Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Asia. Tampilkan semua postingan

medkomsubangnetwork,- Usai meraih kemenangan mutlak di dua pertandingan kandang, Persija Jakarta akan melanjutkan perjuangannya ke arena pertandingan yang sangat dinantikan. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini dijadwalkan akan bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Bandung pada hari Minggu (11/) pukul 15.30 WIB. Di sana, mereka akan berhadapan dengan musuh bebuyutan mereka, Persib Bandung, dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026.

Pertandingan akbar yang dijuluki El Clasico Indonesia ini kembali menjadi tantangan berat bagi Persija. Pelatih Mauricio Souza menekankan bahwa timnya bertekad untuk tidak kehilangan fokus saat berhadapan dengan Persib, yang dianggap memiliki kemampuan luar biasa dan diperkuat oleh beberapa pemain tim nasional.

Persija akan memprioritaskan kesiapan yang matang sepanjang minggu ini, demikian ditegaskan Souza. Ia berpendapat bahwa pertandingan yang penuh tekanan seperti ini tidak menyisakan sedikit pun celah untuk kesalahan.

Minggu ini, fokus latihan kami adalah Persib. Kami menyadari mutu permainan mereka serta banyaknya investasi yang telah mereka keluarkan. Perlu diketahui, tim mereka juga diperkuat oleh beberapa pemain tim nasional," tutur Mauricio.

Meskipun bermain tandang, Persija tidak berencana hanya bertahan. Mauricio menegaskan bahwa Macan Kemayoran akan tetap bermain sesuai gaya mereka, sambil tetap menghormati tim lawan.

"Kami menghargai Persib, namun kami datang untuk bertanding. Kami akan menerapkan strategi kami sendiri dan berupaya meraih target yang telah ditentukan," ujarnya tegas.

Meskipun demikian, Persija akan menghadapi pertandingan krusial ini dengan kekuatan tim yang belum optimal. Sejumlah pemain penting tidak dapat diturunkan karena sanksi dan cedera. Fabio Calonego dan Ryo Matsumura masih dikenai sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI, sementara Gustavo Almeida belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialaminya.

Beberapa minggu terakhir, Persija terpaksa bermain tidak dengan skuad terbaiknya akibat situasi tersebut. Dalam pertandingan terbarunya melawan Persijap Jepara, Fabio tidak dapat bermain karena menerima sanksi kartu merah yang ditambah dengan dua pertandingan tambahan dari Komdis. Di sisi lain, Jordi Amat dan Emaxwell Souza juga absen karena kondisi fisik mereka belum sepenuhnya fit.

Meskipun begitu, ketiadaan beberapa pemain kunci justru memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukkan bakat mereka. Dalam kemenangan 2-0 atas Persijap (3/1), dua pemain jebolan akademi Persija, Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman, menjadi penentu kemenangan.

1. Arly berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan dengan pergerakan yang brilian, lalu menyambut umpan dari Hanif Sjahbandi. Di sisi lain, Aditya memukau dengan tendangan geledek dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Persijap. 2. Berkat manuver cerdik yang mengeksploitasi lubang di pertahanan lawan, Arly sukses mencatatkan namanya di papan skor usai menerima operan dari Hanif Sjahbandi. Sementara itu, Aditya menarik perhatian dengan tembakan keras dari luar kotak terlarang yang bersarang sempurna di jala gawang Persijap. 3. Arly mencetak gol dengan memanfaatkan celah di pertahanan lawan melalui pergerakan yang cerdas, kemudian menyelesaikan umpan dari Hanif Sjahbandi. Di waktu yang sama, Aditya mencuri perhatian lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang bersarang tanpa hambatan ke gawang Persijap. 4. Gol dicetak oleh Arly berkat pergerakan cerdas yang mengeksploitasi pertahanan lawan yang lengah, dilanjutkan dengan penyelesaian umpan Hanif Sjahbandi. Aditya pun tak kalah memukau dengan sepakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang telak di gawang Persijap.

Kepercayaan diri keduanya pun meningkat jelang duel panas melawan Persib. Aditya menegaskan kesiapannya jika kembali dipercaya turun ke lapangan di GBLA.

"Persib adalah tim yang kuat dan berada di papan atas. Tapi jika diberi menit bermain, saya akan memberikan yang terbaik untuk tim, siapa pun lawannya," ujar Aditya.

Senada dengan itu, Arly juga siap membuktikan diri. Ia menyebut laga melawan Persib akan menjadi pengalaman pertamanya menghadapi rival klasik di Super League.

"Ini pertama kali saya bertemu Persib di Super League. Saya belum tahu atmosfernya seperti apa, tapi kalau diberi kesempatan bermain, saya ingin menunjukkan kerja keras saya untuk tim," kata Arly.

Meskipun menghadapi berbagai kendala, Persija tetap berangkat ke Bandung dengan penuh ambisi dan keyakinan. Pertandingan melawan Persib di GBLA ini bukan hanya tentang gengsi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Macan Kemayoran untuk membuktikan kedalaman skuad dan mental bertanding mereka dalam kompetisi Super League musim ini.

Ringkasan Berita:
  • Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani berpotensi bertemu di babak semifinal Malaysia Open 2026.
  • Kesempatan itu muncul setelah Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berhasil melaju ke perempat final dan menempati undian bawah di Malaysia Open 2026.
  • Pada babak perempat final Malaysia Open 2026, Fajar/Fikri dijadwalkan bertanding melawan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India. Sementara itu, Sabar/Reza akan berhadapan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang berasal dari Malaysia.

medkomsubangnetwork,Dua pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (yang berada di unggulan ke-6) dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (unggulan ke-8), berpotensi untuk bertemu di babak semifinal Malaysia Open 2026.

Bersamaan dengan itu, Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berhasil melaju ke perempat final Malaysia Open 2026 yang dijadwalkan hari ini, Jumat, 9 Januari 2026, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berada di grup yang sama di babak penyisihan.

Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar/Fikri, dijadwalkan akan bertanding melawan unggulan ketiga dari India, yaitu Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Sementara itu, Sabar/Reza akan berhadapan dengan wakil tuan rumah yang merupakan unggulan kedua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Apabila Fajar/Fikri dan Sabar/Reza kompak meraih kemenangan di perempat final Malaysia Open 2026, keduanya otomatis menciptakan all Indonesian semifinal atau saling lawan di semifinal.

Namun peluang tersebut tidak sepenuhnya terbuka dengan lebar, lawan yang akan dihadapi Fajar/Fikri dan Sabar/Reza bukan sembarangan.

Untuk Fajar/Fikri, mereka menelan kekalahan di laga terakhir melawan Satwiksairaj/Shetty, tepatnya di fase grup BWF World Tour Finals 2025 Desember lalu.

Kala itu, Fajar/Fikri kalah dari Satwiksairaj/Shetty dengan skor 21-11, 16-21, 21-11.

Meski begitu, Fajar/Fikri pernah mengalahkan Satwiksairaj/Shetty di pertemuan pertama mereka yakni perempat final Australia Open 2025.

Fajar/Fikri membuyarkan misi Satwiksairaj/Shetty lolos semifinal Australia Open 2025 dengan kemenangan 21-19 dan 21-15.

Kembali bersua Satwiksairaj/Shetty untuk yang ketiga kalinya, Fajar/Fikri bertekad untuk membalas kekalahan yang mereka alami di BWF World Tour Finals 2025.

"Terakhir kami kalah di bulan lalu di World Tour Finals, pastinya kami ingin membalas kekalahan," kata Fajar, dikutip dari PB Djarum.

Sedangkan untuk Sabar/Reza, mereka di atas kertas lebih diunggulkan ketimbang Chia/Soh jika berkaca dari catatan pertemuan (head to head).

Dari lima laga yang telah mereka lakoni, Sabar/Reza mampu meraih empat kemenangan saat bertemu Chia/Soh.

Terakhir, Sabar/Reza mengubur mimpi Chia/Soh untuk bisa meraih medali emas SEA Games 2025.

Sabar/Reza keluar sebagai pemenang sekaligus meraih medali emas SEA Games 2025 setelah mengalahkan Chia/Soh dengan skor 21-14 dan  21-17.

Meski unggul head to head, Sabar/Reza akan tetap mewaspadai kebangkitan Chia/Soh yang tampil di hadapan suporternya sendiri.

"Tidak akan mudah karena juga main di negaranya mereka. Jadi, ya, kita besok fokus dan kami pengin memberikan hasil yang terbaik," ujar Reza, dikutip dari Djarum Badminton.

Kembalikan Kejayaan Ganda Putra

Kemenangan tentu diharapkan bisa disajikan Fajar/Fikri dan Sabar/Reza di perempat final Malaysia Open 2026 hari ini.

Dengan begitu, Indonesia otomatis bisa langsung meloloskan satu wakil ke final Malaysia Open 2026 dari sektor ganda putra.

Karena jika berkaca dari sejarah sejak Malaysia Open dihelat pada 1937, ganda putra Indonesia sejatinya menjadi yang paling sering juara dengan 14 gelar.

Namun dalam dua edisi terakhir, ganda putra Indonesia justru mletre, bahkan tidak ada yang mampu lolos semifinal.

Di Malaysia Open 2024, pencapaian terbaik diraih Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang finis sebagai perempat finalis.

Lalu di Malaysia Open 2025, pencapaian terbaik hanya 16 besar lewat Sabar/Reza.

Sedangkan ganda putra Indonesia terakhir yang mampu naik podium juara Malaysia Open adalah Fajar/Rian.

Fajar/Rian adalah kampiun Malaysia Open 2023, saat itu mereka berhasil mengalahkan pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dengan skor 21-18, 18-21, 21-13.

Lebih lengkapnya, berikut pencapaian ganda putra Indonesia di 5 edisi terakhir Malaysia Open:

  • 2021: ditiadakan lantaran Covid-19
  • 2022:  Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (runner-up)
  • 2023: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (juara)
  • 2024: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (perempat final)
  • 2025: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (16 besar)

Terlepas dari sorotan perang saudara yang kemungkinan disajikan Fajar/Fikri dan Sabar/Reza, akan ada tiga wakil Indonesia lainnya yang akan berjuang meraih tiket semifinal Malaysia Open 2026.

Mereka adalah Jonatan Christie (tunggal putra), Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (ganda putri).

Jonatan Christie yang berstatus unggulan ke-4 akan melawan wakil Jepang unggulan ke-8, Kodai Naraoka.

Lalu Putri Kusuma Wardani selaku unggulan ke-6 bakal bersua unggulan ke-2 asal China, Wang Zhi Yi.

Kemudian Ana/Tiwi sudah ditunggu pasangan Korea Selatan unggulan ke-6, Baek Ha-na/Lee So-hee.

(medkomsubangnetwork,/Isnaini)

medkomsubangnetwork, - Hasil menggembirakan diraih tim bulu tangkis Indonesia dalam babak 16 besar Malaysia Open 2026. Lima wakil Merah Putih yang beraksi pada Kamis (8/1), semuanya meraih kemenangan, termasuk Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang membuat kejutan besar.

