Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Ringkasan Berita:
  • Nur Handayani, perajin tas anyaman asal Desa Sepat, Masaran, Sragen, telah mengembangkan usaha sejak tahun 2000 dengan bahan tali strapping.
  • Produknya kini diekspor ke tujuh negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Belanda, Australia, dan Singapura, dengan ribuan pesanan per bulan.
  • Selain tas, Nur juga memproduksi sepatu dan sandal anyaman, dengan pasar ekspor rutin terutama ke Jepang, Korea, dan Hongkong.
 

Laporan Wartawan medkomsubangnetwork,, Septiana Ayu Lestari

medkomsubangnetwork,, SRAGEN -Nur Handayani tengah fokus menganyam sebuah tas berwarna biru saat medkomsubangnetwork,berkunjung ke kediamannya di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jumat (2/1/2026).

Ia duduk dengan bersandar di tumpukan tali strapping yang menjadi bahan baku pembuatan tas anyaman.

Kedua tangannya sangat lihai menganyam, sehinga dalam waktu sekejap, tas berukuran kecil yang akan dikirim ke Jepang itu hampir jadi.

Di rumah produksinya itu ia tidak sendiri, juga ada dua karyawan yang lain, yang mana salah satunya sedang memotong tali strapping, sementara yang satu memilah-milah tali strapping.

Di ruangan itu juga penuh dengan tas-tas anyaman berbagai warna dan bentuk, yang sudah siap kirim.

Di ruang sebelah ada 3 karyawan, yang membuat tiga jenis tas anyaman berbeda.

Kemudian, Nur memperlihatkan koleksi tas anyaman berbagai bentuk dan warna miliknya.

Tali strapping ada yang dipadukan dengan bahan kulit, ada tas berwarna hitam putih yang dibuat seperti rajutan, juga ada tas perpaduan coklat dan hitam terdapat motif persegi panjang, yang kata Nur merupakan pesanan dari Australia.

Tak hanya tas, Nur juga menunjukkan sepatu dan sandal buatannya yang dipadukan dengan anyaman tali strapping, yang begitu unik.

Tembus 7 Negara

Ibu dua anak ini menceritakan jika usaha tas anyaman yang diberi nama bandar Azalea itu ia mulai sejak tahun 2000.

Kini, usaha terus berkembang dan kerajinan yang dikerjakan oleh emak-emak ini telah masuk pasar Korea Selatan, Jepang, Belanda, Australia, Singapura, hingga Turki.

"Kalau yang ekspor sudah ke 7 negara, kalau yang lokalan sudah ke seluruh Indonesia, diekspor ke Jepang, Australia, Denmark, Singapura, Belanda, Malaysia, Hongkong, ekspor pertama itu ke Belanda," kata Nur kepada medkomsubangnetwork,, Jumat (2/1/2026).

Ia menceritakan setelah merintis usaha tas anyaman, ia didatangi temannya dan mengajak agar hasil karyanya itu diekspor keluar negeri.

"Awalnya tahu-tahu ada teman datang, ngajak untuk diekspor, awalnya Belanda tidak mau, karena katanya susah buang limbahnya, diekspor bareng produk rotan untuk memenuhi kuota, itu nyoba tas anyaman," jelasnya.

"Sudah diekspor ke Belanda sejak tahun 2016 atau 2017, sekarang ekspor ke Belanda sudah tidak banyak, yang banyak itu Jepang ke 7 kota," sambungnya.

Nur menuturkan produk yang diekspor ke Jepang ada bermacam-macam, kebanyakan tas belanja dan juga barang custom.

"Kalau di Tokyo ada aktivis perlindungan orang utan, kalau beli tas saya satu, nanti ditanam 1 pohon untuk reboisasi, jadi aktivis di Tokyo," terangnya.

Menurutnya, tas anyaman yang paling banyak diekspor ke Korea Selatan adalah tas jali-jali.

"Kalau ke Korea per bulan minimal 300 jali-jali, kalau ke Nagoya itu minimal 4.000 tas perbulan," singkatnya.

"Ekspor ke Jepang sudah lama, sudah sebelum corona tahun 2019, kalau ke Turki pernah tapi tidak bianyak, terus berhenti, yang rutin itu Jepang, Korea, Hongkong rutin tiap minggu ada," pungkasnya. (*)

(*)

Kepercayaan diri adalah aset tak ternilai yang sering kali terpancar bahkan sebelum kata-kata terucap. Dalam hitungan menit pertama sebuah pertemuan, bahasa tubuh, intonasi suara, bahkan respons-respons kecil dapat memberikan gambaran mendalam mengenai bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri. Psikologi modern telah mengidentifikasi pola-pola perilaku tertentu yang cenderung muncul secara spontan pada individu dengan tingkat kepercayaan diri rendah. Tanda-tanda ini mungkin tidak disadari oleh pelakunya sendiri, namun cukup mudah dikenali oleh pengamat yang jeli.

Memahami indikator-indikator ini bukan bertujuan untuk menghakimi, melainkan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika interaksi sosial dan bagaimana membangun hubungan yang lebih otentik. Berikut adalah delapan ciri yang kerap terlihat dalam lima menit pertama saat berinteraksi dengan pria yang menunjukkan indikasi kepercayaan diri yang rendah:

1. Frekuensi Permintaan Maaf yang Berlebihan

Sikap sopan adalah hal yang terpuji, namun ketika permintaan maaf diucapkan secara berlebihan, hal tersebut dapat menjadi sinyal kuat adanya masalah kepercayaan diri. Individu dengan self-esteem rendah cenderung mudah meminta maaf, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele. Ini bisa berupa penyampaian pendapat, mengajukan pertanyaan, atau sekadar hadir dalam sebuah percakapan. Secara psikologis, kebiasaan ini muncul dari ketakutan mendalam akan dianggap sebagai beban, merepotkan, atau tidak memiliki hak untuk mengambil ruang dalam interaksi sosial. Mereka merasa perlu terus-menerus meminta izin untuk eksis.

