Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Pemain sepak bola. Tampilkan semua postingan

Ringkasan Berita:
  • Update klasemen dan top skor Liga Arab Saudi setelah Al Nassr menelan kekalahan 1-2 atas Al Qadisiyah
  • Al Nassr ajek di posisi kedua klasemen dengan 31 poin tertinggal empat angka atas Al Hilal di urutan pertama
  • Cristiano Ronaldo memuncaki tabel top skorer Liga Arab Saudi lewat raihan 14 gol

medkomsubangnetwork, - Klasemen dan top skor Liga Arab Saudi 2025/2026 menyuguhkan drama yang berbeda menyusul kekalahan Al Nassr bersama Cristiano Ronaldo di kandang. 'Duka' Al Nassr telan dua kekalahan berturut-turut! 

Cristiano Ronaldo memang mencetak gol, bahkan menempatkannya sebagai pemuncak daftar top skorer sementara Liga Arab Saudi.

Namun gol ke-958 Cristiano Ronaldo dalam kariernya itu tidak berarti, karena gagal menghindarkan Al Nassr dari kekalahan.

Berlangsung di Al Awwal Park, Riyadh, Al Nassr sebagai tuan rumah dipermalukan Al Qadisiyah lewat skor 1-2, Jumat (9/1) dini hari WIB.

Laga alot Al Nassr vs Al Qadisiyah berjalan tanpa gol di babak pertama. Kebuntuan pecah di menit 51' melalui sepakan Julian Quinones, memanfaatkan blunder kiper Al Nassr Nawaf Alaqidi.

Berselang 15' menit, Al Qadisiyah sukses menggandakan kedudukan melalui Nahitan Nandez memanfaatkan bola rebound sepakan dari Mateo Retegui.

Sementara satu lesakan tuan rumah tercipta di menit 81' melalui eksekusi penalti Cristiano Ronaldo.

Hasil ini membuat Al Qadisiyah besutan Brendan Rodgers naik ke posisi empat klasemen sementara Liga Arab Saudi. Mereka mengumpulkan 27 poin.

Sedangkan untuk Al Nassr, kekalahan ini jelas merugikan bagi mereka, mengingat di laga sebelumnya mereka juga kalah 2-3 atas Al Ahli. Cristiano Ronaldo ajek di posisi runner-up dengan raihan 31 poin.

Posisinya terancam oleh Al Taawon di urutan ketiga karena hanya berjarak tiga angka, dan masih menyimpan satu pertandingan.

Adapun pemuncak klasemen Liga Arab Saudi saat ini, Al Hilal yang meraih kemenangan 3-0 di laga pekan 14, mengumpulkan 35 angka, atau memimpin empat poin atas Ronaldo dkk.

Kemenangan Al Hilal

Al Hilal semakin nyaman di puncak klasemen sementara liga berkat kemenangan atas Al Hazm. Skuad asuhan Simone Inzaghi ini unggul empat poin atas Ronaldo dan kolega.

Bertanding di Kingdom Arena, Riyadh, Al Hilal memetik kemenangan meyakinkan 3-0 atas Al Hazm, Kamis (8/1) malam WIB.

Gol pembuka kemenangan Al Hilal terukir atas nama Sergej Milinkovic-Savic (SMS) pada menit ke-29'. Lesakan mantan pemain Lazio ini bertahan hingga turun minum.

Keunggulan skuad asuhan Simone Inzaghi bertambah pada babak kedua. Adalah kompatriot Cristiano Ronaldo, Ruben Neves menorehkan namanya di papan skor pada menit 56'.

Gol pengunci pesta kemenangan Al Hilal dilesakkan mantan penggawa Liverpool, Darwin Nunez (90').

Hasil Liga Arab Saudi 

Jumat, 9 Januari

Al Hilal 3-0 Al Hazm

(Sergej Milinkovic-Savic 29', Ruben Neves 56', Darwin Nunez 90')

Al Hilal 1-2 Al Qadisiyah

(Cristiano Ronaldo (P) 81' - Julian Quinones 51', Nahitan Nandez 66')

Al Najma 3-4 Al Ettifaq

(Rakan Rajah 72', Ali Jassim 73', Lazaro (P) 87' - Nasser Al Haleel 27' (OG), Moussa Dembele 39', Francisco Calvo 42, 59')

Top Skor Liga Arab Saudi

14 Gol

Cristiano Ronaldo (Al Nassr)

13 Gol

Joao Felix (Al Nassr)

11 Gol

Joshua King (Al Khaleej

9 Gol

Julian Quinones (Al Qadisiyah)

Georginio Wijnaldum (Al Ettifaq)

8 Gol

Mateo Retegui (Al Qadisiyah)

Ivan Toney (Al Ahli)

Klasemen Liga Arab Saudi

Ulasan Laga Al Nassr vs Al Qadisiyah

Memainkan Cristiano Ronaldo, Joao Felix, dan Kingsley Coman sejak menit awal laga, Al Nassr bertindak sebagai tuan rumah, langsung tampil menggebrak. 

Pada menit ke-2, Al Nassr memperoleh peluang untuk membuka keunggulan. Cristiano Ronaldo mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti, melepaskan tembakan keras.

Sayang, percobaan pertama pemain timnas Portugal ini belum on target,

Al Qadisiyah juga bukannya tanpa perlawanan. Permainan ofensif diperagakan Mateo Retegui dan kolega. Namun mereka masih kesulitan mengembangkan permainan karena pressing tinggi dilakukan para pemain Al Nassr.

Nahitan memprotes wasit yang tidak memberikan pelanggaran kepada Al Qadisiyah, ketika Quinones dijatuhkan di depan kotak penalti pada menit ke-8. Wasit mengacuhkan protes yang dilakukan pemain tim tamu tersebut.

Rapatnya pertahanan Al Nassr membuat tim tamu kesulitan untuk merangsek ke dalam kotak penalti. 

Opsi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pun dilambil penyerang Al Qadisiyah, Mateo Retegui. Tetapi percobaannya di menit 11' justru melambung tinggi tanpa mengarah ke gawang.

Memasuki menit 15', silih berganti jual beli serangan dilakukan kedua tim. Perpindahan aliran bola berlangsung cepat.

Joao Felix mendapatkan kesempatan mencetak gol melalui skema serangan balik. Tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah, Felix gagal menuntaskan sepakannya menjadi gol setelah ditepis Koen Casteels.

Di menit 25', Al Nassr dibuat mati kutu. Mereka dipaksa bertahan di areanya, dan sesekali melancarkan skema serangan balik karena Al Qadisiyah kuat dalam melakukan ball possessions.

Quinones kembali mengancam gawang Al Nassr melalui situasi sepak pojok. Bola yang dieksekusi Julian Weigl, mengarah kepada Quinones yang dituntaskan menjadi sebuah heading.

Tapi upaya penyerang Al Qadisiyah ini masih bisa diblok kiper Al Nassr, N Alaqidi.

Memasuki menit 30', intensitas pertandingan menurun. Kedua tim mencoba mendikte jalannya laga melalui penguasaan bola sembari menciptakan peluang.

Di menit ke-33', Cristiano Ronaldo memperoleh peluang emas pertamanya. Crossing dari sisi kanan permainan yang dilepaskan Coman, mengarah ke Ronaldo yang berada di kotak kecil penalti.

Niatnya, CR7 langsung melakukan sepakn voli. Namun alih-alih pengenaan kakinya tepat kepada bola, Ronaldo justru menendang angin, yang membuat peluang Al Nassr terbuang percuma. Skor masih imbang 0-0.

Angelo mengirimkan umpan tarik di menit ke-35, yang diteruskan oleh Joao Felix menjadi sebuah sontekan. Tetapi percobaan Felix masih terlalu lemah sehingga dapat diamankan Koen Casteels.

Peragaan permainan monoton datang dari Al Nassr. Crossing dan umpan cutback terus dilakukan barisan winger tuan rumah, yang sekaligus dapat dengan mudah diantisipasi pertahanan Al Qadisiyah.

Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Lima menit babak kedua berjalan, Al Qadisiyah mengejutkan publik tuan rumah. Adalah Juan Quinones yang membuka keran gol timnya sekaligus mengubah papan skor menjadi 0-1.

Quinones menambah pundi-pundi golnya memanfaatkan blunder dari kiper Al Nassr, Nawaf Alaqidi.

Berselang lima menit, Al Nassr menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan. Lolos dari jebakan offside, Felix yang tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah gagal menceploskan bola, sepakannya menyamping tipis di sisi kanan gawang.

Al Qadisiyah mengalami kerugian karena di menit ke-60', penjaga gawang utamanya, Koen Casteels ditarik keluar karena cedera setelah bertabrakan dengan Angelo. Casteels digantikan oleh Al Kassar.

Alih-alih meninggalkan celah di lini pertahanan, Al Qadisiyah yang baru saja melakukan pergantian kiper, justru sukses mencetak gol kedua mereka. 

Nahitan Nandez menorehkan namanya di papan skor pada menit 66', memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Retegui. Skor berubah 0-2.

Al Nassr memperoleh gol hiburan di menit 81' melalui eksekusi penalti CR7. Skor 1-2 bertahan hingga laga usai.

(medkomsubangnetwork,/Giri)

Hasil Al Nassr vs Al Qadisiyah: Skor 1-2, gol penalti Cristiano Ronaldo diejek striker timnas Italia
Ringkasan Berita:
  • Cristiano Ronaldo mencetak gol ke-958 saat Al Nassr kalah dari Al Qadisiyah pada pekan 14 Liga Arab Saudi 2025/2026
  • Kekalahan kedua berturut-turut Al Nassr membuat mereka tertinggal empat poin atas Al Hilal sebagai pemuncak klasemen sementara Liga Arab Saudi
  • Gol penalti Cristiano Ronaldo mendapatkan ejekan dari striker timnas Italia Mateo Retegui

medkomsubangnetwork, - Skor 1-2 menghiasi hasil akhir pertandingan Liga Arab Saudi 2025/2026 pekan 14 antara Al Nassr vs Al Qadisiyah di Al Awwal Park, Riyadh, Jumat (9/1/) dini hari WIB.

Laga alot Al Nassr vs Al Qadisiyah berjalan tanpa gol di babak pertama. Kebuntuan pecah di menit 51' melalui sepakan Julian Quinones, memanfaatkan blunder kiper Al Nassr Nawaf Alaqidi.

Berselang 15' menit, Al Qadisiyah sukses menggandakan kedudukan melalui Nahitan Nandez memanfaatkan bola rebound sepakan dari Mateo Retegui.

Sementara satu lesakan tuan rumah tercipta di menit 81' melalui eksekusi penalti Cristiano Ronaldo.

Hasil ini membuat Al Qadisiyah besutan Brendan Rodgers naik ke posisi empat klasemen sementara Liga Arab Saudi. Mereka mengumpulkan 27 poin.

Sedangkan untuk Al Nassr, kekalahan ini jelas merugikan bagi mereka. Cristiano Ronaldo ajek di posisi runner-up dengan raihan 31 poin.

Posisinya terancam oleh Al Taawon di urutan ketiga karena hanya berjarak tiga angka, dan masih menyimpan satu pertandingan.

Adapun pemuncak klasemen Liga Arab Saudi saat ini, Al Hilal yang meraih kemenangan 3-0 di laga pekan 14, mengumpulkan 35 angka, atau memimpin empat poin atas Ronaldo dkk.

Sejumlah momen yang melibatkan Cristiano Ronaldo jadi paling disorot. Namun yang menarik atensi bagaimana Ronaldo memperoleh ejekan dari striker timnas Italia, Mateo Retegui.

Sesaat setelah wasit memberikan penalti kepada Al Nassr, Ronaldo bersiap menjalankan tugasnya sebagai algojo.

Retegui yang berjalan keluar dari kotak penalti membuat gerakan tangan tepat di depan wajar Cristiano Ronaldo. Mantan striker Atalanta ini seakan ingin menjelaskan bahwa penalti CR7 didapat berkat bantuan Video Assistant Referee (VAR).

Jalan Pertandingan Al Nassr vs Al Qadisiyah

Memainkan Cristiano Ronaldo, Joao Felix, dan Kingsley Coman sejak menit awal laga, Al Nassr bertindak sebagai tuan rumah, langsung tampil menggebrak. 

Pada menit ke-2, Al Nassr memperoleh peluang untuk membuka keunggulan. Cristiano Ronaldo mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti, melepaskan tembakan keras.

Sayang, percobaan pertama pemain timnas Portugal ini belum on target,

Al Qadisiyah juga bukannya tanpa perlawanan. Permainan ofensif diperagakan Mateo Retegui dan kolega. Namun mereka masih kesulitan mengembangkan permainan karena pressing tinggi dilakukan para pemain Al Nassr.

Nahitan memprotes wasit yang tidak memberikan pelanggaran kepada Al Qadisiyah, ketika Quinones dijatuhkan di depan kotak penalti pada menit ke-8. Wasit mengacuhkan protes yang dilakukan pemain tim tamu tersebut.

Rapatnya pertahanan Al Nassr membuat tim tamu kesulitan untuk merangsek ke dalam kotak penalti. 

Opsi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pun dilambil penyerang Al Qadisiyah, Mateo Retegui. Tetapi percobaannya di menit 11' justru melambung tinggi tanpa mengarah ke gawang.

Memasuki menit 15', silih berganti jual beli serangan dilakukan kedua tim. Perpindahan aliran bola berlangsung cepat.

Joao Felix mendapatkan kesempatan mencetak gol melalui skema serangan balik. Tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah, Felix gagal menuntaskan sepakannya menjadi gol setelah ditepis Koen Casteels.

Di menit 25', Al Nassr dibuat mati kutu. Mereka dipaksa bertahan di areanya, dan sesekali melancarkan skema serangan balik karena Al Qadisiyah kuat dalam melakukan ball possessions.

Quinones kembali mengancam gawang Al Nassr melalui situasi sepak pojok. Bola yang dieksekusi Julian Weigl, mengarah kepada Quinones yang dituntaskan menjadi sebuah heading.

Tapi upaya penyerang Al Qadisiyah ini masih bisa diblok kiper Al Nassr, N Alaqidi.

Memasuki menit 30', intensitas pertandingan menurun. Kedua tim mencoba mendikte jalannya laga melalui penguasaan bola sembari menciptakan peluang.

Di menit ke-33', Cristiano Ronaldo memperoleh peluang emas pertamanya. Crossing dari sisi kanan permainan yang dilepaskan Coman, mengarah ke Ronaldo yang berada di kotak kecil penalti.

Niatnya, CR7 langsung melakukan sepakn voli. Namun alih-alih pengenaan kakinya tepat kepada bola, Ronaldo justru menendang angin, yang membuat peluang Al Nassr terbuang percuma. Skor masih imbang 0-0.

Angelo mengirimkan umpan tarik di menit ke-35, yang diteruskan oleh Joao Felix menjadi sebuah sontekan. Tetapi percobaan Felix masih terlalu lemah sehingga dapat diamankan Koen Casteels.

Peragaan permainan monoton datang dari Al Nassr. Crossing dan umpan cutback terus dilakukan barisan winger tuan rumah, yang sekaligus dapat dengan mudah diantisipasi pertahanan Al Qadisiyah.

Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Lima menit babak kedua berjalan, Al Qadisiyah mengejutkan publik tuan rumah. Adalah Juan Quinones yang membuka keran gol timnya sekaligus mengubah papan skor menjadi 0-1.

Quinones menambah pundi-pundi golnya memanfaatkan blunder dari kiper Al Nassr, Nawaf Alaqidi.

Berselang lima menit, Al Nassr menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan. Lolos dari jebakan offside, Felix yang tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah gagal menceploskan bola, sepakannya menyamping tipis di sisi kanan gawang.

Al Qadisiyah mengalami kerugian karena di menit ke-60', penjaga gawang utamanya, Koen Casteels ditarik keluar karena cedera setelah bertabrakan dengan Angelo. Casteels digantikan oleh Al Kassar.