Rangkaian babak 16 besar Malaysia Open 2026 telah tuntas. Lima wakil Indonesia menunjukkan performa ciamik di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/1).

Jonatan Christie jadi wakil Indonesia pertama yang gacor di babak kedua turnamen pembuka BWF World Tour 2026. Pebulu tangkis tunggal putra andalan itu sukses mengandaskan Leong Jun Hao (Malaysia).

Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie yang juga unggulan kermpat turnamen, menang dua gim langsung atas wakil tuan rumah tersebut dengan skor 21-18, 21-11.

"Hari ini saya mencoba buat lebih mengontrol jalannya pertandingan, mengontrol diri juga untuk lebih tenang, lebih sabar dan saya rasa itu cukup berhasil," kata Jojo dalam keterangan resmi PP PBSI.

"Mengatasi tekanan dengan selalu menikmati ketika melawan musuh yang memang bermain tuan rumah. Ya bagaimanapun juga pasti harusnya dia yang lebih tertekan, karena bermain di rumah sendiri dan konotasinya kan harus bermain bagus atau harus menang. Jadi, justru malah saya bermain nothing to lose, saya bermain se-enjoy mungkin, se-menikmati mungkin," tambahnya.

Keberhasilan Jojo diikuti pasangan Febriana/Trias. Duet ganda putri itu juga meraih kemenangan atas wakil tuan rumah Malaysia.

Bedanya, lawan Febriana/Trias lebih tangguh. Bahkan, bukan kaleng-kaleng, yakni Pearly Tan/Thinaah Muralitharan yang merupakan duet ganda putri nomor dua dunia.

Febriana/Trias berhasil menang atas Pearly Tan/Thinaah Muralitharan lewat duel ketat yang berlangsung dalam waktu 54 menit selama dua gim dengan skor 26-24, 21-17. Ini jadi kemenangan perdana mereka setelah empat pertemuan sebelumnya selalu kalah.

"Alhamdulillah kami bisa bermain dengan baik hari ini. Dari awal sudah siap akan bermain seperti apa, dengan segala tekanan karena mereka main di depan publik sendiri, tapi kami fokus ke main kami saja," kata Ana, sapaan akrab Febriana.

"Kami masih ingat rasanya di final SEA Games kemarin, sudah unggul 3-4 poin di gim ketiga tapi tersusul dan akhirnya kalah oleh mereka. Rasa sakitnya kami ingat dan jadi tambahan motivasi untuk tidak terulang lagi hari ini," tambah dia.

Kemenangan demi kemenangan pun terus diraih tiga wakil Indonesia lain di 16 besar Malaysia Open 2026. Dua di antaranya dari sektor ganda putra atas nama Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Sabar/Reza mengalahkan ganda putra Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju. Sedangkan Fajar/Rian meraih kemenangan atas wakil Taiwan lainnya, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh.

Adapun satu wakil lain yang juga dapat hasil apik adalah Putri Kusuma Wardani. Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia itu menang atas Zhang Baiwen dari Amerika Setikat lewat duel rubber dalam tempo 49 menit dengan skor 5-21, 21-16, dan 21-18.

Hasil ini membuat kelima wakil Indonesia masih akan bertarung di Malaysia Open 2026. Peluang gelar juara pun masih terbuka dan mereka bakal tampil di perempat final pada Jumat (9/1).

Hasil Wakil Indonesia di Babak 16 Besar Malaysia Open 2026, Kamis (8/1)

Lapangan 1

Match 5 (WD) - Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia/2): 26-24, 21-17

Match 10 (MD) - Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh (Chinese Taipei) vs Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (6): 19-21, 19-21

Match 11 (WS) - Baiwen Zhang (USA) vs Putri Kusuma Wardani (6): 21-5, 16-21, 18-21

Match 12 (MD) - Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea) vs Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (8): 21-10, 14-21, 21-19

Lapangan 2

Match 5 (MS) - Leong Jun Hao (Malaysia) vs Jonatan Christie (4): 18-21, 11-21

medkomsubangnetwork, - Misteri masa depan kerap menjadi daya tarik yang mengundang rasa ingin tahu, terutama ketika prediksi besar diyakini mampu memengaruhi keputusan hidup.

Banyak orang mencari pemahaman yang lebih jernih agar dapat bersiap menghadapi peluang sekaligus tantangan yang mungkin datang.

Dalam konteks ini, ramalan astrologi Tiongkok sering dijadikan rujukan untuk membaca arah perubahan yang akan terjadi.

Polemik Ban Kapten Timnas Indonesia: Asnawi Mangkualam Bantah Isu Internal Lawan China

Sebuah perdebatan lama mengenai isu internal Timnas Indonesia, khususnya terkait pergantian ban kapten saat menghadapi China, kembali mencuat. Polemik ini kembali dipanaskan oleh pernyataan seorang figur publik yang kemudian dibantah keras oleh kapten Timnas saat ini, Asnawi Mangkualam. Kejadian ini membuktikan bahwa isu di ruang ganti pemain seringkali menjadi bola liar yang sulit dikendalikan di publik.

Latar Belakang Polemik

Polemik ini berawal dari pertandingan antara Timnas Indonesia melawan China yang berlangsung di Stadion Pemuda Qingdao. Sebelum laga tersebut, sempat beredar isu mengenai adanya permasalahan internal dalam skuad Garuda. Kecurigaan ini semakin menguat ketika pelatih kepala, Shin Tae-yong, melakukan beberapa perubahan signifikan pada susunan pemain utama (line-up). Salah satu perubahan yang paling disorot adalah pergantian ban kapten. Saat itu, Asnawi Mangkualam yang kembali diturunkan sebagai starter, kembali mengenakan ban kapten yang sebelumnya sempat diberikan kepada Jay Idzes ketika Asnawi berada di bangku cadangan.

Pada dasarnya, penunjukan Asnawi sebagai kapten utama bukanlah hal yang baru, karena memang pelatih Shin Tae-yong telah menunjuknya sebagai kapten utama tim. Namun, isu mengenai adanya masalah internal kembali mencuat setelah Arya Sinulingga, dalam sebuah podcast di kanal YouTube pribadinya bersama Haris Pardede (Bung Harpa) pada Rabu (10/12/2025), membahas kembali kejadian tersebut.

Pernyataan Arya Sinulingga dan Tanggapan Awal

Dalam diskusinya, Arya Sinulingga secara terbuka menyatakan bahwa pertandingan melawan China tersebut diwarnai oleh permasalahan internal di tubuh Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong. Ia secara spesifik menyoroti pergantian ban kapten yang sebelumnya dipegang oleh Jay Idzes.

"Kalau nggak ada masalah ruang ganti pasti kita nggak gitu komposisinya lawan China, bener nggak, nggak mungkin Jay Idzes diganti dari kapten," ujar Arya.

Mendengar pernyataan tersebut, Bung Harpa mencoba memberikan klarifikasi berdasarkan informasi yang diterimanya. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang ia dapat, Asnawi Mangkualam memang merupakan kapten utama tim.

"Soal Jay Idzes, boleh saya interupsi bang, setahu saya ini Asnawi kan memang kapten utama bang, memang di masih statusnya kapten utama, setahu saya," ujar Bung Harpa.

Arya Sinulingga kemudian membantah pernyataan Bung Harpa tersebut, dengan tegas menyatakan bahwa status kapten telah berganti. "Enggak udah ganti," sahut Arya.

Bung Harpa kembali membantah dengan mengutip perkataan Jay Idzes sendiri yang menyebutkan bahwa Asnawi adalah kaptennya. "Nah terus Jay Idzesnya katanya yang bilang ya udah si Asnawi saja yang kapten," balas Bung Harpa.

Arya Sinulingga, yang merupakan Exco PSSI, kembali mempertegas pernyataannya. Ia menambahkan bahwa selain isu kapten, adanya konflik saat itu juga dapat dilihat dari dicadangkannya Thom Haye. Ia juga menyinggung pernyataan Jeje yang kerap membahas masalah antara pemain dan pelatih, bukan masalah federasi.

"Enggak udah diganti makanya Jay Idzes yang kapten kan, itu perubahan, Thom Haye nggak main, banyak terjadi. Dan kayak Jeje kan bang Harpa kan banyak gaul sama Jeje, dia nggak pernah ngomongin federasi, dia selalu ngomongin masalah pemain dengan pelatih," imbuh Arya.

Bantahan Tegas Asnawi Mangkualam

Merasa terganggu dengan kemunculan kembali isu lama yang seharusnya sudah tertutup, Asnawi Mangkualam akhirnya angkat bicara. Bek kanan klub Port FC ini secara tegas membantah pernyataan Arya Sinulingga terkait polemik ban kapten.

Sebelum memberikan klarifikasi resmi, Asnawi mengunggah sebuah cuplikan video dari podcast Arya Sinulingga dan Bung Harpa yang membahas isu internal dan pemilihan kapten saat laga melawan China. Dengan nada sarkas, Asnawi menandai akun Jeje dalam unggahannya, seolah meminta klarifikasi dari rekannya tersebut.

"@jeongseokseo coba jelasin Je gimana biar bapak ini ngerti gimana (di tambah emoji heran)," tulis Asnawi pada video tersebut, Kamis (11/12/2025).

Selanjutnya, Asnawi Mangkualam memberikan klarifikasi mendalam melalui fitur InstaStory-nya. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak yang memberikan informasi yang belum tentu benar.

"Tidak ada dilokasi tapi klarifikasi seakan-akan benar adanya, coba di publik siapa yang memberitahu bapak perihal kapten itu. Apakah pelatih, pemain atau official? Tolong sampaikan biar gak jadi bola liar di publik," tulis Asnawi Mangkualam.

Mantan pemain PSM Makassar ini kemudian memberikan penjelasan gamblang mengenai kronologi sebenarnya terkait pemilihan kapten Timnas Indonesia.

Klarifikasi Detail Asnawi Mangkualam

Asnawi Mangkualam menjelaskan bahwa ia sebenarnya sudah sejak lama berniat untuk menyerahkan ban kapten kepada pemain lain. Bahkan, niat tersebut sudah ada sebelum ajang Piala Asia.

"Saya pribadi sudah lama berniat untuk memberikan kapten itu ke pemain lain bahkan sebelum Piala Asia," ujar Asnawi dalam klarifikasinya.

Ia mengungkapkan bahwa ia sempat berbicara dengan asisten pelatih Timnas Indonesia saat itu, Nova Arianto, mengenai keinginannya untuk memberikan ban kapten utama kepada pemain lain, seperti Jordi Amat atau Jay Idzes.

"Saya pribadi berbicara ke Coach Nova bilang kamu yang masih dipercaya Coach Shin dan berlanjut lagi saya masih berusaha untuk memberikan ke pemain lain lagi yaitu Jay dari sebelum melawan Australia di GBK. Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy, Thom dan Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa first kapten dan vice."