2. Bahasa Tubuh yang Mengisyaratkan Ketidaknyamanan

Perhatikan posisi tubuhnya. Bahu yang membungkuk, lengan yang disilangkan di depan dada, kontak mata yang minim, atau tubuh yang cenderung menjauh saat berbicara merupakan tanda-tanda bahasa tubuh yang tertutup. Psikologi menyebut ini sebagai mekanisme pertahanan diri. Tubuh secara tidak sadar berusaha untuk “mengecilkan diri” dan menjadi kurang terlihat, sebagai respons terhadap perasaan internal yang tidak aman atau rentan. Postur tubuh yang terbuka dan rileks seringkali diasosiasikan dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi.

3. Kebutuhan Konstan untuk Validasi Eksternal

Kalimat-kalimat seperti, "Menurut kamu, itu bagus nggak, ya?" atau "Aku salah ngomong gitu nggak sih?" sering kali terlontar dari bibirnya. Ia tampak sangat membutuhkan persetujuan dari orang lain untuk merasa aman dan yakin dengan tindakannya atau perkataannya. Ketergantungan pada validasi eksternal ini biasanya berakar dari pengalaman masa lalu, di mana apresiasi dan penguatan positif jarang ia terima. Akibatnya, ia terus mencari validasi dari luar untuk mengisi kekosongan rasa percaya diri.

4. Kecenderungan Merendahkan Diri Sendiri Terlebih Dahulu

Pria dengan kepercayaan diri rendah sering kali melontarkan candaan yang merendahkan dirinya sendiri. Topik-topik seperti kemampuan, penampilan fisik, atau kecerdasan bisa menjadi sasaran lelucon tersebut. Tindakan ini berfungsi sebagai semacam tameng emosional. Dengan mengkritik diri sendiri terlebih dahulu, ia berharap dapat mengurangi rasa sakit jika orang lain melakukan hal yang serupa. Ironisnya, kebiasaan ini justru memperkuat citra negatif yang sudah tertanam dalam benaknya, menciptakan lingkaran setan.

5. Kesulitan Menerima Pujian

Ketika menerima pujian yang tulus, respons yang sering muncul adalah penolakan atau pengalihan topik. Pujian seperti, "Kamu hebat sekali!" mungkin akan dibalas dengan, "Ah, itu cuma kebetulan saja kok," atau "Sebenarnya masih banyak orang lain yang lebih jago dari saya." Secara psikologis, hal ini terjadi karena pujian tersebut bertabrakan dengan keyakinan negatif yang sudah tertanam kuat dalam pikirannya. Ia sulit mempercayai bahwa ia memang layak menerima pujian tersebut.

6. Sikap Selalu Mengiyakan Pendapat Orang Lain

Kemungkinan besar, ia jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah, menyampaikan pendapat yang berbeda. Semua usulan dan gagasan dari orang lain disetujui tanpa banyak pertimbangan. Sikap yang terlalu setuju ini bukanlah tanda fleksibilitas yang positif, melainkan cerminan dari ketakutan mendalam akan konflik dan penolakan. Bagi sebagian individu, menyetujui segala sesuatu menjadi cara mereka untuk bertahan secara emosional dalam sebuah interaksi sosial.

7. Nada Bicara yang Pelan dan Penuh Keraguan

Nada suara seringkali meredup di akhir kalimat, seolah setiap pernyataan berubah menjadi sebuah pertanyaan yang membutuhkan konfirmasi. Volume suara yang rendah, kebiasaan berdeham, atau kesulitan berbicara dengan tegas meskipun dalam situasi yang santai, semuanya merupakan indikator. Pola bicara seperti ini mencerminkan ketidakpastian internal dan kebutuhan akan persetujuan dari lawan bicara. Ia merasa suaranya tidak cukup kuat atau penting untuk didengar.

8. Pola Berbagi Informasi yang Ekstrem

Ada dua kutub ekstrem yang sering muncul dalam berbagi informasi. Pertama, ia cenderung menceritakan kisah hidupnya secara berlebihan dalam waktu yang sangat singkat, seolah ingin segera membangun kedekatan atau mencari simpati. Kedua, ia justru menutup diri sepenuhnya, hampir tidak membagikan apa pun tentang dirinya. Keduanya berakar dari ketakutan akan koneksi yang tulus dan mendalam. Kepercayaan diri yang sehat memungkinkan seseorang untuk berbagi informasi secara bertahap, proporsional, dan sesuai dengan tingkat keintiman yang terbangun.

Kepercayaan diri adalah aset tak ternilai yang sering kali terpancar bahkan sebelum kata-kata terucap. Dalam hitungan menit pertama sebuah pertemuan, bahasa tubuh, intonasi suara, bahkan respons-respons kecil dapat memberikan gambaran mendalam mengenai bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri. Psikologi modern telah mengidentifikasi pola-pola perilaku tertentu yang cenderung muncul secara spontan pada individu dengan tingkat kepercayaan diri rendah. Tanda-tanda ini mungkin tidak disadari oleh pelakunya sendiri, namun cukup mudah dikenali oleh pengamat yang jeli.

