Halloween party ideas 2015

Kekalahan mengejutkan Tim Nasional (Timnas) U-22 Indonesia dari Filipina dalam laga perdana Grup C SEA Games 2025 pada Senin (8/10/2025) menyisakan rasa frustrasi mendalam bagi seluruh skuad. Manajer Timnas U-22 Indonesia, Sumardji, menegaskan bahwa kekecewaan dan kemarahan tidak hanya dirasakan oleh Ivar Jenner, yang tertangkap kamera membanting botol usai pertandingan, tetapi juga oleh seluruh pemain.

Reaksi Emosional di Ruang Ganti

Suasana di ruang ganti Timnas U-22 Indonesia pasca-kekalahan 0-1 dari Filipina digambarkan Sumardji sebagai kondisi yang tidak baik. Para pemain merasa sangat kecewa dan terkejut dengan hasil yang jauh dari prediksi. Mereka tidak habis pikir bagaimana bisa takluk dari Filipina, tim yang secara historis belum pernah dikalahkan oleh Indonesia di ajang SEA Games.

"Secara keseluruhan, sebenarnya bukan hanya Ivar Jenner saja, semuanya," ujar Sumardji kepada awak media di Thailand. "Satu, Ivar Jenner itu kapten, otomatis dia punya beban dan tanggung jawab yang besar, pasti itu. Apalagi ini kalah," tambahnya.

Ivar Jenner, sebagai kapten tim, memang memikul beban dan tanggung jawab yang lebih besar. Kekalahan di laga perdana ini tentu sangat memukulnya, terlebih saat ia tertangkap kamera menunjukkan ekspresi kekecewaan dengan membanting botol di dekat ruang ganti. Sumardji pun memahami luapan emosi sang kapten yang berusia 21 tahun tersebut.

Selain Ivar Jenner, pemain lain seperti Dion Markx juga terlihat lesu dan kecewa berat pasca-pertandingan. Sumardji mengungkapkan bahwa semua pemain merasa kaget dengan hasil yang di luar dugaan tersebut. "Sebenarnya yang lain juga sama, benar-benar sangat kecewa," kata Sumardji. "Secara keseluruhan, kemarin di ruang ganti semuanya merasa terkaget-kaget dengan hasil yang di luar prediksi kita," tuturnya.

Catatan Sejarah yang Mengecewakan

Kekalahan dari Filipina ini menjadi catatan sejarah yang buruk bagi Timnas U-22 Indonesia. Sepanjang sejarah gelaran SEA Games, Indonesia tidak pernah sekalipun menelan kekalahan dari Filipina. Catatan terbaik sebelumnya adalah hasil imbang 1-1 pada tahun 1977. Bagi Filipina, kemenangan ini merupakan pencapaian bersejarah karena berhasil mengalahkan Timnas U-22 Indonesia.

Sumardji bahkan mengaku merasa aneh dan seperti mustahil melihat skuad Garuda takluk dari "The Azkals". Fakta inilah yang semakin menambah rasa frustrasi dan kekecewaan para pemain.

Upaya Membangkitkan Mental Pemain

Meskipun diliputi kekecewaan, manajer dan tim pelatih Timnas U-22 Indonesia tidak tinggal diam. Mereka segera berupaya membangkitkan mental para pemain untuk menghadapi laga krusial berikutnya. Pertandingan terakhir di Grup C melawan Myanmar yang akan digelar pada Jumat (12/12/2025) menjadi penentu nasib tim.

Peluang Lolos yang Bergantung pada Tim Lain

Situasi Timnas U-22 Indonesia saat ini memang cukup pelik. Peluang untuk lolos ke babak semifinal masih terbuka, namun sangat bergantung pada hasil pertandingan lain di grup yang sama, khususnya antara Vietnam dan Malaysia.

Kedua tim tersebut saat ini sama-sama mengoleksi tiga poin. Jika pertandingan antara Vietnam dan Malaysia berakhir imbang, maka kedua tim akan mengoleksi empat poin. Dalam skenario tersebut, Timnas U-22 Indonesia dipastikan tersingkir, meskipun berhasil meraih kemenangan melawan Myanmar. Hal ini dikarenakan poin maksimal yang bisa diraih Indonesia adalah tiga poin jika menang melawan Myanmar, yang masih kalah dari perolehan poin Vietnam atau Malaysia jika mereka bermain imbang.

Menghadapi situasi yang kompleks ini, Sumardji menekankan pentingnya fokus pada pertandingan melawan Myanmar. Ia meminta para pemain untuk tidak memikirkan hasil pertandingan grup lain, melainkan berkonsentrasi penuh untuk meraih kemenangan. "Ini sebabnya para pemain pun merasa frustasi dan kecewa karena kalah dari Filipina di SEA Games 2025 bukan hanya Ivar Jenner saja," jelas Sumardji. "Situasi ini membuat tim asuhan Indra Sjafri memang harus bergantung dengan tim lain, tetapi Sumardji menekankan agar skuad Garuda Muda tak memikirkan grup sebelah, tetapi tetap fokus untuk kalahkan Myanmar."

Diberdayakan oleh Blogger.