Asnawi menegaskan bahwa saat itu, Coach Shin Tae-yong tetap mempercayakan ban kapten utama kepadanya, dan Jay Idzes sebagai wakil kapten. Ia yakin bahwa semua pemain yang disebutkan di atas dapat menjadi saksi atas kebenaran pernyataannya.

"Ketika itu Coach Shin tetap mempercayakan first kapten ke saya dan Jay sebagai vice. Dan di sini jelas dan bisa ditanyakan juga ke semua pemain yang saya sebutkan di atas."

Ia merasa heran mengapa dirinya selalu disudutkan dalam permasalahan ini, dan mengapa isu dari pertandingan melawan China, yang sudah berlalu, masih terus dibahas. Menurutnya, fokus seharusnya adalah perbaikan untuk masa depan tim.

"Saya rasa masalah ini jika paham bola tidak perlu dibahas karena memang jelas alurnya seperti itu. Ketika first kapten bermain tetap akan memakai ban kapten. Tetapi jika tidak bermain diberikan ke vice kapten. Tapi kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan di permasalahan ini, dan kenapa juga sampai saat ini masih membahas pertandingan ketika melawan China. Sedangkan yang harus dilakukan bukan membahas yang sudah berlalu tapi memperbaiki buat ke depannya."

Asnawi juga menekankan bahwa jika memang benar Jay Idzes telah ditentukan sebagai kapten utama saat melawan China, ia meminta agar sumber informasi tersebut diungkapkan. Ia menyatakan bahwa ia bangga jika dipercaya, namun akan lebih ikhlas jika kepercayaan itu diberikan kepada orang yang lebih pantas. Alasan keinginannya untuk memberikan ban kapten kepada pemain lain adalah karena ia merasa performanya menurun dan ada pemain lain yang lebih layak.

"Kalau memang perkataan bapak itu benar Jay sudah ditentukan sebagai first kapten melawan China, please let me know who telling you? Jika saya diberikan kepercayaan saya bangga, tapi ketika diberikan jauh lebih baik saya ikhlas. Dan itu sudah lama saya berniat untuk memberikan ke yang lain. Alasan saya ingin memberikan ke yang lain karena that tim saya rasa performa saya menurun dan ada yang lebih pantas," tutup Asnawi Mangkualam.

Klarifikasi mendalam dari Asnawi ini diharapkan dapat menutup rapat "kotak pandora" isu lama yang terus menghantui Timnas Indonesia dan membuka jalan bagi fokus yang lebih positif untuk perkembangan sepak bola nasional.

medkomsubangnetwork - Sebanyak tujuh dari sembilan atlet renang Indonesia berhasil melangkah ke babak final SEA Games 2025. Kontingen Merah Putih pun berpotensi panen medali emas pada hari kedua perebutan medali, Kamis (11/12).

Tim renang Indonesia sebelumnya telah membuka hari pertama dengan cukup apik. Satu emas dan satu perak dipersembahkan oleh tim renang, masing-masing dari Jason Donovan Yusuf dan Farrel Armandio Tangkas.

Jason Donovan dapat medali emas di nomor 100m gaya punggung putra. Sementara Farrel ada di bawahnya dan meraih perak pada nomor yang sama.

Kini memasuki hari kedua, cabor renang berpotensi menambah pundi-pundi medali, termasuk emas. Peluang itu muncul setelah tujuh perenang Indonesia menjalani lomba renang sesi pagi (babak kualifikasi) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok, dengan manis.

Pagi tadi ada sembilan perenang Indonesia yang berlomba di lima nomor lomba renang SEA Games 2025. Yakni 50m gaya punggung putra, 50m gaya punggung putri, 50m gaya bebas putra, 200m gaya bebas putri dan 100m gaya dada putra. Nah tujuh di antaranya sukses melesat ke final.

Mulai dari nomor 50m gaya punggung putra, di mana ada Jason Donovan Yusuf yang mencatatkan waktu 25,88 detik dan perenang senior I Gede Siman Sudartawa dengan waktu 26,40. Keduanya kompak melaju dan akan bertarung di final nomor 50m gaya punggung putra sore nanti.

Kemudian di nomor 50m gaya punggung putri, tim renang Indonesia juga memiliki potensi tinggi untuk bisa meraih medali emas. Ada perenang Merah Putih yang berhasil melaju ke final, yakni Flairene Candrea berkat mencatatkan waktu 29,53 detik dan Masniari Wolf dengan 29,20 detik.

Lalu di nomor 50m gaya bebas putra, Indonesia mengirimkan satu wakilnya ke final. Dia adalah Samuel Maxson Septionus, yang mampu lolos secara langsung ke babak final dengan catatan waktu renang 23,18 detik.

Bergeser ke nomor 200m gaya bebas putri, perenang Indonesia Serenna Karmelita Muslim juga membuka asa untuk meraih medali. Karmelita melesat ke perlombaan puncak setelah mencatatkan waktu 2:07.36 di babak kualifikasi.

Sementara atlet terakhir yang juga siap beraksi untuk memperebutan medali adalah Muhammad Dwiky Raharjo. Dia bakal berlomba di final nomor 100m gaya dada putra, berkat keberhasilannya lolos dari kualifikasi dengan waktu renang 1 menit 3,53 detik.

Albert C. Sutanto selaku pelatih timnas Renang Indonesia, mengaku senang dengan tembusnya 7 perenang Indonesia ke final. Menurutnya, keberhasilan anak asuhnya semakin membuka pintu harapan untuk menambah pundi-pundi medali SEA Games Thailand dari cabor renang.

"Kita punya peluang bagus di 50m gaya punggung putra karena ada Jason yang lagi bagus setelah kemarin dapat emas dan ada perenang senior kita Siman yang secara mental udah matang sekali dengan pengalaman 9 medali emasnya," ujar Albert, dalam keterangan resmi PB Akuatik Indonesia.

"Di bagian putri kita ada Masniari Wolf dan Flairene, yang bisa memberikan tekanan ke perenang naturalisasi Filipina. Jadi kita ada 2 peluru, mudah-mudahan bisa kena sasaran dua-duanya," tambahnya.

Tujuh perenang Indonesia tersebut dijadwalkan memulai perlombaan babak final hari kedua perlombaan di arena yang sama, di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok. Final akan dilaksanakan mulai 18.00 waktu Bangkok, Thailand, yang sama seperti WIB.

Update hasil 16 besar badminton SEA Games 2025 hari ini lengkap nasib wakil Indonesia
Ringkasan Berita:Menginjak gim ketiga, Koh/Li dan Jafar/Felisha langsung bersaing ketat dengan dua kali berbagi angka.
Ringkasan Berita:Pasangan peringkat ke-10 dunia tersebut sempat merebut momentum dengan mengukir keunggulan sebesar dua angka atas Koh/Li.

medkomsubangnetwork Update dan pantau hasil pertandingan wakil Indonesia di badminton SEA Games 2025 nomor Individu. 

Perburuan medali emas oleh para wakil Indonesia berlanjut di nomor individu. 

Perebutan medali emas di lima nomor dipastikan sengit termasuk ganda campuran. 

Untungnya Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, meraih hasil manis pada bulu tangkis SEA Games 2025 kategori perorangan.

Langkah Jafar/Felisha pada SEA Games 2025 dibuka dengan menghadapi wakil Singapura Eng Ket Wesley Koh/Zheng Yan Li di babak 16 besar.

Tampil di Thammasat Rangsit Gymnasium, Pathum Thani, Thailand, Jafar/Felisha menang dengan skor 21-19, 21-8, 21-19 dalam tempo 40 menit.

Dengan hasil ini, Jafar/Felisha melaju ke perempat final bulu tangkis SEA Games 2025.

Persaingan berjalan alot sejak awal gim pertama di mana Jafar/Felisha dan Koh/Li harus berbagi angka hingga tiga kali.

Pasangan peringkat ke-10 dunia tersebut sempat merebut momentum dengan mengukir keunggulan sebesar dua angka atas Koh/Li.

Momen itu tidak bertahan lama di mana Koh/Li berhasil mengejar perolehan poin Jafar/Felisha dan berbalik unggul.

Empat poin beruntun berhasil dibukukan Koh/Li untuk mengungguli Jafar/Felisha pada interval pertama dengan skor 11-7.

Mengawali masa interval dengan tertinggal empat point, permainan agresif langsung ditunjukkan Jafar/Felisha di mana mereka mampu menyamakan skor.

Koh/Li sendiri masih mampu memberikan perlawanan terbaik di mana mereka tak segan memaksa Jafar/Felisha berbagi angka hingga tiga kali secara beruntun.

Memasuki poin-poin tua, Jafar/Felisha sempat meraih momentum dengan memiliki jarak dua angka dengan wakil Singapura tersebut sebelum akhirnya harus kalah pada gim pertama 19-21.

Kalah pada gim pertama membuat Jafar/Felisha tersentak di mana mereka langsung melejit meninggalkan Koh/Li usai meraih empat poin beruntun.

Koh/Li sempat membuat langkah Jafar/Felisha tersendat beberapa kali tetapi mereka tak mampu membalikkan keadaan.

 Dominasi permainan masih berada di tangan Jafar/Felisha di mana mereka tetap unggul saat menutup interval gim kedua dengan skor 11-5.

Usai jeda, Jafar/Felisha kian sulit terbendung dengan mendapatkan empat poin beruntun untuk unggul jauh 15-5 atas Koh/Li.

Pasangan Singapura itu sempat melawan, tetapi hingga gim kedua berakhir, Jafar/Felisha tetap tidak tersentuh untuk keunggulan mereka.

Menginjak gim ketiga, Koh/Li dan Jafar/Felisha langsung bersaing ketat dengan dua kali berbagi angka.

Koh/Li berhasil mengambil alih keunggulan usai meraih dua poin beruntun, tetapi Jafar/Felisha tak membiarkan momen itu bertahan lama.

Wakil Merah Putih ini berhasil melejit untuk menutup perlawanan Koh/Li pada interval ketiga dengan skor 11-7.

Usai jeda, Jafar/Felisha mulai goyah sehingga Koh/Li berhasil mengejar mereka untuk membuat kedudukan imbang hingga tiga kali.

Jafar/Felisha berhasil menjauh lagi dengan mendapatkan tiga poin beruntun hingga pertandingan memasuki masa-masa krusial.

Koh/Li masih melancarkan perlawanan terbaiknya untuk memangkas jarak sebelum Jafar/Felisha meraih momentum match point pertama mereka.

Tertahan dua kali, Jafar/Felisha menyudahi perlawanan Koh/Li pada gim ketiga dengan skor 21-19.

Update Hasil Wakil Indonesia di badminton SEA GAmes 2025. 