Memahami indikator-indikator ini bukan bertujuan untuk menghakimi, melainkan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika interaksi sosial dan bagaimana membangun hubungan yang lebih otentik. Berikut adalah delapan ciri yang kerap terlihat dalam lima menit pertama saat berinteraksi dengan pria yang menunjukkan indikasi kepercayaan diri yang rendah:

1. Frekuensi Permintaan Maaf yang Berlebihan

Sikap sopan adalah hal yang terpuji, namun ketika permintaan maaf diucapkan secara berlebihan, hal tersebut dapat menjadi sinyal kuat adanya masalah kepercayaan diri. Individu dengan self-esteem rendah cenderung mudah meminta maaf, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele. Ini bisa berupa penyampaian pendapat, mengajukan pertanyaan, atau sekadar hadir dalam sebuah percakapan. Secara psikologis, kebiasaan ini muncul dari ketakutan mendalam akan dianggap sebagai beban, merepotkan, atau tidak memiliki hak untuk mengambil ruang dalam interaksi sosial. Mereka merasa perlu terus-menerus meminta izin untuk eksis.

2. Bahasa Tubuh yang Mengisyaratkan Ketidaknyamanan

Perhatikan posisi tubuhnya. Bahu yang membungkuk, lengan yang disilangkan di depan dada, kontak mata yang minim, atau tubuh yang cenderung menjauh saat berbicara merupakan tanda-tanda bahasa tubuh yang tertutup. Psikologi menyebut ini sebagai mekanisme pertahanan diri. Tubuh secara tidak sadar berusaha untuk “mengecilkan diri” dan menjadi kurang terlihat, sebagai respons terhadap perasaan internal yang tidak aman atau rentan. Postur tubuh yang terbuka dan rileks seringkali diasosiasikan dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi.

3. Kebutuhan Konstan untuk Validasi Eksternal

Kalimat-kalimat seperti, "Menurut kamu, itu bagus nggak, ya?" atau "Aku salah ngomong gitu nggak sih?" sering kali terlontar dari bibirnya. Ia tampak sangat membutuhkan persetujuan dari orang lain untuk merasa aman dan yakin dengan tindakannya atau perkataannya. Ketergantungan pada validasi eksternal ini biasanya berakar dari pengalaman masa lalu, di mana apresiasi dan penguatan positif jarang ia terima. Akibatnya, ia terus mencari validasi dari luar untuk mengisi kekosongan rasa percaya diri.

4. Kecenderungan Merendahkan Diri Sendiri Terlebih Dahulu

Pria dengan kepercayaan diri rendah sering kali melontarkan candaan yang merendahkan dirinya sendiri. Topik-topik seperti kemampuan, penampilan fisik, atau kecerdasan bisa menjadi sasaran lelucon tersebut. Tindakan ini berfungsi sebagai semacam tameng emosional. Dengan mengkritik diri sendiri terlebih dahulu, ia berharap dapat mengurangi rasa sakit jika orang lain melakukan hal yang serupa. Ironisnya, kebiasaan ini justru memperkuat citra negatif yang sudah tertanam dalam benaknya, menciptakan lingkaran setan.

5. Kesulitan Menerima Pujian

Ketika menerima pujian yang tulus, respons yang sering muncul adalah penolakan atau pengalihan topik. Pujian seperti, "Kamu hebat sekali!" mungkin akan dibalas dengan, "Ah, itu cuma kebetulan saja kok," atau "Sebenarnya masih banyak orang lain yang lebih jago dari saya." Secara psikologis, hal ini terjadi karena pujian tersebut bertabrakan dengan keyakinan negatif yang sudah tertanam kuat dalam pikirannya. Ia sulit mempercayai bahwa ia memang layak menerima pujian tersebut.

6. Sikap Selalu Mengiyakan Pendapat Orang Lain

Kemungkinan besar, ia jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah, menyampaikan pendapat yang berbeda. Semua usulan dan gagasan dari orang lain disetujui tanpa banyak pertimbangan. Sikap yang terlalu setuju ini bukanlah tanda fleksibilitas yang positif, melainkan cerminan dari ketakutan mendalam akan konflik dan penolakan. Bagi sebagian individu, menyetujui segala sesuatu menjadi cara mereka untuk bertahan secara emosional dalam sebuah interaksi sosial.

7. Nada Bicara yang Pelan dan Penuh Keraguan

Nada suara seringkali meredup di akhir kalimat, seolah setiap pernyataan berubah menjadi sebuah pertanyaan yang membutuhkan konfirmasi. Volume suara yang rendah, kebiasaan berdeham, atau kesulitan berbicara dengan tegas meskipun dalam situasi yang santai, semuanya merupakan indikator. Pola bicara seperti ini mencerminkan ketidakpastian internal dan kebutuhan akan persetujuan dari lawan bicara. Ia merasa suaranya tidak cukup kuat atau penting untuk didengar.

8. Pola Berbagi Informasi yang Ekstrem

Ada dua kutub ekstrem yang sering muncul dalam berbagi informasi. Pertama, ia cenderung menceritakan kisah hidupnya secara berlebihan dalam waktu yang sangat singkat, seolah ingin segera membangun kedekatan atau mencari simpati. Kedua, ia justru menutup diri sepenuhnya, hampir tidak membagikan apa pun tentang dirinya. Keduanya berakar dari ketakutan akan koneksi yang tulus dan mendalam. Kepercayaan diri yang sehat memungkinkan seseorang untuk berbagi informasi secara bertahap, proporsional, dan sesuai dengan tingkat keintiman yang terbangun.

