tanpa hambatan ke gawang Persijap. 4. Gol dicetak oleh Arly berkat pergerakan cerdas yang mengeksploitasi pertahanan lawan yang lengah, dilanjutkan dengan penyelesaian umpan Hanif Sjahbandi. Aditya pun tak kalah memukau dengan sepakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang telak di gawang Persijap.

Kepercayaan diri keduanya pun meningkat jelang duel panas melawan Persib. Aditya menegaskan kesiapannya jika kembali dipercaya turun ke lapangan di GBLA.

"Persib adalah tim yang kuat dan berada di papan atas. Tapi jika diberi menit bermain, saya akan memberikan yang terbaik untuk tim, siapa pun lawannya," ujar Aditya.

Senada dengan itu, Arly juga siap membuktikan diri. Ia menyebut laga melawan Persib akan menjadi pengalaman pertamanya menghadapi rival klasik di Super League.

"Ini pertama kali saya bertemu Persib di Super League. Saya belum tahu atmosfernya seperti apa, tapi kalau diberi kesempatan bermain, saya ingin menunjukkan kerja keras saya untuk tim," kata Arly.

Meskipun menghadapi berbagai kendala, Persija tetap berangkat ke Bandung dengan penuh ambisi dan keyakinan. Pertandingan melawan Persib di GBLA ini bukan hanya tentang gengsi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Macan Kemayoran untuk membuktikan kedalaman skuad dan mental bertanding mereka dalam kompetisi Super League musim ini.

Ringkasan Berita:
  • Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani berpotensi bertemu di babak semifinal Malaysia Open 2026.
  • Kesempatan itu muncul setelah Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berhasil melaju ke perempat final dan menempati undian bawah di Malaysia Open 2026.
  • Pada babak perempat final Malaysia Open 2026, Fajar/Fikri dijadwalkan bertanding melawan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India. Sementara itu, Sabar/Reza akan berhadapan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang berasal dari Malaysia.

medkomsubangnetwork,Dua pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (yang berada di unggulan ke-6) dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (unggulan ke-8), berpotensi untuk bertemu di babak semifinal Malaysia Open 2026.

Bersamaan dengan itu, Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berhasil melaju ke perempat final Malaysia Open 2026 yang dijadwalkan hari ini, Jumat, 9 Januari 2026, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berada di grup yang sama di babak penyisihan.

Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar/Fikri, dijadwalkan akan bertanding melawan unggulan ketiga dari India, yaitu Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Sementara itu, Sabar/Reza akan berhadapan dengan wakil tuan rumah yang merupakan unggulan kedua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Apabila Fajar/Fikri dan Sabar/Reza kompak meraih kemenangan di perempat final Malaysia Open 2026, keduanya otomatis menciptakan all Indonesian semifinal atau saling lawan di semifinal.

Namun peluang tersebut tidak sepenuhnya terbuka dengan lebar, lawan yang akan dihadapi Fajar/Fikri dan Sabar/Reza bukan sembarangan.

Untuk Fajar/Fikri, mereka menelan kekalahan di laga terakhir melawan Satwiksairaj/Shetty, tepatnya di fase grup BWF World Tour Finals 2025 Desember lalu.

Kala itu, Fajar/Fikri kalah dari Satwiksairaj/Shetty dengan skor 21-11, 16-21, 21-11.

Meski begitu, Fajar/Fikri pernah mengalahkan Satwiksairaj/Shetty di pertemuan pertama mereka yakni perempat final Australia Open 2025.

Fajar/Fikri membuyarkan misi Satwiksairaj/Shetty lolos semifinal Australia Open 2025 dengan kemenangan 21-19 dan 21-15.

Kembali bersua Satwiksairaj/Shetty untuk yang ketiga kalinya, Fajar/Fikri bertekad untuk membalas kekalahan yang mereka alami di BWF World Tour Finals 2025.

"Terakhir kami kalah di bulan lalu di World Tour Finals, pastinya kami ingin membalas kekalahan," kata Fajar, dikutip dari PB Djarum.

Sedangkan untuk Sabar/Reza, mereka di atas kertas lebih diunggulkan ketimbang Chia/Soh jika berkaca dari catatan pertemuan (head to head).

Dari lima laga yang telah mereka lakoni, Sabar/Reza mampu meraih empat kemenangan saat bertemu Chia/Soh.

Terakhir, Sabar/Reza mengubur mimpi Chia/Soh untuk bisa meraih medali emas SEA Games 2025.

Sabar/Reza keluar sebagai pemenang sekaligus meraih medali emas SEA Games 2025 setelah mengalahkan Chia/Soh dengan skor 21-14 dan  21-17.

Meski unggul head to head, Sabar/Reza akan tetap mewaspadai kebangkitan Chia/Soh yang tampil di hadapan suporternya sendiri.

"Tidak akan mudah karena juga main di negaranya mereka. Jadi, ya, kita besok fokus dan kami pengin memberikan hasil yang terbaik," ujar Reza, dikutip dari Djarum Badminton.

Kembalikan Kejayaan Ganda Putra

Kemenangan tentu diharapkan bisa disajikan Fajar/Fikri dan Sabar/Reza di perempat final Malaysia Open 2026 hari ini.

Dengan begitu, Indonesia otomatis bisa langsung meloloskan satu wakil ke final Malaysia Open 2026 dari sektor ganda putra.

Karena jika berkaca dari sejarah sejak Malaysia Open dihelat pada 1937, ganda putra Indonesia sejatinya menjadi yang paling sering juara dengan 14 gelar.

Namun dalam dua edisi terakhir, ganda putra Indonesia justru mletre, bahkan tidak ada yang mampu lolos semifinal.

Di Malaysia Open 2024, pencapaian terbaik diraih Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang finis sebagai perempat finalis.

Lalu di Malaysia Open 2025, pencapaian terbaik hanya 16 besar lewat Sabar/Reza.

Sedangkan ganda putra Indonesia terakhir yang mampu naik podium juara Malaysia Open adalah Fajar/Rian.

Fajar/Rian adalah kampiun Malaysia Open 2023, saat itu mereka berhasil mengalahkan pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dengan skor 21-18, 18-21, 21-13.

Lebih lengkapnya, berikut pencapaian ganda putra Indonesia di 5 edisi terakhir Malaysia Open:

  • 2021: ditiadakan lantaran Covid-19
  • 2022:  Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (runner-up)
  • 2023: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (juara)
  • 2024: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (perempat final)
  • 2025: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (16 besar)

Terlepas dari sorotan perang saudara yang kemungkinan disajikan Fajar/Fikri dan Sabar/Reza, akan ada tiga wakil Indonesia lainnya yang akan berjuang meraih tiket semifinal Malaysia Open 2026.

Mereka adalah Jonatan Christie (tunggal putra), Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (ganda putri).

Jonatan Christie yang berstatus unggulan ke-4 akan melawan wakil Jepang unggulan ke-8, Kodai Naraoka.

Lalu Putri Kusuma Wardani selaku unggulan ke-6 bakal bersua unggulan ke-2 asal China, Wang Zhi Yi.

Kemudian Ana/Tiwi sudah ditunggu pasangan Korea Selatan unggulan ke-6, Baek Ha-na/Lee So-hee.

(medkomsubangnetwork,/Isnaini)

medkomsubangnetwork, - Hasil menggembirakan diraih tim bulu tangkis Indonesia dalam babak 16 besar Malaysia Open 2026. Lima wakil Merah Putih yang beraksi pada Kamis (8/1), semuanya meraih kemenangan, termasuk Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang membuat kejutan besar.

Rangkaian babak 16 besar Malaysia Open 2026 telah tuntas. Lima wakil Indonesia menunjukkan performa ciamik di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/1).

Jonatan Christie jadi wakil Indonesia pertama yang gacor di babak kedua turnamen pembuka BWF World Tour 2026. Pebulu tangkis tunggal putra andalan itu sukses mengandaskan Leong Jun Hao (Malaysia).

Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie yang juga unggulan kermpat turnamen, menang dua gim langsung atas wakil tuan rumah tersebut dengan skor 21-18, 21-11.

"Hari ini saya mencoba buat lebih mengontrol jalannya pertandingan, mengontrol diri juga untuk lebih tenang, lebih sabar dan saya rasa itu cukup berhasil," kata Jojo dalam keterangan resmi PP PBSI.

"Mengatasi tekanan dengan selalu menikmati ketika melawan musuh yang memang bermain tuan rumah. Ya bagaimanapun juga pasti harusnya dia yang lebih tertekan, karena bermain di rumah sendiri dan konotasinya kan harus bermain bagus atau harus menang. Jadi, justru malah saya bermain nothing to lose, saya bermain se-enjoy mungkin, se-menikmati mungkin," tambahnya.

Keberhasilan Jojo diikuti pasangan Febriana/Trias. Duet ganda putri itu juga meraih kemenangan atas wakil tuan rumah Malaysia.

Bedanya, lawan Febriana/Trias lebih tangguh. Bahkan, bukan kaleng-kaleng, yakni Pearly Tan/Thinaah Muralitharan yang merupakan duet ganda putri nomor dua dunia.

Febriana/Trias berhasil menang atas Pearly Tan/Thinaah Muralitharan lewat duel ketat yang berlangsung dalam waktu 54 menit selama dua gim dengan skor 26-24, 21-17. Ini jadi kemenangan perdana mereka setelah empat pertemuan sebelumnya selalu kalah.

"Alhamdulillah kami bisa bermain dengan baik hari ini. Dari awal sudah siap akan bermain seperti apa, dengan segala tekanan karena mereka main di depan publik sendiri, tapi kami fokus ke main kami saja," kata Ana, sapaan akrab Febriana.

"Kami masih ingat rasanya di final SEA Games kemarin, sudah unggul 3-4 poin di gim ketiga tapi tersusul dan akhirnya kalah oleh mereka. Rasa sakitnya kami ingat dan jadi tambahan motivasi untuk tidak terulang lagi hari ini," tambah dia.

Kemenangan demi kemenangan pun terus diraih tiga wakil Indonesia lain di 16 besar Malaysia Open 2026. Dua di antaranya dari sektor ganda putra atas nama Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Sabar/Reza mengalahkan ganda putra Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju. Sedangkan Fajar/Rian meraih kemenangan atas wakil Taiwan lainnya, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh.

