Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

medkomsubangnetwork,- Usai meraih kemenangan mutlak di dua pertandingan kandang, Persija Jakarta akan melanjutkan perjuangannya ke arena pertandingan yang sangat dinantikan. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini dijadwalkan akan bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Bandung pada hari Minggu (11/) pukul 15.30 WIB. Di sana, mereka akan berhadapan dengan musuh bebuyutan mereka, Persib Bandung, dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026.

Pertandingan akbar yang dijuluki El Clasico Indonesia ini kembali menjadi tantangan berat bagi Persija. Pelatih Mauricio Souza menekankan bahwa timnya bertekad untuk tidak kehilangan fokus saat berhadapan dengan Persib, yang dianggap memiliki kemampuan luar biasa dan diperkuat oleh beberapa pemain tim nasional.

Persija akan memprioritaskan kesiapan yang matang sepanjang minggu ini, demikian ditegaskan Souza. Ia berpendapat bahwa pertandingan yang penuh tekanan seperti ini tidak menyisakan sedikit pun celah untuk kesalahan.

Minggu ini, fokus latihan kami adalah Persib. Kami menyadari mutu permainan mereka serta banyaknya investasi yang telah mereka keluarkan. Perlu diketahui, tim mereka juga diperkuat oleh beberapa pemain tim nasional," tutur Mauricio.

Meskipun bermain tandang, Persija tidak berencana hanya bertahan. Mauricio menegaskan bahwa Macan Kemayoran akan tetap bermain sesuai gaya mereka, sambil tetap menghormati tim lawan.

"Kami menghargai Persib, namun kami datang untuk bertanding. Kami akan menerapkan strategi kami sendiri dan berupaya meraih target yang telah ditentukan," ujarnya tegas.

Meskipun demikian, Persija akan menghadapi pertandingan krusial ini dengan kekuatan tim yang belum optimal. Sejumlah pemain penting tidak dapat diturunkan karena sanksi dan cedera. Fabio Calonego dan Ryo Matsumura masih dikenai sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI, sementara Gustavo Almeida belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialaminya.

Beberapa minggu terakhir, Persija terpaksa bermain tidak dengan skuad terbaiknya akibat situasi tersebut. Dalam pertandingan terbarunya melawan Persijap Jepara, Fabio tidak dapat bermain karena menerima sanksi kartu merah yang ditambah dengan dua pertandingan tambahan dari Komdis. Di sisi lain, Jordi Amat dan Emaxwell Souza juga absen karena kondisi fisik mereka belum sepenuhnya fit.

Meskipun begitu, ketiadaan beberapa pemain kunci justru memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukkan bakat mereka. Dalam kemenangan 2-0 atas Persijap (3/1), dua pemain jebolan akademi Persija, Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman, menjadi penentu kemenangan.

1. Arly berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan dengan pergerakan yang brilian, lalu menyambut umpan dari Hanif Sjahbandi. Di sisi lain, Aditya memukau dengan tendangan geledek dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Persijap. 2. Berkat manuver cerdik yang mengeksploitasi lubang di pertahanan lawan, Arly sukses mencatatkan namanya di papan skor usai menerima operan dari Hanif Sjahbandi. Sementara itu, Aditya menarik perhatian dengan tembakan keras dari luar kotak terlarang yang bersarang sempurna di jala gawang Persijap. 3. Arly mencetak gol dengan memanfaatkan celah di pertahanan lawan melalui pergerakan yang cerdas, kemudian menyelesaikan umpan dari Hanif Sjahbandi. Di waktu yang sama, Aditya mencuri perhatian lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang bersarang tanpa hambatan ke gawang Persijap. 4. Gol dicetak oleh Arly berkat pergerakan cerdas yang mengeksploitasi pertahanan lawan yang lengah, dilanjutkan dengan penyelesaian umpan Hanif Sjahbandi. Aditya pun tak kalah memukau dengan sepakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang telak di gawang Persijap.

Kepercayaan diri keduanya pun meningkat jelang duel panas melawan Persib. Aditya menegaskan kesiapannya jika kembali dipercaya turun ke lapangan di GBLA.

"Persib adalah tim yang kuat dan berada di papan atas. Tapi jika diberi menit bermain, saya akan memberikan yang terbaik untuk tim, siapa pun lawannya," ujar Aditya.

Senada dengan itu, Arly juga siap membuktikan diri. Ia menyebut laga melawan Persib akan menjadi pengalaman pertamanya menghadapi rival klasik di Super League.

"Ini pertama kali saya bertemu Persib di Super League. Saya belum tahu atmosfernya seperti apa, tapi kalau diberi kesempatan bermain, saya ingin menunjukkan kerja keras saya untuk tim," kata Arly.

Meskipun menghadapi berbagai kendala, Persija tetap berangkat ke Bandung dengan penuh ambisi dan keyakinan. Pertandingan melawan Persib di GBLA ini bukan hanya tentang gengsi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Macan Kemayoran untuk membuktikan kedalaman skuad dan mental bertanding mereka dalam kompetisi Super League musim ini.

medkomsubangnetwork, - Hasil menggembirakan diraih tim bulu tangkis Indonesia dalam babak 16 besar Malaysia Open 2026. Lima wakil Merah Putih yang beraksi pada Kamis (8/1), semuanya meraih kemenangan, termasuk Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang membuat kejutan besar.

Rangkaian babak 16 besar Malaysia Open 2026 telah tuntas. Lima wakil Indonesia menunjukkan performa ciamik di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/1).

Jonatan Christie jadi wakil Indonesia pertama yang gacor di babak kedua turnamen pembuka BWF World Tour 2026. Pebulu tangkis tunggal putra andalan itu sukses mengandaskan Leong Jun Hao (Malaysia).

Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie yang juga unggulan kermpat turnamen, menang dua gim langsung atas wakil tuan rumah tersebut dengan skor 21-18, 21-11.

"Hari ini saya mencoba buat lebih mengontrol jalannya pertandingan, mengontrol diri juga untuk lebih tenang, lebih sabar dan saya rasa itu cukup berhasil," kata Jojo dalam keterangan resmi PP PBSI.

"Mengatasi tekanan dengan selalu menikmati ketika melawan musuh yang memang bermain tuan rumah. Ya bagaimanapun juga pasti harusnya dia yang lebih tertekan, karena bermain di rumah sendiri dan konotasinya kan harus bermain bagus atau harus menang. Jadi, justru malah saya bermain nothing to lose, saya bermain se-enjoy mungkin, se-menikmati mungkin," tambahnya.

Keberhasilan Jojo diikuti pasangan Febriana/Trias. Duet ganda putri itu juga meraih kemenangan atas wakil tuan rumah Malaysia.

Bedanya, lawan Febriana/Trias lebih tangguh. Bahkan, bukan kaleng-kaleng, yakni Pearly Tan/Thinaah Muralitharan yang merupakan duet ganda putri nomor dua dunia.

Febriana/Trias berhasil menang atas Pearly Tan/Thinaah Muralitharan lewat duel ketat yang berlangsung dalam waktu 54 menit selama dua gim dengan skor 26-24, 21-17. Ini jadi kemenangan perdana mereka setelah empat pertemuan sebelumnya selalu kalah.

"Alhamdulillah kami bisa bermain dengan baik hari ini. Dari awal sudah siap akan bermain seperti apa, dengan segala tekanan karena mereka main di depan publik sendiri, tapi kami fokus ke main kami saja," kata Ana, sapaan akrab Febriana.

"Kami masih ingat rasanya di final SEA Games kemarin, sudah unggul 3-4 poin di gim ketiga tapi tersusul dan akhirnya kalah oleh mereka. Rasa sakitnya kami ingat dan jadi tambahan motivasi untuk tidak terulang lagi hari ini," tambah dia.

Kemenangan demi kemenangan pun terus diraih tiga wakil Indonesia lain di 16 besar Malaysia Open 2026. Dua di antaranya dari sektor ganda putra atas nama Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Sabar/Reza mengalahkan ganda putra Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju. Sedangkan Fajar/Rian meraih kemenangan atas wakil Taiwan lainnya, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh.

Adapun satu wakil lain yang juga dapat hasil apik adalah Putri Kusuma Wardani. Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia itu menang atas Zhang Baiwen dari Amerika Setikat lewat duel rubber dalam tempo 49 menit dengan skor 5-21, 21-16, dan 21-18.

Hasil ini membuat kelima wakil Indonesia masih akan bertarung di Malaysia Open 2026. Peluang gelar juara pun masih terbuka dan mereka bakal tampil di perempat final pada Jumat (9/1).

Hasil Wakil Indonesia di Babak 16 Besar Malaysia Open 2026, Kamis (8/1)

Lapangan 1

Match 5 (WD) - Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia/2): 26-24, 21-17

Match 10 (MD) - Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh (Chinese Taipei) vs Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (6): 19-21, 19-21

Match 11 (WS) - Baiwen Zhang (USA) vs Putri Kusuma Wardani (6): 21-5, 16-21, 18-21

Match 12 (MD) - Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea) vs Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (8): 21-10, 14-21, 21-19

Lapangan 2

Match 5 (MS) - Leong Jun Hao (Malaysia) vs Jonatan Christie (4): 18-21, 11-21

Ringkasan Berita:
  • Nur Handayani, perajin tas anyaman asal Desa Sepat, Masaran, Sragen, telah mengembangkan usaha sejak tahun 2000 dengan bahan tali strapping.
  • Produknya kini diekspor ke tujuh negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Belanda, Australia, dan Singapura, dengan ribuan pesanan per bulan.
  • Selain tas, Nur juga memproduksi sepatu dan sandal anyaman, dengan pasar ekspor rutin terutama ke Jepang, Korea, dan Hongkong.
 

Laporan Wartawan medkomsubangnetwork,, Septiana Ayu Lestari

medkomsubangnetwork,, SRAGEN -Nur Handayani tengah fokus menganyam sebuah tas berwarna biru saat medkomsubangnetwork,berkunjung ke kediamannya di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jumat (2/1/2026).

Ia duduk dengan bersandar di tumpukan tali strapping yang menjadi bahan baku pembuatan tas anyaman.

Kedua tangannya sangat lihai menganyam, sehinga dalam waktu sekejap, tas berukuran kecil yang akan dikirim ke Jepang itu hampir jadi.

Di rumah produksinya itu ia tidak sendiri, juga ada dua karyawan yang lain, yang mana salah satunya sedang memotong tali strapping, sementara yang satu memilah-milah tali strapping.

Di ruangan itu juga penuh dengan tas-tas anyaman berbagai warna dan bentuk, yang sudah siap kirim.

Di ruang sebelah ada 3 karyawan, yang membuat tiga jenis tas anyaman berbeda.

Kemudian, Nur memperlihatkan koleksi tas anyaman berbagai bentuk dan warna miliknya.

Tali strapping ada yang dipadukan dengan bahan kulit, ada tas berwarna hitam putih yang dibuat seperti rajutan, juga ada tas perpaduan coklat dan hitam terdapat motif persegi panjang, yang kata Nur merupakan pesanan dari Australia.

Tak hanya tas, Nur juga menunjukkan sepatu dan sandal buatannya yang dipadukan dengan anyaman tali strapping, yang begitu unik.

Tembus 7 Negara

Ibu dua anak ini menceritakan jika usaha tas anyaman yang diberi nama bandar Azalea itu ia mulai sejak tahun 2000.

Kini, usaha terus berkembang dan kerajinan yang dikerjakan oleh emak-emak ini telah masuk pasar Korea Selatan, Jepang, Belanda, Australia, Singapura, hingga Turki.

"Kalau yang ekspor sudah ke 7 negara, kalau yang lokalan sudah ke seluruh Indonesia, diekspor ke Jepang, Australia, Denmark, Singapura, Belanda, Malaysia, Hongkong, ekspor pertama itu ke Belanda," kata Nur kepada medkomsubangnetwork,, Jumat (2/1/2026).

Ia menceritakan setelah merintis usaha tas anyaman, ia didatangi temannya dan mengajak agar hasil karyanya itu diekspor keluar negeri.

"Awalnya tahu-tahu ada teman datang, ngajak untuk diekspor, awalnya Belanda tidak mau, karena katanya susah buang limbahnya, diekspor bareng produk rotan untuk memenuhi kuota, itu nyoba tas anyaman," jelasnya.