16 contoh narasi raport kurikulum merdeka mata pelajaran bahasa Inggris untuk siswa SMP dan SMA

medkomsubangnetworkArtikel kali ini akan menyajikan informasi selengkapnya seputar Narasi Raport Kurikulum Merdeka untuk siswa SMP dan SMA.

Dalam Raport Kurikulum Merdeka, memberikan deskripsi ataupun narasi dalam setiap nilai mata pelajaran yang ada jadi salah satu kewajiban yang harus dikerjakan oleh Ibu/Bapak Guru. Termasuk untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.

Maka dari itu Narasi Raport Kurikulum Merdeka yang dituliskan haruslah dengan kalimat yang baik dan mudah dipahami.

Berikut sajian contoh Narasi Raport Kurikulum Merdeka mata pelajaran Bahasa Inggris yang bisa digunakan sebagai referensi.

____

Kumpulan Narasi Raport Kurikulum Merdeka Mapel Bahasa Inggris

  1. Ananda menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menganalisis informasi dari berbagai sumber digital berbahasa Inggris. Ia mampu membedakan antara fakta dan opini dalam teks berita internasional serta menunjukkan etika yang baik saat berkomunikasi di ruang digital. Kemampuan ini sangat mendukung pengembangan wawasan globalnya di masa depan.
  2. Ananda menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam aspek berbicara (speaking). Ia kini lebih berani mengekspresikan ide dan perasaannya menggunakan kalimat sederhana namun tepat sasaran. Semangatnya untuk berinteraksi dengan teman sejawat menggunakan bahasa Inggris di dalam kelas patut mendapatkan apresiasi tinggi.
  3. Ananda memiliki bakat yang menonjol dalam menulis kreatif, terutama dalam menyusun teks naratif dan puisi pendek berbahasa Inggris. Penggunaan diksi atau pilihan katanya sangat variatif dan mampu membangun suasana cerita dengan baik. Teruslah berlatih untuk mengeksplorasi gaya penulisan formal seperti esai ilmiah.
  4. Ananda menunjukkan ketelitian yang tinggi dalam memahami detail informasi dari teks bacaan deskriptif. Ia mampu menjawab pertanyaan pemahaman dengan akurat dan dapat menyimpulkan isi bacaan dengan kata-katanya sendiri. Untuk pengembangan lebih lanjut, Ananda disarankan mulai membaca buku cerita pendek berbahasa Inggris.
  5. Ananda menunjukkan sikap kolaboratif yang luar biasa saat mengerjakan proyek kelompok, seperti pembuatan video presentasi atau drama pendek. Ia mampu berkomunikasi secara efektif dengan anggota tim menggunakan bahasa Inggris dan berkontribusi besar dalam penyusunan naskah yang logis dan menarik.
  6. Ananda telah menguasai struktur kalimat dasar (Simple Present dan Past Tense) dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari konsistensinya dalam menyusun teks pengalaman pribadi (Recount Text) yang minim kesalahan tata bahasa. Ketelitian ini menjadi modal berharga untuk mempelajari struktur kalimat yang lebih kompleks.
  7. Ananda sangat mahir dalam melakukan presentasi lisan menggunakan alat bantu visual. Ia mampu menyampaikan argumen dalam teks eksposisi analitis secara sistematis dengan intonasi dan kontak mata yang baik. Kemampuan komunikasinya menunjukkan kesiapan untuk menghadapi tantangan di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
  8. Ananda menunjukkan konsentrasi yang baik dalam aktivitas menyimak audio berbahasa Inggris. Ia mampu menangkap poin-poin penting dari percakapan transaksional dan meresponsnya dengan tindakan yang tepat. Peningkatan frekuensi mendengarkan lagu atau podcast bahasa Inggris akan sangat membantu kefasihannya.
  9. Ananda memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengevaluasi makna tersirat dari sebuah teks sastra atau artikel opini. Ia tidak hanya memahami apa yang tertulis, tetapi juga mampu mengkritisi sudut pandang penulis dengan argumen yang masuk akal dalam bahasa Inggris.
  10. Ananda menunjukkan kemajuan yang pesat dalam penguasaan kosakata baru terkait tema kehidupan sekolah dan hobi. Meskipun terkadang masih ragu dalam pelafalan, usahanya untuk mencoba kata-kata sulit sangat terlihat. Sering berlatih berbicara di depan cermin akan membantu meningkatkan kelancaran bicaranya.
  11. Ananda menunjukkan penguasaan yang solid dalam memahami teks laporan (report text) dan narasi. Ia mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan menyampaikan pendapatnya dengan cukup lancar. Kemampuan menulis esai sudah terstruktur, namun perlu terus berlatih meningkatkan variasi kosakata (vocabulary) agar tulisan menjadi lebih dinamis dan menarik.
  12. Ananda menunjukkan kemampuan yang sangat menonjol dalam memahami teks prosedur dan deskriptif, baik lisan maupun tulis. Ia sangat percaya diri saat melakukan percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Inggris dengan pelafalan yang akurat. Kemampuannya dalam menyusun teks naratif sederhana sangat kreatif dengan struktur kalimat yang runtut. Pertahankan semangat belajar untuk menguasai kosakata yang lebih kompleks.
  13. Ananda memiliki kemampuan analisis yang sangat tajam terhadap teks eksposisi dan diskusi. Ia mampu mempresentasikan gagasan secara kritis dan persuasif dengan tata bahasa yang sangat baik. Kemampuan menyimak dan merespon isu-isu aktual dalam bahasa Inggris menunjukkan kematangan berpikir yang luar biasa. Sangat disarankan untuk terus memperkaya literasi melalui bacaan jurnal atau artikel internasional.
  14. Ananda telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam memahami ide utama dari teks bacaan dan percakapan sederhana. Ia mampu merespon instruksi di kelas dan mulai berani berinteraksi menggunakan bahasa Inggris meskipun terkadang masih memerlukan bantuan kamus. Kemampuan menulis teks pendek sudah cukup baik, namun perlu lebih teliti dalam penggunaan tenses (tata bahasa) dasar.
  15. Ananda mulai menunjukkan usaha dalam memahami kosakata dasar bahasa Inggris, namun masih memerlukan bimbingan intensif dalam menyusun kalimat sederhana. Kemampuan menyimak perlu ditingkatkan melalui latihan mendengarkan audio pendek secara rutin. Ananda disarankan untuk lebih berani mencoba berbicara di kelas tanpa rasa takut salah agar kepercayaan dirinya meningkat.
  16. Ananda menunjukkan kemauan untuk belajar, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam memahami struktur teks fungsional dan kompleks. Pemahaman terhadap tata bahasa (grammar) dasar perlu diperkuat kembali agar dapat menyusun argumen dalam teks eksposisi dengan lebih jelas. Disarankan untuk memperbanyak latihan membaca teks pendek untuk meningkatkan penguasaan kosa kata teknis.