Adapun satu wakil lain yang juga dapat hasil apik adalah Putri Kusuma Wardani. Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia itu menang atas Zhang Baiwen dari Amerika Setikat lewat duel rubber dalam tempo 49 menit dengan skor 5-21, 21-16, dan 21-18.

Hasil ini membuat kelima wakil Indonesia masih akan bertarung di Malaysia Open 2026. Peluang gelar juara pun masih terbuka dan mereka bakal tampil di perempat final pada Jumat (9/1).

Hasil Wakil Indonesia di Babak 16 Besar Malaysia Open 2026, Kamis (8/1)

Lapangan 1

Match 5 (WD) - Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia/2): 26-24, 21-17

Match 10 (MD) - Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh (Chinese Taipei) vs Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (6): 19-21, 19-21

Match 11 (WS) - Baiwen Zhang (USA) vs Putri Kusuma Wardani (6): 21-5, 16-21, 18-21

Match 12 (MD) - Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea) vs Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (8): 21-10, 14-21, 21-19

Lapangan 2

Match 5 (MS) - Leong Jun Hao (Malaysia) vs Jonatan Christie (4): 18-21, 11-21

Ringkasan Berita:
  • Update klasemen dan top skor Liga Arab Saudi setelah Al Nassr menelan kekalahan 1-2 atas Al Qadisiyah
  • Al Nassr ajek di posisi kedua klasemen dengan 31 poin tertinggal empat angka atas Al Hilal di urutan pertama
  • Cristiano Ronaldo memuncaki tabel top skorer Liga Arab Saudi lewat raihan 14 gol

medkomsubangnetwork, - Klasemen dan top skor Liga Arab Saudi 2025/2026 menyuguhkan drama yang berbeda menyusul kekalahan Al Nassr bersama Cristiano Ronaldo di kandang. 'Duka' Al Nassr telan dua kekalahan berturut-turut! 

Cristiano Ronaldo memang mencetak gol, bahkan menempatkannya sebagai pemuncak daftar top skorer sementara Liga Arab Saudi.

Namun gol ke-958 Cristiano Ronaldo dalam kariernya itu tidak berarti, karena gagal menghindarkan Al Nassr dari kekalahan.

Berlangsung di Al Awwal Park, Riyadh, Al Nassr sebagai tuan rumah dipermalukan Al Qadisiyah lewat skor 1-2, Jumat (9/1) dini hari WIB.

Laga alot Al Nassr vs Al Qadisiyah berjalan tanpa gol di babak pertama. Kebuntuan pecah di menit 51' melalui sepakan Julian Quinones, memanfaatkan blunder kiper Al Nassr Nawaf Alaqidi.

Berselang 15' menit, Al Qadisiyah sukses menggandakan kedudukan melalui Nahitan Nandez memanfaatkan bola rebound sepakan dari Mateo Retegui.

Sementara satu lesakan tuan rumah tercipta di menit 81' melalui eksekusi penalti Cristiano Ronaldo.

Hasil ini membuat Al Qadisiyah besutan Brendan Rodgers naik ke posisi empat klasemen sementara Liga Arab Saudi. Mereka mengumpulkan 27 poin.

Sedangkan untuk Al Nassr, kekalahan ini jelas merugikan bagi mereka, mengingat di laga sebelumnya mereka juga kalah 2-3 atas Al Ahli. Cristiano Ronaldo ajek di posisi runner-up dengan raihan 31 poin.

Posisinya terancam oleh Al Taawon di urutan ketiga karena hanya berjarak tiga angka, dan masih menyimpan satu pertandingan.

Adapun pemuncak klasemen Liga Arab Saudi saat ini, Al Hilal yang meraih kemenangan 3-0 di laga pekan 14, mengumpulkan 35 angka, atau memimpin empat poin atas Ronaldo dkk.

Kemenangan Al Hilal

Al Hilal semakin nyaman di puncak klasemen sementara liga berkat kemenangan atas Al Hazm. Skuad asuhan Simone Inzaghi ini unggul empat poin atas Ronaldo dan kolega.

Bertanding di Kingdom Arena, Riyadh, Al Hilal memetik kemenangan meyakinkan 3-0 atas Al Hazm, Kamis (8/1) malam WIB.

Gol pembuka kemenangan Al Hilal terukir atas nama Sergej Milinkovic-Savic (SMS) pada menit ke-29'. Lesakan mantan pemain Lazio ini bertahan hingga turun minum.

Keunggulan skuad asuhan Simone Inzaghi bertambah pada babak kedua. Adalah kompatriot Cristiano Ronaldo, Ruben Neves menorehkan namanya di papan skor pada menit 56'.

Gol pengunci pesta kemenangan Al Hilal dilesakkan mantan penggawa Liverpool, Darwin Nunez (90').

Hasil Liga Arab Saudi 

Jumat, 9 Januari

Al Hilal 3-0 Al Hazm

(Sergej Milinkovic-Savic 29', Ruben Neves 56', Darwin Nunez 90')

Al Hilal 1-2 Al Qadisiyah

(Cristiano Ronaldo (P) 81' - Julian Quinones 51', Nahitan Nandez 66')

Al Najma 3-4 Al Ettifaq

(Rakan Rajah 72', Ali Jassim 73', Lazaro (P) 87' - Nasser Al Haleel 27' (OG), Moussa Dembele 39', Francisco Calvo 42, 59')

Top Skor Liga Arab Saudi

14 Gol

Cristiano Ronaldo (Al Nassr)

13 Gol

Joao Felix (Al Nassr)

11 Gol

Joshua King (Al Khaleej

9 Gol

Julian Quinones (Al Qadisiyah)

Georginio Wijnaldum (Al Ettifaq)

8 Gol

Mateo Retegui (Al Qadisiyah)

Ivan Toney (Al Ahli)

Klasemen Liga Arab Saudi

Ulasan Laga Al Nassr vs Al Qadisiyah

Memainkan Cristiano Ronaldo, Joao Felix, dan Kingsley Coman sejak menit awal laga, Al Nassr bertindak sebagai tuan rumah, langsung tampil menggebrak. 

Pada menit ke-2, Al Nassr memperoleh peluang untuk membuka keunggulan. Cristiano Ronaldo mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti, melepaskan tembakan keras.

Sayang, percobaan pertama pemain timnas Portugal ini belum on target,

Al Qadisiyah juga bukannya tanpa perlawanan. Permainan ofensif diperagakan Mateo Retegui dan kolega. Namun mereka masih kesulitan mengembangkan permainan karena pressing tinggi dilakukan para pemain Al Nassr.

Nahitan memprotes wasit yang tidak memberikan pelanggaran kepada Al Qadisiyah, ketika Quinones dijatuhkan di depan kotak penalti pada menit ke-8. Wasit mengacuhkan protes yang dilakukan pemain tim tamu tersebut.

Rapatnya pertahanan Al Nassr membuat tim tamu kesulitan untuk merangsek ke dalam kotak penalti. 

Opsi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pun dilambil penyerang Al Qadisiyah, Mateo Retegui. Tetapi percobaannya di menit 11' justru melambung tinggi tanpa mengarah ke gawang.

Memasuki menit 15', silih berganti jual beli serangan dilakukan kedua tim. Perpindahan aliran bola berlangsung cepat.

Joao Felix mendapatkan kesempatan mencetak gol melalui skema serangan balik. Tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah, Felix gagal menuntaskan sepakannya menjadi gol setelah ditepis Koen Casteels.

Di menit 25', Al Nassr dibuat mati kutu. Mereka dipaksa bertahan di areanya, dan sesekali melancarkan skema serangan balik karena Al Qadisiyah kuat dalam melakukan ball possessions.

Quinones kembali mengancam gawang Al Nassr melalui situasi sepak pojok. Bola yang dieksekusi Julian Weigl, mengarah kepada Quinones yang dituntaskan menjadi sebuah heading.

Tapi upaya penyerang Al Qadisiyah ini masih bisa diblok kiper Al Nassr, N Alaqidi.

Memasuki menit 30', intensitas pertandingan menurun. Kedua tim mencoba mendikte jalannya laga melalui penguasaan bola sembari menciptakan peluang.

Di menit ke-33', Cristiano Ronaldo memperoleh peluang emas pertamanya. Crossing dari sisi kanan permainan yang dilepaskan Coman, mengarah ke Ronaldo yang berada di kotak kecil penalti.

Niatnya, CR7 langsung melakukan sepakn voli. Namun alih-alih pengenaan kakinya tepat kepada bola, Ronaldo justru menendang angin, yang membuat peluang Al Nassr terbuang percuma. Skor masih imbang 0-0.

Angelo mengirimkan umpan tarik di menit ke-35, yang diteruskan oleh Joao Felix menjadi sebuah sontekan. Tetapi percobaan Felix masih terlalu lemah sehingga dapat diamankan Koen Casteels.

Peragaan permainan monoton datang dari Al Nassr. Crossing dan umpan cutback terus dilakukan barisan winger tuan rumah, yang sekaligus dapat dengan mudah diantisipasi pertahanan Al Qadisiyah.

Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Lima menit babak kedua berjalan, Al Qadisiyah mengejutkan publik tuan rumah. Adalah Juan Quinones yang membuka keran gol timnya sekaligus mengubah papan skor menjadi 0-1.

Quinones menambah pundi-pundi golnya memanfaatkan blunder dari kiper Al Nassr, Nawaf Alaqidi.

Berselang lima menit, Al Nassr menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan. Lolos dari jebakan offside, Felix yang tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah gagal menceploskan bola, sepakannya menyamping tipis di sisi kanan gawang.

Al Qadisiyah mengalami kerugian karena di menit ke-60', penjaga gawang utamanya, Koen Casteels ditarik keluar karena cedera setelah bertabrakan dengan Angelo. Casteels digantikan oleh Al Kassar.

Alih-alih meninggalkan celah di lini pertahanan, Al Qadisiyah yang baru saja melakukan pergantian kiper, justru sukses mencetak gol kedua mereka. 

Nahitan Nandez menorehkan namanya di papan skor pada menit 66', memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Retegui. Skor berubah 0-2.

Al Nassr memperoleh gol hiburan di menit 81' melalui eksekusi penalti CR7. Skor 1-2 bertahan hingga laga usai.

(medkomsubangnetwork,/Giri)

medkomsubangnetwork, - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menepati janjinya untuk para peraih medali emas SEA Games 2025 dengan memberikan bonus sebesar Rp 1 miliar. Nominal itu meningkat drastis dari edisi sebelumnya.