Court 1

  • XD - Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Terry Hee Yong Kai/Jin Yu Jia (Singapura)
  • WD - Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Li Zheng Hong/Li Zhen Yan (Singapura)

Court 2

  • XD - Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Wesley Koh Eng Keat/Li Zheng Yan (Singapura) 19-21, 21-8, 21-19
  • WS - Ni Kadek Dinda Amartya Pratiwi vs Nguyen Thuy Linh (Vietnam)
  • MD - Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Hein Thiha Aung/Phone Htet Zaw (Myanmar)

Court 3

  • MS - Moh Zaki Ubaidillah vs Le Duc Phat (Vietnam)
  • MS - Alwi Farhan vs Nguyen Hai Dang (Vietnam)
  • WD - Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Insyirah Khan/Megan Lee Xin Yi (Singapura)
  • MD - Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Phyo Thuram Kyaw/Lai Zuidika (Myanmar)

Live Score

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS

- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Enam Tim Unggulan Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions Asia 2025/2026, Persib Bandung Berjuang Keras

Persaingan sengit di Liga Champions Asia 2025/2026 semakin memanas. Sejauh ini, enam tim telah berhasil mengamankan tempat mereka di babak 16 besar, menunjukkan dominasi dan persiapan matang dalam turnamen klub sepak bola paling prestisius di Asia. Keenam tim yang dipastikan melaju adalah Al Wasl, Sepahan, Al Hussein, Al Nassr, Gamba Osaka, dan Bangkok United. Keberhasilan mereka menjadi tolok ukur bagi tim-tim lain yang masih berjuang untuk meraih tiket ke fase gugur.

Di antara tim-tim yang masih memperebutkan tempat di babak selanjutnya, Persib Bandung menjadi salah satu nama yang paling disorot. Tim berjuluk Maung Bandung ini memiliki peluang besar untuk menyusul deretan klub elite tersebut. Nasib Persib Bandung akan ditentukan dalam laga terakhir penyisihan Grup G melawan Bangkok United, yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu (10/12) pukul 19.15 WIB.

Krusialnya Laga Persib Bandung vs Bangkok United

Pertandingan melawan Bangkok United bukanlah sekadar laga penutup fase grup bagi Persib Bandung. Laga ini merupakan penentu mutlak kelolosan mereka ke babak 16 besar Liga Champions Asia. Dengan raihan 10 poin dari lima pertandingan sebelumnya, Persib hanya membutuhkan hasil positif untuk mengamankan posisi di dua besar klasemen Grup G.

Head to head dalam pertandingan ini menjadi sangat krusial, terutama mengingat persaingan yang ketat di grup tersebut. Lion City Sailors, yang berada di posisi ketiga, masih memiliki peluang untuk menyalip. Jika Persib hanya mampu meraih hasil imbang melawan Bangkok United, mereka dipastikan melaju ke babak 16 besar. Namun, skenario terburuk harus dihindari, yaitu kekalahan. Jika Persib kalah dan Lion City Sailors berhasil memenangkan pertandingan mereka melawan Selangor, maka Persib Bandung akan tersingkir akibat kalah dalam perhitungan head to head dengan klub asal Malaysia tersebut.

Strategi dan Mentalitas Bojan Hodak

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan bahwa timnya tidak akan bermain aman dengan hanya menargetkan hasil imbang. Ia mematok target kemenangan demi memperbesar peluang lolos dan menghindari kejutan dari lawan. "Kami akan bermain di stadion yang akan dipenuhi oleh Bobotoh. Saya harap, kami bisa meraih hasil yang positif," ujar Hodak, menekankan pentingnya dukungan penuh dari para pendukung.

Hodak menyadari bahwa pertandingan melawan Bangkok United tidak akan mudah. Ia mengakui bahwa tim tamu merupakan salah satu tim terkuat di Grup G. Namun, bermain di kandang sendiri dengan atmosfer yang dipenuhi puluhan ribu Bobotoh diprediksi akan menjadi suntikan motivasi besar bagi para pemainnya.

Meski ada tekanan yang menyertai pertandingan krusial ini, Hodak melihat tekanan sebagai bagian integral dari dunia sepak bola, terutama saat memimpin tim sebesar Persib. Kepercayaan diri pelatih asal Kroasia ini juga meningkat seiring dengan kembalinya beberapa pemain pilar yang sempat mengalami cedera.

"Teja dan Adam berlatih. Sejujurnya, Adam tidak berlatih secara penuh, dia masih belum siap setelah menepi sangat lama. Teja dan Jung siap dan mungkin bisa melihat mereka bermain sejak awal atau mungkin juga duduk di bangku cadangan tapi yang pasti, mereka masuk tim ini," ungkapnya, memberikan sinyal positif mengenai kondisi skuadnya.

Tekad Bangkok United untuk Kehormatan

Di sisi lain, pelatih Bangkok United, Totchtawan Sripan, menyatakan bahwa timnya akan tetap bermain dengan motivasi tinggi untuk meraih kemenangan, meskipun sudah dipastikan lolos dari fase grup. Menurutnya, pertandingan ini adalah pertaruhan kehormatan bagi kedua negara yang diwakili, yaitu Indonesia oleh Persib dan Thailand oleh Bangkok United.

"Ini pertandingan terakhir di fase grup. Meski sudah pasti lolos dari fase grup, kami datang mewakili Thailand dan akan bermain dengan penuh kehormatan. Kami akan berusaha menampilkan yang terbaik untuk bisa mendapat hasil terbaik juga," tegas Sripan, menunjukkan komitmen timnya untuk memberikan penampilan maksimal.

Daftar Tim yang Sudah Lolos ke 16 Besar Liga Champions Asia 2025/2026:

  • Al Wasl
  • Sepahan
  • Al Hussein
  • Al Nassr
  • Gamba Osaka
  • Bangkok United

Dengan segala persiapan dan motivasi yang ada, duel antara Persib Bandung dan Bangkok United diprediksi akan menyajikan tontonan menarik yang layak dinantikan oleh para pecinta sepak bola Asia.

Jadwal live final badminton SEA Games 2025 tim putri Indonesia vs Thailand Rabu 10/12/25, ada LINK
Ringkasan Berita:
  • Pertandingan Final Badminton SEA Games 2025 Tim Putri Indonesia Vs Thailand akan berlangsung pada hari Rabu, 10 Desember 2025 pukul 10.00 WIB
  • Dimana pertandingan ini bisa ditonton secara streaming melalui iNews Tv dan platform Vision+.
  • Adapun dalam Laga Final ini Putri KW diperkirakan tetap jadi tunggal pertama Indonesia menghadapi Pornpawee Chochuwong. Sementara Gregoria Mariska yang turun sebagai tunggal kedua menghadapi Ratchanok Intanon.
 

medkomsubangnetwork Artikel kali ini akan menyajikan informasi jadwal Live Streaming Final Badminton SEA Games 2025 Tim Putri Indonesia Vs Thailand.

Diketahui bahwasanya Tim Putri Indonesia dalam SEA Games 2025 berhasil maju ke babak final setelah berhasil mengalahkan tim dari Malaysia dengan skor 3-2. 

Meskipun awalanya sempat tertinggal dengan skor 1-2 pada partai ketiga, namun Indonesia mampu membalikkan keadaan pada nomor 2 terakhir.

Perwakilan Tim Putri Indonesia yang berhasil meraih kemenangan adalah Putri Kusuma Wardani dan Mutiara Ayu Puspitasari di nomor tunggal, dan ganda Febriana Dwipuji Kusuma/Meilsya Trias Puspitasari. 

Sementara Gregoria Mariska Tunjung (tunggal) dan Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum (ganda), gagal meraih kemenangan.

Adapun jadwal Final Badminton SEA Games 2025 untuk Tim Putri Indonesia Vs Thailand berlangsung pada Hari Rabu, 10 Desember 2025 di Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Thailand pukul 10.00 WIB dan akan disiarkan oleh iNews Tv secara langsung.

Sementara Thailand di lain pihak lolos ke final dengan meyakinkan. Ratchanok Intanon dan kawan-kawan menang 3 match langsung atas Singapura. 

___

Jadwal Final Badminton SEA Games 2025 Tim Putri Indonesia VS Thailand

Sebelumnya Laga Semi Final Badminton SEA Games 2025 berlangsung pada Hari Senin (8/12/2025), dan untuk Final Badminton SEA Games 2025 akan dilangsungkan pada Hari Rabu (10/12/2025).

Kanapa tidak dilansungkan hari ini, Selasa (9/12/2025)?

Hal ini dikarenakan pada hari ini tepatanya Selasa 9 Desember 2025 akan ada Opening Ceremony SEA Games 2025 maka dari itu untuk jadwal Final Badminton SEA Games Tim Putri maupun Putra akan berlangsung besok, Rabu 10 Desember 2025 mulai pukul 10.00 WIB.

Di final beregu putri, Indonesia bakal menghadapi Thailand untuk memperebutkan medali emas. Putri KW dan kawan-kawan bakal bekerja keras untuk membuat kejutan sekaligus menghentikan dominasi Thailand di sektor putri.

Di laga final, Putri KW diperkirakan tetap jadi tunggal pertama Indonesia. Dia berpotensi menghadapi Pornpawee Chochuwong. Sementara Gregoria Mariska yang turun sebagai tunggal kedua menghadapi Ratchanok Intanon.

Adapun di nomor ganda, Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum tetap jadi ganda pertama. Meski kalah dari pasangan Malaysia di babak semifinal, Indonesia tidak memiliki banyak pilihan di nomor ganda putri.

Sementara ganda kedua mengandalkan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilsya Trias Puspitasari. Sedangkan di nomor tunggal ketiga ada Mutiara Ayu Puspitasari yang jadi kunci keberhasilan Indonesia ke final.

Diketahui sebelumnya, Laga Final Badminton beregu tahun ini menjadi pertandingan ulangan SEA Games 2023 di Kamboja.

Saat itu, tim beregu putra dan putri Indonesia berhadapan dengan lawan yang sama.

Tim beregu putra Indonesia mampu meraih medali emas setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1.

Sementara tim beregu putri Indonesia harus puas dengan medali perak seusai kalah dari Thailand dengan skor 0-3.

Besar harapan, Alwi dkk mampu mempertahankan medali emas SEA Games.

Begitu pula dengan Putri KW cs, mereka diharapkan bisa memperbaiki catatan prestasi mereka dengan raihan medali emas SEA Games 2025.

Berikut jadwal selengkapnya Final Badminton SEa Games 2025 Tim Putri Indonesia Vs Thailand pada Rabu, 10 Desember 2025:

  1. Pertandingan: Indonesia vs Thailand
  2. Kejuaraan: SEA Games 2025
  3. Cabang Olahraga: Badminton Beregu Putri
  4. Venue: Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Thailand
  5. Jadwal: Rabu, 10 Desember 2025 pukul 10.00 WIB
  6. Live: Siaran langsung iNews TV dan live streaming Vision+

Bagi Anda yang ingin menyajikan pertandingan ini secara langsung bisa klik tautan dibawah ini.

  • Nonton Live Streaming Final Badminton SEA Games 2025 Tim Putri Indonesia Vs Thailand 

(medkomsubangnetwork/Putri Kusuma Rinjani)

***

Artikel lainnya di google news.

Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp medkomsubangnetwork

medkomsubangnetworkLibur Natal dan akhir tahun sebentar lagi. Negara-negara di Asia masih menjadi incaran wisatawan Indonesia untuk menghabiskan libur Natal dan malam tahun baru 2026.

Sudah waktunya sobat Grid berburu tiket pesawat murah agar liburanmu bukan lagi sekedar wacana. Melewati malam tahun baru di luar negeri bukan lagi sekedar mimpi.

Singapura, Malaysia, dan Bangkok jadi 3 negara yang paling banyak diminati. Alasannya, jarak yang tak terlalu jauh, biaya yang lebih terjangkau, hingga akses yang mudah, membuat 3 negara ini masih menjadi yang terfavorit.

Singapura: Untuk keluarga yang menginginkan liburan dengan akses mudah dan atraksi yang seru, Singapura adalah pilihan utama. Dengan menginap di kawasan Orchard Road, keluarga bisa menikmati kenyamanan hotel berbintang dengan akses mudah ke transportasi publik serta berbagai tempat wisata. Beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan di Singapura termasuk Universal Studios Singapore, Oceanarium, Snow City, dan Science Centre.

Kuala Lumpur: Malaysia menawarkan liburan singkat yang kaya dengan pengalaman seru, dari kuliner di Jalan Alor hingga wahana menarik di Sunway Lagoon. Jangan lupa untuk mengunjungi Aquaria KLCC untuk menikmati keindahan bawah laut serta Petrosains untuk pengalaman interaktif seputar teknologi dan ruang angkasa.

Bangkok: Ibu kota Thailand ini tetap menjadi pilihan favorit keluarga, terutama kawasan Siam dan Sukhumvit yang dikenal dengan berbagai atraksi keluarga seperti SEA LIFE Bangkok Ocean World, Jurassic World, dan AquaPark Bangkok.

Kalau sobat Grid punya budget lebih, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok bisa jadi incaran. Tiga negara ini menawarkan pengalaman yang berbeda, cocok untuk liburan dengan rentang waktu yang panjang.

Tokyo (Jepang): Dengan pilihan hotel yang luas dan akses mudah ke berbagai atraksi, Tokyo menjadi destinasi favorit untuk keluarga. Kunjungi Universal Studios Japan, Disneyland Tokyo, dan Tokyo Disney Resort untuk liburan yang penuh kegembiraan.

Seoul (Korea Selatan): Selain belanja dan kuliner di kawasan Myeongdong dan Hongdae, keluarga juga bisa menikmati wahana seru di Lotte World dan Everland, serta menikmati keindahan alam di Nami Island.

Hong Kong: Kawasan Tsim Sha Tsui yang strategis memudahkan akses keluarga untuk mengeksplorasi kota, sementara Hong Kong Disneyland tetap menjadi destinasi paling dicari di kota ini.

 

Jelang Natal dan tahun baru (Nataru) lentunya destinasi favorit mengalami lonjakan wisatawan. Kenaikan arus perjalanan inilah yang membuat harga tiket pesawat cenderung melonjak tinggi. Banyak traveler memilih berburu tiket lebih awal atau mengandalkan promo besar akhir tahun.

“Liburan akhir tahun adalah momen spesial untuk keluarga, di mana banyak yang ingin menikmati perjalanan yang menawarkan pengalaman baru serta kebersamaan yang tak terlupakan,” ujar Charles Wong, Vice President of Commercial Traveloka.

Menyikapi tingginya permintaan untuk perjalanan keluarga, Traveloka menghadirkan promo 12.12 Super Sale dengan tujuan mempermudah akses ke destinasi liburan populer, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Nikmati Beragam Penawaran Menarik dari Traveloka 12.12 Super Sale

Berlangsung pada 3–12 Desember 2025, Traveloka 12.12 Super Sale menghadirkan berbagai promo menarik untuk mewujudkan rencana liburan akhir tahun keluarga:

  • Hotel bintang 4–5 hanya Rp120.000 dan bisa didapatkan setiap hari pukul 19.00-20.00 WIB
  • Tiket pesawat internasional ke Singapura, Malaysia, dan Thailand hanya Rp120.000 tersedia setiap hari pukul 11.00–12.00 WIB
  • Rute eksklusif ke Jepang dan Korea Selatan hanya Rp1,2 juta pukul 12.00–13.00 WIB
  • Xperience mulai Rp12.000 dan Rp120.000 setiap hari pukul 10.00-13.00 WIB
  • Diskon bank hingga Rp1,2 juta berlaku setiap harinya pukul 12.00-13.00 WIB tanpa minimum transaksi

Siapkan alarm dan buruan amankan tiket! (*)

Mengungkap Sisi Pribadi Choi Woo Shik: Kisah Keluarga di Balik Kesuksesan Sang Aktor

Choi Woo Shik, nama yang tak asing lagi di dunia perfilman Korea Selatan, telah memukau penonton dengan bakat aktingnya yang luar biasa. Fleksibilitasnya dalam membawakan berbagai karakter, mulai dari ketegangan dalam genre thriller, kedalaman emosi dalam drama, hingga keromantisan dalam kisah cinta, telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aktor papan atas. Perjalanan kariernya dimulai dengan debutnya di drama "The Duo" pada tahun 2011. Sejak saat itu, kariernya terus menanjak hingga akhirnya ia meraih peran utama pertamanya dalam film "Set Me Free" pada tahun 2014.

Kesuksesan yang diraih Choi Woo Shik tentu saja menimbulkan rasa penasaran publik terhadap kehidupan pribadinya, terutama mengenai latar belakang keluarganya yang jarang terekspos. Di balik citranya sebagai aktor sukses, terdapat kisah keluarga yang membentuk dirinya hingga menjadi pribadi yang rendah hati dan berdedikasi.

Latar Belakang Keluarga Choi Woo Shik yang Jarang Diketahui

Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai keluarga Choi Woo Shik yang mungkin belum banyak diketahui oleh publik:

1. Anak Bungsu yang Dihormati

Choi Woo Shik adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Ia memiliki seorang kakak laki-laki yang identitasnya dijaga kerahasiaannya dari sorotan publik. Meskipun demikian, Choi Woo Shik kerap berbagi cerita tentang betapa ia sangat menghormati kakaknya dan menjadikannya sebagai panutan utama dalam kehidupannya.

Sebagai anak bungsu, Choi Woo Shik memiliki kedekatan yang erat dengan keluarganya. Ia tidak segan menunjukkan sisi manisnya saat berbicara tentang orang-orang terkasihnya. Dalam berbagai kesempatan wawancara, ia pernah mengungkapkan bahwa keluarganyalah yang menjadi alasan utama ia tetap membumi dan rendah hati, meskipun kini ia telah dikenal sebagai salah satu aktor ternama di Korea Selatan.

2. Memiliki Kewarganegaraan Ganda dan Pengalaman Internasional

Perjalanan hidup Choi Woo Shik tidak hanya terjalin dengan darah Korea, tetapi juga diwarnai dengan pengalaman tinggal lama di Kanada. Ketika ia masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar, keluarganya memutuskan untuk pindah ke Vancouver, Kanada. Di kota inilah ia tumbuh besar bersama orang tua dan kakaknya selama kurang lebih sepuluh tahun.

Selama masa tinggalnya di Kanada, Choi Woo Shik dikenal dengan nama Inggrisnya, Edward Choi, atau yang akrab disapa Eddie. Pengalaman hidup di lingkungan Barat membuatnya sangat terbiasa dengan budaya tersebut dan menguasai bahasa Inggris dengan fasih. Kemampuan dwibahasanya ini seringkali menjadi nilai tambah baginya, memungkinkannya untuk dipercaya memerankan karakter yang membutuhkan kemampuan bilingual dalam berbagai proyek film dan drama.

3. Perjuangan Mendapatkan Restu Orang Tua untuk Karier Akting

Perjalanan karier Choi Woo Shik di dunia hiburan ternyata tidak selalu mulus dan mudah. Setelah berhasil diterima di Simon Fraser University, salah satu universitas bergengsi di Kanada, Choi Woo Shik justru membuat keputusan besar untuk kembali ke Korea Selatan demi mewujudkan impiannya menjadi seorang aktor.

Keputusan ini awalnya tidak langsung mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya. Mereka sempat menentang keras, khawatir akan masa depan putranya di industri hiburan yang sangat kompetitif. Namun, dengan tekad yang kuat dan keyakinan pada mimpinya, Choi Woo Shik mendaftar di Universitas Chung-Ang di Seoul untuk mendalami seni peran. Langkah ini menjadi bukti keseriusannya dalam meniti karier di dunia akting.

4. Dukungan Penuh Keluarga Setelah Mengalami Kegagalan

Saat pertama kali tiba di Korea dan memulai perjalanannya di dunia akting, Choi Woo Shik menghadapi banyak penolakan dalam berbagai audisi. Masa-masa ini sempat membuatnya merasa kehilangan arah dan hampir menyerah. Namun, melihat kegigihan dan semangat juang putranya, orang tua Choi Woo Shik akhirnya melunak dan memberikan dukungan penuh untuk karier aktingnya.

Dukungan tak bersyarat dari keluarga inilah yang kemudian menjadi sumber kekuatan terbesar bagi Choi Woo Shik. Setelah melewati berbagai rintangan dan tantangan, ia akhirnya berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu aktor Korea yang diakui, baik di kancah domestik maupun internasional. Puncak kesuksesannya kian melejit setelah ia membintangi film "Parasite" pada tahun 2019, sebuah karya yang berhasil meraih penghargaan Oscar dan membawa namanya ke panggung dunia.

5. Prioritas Keluarga Tetap Utama Meski Jadwal Padat

Meskipun kini telah mencapai puncak kesuksesan dan dikenal secara internasional, Choi Woo Shik tidak pernah melupakan akar dan hubungannya dengan keluarga. Ia selalu berusaha menyempatkan waktu untuk pulang ke Kanada kapan pun jadwal syutingnya memungkinkan. Ia mengaku bahwa momen kebersamaan dengan keluarga adalah cara terbaik baginya untuk mengisi ulang energi dan kembali bersemangat setelah kesibukan bekerja.

Choi Woo Shik juga dikenal sebagai sosok yang tidak pernah lupa untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada orang tua setiap kali menerima penghargaan. Ia selalu menyebut keluarganya sebagai motivasi utama yang mendorongnya untuk terus berjuang. Hingga kini, mereka tetap menjadi orang-orang terdekat yang paling ia percayai dan sandarkan.

Kisah keluarga Choi Woo Shik ini memberikan gambaran yang lebih dalam tentang pribadi di balik layar. Perjuangan, dukungan, dan cinta keluarga adalah fondasi penting yang turut membentuk kesuksesan dan karakter aktor berbakat ini.

