Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Breaking News. Tampilkan semua postingan

Update hasil 16 besar badminton SEA Games 2025 hari ini lengkap nasib wakil Indonesia
Ringkasan Berita:Menginjak gim ketiga, Koh/Li dan Jafar/Felisha langsung bersaing ketat dengan dua kali berbagi angka.
Ringkasan Berita:Pasangan peringkat ke-10 dunia tersebut sempat merebut momentum dengan mengukir keunggulan sebesar dua angka atas Koh/Li.

medkomsubangnetwork Update dan pantau hasil pertandingan wakil Indonesia di badminton SEA Games 2025 nomor Individu. 

Perburuan medali emas oleh para wakil Indonesia berlanjut di nomor individu. 

Perebutan medali emas di lima nomor dipastikan sengit termasuk ganda campuran. 

Untungnya Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, meraih hasil manis pada bulu tangkis SEA Games 2025 kategori perorangan.

Langkah Jafar/Felisha pada SEA Games 2025 dibuka dengan menghadapi wakil Singapura Eng Ket Wesley Koh/Zheng Yan Li di babak 16 besar.

Tampil di Thammasat Rangsit Gymnasium, Pathum Thani, Thailand, Jafar/Felisha menang dengan skor 21-19, 21-8, 21-19 dalam tempo 40 menit.

Dengan hasil ini, Jafar/Felisha melaju ke perempat final bulu tangkis SEA Games 2025.

Persaingan berjalan alot sejak awal gim pertama di mana Jafar/Felisha dan Koh/Li harus berbagi angka hingga tiga kali.

Pasangan peringkat ke-10 dunia tersebut sempat merebut momentum dengan mengukir keunggulan sebesar dua angka atas Koh/Li.

Momen itu tidak bertahan lama di mana Koh/Li berhasil mengejar perolehan poin Jafar/Felisha dan berbalik unggul.

Empat poin beruntun berhasil dibukukan Koh/Li untuk mengungguli Jafar/Felisha pada interval pertama dengan skor 11-7.

Mengawali masa interval dengan tertinggal empat point, permainan agresif langsung ditunjukkan Jafar/Felisha di mana mereka mampu menyamakan skor.

Koh/Li sendiri masih mampu memberikan perlawanan terbaik di mana mereka tak segan memaksa Jafar/Felisha berbagi angka hingga tiga kali secara beruntun.

Memasuki poin-poin tua, Jafar/Felisha sempat meraih momentum dengan memiliki jarak dua angka dengan wakil Singapura tersebut sebelum akhirnya harus kalah pada gim pertama 19-21.

Kalah pada gim pertama membuat Jafar/Felisha tersentak di mana mereka langsung melejit meninggalkan Koh/Li usai meraih empat poin beruntun.

Koh/Li sempat membuat langkah Jafar/Felisha tersendat beberapa kali tetapi mereka tak mampu membalikkan keadaan.

 Dominasi permainan masih berada di tangan Jafar/Felisha di mana mereka tetap unggul saat menutup interval gim kedua dengan skor 11-5.

Usai jeda, Jafar/Felisha kian sulit terbendung dengan mendapatkan empat poin beruntun untuk unggul jauh 15-5 atas Koh/Li.

Pasangan Singapura itu sempat melawan, tetapi hingga gim kedua berakhir, Jafar/Felisha tetap tidak tersentuh untuk keunggulan mereka.

Menginjak gim ketiga, Koh/Li dan Jafar/Felisha langsung bersaing ketat dengan dua kali berbagi angka.

Koh/Li berhasil mengambil alih keunggulan usai meraih dua poin beruntun, tetapi Jafar/Felisha tak membiarkan momen itu bertahan lama.

Wakil Merah Putih ini berhasil melejit untuk menutup perlawanan Koh/Li pada interval ketiga dengan skor 11-7.

Usai jeda, Jafar/Felisha mulai goyah sehingga Koh/Li berhasil mengejar mereka untuk membuat kedudukan imbang hingga tiga kali.

Jafar/Felisha berhasil menjauh lagi dengan mendapatkan tiga poin beruntun hingga pertandingan memasuki masa-masa krusial.

Koh/Li masih melancarkan perlawanan terbaiknya untuk memangkas jarak sebelum Jafar/Felisha meraih momentum match point pertama mereka.

Tertahan dua kali, Jafar/Felisha menyudahi perlawanan Koh/Li pada gim ketiga dengan skor 21-19.

Update Hasil Wakil Indonesia di badminton SEA GAmes 2025. 

Court 1

  • XD - Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Terry Hee Yong Kai/Jin Yu Jia (Singapura)
  • WD - Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Li Zheng Hong/Li Zhen Yan (Singapura)

Court 2

  • XD - Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Wesley Koh Eng Keat/Li Zheng Yan (Singapura) 19-21, 21-8, 21-19
  • WS - Ni Kadek Dinda Amartya Pratiwi vs Nguyen Thuy Linh (Vietnam)
  • MD - Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Hein Thiha Aung/Phone Htet Zaw (Myanmar)

Court 3

  • MS - Moh Zaki Ubaidillah vs Le Duc Phat (Vietnam)
  • MS - Alwi Farhan vs Nguyen Hai Dang (Vietnam)
  • WD - Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Insyirah Khan/Megan Lee Xin Yi (Singapura)
  • MD - Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Phyo Thuram Kyaw/Lai Zuidika (Myanmar)

Live Score

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS

- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Investigasi terhadap kecelakaan Air India Penerbangan 171 yang merenggut nyawa 260 orang di Ahmedabad, India, pada bulan Juni lalu, kini memasuki tahap penyelidikan yang baru.