"Sudah diekspor ke Belanda sejak tahun 2016 atau 2017, sekarang ekspor ke Belanda sudah tidak banyak, yang banyak itu Jepang ke 7 kota," sambungnya.

Nur menuturkan produk yang diekspor ke Jepang ada bermacam-macam, kebanyakan tas belanja dan juga barang custom.

"Kalau di Tokyo ada aktivis perlindungan orang utan, kalau beli tas saya satu, nanti ditanam 1 pohon untuk reboisasi, jadi aktivis di Tokyo," terangnya.

Menurutnya, tas anyaman yang paling banyak diekspor ke Korea Selatan adalah tas jali-jali.

"Kalau ke Korea per bulan minimal 300 jali-jali, kalau ke Nagoya itu minimal 4.000 tas perbulan," singkatnya.

"Ekspor ke Jepang sudah lama, sudah sebelum corona tahun 2019, kalau ke Turki pernah tapi tidak bianyak, terus berhenti, yang rutin itu Jepang, Korea, Hongkong rutin tiap minggu ada," pungkasnya. (*)

(*)

Menjelajahi Jantung Khatulistiwa: Tugu Pontianak, Saksi Sejarah dan Kebanggaan Lokal

Pagi ketiga di Pontianak disambut dengan semangat baru, sebuah misi penjelajahan yang kian mendalam. Gusti, pemandu lokal yang selalu bersemangat, telah menunggu di lobi hotel. Kali ini, ia tak lagi membawa termos kopi hitam legendarisnya, melainkan dua gelas kopi kekinian dengan taburan boba yang melimpah, sebuah kontras menarik dengan nuansa petualangan sejarah yang akan kami jalani.

"Hari ini kita akan mengunjungi lokasi paling ikonik di Pontianak, Bang," ujar Gusti dengan nada serius, sembari menyerahkan salah satu gelas kopinya. "Ini adalah titik di mana bumi terbelah dua, lokasi yang membuat Pontianak menjadi pusat perhatian alam semesta. Anggap saja diskusi kita pagi ini berpusat di titik nol lintang paling hits."

Tujuan kami adalah Tugu Khatulistiwa, atau yang lebih akrab disapa "Tugu Khat" oleh masyarakat setempat. Perjalanan menuju tugu ini membawa kami melintasi Jembatan Kapuas I yang padat merayap, sebuah pemandangan khas kota yang mulai sibuk. Setelah itu, kami memasuki wilayah Pontianak Utara, di mana suasana terasa lebih santai dan lapang.

Sesampainya di lokasi, pemandangan ikonik itu langsung menyambut kami. Bangunan tugu berdiri gagah, terbagi menjadi dua bagian utama: tugu asli yang dilindungi di dalam bangunan berkubah kaca, dan sebuah replika yang jauh lebih besar menjulang di lapangan terbuka. Suasana di sekitar tugu sangat ramai oleh pengunjung yang antusias. Mereka sibuk mengabadikan momen dengan berbagai pose kreatif, mulai dari menahan tugu agar tidak roboh hingga berakting seolah melayang, semua demi konten media sosial yang estetis di garis imajiner bumi.

Gusti, yang dengan cepat bertransformasi menjadi seorang profesor sejarah begitu mencium aroma situs bersejarah, mulai menjelaskan dengan penuh semangat. Ia menunjuk setiap sudut tugu dengan gestur dramatis, seolah memimpin sebuah briefing militer tentang "redactional flow" di zaman kolonial.

Tugu Khatulistiwa Asli: Warisan Penjelajah Belanda

"Bang, lihat baik-baik tugu ini," katanya, matanya berbinar penuh pengetahuan yang ternyata ia peroleh dari percakapan mendalam di warung kopi tertua se-Pontianak. "Monumen ini pertama kali dibangun pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi internasional dari Belanda. Mereka ini ibarat tim surveyor paling presisi pada masanya, bekerja keras untuk memastikan lokasi persisnya. Mereka rela datang jauh-jauh dari Eropa hanya untuk memeriksa garis imajiner ini, demi memastikan akurasi wilayah jajahan mereka!"

Gusti kemudian memaparkan sejarah tugu dengan detail yang mengagumkan. Penjelasannya mengalir mulus, dari awal penemuan titik nol hingga pembangunan monumen kecil yang kini menjadi saksi bisu sejarah.

"Tugu ini memiliki presisi yang luar biasa," lanjut Gusti, menunjuk pilar beton pada tugu lama. "Tim Belanda itu menggunakan metode astronomi kuno namun sangat akurat. Mereka menghabiskan berbulan-bulan riset hanya untuk menemukan titik ini. Tiang dan lingkarannya diukur menggunakan theodolite dan peralatan canggih pada zamannya, bukan sekadar perkiraan atau pasal karet yang bisa ditafsirkan macam-macam."

Gusti menjelaskan bahwa penemuan titik ini bukanlah sekadar iseng, melainkan memiliki konsekuensi hukum internasional yang signifikan pada zaman kolonial.

"Ini serius, Bang! Penandaan titik khatulistiwa ini secara de facto dan de jure memperkuat klaim wilayah kolonial Belanda di mata dunia. Semacam sertifikat hak milik lokasi strategis yang sah untuk diaktakan di notaris internasional!" ujarnya sambil terkekeh. "Bayangkan, jika salah ukur hanya 10 meter saja, bisa-bisa kedaulatan Pontianak berpindah ke daerah lain, masuk wilayah anak perusahaan Inggris. Bisa menjadi bahan gugatan perdata di Mahkamah Internasional, Bang, dengan tuntutan ganti rugi lokasi paling keren di bumi!"

Saya tak bisa menahan tawa mendengar kelakar sejarah yang diungkapkan Gusti. "Jadi, ini semacam bukti fisik bahwa bumi itu bulat dan Pontianak sudah di-booking duluan ya, Gus? Branding kotanya kuat sekali!"

"Betul, Bang! Pasal penentuannya sudah kuat sejak 1928, tidak bisa diganggu gugat, sudah sesuai SOP alam semesta!"

Keajaiban Kulminasi Matahari dan Transformasi Tugu

Gusti melanjutkan ceritanya tentang fenomena kulminasi matahari yang terjadi setiap bulan Maret dan September. Pada saat-saat tersebut, pengunjung dapat merasakan sensasi unik berdiri tanpa bayangan.

"Fenomena ini adalah bukti nyata rotasi bumi. Matahari tepat berada di atas kepala kita, sedang check-in di hotel lintang nol. Jika pas momen itu, kita bisa melihat keajaiban alam. Dasar Hukum Alam berlaku sempurna, tanpa cela, dan bebas PPN, tidak seperti konten jurnalistik abang yang kena PPN 11%!"

Sambil berjalan keluar dari bangunan kubah yang melindungi tugu asli—yang terlihat mungil, introvert, dan eksklusif—saya menunjuk replika raksasa yang berdiri gagah di lapangan terbuka. Tugu baru ini memiliki skala yang jauh lebih besar, dirancang secara modern, dan menjadi objek foto utama bagi para pelancong yang membutuhkan ruang gerak lebih.

"Nah, kalau yang ini ceritanya berbeda lagi, Bang," kata Gusti, menyesap kopi kekiniannya hingga topping bobanya tandas. "Yang di dalam itu versi originalnya, situs sejarah yang dilindungi. Ibarat Kitab Undang-Undang Hukum Perdata aslinya yang sakral, master content kita. Nah, yang di luar ini versi Undang-Undang terbarunya: lebih besar, lebih mudah diakses, dan pastinya lebih fotogenic buat kaum milenial yang butuh konten viral."

"Transformasi ini terjadi karena kebutuhan, Bang. Tugu yang lama terlalu kecil untuk menampung animo wisatawan yang ingin berfoto di titik nol bumi. Akhirnya dibangunlah replika yang lebih masif ini pada tahun 1990, diresmikan oleh Gubernur saat itu," jelas Gusti. "Semacam rebranding sejarah lah, demi engagement yang lebih tinggi, sesuai arahan direksi pariwisata!"

"Jadi, ini pengembangan aset negara ya, Gus? Biar market value-nya naik dan revenue dari konten pariwisata bertambah?" canda saya lagi.

Gusti mengangguk setuju dengan mimik serius yang dibuat-buat. "Tepat sekali, Bang! Semacam 'ekspansi bisnis' pariwisata Pontianak. Kalau di hukum, ini namanya penyesuaian regulasi terhadap perkembangan zaman. Tujuannya sama, lokasinya sama, tapi kemasannya di-upgrade. Jadi, tidak ada pelanggaran asas retroaktif di sini, karena fungsinya hanya replika untuk memperkuat yang asli, bukan menggantikan SOP inti!"

Refleksi Perjalanan dan Kenangan Pontianak

Waktu berlalu begitu cepat. Kopi di gelas telah tandas, dan memori kamera ponsel saya penuh dengan foto tugu dari berbagai sudut. Petualangan sejarah di jantung khatulistiwa ini harus segera berakhir. Gusti mengantar saya kembali ke hotel untuk berkemas.

Sore harinya, saya harus terbang kembali ke realitas kehidupan Ibu Kota; rutinitas kantor yang membosankan, kemacetan jalanan yang mematikan, dan tentunya, kebersamaan paling berharga bersama anak-anak dan mamanya, yang menjadi jangkar hidup saya.

Saya berada di Pontianak sebenarnya dalam rangka tugas negara—versi kantor pusat yang overthinking. Misi utama: memastikan anak grup perusahaan di sini menjual konten produk jurnalistiknya sesuai Garis Besar Haluan Kantor (GBHK) yang sakral, kaku, dan multitafsir. Anggap saja saya ini auditor internal yang hanya dibayar pakai keringat dan singkong keju. Lebih dramatis lagi, saya semacam hulubalang raja yang diutus ke negeri bawahan untuk memata-matai, memastikan mereka tidak membangkang atau, amit-amit, merencanakan kudeta editorial.

Pontianak adalah kota kedua yang saya sambangi setelah Semarang. Di Kota Lumpia itu, saya stay agak lama. Maklum, mumpung dinas luar, sekalian staycation halal di rumah orang tua. Lumayan, bisa claim tiket pesawat full price dari kantor, win-win solution ala karyawan teladan. Semoga big boss di kantor pusat membaca ini, biar beliau paham jika uang saku suka mepet dan proses reimbursement itu ribetnya bisa memicu darah tinggi.

Momen terakhir di Bandara Supadio, saya berpamitan dengan Gusti Hardi Syarifudin, sang calon Magister Sejarah yang humoris dan memiliki kebanggaan lokal yang tinggi. "Makasih banyak Gus, buat petualangan dan semua ceritanya," ujar saya tulus. "Semoga tesis S2 kamu lancar jaya dan cepat jadi Dosen Sejarah yang kocak!"

"Sama-sama, Bang. Kapan-kapan balik lagi ke Pontianak. Masih banyak sejarah yang belum kita eksplor!"

Saya tersenyum puas. Pontianak bukan hanya tentang udara panas atau singkong keju, tetapi tentang sejarah yang hidup, keramahan yang hangat, dan tentu saja, secangkir kopi hitam yang menemani setiap jengkal perjalanan. Sebuah kota, seperti kata Gusti, memang eksklusif sejak dulu kala, tepat di pusat perhatian alam semesta, dengan sertifikat hukum yang jelas, dan SOP alam yang sempurna.

medkomsubangnetwork - Sebanyak tujuh dari sembilan atlet renang Indonesia berhasil melangkah ke babak final SEA Games 2025. Kontingen Merah Putih pun berpotensi panen medali emas pada hari kedua perebutan medali, Kamis (11/12).

Tim renang Indonesia sebelumnya telah membuka hari pertama dengan cukup apik. Satu emas dan satu perak dipersembahkan oleh tim renang, masing-masing dari Jason Donovan Yusuf dan Farrel Armandio Tangkas.

Jason Donovan dapat medali emas di nomor 100m gaya punggung putra. Sementara Farrel ada di bawahnya dan meraih perak pada nomor yang sama.