***

Artikel lainnya di google news.

Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp medkomsubangnetwork

Misa Minggu 14 Des 2025: Pekan III Adven

Minggu Gaudete: Sukacita Menanti Sang Juru Selamat

Dalam kalender liturgi Gereja Katolik, Minggu Adven Ketiga dikenal sebagai Minggu Gaudete atau Minggu Sukacita. Penamaan ini bukan tanpa alasan. Masa Adven, yang merupakan masa penantian dan persiapan menyambut kelahiran Yesus Kristus, semakin mendekati puncaknya. Minggu ini menjadi penanda bahwa harapan akan kedatangan Sang Juru Selamat semakin dekat, memicu gelombang sukacita yang mendalam di hati umat beriman. Dengan warna liturgi ungu yang melambangkan pertobatan dan penantian, serta disemarakkan oleh penyalaan lilin berwarna merah muda dan jubah liturgi yang serupa, suasana Minggu Adven Ketiga ini mengundang kita untuk merenungkan makna sukacita dalam penantian.

Mempersiapkan Diri Menghadapi Perayaan Suci

Sebelum memulai ibadat, persiapan yang matang sangatlah penting. Para petugas liturgi berkumpul di sakristi, memastikan semua perlengkapan seperti Alkitab untuk pembacaan dan buku nyanyian telah siap. Meja perayaan dihiasi dengan lilin bernyala yang mengapit salib, menciptakan atmosfer kekhususan dan kekhidmatan. Demi menjaga kekhususan suasana, penggunaan alat komunikasi pribadi sangat dianjurkan untuk dimatikan.

Ibadat diawali dengan sapaan pembuka, "Penolong kita ialah Tuhan," yang disambut dengan, "Yang menjadikan langit dan bumi." Dilanjutkan dengan lagu pembuka masa Adven, yang diwarnai nuansa ungu, mengingatkan kita pada semangat penantian dan harapan.

Tanda Salib dan Salam: Memulai Ibadat dengan Iman

Ibadat dimulai dengan Tanda Salib dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, diikuti dengan salam perdamaian yang penuh kasih: "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita." Segenap umat menjawab, "Sekarang dan selama-lamanya," menegaskan kesatuan dalam iman.

Kata Pembuka: Merangkul Sukacita Adven

Pemimpin ibadat menyampaikan kata pembuka yang menggugah, menekankan makna Minggu Ketiga Adven sebagai Minggu Gaudete. Sukacita ini bersumber dari kedekatan kedatangan Tuhan. Bacaan pertama dari Kitab Yesaya menggemakan sukacita ini, menggambarkan alam semesta yang bersorak dan bersukacita menyambut kemuliaan Tuhan. Umat Israel pun diajak untuk bergembira.

Dalam bacaan Injil, Yohanes Pembaptis mengutus murid-muridnya untuk bertanya langsung kepada Yesus mengenai identitas-Nya sebagai Mesias yang dinanti. Melalui pengalaman nyata, para murid menyaksikan bagaimana Yesus membawa pemulihan dan kebaikan, memanifestasikan kemuliaan Tuhan dalam setiap tindakan-Nya. Rasul Yakobus, dalam bacaannya, mengingatkan kita akan pentingnya kesabaran dalam menantikan kedatangan Tuhan, sebuah nilai yang sangat berharga di tengah dunia yang serba cepat. Kesabaran ini diharapkan dapat mencegah kita menyakiti satu sama lain.

[hening sejenak]

Tobat dan Permohonan Ampun: Mempersiapkan Hati

Setelah merenungkan pesan sukacita dan kesabaran, umat diajak untuk melakukan saat hening sejenak untuk melakukan tobat dan memohon ampun atas segala dosa dan kekurangan. "Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa," demikian pengakuan yang tulus diucapkan. Permohonan ampun ini dilanjutkan dengan doa agar Allah yang Mahakuasa mengasihani, mengampuni, dan mengantar kita menuju hidup kekal.

Doa Pembuka: Memohon Berkat untuk Penantian

Doa pembuka dipanjatkan untuk memohon agar Allah Bapa memandang umat-Nya yang tekun menantikan kelahiran Putra-Nya. Umat memohon agar diberi kekuatan untuk bersukacita atas keselamatan agung yang akan datang dan merayakannya dengan hati riang dalam ibadat yang meriah. Doa ini dipanjatkan dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan: Menyadari Kehadiran Ilahi

Sebelum bacaan Kitab Suci dibacakan, pemimpin ibadat mengajak umat untuk menyadari kehadiran Tuhan yang bersabda, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku hadir di tengah-tengah mereka." Ajakan ini mendorong umat untuk hening sejenak, mempersiapkan diri untuk mendengarkan Sabda Tuhan yang akan dibacakan dari Alkitab.