Alih-alih meninggalkan celah di lini pertahanan, Al Qadisiyah yang baru saja melakukan pergantian kiper, justru sukses mencetak gol kedua mereka. 

Nahitan Nandez menorehkan namanya di papan skor pada menit 66', memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Retegui. Skor berubah 0-2.

Al Nassr memperoleh gol hiburan di menit 81' melalui eksekusi penalti CR7. Skor 1-2 bertahan hingga laga usai.

(medkomsubangnetwork,/Giri)

medkomsubangnetwork - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, berbicara blak-blakan soal profil pemain Indonesia. Pria yang sukses membawa PSM Makassar bangkit itu menyinggung satu realitas yang tak bisa dihindari: postur tubuh pemain Indonesia relatif kecil. Namun, di balik keterbatasan fisik itu, Tavares justru menemukan mental bertarung dan komitmen besar yang membuatnya terkesan.

Tavares menyebut sepak bola Indonesia tengah berada dalam fase desain ulang. Perubahan itu tak lepas dari masifnya pemain naturalisasi dan keturunan, terutama yang berkarier di Belanda. Faktor sejarah kolonial menjadi salah satu pintu masuknya.

“Bapak Erick Thohir, yang dulu Presiden Inter Milan, adalah orang Indonesia dan sekarang menjadi bos sepak bola di Indonesia. Dia berinvestasi besar di tim nasional. Karena Indonesia bekas koloni Belanda, mereka bisa mendatangkan banyak pemain dari divisi satu atau dua Belanda dengan paspor Indonesia,” ujar Tavares dipetik medkomsubangnetworkdariRenascenca.

Kehadiran para pemain berpaspor Belanda itu, menurut Tavares, secara perlahan menggeser posisi pemain lokal. Namun, ia menegaskan bahwa pemain Indonesia tetap memiliki ciri khas yang menonjol: kecepatan.

“Jika kita analisis profil pemain Indonesia, mereka sangat cepat. Biasanya paling efektif saat transisi menyerang maupun bertahan. Kecepatan adalah kekuatan utama mereka,” jelasnya.

Meski begitu, Tavares tak menutup mata pada persoalan mendasar. Ia memberikan peringatan keras jika pemain Indonesia terus bergantung pada fisik dan kecepatan semata.

“Masalah terbesar ada pada pengambilan keputusan. Mereka belum terlalu kuat di area itu,” katanya.

Ia lalu menyinggung soal postur tubuh. Bagi Tavares, tinggi badan masih menjadi isu krusial, terutama dalam duel dan penerapan taktik modern.

“Di Indonesia, tinggi 175 sentimeter sudah dianggap tinggi. Padahal, kita tahu tinggi badan sangat penting dalam sepak bola, baik secara ofensif maupun defensif,” bebernya dalam wawancara dengan media Portugal, Bola Branca, .

Menurut Tavares, keterbatasan postur ini menjadi celah besar dalam pertahanan tim nasional Indonesia, terutama saat berhadapan dengan tim-tim Asia lain yang unggul secara fisik.

“Mereka sering kalah dalam duel dan gaya bermain seperti itu,” sambungnya.

Namun, kritik tersebut tak lantas menutup pujian. Tavares justru mengakui bahwa beberapa pemain Indonesia punya kualitas untuk bermain di liga profesional Portugal.

Ia mencontohkan pengalamannya saat mengambil alih PSM Makassar pada 2022. Saat itu, PSM terpuruk di peringkat ke-14 dan ditinggal para pemain terbaiknya.

“Saya memaksimalkan pemain yang tersisa dan mendatangkan pemain dari divisi tiga serta tim junior. Beberapa dari mereka bahkan masuk tim nasional pada tahun berikutnya,” ungkap pelatih berusia 45 tahun asal Proença-a-Nova, Portugal itu.

Nama Yance Sayuri dan Yacob Sayuri menjadi contoh paling nyata. Tavares bahkan menyebut keduanya layak bersaing di klub sekelas SC Braga.

“Saat itu saya melihat Braga. Pemain sayap bertahan mereka tidak lebih unggul dari saudara Sayuri. Mereka sangat cepat, mentalnya kuat, reaksinya cepat saat kehilangan bola. Satu menembak dengan kaki kiri, satu dengan kaki kanan,” paparnya.

Kekaguman Tavares memuncak saat membandingkan mental pemain Indonesia dengan karakter khas sepak bola Eropa.

“Gaya bertarung mereka mengingatkan saya pada pemain Jerman, kolektif, pekerja keras, dan punya sikap bertanding yang kuat,” tutup.

Pandangan Bernardo Tavares tentang pemain Indonesia yang unggul dalam kecepatan tetapi terbatas secara postur menemukan relevansinya di skuad Persebaya Surabaya. Green Force memiliki sejumlah pemain lokal dengan karakter serupa: bertubuh relatif kecil, lincah, dan mengandalkan akselerasi dalam permainan.

Nama Alfan Suaib menjadi contoh paling jelas. Pemain muda ini dikenal aktif bergerak di ruang sempit, cepat saat membawa bola, dan agresif dalam transisi. Meski tidak menonjol secara postur, mobilitasnya membuat Alfan efektif dalam tempo permainan tinggi.

Di sektor sayap, Malik Risaldi juga merepresentasikan profil pemain yang mengandalkan kecepatan dan keberanian duel satu lawan satu. Pergerakan tanpa bola dan kemampuan menusuk dari sisi lapangan menjadi kekuatan utama, terutama saat Persebaya membutuhkan serangan langsung dan cepat. Pemain yang pernah dipanggil Timnas Indonesia ini bisa menjadi solusi penting keran gol Persebaya yang belum juga mengalir deras.

Sementara itu, Mikael Tata di posisi bek kiri menawarkan kombinasi kecepatan dan stamina. Tata bukan tipe full-back dengan keunggulan duel udara, tetapi dikenal aktif naik-turun sisi lapangan dan kuat dalam menjaga intensitas permainan sepanjang laga.

Nama lain yang mencerminkan karakter tersebut adalah Ichsas Baihaqi. Sebagai gelandang muda, Ichsas lebih mengandalkan kelincahan, pergerakan cepat, dan distribusi bola sederhana. Posturnya tidak besar, namun aktivitasnya di lini tengah membuat sirkulasi permainan Persebaya tetap hidup.

Keempat pemain ini menunjukkan bahwa Persebaya memiliki stok pemain yang sesuai dengan gambaran umum Tavares tentang sepak bola Indonesia: cepat, dinamis, dan agresif, meski tidak unggul secara fisik. Tantangannya terletak pada bagaimana karakter tersebut dipoles agar tetap efektif dalam duel, organisasi bertahan, dan pengambilan keputusan.

Dengan materi seperti ini, Persebaya menjadi cerminan nyata dari isu yang disinggung Tavares sebelumnya, sekaligus peluang untuk membuktikan bahwa pemain bertubuh kecil tetap bisa kompetitif jika dikelola dengan pendekatan taktik dan fisik yang tepat.

Menjadi Turning Point Persebaya Surabaya

Kehadiran Bernardo Tavares diharapkan menjadi titik balik penting bagi Persebaya Surabaya. Ia dijadwalkan memimpin latihan perdana pada awal Januari 2026 sebagai langkah awal membangun fondasi tim.

Ekspektasi tinggi mengiringi kedatangan Tavares ke Kota Pahlawan. Pengalaman membawa PSM Makassar menjuarai Super League 2022/2023 menjadi alasan utama kepercayaan besar publik Surabaya.

Tak hanya soal gelar, gaya kepelatihan Tavares juga menjadi sorotan. Ia dikenal sebagai pelatih yang realistis dan mampu memaksimalkan potensi pemain sesuai karakter tim.

Pesan penting Tavares kepada pemain dan suporter pernah ia sampaikan saat meraih gelar juara di Liga Indonesia. Pernyataan itu kini relevan sebagai gambaran filosofi yang kemungkinan diterapkan di Persebaya Surabaya.

“Kami perlu menyampaikan kepada para pemain dan penggemar bahwa musim ini akan sangat rumit,” beber Tavares saat diwawancara Ines Antunes dari Sport Informa.

Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif menghadapi tantangan kompetisi.

“Dan kami harus memahami bahwa perlu mengadopsi gaya bermain yang sesuai dengan karakteristik pemain kami,” lanjutnya. Pendekatan tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan tim yang ia latih.

Tavares menjelaskan karakter pemain yang cepat namun tidak terlalu kuat secara teknis. Dari situ, ia memilih pendekatan taktis yang pragmatis dan efektif.

“Oleh karena itu, yang kami lakukan adalah memberikan bola kepada lawan, lebih fokus pada transisi,” jelas Tavares. Strategi tersebut terbukti mampu membawa hasil maksimal di lapangan.

“Dan begitulah cara kami menang,” tegasnya singkat namun penuh makna. Filosofi ini diyakini akan menjadi dasar pendekatan Tavares bersama Persebaya Surabaya.

Selain aspek teknis, Tavares juga memiliki ketertarikan emosional terhadap sepak bola Indonesia. Ia mengaku terpesona dengan atmosfer dan semangat luar biasa dari para pendukung.

“Saya selalu terpesona oleh Indonesia, baik oleh semangat para penggemarnya maupun jumlah orang yang tertarik,” ungkap Tavares. Menurutnya, dukungan suporter menjadi energi besar bagi tim.

Dengan segala latar belakang dan pesan yang ia bawa, Bernardo Tavares kini memikul ekspektasi besar. Harapan baru dimulai, dan publik Surabaya menunggu pembuktian nyata di lapangan. 

Saat ini Persebaya Surabaya naik ke peringkat 5 klasemen Super League 2025/2026 setelah menang tipis 1-0 atas Madura United di pekan ke-16. Kemenangan ini menjadi modal apik menyongsong era baru Bernardo Tavares yang mulai memberi harapan tembus papan atas. 

Laga Madura United vs Persebaya Surabaya berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu (3/1/2026). Duel berlangsung ketat sejak menit awal dengan intensitas kecepatan tinggi dan tensi khas Derbi Suramadu.

Kemenangan di kandang rival ini memberi suntikan kepercayaan diri besar bagi Persebaya Surabaya. Dengan fondasi yang mulai kuat, era baru Bernardo Tavares berpeluang membawa Green Force menembus papan atas Super League.

Real Madrid Dihadapkan Keterbatasan Skuad Jelang Bentrok dengan Alaves, Xabi Alonso Punya PR Besar

Musim ini, Xabi Alonso seolah akrab dengan tantangan keterbatasan pilihan pemain. Menjelang pertandingan krusial melawan Alaves pada 14 Desember, situasi ini kembali menghantui sang pelatih. Alonso dipaksa untuk memutar otak lebih keras demi meracik sebelas pemain inti yang mampu memberikan hasil terbaik.

Real Madrid datang ke pertandingan ini dengan deretan pemain yang absen akibat cedera, terutama di lini pertahanan. Namun, ada sedikit kabar baik dengan kembalinya Dean Huijsen yang sebelumnya harus menepi selama lima pertandingan terakhir. Selain itu, Kylian Mbappe juga telah bergabung kembali dengan skuad setelah terpaksa melewatkan laga melawan Manchester City akibat masalah pada kakinya. Meskipun begitu, tingkat kebugaran Mbappe masih menjadi tanda tanya besar.

Masalah Madrid tidak berhenti sampai di situ. Tiga pemain dipastikan tidak dapat diturunkan karena sanksi kartu, menyusul pertandingan panas melawan Celta Vigo. Fran Garcia harus menerima konsekuensi dua kartu kuning yang diterimanya dalam waktu singkat. Sementara itu, Álvaro Carreras dan Endrick diganjar kartu merah langsung akibat protes yang dinilai berlebihan.

Situasi darurat ini justru membuka pintu lebar bagi para pemain muda. Alonso bahkan mengambil langkah berani dengan memanggil empat pemain dari tim Castilla. Sangat mungkin salah satu dari mereka akan mendapatkan kepercayaan penuh untuk tampil sejak menit awal, terutama di sektor pertahanan yang paling banyak terdolosi.

Prediksi Susunan Pemain Real Madrid vs Alaves (Formasi 4-3-3)

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk cedera, skorsing, dan kondisi kebugaran pemain, berikut adalah perkiraan susunan pemain yang akan diturunkan Xabi Alonso dalam pertandingan melawan Alaves:

  • Kiper (GK): Thibault Courtois Courtois telah berulang kali menjadi pahlawan bagi Real Madrid, menjaga gawang tim tetap aman dalam pertandingan-pertandingan sulit, termasuk saat menghadapi Manchester City. Meskipun hasil tim belum selalu memuaskan, konsistensi penampilannya sebagai penjaga gawang tidak perlu diragukan lagi.

  • Bek Kanan (RB): Fede Valverde Valverde, yang sering dipercaya sebagai kapten pengganti, kembali diharapkan mengisi posisi bek kanan. Keputusan ini diambil terutama mengingat kondisi cedera yang masih dialami oleh Trent Alexander-Arnold dan Dani Carvajal.

  • Bek Tengah (CB): Antonio Rudiger Rudiger adalah salah satu dari sedikit bek utama yang tersedia untuk Real Madrid. Kemungkinan besar ia akan menjadi starter, meskipun siapa yang akan mendampinginya di jantung pertahanan masih menjadi teka-teki.

  • Bek Tengah (CB): Dean Huijsen Huijsen kini telah kembali ke tim. Namun, Alonso mungkin akan mengambil pendekatan hati-hati jika kondisi fisiknya belum mencapai 100 persen. Meski demikian, sang pelatih sangat ingin segera menurunkan Huijsen demi memperkuat soliditas lini belakang timnya.

  • Bek Kiri (LB): Victor Valdepenas Dengan tiga pilihan utama di bek kiri yang sedang cedera atau terkena skorsing, serta Eduardo Camavinga yang lebih sering diplot sebagai opsi darurat, Valdepeñas memiliki peluang yang sangat besar untuk melakoni debut sebagai starter di posisi ini.

  • Gelandang Tengah (CM): Aurelien Tchouameni Setelah sempat bermain lebih bertahan saat melawan Celta Vigo, Tchouameni diprediksi akan kembali ke posisi aslinya di lini tengah. Keberadaannya sangat krusial untuk keseimbangan tim.

  • Gelandang Tengah (CM): Dani Ceballos Ceballos menunjukkan performa yang cukup meyakinkan dalam pertandingan melawan Manchester City. Dengan Fede Valverde yang bergeser ke posisi bek kanan, Ceballos memiliki peluang besar untuk kembali mengisi lini tengah dalam susunan pemain utama.

  • Gelandang Tengah (CM): Jude Bellingham Meskipun sempat menerima beberapa kritik, etos kerja dan kontribusi Jude Bellingham di lini tengah tidak pernah benar-benar pudar. Ia tetap menjadi elemen vital yang tidak tergantikan dalam kekuatan lini tengah Madrid.

  • Penyerang Kiri (LW): Rodrygo Rodrygo tampil sebagai pemain lapangan terbaik saat Real Madrid berhadapan dengan Manchester City, bahkan berhasil mencetak gol pembuka. Performa impresifnya hampir memastikan posisinya sebagai starter di lini serang.

  • Penyerang Tengah (ST): Vinicius Jr. Vinicius Jr. mungkin belum sepenuhnya kembali ke performa terbaiknya, namun ia tetap mampu menunjukkan kilasan-kilasan kualitasnya yang luar biasa. Keputusan untuk mencadangkannya bisa menjadi risiko yang sangat besar bagi Alonso.

  • Penyerang Tengah (ST): Kylian Mbappe Mbappe dilaporkan siap untuk diturunkan dalam pertandingan melawan Alaves. Jika kondisi fisiknya benar-benar memungkinkan, akan menjadi kejutan besar jika ia tidak langsung dimainkan sejak menit awal.

Dengan komposisi skuad yang terpaksa harus beradaptasi dengan situasi darurat dan banyaknya pemain muda yang berpotensi tampil, pertandingan ini akan menjadi ujian berat lainnya bagi Xabi Alonso dalam mengelola situasi yang sulit. Di sisi lain, ini juga menjadi panggung emas bagi beberapa nama baru untuk unjuk gigi dan membuktikan diri di level tertinggi sepak bola.