Rekaman suara di ruang kemudi yang baru ditemukan malah membuat teka-teki seputar kejadian ini semakin rumit.

Tak lama setelah pesawat Boeing 787 Dreamliner yang berumur 12 tahun itu mengudara, kedua tuas kontrol bahan bakarnya mendadak berubah ke posisi "cut-off", menghentikan aliran bahan bakar ke mesin.

Tindakan ini idealnya baru diterapkan sesudah pesawat menyentuh landasan. Alhasil, kedua mesin sama sekali tidak berfungsi.

Hal yang mencengangkan adalah, rekaman suara di kokpit menangkap seorang pilot yang bertanya, "Mengapa kamu mematikan mesin?", yang kemudian dibantah dengan jawaban: "Saya tidak melakukannya."

Sangat disayangkan, rekaman tersebut tidak memberikan informasi mengenai identitas pembicara. Pada waktu itu,co-pilot Pilot tersebut diketahui tengah mengendalikan pesawat sementara kapten bertugas melakukan pengawasan.

Saklar didesain agar tidak mudah terpicu secara tak sengaja.

Para peneliti menekankan bahwa tuas pengontrol bahan bakar dilengkapi sistem pengaman guna menghindari aktivasi yang tak disengaja.

Tuas perlu dinaikkan sebelum digerakkan. Lebih lagi, terdapat pengaman ekstra untuk mencegah sentuhan yang tidak disengaja.

Mengoperasikan kedua sakelar secara bersamaan menggunakan satu tangan nyaris tidak mungkin. Hal ini memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan yang tidak disengaja.

Shawn Pruchnicki, seorang mantan investigator kecelakaan pesawat, mengungkapkan bahwa insiden ini tergolong langka.

"Jika benar tindakan ini dilakukan oleh seorang pilot, entah disengaja atau tidak, apa alasannya? Tidak terlihat adanya kerusakan sistem atau kebingungan di ruang kemudi," ujarnya.

Peter Goelz, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur pelaksana NTSB di Amerika Serikat, berpendapat bahwa penemuan tersebut sangat meresahkan.

"Rekaman ini cuma menampilkan satu kalimat saja. Kita perlu data yang lebih lengkap. Siapa yang memencet tombol itu, dan apa alasannya?" tanyanya.

Goelz menambahkan bahwa investigasi perlu mengidentifikasi suara dalam rekaman dan menyusun transkrip lengkap, termasuk urutan peristiwa sejak pesawat mulai bergerak dari terminal hingga jatuh.

Ia juga menyerukan penggunaan kamera video kokpit untuk memberi bukti visual siapa yang mengoperasikan saklar.

Hingga kini, pihak investigasi belum mengidentifikasi suara masing-masing pilot, meskipun biasanya orang yang mengenal mereka akan dilibatkan dalam proses tersebut.

Adakah kegagalan mekanis?

Menambah kompleksitas kasus ini, FAA pernah mengeluarkan buletin pada 2018 tentang kemungkinan saklar bahan bakar Boeing 737 yang dipasang dengan fitur pengunci dinonaktifkan.

Meskipun tidak diberi status bahaya serius, masalah ini juga relevan karena jenis saklar serupa digunakan di Boeing 787, termasuk pesawat yang jatuh.

Namun, belum ada bukti bahwa saklar pada pesawat Air India 171 mengalami kegagalan mekanis.

Sampel bahan bakar juga dinyatakan “memuaskan”, sehingga dugaan kontaminasi bahan bakar mulai dikesampingkan.

Salah satu indikasi kuat terjadinya kehilangan tenaga penuh adalah munculnya Ram Air Turbine (RAT), baling-baling darurat yang secara otomatis keluar saat kedua mesin kehilangan daya. Sistem ini memberikan daya listrik terbatas untuk menjaga sistem vital tetap bekerja.

Selain itu, roda pendaratan ditemukan masih dalam posisi terbuka. Seorang pilot 787 menjelaskan bahwa dengan kondisi darurat seperti itu, perhatian pilot akan tertuju sepenuhnya pada mengendalikan pesawat, bukan menaikkan roda.

Diduga oleh para penyelidik bahwa pilot berupaya menghidupkan ulang mesin pesawat, diawali dengan mesin sebelah kiri, kemudian mesin sebelah kanan.

Akan tetapi, durasi yang ada sangat terbatas. Mesin sebelah kiri berhenti berfungsi lebih dulu, dan mesin sebelah kanan belum kembali normal ketika pesawat menabrak daratan.

Diberdayakan oleh Blogger.