Bacaan Pertama: Janji Pemulihan dan Sukacita

  • Bacaan dari Kitab Yesaya (Yes. 35:1-6a.10): Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara. Orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Demikianlah Sabda Tuhan. Umat menjawab, "Syukur kepada Allah."

Mazmur Tanggapan: Nyanyian Syukur dan Harapan

Mazmur tanggapan, yang berrefren "Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita," mengiringi umat dalam mengucap syukur. Mazmur 146:7,8-9a,9b-10 dibacakan, menekankan keadilan Tuhan bagi yang tertindas, pembebasan bagi yang terkurung, dan perhatian-Nya bagi yang lemah.

  • Refren (Yes. 35:4): Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita

  • Mzm. 146:7,8-9a,9b-10 Tuhan menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung. (Refren) TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. TUHAN menjaga orang-orang asing. (Refren) Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! (Refren)

Bacaan Kedua: Teladan Kesabaran Para Nabi

  • Bacaan dari Surat Rasul Yakobus (Yak. 5:7-10): Saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan. Umat menjawab, "Syukur kepada Allah."

Alleluia: Bersukacita dalam Kabar Baik

Aklamasi "Alleluia" dinyanyikan, menggemakan sukacita akan kabar baik yang diutus oleh Tuhan. "Roh Tuhan ada padaku. Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang orang sengsara," demikian seruan Alleluia yang penuh harapan.

Injil: Mengenal Mesias Melalui Tindakan

  • Injil [Mat. 11:2-11]: Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius. Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-murid nya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Demikianlah Injil Tuhan. Umat menjawab, "Terpujilah Kristus."

Renungan Singkat: Dua Pilar Penting dalam Iman

Injil hari ini menyoroti dua aspek krusial dalam perjalanan iman: pengenalan pribadi akan Tuhan dan relasi yang tulus.

  1. Pengenalan Pribadi akan Tuhan: Kisah Yohanes Pembaptis yang mengutus muridnya untuk bertanya kepada Yesus, dan kemudian para murid menyaksikan sendiri karya-Nya, mengajarkan pentingnya mengenal Tuhan secara pribadi. Ini bukan sekadar pengetahuan teoritis, melainkan pengalaman langsung melalui doa, pendalaman Kitab Suci, dan ketaatan pada perintah-Nya. Orang tua memiliki peran penting dalam memperkenalkan Tuhan kepada anak-anak sejak dini. Di masa Adven ini, marilah kita mendekatkan diri pada Tuhan agar kita dapat merasakan kehadiran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Relasi Yohanes Pembaptis dan Yesus: Yesus sendiri menegaskan peran Yohanes Pembaptis sebagai utusan yang mempersiapkan jalan bagi-Nya. Yohanes Pembaptis menunjukkan kerendahan hati luar biasa dengan selalu menempatkan Yesus sebagai pribadi yang utama. Dari teladan ini, kita belajar untuk menjadi "Yohanes Pembaptis" di zaman sekarang, yaitu memperkenalkan Tuhan kepada sesama dan selalu mengutamakan-Nya dalam hidup kita. Dengan saling membantu, kita dapat mengenal Tuhan dengan lebih baik lagi.

Hening Sejenak: Meresapi Kebenaran Ilahi

Setelah mendengarkan Sabda dan renungan, umat diajak untuk hening sejenak, meresapi kebenaran-kebenaran ilahi yang telah diterima.

Syahadat: Mengikrarkan Iman yang Sama

Umat bersama-sama mengucapkan Syahadat, mengikrarkan iman kepercayaan kepada Allah yang Mahakuasa, menegaskan kesatuan iman yang dipegang teguh.

Doa Umat: Persembahan Permohonan untuk Sesama dan Diri

Dalam semangat sukacita Adven, umat menyampaikan doa permohonan kepada Tuhan:

  • Doa untuk Sri Paus, para Uskup, Imam, dan biarawan-biarawati, agar pelayanan mereka membawa sukacita sejati.
  • Doa untuk para pemimpin masyarakat, agar senantiasa diterangi Roh Kebijaksanaan dalam memajukan kesejahteraan umum.
  • Doa untuk para pengungsi, gelandangan, serta mereka yang berkebutuhan khusus, agar senantiasa mendapat bantuan dan harapan iman.
  • Doa untuk diri sendiri, agar dapat menyiapkan jalan bagi Tuhan melalui pertobatan dan perbuatan baik.

Umat juga diberi kesempatan untuk menyampaikan doa dan permohonan pribadi dalam keheningan.

Kolekte: Wujud Cinta Kasih dan Berbagi

Pengumpulan kolekte dilaksanakan sebagai wujud cinta kepada Sang Sabda dan sesama yang berkekurangan, diiringi lagu persembahan yang bernada syukur dan ajakan berbagi.

Doa Pujian: Memuliakan Kristus Sang Raja Pembawa Damai

Doa pujian dipanjatkan untuk memuliakan Allah Bapa yang mengutus Putra-Nya membawa keselamatan. Umat berseru, "Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa Damai," memuji kedatangan-Nya sebagai manusia yang membuka jalan keselamatan, serta menantikan kedatangan-Nya kembali dengan berjaga dan berbuat baik. Doa ini diakhiri dengan pujian kepada Allah yang mempersatukan umat-Nya.