Persebaya Surabaya Genjot Fisik dan Mental Hadapi Laga Krusial Melawan PSM Makassar

Menjelang laga tunda yang krusial melawan PSM Makassar akhir pekan ini, Persebaya Surabaya tengah fokus menggeber kondisi fisik para pemainnya. Pelatih caretaker, Uston Nawawi, menegaskan bahwa timnya tidak boleh tampil setengah hati. Ia memiliki tekad kuat untuk tidak "malu" saat bertarung di markas PSM Makassar, yang dikenal sebagai salah satu stadion paling angker dan penuh tekanan di Indonesia.

Sesi latihan intensif ini digelar di lapangan ABC Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo pada Senin sore, di bawah arahan langsung Uston Nawawi. Pelatih yang akrab disapa Coach Uston ini merancang program latihan yang seimbang antara aspek fisik dan taktik. Tujuannya adalah untuk mengembalikan ritme permainan terbaik para pemainnya menjelang pertandingan penting tersebut.

Latihan ini juga menjadi langkah awal dalam upaya mengembalikan performa Persebaya Surabaya yang dalam beberapa pekan terakhir belum menunjukkan hasil yang maksimal. Uston Nawawi menekankan bahwa evaluasi performa tim akan terus dilakukan secara ketat, meskipun para pemain baru saja menikmati jatah libur selama dua hari dan diharapkan kembali dalam kondisi yang lebih segar.

"Latihan hari ini dilakukan setelah dua hari libur," ujar Uston Nawawi, menunjukkan perhatian penuhnya terhadap kondisi fisik skuad Green Force. Ia menambahkan bahwa proses perbaikan performa tidak akan berhenti, "Untuk evaluasi terus kami lakukan meskipun kemarin kami tidak meraih kemenangan."

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Persebaya Surabaya tidak mau terjebak dalam situasi stagnan. Uston Nawawi ingin timnya bereaksi cepat dan menemukan kembali karakter permainan agresif yang selama ini menjadi identitas utama Persebaya.

Peningkatan Intensitas Latihan dan Kembalinya Pilar Penting

Selama sesi latihan, terlihat peningkatan intensitas, terutama saat memasuki program penguatan fisik. Para pemain dituntut untuk menjaga tensi permainan agar mampu mengimbangi gaya pressing PSM Makassar yang dikenal kuat dalam duel fisik dan transisi cepat.

Kabar baik bagi Persebaya Surabaya adalah kembalinya Francisco Rivera. Kehadiran pemain asal Argentina ini menjadi suntikan semangat yang berarti menjelang duel panas di Makassar. "Kami akan terus memberikan yang semaksimal mungkin, dan dengan kembalinya Rivera bisa menambah semangat kita," ucap Uston Nawawi, memberikan sinyal kembalinya motor serangan utama tim.

Kehadiran Rivera diharapkan dapat menambah daya dobrak tim, terutama dalam skema serangan cepat dan meningkatkan kreativitas di lini tengah. Uston Nawawi berharap Rivera dapat membantu memperbaiki fase akhir permainan Persebaya, yang dalam beberapa pertandingan terakhir terlihat mandek saat memasuki sepertiga akhir lapangan lawan.

Seluruh pemain dilaporkan berada dalam kondisi yang sangat baik setelah menjalani program intensif yang dirancang untuk menjaga ritme permainan sepanjang 90 menit. Uston Nawawi ingin para pemain mampu mempertahankan fokus dan stamina mereka, mengingat pertandingan di Stadion Gelora B.J. Habibie tidak pernah berlangsung dengan mudah.

Analisis Posisi Klasemen dan Rekor Pertemuan

PSM Makassar saat ini menempati peringkat kedelapan klasemen sementara Liga Super 2025/2026 dengan mengoleksi 18 poin. Persebaya Surabaya berada tepat di bawahnya, di posisi kesembilan, dengan selisih satu poin. Pertarungan nanti akan memiliki dampak signifikan pada posisi kedua tim di papan tengah klasemen.

Ujian Mental di Kandang Lawan

Atmosfer stadion PSM Makassar selalu menjadi ujian mental tersendiri bagi tim tamu. Ribuan suporter tuan rumah kerap menciptakan tekanan besar bagi pemain lawan, sehingga konsentrasi dan ketahanan mental menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan permainan. Uston Nawawi memahami betul situasi ini dan berulang kali menekankan pentingnya kesiapan mental kepada para pemainnya. Ia tidak ingin Persebaya Surabaya kehilangan momentum hanya karena tenggelam dalam tekanan publik tuan rumah atau terpancing oleh permainan fisik PSM.

Rekor pertemuan kedua tim menunjukkan kekuatan yang relatif seimbang, meskipun PSM sedikit lebih unggul. PSM mencatat lima kemenangan dengan total 14 gol, sementara Persebaya Surabaya juga meraih lima kemenangan dengan 13 gol. Dua pertandingan lainnya berakhir imbang. Hal ini mengindikasikan bahwa duel kali ini berpotensi berlangsung sangat ketat sejak menit awal.

Faktor Penentu Kemenangan

Detail-detail kecil seperti ketepatan umpan, koordinasi antarlini, hingga kesabaran dalam memaksimalkan peluang diyakini akan menjadi faktor penentu kemenangan. Persebaya Surabaya berharap intensitas latihan yang terus meningkat dapat membantu mereka mempertahankan ritme permainan di tengah tekanan suporter tuan rumah.

Dalam sesi taktik, Uston Nawawi terlihat aktif memberikan arahan langsung kepada para pemain, terutama saat simulasi serangan balik dan antisipasi bola kedua. Ia ingin para pemainnya lebih agresif dalam memotong aliran bola PSM sekaligus cepat dalam melakukan transisi posisi.

Persiapan ini menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya tidak ingin datang hanya sebagai tim tamu yang pasif. Mereka bertekad untuk memberikan perlawanan sengit dan pulang membawa poin penting yang dapat mengubah arah perjalanan tim di kompetisi musim ini. Para pemain didorong untuk mengeluarkan energi penuh dan tampil tanpa keraguan agar hasil di Makassar tidak kembali mengecewakan para pendukung. Uston Nawawi menekankan pentingnya determinasi, kerja keras, dan disiplin untuk membawa Persebaya Surabaya keluar dari tekanan hasil yang kurang maksimal.

Harapan besar kini tertumpu pada kemampuan tim untuk memaksimalkan kondisi fisik yang telah digenjot sepanjang pekan. Persebaya Surabaya ingin memastikan mereka tampil percaya diri, lebih rapi dalam organisasi permainan, dan siap menantang dominasi tuan rumah di kandang mereka sendiri. Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Persebaya Surabaya bertekad tidak hanya bertanding, tetapi juga menunjukkan sikap pantang menyerah di tengah suasana kompetitif yang akan menghiasi duel di Makassar. Uston Nawawi berharap kombinasi semangat, fokus, dan kembalinya kekuatan penuh tim dapat menghasilkan performa yang layak dibanggakan oleh seluruh pendukung Green Force.

Para Kesatria Setia: Tujuh Pemain Liga Indonesia yang Terpilih Menjadi "One Man Club"

Dalam gemerlapnya kompetisi sepak bola Indonesia, kesetiaan adalah sebuah nilai yang semakin langka. Di tengah hiruk pikuk bursa transfer dan perpindahan pemain antar klub, terdapat segelintir individu yang memilih untuk mengabdikan seluruh karier profesional mereka untuk satu tim. Mereka adalah para "one man club," pemain yang identik dengan satu warna kebesaran dan satu lambang di dada. Saat ini, tercatat ada tujuh pemain aktif di Liga Indonesia yang menyandang status prestisius ini. Dari mereka, ada nama-nama yang telah menjadi ikon di klubnya masing-masing, mulai dari sayap lincah hingga jangkar lini tengah yang tangguh. Kemungkinan besar, para pemain ini akan mengakhiri karier sepak bola mereka di klub yang sama tempat mereka memulai atau membangun nama.