Jadwal Timnas Putri: Indonesia vs Nepal & China Taipei Malam Ini di Indosiar

Persiapan Garuda Pertiwi: Uji Coba Internasional Menjelang SEA Games 2025

Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia tengah bersiap menghadapi turnamen besar SEA Games 2025 di Thailand. Guna mematangkan strategi dan menguji kekuatan tim, Garuda Pertiwi dijadwalkan akan melakoni dua pertandingan uji coba internasional bertajuk FIFA Women's Matchday pada November 2025. Laga-laga krusial ini akan disiarkan langsung di Indosiar dan dapat diakses melalui live streaming di Vidio.com, memberikan kesempatan bagi para penggemar sepak bola putri untuk mendukung tim kebanggaan mereka.

Pertandingan pertama akan mempertemukan Timnas Putri Indonesia melawan Nepal, disusul kemudian dengan laga menghadapi Tiongkok Taipei. Kedua pertandingan ini akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada malam hari, memberikan atmosfer pertandingan yang intens dan menarik.

Panggilan 36 Pemain untuk Uji Coba Internasional

Menghadapi dua lawan tangguh di FIFA Women's Matchday, pelatih kepala Timnas Putri Indonesia, Akira Higashiyama, telah memanggil 36 pemain terbaik untuk mengikuti pemusatan latihan dan pertandingan. Skuad ini merupakan kombinasi memukau antara pemain berpengalaman yang telah teruji di berbagai kompetisi, serta talenta-talenta muda yang siap memberikan energi baru bagi tim.

Nama-nama senior seperti Reva Octaviani, Vivi Oktavia, dan Sheva Imut diharapkan dapat memimpin tim dengan pengalaman mereka. Sementara itu, kehadiran pemain muda berbakat seperti Claudia Alexandra Scheunemann, Nafeeza Ayasha Nori, dan Katarina Stalin diprediksi akan menambah dinamisme dan kecepatan dalam permainan Garuda Pertiwi.

Persiapan tim telah dimulai sejak 11 September 2025, melalui serangkaian pemusatan latihan yang intensif. Latihan terbaru para pemain digelar di Yogyakarta pada akhir Oktober 2025, menunjukkan keseriusan tim dalam menghadapi tantangan di depan.

Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia untuk FIFA Women's Matchday November 2025

Berikut adalah daftar lengkap 36 pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Putri Indonesia dalam FIFA Women's Matchday November 2025:

Penjaga Gawang

  • Iris Joska de Rouw - St. John’s University (Amerika Serikat)
  • Lata Roati Masykuroh - Arema Women
  • Shesilia Putri Desrina - Persib Putri
  • Alleana Ayu Arumy - PSSI D.K. Jakarta

Bek

  • Allya Putri Afanti - PSSI Bangka Belitung
  • Isabel Kopp - Hera United (Belanda)
  • Emily Nohom - Arkansas University (Amerika Serikat)
  • Remini C.E. Rumbewas - Toli FC
  • Zahra Muzdalifah - PSSI D.K. Jakarta
  • Jazlyn Kayla Firyal - PSSI D.K. Jakarta
  • Gea Yuwanda - PSSI Jawa Barat
  • Nabila Saputri - PSSI Banten
  • Safira Ika Putri - PSSI D.K. Jakarta
  • Vivi Oktavia Riski - PSSI Bangka Belitung

Gelandang

  • Reva Octaviani - PSSI Jawa Barat
  • Felicia de Zeeuw - ADO Den Haag (Belanda)
  • Auliiah Arifah - PSSI Banten
  • Armelia Nur Sava Zada - PSSI Jawa Timur
  • Helsya Maesyahroh - PSSI Jawa Barat
  • Liza Madari - Toli FC
  • Syafira Tristasia Ochirenka - Arema Women
  • Rosidiah Siti Nurmah - PSSI Jawa Barat
  • Viny Silfianas Sunaryo - Kelana United (Malaysia)
  • Nafeeza Ayasha Nori - PSSI Jawa Barat
  • Shifana Rizka Nadhifa - PSSI Jawa Timur
  • Katarina Stalin - Kansas City Athletics (Amerika Serikat)

Penyerang

  • Marsela Yuliana Awi - Toli FC
  • Isabel Nottet - Hera United (Belanda)
  • Claudia Alexandra Scheunemann - FC Utrecht (Belanda)
  • Isa Warps - VFR Weyerbyen (Jerman)
  • Estella Loupattij - Women Torres Calcio (Italia)
  • Ajeng Sri Handayani - Persib Putri
  • Diva Aulia Putri - PSSI Jawa Barat
  • Ayunda Dwi Anggraini - PSSI Jawa Timur
  • Sheva Imut Fanyzcha - PSSI D.K. Jakarta
  • Aulia Al Mahburoh - PSSI Lampung

Tiket Terjangkau untuk Dukung Garuda Pertiwi

Dua pertandingan uji coba Timnas Putri Indonesia melawan Nepal pada 26 November 2025 dan Tiongkok Taipei pada 29 November 2025 akan menjadi ajang penting untuk mengukur kesiapan tim jelang SEA Games 2025. Seluruh pertandingan akan dimulai pukul 19.30 WIB di Stadion Maguwoharjo.

PSSI berkomitmen untuk memberikan akses yang mudah bagi para penggemar untuk mendukung langsung timnas. Penjualan tiket akan dimulai pada Rabu, 12 November 2025, melalui platform livin by Mandiri dengan tautan bmri.id/TimnasMandiri. Selain itu, tiket juga dapat dibeli melalui website KitaGaruda.id mulai Jumat, 14 November 2025, dengan tautan kitagaruda.id/ticket.

Harga tiket dibanderol sangat terjangkau, mulai dari Rp 25.000,00 hingga Rp 50.000,00, dibagi dalam empat kategori: Mandiri Garuda West, Freeport Garuda East, Indomilk Garuda South, dan Aqua Garuda North.

Untuk pembelian tiket, setiap penonton wajib memiliki akun Garuda ID. Sebagai apresiasi tambahan, seluruh pembeli tiket resmi akan mendapatkan jaminan perlindungan asuransi. PSSI sangat menghimbau para suporter untuk membeli tiket secara online demi menghindari calo, yang dapat menimbulkan harga lebih mahal dan keraguan terhadap keaslian tiket.

Jadwal Lengkap FIFA Women's Matchday Indonesia:

  • 26 November 2025 Indonesia vs Nepal Pukul: 19.30 WIB Lokasi: Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta

  • 29 November 2025 Indonesia vs Taiwan Pukul: 19.30 WIB Lokasi: Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta

Drama China (Drachin) telah menjelma menjadi fenomena global, menarik jutaan penonton dengan keragaman genre dan narasi yang memikat. Mulai dari kisah romantis yang ringan hingga alur cerita kompleks yang menguras emosi, selalu ada sesuatu untuk setiap selera. Namun, beberapa drachin memiliki kualitas istimewa yang membuatnya layak untuk ditonton berulang kali. Kualitas ini sering kali terletak pada cerita yang kuat dan mendalam, chemistry luar biasa antara para pemeran, atau detail-detail plot tersembunyi yang baru terungkap pada tontonan kedua. Perpaduan antara narasi yang kaya, visual yang memanjakan mata, dan kemudahan akses menjadikan drama China tontonan yang sulit untuk dilewatkan. Berikut adalah lima rekomendasi drama China yang sangat direkomendasikan untuk ditonton ulang.

1. Hidden Love

Drama romantis ini mengisahkan perjalanan cinta Sang Zhi (diperankan oleh Zhao Lusi), seorang gadis yang jatuh hati pada Duan Jia Xu (Chen Zheyuan), kakak dari teman dekatnya. Sejak Sang Zhi masih duduk di bangku SMP kelas dua, Duan Jia Xu sudah sering terlihat bermain game di kamar kakaknya. Terdapat perbedaan usia yang cukup signifikan antara keduanya, sekitar tujuh tahun. Sayangnya, hubungan mereka terputus karena suatu alasan yang membuat mereka kehilangan kontak.

Bertahun-tahun kemudian, takdir kembali mempertemukan mereka. Sang Zhi berhasil diterima di universitas yang berlokasi di kota yang sama dengan Duan Jia Xu. Pertemuan kembali ini menjadi awal dari kedekatan yang semakin erat, menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya. Perkembangan hubungan mereka terasa alami dan menyentuh, membuat penonton ikut merasakan setiap momen manis dan degup jantung yang berdebar.

2. The Best Thing

Dalam drama ini, kita diperkenalkan pada Shen Xi Fan (Xu Ruohan), seorang manajer kamar hotel yang memiliki dedikasi luar biasa terhadap pekerjaannya. Intensitas pekerjaan yang tinggi membuatnya menderita insomnia dan migrain. Dalam usahanya mencari pengobatan, ia bertemu dengan He Su Ye (Zhang Linghe), seorang dokter pengobatan Tiongkok yang tampan dan berhati lembut.

Awalnya, hubungan mereka hanya sebatas dokter-pasien. Namun, kesibukan Shen Xi Fan sering kali membuatnya lupa minum obat, yang justru membuat He Su Ye khawatir. Takdir kemudian mempertemukan mereka secara tak terduga dalam komunitas yang sama, membuka pintu bagi tumbuhnya perasaan romantis.

Meskipun Shen Xi Fan berhati-hati karena pengalaman cinta pertamanya yang gagal, dan He Su Ye yang menutup hatinya setelah ditinggalkan oleh cinta sejatinya, perlahan namun pasti, kedekatan mereka semakin terasa. Interaksi yang awalnya canggung berubah menjadi pemahaman yang mendalam. He Su Ye mulai memahami arti cinta yang sesungguhnya dan bertekad untuk mengejar Shen Xi Fan. Kegigihan He Su Ye dalam bidang pengobatan tradisional Tiongkok juga menginspirasi Shen Xi Fan untuk mengenali dirinya sendiri dan menemukan pasangan hidup yang paling cocok.

3. The First Frost

Kisah drama ini dimulai ketika Wen Yi Fan (Zhang Ruonan), seorang reporter, mengunjungi sebuah bar bernama Jia Ban untuk bertemu dengan sahabatnya, Zhong Si Qiao (Zhang Miaoyi). Di bar tersebut, Yi Fan secara tak terduga bertemu kembali dengan Sang Yan (Bai Jingting), seorang manajer departemen dan salah satu pemilik Jia Ban. Sang Yan ternyata adalah teman sebangku Yi Fan saat SMA dan pria yang pernah ia cintai.

Meskipun telah bertahun-tahun berpisah, keduanya memilih untuk berpura-pura tidak saling mengenal. Namun, serangkaian kejadian yang tak terduga justru membuat mereka tanpa sengaja harus tinggal serumah. Situasi ini menjadi katalis bagi mereka untuk mendamaikan cinta yang sempat terpendam dan kembali merajut kisah asmara mereka.