Kini memasuki hari kedua, cabor renang berpotensi menambah pundi-pundi medali, termasuk emas. Peluang itu muncul setelah tujuh perenang Indonesia menjalani lomba renang sesi pagi (babak kualifikasi) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok, dengan manis.

Pagi tadi ada sembilan perenang Indonesia yang berlomba di lima nomor lomba renang SEA Games 2025. Yakni 50m gaya punggung putra, 50m gaya punggung putri, 50m gaya bebas putra, 200m gaya bebas putri dan 100m gaya dada putra. Nah tujuh di antaranya sukses melesat ke final.

Mulai dari nomor 50m gaya punggung putra, di mana ada Jason Donovan Yusuf yang mencatatkan waktu 25,88 detik dan perenang senior I Gede Siman Sudartawa dengan waktu 26,40. Keduanya kompak melaju dan akan bertarung di final nomor 50m gaya punggung putra sore nanti.

Kemudian di nomor 50m gaya punggung putri, tim renang Indonesia juga memiliki potensi tinggi untuk bisa meraih medali emas. Ada perenang Merah Putih yang berhasil melaju ke final, yakni Flairene Candrea berkat mencatatkan waktu 29,53 detik dan Masniari Wolf dengan 29,20 detik.

Lalu di nomor 50m gaya bebas putra, Indonesia mengirimkan satu wakilnya ke final. Dia adalah Samuel Maxson Septionus, yang mampu lolos secara langsung ke babak final dengan catatan waktu renang 23,18 detik.

Bergeser ke nomor 200m gaya bebas putri, perenang Indonesia Serenna Karmelita Muslim juga membuka asa untuk meraih medali. Karmelita melesat ke perlombaan puncak setelah mencatatkan waktu 2:07.36 di babak kualifikasi.

Sementara atlet terakhir yang juga siap beraksi untuk memperebutan medali adalah Muhammad Dwiky Raharjo. Dia bakal berlomba di final nomor 100m gaya dada putra, berkat keberhasilannya lolos dari kualifikasi dengan waktu renang 1 menit 3,53 detik.

Albert C. Sutanto selaku pelatih timnas Renang Indonesia, mengaku senang dengan tembusnya 7 perenang Indonesia ke final. Menurutnya, keberhasilan anak asuhnya semakin membuka pintu harapan untuk menambah pundi-pundi medali SEA Games Thailand dari cabor renang.

"Kita punya peluang bagus di 50m gaya punggung putra karena ada Jason yang lagi bagus setelah kemarin dapat emas dan ada perenang senior kita Siman yang secara mental udah matang sekali dengan pengalaman 9 medali emasnya," ujar Albert, dalam keterangan resmi PB Akuatik Indonesia.

"Di bagian putri kita ada Masniari Wolf dan Flairene, yang bisa memberikan tekanan ke perenang naturalisasi Filipina. Jadi kita ada 2 peluru, mudah-mudahan bisa kena sasaran dua-duanya," tambahnya.

Tujuh perenang Indonesia tersebut dijadwalkan memulai perlombaan babak final hari kedua perlombaan di arena yang sama, di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok. Final akan dilaksanakan mulai 18.00 waktu Bangkok, Thailand, yang sama seperti WIB.

Update hasil 16 besar badminton SEA Games 2025 hari ini lengkap nasib wakil Indonesia
Ringkasan Berita:Menginjak gim ketiga, Koh/Li dan Jafar/Felisha langsung bersaing ketat dengan dua kali berbagi angka.
Ringkasan Berita:Pasangan peringkat ke-10 dunia tersebut sempat merebut momentum dengan mengukir keunggulan sebesar dua angka atas Koh/Li.

medkomsubangnetwork Update dan pantau hasil pertandingan wakil Indonesia di badminton SEA Games 2025 nomor Individu. 

Perburuan medali emas oleh para wakil Indonesia berlanjut di nomor individu. 

Perebutan medali emas di lima nomor dipastikan sengit termasuk ganda campuran. 

Untungnya Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, meraih hasil manis pada bulu tangkis SEA Games 2025 kategori perorangan.

Langkah Jafar/Felisha pada SEA Games 2025 dibuka dengan menghadapi wakil Singapura Eng Ket Wesley Koh/Zheng Yan Li di babak 16 besar.

Tampil di Thammasat Rangsit Gymnasium, Pathum Thani, Thailand, Jafar/Felisha menang dengan skor 21-19, 21-8, 21-19 dalam tempo 40 menit.

Dengan hasil ini, Jafar/Felisha melaju ke perempat final bulu tangkis SEA Games 2025.

Persaingan berjalan alot sejak awal gim pertama di mana Jafar/Felisha dan Koh/Li harus berbagi angka hingga tiga kali.

Pasangan peringkat ke-10 dunia tersebut sempat merebut momentum dengan mengukir keunggulan sebesar dua angka atas Koh/Li.

Momen itu tidak bertahan lama di mana Koh/Li berhasil mengejar perolehan poin Jafar/Felisha dan berbalik unggul.

Empat poin beruntun berhasil dibukukan Koh/Li untuk mengungguli Jafar/Felisha pada interval pertama dengan skor 11-7.

Mengawali masa interval dengan tertinggal empat point, permainan agresif langsung ditunjukkan Jafar/Felisha di mana mereka mampu menyamakan skor.

Koh/Li sendiri masih mampu memberikan perlawanan terbaik di mana mereka tak segan memaksa Jafar/Felisha berbagi angka hingga tiga kali secara beruntun.

Memasuki poin-poin tua, Jafar/Felisha sempat meraih momentum dengan memiliki jarak dua angka dengan wakil Singapura tersebut sebelum akhirnya harus kalah pada gim pertama 19-21.

Kalah pada gim pertama membuat Jafar/Felisha tersentak di mana mereka langsung melejit meninggalkan Koh/Li usai meraih empat poin beruntun.

Koh/Li sempat membuat langkah Jafar/Felisha tersendat beberapa kali tetapi mereka tak mampu membalikkan keadaan.

 Dominasi permainan masih berada di tangan Jafar/Felisha di mana mereka tetap unggul saat menutup interval gim kedua dengan skor 11-5.

Usai jeda, Jafar/Felisha kian sulit terbendung dengan mendapatkan empat poin beruntun untuk unggul jauh 15-5 atas Koh/Li.

Pasangan Singapura itu sempat melawan, tetapi hingga gim kedua berakhir, Jafar/Felisha tetap tidak tersentuh untuk keunggulan mereka.

Menginjak gim ketiga, Koh/Li dan Jafar/Felisha langsung bersaing ketat dengan dua kali berbagi angka.

Koh/Li berhasil mengambil alih keunggulan usai meraih dua poin beruntun, tetapi Jafar/Felisha tak membiarkan momen itu bertahan lama.

Wakil Merah Putih ini berhasil melejit untuk menutup perlawanan Koh/Li pada interval ketiga dengan skor 11-7.

Usai jeda, Jafar/Felisha mulai goyah sehingga Koh/Li berhasil mengejar mereka untuk membuat kedudukan imbang hingga tiga kali.

Jafar/Felisha berhasil menjauh lagi dengan mendapatkan tiga poin beruntun hingga pertandingan memasuki masa-masa krusial.

Koh/Li masih melancarkan perlawanan terbaiknya untuk memangkas jarak sebelum Jafar/Felisha meraih momentum match point pertama mereka.

Tertahan dua kali, Jafar/Felisha menyudahi perlawanan Koh/Li pada gim ketiga dengan skor 21-19.

Update Hasil Wakil Indonesia di badminton SEA GAmes 2025. 

Court 1

  • XD - Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Terry Hee Yong Kai/Jin Yu Jia (Singapura)
  • WD - Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Li Zheng Hong/Li Zhen Yan (Singapura)

Court 2

  • XD - Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Wesley Koh Eng Keat/Li Zheng Yan (Singapura) 19-21, 21-8, 21-19
  • WS - Ni Kadek Dinda Amartya Pratiwi vs Nguyen Thuy Linh (Vietnam)
  • MD - Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Hein Thiha Aung/Phone Htet Zaw (Myanmar)

Court 3

  • MS - Moh Zaki Ubaidillah vs Le Duc Phat (Vietnam)
  • MS - Alwi Farhan vs Nguyen Hai Dang (Vietnam)
  • WD - Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Insyirah Khan/Megan Lee Xin Yi (Singapura)
  • MD - Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Phyo Thuram Kyaw/Lai Zuidika (Myanmar)

Live Score

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS

- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Profil Kevin Diks Bakarbessy kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan publik sepak bola Tanah Air. Perhatian semakin tersedot pasca dirinya resmi bergabung dengan Tim Nasional Indonesia melalui proses naturalisasi. Keputusan ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya, sekaligus membawa angin segar bagi pertahanan skuad Garuda. Latar belakangnya yang unik, termasuk garis keturunan dari keluarga raja di Maluku Tengah, menambah dimensi menarik pada sosoknya.

Perjalanan Karier: Dari Liga Eropa Hingga Berserbinar di Denmark

Kevin Diks Bakarbessy lahir di Apeldoorn, Belanda, pada tanggal 6 Oktober 1996. Sejak usia muda, bakatnya dalam sepak bola sudah terlihat, membawanya meniti karier profesional di berbagai kompetisi Eropa. Perjalanan kariernya dimulai di Belanda, di mana ia mengasah kemampuannya sebelum akhirnya menarik perhatian klub Italia ternama, Fiorentina. Di Serie A, ia berkesempatan merasakan atmosfer liga top Eropa, meskipun tidak selalu menjadi pilihan utama. Pengalaman di Italia ini menjadi batu loncatan berharga, membuka pintu baginya untuk menjelajahi klub-klub lain di Eropa dan terus mengembangkan kualitasnya sebagai seorang pemain bertahan modern.

Titik balik dalam karier Kevin terjadi ketika ia memutuskan bergabung dengan FC Copenhagen pada Juli 2021. Di klub papan atas Denmark ini, Kevin menemukan performa terbaiknya. Selama membela panji FC Copenhagen, ia tampil impresif dengan mencatatkan 144 penampilan, membukukan 16 gol, dan memberikan 18 assist. Angka-angka ini sungguh luar biasa bagi seorang pemain yang berposisi sebagai bek. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada liga domestik, tetapi juga terasa signifikan dalam kompetisi antarklub Eropa seperti Europa Conference League, di mana ia menunjukkan soliditas dan konsistensi yang patut diacungi jempol.

Prestasi gemilang yang diraih bersama FC Copenhagen semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bek paling berpengaruh di Liga Denmark. Di bawah panji klub ini, Kevin turut mempersembahkan beberapa gelar bergengsi, yaitu:

  • Juara Danish Superliga 2021/2022
  • Juara Danish Superliga 2022/2023
  • Juara Danish Cup 2022/2023

Performa cemerlang ini tentu saja tidak luput dari pantauan klub-klub besar Eropa lainnya. Pada tahun 2025, Kevin akhirnya menerima tawaran dari Borussia Mönchengladbach, sebuah klub Bundesliga yang saat itu tengah berupaya memperkuat lini pertahanannya. Dengan kemampuan bertahan yang kuat, keunggulan dalam duel udara, serta kecerdasan dalam membaca permainan, Kevin dipandang sebagai rekrutan ideal yang dapat memberikan kontribusi penting dalam proyek jangka panjang klub asal Jerman tersebut.

Akar Budaya: Garis Keturunan Raja dari Negeri Waai

Di balik segala pencapaiannya di kancah sepak bola Eropa, Kevin Diks menyimpan identitas budaya yang kental dan membanggakan. Melalui garis keturunan ibunya, Natasja Bakarbessy, Kevin memiliki darah bangsawan yang mengalir dalam dirinya. Ia adalah keturunan raja dari Negeri Waai, sebuah wilayah yang terletak di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Nama keluarga Bakarbessy sendiri bukanlah nama yang asing di Maluku. Keluarga ini dikenal memiliki sejarah panjang dalam kepemimpinan dan telah memegang jabatan sebagai raja di Negeri Waai secara turun-temurun.

Hingga saat ini, Negeri Waai masih dipimpin oleh Raja Derek Bakarbessy, yang merupakan kerabat dari garis keluarga Kevin. Kisah asal-usul ini semakin memperkaya profil Kevin Diks, memadukan prestasinya di sepak bola level tertinggi dengan kebanggaan akan akar budaya Maluku yang melekat kuat dalam dirinya. Identitas ganda ini memberikan dimensi unik pada sosoknya, menjadikannya lebih dari sekadar pemain sepak bola profesional.