Berikut adalah potret tujuh pemain yang telah membuktikan kesetiaan luar biasa di kancah sepak bola nasional:

1. Ian Lois Kabes: Sang Legenda Hidup Persipura Jayapura

Perjalanan Ian Luis Kabes di dunia sepak bola Indonesia adalah sebuah epik kesetiaan yang patut diacungi jempol. Sejak tahun 2005, gelandang Persipura Jayapura ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari skuat Mutiara Hitam. Selama hampir dua dekade, Kabes telah mengenakan seragam kebanggaan Persipura, sebuah bukti nyata dedikasinya.

Sepanjang kariernya bersama tim kebanggaan masyarakat Papua ini, Ian Luis Kabes telah mencatatkan lebih dari 256 penampilan. Kontribusinya tidak hanya dalam hal kuantitas pertandingan, tetapi juga kualitas. Ia berhasil menyumbangkan 27 gol dan 17 assist, menjadi sosok penting dalam berbagai kampanye Persipura. Bahkan di usianya yang kini menginjak 39 tahun, Ian Luis Kabes masih terdaftar dalam skuad Persipura Jayapura untuk Championship Liga 2 musim 2025/2026. Meskipun belum mendapatkan menit bermain di musim ini, kehadirannya di tim tetap menjadi inspirasi. Dengan usianya yang matang, sangat besar kemungkinan Ian Luis Kabes akan mengakhiri karier profesionalnya di Persipura Jayapura, mengukuhkan statusnya sebagai true "one man club" sejati.

2. Dendi Santoso: Jantung Hati Arema FC

Bagi para pendukung setia Arema FC, nama Dendi Santoso adalah sinonim dengan semangat juang dan loyalitas. Sejak bergabung dengan Singo Edan pada tahun 2008, Dendi telah menjadi bagian integral dari tim. Lebih istimewa lagi, Dendi adalah produk asli akademi Arema, tumbuh dan berkembang di lingkungan klub sejak usia muda, dari tahun 2004 hingga 2008, sebelum akhirnya promosi ke tim senior.

Hingga saat ini, Dendi Santoso terus mengenakan seragam biru kebanggaan Arema FC. Ia telah mencatatkan lebih dari 283 pertandingan bersama klub kesayangannya, dengan sumbangan 19 gol dan 33 assist. Di usianya yang kini 35 tahun, Dendi masih aktif bermain dan menunjukkan kontribusinya di lapangan. Hingga pekan ke-13 musim ini, ia telah tampil dalam 7 pertandingan. Dengan rekam jejak dan kecintaannya pada Arema FC, Dendi Santoso sangat berpeluang besar untuk mengakhiri karier sepak bolanya di klub yang telah membesarkannya.

3. Rasyid Bakri: Setia Menjaga Lini Tengah PSM Makassar

Di tanah Juku Eja, Rasyid Bakri adalah salah satu nama yang identik dengan kesetiaan. Gelandang PSM Makassar ini telah menjadi bagian dari tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan sejak tahun 2011. Lahir di Makassar, Rasyid juga merupakan didikan asli akademi PSM, yang semakin memperkuat ikatannya dengan klub.

Selama membela panji PSM Makassar, Rasyid Bakri telah mengumpulkan total 170 pertandingan. Ia turut menyumbangkan 9 gol dan 11 assist dalam perjalanan kariernya. Di musim ini, Rasyid masih menjadi bagian dari skuad PSM Makassar. Meskipun di usianya yang menginjak 34 tahun belum mendapatkan menit bermain yang signifikan, kesetiaannya tetap tak tergoyahkan.

4. Febri Hariyadi: Sang Winger "Maung Bandung"

Febri Hariyadi adalah permata asli yang lahir dan dibina oleh Persib Bandung. Ia merupakan jebolan dari akademi Persib Youth yang berhasil menembus tim senior pada tahun 2016. Sejak saat itu, Febri menjadi salah satu pemain kunci yang selalu dinanti aksinya oleh para Bobotoh.

Bersama Persib Bandung, Febri Hariyadi telah mencatatkan 162 pertandingan. Ia telah membukukan 20 gol dan 20 assist, menjadi kontributor penting bagi tim. Namun, beberapa musim terakhir, karier Febri bersama Persib mengalami penurunan performa. Di musim ini, ia baru mencatatkan 6 penampilan di semua kompetisi dengan 1 gol. Di usianya yang kini 29 tahun, Febri sempat dikabarkan akan dipinjamkan untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak, namun kesetiaannya pada Persib tetap menjadi sorotan utama.

5. Ricky Fajrin: Pilar Kokoh Bali United

Sejak didatangkan pada tahun 2015, Ricky Fajrin telah menjelma menjadi salah satu pilar penting di lini pertahanan Bali United. Kesetiaannya kepada Serdadu Tridatu tidak perlu diragukan lagi.

Hingga kini, Ricky Fajrin telah tampil dalam 250 pertandingan bersama Bali United. Ia telah berkontribusi dengan mencetak 5 gol dan 15 assist. Di musim ini, Ricky Fajrin masih menjadi pilihan utama dan telah bermain dalam 11 pertandingan, menunjukkan bahwa ia masih menjadi pemain vital bagi tim.

6. Muhammad Arfan: Gelandang Bertahan Setia PSM Makassar

Selain Rasyid Bakri, PSM Makassar kembali membuktikan diri memiliki pemain-pemain yang loyal. Muhammad Arfan, seorang gelandang bertahan tangguh, adalah bukti kesetiaan kedua bagi Juku Eja. Sejak tahun 2017, Arfan telah mengenakan seragam PSM Makassar. Pemain berusia 27 tahun ini merupakan asli Makassar dan juga merupakan produk dari akademi PSM Youth.

Secara keseluruhan, Muhammad Arfan telah memainkan 198 pertandingan bersama PSM Makassar. Ia telah menyumbangkan 2 gol dan 11 assist. Namun, di musim ini, Arfan belum banyak mendapatkan kesempatan bermain, hanya tampil dalam 2 pertandingan hingga pekan ke-13. Meskipun demikian, dedikasinya pada klub tetap menjadi poin penting.

7. Muhammad Sihran: Winger Dinamis Borneo FC

Menutup daftar "one man club" kali ini adalah Muhammad Sihran, seorang winger lincah yang telah menjadi andalan Borneo FC. Sejak tahun 2017, Sihran telah membela panji Pesut Etam. Sebelum debut di tim senior, ia telah diasah di tim Borneo FC U-19 dan U-20, menunjukkan perjalanan karier yang terstruktur di klub ini.

Hingga kini, Muhammad Sihran telah mencatatkan 161 pertandingan bersama Borneo FC. Ia telah menyumbangkan 13 gol dan 13 assist. Di musim ini, Sihran masih menjadi pemain supersub yang seringkali memberikan dampak instan bagi tim. Ia telah tampil dalam 11 pertandingan dengan catatan 1 gol dan 1 assist hingga pekan ke-13 Liga Super 2025/2026. Kesetiaannya pada Borneo FC menjadikannya salah satu pemain yang patut diperhitungkan dalam daftar ini.

Para pemain ini bukan hanya sekadar pesepakbola, tetapi juga simbol kesetiaan dan kebanggaan bagi klub mereka. Mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda sepak bola Indonesia untuk menanamkan nilai-nilai loyalitas di tengah persaingan yang ketat.

Federasi Sepak Bola Malaysia Terancam Kehilangan Dana Bantuan Pemerintah Akibat Skandal Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kini tengah menghadapi masa-masa sulit. Setelah terbukti memalsukan akta naturalisasi tujuh pemainnya, FAM tidak hanya dijatuhi sanksi oleh FIFA, tetapi juga terancam kehilangan dukungan finansial dari pemerintah Malaysia. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, secara tegas menyatakan rencana untuk menahan dana bantuan pemerintah bagi FAM sebagai respons atas skandal yang mencoreng nama sepak bola negeri Jiran tersebut.