Presiden Prabowo mencairkan bonus secara simbolis menyerahkan buku rekening kepada tiga perwakilan atlet peraih medali SEA Games ke-33. Yakni Edgar Xavier Marvelo (wushu), Basral Graito Hutomo (stakateboard), dan Martina Ayu Pratiwi (triathlon).

Pemberian bonus itu dilakukan oleh Prabowo saat menerima para atlet peraih medali SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (8/1) sore. Total Rp 465,25 miliar dikucurkan pemerintah kepada pahlawan olahraga nasional.

Rp 1 miliar jadi nominal bonus tertinggi yang diberikan pemerintah kepada atlet. Bonus itu diberikan kepada para atlet yang berhasil meraih medali emas di nomor perorangan.

Sementara atlet yang mendapatkan emas di nomor ganda dan beregu, masing-masing mendapatkan Rp 800 juta dan Rp 500 juta. Angka ini melonjak jauh ketimbang SEA Games edisi sebelumnya pada 2023.

Pada SEA Games 2023, peraih emas nomor perorangan dapat Rp 525 juta. Lalu ganda/pasangan menerima Rp 420 juta serta nomor beregu memperoleh bonus sebesar Rp 367,5 juta.

Peningkatan bonus emas ini sejalan dengan rekor manis yang diciptakan oleh kontingen merah putih. Raihan 91 emas dari total 333 medali ini bukan hanya sekedar melampaui target, tetapi juga mengantarkan Indonesia menempati ranking 2

Adapun pemberian bonus diputuskan berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan dan Pelatih Olahraga Berprestasi pada Penyelenggaraan South East Asian (SEA) Games Ke-33 Thailand Tahun 2025.

“Bapak Presiden juga begitu bangga atas raihan 91 emas, sehingga bonus untuk peraih emas SEA Games kali ini naik dua kali lipat dari sebelumnya menjadi Rp 1 miliar. Ini terbesar sepanjang sejarah," kata Erick di Istana Negara.

"Ini adalah bukti kepedulian Bapak Presiden atas masa depan para atlet, dan komitmen pemerintah untuk selalu mendukung para atlet kebanggaan tanah air,” tambahnya.

Namun peningkatan bonus hanya terjadi pada peraih emas. Untuk atlet yang dapat perak dan perunggu tak mengalami perubahan alias sama seperti saat SEA Games 2023.

Atlet peraih medali perak berhak mendapatkan Rp 315 juta untuk nomor perorangan, Rp 252 juta untuk ganda, serta Rp 220,5 juta untuk nomor beregu. Begitu pula dengan mereka yang menyabet perunggu.

Atlet tunggal peraih medali perunggu dapat bonus sebesar Rp 157 juta. Lalu yang berlaga di nomor ganda dapat Rp 126 juta, serta Rp 110,25 juta untuk kategori beregu.

Rincian pemberian bonus SEA Games 2025

– Atlet Perorangan:

Emas Rp 1.000.000.000

Perak Rp 315.000.000

Perunggu Rp 157.500.000

– Atlet Ganda:

Emas Rp 800.000.000

Perak Rp 252.000.000

Perunggu Rp 126.000.000

– Atlet Beregu:

Emas Rp 500.000.000

Perak Rp 220.500.000

Perunggu Rp 110.250.000

– Pelatih Perorangan/Ganda:

Emas Rp 300.000.000

Perak Rp 126.000.000

Perunggu Rp 63.000.000

– Pelatih Beregu:

Emas Rp 400.000.000

Perak Rp 189.000.000

Perunggu Rp 94.500.000

– Pelatih untuk Medali Kedua dan seterusnya:

Emas Rp 150.000.000

Perak Rp 63.000.000

Perunggu Rp 31.500.000

Hasil Al Nassr vs Al Qadisiyah: Skor 1-2, gol penalti Cristiano Ronaldo diejek striker timnas Italia
Ringkasan Berita:
  • Cristiano Ronaldo mencetak gol ke-958 saat Al Nassr kalah dari Al Qadisiyah pada pekan 14 Liga Arab Saudi 2025/2026
  • Kekalahan kedua berturut-turut Al Nassr membuat mereka tertinggal empat poin atas Al Hilal sebagai pemuncak klasemen sementara Liga Arab Saudi
  • Gol penalti Cristiano Ronaldo mendapatkan ejekan dari striker timnas Italia Mateo Retegui

medkomsubangnetwork, - Skor 1-2 menghiasi hasil akhir pertandingan Liga Arab Saudi 2025/2026 pekan 14 antara Al Nassr vs Al Qadisiyah di Al Awwal Park, Riyadh, Jumat (9/1/) dini hari WIB.

Laga alot Al Nassr vs Al Qadisiyah berjalan tanpa gol di babak pertama. Kebuntuan pecah di menit 51' melalui sepakan Julian Quinones, memanfaatkan blunder kiper Al Nassr Nawaf Alaqidi.

Berselang 15' menit, Al Qadisiyah sukses menggandakan kedudukan melalui Nahitan Nandez memanfaatkan bola rebound sepakan dari Mateo Retegui.

Sementara satu lesakan tuan rumah tercipta di menit 81' melalui eksekusi penalti Cristiano Ronaldo.

Hasil ini membuat Al Qadisiyah besutan Brendan Rodgers naik ke posisi empat klasemen sementara Liga Arab Saudi. Mereka mengumpulkan 27 poin.

Sedangkan untuk Al Nassr, kekalahan ini jelas merugikan bagi mereka. Cristiano Ronaldo ajek di posisi runner-up dengan raihan 31 poin.

Posisinya terancam oleh Al Taawon di urutan ketiga karena hanya berjarak tiga angka, dan masih menyimpan satu pertandingan.

Adapun pemuncak klasemen Liga Arab Saudi saat ini, Al Hilal yang meraih kemenangan 3-0 di laga pekan 14, mengumpulkan 35 angka, atau memimpin empat poin atas Ronaldo dkk.

Sejumlah momen yang melibatkan Cristiano Ronaldo jadi paling disorot. Namun yang menarik atensi bagaimana Ronaldo memperoleh ejekan dari striker timnas Italia, Mateo Retegui.

Sesaat setelah wasit memberikan penalti kepada Al Nassr, Ronaldo bersiap menjalankan tugasnya sebagai algojo.

Retegui yang berjalan keluar dari kotak penalti membuat gerakan tangan tepat di depan wajar Cristiano Ronaldo. Mantan striker Atalanta ini seakan ingin menjelaskan bahwa penalti CR7 didapat berkat bantuan Video Assistant Referee (VAR).

Jalan Pertandingan Al Nassr vs Al Qadisiyah

Memainkan Cristiano Ronaldo, Joao Felix, dan Kingsley Coman sejak menit awal laga, Al Nassr bertindak sebagai tuan rumah, langsung tampil menggebrak. 

Pada menit ke-2, Al Nassr memperoleh peluang untuk membuka keunggulan. Cristiano Ronaldo mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti, melepaskan tembakan keras.

Sayang, percobaan pertama pemain timnas Portugal ini belum on target,

Al Qadisiyah juga bukannya tanpa perlawanan. Permainan ofensif diperagakan Mateo Retegui dan kolega. Namun mereka masih kesulitan mengembangkan permainan karena pressing tinggi dilakukan para pemain Al Nassr.

Nahitan memprotes wasit yang tidak memberikan pelanggaran kepada Al Qadisiyah, ketika Quinones dijatuhkan di depan kotak penalti pada menit ke-8. Wasit mengacuhkan protes yang dilakukan pemain tim tamu tersebut.

Rapatnya pertahanan Al Nassr membuat tim tamu kesulitan untuk merangsek ke dalam kotak penalti. 

Opsi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pun dilambil penyerang Al Qadisiyah, Mateo Retegui. Tetapi percobaannya di menit 11' justru melambung tinggi tanpa mengarah ke gawang.

Memasuki menit 15', silih berganti jual beli serangan dilakukan kedua tim. Perpindahan aliran bola berlangsung cepat.

Joao Felix mendapatkan kesempatan mencetak gol melalui skema serangan balik. Tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah, Felix gagal menuntaskan sepakannya menjadi gol setelah ditepis Koen Casteels.

Di menit 25', Al Nassr dibuat mati kutu. Mereka dipaksa bertahan di areanya, dan sesekali melancarkan skema serangan balik karena Al Qadisiyah kuat dalam melakukan ball possessions.

Quinones kembali mengancam gawang Al Nassr melalui situasi sepak pojok. Bola yang dieksekusi Julian Weigl, mengarah kepada Quinones yang dituntaskan menjadi sebuah heading.

Tapi upaya penyerang Al Qadisiyah ini masih bisa diblok kiper Al Nassr, N Alaqidi.

Memasuki menit 30', intensitas pertandingan menurun. Kedua tim mencoba mendikte jalannya laga melalui penguasaan bola sembari menciptakan peluang.

Di menit ke-33', Cristiano Ronaldo memperoleh peluang emas pertamanya. Crossing dari sisi kanan permainan yang dilepaskan Coman, mengarah ke Ronaldo yang berada di kotak kecil penalti.

Niatnya, CR7 langsung melakukan sepakn voli. Namun alih-alih pengenaan kakinya tepat kepada bola, Ronaldo justru menendang angin, yang membuat peluang Al Nassr terbuang percuma. Skor masih imbang 0-0.

Angelo mengirimkan umpan tarik di menit ke-35, yang diteruskan oleh Joao Felix menjadi sebuah sontekan. Tetapi percobaan Felix masih terlalu lemah sehingga dapat diamankan Koen Casteels.

Peragaan permainan monoton datang dari Al Nassr. Crossing dan umpan cutback terus dilakukan barisan winger tuan rumah, yang sekaligus dapat dengan mudah diantisipasi pertahanan Al Qadisiyah.

Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Lima menit babak kedua berjalan, Al Qadisiyah mengejutkan publik tuan rumah. Adalah Juan Quinones yang membuka keran gol timnya sekaligus mengubah papan skor menjadi 0-1.

Quinones menambah pundi-pundi golnya memanfaatkan blunder dari kiper Al Nassr, Nawaf Alaqidi.

Berselang lima menit, Al Nassr menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan. Lolos dari jebakan offside, Felix yang tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah gagal menceploskan bola, sepakannya menyamping tipis di sisi kanan gawang.