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

Ritus Komuni: Menyambut Tubuh Kristus

Perayaan dilanjutkan dengan Ritus Komuni, yang memiliki dua pilihan:

1. Cara A: Dengan Komuni Kudus

  • Persiapan Komuni: Pemimpin mempersiapkan altar untuk menyambut Sakramen Mahakudus dari tabernakel.
  • Bapa Kami: Umat berdiri dan bersama-sama memanjatkan doa Bapa Kami.
  • Salam Damai dan Komuni: Setelah salam damai, umat diajak untuk menyambut Tubuh Kristus dengan penuh hormat. Pemimpin menyajikan Hosti Kudus sambil berkata, "Inilah Anak Domba Allah..." Umat menjawab, "Ya Tuhan saya tidak pantas..." Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

2. Cara B: Tanpa Komuni Kudus

  • Komuni Batin: Bagi umat yang tidak menyambut komuni fisik, mereka diajak untuk menghayati kehadiran Tuhan dalam hati melalui Komuni Batin. Doa permohonan khusus dipanjatkan, "Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus..."
  • Bapa Kami: Umat bersama-sama memanjatkan doa Bapa Kami.
  • Salam Damai: Umat saling memberikan salam damai.
  • Doa Komuni Batin: Umat diajak untuk menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir dalam hati, dengan seruan berulang "Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu."

Mendoakan Mazmur 148: Pujian untuk Segala Ciptaan

Mazmur 148 dibacakan secara bergantian, memuji Tuhan di sorga dan di bumi, dari segala makhluk hingga seluruh ciptaan. Pujian ini mengagungkan kebesaran dan keagungan Tuhan yang menciptakan segala sesuatu.

Amanat Pengutusan: Hidup Sesuai Kabar Gembira

Umat diingatkan akan nasihat Rasul Yakobus untuk meneladani kesabaran para nabi. Perayaan ini menjadi panggilan untuk memperbarui diri dalam berpikir, bertindak, dan cara hidup, agar semakin mencerminkan diri sebagai anak-anak Allah dan sesuai dengan kabar gembira Kristus.

Doa Penutup: Memohon Kesempurnaan dalam Penantian

Doa penutup dipanjatkan agar umat dibersihkan dari segala cela oleh daya Sabda Tuhan, sehingga siap menyambut kedatangan-Nya.

Mohon Berkat Tuhan: Berkat Penutup Ibadat

Sebelum mengakhiri perayaan, umat menundukkan kepala memohon berkat Tuhan. "Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal," demikian berkat yang diberikan dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Pengutusan: Pergi dan Menjadi Saksi

Perayaan Sabda ditutup dengan pengutusan, "Marilah pergi, kita diutus." Umat menjawab, "Amin," siap untuk melanjutkan perjalanan hidup sebagai saksi Kristus. Ibadat diakhiri dengan lagu penutup.

Menjelajahi Jantung Khatulistiwa: Tugu Pontianak, Saksi Sejarah dan Kebanggaan Lokal

Pagi ketiga di Pontianak disambut dengan semangat baru, sebuah misi penjelajahan yang kian mendalam. Gusti, pemandu lokal yang selalu bersemangat, telah menunggu di lobi hotel. Kali ini, ia tak lagi membawa termos kopi hitam legendarisnya, melainkan dua gelas kopi kekinian dengan taburan boba yang melimpah, sebuah kontras menarik dengan nuansa petualangan sejarah yang akan kami jalani.

"Hari ini kita akan mengunjungi lokasi paling ikonik di Pontianak, Bang," ujar Gusti dengan nada serius, sembari menyerahkan salah satu gelas kopinya. "Ini adalah titik di mana bumi terbelah dua, lokasi yang membuat Pontianak menjadi pusat perhatian alam semesta. Anggap saja diskusi kita pagi ini berpusat di titik nol lintang paling hits."

Tujuan kami adalah Tugu Khatulistiwa, atau yang lebih akrab disapa "Tugu Khat" oleh masyarakat setempat. Perjalanan menuju tugu ini membawa kami melintasi Jembatan Kapuas I yang padat merayap, sebuah pemandangan khas kota yang mulai sibuk. Setelah itu, kami memasuki wilayah Pontianak Utara, di mana suasana terasa lebih santai dan lapang.

Sesampainya di lokasi, pemandangan ikonik itu langsung menyambut kami. Bangunan tugu berdiri gagah, terbagi menjadi dua bagian utama: tugu asli yang dilindungi di dalam bangunan berkubah kaca, dan sebuah replika yang jauh lebih besar menjulang di lapangan terbuka. Suasana di sekitar tugu sangat ramai oleh pengunjung yang antusias. Mereka sibuk mengabadikan momen dengan berbagai pose kreatif, mulai dari menahan tugu agar tidak roboh hingga berakting seolah melayang, semua demi konten media sosial yang estetis di garis imajiner bumi.

Gusti, yang dengan cepat bertransformasi menjadi seorang profesor sejarah begitu mencium aroma situs bersejarah, mulai menjelaskan dengan penuh semangat. Ia menunjuk setiap sudut tugu dengan gestur dramatis, seolah memimpin sebuah briefing militer tentang "redactional flow" di zaman kolonial.

Tugu Khatulistiwa Asli: Warisan Penjelajah Belanda

"Bang, lihat baik-baik tugu ini," katanya, matanya berbinar penuh pengetahuan yang ternyata ia peroleh dari percakapan mendalam di warung kopi tertua se-Pontianak. "Monumen ini pertama kali dibangun pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi internasional dari Belanda. Mereka ini ibarat tim surveyor paling presisi pada masanya, bekerja keras untuk memastikan lokasi persisnya. Mereka rela datang jauh-jauh dari Eropa hanya untuk memeriksa garis imajiner ini, demi memastikan akurasi wilayah jajahan mereka!"