Menjadi Warga Negara Indonesia: Harapan Baru untuk Sepak Bola Nasional

Keputusan Kevin Diks untuk menaturalisasi diri menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) disambut dengan antusiasme luar biasa oleh masyarakat Indonesia. Setelah proses naturalisasi rampung, Kevin langsung masuk dalam skema pelatih Tim Nasional Indonesia untuk memperkuat lini pertahanan skuad Garuda. Kehadirannya membawa dampak ganda yang signifikan.

Pertama, kehadiran Kevin diprediksi akan meningkatkan kualitas pertahanan Timnas Indonesia secara drastis. Dengan pengalaman bermain di kompetisi Eropa yang ketat, ia membawa standar permainan dan kedisiplinan taktis yang tinggi. Kemampuannya dalam membaca permainan, memenangkan duel udara, dan melakukan intersepsi diharapkan dapat memberikan stabilitas yang lebih baik di lini belakang.

Kedua, sosok Kevin Diks diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pemain muda Indonesia. Cerita suksesnya yang menembus liga-liga top Eropa melalui kerja keras dan dedikasi dapat memotivasi generasi penerus untuk bermimpi lebih tinggi dan percaya bahwa karier profesional di panggung internasional bukanlah hal yang mustahil. Ia menjadi bukti nyata bahwa dengan bakat dan tekad, pemain Indonesia pun bisa bersaing di level tertinggi dunia.

Dengan segala pengalaman luasnya, visi bermain yang matang, dan darah Maluku yang mengalir dalam dirinya, Kevin Diks tidak hanya sekadar menjadi pemain Timnas Indonesia. Ia telah menjelma menjadi simbol harapan baru bagi kemajuan sepak bola Indonesia, membawa semangat juang dan kebanggaan nasional ke lapangan hijau.

Kekalahan mengejutkan Tim Nasional (Timnas) U-22 Indonesia dari Filipina dalam laga perdana Grup C SEA Games 2025 pada Senin (8/10/2025) menyisakan rasa frustrasi mendalam bagi seluruh skuad. Manajer Timnas U-22 Indonesia, Sumardji, menegaskan bahwa kekecewaan dan kemarahan tidak hanya dirasakan oleh Ivar Jenner, yang tertangkap kamera membanting botol usai pertandingan, tetapi juga oleh seluruh pemain.

Reaksi Emosional di Ruang Ganti

Suasana di ruang ganti Timnas U-22 Indonesia pasca-kekalahan 0-1 dari Filipina digambarkan Sumardji sebagai kondisi yang tidak baik. Para pemain merasa sangat kecewa dan terkejut dengan hasil yang jauh dari prediksi. Mereka tidak habis pikir bagaimana bisa takluk dari Filipina, tim yang secara historis belum pernah dikalahkan oleh Indonesia di ajang SEA Games.

"Secara keseluruhan, sebenarnya bukan hanya Ivar Jenner saja, semuanya," ujar Sumardji kepada awak media di Thailand. "Satu, Ivar Jenner itu kapten, otomatis dia punya beban dan tanggung jawab yang besar, pasti itu. Apalagi ini kalah," tambahnya.

Ivar Jenner, sebagai kapten tim, memang memikul beban dan tanggung jawab yang lebih besar. Kekalahan di laga perdana ini tentu sangat memukulnya, terlebih saat ia tertangkap kamera menunjukkan ekspresi kekecewaan dengan membanting botol di dekat ruang ganti. Sumardji pun memahami luapan emosi sang kapten yang berusia 21 tahun tersebut.

Selain Ivar Jenner, pemain lain seperti Dion Markx juga terlihat lesu dan kecewa berat pasca-pertandingan. Sumardji mengungkapkan bahwa semua pemain merasa kaget dengan hasil yang di luar dugaan tersebut. "Sebenarnya yang lain juga sama, benar-benar sangat kecewa," kata Sumardji. "Secara keseluruhan, kemarin di ruang ganti semuanya merasa terkaget-kaget dengan hasil yang di luar prediksi kita," tuturnya.

Catatan Sejarah yang Mengecewakan

Kekalahan dari Filipina ini menjadi catatan sejarah yang buruk bagi Timnas U-22 Indonesia. Sepanjang sejarah gelaran SEA Games, Indonesia tidak pernah sekalipun menelan kekalahan dari Filipina. Catatan terbaik sebelumnya adalah hasil imbang 1-1 pada tahun 1977. Bagi Filipina, kemenangan ini merupakan pencapaian bersejarah karena berhasil mengalahkan Timnas U-22 Indonesia.

Sumardji bahkan mengaku merasa aneh dan seperti mustahil melihat skuad Garuda takluk dari "The Azkals". Fakta inilah yang semakin menambah rasa frustrasi dan kekecewaan para pemain.

Upaya Membangkitkan Mental Pemain

Meskipun diliputi kekecewaan, manajer dan tim pelatih Timnas U-22 Indonesia tidak tinggal diam. Mereka segera berupaya membangkitkan mental para pemain untuk menghadapi laga krusial berikutnya. Pertandingan terakhir di Grup C melawan Myanmar yang akan digelar pada Jumat (12/12/2025) menjadi penentu nasib tim.

Peluang Lolos yang Bergantung pada Tim Lain

Situasi Timnas U-22 Indonesia saat ini memang cukup pelik. Peluang untuk lolos ke babak semifinal masih terbuka, namun sangat bergantung pada hasil pertandingan lain di grup yang sama, khususnya antara Vietnam dan Malaysia.

Kedua tim tersebut saat ini sama-sama mengoleksi tiga poin. Jika pertandingan antara Vietnam dan Malaysia berakhir imbang, maka kedua tim akan mengoleksi empat poin. Dalam skenario tersebut, Timnas U-22 Indonesia dipastikan tersingkir, meskipun berhasil meraih kemenangan melawan Myanmar. Hal ini dikarenakan poin maksimal yang bisa diraih Indonesia adalah tiga poin jika menang melawan Myanmar, yang masih kalah dari perolehan poin Vietnam atau Malaysia jika mereka bermain imbang.

Menghadapi situasi yang kompleks ini, Sumardji menekankan pentingnya fokus pada pertandingan melawan Myanmar. Ia meminta para pemain untuk tidak memikirkan hasil pertandingan grup lain, melainkan berkonsentrasi penuh untuk meraih kemenangan. "Ini sebabnya para pemain pun merasa frustasi dan kecewa karena kalah dari Filipina di SEA Games 2025 bukan hanya Ivar Jenner saja," jelas Sumardji. "Situasi ini membuat tim asuhan Indra Sjafri memang harus bergantung dengan tim lain, tetapi Sumardji menekankan agar skuad Garuda Muda tak memikirkan grup sebelah, tetapi tetap fokus untuk kalahkan Myanmar."

medkomsubangnetworkLibur Natal dan akhir tahun sebentar lagi. Negara-negara di Asia masih menjadi incaran wisatawan Indonesia untuk menghabiskan libur Natal dan malam tahun baru 2026.

Sudah waktunya sobat Grid berburu tiket pesawat murah agar liburanmu bukan lagi sekedar wacana. Melewati malam tahun baru di luar negeri bukan lagi sekedar mimpi.

Singapura, Malaysia, dan Bangkok jadi 3 negara yang paling banyak diminati. Alasannya, jarak yang tak terlalu jauh, biaya yang lebih terjangkau, hingga akses yang mudah, membuat 3 negara ini masih menjadi yang terfavorit.

Singapura: Untuk keluarga yang menginginkan liburan dengan akses mudah dan atraksi yang seru, Singapura adalah pilihan utama. Dengan menginap di kawasan Orchard Road, keluarga bisa menikmati kenyamanan hotel berbintang dengan akses mudah ke transportasi publik serta berbagai tempat wisata. Beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan di Singapura termasuk Universal Studios Singapore, Oceanarium, Snow City, dan Science Centre.

Kuala Lumpur: Malaysia menawarkan liburan singkat yang kaya dengan pengalaman seru, dari kuliner di Jalan Alor hingga wahana menarik di Sunway Lagoon. Jangan lupa untuk mengunjungi Aquaria KLCC untuk menikmati keindahan bawah laut serta Petrosains untuk pengalaman interaktif seputar teknologi dan ruang angkasa.

Bangkok: Ibu kota Thailand ini tetap menjadi pilihan favorit keluarga, terutama kawasan Siam dan Sukhumvit yang dikenal dengan berbagai atraksi keluarga seperti SEA LIFE Bangkok Ocean World, Jurassic World, dan AquaPark Bangkok.

Kalau sobat Grid punya budget lebih, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok bisa jadi incaran. Tiga negara ini menawarkan pengalaman yang berbeda, cocok untuk liburan dengan rentang waktu yang panjang.

Tokyo (Jepang): Dengan pilihan hotel yang luas dan akses mudah ke berbagai atraksi, Tokyo menjadi destinasi favorit untuk keluarga. Kunjungi Universal Studios Japan, Disneyland Tokyo, dan Tokyo Disney Resort untuk liburan yang penuh kegembiraan.

Seoul (Korea Selatan): Selain belanja dan kuliner di kawasan Myeongdong dan Hongdae, keluarga juga bisa menikmati wahana seru di Lotte World dan Everland, serta menikmati keindahan alam di Nami Island.

Hong Kong: Kawasan Tsim Sha Tsui yang strategis memudahkan akses keluarga untuk mengeksplorasi kota, sementara Hong Kong Disneyland tetap menjadi destinasi paling dicari di kota ini.

 

Jelang Natal dan tahun baru (Nataru) lentunya destinasi favorit mengalami lonjakan wisatawan. Kenaikan arus perjalanan inilah yang membuat harga tiket pesawat cenderung melonjak tinggi. Banyak traveler memilih berburu tiket lebih awal atau mengandalkan promo besar akhir tahun.

“Liburan akhir tahun adalah momen spesial untuk keluarga, di mana banyak yang ingin menikmati perjalanan yang menawarkan pengalaman baru serta kebersamaan yang tak terlupakan,” ujar Charles Wong, Vice President of Commercial Traveloka.

Menyikapi tingginya permintaan untuk perjalanan keluarga, Traveloka menghadirkan promo 12.12 Super Sale dengan tujuan mempermudah akses ke destinasi liburan populer, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Nikmati Beragam Penawaran Menarik dari Traveloka 12.12 Super Sale

Berlangsung pada 3–12 Desember 2025, Traveloka 12.12 Super Sale menghadirkan berbagai promo menarik untuk mewujudkan rencana liburan akhir tahun keluarga:

  • Hotel bintang 4–5 hanya Rp120.000 dan bisa didapatkan setiap hari pukul 19.00-20.00 WIB
  • Tiket pesawat internasional ke Singapura, Malaysia, dan Thailand hanya Rp120.000 tersedia setiap hari pukul 11.00–12.00 WIB
  • Rute eksklusif ke Jepang dan Korea Selatan hanya Rp1,2 juta pukul 12.00–13.00 WIB
  • Xperience mulai Rp12.000 dan Rp120.000 setiap hari pukul 10.00-13.00 WIB
  • Diskon bank hingga Rp1,2 juta berlaku setiap harinya pukul 12.00-13.00 WIB tanpa minimum transaksi

Siapkan alarm dan buruan amankan tiket! (*)

medkomsubangnetwork, MANGUPURA - Menjelang pergantian tahun 2025, ruang keseharian kita terus dijejali kabar-kabar yang menyesakkan: perang, kerusuhan, bencana alam, hingga berbagai bentuk kejahatan yang seolah tak pernah berhenti. 

Arus informasi yang deras—yang hadir tanpa henti melalui layar gawai di genggaman, tak jarang membuat dada sesak dan kewarasan kita diuji setiap waktu. 

Di tengah gempuran itu, kita membutuhkan ruang untuk bernafas; sebuah oase tempat kesadaran dipulihkan dan harapan kembali ditumbuhkan, sebuah utopia.