Al Qadisiyah mengalami kerugian karena di menit ke-60', penjaga gawang utamanya, Koen Casteels ditarik keluar karena cedera setelah bertabrakan dengan Angelo. Casteels digantikan oleh Al Kassar.

Alih-alih meninggalkan celah di lini pertahanan, Al Qadisiyah yang baru saja melakukan pergantian kiper, justru sukses mencetak gol kedua mereka. 

Nahitan Nandez menorehkan namanya di papan skor pada menit 66', memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Retegui. Skor berubah 0-2.

Al Nassr memperoleh gol hiburan di menit 81' melalui eksekusi penalti CR7. Skor 1-2 bertahan hingga laga usai.

(medkomsubangnetwork,/Giri)

medkomsubangnetwork - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, berbicara blak-blakan soal profil pemain Indonesia. Pria yang sukses membawa PSM Makassar bangkit itu menyinggung satu realitas yang tak bisa dihindari: postur tubuh pemain Indonesia relatif kecil. Namun, di balik keterbatasan fisik itu, Tavares justru menemukan mental bertarung dan komitmen besar yang membuatnya terkesan.

Tavares menyebut sepak bola Indonesia tengah berada dalam fase desain ulang. Perubahan itu tak lepas dari masifnya pemain naturalisasi dan keturunan, terutama yang berkarier di Belanda. Faktor sejarah kolonial menjadi salah satu pintu masuknya.

“Bapak Erick Thohir, yang dulu Presiden Inter Milan, adalah orang Indonesia dan sekarang menjadi bos sepak bola di Indonesia. Dia berinvestasi besar di tim nasional. Karena Indonesia bekas koloni Belanda, mereka bisa mendatangkan banyak pemain dari divisi satu atau dua Belanda dengan paspor Indonesia,” ujar Tavares dipetik medkomsubangnetworkdariRenascenca.

Kehadiran para pemain berpaspor Belanda itu, menurut Tavares, secara perlahan menggeser posisi pemain lokal. Namun, ia menegaskan bahwa pemain Indonesia tetap memiliki ciri khas yang menonjol: kecepatan.

“Jika kita analisis profil pemain Indonesia, mereka sangat cepat. Biasanya paling efektif saat transisi menyerang maupun bertahan. Kecepatan adalah kekuatan utama mereka,” jelasnya.

Meski begitu, Tavares tak menutup mata pada persoalan mendasar. Ia memberikan peringatan keras jika pemain Indonesia terus bergantung pada fisik dan kecepatan semata.

“Masalah terbesar ada pada pengambilan keputusan. Mereka belum terlalu kuat di area itu,” katanya.

Ia lalu menyinggung soal postur tubuh. Bagi Tavares, tinggi badan masih menjadi isu krusial, terutama dalam duel dan penerapan taktik modern.

“Di Indonesia, tinggi 175 sentimeter sudah dianggap tinggi. Padahal, kita tahu tinggi badan sangat penting dalam sepak bola, baik secara ofensif maupun defensif,” bebernya dalam wawancara dengan media Portugal, Bola Branca, .

Menurut Tavares, keterbatasan postur ini menjadi celah besar dalam pertahanan tim nasional Indonesia, terutama saat berhadapan dengan tim-tim Asia lain yang unggul secara fisik.

“Mereka sering kalah dalam duel dan gaya bermain seperti itu,” sambungnya.

Namun, kritik tersebut tak lantas menutup pujian. Tavares justru mengakui bahwa beberapa pemain Indonesia punya kualitas untuk bermain di liga profesional Portugal.

Ia mencontohkan pengalamannya saat mengambil alih PSM Makassar pada 2022. Saat itu, PSM terpuruk di peringkat ke-14 dan ditinggal para pemain terbaiknya.

“Saya memaksimalkan pemain yang tersisa dan mendatangkan pemain dari divisi tiga serta tim junior. Beberapa dari mereka bahkan masuk tim nasional pada tahun berikutnya,” ungkap pelatih berusia 45 tahun asal Proença-a-Nova, Portugal itu.

Nama Yance Sayuri dan Yacob Sayuri menjadi contoh paling nyata. Tavares bahkan menyebut keduanya layak bersaing di klub sekelas SC Braga.

“Saat itu saya melihat Braga. Pemain sayap bertahan mereka tidak lebih unggul dari saudara Sayuri. Mereka sangat cepat, mentalnya kuat, reaksinya cepat saat kehilangan bola. Satu menembak dengan kaki kiri, satu dengan kaki kanan,” paparnya.

Kekaguman Tavares memuncak saat membandingkan mental pemain Indonesia dengan karakter khas sepak bola Eropa.

“Gaya bertarung mereka mengingatkan saya pada pemain Jerman, kolektif, pekerja keras, dan punya sikap bertanding yang kuat,” tutup.

Pandangan Bernardo Tavares tentang pemain Indonesia yang unggul dalam kecepatan tetapi terbatas secara postur menemukan relevansinya di skuad Persebaya Surabaya. Green Force memiliki sejumlah pemain lokal dengan karakter serupa: bertubuh relatif kecil, lincah, dan mengandalkan akselerasi dalam permainan.

Nama Alfan Suaib menjadi contoh paling jelas. Pemain muda ini dikenal aktif bergerak di ruang sempit, cepat saat membawa bola, dan agresif dalam transisi. Meski tidak menonjol secara postur, mobilitasnya membuat Alfan efektif dalam tempo permainan tinggi.

Di sektor sayap, Malik Risaldi juga merepresentasikan profil pemain yang mengandalkan kecepatan dan keberanian duel satu lawan satu. Pergerakan tanpa bola dan kemampuan menusuk dari sisi lapangan menjadi kekuatan utama, terutama saat Persebaya membutuhkan serangan langsung dan cepat. Pemain yang pernah dipanggil Timnas Indonesia ini bisa menjadi solusi penting keran gol Persebaya yang belum juga mengalir deras.

Sementara itu, Mikael Tata di posisi bek kiri menawarkan kombinasi kecepatan dan stamina. Tata bukan tipe full-back dengan keunggulan duel udara, tetapi dikenal aktif naik-turun sisi lapangan dan kuat dalam menjaga intensitas permainan sepanjang laga.

Nama lain yang mencerminkan karakter tersebut adalah Ichsas Baihaqi. Sebagai gelandang muda, Ichsas lebih mengandalkan kelincahan, pergerakan cepat, dan distribusi bola sederhana. Posturnya tidak besar, namun aktivitasnya di lini tengah membuat sirkulasi permainan Persebaya tetap hidup.

Keempat pemain ini menunjukkan bahwa Persebaya memiliki stok pemain yang sesuai dengan gambaran umum Tavares tentang sepak bola Indonesia: cepat, dinamis, dan agresif, meski tidak unggul secara fisik. Tantangannya terletak pada bagaimana karakter tersebut dipoles agar tetap efektif dalam duel, organisasi bertahan, dan pengambilan keputusan.

Dengan materi seperti ini, Persebaya menjadi cerminan nyata dari isu yang disinggung Tavares sebelumnya, sekaligus peluang untuk membuktikan bahwa pemain bertubuh kecil tetap bisa kompetitif jika dikelola dengan pendekatan taktik dan fisik yang tepat.

Menjadi Turning Point Persebaya Surabaya

Kehadiran Bernardo Tavares diharapkan menjadi titik balik penting bagi Persebaya Surabaya. Ia dijadwalkan memimpin latihan perdana pada awal Januari 2026 sebagai langkah awal membangun fondasi tim.

Ekspektasi tinggi mengiringi kedatangan Tavares ke Kota Pahlawan. Pengalaman membawa PSM Makassar menjuarai Super League 2022/2023 menjadi alasan utama kepercayaan besar publik Surabaya.

Tak hanya soal gelar, gaya kepelatihan Tavares juga menjadi sorotan. Ia dikenal sebagai pelatih yang realistis dan mampu memaksimalkan potensi pemain sesuai karakter tim.

Pesan penting Tavares kepada pemain dan suporter pernah ia sampaikan saat meraih gelar juara di Liga Indonesia. Pernyataan itu kini relevan sebagai gambaran filosofi yang kemungkinan diterapkan di Persebaya Surabaya.

“Kami perlu menyampaikan kepada para pemain dan penggemar bahwa musim ini akan sangat rumit,” beber Tavares saat diwawancara Ines Antunes dari Sport Informa.

Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif menghadapi tantangan kompetisi.

“Dan kami harus memahami bahwa perlu mengadopsi gaya bermain yang sesuai dengan karakteristik pemain kami,” lanjutnya. Pendekatan tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan tim yang ia latih.

Tavares menjelaskan karakter pemain yang cepat namun tidak terlalu kuat secara teknis. Dari situ, ia memilih pendekatan taktis yang pragmatis dan efektif.

“Oleh karena itu, yang kami lakukan adalah memberikan bola kepada lawan, lebih fokus pada transisi,” jelas Tavares. Strategi tersebut terbukti mampu membawa hasil maksimal di lapangan.

“Dan begitulah cara kami menang,” tegasnya singkat namun penuh makna. Filosofi ini diyakini akan menjadi dasar pendekatan Tavares bersama Persebaya Surabaya.

Selain aspek teknis, Tavares juga memiliki ketertarikan emosional terhadap sepak bola Indonesia. Ia mengaku terpesona dengan atmosfer dan semangat luar biasa dari para pendukung.

“Saya selalu terpesona oleh Indonesia, baik oleh semangat para penggemarnya maupun jumlah orang yang tertarik,” ungkap Tavares. Menurutnya, dukungan suporter menjadi energi besar bagi tim.

Dengan segala latar belakang dan pesan yang ia bawa, Bernardo Tavares kini memikul ekspektasi besar. Harapan baru dimulai, dan publik Surabaya menunggu pembuktian nyata di lapangan. 

Saat ini Persebaya Surabaya naik ke peringkat 5 klasemen Super League 2025/2026 setelah menang tipis 1-0 atas Madura United di pekan ke-16. Kemenangan ini menjadi modal apik menyongsong era baru Bernardo Tavares yang mulai memberi harapan tembus papan atas. 

Laga Madura United vs Persebaya Surabaya berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu (3/1/2026). Duel berlangsung ketat sejak menit awal dengan intensitas kecepatan tinggi dan tensi khas Derbi Suramadu.

Kemenangan di kandang rival ini memberi suntikan kepercayaan diri besar bagi Persebaya Surabaya. Dengan fondasi yang mulai kuat, era baru Bernardo Tavares berpeluang membawa Green Force menembus papan atas Super League.