4. Ski into Love

Drama ini patut masuk dalam daftar tontonan ulang karena ceritanya yang unik dan menyegarkan. Wei Zhi (diperankan oleh Esther Yu), seorang seniman manga, terpaksa kehilangan nama pena dan hak ciptanya akibat sebuah skandal. Untuk memulai hidup baru, ia beralih ke dunia ski. Di Beishan Snow Resort, takdir mempertemukannya dengan Shan Chong (Lin Yi), seorang mantan pemain snowboard yang kini menjadi pelatih.

Dedikasi Wei Zhi dalam latihan ski dan hubungan yang terjalin dengan Shan Chong mulai memunculkan perasaan romantis di antara mereka. Terinspirasi oleh semangat Wei Zhi, Shan Chong pun termotivasi untuk kembali berlatih, berusaha membangkitkan kembali kecintaannya pada olahraga seluncur salju. Dinamika hubungan mereka yang berkembang di tengah tantangan olahraga musim dingin ini sangat menarik untuk disaksikan.

5. Put Your Head on My Shoulder

Menjelang kelulusan, Si Tu Mo (Xing Fei), seorang mahasiswi akuntansi yang sedang merencanakan masa depannya, bertemu dengan Gu Wei Yi (Lin Yi), seorang mahasiswa fisika jenius. Pertemuan ini secara drastis mengubah rutinitas hariannya. Si Tu Mo, yang terbiasa hidup dengan rencana matang, merasa bingung dan ragu dalam menentukan langkah selanjutnya.

Karena adanya penggabungan distrik sekolah, Gu Wei Yi secara tak terduga memasuki kehidupannya. Awalnya sering terjadi bentrokan di antara mereka, tanpa disadari benih-benih cinta mulai tumbuh. Kejutan terbesar datang ketika mereka secara tidak sengaja harus tinggal bersama. Drama ini menyajikan kisah romansa yang manis dan relatable tentang bagaimana dua individu yang berbeda dapat menemukan kecocokan dan cinta di tempat yang tak terduga.

Kelima drama China ini menawarkan lebih dari sekadar hiburan; mereka menyajikan cerita yang mendalam, karakter yang kuat, dan momen-momen yang tak terlupakan, menjadikannya pilihan sempurna untuk dinikmati kembali.

medkomsubangnetwork - Ramalan Tahun Kuda Api 2026 membawa kabar gembira bagi sejumlah shio yang beruntung. 

Menurut astrologi, ramalan Tahun Kuda Api 2026 akan membawa kesuksesan dan kelimpahan untuk sejumlah shio. 

Ya, percikan kecil yang muncul dari perubahan energi kosmis telah membawa tanda-tanda baru bagi kehidupan di Tahun Kuda Api 2026. 

Momen seperti ini, kerap terasa ketika pergantian unsur dan siklus dalam astrologi Tiongkok mendatangkan gelombang besar keberuntungan. 

Review 5 Mobil Mungil Second Harga 40 Jutaan, Cocok untuk Ibu Rumah Tangga

PR GAYO - Mencari mobil second dengan budget terbatas, khususnya untuk para ibu rumah tangga, bukanlah hal yang mustahil.

Dengan kisaran harga 40 jutaan, kamu sudah bisa mendapatkan mobil mungil yang irit, mudah dikendarai, dan praktis untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Mobil jenis ini biasanya dikenal dengan sebutan "city car" atau "LCGC" (Low Cost Green Car) yang ideal untuk antar-jemput anak, belanja ke pasar, atau sekadar mobilitas dalam kota.

Berikut adalah 5 rekomendasi mobil mungil second harga 40 jutaan yang sangat cocok untuk ibu rumah tangga.

  1. Daihatsu Sirion (Generasi Pertama)

Sekilas Tentang Mobil:

Daihatsu Sirion generasi pertama (tahun 2004-2007) adalah pilihan yang stylish dan tangguh.

Meski usianya sudah cukup tua, desainnya masih terlihat gagah dan tidak ketinggalan zaman.

Kelebihan:

  • Mesin Handal: Dilengkapi dengan mesin 1.0L atau 1.3L yang irit bahan bakar dan perawatannya mudah.
  • Nyaman dan Luas: Kabinnya cukup lega untuk keluarga kecil, bahkan bagasi bisa memuat barang belanjaan atau stroller.
  • Fitur Cukup Lengkap: Untuk masanya, Sirion sudah memiliki power steering, AC dingin, dan audio yang baik.

Kekurangan:

  • Usia Sudah Tua: Perlu pemeriksaan menyeluruh terhadap bagian-bagian yang rentan karena usia, seperti komponen karet dan underbody.
  • Ketersediaan Suku Cadang: Beberapa part tertentu mungkin lebih sulit dicari dibandingkan Toyota.
  • Kisaran Harga Second: Rp 35 - 45 Juta

Kata Kunci Pencarian: Daihatsu Sirion 40 jutaan, city car second tangguh, mobil mungil keluarga

  1. Chevrolet Spark (Generasi Pertama)

Sekilas Tentang Mobil:

Chevrolet Spark (atau sebelumnya dikenal sebagai Daewoo Matiz) adalah ikon mobil mungil dengan desain yang unik dan compact. Mobil ini sangat lincah dan mudah diparkir di ruang sempit.

Kelebihan:

  • Sangat Irit: Konsumsi BBM-nya sangat irit, cocok untuk pemakaian harian dalam kota.
  • Mudah Dikendarai: Ukurannya yang mini membuatnya sangat lincah dan mudah bermanuver.
  • Harga Terjangkau: Biaya perawatan dan pajaknya relatif murah.

Kekurangan:

  • Tenaga Terbatas: Mesin 800cc-nya kurang bertenaga untuk jalan menanjak atau muatan penuh.
  • Ruang Kabin Sempit: Cocok untuk 2 orang dewasa dan 2 anak, kurang nyaman untuk perjalanan jauh.
  • Kisaran Harga Second: Rp 30 - 42 Juta

Kata Kunci Pencarian: Chevrolet Spark murah, mobil mini irit bbm, mobil untuk ibu-ibu

  1. Suzuki Karimun Estilo

Sekilas Tentang Mobil:

Suzuki Karimun Estilo hadir dengan desain yang unik dan modern. Mobil ini menggabungkan keiritan dan kepraktisan dalam satu paket yang menarik.

Kelebihan:

  • Desain Modern: Tampilannya masih terlihat fresh dan tidak ketinggalan zaman.
  • Transmisi Otomatis: Banyak varian yang sudah menggunakan transmisi otomatis (AGS), membuatnya sangat nyaman untuk ibu rumah tangga yang enggan gigitan kopling.
  • Fitur Keamanan: Sudah dilengkapi dengan ABS dan dual SRS airbag pada varian tertentu, yang jarang ditemui di kelasnya.

Kekurangan:

  • Ground Clearance Rendah: Agak mudah menyangkut di jalan yang tidak rata atau polisi tidur yang tinggi.
  • Bagasi Kecil: Ruang bagasinya terbatas, cocok untuk barang belanjaan harian, bukan untuk koper besar.
  • Kisaran Harga Second: Rp 38 - 48 Juta

Kata Kunci Pencarian: Suzuki Karimun Estilo matic, mobil mungil auto, mobil second 40 jutaan nyaman

  1. Nissan March/Micra K11

Sekilas Tentang Mobil:

Nissan March (K11) adalah salah satu legenda city car yang sangat populer di masanya. Mobil ini dikenal dengan kehandalan mesinnya yang luar biasa.

Kelebihan:

  • Mesin Sangat Awet: Mesin 1.0L dan 1.3L-nya terkenal "bandel" dan jarang rusak jika dirawat dengan baik.
  • Suku Cadang Murah dan Melimpah: Karena populer, suku cadangnya sangat mudah ditemukan dengan harga terjangkau.
  • Nilai Jual Kembali Baik: Meski tua, mobil ini masih banyak dicari sehingga nilai jualnya tetap stabil.

Kekurangan:

  • Desain Klasik: Tampilannya jelas menunjukkan bahwa ini adalah mobil era 90-an.
  • Fitur Dasar: Hanya memiliki fitur-fitur dasar, jangan berharap ada teknologi canggih.
  • Kisaran Harga Second: Rp 35 - 45 Juta

Kata Kunci Pencarian: Nissan March K11 second, mobil tua awet, mobil second irit dan tangguh

  1. Toyota Agya (Generasi Pertama, Tahun Awal)

Sekilas Tentang Mobil:

Toyota Agya adalah salah satu LCGC yang paling sukses di Indonesia. Untuk budget 40 jutaan, kamu mungkin bisa mendapatkan unit tahun-tahun awal (2013-2014) dengan kondisi yang masih baik.

Kelebihan:

  • Ikon Keandalan Toyota: Dikenal dengan mesin yang irit dan reliabilitas tinggi.
  • Suku Cadang Paling Mudah: Sebagai produk Toyota, ketersediaan suku cadangnya tidak perlu diragukan lagi.
  • Ruang yang Cukup: Meski mungil, kabinnya dirancang efisien sehingga cukup nyaman untuk 4 penumpang.

Kekurangan:

  • Harga Lebih Tinggi: Di kelasnya, Agya cenderung memiliki harga jual kembali yang lebih tinggi, sehingga di budget 40 jutaan, pilihannya mungkin unit dengan tahun lebih tua atau kondisi yang perlu sedikit perbaikan.
  • Fitur Minimalis: Sebagai LCGC, fiturnya sangat dasar.
  • Kisaran Harga Second: Rp 40 - 50 Juta (untuk unit tahun awal)
  • Kata Kunci Pencarian: Toyota Agya second murah, LCGC second 40 jutaan, mobil keluarga irit second

Tips Memilih Mobil Second untuk Ibu Rumah Tangga

Sebelum memutuskan membeli, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Prioritaskan Keamanan dan Kenyamanan: Pilih mobil dengan fitur keselamatan minimal ABS (jika ada) dan kondisi AC yang masih dingin.
  • Pilih Transmisi Matic: Untuk kemudahan berkendara di kota yang macet, transmisi matic adalah pilihan terbaik bagi ibu rumah tangga.
  • Cek Riwayat Perawatan: Mobil dengan buku service yang lengkap biasanya lebih terawat.
  • Inspect Kondisi Mesin dan Body: Bawa mobil ke bengkel langganan atau montir tepercaya untuk dilakukan pengecekan pra-beli.
  • Test Drive: Rasakan sendiri kenyamanan berkendara, respons setir, dan kondisi rem.

Memiliki mobil second dengan budget 40 jutaan untuk menunjang aktivitas sebagai ibu rumah tangga sangatlah mungkin.

Pilihan seperti Daihatsu Sirion, Chevrolet Spark, Suzuki Karimun Estilo, Nissan March, atau Toyota Agya tahun awal, menawarkan kombinasi yang tepat antara keiritan, kepraktisan, dan keandalan.

Lakukan pemeriksaan dengan teliti dan pilihlah mobil yang paling sesuai dengan kebutuhan serta memberikan feeling terbaik saat kamu mengemudikannya.