Bentara Budaya dan Komunitas Seni Rupa HOCA (House Of Cartoon maniA) menangkap kebutuhan tersebut lalu bekerja sama menghadirkan oase tersebut lewat pameran karya seni modern yang bernuansa positif di Bali. 

Pameran bertajuk “UTOPIA 2025” ini hadir karena adanya kebutuhan akan ruang refleksi atas berbagai peristiwa sepanjang tahun 2025. 

Pembukaan Pameran seni visual “UTOPIA 2025” ini berlangsung pada Jumat 5 Desember 2025 petang, di Hotel Tijili Seminyak, Jl. Drupadi Seminyak No.9 Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. 

Pameran berlangsung dari tanggal 5 Desember, dan berakhir pada 14 Desember 2025. 

Karya-karya yang sudah dipamerkan dan belum diambil oleh kolektor atau dengan persetujuan kolektornya akan dipamerkan kembali di Hotel Tijili Benoa, Nusa dua, Bali. 

Pameran UTOPIA 2025 dibuka oleh Manajer Bentara Budaya, Ika W Burhan, Kadispar Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti, Kasi Promosi Dispar Bali I Ketut Yadnya Winarta, perwakilan HOCA, perwakilan Baliola dan perwakilan Hotel Tijili.

Pameran ini menghadirkan 17 perupa anggota HOCA yang berasal dari berbagai daerah.

Ke-17 seniman tersebut adalah Agus Yudha (Denpasar), Andhika Wicaksana (Denpasar), Beng Rahadian (Jakarta), Damuh Bening (Jakarta), Den Dede (Makassar), Ika W Burhan (Bogor), I Wayan Nuriarta (Denpasar), I Made Marthana Yusa (Tabanan), I Komang Try Adi Stanaya (Denpasar), Ninik Juniati (Surabaya), Pinky Sinanta (Karangasem), Putu Ebo (Denpasar), Pradya (Denpasar), Supradaka (Jakarta), Thomdean (Tangerang) dan Yere Agusto (Denpasar) dan Yulius Widi Nugroho (Surabaya).

Para perupa menghadirkan 52 karya dalam berbagai bentuk karya visual berupa lukisan, ilustrasi, kartun, maupun tenun (fashion). 

Terinspirasi dari gagasan Utopia dengan sub tema mengangkat sisi-sisi positif dari kondisi-kondisi suram (negatif) yang ada di tataran lokal, nasional dan international, pameran ini menghadirkan kembali imajinasi tentang tatanan masyarakat yang harmonis, maju, tertib, dan nyaris sempurna—sebuah dunia ideal di mana kejahatan, keserakahan, dan kekacauan tidak lagi menjadi arus utama kehidupan. 

Sebagaimana menggunakan utopia untuk mengkritik kondisi sosial-politik zamannya, pameran ini menghadirkan karya-karya yang memantik imajinasi tentang keadaan yang lebih baik, bukan dengan menonjolkan keburukan, melainkan dengan menampilkan kemungkinan ideal yang layak diperjuangkan.

Keistimewaan Pameran Seni Rupa “UTOPIA 2025”, selain kerja sama dengan Bentara Budaya, juga terletak pada kolaborasi antara HOCA dengan Baliola, start up yang menginisiasi Sertifikat Digital Kraflab berbasis Blockchain. 

"Ini kan kerja sama antara Bentara Budaya dengan HOCA, sudah yang ketiga ya, bahkan mungkin keempat, sedangkan dengan Kraflab ini baru pertama kali. Jadi, sertifikasi digital ini saya rasa unik ya," ujar Manajer Bentara Budaya, Ika W Burhan, disela pembukaan pameran.

Menurutnya embel-embel bahwa karya itu tidak akan hilang, itu ia kira perlu dipikirkan, perlu pertimbangkan, untuk ikuti perkembangan teknologi seperti Sertifikat Digital Kraflab. 

Kemudian harapannya bahwa pameran ini dari Bentara sendiri ingin tetap bisa merangkul banyak komunitas, tidak hanya HOCA tetapi komunitas seni lainnya.

"Dengan bekerja sama dengan komunitas, sesuai dengan CEO Letter Kompas Gramedia ya, bahwa kita tetap merangkul anak-anak muda, baik itu penonton maupun pelanggan seninya," imbuh Ika.

Selain itu, pihaknya juga berharap Pameran Seni Visual UTOPIA ini akan menjadi agenda rutin tahunan bersama HOCA dan dengan menggandeng komunitas lainnya.

Untuk penyelenggaraan berikutnya, Ika pun berkeinginan untuk merangkul seniman yang berbasis karya di atas daun lontar.

"Itu agenda berikutnya saya minta teman-teman tim di Bali untuk mencari para pelukis di atas daun lontar. Walaupun itu kesannya seperti lawasan, tapi kan diterjemahkannya dengan lebih kekinian. Karya situasi kini, tapi di atas daun lontar," ungkapnya.

Lebih lanjut Ika menyampaikan, ke depannya setiap bulan akan selalu ada pameran seperti di Jakarta, Bali, dan juga Jogja.

Di mana khusus Bentara Budaya di Bali dalam setahun bisa dua hingga kali digelar.

Seluruh karya yang ditampilkan dalam UTOPIA 2025 sudah disertifikasi dengan perlindungan pencatatan digital yang tak bisa diubah dalam Blockchain. 

Hal ini adalah terobosan baru dalam perlindungan karya dan peningkatan value. 

Umumnya sertifikat dikeluarkan oleh kreatornya sendiri yang memiliki kemungkinan untuk digandakan atau dipalsukan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. 

Namun dengan Sertifikat Digital Kraflab yang diverifikasi oleh komunitas seperti HOCA, sulit untuk melakukan kejahatan seperti itu terhadap karya-karya yang telah tersertifikasi Kraflab.

Kurator pameran I Wayan Nuriarta, melalui kacamata “UTOPIA” mengajak pengunjung melihat kembali kesuraman yang ada—baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional—dan mencari sisi-sisi positif, potensi, serta harapan yang tersembunyi di dalamnya. 

Sering kali kita terjebak dalam kritik yang hanya menyoroti keburukan. Padahal, kritik juga dapat dilakukan dengan menunjukkan gambaran ideal yang seharusnya hadir dalam masyarakat. 

Lewat karya-karya bernapaskan utopia, para perupa menghadirkan kemungkinan-kemungkinan yang mendorong kita membayangkan masa depan yang lebih cerah sekaligus menantang diri sendiri untuk mewujudkannya, dimulai dari lingkup hidup yang paling dekat.  

“UTOPIA” bukan sekadar pameran visual, tetapi sebuah undangan untuk merayakan harapan, membayangkan tatanan yang lebih manusiawi, dan menemukan kembali keteduhan di tengah dunia yang gaduh. 

Pameran ini mengajak publik untuk melihat, merenung, dan pada akhirnya percaya bahwa dunia yang lebih baik tetap mungkin diwujudkan.(*)

Kumpulan Artikel Bali

Operasi Senyap di Pelabuhan Patimban: Ribuan Pakaian Sport Premium Diselundupkan Tanpa Dokumen

Fajar baru saja menyingsing di kawasan Pelabuhan Internasional Patimban, Kabupaten Subang, namun suasana tenang tersebut seketika pecah oleh sebuah operasi penegakan hukum yang dipimpin oleh Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cirebon. Bukan kapal kargo raksasa atau tumpukan kontainer ekspor yang menjadi pusat perhatian, melainkan sebuah truk Fuso yang kemudian terbukti membawa ribuan pakaian olahraga premium tanpa dilengkapi dokumen resmi yang sah. Di balik lapisan plastik bening yang membungkus rapi celana jogger, jaket anti-UV, hingga hijab sport wanita, terkuak sebuah jalur penyelundupan berskala besar.

Aparat penegak hukum menyebut jalur ini sebagai "jalur hantu". Rutenya membentang dari Malaysia, melalui Sungai Ayak 1 di Sekadau, Kalimantan Barat, lalu ke Pontianak, sebelum akhirnya mencapai Pelabuhan Patimban. Pengungkapan kasus ini dipublikasikan langsung oleh Komandan Lanal Cirebon, Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Markas Komando (Mako) Lanal Cirebon pada hari Selasa, 2 Desember 2025.

Kronologi Pengungkapan Jalur Penyelundupan

Dalam pernyataannya, Komandan Lanal Cirebon menekankan bahwa operasi ini berawal dari informasi intelijen yang sangat akurat. "Berdasarkan informasi intelijen, pada Minggu, 30 November 2025, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari, kami melaksanakan operasi penyekatan dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang baru saja selesai melakukan pembongkaran muatan dari KM Ferindo 5 yang tiba dari Pontianak," ujar Letkol Faisal.

Truk Fuso dengan nomor polisi F 8810 HL menjadi target utama tim operasi. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, tim gabungan berhasil mengamankan truk tersebut yang diduga kuat mengangkut barang ilegal berupa pakaian olahraga.

Barang Bukti dan Nilai Kerugian

Pakaian olahraga yang diturunkan dari truk di lapangan Mako Lanal Cirebon tampak dalam kondisi baru dan tertata rapi, bahkan masih terbungkus plastik seperti produk yang baru saja keluar dari pabrik. Jenis pakaian yang diselundupkan pun tergolong premium, meliputi celana panjang spacewalk, jogger red-room, jaket olahraga anti-UV, dan jaket olahraga wanita jenis hijab sport.

Setelah dilakukan penghitungan, total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 41.280 potong. Estimasi nilai pasar dari pakaian sport ilegal ini mencapai Rp 6,1 miliar. Lebih mengkhawatirkan lagi, potensi kerugian negara akibat tidak dibayarkannya bea masuk diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar.

Pengakuan Sopir dan Pengurus Ekspedisi

Keterangan yang diperoleh dari sopir truk berinisial KS dan pengurus ekspedisi berinisial GG membuka tabir lebih lanjut mengenai modus operandi penyelundupan ini. Sopir truk mengaku hanya bertugas mengangkut barang dari seseorang di Pontianak dengan tujuan akhir di Kosambi, Tangerang.

Sementara itu, pengurus ekspedisi mengonfirmasi bahwa barang-barang tersebut memang berasal dari Malaysia. Barang tersebut masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi atau "jalur tikus" hingga tiba di Sungai Ayak 1, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Selanjutnya, barang-barang tersebut dipindahkan ke kapal KM Ferindo 5 untuk diangkut menuju Pelabuhan Patimban. "Barang tersebut berasal dari Malaysia dan memanfaatkan jalur tikus lintas batas negara," jelas GG.

Proses Hukum dan Ancaman Hukuman

Hingga saat ini, proses hukum terkait kasus penyelundupan ini masih terus berjalan. Letkol Faisal menjelaskan bahwa status sopir truk masih sebagai saksi, namun pendalaman lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak Bea Cukai. "Nanti bisa saja statusnya meningkat menjadi tersangka," tambahnya.

Seluruh barang bukti, meliputi truk, ribuan potong pakaian sport, hingga dokumen ekspedisi, telah diamankan di Mako Lanal Cirebon. Kasus ini berpotensi menjerat para pelaku dengan Pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Ancaman hukuman yang menanti para pelaku sangat serius, yaitu pidana penjara selama 1 hingga 10 tahun dan denda mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar.

Komitmen Pemberantasan Ilegal dan Sinergi Lintas Instansi

Komandan Lanal Cirebon menegaskan bahwa operasi penindakan terhadap barang ilegal di wilayah kerjanya bukanlah yang pertama dan dipastikan tidak akan menjadi yang terakhir. "Kami menegaskan komitmen TNI, terutama TNI Angkatan Laut, untuk terus memberantas segala bentuk ilegal yang merugikan negara dan mengganggu stabilitas keamanan maritim," tegasnya.

Keberhasilan operasi ini juga tidak lepas dari sinergi yang solid antarinstansi. "Penindakan ini merupakan hasil kerja sama antara TNI Angkatan Laut, khususnya Lanal Cirebon, Bea Cukai, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Polres Subang, serta Kodim Subang," ungkap Letkol Faisal.