Real Madrid Dihadapkan Keterbatasan Skuad Jelang Bentrok dengan Alaves, Xabi Alonso Punya PR Besar

Musim ini, Xabi Alonso seolah akrab dengan tantangan keterbatasan pilihan pemain. Menjelang pertandingan krusial melawan Alaves pada 14 Desember, situasi ini kembali menghantui sang pelatih. Alonso dipaksa untuk memutar otak lebih keras demi meracik sebelas pemain inti yang mampu memberikan hasil terbaik.

Real Madrid datang ke pertandingan ini dengan deretan pemain yang absen akibat cedera, terutama di lini pertahanan. Namun, ada sedikit kabar baik dengan kembalinya Dean Huijsen yang sebelumnya harus menepi selama lima pertandingan terakhir. Selain itu, Kylian Mbappe juga telah bergabung kembali dengan skuad setelah terpaksa melewatkan laga melawan Manchester City akibat masalah pada kakinya. Meskipun begitu, tingkat kebugaran Mbappe masih menjadi tanda tanya besar.

Masalah Madrid tidak berhenti sampai di situ. Tiga pemain dipastikan tidak dapat diturunkan karena sanksi kartu, menyusul pertandingan panas melawan Celta Vigo. Fran Garcia harus menerima konsekuensi dua kartu kuning yang diterimanya dalam waktu singkat. Sementara itu, Álvaro Carreras dan Endrick diganjar kartu merah langsung akibat protes yang dinilai berlebihan.

Situasi darurat ini justru membuka pintu lebar bagi para pemain muda. Alonso bahkan mengambil langkah berani dengan memanggil empat pemain dari tim Castilla. Sangat mungkin salah satu dari mereka akan mendapatkan kepercayaan penuh untuk tampil sejak menit awal, terutama di sektor pertahanan yang paling banyak terdolosi.

Prediksi Susunan Pemain Real Madrid vs Alaves (Formasi 4-3-3)

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk cedera, skorsing, dan kondisi kebugaran pemain, berikut adalah perkiraan susunan pemain yang akan diturunkan Xabi Alonso dalam pertandingan melawan Alaves:

  • Kiper (GK): Thibault Courtois Courtois telah berulang kali menjadi pahlawan bagi Real Madrid, menjaga gawang tim tetap aman dalam pertandingan-pertandingan sulit, termasuk saat menghadapi Manchester City. Meskipun hasil tim belum selalu memuaskan, konsistensi penampilannya sebagai penjaga gawang tidak perlu diragukan lagi.

  • Bek Kanan (RB): Fede Valverde Valverde, yang sering dipercaya sebagai kapten pengganti, kembali diharapkan mengisi posisi bek kanan. Keputusan ini diambil terutama mengingat kondisi cedera yang masih dialami oleh Trent Alexander-Arnold dan Dani Carvajal.

  • Bek Tengah (CB): Antonio Rudiger Rudiger adalah salah satu dari sedikit bek utama yang tersedia untuk Real Madrid. Kemungkinan besar ia akan menjadi starter, meskipun siapa yang akan mendampinginya di jantung pertahanan masih menjadi teka-teki.

  • Bek Tengah (CB): Dean Huijsen Huijsen kini telah kembali ke tim. Namun, Alonso mungkin akan mengambil pendekatan hati-hati jika kondisi fisiknya belum mencapai 100 persen. Meski demikian, sang pelatih sangat ingin segera menurunkan Huijsen demi memperkuat soliditas lini belakang timnya.

  • Bek Kiri (LB): Victor Valdepenas Dengan tiga pilihan utama di bek kiri yang sedang cedera atau terkena skorsing, serta Eduardo Camavinga yang lebih sering diplot sebagai opsi darurat, Valdepeñas memiliki peluang yang sangat besar untuk melakoni debut sebagai starter di posisi ini.

  • Gelandang Tengah (CM): Aurelien Tchouameni Setelah sempat bermain lebih bertahan saat melawan Celta Vigo, Tchouameni diprediksi akan kembali ke posisi aslinya di lini tengah. Keberadaannya sangat krusial untuk keseimbangan tim.

  • Gelandang Tengah (CM): Dani Ceballos Ceballos menunjukkan performa yang cukup meyakinkan dalam pertandingan melawan Manchester City. Dengan Fede Valverde yang bergeser ke posisi bek kanan, Ceballos memiliki peluang besar untuk kembali mengisi lini tengah dalam susunan pemain utama.

  • Gelandang Tengah (CM): Jude Bellingham Meskipun sempat menerima beberapa kritik, etos kerja dan kontribusi Jude Bellingham di lini tengah tidak pernah benar-benar pudar. Ia tetap menjadi elemen vital yang tidak tergantikan dalam kekuatan lini tengah Madrid.

  • Penyerang Kiri (LW): Rodrygo Rodrygo tampil sebagai pemain lapangan terbaik saat Real Madrid berhadapan dengan Manchester City, bahkan berhasil mencetak gol pembuka. Performa impresifnya hampir memastikan posisinya sebagai starter di lini serang.

  • Penyerang Tengah (ST): Vinicius Jr. Vinicius Jr. mungkin belum sepenuhnya kembali ke performa terbaiknya, namun ia tetap mampu menunjukkan kilasan-kilasan kualitasnya yang luar biasa. Keputusan untuk mencadangkannya bisa menjadi risiko yang sangat besar bagi Alonso.

  • Penyerang Tengah (ST): Kylian Mbappe Mbappe dilaporkan siap untuk diturunkan dalam pertandingan melawan Alaves. Jika kondisi fisiknya benar-benar memungkinkan, akan menjadi kejutan besar jika ia tidak langsung dimainkan sejak menit awal.

Dengan komposisi skuad yang terpaksa harus beradaptasi dengan situasi darurat dan banyaknya pemain muda yang berpotensi tampil, pertandingan ini akan menjadi ujian berat lainnya bagi Xabi Alonso dalam mengelola situasi yang sulit. Di sisi lain, ini juga menjadi panggung emas bagi beberapa nama baru untuk unjuk gigi dan membuktikan diri di level tertinggi sepak bola.

Yaroslav Amosov Debut Gemilang di UFC, Taklukkan Veteran Neil Magny dengan Kuncian Cepat

Dunia Mixed Martial Arts (MMA) kembali diguncang dengan penampilan memukau dari seorang pendatang baru di arena UFC. Yaroslav Amosov, petarung asal Ukraina yang sebelumnya dikenal sebagai mantan juara Bellator, berhasil mencatatkan debut impresifnya di kelas welter UFC. Dalam pertarungan yang berlangsung di UFC Apex, Las Vegas, Amerika Serikat, pada Minggu (14/12/2025) pagi waktu Indonesia, Amosov sukses mengalahkan petarung veteran yang kenyang pengalaman, Neil Magny.

Kemenangan ini tidak hanya menandai awal yang kuat bagi Amosov di UFC, tetapi juga menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu talenta yang patut diperhitungkan di divisi kelas welter yang saat ini didominasi oleh Islam Makhachev. Amosov berhasil mengakhiri pertarungan di ronde pertama melalui kuncian anaconda yang dieksekusi dengan presisi dan kecepatan luar biasa.

Strategi Cerdas dan Eksekusi Mematikan

Pertarungan dimulai dengan intensitas tinggi. Amosov menunjukkan ketenangannya dalam menghadapi Magny, yang dikenal sebagai salah satu petarung dengan rekor kemenangan terbanyak di kelas welter UFC. Setelah berhasil mendaratkan pukulan yang membuat Magny goyah, Amosov dengan sigap memanfaatkan momentum. Ia segera menindih lawannya, mengunci leher Magny dengan lengan kirinya, sementara lengan kanannya menjepit lengan kiri sang veteran. Dengan kombinasi kekuatan dan teknik yang matang, Amosov berhasil mengamankan kuncian tersebut, memaksa Magny untuk menyerah dengan menepukkan tangannya sebagai tanda tap out.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Neil Magny. Ini merupakan kekalahan keenam baginya dalam dua belas pertarungan terakhir sejak tahun 2022. Periode yang sama juga melihat Magny harus mengakui keunggulan para calon penantang gelar di kelas welter, termasuk nama-nama seperti Shavkat Rakhmonov, Ian Machado Garry, Michael Morales, dan Carlos Prates. Status Magny sebagai gatekeeper atau "penjaga gerbang" di divisi ini pun semakin menguat. Ia dianggap sebagai batu loncatan bagi para petarung muda yang bercita-cita untuk menantang sabuk juara, namun seringkali ia menjadi tembok yang sulit ditembus oleh para penantang tersebut.

Rekam Jejak Amosov yang Mengesankan

Namun, Yaroslav Amosov bukanlah petarung sembarangan yang bisa diremehkan. Latar belakangnya sebagai mantan juara di ajang MMA terkemuka lainnya, Bellator, memberikan bukti nyata akan kualitas dan pengalamannya. Sebelum memasuki UFC, Sherdog mencatat bahwa Amosov memiliki rekor yang mengagumkan, yaitu 28 kemenangan dan hanya 1 kekalahan. Dengan kemenangan atas Magny ini, rekor keseluruhannya di ajang MMA kini menjadi 29 kemenangan dan 1 kekalahan.

Rekor ini mengingatkan pada legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, yang juga pensiun dengan rekor sempurna 29-0. Perbedaan utama terletak pada catatan kekalahan Amosov yang terjadi pada tahun 2023 melalui KO, yang juga menandai pertarungan terakhirnya di Bellator. Namun, sejak saat itu, Amosov telah bangkit dengan meraih dua kemenangan beruntun, menunjukkan ketahanan mental dan kemampuannya untuk kembali ke jalur kemenangan.

Persamaan penting lainnya antara Amosov dan Nurmagomedov, serta Islam Makhachev yang kini memegang sabuk juara kelas welter UFC, adalah latar belakang mereka dalam olahraga sambo. Disiplin bela diri Rusia ini dikenal dengan fokusnya pada gulat, bantingan, dan kuncian, yang terbukti sangat efektif dalam pertarungan MMA. Kemampuan Amosov dalam hal gulat dan teknik kuncian, yang ia demonstrasikan saat melawan Magny, adalah hasil dari latihan sambo yang intensif.