Skandal ini bermula ketika FIFA mendeteksi adanya pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Ketujuh pemain tersebut adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano. Setelah penyelidikan mendalam, FIFA membuktikan bahwa FAM bersalah dalam memalsukan dokumen para pemain tersebut.

Akibat perbuatan ini, FIFA tidak hanya menjatuhkan denda kepada FAM, tetapi juga memberikan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan kepada ketujuh pemain yang bersangkutan. FAM telah berupaya mengajukan banding atas putusan FIFA tersebut, namun sayangnya, banding mereka tidak diterima. Penolakan banding ini justru semakin memperjelas posisi FAM, karena setelah itu, FIFA merilis dokumen-dokumen palsu yang berkaitan dengan ketujuh pemain naturalisasi tersebut. FIFA juga secara resmi menyatakan bahwa FAM telah mengakui kesalahan mereka dalam memalsukan dokumen-dokumen tersebut, sehingga sanksi yang dijatuhkan menjadi berkekuatan hukum tetap.

Meskipun pemerintah Malaysia telah membentuk tim investigasi independen yang dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Tun Md Raus Sharif untuk menelisik lebih lanjut kasus ini, FAM tetap berada dalam situasi yang sangat genting. Seperti peribahasa "sudah jatuh tertimpa tangga pula", federasi ini kini harus menghadapi ancaman serius berupa penghentian dana bantuan dari pemerintah.

Harapan untuk Perbaikan dan Tindakan Tegas

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, mengungkapkan harapannya agar FAM dapat segera melakukan perbaikan diri setelah terungkapnya skandal pemalsuan dokumen ini. Beliau menyatakan bahwa Kabinet Malaysia telah membahas persoalan ini secara mendalam, sejalan dengan pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim.

"Saya 100 persen setuju dengan apa yang dikatakan Perdana Menteri, biarkan investigasi diselesaikan terlebih dahulu,” ujar Hannah Yeoh, mengutip pernyataan dari Media Malaysia New Straits Times. Ia menambahkan bahwa setelah pihaknya menerima laporan hasil investigasi, akan ada langkah-langkah tegas yang diambil.

Pemerintah Malaysia berencana untuk menghentikan sementara bantuan dana kepada FAM. Langkah ini diambil dengan harapan agar FAM dapat sepenuhnya fokus untuk melakukan evaluasi dan perbaikan internal. Hannah Yeoh juga menekankan pentingnya mencegah terulangnya kembali insiden serupa, mengingat banyaknya agenda turnamen sepak bola yang menanti, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Oleh karena itu, Hannah Yeoh akan mencermati dengan saksama hasil investigasi yang dilakukan. Jika terbukti bersalah, ancaman penghentian bantuan dana dari pemerintah akan benar-benar diwujudkan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir akan tetap didasarkan pada temuan resmi dari investigasi.

“Setelah Md Raus menyelesaikan investigasi, saya akan melihat laporannya, lalu kami akan mengambil tindakan sesuai hasilnya,” kata Hannah Yeoh. Ia menambahkan, "Kami adalah pemangku kepentingan yang menanamkan dana ke sepak bola Malaysia, dan kami tentu ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana kami bisa mencegah hal seperti ini terulang kembali.”

Dampak Potensial bagi Tim Nasional dan Agenda Penting

Keputusan untuk menghentikan bantuan dana, meskipun belum final, dapat menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan operasional FAM dan persiapan tim nasional Malaysia. Ancaman ini menjadi semakin signifikan mengingat agenda penting yang akan dihadapi Timnas Malaysia dalam waktu dekat, termasuk partisipasi dalam SEA Games 2025 dan lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2027.

Jika bantuan dana dari pemerintah dihentikan, hal ini tentu saja akan menimbulkan kerugian besar bagi FAM dan berdampak pada persiapan timnas. Keterbatasan anggaran dapat menghambat berbagai aspek, mulai dari pemusatan latihan, perekrutan pemain, hingga biaya operasional lainnya. Situasi ini menuntut FAM untuk segera berbenah dan menunjukkan komitmen kuat untuk memulihkan kepercayaan publik serta pemerintah.

Featured Image

Rumor Transfer Osvaldo Haay: Kode Nostalgia dan Harapan Bonek

Pecinta sepak bola tanah air, khususnya pendukung setia Persebaya Surabaya, baru-baru ini dihebohkan dengan unggahan misterius dari Osvaldo Haay. Pemain sayap lincah ini memposting momen-momen kejayaan dirinya saat masih berseragam Green Force, julukan Persebaya. Unggahan ini langsung memicu spekulasi liar mengenai kemungkinan kembalinya Osvaldo ke Surabaya pada musim kompetisi mendatang.

Video yang diunggah di akun media sosial pribadinya menampilkan cuplikan aksi-aksi gemilang Osvaldo, termasuk saat menghadapi rival abadi, Arema FC, di Stadion Kanjuruhan. Momen tersebut seolah menjadi pengingat bagi para Bonek, suporter fanatik Persebaya, akan kemampuan dan kontribusi Osvaldo di masa lalu.

Lebih dari sekadar nostalgia, unggahan ini ditafsirkan sebagai sinyal kuat dari sang pemain mengenai kesiapannya untuk kembali merumput. Kalimat yang menyertai unggahan tersebut, "Siap kembali ke lapangan untuk kemuliaan bagi Yesus," semakin memperkuat dugaan bahwa Osvaldo ingin mengakhiri masa 'menganggur'nya dan kembali berkompetisi secara profesional.

Sudah lebih dari satu tahun lamanya Osvaldo tidak aktif di lapangan hijau. Cedera panjang menjadi penyebab utama absennya pemain yang pernah menjadi andalan Timnas Indonesia ini. Terakhir kali Osvaldo terlihat di Liga Indonesia adalah saat membela Bhayangkara FC pada musim sebelumnya. Sayangnya, kontribusinya bersama The Guardian, julukan Bhayangkara FC, terbilang minim, hanya mencatatkan beberapa penampilan dan assist.

Kini, dengan status bebas transfer menjelang musim baru, peluang bagi Persebaya untuk memulangkan Osvaldo semakin terbuka lebar. Bonek pun menyambut antusias kabar ini. Kolom komentar di unggahan Osvaldo dibanjiri dukungan dan harapan agar ia kembali berseragam hijau kebanggaan.

Kenangan Manis Bersama Persebaya

Osvaldo Haay memang memiliki tempat istimewa di hati Bonek. Ia pernah menjadi ikon kecepatan dan ketajaman Persebaya pada periode sebelumnya. Selama membela Persebaya, Osvaldo tampil dalam sejumlah pertandingan resmi dan berhasil mencetak gol serta memberikan assist yang signifikan. Catatan ini menjadikannya idola di Gelora Bung Tomo, markas kebanggaan Persebaya.

Salah satu momen yang paling tak terlupakan adalah saat ia berduel dengan Arema FC dalam laga bertajuk Derby Jawa Timur. Penampilan eksplosif Osvaldo kala itu menjadi kunci penting dalam skema penyerangan Persebaya.

Peluang dan Tantangan Kembalinya Osvaldo

Status Osvaldo sebagai pemain bebas transfer menjadi keuntungan tersendiri bagi Persebaya. Tim yang sedang melakukan perombakan skuad untuk tampil kompetitif dapat menghemat biaya transfer jika merekrutnya. Selain itu, kebutuhan tim akan seorang pemain sayap berpengalaman semakin memperbesar peluang kembalinya Osvaldo.

Tentu saja, nilai historis dan koneksi emosional dengan Bonek menjadi faktor yang tak bisa diabaikan. Dukungan dari para suporter dapat menjadi motivasi tambahan bagi Osvaldo untuk kembali bersinar di lapangan.

Osvaldo sendiri bukanlah nama baru di sepak bola Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu talenta muda yang bersinar bersama Timnas Indonesia, baik di level U-23 maupun senior. Meskipun sempat terhambat oleh cedera, usianya yang masih relatif muda dianggap ideal untuk kembali ke performa puncak.

Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, Osvaldo dapat menjadi tambahan berharga di lini depan Persebaya. Kehadirannya dapat menyegarkan kembali rivalitas panas antara Persebaya dan Arema FC dalam Derby Jawa Timur.