Semoga bermanfaat!***

PLN Semarang Sabet Emas di Contact Center World

PLN Raih Pengakuan Internasional Atas Layanan Pelanggan Unggul

PT PLN (Persero) kembali menorehkan tinta emas di kancah internasional. Kali ini, prestasi membanggakan diraih dalam ajang Contact Center World – Asia Pacific (CCW-APAC) 2025 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali. Unit layanan PLN 123 Site Semarang berhasil menyabet empat penghargaan emas (Gold Award) dari total delapan penghargaan emas yang diraih PLN.

Pencapaian gemilang ini semakin mengukuhkan posisi PLN sebagai perusahaan penyedia layanan kelistrikan berkelas dunia yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan inovasi digital. Selama periode 2021 hingga 2025, PLN secara konsisten meraih prestasi dalam kompetisi contact center tingkat dunia.

Keberhasilan PLN meraih delapan medali emas sekaligus merupakan bukti nyata komitmen perusahaan untuk menempatkan pelanggan sebagai fokus utama dalam transformasi bisnis. Prestasi ini bukan sekadar pengakuan atas kinerja, tetapi juga mencerminkan konsistensi PLN dalam menerapkan operasional berbasis data dan digitalisasi layanan. Selain itu, PLN terus membangun hubungan emosional yang kuat dengan pelanggan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, telepon, aplikasi, dan kampanye edukatif.

Apresiasi dari Manajemen PLN

General Manager PLN UID Jawa Tengah & DIY, Sugeng Widodo, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian luar biasa tim PLN 123, khususnya Site Semarang. Beliau menekankan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, kolaborasi yang solid, dan semangat melayani yang tinggi dari seluruh karyawan PLN. "Site Semarang telah membuktikan kapasitasnya sebagai pilar penting layanan pelanggan PLN, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kedepannya, kami akan terus menjaga semangat ini agar pelayanan kepada masyarakat semakin prima, adaptif, dan inovatif," ujar Sugeng Widodo.

Testimoni Para Pemenang

Putri Indah Sukmawati, peraih dua penghargaan emas untuk kategori Best Digital Transformation dan Best Contact Center dari PLN 123 Site Semarang, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mewakili PLN dan Indonesia. "Kompetisi ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga merupakan platform untuk berbagi praktik terbaik dan membangun reputasi Indonesia di mata dunia. Saya bangga bisa menunjukkan bahwa anak bangsa mampu bersaing dan bahkan unggul di antara negara-negara lain dalam pelayanan pelanggan," ungkap Putri Indah.

Pradana Prasetyo, pemenang lainnya dari Site Semarang, meraih dua penghargaan emas untuk kategori Best Social Media dan Best Green Contact Center. Pradana Prasetyo menekankan pentingnya pendekatan digital dan keberlanjutan dalam pengelolaan layanan. "Kami terus mengembangkan strategi komunikasi melalui media sosial untuk mendekatkan PLN dengan masyarakat. Selain itu, kami juga menjalankan inisiatif layanan ramah lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kami," jelas Pradana Prasetyo.

Melangkah ke Ajang Global

Selanjutnya, PLN akan melanjutkan kiprahnya ke ajang Contact Center World Global yang akan diselenggarakan pada Oktober 2025. PLN akan berkompetisi dengan para pemenang regional dari kawasan Amerika dan Eropa. Momentum ini menjadi pijakan bagi PLN untuk terus mengharumkan nama Indonesia di panggung global sebagai penyedia layanan pelanggan terbaik dan terpercaya.

Dengan semangat transformasi dan inovasi yang berkelanjutan, PLN terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik yang mudah, cepat, dan andal bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Contact Center World Awards: Kompetisi Bergengsi Tingkat Dunia

Ajang Contact Center World Awards adalah kompetisi global bergengsi yang diikuti oleh ribuan profesional dari lebih dari 80 negara. Diselenggarakan oleh Contact Center World, sebuah asosiasi contact center internasional, kompetisi ini memberikan apresiasi atas pencapaian luar biasa dalam pengelolaan layanan pelanggan, inovasi digital, efisiensi operasional, dan transformasi teknologi dalam industri contact center.

Proses seleksi dilakukan secara ketat, mulai dari presentasi praktik terbaik, benchmarking lintas negara, hingga penjurian independen oleh panel global. Penghargaan ini diakui sebagai tolok ukur standar pelayanan kelas dunia.

Daftar Penghargaan yang Diraih PLN di CCW-APAC 2025:

Berikut adalah daftar lengkap penghargaan yang berhasil diraih PLN dalam ajang regional Asia Pasifik tahun ini:

  • Best Public Service: Maria Margareta (Jakarta Voice) - Emas
  • Best Social Media: Pradana Prasetyo Budi Wibowo (Semarang Digital) - Emas
  • Best Digital Transformation: Putri Indah Sukmawati (Semarang Voice) - Emas
  • Best Contact Center: Putri Indah Sukmawati (Semarang Voice) - Emas
  • Best Customer Services: Verdiana Indah Pratama (Bali Voice) - Emas
  • Best Sales Campaign: Maria Margareta (Jakarta Voice) - Emas
  • Best Green Contact Center: Pradana Prasetyo Budi Wibowo (Semarang Digital) - Emas
  • Best Outbound Campaign: Verdiana Indah Pratama (Bali Voice) - Emas

Dengan raihan prestasi ini, PLN semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan yang terbaik bagi seluruh pelanggan di Indonesia. PLN berkomitmen untuk menjadi perusahaan kelistrikan yang modern, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

- Timnas U23 Malaysia kalah dalam laga uji coba sebelum menghadapi Timnas U23 Indonesia di babak grup Piala AFF U23 2025.

Ya, Timnas U23 Indonesia akan berada di grup A babak penyisihan bersama dengan Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Pertandingan Timnas U23 Indonesia melawan Malaysia akan berlangsung pada akhir fase grup, yaitu pada tanggal 21 Juli 2025 mendatang.

Maka diperkirakan, Timnas Indonesia dan Malaysia akan bersaing untuk mendapatkan tiket ke semifinal sebagai pemimpin klasemen grup A.

Karena hanya pemenang grup yang akan secara otomatis melaju ke babak semifinal.

Sementara itu, posisi kedua akan bersaing memperebutkan gelar juara kedua dari antara Grup A, B, dan C.

Piala AFF U23 akan digelar pada tanggal 15 hingga 29 Juli 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno serta Patriot Candrabhaga.

Menuju kompetisi tersebut, lawan terberat Timnas U23 Indonesia, yaitu Malaysia, sedang intensif melakukan Pemusatan Latihan (TC).

Anak harimau Malaysia juga telah mengikuti total 3 kali pertandingan uji coba.

Akibatnya, Malaysia berhasil mengalahkan dua lawannya tersebut.

Pertama, pertandingan melawan tim kasta utama Liga Malaysia, Polis Di Raja Malaysia FA (PDRM FC), berakhir dengan kemenangan 1-0, pada Minggu (6/7/2025).

Kemudian dalam pertandingan kedua melawan Melaka FC, Malaysia meraih kemenangan yang lebih besar dengan skor 4-1, Selasa (8/7/2025) kemarin.

Namun dalam pertandingan uji coba terakhir, giliran Malaysia yang kalah dari lawannya.

Kali ini Tim Harimau Malaya kalah dari Negeri Sembilan FC dengan skor 0-1, pada hari Jumat (11/7/2025) kemarin.

Namun demikian, hasil yang dicatatkan Malaysia dalam tiga pertandingan uji terakhir tetap memberikan angka positif bagi tim yang dilatih oleh Nafuzi Zain.

Meskipun mengalami kekalahan dalam pertandingan terakhir, pola permainan Harimau Malaya mulai terbentuk setelah memulai latihan dengan 30 pemain pada 1 Juli 2025.

Setelah menyelesaikan pertandingan uji coba, Timnas Malaysia siap menghadapi laga pembuka Piala AFF U23 melawan Filipina, Selasa (15/7/2025).

Di sisi lain, Timnas U23 Indonesia yang dilatih oleh Gerald Vanenburg sedang melakukan persiapan melalui sesi pemusatan latihan di Jakarta.

Awalnya, Gerald Vanenburg mengundang 30 pemain untuk pemusatan latihan Piala AFF U23.

Namun pada 23 Juni 2025, jumlah pemain dalam skuad Timnas U23 Indonesia berkurang menjadi 28 orang.

Pencoretan ini dilakukan guna mengurangi jumlah kiper, yakni Husna Al Malik dari Persik dan Putra Sheva Sanggasi dari Persib.

Kemudian, Gerald Vanenburg masih harus menghapus 5 pemain lagi agar sesuai dengan aturan (23 pemain).

Timnas U23 Indonesia terdiri dari gabungan pemain lokal dan naturalisasi yang merupakan lulusan tim senior Piala AFF, Desember 2024.

Garuda Muda memiliki pilihan pemain seperti Jens Raven, Dony Tri Pamungkas, serta Kadek Arel Priyatna.

Jadwal Timnas U23 Indonesia dalam Piala AFF U23 2025

Selasa, 15 Juli 2025 | SUGBK

20.00 WIB: Timnas U23 Indonesia melawan Brunei Darussalam

Jumat, 18 Juli 2025 | SUGBK

20.00 WIB: Filipina vs Timnas U23 Indonesia

Selasa, 22 Juli 2025 | SUGBK

20.00 WIB: Timnas U23 Indonesia menghadapi Malaysia

Daftar Atlet Timnas U23 Indonesia

Penjaga Gawang

Cahya Supriadi (PSIM)

Daffa Fasya (Borneo FC)

Erlangga Setyo (PSPS Pekanbaru)

Muhammad Ardiansyah (PSM)

Bek

Kadek Arel Priyatna (Bali United)

Muhammad Ferrari (Tanpa klub)

Rahmat Syawal (PSIS)

Alfhafrezzi Buffon (Borneo)

Brandon Scheunemann (Arema FC)

Ahmad Maulana (Arema)

Kakang Rudianto (Persib)

Frengky Missa (Bhayangkara FC)

Mikael A. Tata (Persebaya)

Gelandang

Rivaldo E. Pakpahan (Borneo)

Roby Darwis (Persib)

Toni Firmansyah (Persebaya)

Muhammad R. Hannan (Persija)

Dony Tri Pamungkas (Persija)

Yardan Yafi (Persita)

Arkhan Fikri (Arema)

Penyerang

Victor Dethan (PSM)

Althaf Indie Alrizky (Persis)

Hokky Caraka (PSS)

Jens Raven (Dordrecht)

Dominikus Dion (PSS)

Firman Juliansyah (Semen Padang)

Rahmat Arjuna Reski (Bali)

Ahmad Wadil (Malut)

Pelaksanaan Grup Piala AFF U23 2025

Grup A

Brunei, Timnas U23 Indonesia, Malaysia, Filipina

Grup B

Kamboja, Laos, Vietnam

Grup C

Myanmar, Thailand, Timor Leste

(/Bayu Panegak)

Diberdayakan oleh Blogger.