Ambisi Besar di Panggung UFC

Petarung berusia 32 tahun ini mengungkapkan kebahagiaannya atas kesempatan untuk akhirnya berkompetisi di UFC. Ia mengaku telah menantikan momen ini sejak lama dan telah mempersiapkan diri secara matang selama setahun terakhir.

"Saya adalah petarung top, tetapi tidak punya sabuk, untuk sekarang," ucap Amosov dengan penuh keyakinan pasca-pertarungan kepada UFC. Pernyataannya mencerminkan ambisinya yang besar dan keyakinannya bahwa ia memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.

Setelah sempat rehat dari dunia kompetisi selama dua tahun, Amosov bertekad untuk tetap aktif. Ia berencana untuk menjalani dua hingga tiga pertarungan di tahun mendatang, dengan tujuan utama untuk meraih sabuk juara UFC. Menjadi juara di organisasi MMA terbesar di dunia adalah impian terbesarnya, dan debut gemilangnya melawan Neil Magny adalah langkah awal yang sangat menjanjikan menuju pencapaian tersebut.

Hasil Lengkap UFC Vegas 112

Berikut adalah hasil lengkap dari gelaran UFC Vegas 112:

Kartu Utama

  • Kelas Terbang: Brandon Royval vs. Manel Kape
  • Kelas Bulu: Giga Chikadze vs. Kevin Vallejos
  • Kelas Menengah: Cezary Oleksiejczuk mengalahkan Cesar Almeda (Keputusan Angka Mutlak)
  • Kelas Bulu: Melquizael Costa mengalahkan Morgan Charriere (KO, Ronde 1)
  • Kelas Berat: Kennedy Nzechukwu vs. Marcus Buchecha (Imbang Keputusan Angka Mutlak)
  • Kelas Tangkapan (160 pon): King Green mengalahkan Lance Gibson Jr. (Keputusan Angka Mutlak)

Kartu Awal

  • Kelas Welter: Yaroslav Amosov mengalahkan Neil Magny (Kuncian, Ronde 1)
  • Kelas Bulu: Joanderson Brito mengalahkan Isaac Thomson (Keputusan Angka Mutlak)
  • Kelas Berat: Steven Asplund mengalahkan Sean Sharaf (TKO, Ronde 2)
  • Kelas Bantam Wanita: Luana Santos mengalahkan Melissa Croden (Keputusan Angka Mutlak)
  • Kelas Berat: Guilherme Pat mengalahkan Allen Frye (Keputusan Angka Mutlak)
  • Kelas Terbang Wanita: Jamey-Lyn Horth mengalahkan Tereza Bleda (TKO, Ronde 1)

Polemik Ban Kapten Timnas Indonesia: Asnawi Mangkualam Bantah Isu Internal Lawan China

Sebuah perdebatan lama mengenai isu internal Timnas Indonesia, khususnya terkait pergantian ban kapten saat menghadapi China, kembali mencuat. Polemik ini kembali dipanaskan oleh pernyataan seorang figur publik yang kemudian dibantah keras oleh kapten Timnas saat ini, Asnawi Mangkualam. Kejadian ini membuktikan bahwa isu di ruang ganti pemain seringkali menjadi bola liar yang sulit dikendalikan di publik.

Latar Belakang Polemik

Polemik ini berawal dari pertandingan antara Timnas Indonesia melawan China yang berlangsung di Stadion Pemuda Qingdao. Sebelum laga tersebut, sempat beredar isu mengenai adanya permasalahan internal dalam skuad Garuda. Kecurigaan ini semakin menguat ketika pelatih kepala, Shin Tae-yong, melakukan beberapa perubahan signifikan pada susunan pemain utama (line-up). Salah satu perubahan yang paling disorot adalah pergantian ban kapten. Saat itu, Asnawi Mangkualam yang kembali diturunkan sebagai starter, kembali mengenakan ban kapten yang sebelumnya sempat diberikan kepada Jay Idzes ketika Asnawi berada di bangku cadangan.

Pada dasarnya, penunjukan Asnawi sebagai kapten utama bukanlah hal yang baru, karena memang pelatih Shin Tae-yong telah menunjuknya sebagai kapten utama tim. Namun, isu mengenai adanya masalah internal kembali mencuat setelah Arya Sinulingga, dalam sebuah podcast di kanal YouTube pribadinya bersama Haris Pardede (Bung Harpa) pada Rabu (10/12/2025), membahas kembali kejadian tersebut.

Pernyataan Arya Sinulingga dan Tanggapan Awal

Dalam diskusinya, Arya Sinulingga secara terbuka menyatakan bahwa pertandingan melawan China tersebut diwarnai oleh permasalahan internal di tubuh Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong. Ia secara spesifik menyoroti pergantian ban kapten yang sebelumnya dipegang oleh Jay Idzes.

"Kalau nggak ada masalah ruang ganti pasti kita nggak gitu komposisinya lawan China, bener nggak, nggak mungkin Jay Idzes diganti dari kapten," ujar Arya.

Mendengar pernyataan tersebut, Bung Harpa mencoba memberikan klarifikasi berdasarkan informasi yang diterimanya. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang ia dapat, Asnawi Mangkualam memang merupakan kapten utama tim.

"Soal Jay Idzes, boleh saya interupsi bang, setahu saya ini Asnawi kan memang kapten utama bang, memang di masih statusnya kapten utama, setahu saya," ujar Bung Harpa.

Arya Sinulingga kemudian membantah pernyataan Bung Harpa tersebut, dengan tegas menyatakan bahwa status kapten telah berganti. "Enggak udah ganti," sahut Arya.

Bung Harpa kembali membantah dengan mengutip perkataan Jay Idzes sendiri yang menyebutkan bahwa Asnawi adalah kaptennya. "Nah terus Jay Idzesnya katanya yang bilang ya udah si Asnawi saja yang kapten," balas Bung Harpa.

Arya Sinulingga, yang merupakan Exco PSSI, kembali mempertegas pernyataannya. Ia menambahkan bahwa selain isu kapten, adanya konflik saat itu juga dapat dilihat dari dicadangkannya Thom Haye. Ia juga menyinggung pernyataan Jeje yang kerap membahas masalah antara pemain dan pelatih, bukan masalah federasi.

"Enggak udah diganti makanya Jay Idzes yang kapten kan, itu perubahan, Thom Haye nggak main, banyak terjadi. Dan kayak Jeje kan bang Harpa kan banyak gaul sama Jeje, dia nggak pernah ngomongin federasi, dia selalu ngomongin masalah pemain dengan pelatih," imbuh Arya.

Bantahan Tegas Asnawi Mangkualam

Merasa terganggu dengan kemunculan kembali isu lama yang seharusnya sudah tertutup, Asnawi Mangkualam akhirnya angkat bicara. Bek kanan klub Port FC ini secara tegas membantah pernyataan Arya Sinulingga terkait polemik ban kapten.

Sebelum memberikan klarifikasi resmi, Asnawi mengunggah sebuah cuplikan video dari podcast Arya Sinulingga dan Bung Harpa yang membahas isu internal dan pemilihan kapten saat laga melawan China. Dengan nada sarkas, Asnawi menandai akun Jeje dalam unggahannya, seolah meminta klarifikasi dari rekannya tersebut.

"@jeongseokseo coba jelasin Je gimana biar bapak ini ngerti gimana (di tambah emoji heran)," tulis Asnawi pada video tersebut, Kamis (11/12/2025).

Selanjutnya, Asnawi Mangkualam memberikan klarifikasi mendalam melalui fitur InstaStory-nya. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak yang memberikan informasi yang belum tentu benar.

"Tidak ada dilokasi tapi klarifikasi seakan-akan benar adanya, coba di publik siapa yang memberitahu bapak perihal kapten itu. Apakah pelatih, pemain atau official? Tolong sampaikan biar gak jadi bola liar di publik," tulis Asnawi Mangkualam.

Mantan pemain PSM Makassar ini kemudian memberikan penjelasan gamblang mengenai kronologi sebenarnya terkait pemilihan kapten Timnas Indonesia.

Klarifikasi Detail Asnawi Mangkualam

Asnawi Mangkualam menjelaskan bahwa ia sebenarnya sudah sejak lama berniat untuk menyerahkan ban kapten kepada pemain lain. Bahkan, niat tersebut sudah ada sebelum ajang Piala Asia.

"Saya pribadi sudah lama berniat untuk memberikan kapten itu ke pemain lain bahkan sebelum Piala Asia," ujar Asnawi dalam klarifikasinya.

Ia mengungkapkan bahwa ia sempat berbicara dengan asisten pelatih Timnas Indonesia saat itu, Nova Arianto, mengenai keinginannya untuk memberikan ban kapten utama kepada pemain lain, seperti Jordi Amat atau Jay Idzes.

"Saya pribadi berbicara ke Coach Nova bilang kamu yang masih dipercaya Coach Shin dan berlanjut lagi saya masih berusaha untuk memberikan ke pemain lain lagi yaitu Jay dari sebelum melawan Australia di GBK. Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy, Thom dan Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa first kapten dan vice."

Asnawi menegaskan bahwa saat itu, Coach Shin Tae-yong tetap mempercayakan ban kapten utama kepadanya, dan Jay Idzes sebagai wakil kapten. Ia yakin bahwa semua pemain yang disebutkan di atas dapat menjadi saksi atas kebenaran pernyataannya.

"Ketika itu Coach Shin tetap mempercayakan first kapten ke saya dan Jay sebagai vice. Dan di sini jelas dan bisa ditanyakan juga ke semua pemain yang saya sebutkan di atas."

Ia merasa heran mengapa dirinya selalu disudutkan dalam permasalahan ini, dan mengapa isu dari pertandingan melawan China, yang sudah berlalu, masih terus dibahas. Menurutnya, fokus seharusnya adalah perbaikan untuk masa depan tim.

"Saya rasa masalah ini jika paham bola tidak perlu dibahas karena memang jelas alurnya seperti itu. Ketika first kapten bermain tetap akan memakai ban kapten. Tetapi jika tidak bermain diberikan ke vice kapten. Tapi kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan di permasalahan ini, dan kenapa juga sampai saat ini masih membahas pertandingan ketika melawan China. Sedangkan yang harus dilakukan bukan membahas yang sudah berlalu tapi memperbaiki buat ke depannya."