Apa Kata Pengamat Sepak Bola?

Beberapa pengamat sepak bola menilai bahwa kembalinya Osvaldo Haay ke Persebaya akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Bagi Persebaya, Osvaldo dapat menambah daya gedor di lini depan dan memberikan opsi serangan yang lebih variatif. Sementara bagi Osvaldo, Persebaya dapat menjadi wadah yang tepat untuk membangkitkan kembali kariernya yang sempat meredup akibat cedera.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Osvaldo perlu membuktikan diri terlebih dahulu setelah lama absen dari lapangan hijau. Persaingan di lini depan Persebaya juga cukup ketat, sehingga Osvaldo harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat utama.

Masa Depan Osvaldo: Antara Nostalgia dan Realita

Publik masih menantikan ke mana Osvaldo akan berlabuh. Namun, sinyal kuat dari unggahan media sosialnya membuat banyak pihak yakin bahwa Persebaya menjadi tujuan utamanya. Kembalinya Osvaldo akan menjadi kisah reuni yang manis antara pemain dan klub yang membesarkan namanya. Bagi Bonek, ini bisa menjadi awal kebangkitan Persebaya di musim kompetisi mendatang.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa Osvaldo akan memberikan kejutan dengan bergabung ke klub lain. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Yang pasti, unggahan singkat Osvaldo telah berhasil membangkitkan kenangan dan harapan. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi ribuan pasang mata yang rindu melihat aksinya di lapangan hijau.

Berikut beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi keputusan Osvaldo Haay:

  • Kondisi Fisik: Seberapa fit Osvaldo setelah cedera panjang? Apakah ia mampu bersaing di level kompetisi tertinggi?
  • Kebutuhan Tim: Apakah Persebaya benar-benar membutuhkan pemain dengan posisi dan gaya bermain seperti Osvaldo?
  • Penawaran dari Klub Lain: Apakah ada klub lain yang memberikan penawaran yang lebih menarik dari Persebaya?
  • Faktor Keluarga: Apakah pertimbangan keluarga juga menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan?

Semua pertanyaan ini akan terjawab dalam beberapa waktu mendatang. Yang jelas, bursa transfer pemain musim ini dipastikan akan semakin menarik dengan adanya rumor kembalinya Osvaldo Haay ke Persebaya.

-Masa depan bek tengah Ibrahima Konate di Liverpool semakin menjadi perhatian. Pemain asal Prancis ini belum juga memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada tahun depan.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Liverpool menetapkan harga 43,2 juta Poundsterling atau sekitar Rp 920 miliar untuk pemain tersebut, jika ada klub yang ingin menggaetnya pada musim panas ini.

Namun tindakan Liverpool mungkin tidak memiliki arti. Real Madrid, yang menjadi peminat utama, justru memutuskan untuk menunggu.

Melansir media Inggris Sport Mole, klub asal Spanyol tersebut berkeinginan untuk mendapatkan Konate secara gratis pada musim panas 2026. Mereka mengikuti pendekatan yang sama seperti saat merekrut Trent Alexander-Arnold.

Konate diboyong oleh Liverpool dari RB Leipzig pada 2021 dengan harapan besar. Dalam empat musim terakhir, ia tampil dalam 132 pertandingan dan mencetak lima gol serta empat assist.assist di semua ajang.

Pada musim 2024/2025, ia tampil secara rutin dan menjadistarterdalam 30 pertandingan Liga Premier yang membantu The Reds meraih gelar juara. Namun kebersamaan ini bisa berakhir tanpa mendapatkan manfaat finansial bagi Liverpool.

Konate kini berada di bulan terakhir dari kontraknya. Menurut aturan FIFA, mulai Januari 2026 dia berhak untuk berdiskusi dan menandatangani prakontrak dengan klub luar negeri, yang menjadi risiko yang ingin dihindari oleh klub Merseyside.

Real Madrid Menggunakan Strategi Menunggu

Real Madrid kini menjadi klub yang paling mendekati Konate. Beberapa laporan menyebutkan bahwa bek berusia 26 tahun itu telah memberikan tanda bahwa dia ingin bergabung dengan Santiago Bernabeu pada musim panas 2026.

Los Blancos tetap tenang. Mereka tidak akan mengajukan tawaran resmi kepada Liverpool musim ini, karena merasa bisa mendapatkan Konate secara gratis setahun lagi.

Situasi ini serupa dengan kasus transfer Trent Alexander-Arnold. Perbedaannya, dalam kasus Alexander-Arnold, Real Madrid bersedia membayar 8 juta Poundsterling agar bisa segera memasukkan pemain tersebut ke dalam skuad untuk mengikuti Piala Dunia Antarklub. Namun, untuk Konate, klub yang dilatih Xabi Alonso lebih memilih menunggu.

Terlebih lagi, persediaan pemain bek mereka masih memadai. Antonio Rudiger, Eder Militao, David Alaba, Dean Huijsen, dan Raul Asencio masih bisa dimainkan, meskipun beberapa di antaranya menghadapi kendala dalam kondisi fisik atau performa.

Liverpool Tetap Beri Label Harga

Meskipun mengetahui kemungkinan besar Konate akan pergi secara gratis tahun depan, Liverpool tetap berupaya mengurangi kerugian. Mereka menetapkan harga minimal 43,2 juta Poundsterling bagi klub mana pun yang ingin menggaet Konate pada musim panas ini.

Namun, Real Madrid tidak tertarik. Mereka telah mengontrak Dean Huijsen dari Bournemouth dengan biaya transfer sebesar 50 juta Poundsterling (sekitar Rp 1 triliun), dan tampaknya belum bermaksud menambah beban keuangan mereka pada musim panas ini.

Dengan asumsi Konate tetap bermain selama satu musim lagi, Liverpool akan mengandalkan kombinasi antara dirinya, Virgil van Dijk, dan Joe Gomez, dalam menjaga lini belakang pada musim 2025/2026.

Namun, hal ini bisa menjadi taruhan besar. Jika Konate tetap menolak untuk memperpanjang kontrak, The Reds akan kehilangan salah satu bek terbaiknya secara gratis pada akhir musim. Opsi ini pasti memaksa manajemen klub untuk mempertimbangkan langkah strategis berikutnya.

Jika Konate akhirnya meninggalkan Liverpool, lini belakang tim tersebut akan semakin kurang tebal. Pasalnya, mereka juga telah melepaskan dua bek lainnya musim ini, yaitu Jarell Quansah yang pindah ke Bayer Leverkusen dan Nat Phillips yang berpindah ke West Bromwich Albion.

Kondisi ini memperkuat diskusi mengenai perekrutan bek baru. Salah satu nama yang muncul adalah Marc Guehi dari Crystal Palace. Namun keadaannya serupa dengan Konate. Guehi juga berada di tahun terakhir kontraknya dan kemungkinan besar akan pergi secara gratis musim depan.

Arne Slot, pelatih baru Liverpool, memang memiliki beberapa pemain muda seperti Amara Nallo dan Wellity Lucky dari akademi. Namun, mengandalkan pemain yang belum berpengalaman untuk seluruh musim terasa terlalu berisiko, terlebih dengan tujuan menjaga gelar liga.

Tantangan Perjanjian di Tengah Masa Anggaran Kaku

Kasus Konate kembali menunjukkan tantangan yang sering dihadapi klub-klub besar pada masa kini. Tetap mempertahankan pemain bintang dan menghadapi risiko kehilangannya secara gratis. Atau menjual lebih cepat namun berpotensi kehilangan kontribusi signifikan di lapangan.

Liverpool kini menghadapi keputusan berat. Apakah mereka bersedia melepaskan Konate pada musim panas ini sesuai harga yang ditentukan, atau mempertahankannya selama satu musim lagi dengan kemungkinan besar tidak mendapatkan imbalan finansial apa pun?

Satu hal yang jelas, Real Madrid akan tetap menunggu di akhir jalan. Dan jika Konate belum memperpanjang kontraknya, maka The Reds perlu segera bertindak cepat mencari pengganti sebelum terlalu terlambat.

Diberdayakan oleh Blogger.