Suasana di Mako Lanal Cirebon menunjukkan aktivitas yang tidak biasa. Ribuan potong pakaian sport ilegal terhampar di lapangan, sementara para pejabat yang hadir secara langsung memeriksa dan membuka beberapa contoh produk untuk memperlihatkan kualitas barang yang diselundupkan. Truk Fuso yang menjadi alat transportasi barang ilegal tersebut juga turut dihadirkan sebagai barang bukti. Sebagian besar muatan masih tertata rapi di dalam truk, menandakan bahwa operasi pengamanan dilakukan sebelum barang tersebut berhasil didistribusikan lebih lanjut.

Temuan ribuan potong pakaian sport ilegal ini bukan sekadar kasus penyelundupan skala kecil. Penggunaan jalur lintas negara yang terorganisir menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki struktur yang kuat dan senantiasa mengincar celah-celah dalam pengawasan antarwilayah. Namun, pada pagi yang sunyi di Patimban itu, sebuah mata rantai penyelundupan berhasil diputus melalui operasi senyap yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

PLN UID S2JB Tanam 3.000 Pohon: Hijaukan Rejang Lebong, Perkuat Warga

PLN Perkuat Keberlanjutan Ekosistem Melalui Penanaman 3.000 Pohon Produktif di Bengkulu

Rejang Lebong, Bengkulu – Di tengah meningkatnya tantangan global akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian alam. Melalui penanaman 3.000 pohon produktif di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada momentum Hari Menanam Pohon Indonesia, 28 November 2025, PLN UID S2JB berupaya memulihkan ekosistem dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kegiatan monumental ini merupakan bagian integral dari gerakan nasional bertajuk “Roots of Energy”. Inisiatif ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh unit PLN di penjuru Indonesia, menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam upaya pemulihan lingkungan yang terukur dan berkelanjutan.

Penanaman Skala Besar di Kawasan Strategis

Secara spesifik, sebanyak 1.000 bibit pohon durian dan 2.000 bibit pohon alpukat ditanam di area tangkapan air (catchment area) PLTA Musi, yang berlokasi di Kabupaten Rejang Lebong. Pemilihan jenis tanaman produktif ini memiliki tujuan ganda yang strategis.

  • Fungsi Ekologis: Penanaman pohon ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan lahan yang telah ditentukan, tetapi juga untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan tersebut. Vegetasi baru diharapkan mampu meningkatkan daya resap air tanah, yang krusial untuk menjaga ketersediaan air baku bagi PLTA Musi. Selain itu, keberadaan pepohonan ini akan berperan penting dalam mengurangi risiko erosi tanah, terutama di area lereng yang rentan.

  • Manfaat Ekonomi Jangka Menengah: Konsep agroforestri yang diterapkan melalui penanaman pohon produktif ini dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar dalam jangka menengah. Ketika pohon-pohon ini memasuki masa produktif dan berbuah, hasil panen durian dan alpukat diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang substansial bagi warga. Hal ini sejalan dengan upaya PLN untuk menciptakan kemandirian ekonomi berbasis lingkungan.

Harapan Baru untuk Lingkungan dan Masyarakat

General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menekankan bahwa penanaman pohon ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga pada keberlanjutan energi. “Yang kami tanam hari ini bukan hanya bibit pohon, tetapi juga bibit harapan. Durian dan alpukat ini kelak diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan PLTA Musi. Ketika lingkungan sehat, energi untuk masyarakat pun terjaga,” ujar Adhi.

Lebih lanjut, Adhi Herlambang juga menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor. “Upaya menjaga bumi adalah pekerjaan kolektif. PLN bersama pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama agar apa yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh dan memberi dampak nyata di tahun-tahun mendatang.”

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Inisiatif PLN ini disambut antusias oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong, Dr. M. Asli Samin, SKep., M.Kes., menilai kegiatan ini sebagai langkah krusial dalam memperkuat ketahanan ekologis daerah.

“Inisiatif PLN ini sangat relevan dengan kebutuhan pemulihan lahan dan penguatan daerah tangkapan air di Rejang Lebong. Penanaman pohon produktif seperti durian dan alpukat memberi dua manfaat sekaligus, yaitu: lingkungan pulih dan masyarakat terbantu. Kami menyambut baik kolaborasi ini karena dampaknya akan terasa dalam jangka panjang,” ungkap Dr. M. Asli Samin.

Dampak Langsung bagi Kelompok Tani

Manfaat program ini tidak hanya dirasakan secara teoritis, tetapi juga secara langsung oleh masyarakat setempat, terutama kelompok tani yang secara aktif terlibat dalam proses penanaman hingga pemeliharaan pohon. Sudir Harianto, Ketua Kelompok Tani Tik Glicok, mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan PLN.

“Bagi kami, pohon-pohon ini adalah kesempatan baru. Selain memperbaiki tanah di sekitar lahan kami, hasil panennya nanti bisa menambah penghasilan keluarga. Ini bukan hanya penghijauan, tapi juga membuka harapan ekonomi bagi petani di sini. Kami berkomitmen merawat pohon ini agar benar-benar tumbuh dan bermanfaat,” katanya dengan penuh semangat.

Kolaborasi Multisektor untuk Keberlanjutan

Kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pihak-pihak yang berpartisipasi meliputi:

  • Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong
  • Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Balai Rejang
  • Perangkat kecamatan dan desa setempat
  • Unit-unit PLN anggota KORSI (Koordinasi Sinergi Insan PLN)
  • Kelompok-kelompok tani lokal

Partisipasi aktif dari masyarakat memegang peranan vital dalam memastikan keberlanjutan program ini. Peran serta masyarakat sangat krusial, terutama dalam tahap pemeliharaan rutin dan penyulaman tanaman selama beberapa bulan ke depan untuk memastikan tingkat pertumbuhan yang optimal.

Penanaman 3.000 pohon ini sejalan dengan upaya PLN untuk meningkatkan ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam memastikan ketersediaan pasokan air yang stabil, yang merupakan elemen fundamental untuk mendukung operasional pembangkit listrik PLN.

Dengan semangat Hari Menanam Pohon Indonesia, program “Roots of Energy” di Rejang Lebong diharapkan dapat menjadi warisan hijau yang berharga bagi generasi mendatang. Program ini menjadi pengingat bahwa konsep keberlanjutan bukanlah hasil dari satu tindakan tunggal yang spektakuler, melainkan buah dari ribuan upaya kecil yang tumbuh perlahan, membawa kesejukan, kehidupan, dan harapan baru bagi bumi serta seluruh masyarakat yang bergantung padanya.

Superman Edisi Pertama Pecahkan Rekor Komik Termahal Dunia

Komik Superman Edisi Pertama Terjual Rp152 Miliar, Pecahkan Rekor Dunia

Amerika Serikat – Sejarah baru tercipta di dunia lelang barang koleksi. Sebuah komik edisi pertama Superman, yang diterbitkan pada tahun 1938, berhasil terjual dengan harga fantastis senilai $9,12 juta atau setara dengan Rp152 miliar. Balai lelang di Texas yang menjadi saksi bisu penjualan ini mengklaim bahwa komik tersebut merupakan komik termahal yang pernah diperdagangkan di dunia.

Penemuan komik langka ini bermula dari sebuah penemuan tak terduga oleh tiga orang bersaudara. Saat membersihkan rumah mendiang ibu mereka di San Francisco tahun lalu, mereka menemukan sebuah kotak kardus yang tersembunyi di bawah tumpukan koran tua yang berdebu dan dipenuhi sarang laba-laba. Di dalam kotak tersebut, selain komik Superman edisi pertama, terdapat pula koleksi komik langka lainnya yang dikumpulkan oleh ibu mereka sejak masa Perang Dunia II.

Lon Allen, wakil presiden divisi komik di Heritage Auctions, mengungkapkan bahwa ibu dari ketiga bersaudara tersebut pernah memberitahukan kepada anak-anaknya bahwa ia memiliki koleksi komik berharga yang tersembunyi. Namun, informasi ini baru benar-benar terbukti ketika mereka menjual rumah sang ibu dan memutuskan untuk memeriksa barang-barangnya. Setelah menemukan kotak tersebut, kedua bersaudara itu segera menghubungi balai lelang. Lon Allen kemudian terbang ke San Francisco untuk memeriksa langsung salinan Superman No. 1 tersebut dan menunjukkannya kepada para ahli untuk penilaian.

Rekor komik termahal sebelumnya dipegang oleh komik Action Comics No. 1, yang pertama kali memperkenalkan karakter Superman kepada dunia. Komik tersebut terjual seharga $6 juta pada tahun lalu. Dengan rekor terbaru ini, nilai komik edisi pertama Superman semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu artefak budaya pop paling berharga.

Dua Pendaki Tewas di Puncak Tertinggi Selandia Baru

Selandia Baru – Tragedi kembali menyelimuti dunia pendakian. Dua orang pendaki dilaporkan tewas di Aoraki, puncak tertinggi Selandia Baru, yang juga dikenal dengan nama Gunung Cook. Sementara itu, dua pendaki lainnya berhasil diselamatkan dalam insiden yang terjadi di medan pegunungan yang sangat menantang.

Pihak kepolisian telah mengonfirmasi penemuan jenazah kedua pendaki yang tewas. Upaya evakuasi sedang dilakukan oleh tim pencari di lokasi yang digambarkan oleh Inspektur Vicki Walker sebagai "sisi pegunungan Alpen yang menantang." Identitas para pendaki yang menjadi korban belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Namun, Asosiasi Pemandu Gunung Selandia Baru memberikan keterangan bahwa salah satu korban yang tewas merupakan anggota organisasi mereka, sementara korban lainnya adalah klien dari pemandu tersebut. Sersan Kevin McErlain kepada Timaru Herald menjelaskan bahwa kedua pendaki yang tewas tersebut terhubung dengan tali saat mereka terjatuh di dekat puncak Aoraki. Kejadian ini kembali mengingatkan akan bahaya dan risiko yang selalu mengintai para pendaki di ketinggian.

Empat Orang Lagi Ditangkap Terkait Pencurian Permata di Louvre

Prancis – Penyelidikan terhadap kasus pencurian permata spektakuler dari Museum Louvre, Paris, bulan lalu terus berlanjut. Pihak berwenang Prancis berhasil menangkap empat orang lagi yang diduga terlibat dalam perampokan tersebut. Penangkapan ini menambah jumlah tersangka yang telah didakwa terkait kasus ini.

Jaksa Agung Paris, Laure Beccuau, mengumumkan bahwa keempat orang yang ditangkap adalah dua pria berusia 38 dan 39 tahun, serta dua wanita berusia 31 dan 40 tahun. Keempatnya diketahui berasal dari wilayah Paris. Peran spesifik dari masing-masing tersangka dalam aksi perampokan tersebut belum diungkapkan secara rinci oleh pihak berwenang.

Penangkapan terbaru ini dilakukan menyusul dakwaan yang telah diajukan terhadap empat orang lainnya terkait pencurian yang terjadi pada 19 Oktober lalu. Dalam aksi perampokan yang hanya memakan waktu tujuh menit, para pelaku berhasil menggondol perhiasan senilai sekitar $102 juta atau setara dengan Rp1,7 triliun sebelum melarikan diri menggunakan skuter. Kasus ini menjadi sorotan internasional mengingat nilai barang yang dicuri dan lokasi kejadian yang ikonik.

Jepang Terbangkan Jet Tempur Setelah Deteksi Drone Diduga Milik China Dekat Taiwan

Jepang – Ketegangan di kawasan Asia Timur kembali meningkat setelah Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan bahwa mereka telah menerbangkan pesawat jet tempur. Tindakan ini diambil setelah mendeteksi keberadaan pesawat nirawak (drone) yang diduga kuat milik China beroperasi di lepas pantai sebuah pulau yang berdekatan dengan Taiwan. Insiden ini terjadi di tengah perselisihan diplomatik yang sedang berlangsung antara Tokyo dan Beijing.

Pesawat nirawak tersebut terlihat di lepas pantai Pulau Yonaguni, Jepang. Pulau ini memiliki signifikansi strategis, dan Jepang berencana untuk menempatkan rudal di sana, sebuah langkah yang telah memicu kemarahan dari pihak China. Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan melalui platform X bahwa mereka telah mengonfirmasi bahwa sebuah drone yang diyakini berasal dari China melintas di antara Pulau Yonaguni dan Taiwan pada hari Senin.