Asnawi juga menekankan bahwa jika memang benar Jay Idzes telah ditentukan sebagai kapten utama saat melawan China, ia meminta agar sumber informasi tersebut diungkapkan. Ia menyatakan bahwa ia bangga jika dipercaya, namun akan lebih ikhlas jika kepercayaan itu diberikan kepada orang yang lebih pantas. Alasan keinginannya untuk memberikan ban kapten kepada pemain lain adalah karena ia merasa performanya menurun dan ada pemain lain yang lebih layak.

"Kalau memang perkataan bapak itu benar Jay sudah ditentukan sebagai first kapten melawan China, please let me know who telling you? Jika saya diberikan kepercayaan saya bangga, tapi ketika diberikan jauh lebih baik saya ikhlas. Dan itu sudah lama saya berniat untuk memberikan ke yang lain. Alasan saya ingin memberikan ke yang lain karena that tim saya rasa performa saya menurun dan ada yang lebih pantas," tutup Asnawi Mangkualam.

Klarifikasi mendalam dari Asnawi ini diharapkan dapat menutup rapat "kotak pandora" isu lama yang terus menghantui Timnas Indonesia dan membuka jalan bagi fokus yang lebih positif untuk perkembangan sepak bola nasional.

medkomsubangnetwork - Sebanyak tujuh dari sembilan atlet renang Indonesia berhasil melangkah ke babak final SEA Games 2025. Kontingen Merah Putih pun berpotensi panen medali emas pada hari kedua perebutan medali, Kamis (11/12).

Tim renang Indonesia sebelumnya telah membuka hari pertama dengan cukup apik. Satu emas dan satu perak dipersembahkan oleh tim renang, masing-masing dari Jason Donovan Yusuf dan Farrel Armandio Tangkas.

Jason Donovan dapat medali emas di nomor 100m gaya punggung putra. Sementara Farrel ada di bawahnya dan meraih perak pada nomor yang sama.

Kini memasuki hari kedua, cabor renang berpotensi menambah pundi-pundi medali, termasuk emas. Peluang itu muncul setelah tujuh perenang Indonesia menjalani lomba renang sesi pagi (babak kualifikasi) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok, dengan manis.

Pagi tadi ada sembilan perenang Indonesia yang berlomba di lima nomor lomba renang SEA Games 2025. Yakni 50m gaya punggung putra, 50m gaya punggung putri, 50m gaya bebas putra, 200m gaya bebas putri dan 100m gaya dada putra. Nah tujuh di antaranya sukses melesat ke final.

Mulai dari nomor 50m gaya punggung putra, di mana ada Jason Donovan Yusuf yang mencatatkan waktu 25,88 detik dan perenang senior I Gede Siman Sudartawa dengan waktu 26,40. Keduanya kompak melaju dan akan bertarung di final nomor 50m gaya punggung putra sore nanti.

Kemudian di nomor 50m gaya punggung putri, tim renang Indonesia juga memiliki potensi tinggi untuk bisa meraih medali emas. Ada perenang Merah Putih yang berhasil melaju ke final, yakni Flairene Candrea berkat mencatatkan waktu 29,53 detik dan Masniari Wolf dengan 29,20 detik.

Lalu di nomor 50m gaya bebas putra, Indonesia mengirimkan satu wakilnya ke final. Dia adalah Samuel Maxson Septionus, yang mampu lolos secara langsung ke babak final dengan catatan waktu renang 23,18 detik.

Bergeser ke nomor 200m gaya bebas putri, perenang Indonesia Serenna Karmelita Muslim juga membuka asa untuk meraih medali. Karmelita melesat ke perlombaan puncak setelah mencatatkan waktu 2:07.36 di babak kualifikasi.

Sementara atlet terakhir yang juga siap beraksi untuk memperebutan medali adalah Muhammad Dwiky Raharjo. Dia bakal berlomba di final nomor 100m gaya dada putra, berkat keberhasilannya lolos dari kualifikasi dengan waktu renang 1 menit 3,53 detik.

Albert C. Sutanto selaku pelatih timnas Renang Indonesia, mengaku senang dengan tembusnya 7 perenang Indonesia ke final. Menurutnya, keberhasilan anak asuhnya semakin membuka pintu harapan untuk menambah pundi-pundi medali SEA Games Thailand dari cabor renang.

"Kita punya peluang bagus di 50m gaya punggung putra karena ada Jason yang lagi bagus setelah kemarin dapat emas dan ada perenang senior kita Siman yang secara mental udah matang sekali dengan pengalaman 9 medali emasnya," ujar Albert, dalam keterangan resmi PB Akuatik Indonesia.

"Di bagian putri kita ada Masniari Wolf dan Flairene, yang bisa memberikan tekanan ke perenang naturalisasi Filipina. Jadi kita ada 2 peluru, mudah-mudahan bisa kena sasaran dua-duanya," tambahnya.

Tujuh perenang Indonesia tersebut dijadwalkan memulai perlombaan babak final hari kedua perlombaan di arena yang sama, di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok. Final akan dilaksanakan mulai 18.00 waktu Bangkok, Thailand, yang sama seperti WIB.

Update hasil 16 besar badminton SEA Games 2025 hari ini lengkap nasib wakil Indonesia
Ringkasan Berita:Menginjak gim ketiga, Koh/Li dan Jafar/Felisha langsung bersaing ketat dengan dua kali berbagi angka.
Ringkasan Berita:Pasangan peringkat ke-10 dunia tersebut sempat merebut momentum dengan mengukir keunggulan sebesar dua angka atas Koh/Li.

medkomsubangnetwork Update dan pantau hasil pertandingan wakil Indonesia di badminton SEA Games 2025 nomor Individu. 

Perburuan medali emas oleh para wakil Indonesia berlanjut di nomor individu. 

Perebutan medali emas di lima nomor dipastikan sengit termasuk ganda campuran. 

Untungnya Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, meraih hasil manis pada bulu tangkis SEA Games 2025 kategori perorangan.

Langkah Jafar/Felisha pada SEA Games 2025 dibuka dengan menghadapi wakil Singapura Eng Ket Wesley Koh/Zheng Yan Li di babak 16 besar.

Tampil di Thammasat Rangsit Gymnasium, Pathum Thani, Thailand, Jafar/Felisha menang dengan skor 21-19, 21-8, 21-19 dalam tempo 40 menit.

Dengan hasil ini, Jafar/Felisha melaju ke perempat final bulu tangkis SEA Games 2025.

Persaingan berjalan alot sejak awal gim pertama di mana Jafar/Felisha dan Koh/Li harus berbagi angka hingga tiga kali.

Pasangan peringkat ke-10 dunia tersebut sempat merebut momentum dengan mengukir keunggulan sebesar dua angka atas Koh/Li.

Momen itu tidak bertahan lama di mana Koh/Li berhasil mengejar perolehan poin Jafar/Felisha dan berbalik unggul.

Empat poin beruntun berhasil dibukukan Koh/Li untuk mengungguli Jafar/Felisha pada interval pertama dengan skor 11-7.

Mengawali masa interval dengan tertinggal empat point, permainan agresif langsung ditunjukkan Jafar/Felisha di mana mereka mampu menyamakan skor.

Koh/Li sendiri masih mampu memberikan perlawanan terbaik di mana mereka tak segan memaksa Jafar/Felisha berbagi angka hingga tiga kali secara beruntun.

Memasuki poin-poin tua, Jafar/Felisha sempat meraih momentum dengan memiliki jarak dua angka dengan wakil Singapura tersebut sebelum akhirnya harus kalah pada gim pertama 19-21.

Kalah pada gim pertama membuat Jafar/Felisha tersentak di mana mereka langsung melejit meninggalkan Koh/Li usai meraih empat poin beruntun.

Koh/Li sempat membuat langkah Jafar/Felisha tersendat beberapa kali tetapi mereka tak mampu membalikkan keadaan.

 Dominasi permainan masih berada di tangan Jafar/Felisha di mana mereka tetap unggul saat menutup interval gim kedua dengan skor 11-5.

Usai jeda, Jafar/Felisha kian sulit terbendung dengan mendapatkan empat poin beruntun untuk unggul jauh 15-5 atas Koh/Li.

Pasangan Singapura itu sempat melawan, tetapi hingga gim kedua berakhir, Jafar/Felisha tetap tidak tersentuh untuk keunggulan mereka.

Menginjak gim ketiga, Koh/Li dan Jafar/Felisha langsung bersaing ketat dengan dua kali berbagi angka.

Koh/Li berhasil mengambil alih keunggulan usai meraih dua poin beruntun, tetapi Jafar/Felisha tak membiarkan momen itu bertahan lama.

Wakil Merah Putih ini berhasil melejit untuk menutup perlawanan Koh/Li pada interval ketiga dengan skor 11-7.

Usai jeda, Jafar/Felisha mulai goyah sehingga Koh/Li berhasil mengejar mereka untuk membuat kedudukan imbang hingga tiga kali.

Jafar/Felisha berhasil menjauh lagi dengan mendapatkan tiga poin beruntun hingga pertandingan memasuki masa-masa krusial.

Koh/Li masih melancarkan perlawanan terbaiknya untuk memangkas jarak sebelum Jafar/Felisha meraih momentum match point pertama mereka.

Tertahan dua kali, Jafar/Felisha menyudahi perlawanan Koh/Li pada gim ketiga dengan skor 21-19.

Update Hasil Wakil Indonesia di badminton SEA GAmes 2025. 

Court 1

  • XD - Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Terry Hee Yong Kai/Jin Yu Jia (Singapura)
  • WD - Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Li Zheng Hong/Li Zhen Yan (Singapura)

Court 2

  • XD - Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Wesley Koh Eng Keat/Li Zheng Yan (Singapura) 19-21, 21-8, 21-19
  • WS - Ni Kadek Dinda Amartya Pratiwi vs Nguyen Thuy Linh (Vietnam)
  • MD - Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Hein Thiha Aung/Phone Htet Zaw (Myanmar)

Court 3

  • MS - Moh Zaki Ubaidillah vs Le Duc Phat (Vietnam)
  • MS - Alwi Farhan vs Nguyen Hai Dang (Vietnam)
  • WD - Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Insyirah Khan/Megan Lee Xin Yi (Singapura)
  • MD - Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Phyo Thuram Kyaw/Lai Zuidika (Myanmar)

Live Score

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS

- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Liga Primer 2025/26: Musim Paling Brutal dan Kacau Balau

Musim Liga Primer Inggris 2025/26 telah mencatatkan sejarah baru dengan tingkat persaingan yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama dalam perebutan tiket kompetisi Eropa. Setelah 15 pertandingan, jarak poin antara tim di peringkat keempat dan ke-12 hanya terpaut empat angka, menciptakan situasi di mana satu kemenangan atau kekalahan dapat secara drastis mengubah nasib sebuah klub dalam semalam.

Sejarah Baru Tercipta: Jarak Poin Terkecil Sejak Era EPL

Data statistik mengkonfirmasi bahwa selisih empat poin antara peringkat keempat dan ke-12 setelah 15 pertandingan adalah rekor terkecil dalam sejarah Liga Primer. Rata-rata jarak poin untuk posisi yang sama dalam sembilan musim terakhir adalah 10,2 poin, bahkan seringkali mencapai dua digit. Musim ini memecahkan tren tersebut, menciptakan "kemacetan lalu lintas" di papan klasemen yang membuat prediksi posisi akhir menjadi hampir mustahil.

Musim-musim sebelumnya, seperti 2000/01 dan 2006/07, memang pernah mencatatkan selisih yang relatif tipis, yaitu 5 poin. Namun, konteksnya sangat berbeda. Saat itu, tim-tim di puncak klasemen, seperti Manchester United pada musim 2000/01, sudah melesat jauh dengan keunggulan 10 poin, membuat persaingan gelar hampir selesai. Musim ini, tidak hanya papan tengah yang rapat, jarak di puncak klasemen antara Arsenal dan pesaingnya pun hanya 2 poin, membuat persaingan terasa lebih terbuka di semua lini.

Kondisi ini menunjukkan tingkat kompetitif liga yang semakin merata, atau bisa juga diartikan sebagai penurunan standar konsistensi tim-tim elite. Tim peringkat ke-12 yang biasanya sudah mulai melupakan mimpi Eropa, kini secara matematis hanya membutuhkan dua kemenangan untuk menyodok ke empat besar. Hal ini menjaga motivasi seluruh tim tetap tinggi karena tidak ada yang benar-benar aman dan tidak ada yang benar-benar terpuruk (kecuali Wolves di dasar klasemen).

Tabel berikut memperlihatkan perbandingan jarak poin antara peringkat keempat dan ke-12 pada pekan ke-15 dari beberapa musim terakhir dan musim-musim yang memegang rekor sebelumnya. Data ini membuktikan betapa unik dan ketatnya persaingan musim 2025/26 dibandingkan era-era sebelumnya.

Jarak Poin Peringkat 4 vs 12 (Setelah Pekan ke-15)

Musim Tim Peringkat 4 Poin Tim Peringkat 12 Poin Selisih
2025/26 Crystal Palace 26 Newcastle 22 4
2024/25 Man City 27 Newcastle 20 7
2023/24 Man City 30 Brentford 19 11
2006/07 Bolton 24 Man City 19 5
2000/01 Leicester 26 Charlton 21 5

Volatilitas Ekstrem: Studi Kasus Manchester United dan Chelsea

Volatilitas atau perubahan posisi yang drastis menjadi ciri khas musim ini. Manchester United adalah contoh paling nyata dari betapa cepatnya nasib bisa berubah. Memasuki pekan ke-15, mereka terpuruk di posisi ke-12 dan dibayangi krisis jika kalah dari Wolves. Namun, kemenangan 4-1 langsung mengerek mereka terbang ke posisi keenam dengan 25 poin, sejajar dengan Chelsea dan hanya berjarak satu poin dari empat besar.

Di sisi lain, Chelsea mengalami nasib sebaliknya. Sempat digadang-gadang sebagai penantang gelar Arsenal beberapa pekan lalu, rentetan tiga laga tanpa kemenangan membuat mereka tergelincir ke posisi kelima. Perubahan narasi dari "calon juara" menjadi "berjuang di zona Eropa" terjadi begitu cepat, mencerminkan betapa tipisnya margin kesalahan di musim ini.

Fenomena ini juga dialami oleh Tottenham (posisi 11) dan Newcastle (posisi 12) yang berada di posisi lebih rendah dari ekspektasi, namun secara poin masih sangat dekat dengan zona elite. Liverpool juga masih berjuang dengan inkonsistensi (kalah 6 kali dari 10 laga terakhir), namun anehnya mereka hanya terpaut tiga poin dari peringkat keempat.

Situasi ini menciptakan tekanan psikologis yang unik bagi para manajer dan pemain. Tidak ada zona nyaman di papan klasemen saat ini. Satu pekan buruk bisa melempar tim dari zona Eropa ke papan tengah, sementara satu pekan baik bisa menghidupkan kembali asa juara atau Liga Champions.

Klasemen Sementara Papan Atas-Tengah (Pekan ke-15)

Pos Tim Poin Jarak ke 4 Besar
3 Aston Villa 30 -
4 Crystal Palace 26 -
5 Chelsea 25 1
6 Man Utd 25 1
... ... ... ...
12 Newcastle 22 4

Anomali Aston Villa dan Crystal Palace: Ujian Realitas Menanti

Aston Villa dan Crystal Palace saat ini menjadi penghuni papan atas yang mengejutkan, namun data statistik memberikan sinyal peringatan. Villa duduk nyaman di posisi ketiga dengan 30 poin, namun analisis Expected Points menunjukkan mereka telah meraih poin jauh lebih banyak dari yang seharusnya berdasarkan kualitas peluang (xG). Mereka mengalami "overperformance" yang ekstrem dan mungkin akan segera mengalami koreksi hasil.

Jadwal berat menanti Villa ke depannya. Setelah menghadapi Arsenal dan Brighton, mereka harus bertemu Manchester United, serta bertandang ke markas Arsenal (Emirates) dan Chelsea (Stamford Bridge) dalam empat laga ke depan. Rangkaian pertandingan ini akan menjadi ujian validitas apakah Villa benar-benar penantang gelar atau hanya sekadar penumpang sementara di papan atas.

Sementara itu, Crystal Palace menembus empat besar untuk pertama kalinya di tahap ini sepanjang sejarah mereka di Liga Primer. Namun, isu kelelahan skuad yang tipis menjadi bom waktu. Oliver Glasner telah mengeluhkan kurangnya aktivitas transfer, dan partisipasi perdana mereka di kompetisi Eropa (Conference League) mulai menguras tenaga pemain inti yang jarang dirotasi.

Ruben Amorim bahkan sempat menyinggung faktor kelelahan Palace saat United mengalahkan mereka. Dengan bursa transfer Januari yang belum dibuka, Palace harus bertahan dengan skuad tipis mereka. Pertanyaannya adalah, sampai kapan mereka bisa melawan gravitasi kelelahan sebelum akhirnya tergelincir?

Faktor Penghambat Tim Kuda Hitam

Tim Posisi Saat Ini Masalah Utama
Aston Villa 3 Jadwal Neraka (vs MU, Arsenal, Chelsea) & Overperformance Statistik
Crystal Palace 4 Skuad Tipis, Kelelahan (Eropa + Domestik), & Badai Cedera

Faktor X: Piala Afrika Mengancam Keseimbangan

Akhir 2025 dan awal 2026 akan menjadi periode krusial seiring digelarnya Piala Afrika (AFCON) dari 21 Desember hingga 18 Januari. Turnamen ini akan memaksa banyak klub melepas pemain kuncinya di tengah jadwal padat liga, yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan secara signifikan. Tim yang memiliki kedalaman skuad buruk akan sangat menderita.

Manchester United adalah salah satu tim yang paling terdampak. Mereka akan kehilangan seluruh sisi kanan serangan utama sebagaimana Noussair Mazraoui, Bryan Mbeumo, dan Amad Diallo harus berangkat ke Maroko. Kehilangan tiga pilar sekaligus di satu sektor adalah pukulan telak bagi Amorim yang baru saja mulai menemukan ritme timnya.

Tidak hanya United, Sunderland bahkan terancam kehilangan hingga tujuh pemain tim utama mereka. Tim-tim lain di pusaran persaingan Eropa seperti Everton, Tottenham, Brighton, dan Liverpool juga dipastikan akan kehilangan setidaknya satu pemain kunci. Ini adalah ujian manajemen skuad yang sesungguhnya.

Klub yang mampu melakukan rotasi efektif dan memiliki pemain pelapis yang siap pakai diprediksi akan menjadi pemenang dalam periode "survival" ini. Sebaliknya, tim yang tidak siap bisa tergelincir drastis di klasemen yang sangat rapat ini, di mana kehilangan poin sedikit saja bisa berakibat fatal.

Dampak AFCON pada Tim EPL

Tim Pemain Kunci Absen Dampak
Man Utd Mazraoui, Mbeumo, Amad Sektor Kanan Lumpuh
Sunderland Hingga 7 Pemain Krisis Skuad Total
Crystal Palace Ismaila Sarr (jika fit) Rotasi Lini Depan Terbatas

Prediksi Bulan Mendatang: Merangkul Kekacauan

Melihat tren saat ini, perebutan tiket Eropa diprediksi akan menjadi yang paling sengit dan brutal dalam sejarah Liga Primer. Tidak ada tanda-tanda dominasi absolut dari satu atau dua tim di zona peringkat 3 hingga 8. Inkonsistensi masih menjadi tema utama, di mana tim saling mengalahkan dan saling memberikan "nyawa" tambahan setiap pekannya.

Bulan Januari akan menjadi fase seleksi alam. Kombinasi dari bursa transfer musim dingin, kelelahan pasca-boxing day, dan absennya pemain ke AFCON akan memisahkan tim yang benar-benar tangguh dengan yang hanya beruntung. Apakah Aston Villa dan Crystal Palace akan kehabisan bensin? Apakah Manchester United dan Chelsea bisa menemukan konsistensi?

Satu hal yang pasti, paruh kedua musim 2025/26 akan menyajikan drama yang tak terduga. Bagi penikmat sepakbola netral, kekacauan ini adalah hiburan terbaik yang bisa ditawarkan oleh liga paling kompetitif di dunia. Kita mungkin sedang menyaksikan musim klasik yang akan dikenang bertahun-tahun ke depan karena ketidakpastiannya.

Situasi di papan bawah juga memengaruhi dinamika ini, dengan Wolves yang terpuruk sendirian di dasar klasemen, membuat persaingan poin di atasnya semakin terkompresi. Mari kita nikmati "kekacauan" ini selagi berlangsung, karena dalam sepakbola, ketidakpastian adalah bumbu yang paling nikmat.

Diberdayakan oleh Blogger.