Sebagai respons terhadap temuan tersebut, Pasukan Pertahanan Udara Jepang regional segera dikerahkan dan "menerbangkan pesawat" untuk menindaklanjuti situasi ini. Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di Laut China Timur dan sekitarnya, yang semakin memperburuk hubungan antara Jepang dan China, serta menggarisbawahi sensitivitas isu terkait Taiwan.

Menunggu sering kali terasa seperti perjalanan panjang tanpa peta. Waktu melambat, detak jam terdengar lebih keras daripada biasanya, dan seseorang bisa merasa sendirian meski berada di tengah keramaian. Dalam setiap detik menunggu, kita sering kali mencari-cari cara untuk membuat waktu berjalan lebih cepat. Beberapa orang memilih menatap layar gawai, mengusir jenuh dengan guliran tanpa akhir. Sebagian membuka buku yang entah sudah berapa lama tidak tersentuh. Ada pula yang memilih berbicara tanpa arah, sekadar agar suasana tidak terlalu sunyi. Namun, bagi sebagian lainnya, menunggu justru mengantarkan mereka pada ruang kontemplasi: ruang untuk diam, merenung, dan sesekali, tanpa disadari, mengenang wajah seseorang entah ayah, entah anak yang pernah, atau masih, mereka tunggu.

Menanti di Sisi Lapangan Latihan

Saya pun menjalani masa-masa menunggu itu saat mengantar anak saya berlatih taekwondo setiap malam. Latihan dimulai pukul tujuh dan berakhir sekitar pukul setengah sepuluh, kadang-kadang bahkan lebih larut. Dua hingga tiga jam bukanlah waktu yang pendek untuk sekadar duduk di bangku depan dojang, di bawah lampu kuning yang temaram dan kadang berkedip pelan, seolah ikut menahan letih bersama para orang tua yang menunggu. Bila seseorang hanya melihat dari kejauhan, mungkin yang terlihat hanyalah ayah-ayah biasa yang mengantar anaknya. Tetapi bila diperhatikan lebih dekat, di sanalah terhampar kisah cinta paling sunyi yang pernah ada.

Pada awal-awal saya mengantar anak latihan, saya masih membawa buku. Walau lampu terlalu redup untuk membaca dengan nyaman, saya tetap menaruh satu buku di tas, seolah ingin memberi harapan pada diri sendiri bahwa waktu menunggu ini akan berlangsung produktif. Tetapi kenyataannya berbeda. Cahaya yang remang membuat saya hanya membuka halaman pertama, lalu menutupnya kembali. Saya tergoda untuk bertanya kepada para sabeum tentang teknik, tahapan sabuk, disiplin latihan, dan banyak hal lainnya, namun saya tidak sampai hati mengganggu mereka. Selain karena rasa sungkan, saya juga merasa bahwa waktu latihan anak-anak ini terlalu berharga untuk disela hanya demi memuaskan rasa ingin tahu seorang ayah baru seperti saya.

Hari-hari berlalu. Minggu menjadi bulan. Dan lambat laun, rasa bosan mulai tumbuh seperti rumput liar. Ketidaktahuan saya tentang taekwondo membuat rasa ingin tahu justru berubah menjadi rasa terasing. Saya ingin memahami dunia anak saya, tetapi saya tidak memiliki siapa pun untuk bertanya. Setiap kali saya membuka chat grup WhatsApp dojang, saya membaca tanpa sungguh-sungguh paham. Ada istilah yang asing, instruksi yang samar, dan penjadwalan yang kadang membuat saya bertanya dalam hati apakah semua orang selain saya sudah begitu berpengalaman.

Pertemuan yang Membuka Pintu

Sampai suatu hari, semesta seakan menghadirkan seseorang untuk menemani waktu menunggu saya. Seorang bapak, seorang ASN dari sebuah SMA negeri di Kota Tangerang, duduk di samping saya. Percakapan itu dimulai dengan sapaan sederhana, mungkin hanya komentar ringan tentang cuaca atau panjangnya antrean latihan malam itu. Tetapi siapa sangka bahwa percakapan kecil itulah yang membuka pintu pertemanan baru bagi saya. Kami berbicara tentang pekerjaan, tentang anak-anak, tentang pendidikan, bahkan tentang kegelisahan sederhana yang sering muncul di antara para ayah yang jarang punya waktu untuk bertegur sapa dengan sesamanya. Namun seperti halnya obrolan pada umumnya, lama-kelamaan kami kehabisan topik. Lalu kami kembali terdiam, menatap anak-anak kami yang berlatih di kejauhan.

Dari perkenalan itu, saya kemudian dikenalkan dengan Pak Ali, seorang pengusaha warung yang sering kali hanya mengantar anaknya lalu kembali bekerja. Kadang ia ikut menunggu, kadang ia harus pulang lebih dulu. Ada malam-malam ketika bangku di samping saya kosong, dan saya kembali sendiri, mencoba mencari sudut yang lampunya lebih terang agar buku saya bisa dibaca meski hanya beberapa paragraf.

Namun, malam itu, segalanya berubah. Untuk pertama kalinya, saya bertemu Pak Sudiyono. Sosoknya sederhana, wajahnya ramah, dan dari caranya berbicara, saya bisa merasakan ketulusan yang alami. Kami berdiri bersebelahan, memperhatikan anak-anak berlatih, dan entah bagaimana, percakapan itu mengalir dengan begitu mudah. Saya bertanya banyak hal, dan ia menjelaskan semampunya. Hingga ketika ia tidak bisa menjawab, ia berkata dengan senyum kecil, "Nanti bapak ikut saja Komunitas Kopi Hitam." Saya mengernyit pelan. Komunitas apa itu? Apakah itu semacam perkumpulan ayah-ayah penunggu? Atau hanya sebutan untuk mereka yang nongkrong di warung kopi? Saya tidak tahu. Namun kalimat itu menancap, seperti undangan menuju sesuatu yang lebih besar.

Komunitas Kopi Hitam: Lebih dari Sekadar Menunggu

Waktu berjalan. Sebelum saya benar-benar bertemu dengan komunitas yang dimaksudkan Pak Sudiyono, anak saya lebih dulu mengikuti kejuaraan di Indomilk Arena. Itu merupakan kejuaraan kedua kami. Suasana ramai, sorak-sorai terdengar di setiap sudut, dan di antara kerumunan itu, saya melihat beberapa ayah mengenakan kaos bertuliskan Kopi Hitam. Entah mengapa, dada saya tiba-tiba hangat. Ada rasa ingin mendekat, ingin bertanya, ingin memperkenalkan diri. Namun keraguan menahan langkah saya.

Justru salah satu dari mereka yang datang menyapa saya terlebih dahulu. Pak Eko, dengan wajah ramah dan tatapan sabar, bertanya apakah saya sudah menyiapkan sabuk dan gamsil untuk anak saya. Seketika saya merasa seperti seorang anak yang tidak membawa tugas sekolahnya. Saya tidak tahu apa pun. Saya tidak tahu perlengkapan apa yang harus disiapkan, tidak tahu teknis pertandingan, tidak tahu prosedur apa pun. Namun yang membuat saat itu begitu berarti bukanlah informasi yang saya dapat, melainkan penerimaan. Pak Eko menenangkan saya, memberi arahan, menjelaskan dengan sabar, dan mengajak saya untuk tidak ragu bertanya kepada para orang tua lain.

Selepas kejuaraan itu, ketika rutinitas latihan kembali dimulai, saya merasakan sesuatu yang berbeda. Ada rasa hangat yang tumbuh, seperti ada keluarga baru yang menjalani perjalanan yang sama dengan saya. Pada suatu malam, Pak Eko mengajak saya bergabung ke dalam Komunitas Kopi Hitam. Di sanalah saya dipertemukan dengan sosok yang kelak menjadi figur penting dalam perjalanan saya menunggu: Pak Hendry.

Pak Hendry adalah ketua Komunitas Kopi Hitam. Perawakannya tegas, namun tutur katanya hangat. Wibawanya terasa, namun hatinya lembut. Walaupun beliau seorang birokrat dengan jabatan strategis di kementerian, beliau tidak pernah membawa kesombongan sedikit pun. Justru sebaliknya, beliau membawa tawa. Setiap malam, beliau memulai obrolan dengan candaan, lalu menutupnya dengan nasihat yang lembut namun menancap dalam. Saya bisa merasakan bahwa komunitas ini tidak terbentuk begitu saja. Ia tumbuh dari hati yang bersentuhan melalui waktu menunggu yang panjang.

Komunitas Kopi Hitam berawal dari empat orang ayah: Pak Hendry, Pak Lindu, Pak Imam, dan ayah dari Bian. Mereka duduk, menunggu, bercerita, dan dari situlah ikatan terbentuk. Dari empat orang itu, komunitas ini berkembang menjadi keluarga besar yang hangat, penuh tawa, penuh cerita, namun juga penuh kepedulian. Setiap orang datang dari profesi berbeda, namun semua menyatukan hati pada satu titik yang sama: cinta pada anak-anak mereka.

Di antara mereka, saya menemukan sosok-sosok hebat. Ada yang ahli olahraga, ahli elektronika, ahli transportasi, ahli investasi, ahli keamanan, ahli arsitektur, pedagang yang menjunjung keberkahan, birokrat, pensiunan, hingga orang tua biasa yang hanya ingin anaknya bertumbuh dalam disiplin. Tetapi di balik semua itu, yang paling terasa adalah kehangatan mereka. Setiap malam, tiga hingga empat jam terasa seperti percakapan lima belas menit. Waktu seperti mengecil ketika diisi dengan tawa, diskusi, cerita hidup, dan nasihat yang keluar dari hati.

Cinta yang Ditemukan dalam Penantian

Pada saat-saat seperti itulah saya sadar, bahwa menunggu bukan sekadar tentang waktu yang berlalu. Ia tentang hati yang bertemu. Tentang cinta yang tumbuh dalam diam. Tentang ayah-ayah yang sibuk menahan kantuk, duduk di bangku keras, rela tidak pulang, hanya untuk menyaksikan anaknya mengejar mimpi. Ada sesuatu yang begitu mulia dari cara seorang ayah mencintai anaknya: diam, namun nyata; sederhana, namun dalam; tidak bersuara, namun terasa sampai ke tulang.

Pak Hendry sering mengulang sebuah kalimat yang kini saya pahami dengan sungguh-sungguh: "Hidup itu ibarat kopi hitam, kalau tidak dinikmati, maka yang terasa hanya pahitnya saja." Dan setiap kali saya mendengar kalimat itu, saya teringat malam-malam ketika saya duduk di bawah lampu temaram, memandangi anak saya yang sedang berlatih, sambil sesekali menatap ayah-ayah lain yang membawa perjuangan yang sama. Di sana, di tengah dingin malam dan suara hentakan kaki dari dalam dojang, saya melihat cinta paling sunyi yang pernah ada. Cinta seorang ayah, yang tidak meminta apa-apa, selain melihat anaknya tumbuh menjadi manusia yang lebih baik.

Dan pada akhirnya, saya mengerti bahwa menunggu bukanlah beban. Menunggu adalah bentuk cinta yang jarang diberi kata-kata. Menunggu adalah doa yang tidak diucapkan, tetapi dilakukan. Menunggu adalah waktu yang dipersembahkan dari hati, demi seseorang yang kita cintai lebih dari hidup kita sendiri.

Jadwal Timnas Putri: Indonesia vs Nepal & China Taipei Malam Ini di Indosiar

Persiapan Garuda Pertiwi: Uji Coba Internasional Menjelang SEA Games 2025

Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia tengah bersiap menghadapi turnamen besar SEA Games 2025 di Thailand. Guna mematangkan strategi dan menguji kekuatan tim, Garuda Pertiwi dijadwalkan akan melakoni dua pertandingan uji coba internasional bertajuk FIFA Women's Matchday pada November 2025. Laga-laga krusial ini akan disiarkan langsung di Indosiar dan dapat diakses melalui live streaming di Vidio.com, memberikan kesempatan bagi para penggemar sepak bola putri untuk mendukung tim kebanggaan mereka.

Pertandingan pertama akan mempertemukan Timnas Putri Indonesia melawan Nepal, disusul kemudian dengan laga menghadapi Tiongkok Taipei. Kedua pertandingan ini akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada malam hari, memberikan atmosfer pertandingan yang intens dan menarik.

Panggilan 36 Pemain untuk Uji Coba Internasional

Menghadapi dua lawan tangguh di FIFA Women's Matchday, pelatih kepala Timnas Putri Indonesia, Akira Higashiyama, telah memanggil 36 pemain terbaik untuk mengikuti pemusatan latihan dan pertandingan. Skuad ini merupakan kombinasi memukau antara pemain berpengalaman yang telah teruji di berbagai kompetisi, serta talenta-talenta muda yang siap memberikan energi baru bagi tim.

Nama-nama senior seperti Reva Octaviani, Vivi Oktavia, dan Sheva Imut diharapkan dapat memimpin tim dengan pengalaman mereka. Sementara itu, kehadiran pemain muda berbakat seperti Claudia Alexandra Scheunemann, Nafeeza Ayasha Nori, dan Katarina Stalin diprediksi akan menambah dinamisme dan kecepatan dalam permainan Garuda Pertiwi.

Persiapan tim telah dimulai sejak 11 September 2025, melalui serangkaian pemusatan latihan yang intensif. Latihan terbaru para pemain digelar di Yogyakarta pada akhir Oktober 2025, menunjukkan keseriusan tim dalam menghadapi tantangan di depan.

Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia untuk FIFA Women's Matchday November 2025

Berikut adalah daftar lengkap 36 pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Putri Indonesia dalam FIFA Women's Matchday November 2025:

Penjaga Gawang

  • Iris Joska de Rouw - St. John’s University (Amerika Serikat)
  • Lata Roati Masykuroh - Arema Women
  • Shesilia Putri Desrina - Persib Putri
  • Alleana Ayu Arumy - PSSI D.K. Jakarta

Bek

  • Allya Putri Afanti - PSSI Bangka Belitung
  • Isabel Kopp - Hera United (Belanda)
  • Emily Nohom - Arkansas University (Amerika Serikat)
  • Remini C.E. Rumbewas - Toli FC
  • Zahra Muzdalifah - PSSI D.K. Jakarta
  • Jazlyn Kayla Firyal - PSSI D.K. Jakarta
  • Gea Yuwanda - PSSI Jawa Barat
  • Nabila Saputri - PSSI Banten
  • Safira Ika Putri - PSSI D.K. Jakarta
  • Vivi Oktavia Riski - PSSI Bangka Belitung

Gelandang

  • Reva Octaviani - PSSI Jawa Barat
  • Felicia de Zeeuw - ADO Den Haag (Belanda)
  • Auliiah Arifah - PSSI Banten
  • Armelia Nur Sava Zada - PSSI Jawa Timur
  • Helsya Maesyahroh - PSSI Jawa Barat
  • Liza Madari - Toli FC
  • Syafira Tristasia Ochirenka - Arema Women
  • Rosidiah Siti Nurmah - PSSI Jawa Barat
  • Viny Silfianas Sunaryo - Kelana United (Malaysia)
  • Nafeeza Ayasha Nori - PSSI Jawa Barat
  • Shifana Rizka Nadhifa - PSSI Jawa Timur
  • Katarina Stalin - Kansas City Athletics (Amerika Serikat)

Penyerang

  • Marsela Yuliana Awi - Toli FC
  • Isabel Nottet - Hera United (Belanda)
  • Claudia Alexandra Scheunemann - FC Utrecht (Belanda)
  • Isa Warps - VFR Weyerbyen (Jerman)
  • Estella Loupattij - Women Torres Calcio (Italia)
  • Ajeng Sri Handayani - Persib Putri
  • Diva Aulia Putri - PSSI Jawa Barat
  • Ayunda Dwi Anggraini - PSSI Jawa Timur
  • Sheva Imut Fanyzcha - PSSI D.K. Jakarta
  • Aulia Al Mahburoh - PSSI Lampung

Tiket Terjangkau untuk Dukung Garuda Pertiwi

Dua pertandingan uji coba Timnas Putri Indonesia melawan Nepal pada 26 November 2025 dan Tiongkok Taipei pada 29 November 2025 akan menjadi ajang penting untuk mengukur kesiapan tim jelang SEA Games 2025. Seluruh pertandingan akan dimulai pukul 19.30 WIB di Stadion Maguwoharjo.

PSSI berkomitmen untuk memberikan akses yang mudah bagi para penggemar untuk mendukung langsung timnas. Penjualan tiket akan dimulai pada Rabu, 12 November 2025, melalui platform livin by Mandiri dengan tautan bmri.id/TimnasMandiri. Selain itu, tiket juga dapat dibeli melalui website KitaGaruda.id mulai Jumat, 14 November 2025, dengan tautan kitagaruda.id/ticket.

Harga tiket dibanderol sangat terjangkau, mulai dari Rp 25.000,00 hingga Rp 50.000,00, dibagi dalam empat kategori: Mandiri Garuda West, Freeport Garuda East, Indomilk Garuda South, dan Aqua Garuda North.

Untuk pembelian tiket, setiap penonton wajib memiliki akun Garuda ID. Sebagai apresiasi tambahan, seluruh pembeli tiket resmi akan mendapatkan jaminan perlindungan asuransi. PSSI sangat menghimbau para suporter untuk membeli tiket secara online demi menghindari calo, yang dapat menimbulkan harga lebih mahal dan keraguan terhadap keaslian tiket.

Jadwal Lengkap FIFA Women's Matchday Indonesia:

  • 26 November 2025 Indonesia vs Nepal Pukul: 19.30 WIB Lokasi: Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta

  • 29 November 2025 Indonesia vs Taiwan Pukul: 19.30 WIB Lokasi: Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta

Daftar Pengurus DPW IATTA Sulut 2025-2030: Wajah Baru Terpilih

Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Ma'nda Cafe & Resto yang terletak di tepi Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Lokasi yang indah ini menjadi saksi bisu pengukuhan sebuah babak baru bagi geliat pariwisata petualangan di Tanah Nyiur Melambai. Komunitas pelaku wisata petualangan dari berbagai disiplin berkumpul, menandai momen penting pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) Sulawesi Utara (Sulut) periode 2025-2030.

Pelantikan DPW IATTA Sulut: Semangat Baru untuk Wisata Petualangan

Acara pelantikan ini secara resmi dipimpin oleh Ketua Umum IATTA, Amalia Yunita, yang hadir langsung untuk memberikan amanah kepada para pengurus baru. Dalam sambutannya, Amalia Yunita menekankan pentingnya menjalankan setiap aktivitas pariwisata petualangan dengan mengedepankan prinsip keamanan, kenyamanan, etika profesi, serta komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan atau sustainable tourism. Hal ini menjadi fondasi krusial dalam membangun citra Indonesia sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia yang bertanggung jawab.

Ketua DPW IATTA Sulut yang baru dilantik, Bob Sumoked, SPd, menyampaikan rasa optimisme yang tinggi melihat antusiasme luar biasa dari para pengelola pariwisata petualangan yang telah bergabung dengan IATTA Sulawesi Utara. "Antusiasme ini bukan sekadar isapan jempol belaka," ujar Bob Sumoked dengan penuh keyakinan. "Kami bangga melihat begitu banyak perwakilan dari berbagai organisasi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia petualangan kini menjadi bagian dari kepengurusan ini."

Keberagaman keanggotaan ini menjadi bukti nyata dari luasnya spektrum pariwisata petualangan di Sulawesi Utara. Bob Sumoked merinci, "Ini dibuktikan dengan masuknya personel dari FASI (Federasi Aero Sport Indonesia), FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia), FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia), APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia), POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia), PADI (Professional Association of Diving Instructors), AWISTA (Asosiasi Wisata Arung Jeram Indonesia), AELI (Asosiasi Edukasi Lingkungan Indonesia), FREE DIVING, FORMASI (forum mancing), bahkan UNIT SAR Manado dalam kepengurusan." Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk pengembangan pariwisata petualangan di wilayah tersebut.

Potensi Luas dan Inovasi Berkelanjutan

Cahyo Alkantana, salah satu pendiri IATTA, turut memberikan pandangannya mengenai potensi besar yang dimiliki Sulawesi Utara. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap keragaman atraksi wisata petualangan yang ditawarkan oleh provinsi ini. "Sulawesi Utara memiliki potensi wisata petualangan yang sangat beragam, mulai dari keindahan bawah laut, tantangan pendakian gunung, hingga keseruan aktivitas air lainnya," jelas Cahyo Alkantana.

Lebih lanjut, Cahyo Alkantana mendorong IATTA untuk senantiasa berpikir out of the box dalam menciptakan inovasi. "Maka IATTA harus berpikir out of the box untuk menciptakan atraksi wisata yang baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sulawesi Utara," tuturnya. Inovasi inilah yang akan menjadi kunci untuk membedakan Sulawesi Utara dari destinasi lain dan meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung.

Mengenal Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA)

Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) merupakan sebuah asosiasi industri pariwisata petualangan di Indonesia yang didirikan dengan visi ambisius untuk mengangkat kualitas dan reputasi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata petualangan terkemuka di kancah global. IATTA hadir sebagai wadah kolaborasi yang kuat bagi seluruh pelaku industri pariwisata petualangan, bertujuan untuk menghubungkan, memperkuat, dan mendorong pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Perjalanan IATTA dimulai pada tanggal 10 November 2017, ketika asosiasi ini dideklarasikan di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta. Deklarasi tersebut dihadiri oleh 58 pelaku industri dan media pariwisata petualangan dari seluruh penjuru Indonesia, serta perwakilan dari berbagai asosiasi yang menaungi kegiatan petualangan, di antaranya AELI, ASTAGA, ACI, FAJI, APGI, FPTI, APTIPI, dan IASA. Keberadaan IATTA diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang efektif untuk mendorong pembangunan sektor pariwisata petualangan di Indonesia.

Struktur Pengurus DPW IATTA Sulut Masa Bhakti 2025-2030

Struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IATTA Sulawesi Utara untuk masa bakti 2025-2030 telah terbentuk dengan solid, mencerminkan komitmen dan dedikasi para anggotanya. Susunan lengkapnya adalah sebagai berikut:

Dewan Pembina: * Kepala Dinas Pariwisata Sulut (jabatan ex officio) * Kepala Dinas Kehutanan Sulut (jabatan ex officio) * Kepala Dinas Pemuda & Olahraga (jabatan ex officio)

Dewan Pengawas: 1. Martin L. Tumbelaka, SH 2. Joune Ganda, MAP, MSi 3. Dr. Richard Sualang 4. Nanvie Tagah, SIP 5. Steven Malonda, SIP, MSi, MH 6. Alwan Hatma, SPd

Dewan Pengurus: * Ketua Umum: Bob Sumoked, SPd * Sekretaris Umum: Mauldy Maili * Bendahara: Lauhien Kowaas

Wakil Ketua Bidang: * Organisasi: Ferdy Pangalila, SPd * Pemasaran dan Pengembangan: Stephant Langitan, SPd * Pengembangan Kapasitas: Yefta Tololiu, SPd * Wisata Petualang: Arlen Kolinug * Komunikasi & Hubungan Kelembagaan: Franky Singkoh * Keselamatan dan Kesehatan Keamanan: Yandre Muntiaha * Riset dan Pendataan: Richard Rambitan

Kepala Bidang: * Organisasi: Rian Williem, SPd * Brand Communication: Marynita. A. Watulingas, MSc * Pendidikan Pelatihan: Christine Ingkiriwang * Ekonomi dan Sosial: Meggie G. Mamahit, SPi * Lingkungan Hidup: Geovani Poluakan, SPsi, MAP * Humas dan Media: Ridwan Nurhamidin, SPd * Kesehatan Keselamatan Wisata Petualang: Fardi Bokang * Kesehatan Keselamatan Nusa Tirta Dirga: Meitjia Worotican * Riset dan Pendataan: Fathan Mubin

Dengan kepengurusan yang solid dan visi yang jelas, IATTA Sulawesi Utara optimis dapat membawa pariwisata petualangan di provinsi ini ke tingkat yang lebih tinggi, memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah dan kelestarian alam.

Diberdayakan oleh Blogger.