Gusti kemudian memaparkan sejarah tugu dengan detail yang mengagumkan. Penjelasannya mengalir mulus, dari awal penemuan titik nol hingga pembangunan monumen kecil yang kini menjadi saksi bisu sejarah.

"Tugu ini memiliki presisi yang luar biasa," lanjut Gusti, menunjuk pilar beton pada tugu lama. "Tim Belanda itu menggunakan metode astronomi kuno namun sangat akurat. Mereka menghabiskan berbulan-bulan riset hanya untuk menemukan titik ini. Tiang dan lingkarannya diukur menggunakan theodolite dan peralatan canggih pada zamannya, bukan sekadar perkiraan atau pasal karet yang bisa ditafsirkan macam-macam."

Gusti menjelaskan bahwa penemuan titik ini bukanlah sekadar iseng, melainkan memiliki konsekuensi hukum internasional yang signifikan pada zaman kolonial.

"Ini serius, Bang! Penandaan titik khatulistiwa ini secara de facto dan de jure memperkuat klaim wilayah kolonial Belanda di mata dunia. Semacam sertifikat hak milik lokasi strategis yang sah untuk diaktakan di notaris internasional!" ujarnya sambil terkekeh. "Bayangkan, jika salah ukur hanya 10 meter saja, bisa-bisa kedaulatan Pontianak berpindah ke daerah lain, masuk wilayah anak perusahaan Inggris. Bisa menjadi bahan gugatan perdata di Mahkamah Internasional, Bang, dengan tuntutan ganti rugi lokasi paling keren di bumi!"

Saya tak bisa menahan tawa mendengar kelakar sejarah yang diungkapkan Gusti. "Jadi, ini semacam bukti fisik bahwa bumi itu bulat dan Pontianak sudah di-booking duluan ya, Gus? Branding kotanya kuat sekali!"

"Betul, Bang! Pasal penentuannya sudah kuat sejak 1928, tidak bisa diganggu gugat, sudah sesuai SOP alam semesta!"

Keajaiban Kulminasi Matahari dan Transformasi Tugu

Gusti melanjutkan ceritanya tentang fenomena kulminasi matahari yang terjadi setiap bulan Maret dan September. Pada saat-saat tersebut, pengunjung dapat merasakan sensasi unik berdiri tanpa bayangan.

"Fenomena ini adalah bukti nyata rotasi bumi. Matahari tepat berada di atas kepala kita, sedang check-in di hotel lintang nol. Jika pas momen itu, kita bisa melihat keajaiban alam. Dasar Hukum Alam berlaku sempurna, tanpa cela, dan bebas PPN, tidak seperti konten jurnalistik abang yang kena PPN 11%!"

Sambil berjalan keluar dari bangunan kubah yang melindungi tugu asli—yang terlihat mungil, introvert, dan eksklusif—saya menunjuk replika raksasa yang berdiri gagah di lapangan terbuka. Tugu baru ini memiliki skala yang jauh lebih besar, dirancang secara modern, dan menjadi objek foto utama bagi para pelancong yang membutuhkan ruang gerak lebih.

"Nah, kalau yang ini ceritanya berbeda lagi, Bang," kata Gusti, menyesap kopi kekiniannya hingga topping bobanya tandas. "Yang di dalam itu versi originalnya, situs sejarah yang dilindungi. Ibarat Kitab Undang-Undang Hukum Perdata aslinya yang sakral, master content kita. Nah, yang di luar ini versi Undang-Undang terbarunya: lebih besar, lebih mudah diakses, dan pastinya lebih fotogenic buat kaum milenial yang butuh konten viral."

"Transformasi ini terjadi karena kebutuhan, Bang. Tugu yang lama terlalu kecil untuk menampung animo wisatawan yang ingin berfoto di titik nol bumi. Akhirnya dibangunlah replika yang lebih masif ini pada tahun 1990, diresmikan oleh Gubernur saat itu," jelas Gusti. "Semacam rebranding sejarah lah, demi engagement yang lebih tinggi, sesuai arahan direksi pariwisata!"

"Jadi, ini pengembangan aset negara ya, Gus? Biar market value-nya naik dan revenue dari konten pariwisata bertambah?" canda saya lagi.

Gusti mengangguk setuju dengan mimik serius yang dibuat-buat. "Tepat sekali, Bang! Semacam 'ekspansi bisnis' pariwisata Pontianak. Kalau di hukum, ini namanya penyesuaian regulasi terhadap perkembangan zaman. Tujuannya sama, lokasinya sama, tapi kemasannya di-upgrade. Jadi, tidak ada pelanggaran asas retroaktif di sini, karena fungsinya hanya replika untuk memperkuat yang asli, bukan menggantikan SOP inti!"

Refleksi Perjalanan dan Kenangan Pontianak

Waktu berlalu begitu cepat. Kopi di gelas telah tandas, dan memori kamera ponsel saya penuh dengan foto tugu dari berbagai sudut. Petualangan sejarah di jantung khatulistiwa ini harus segera berakhir. Gusti mengantar saya kembali ke hotel untuk berkemas.

Sore harinya, saya harus terbang kembali ke realitas kehidupan Ibu Kota; rutinitas kantor yang membosankan, kemacetan jalanan yang mematikan, dan tentunya, kebersamaan paling berharga bersama anak-anak dan mamanya, yang menjadi jangkar hidup saya.

Saya berada di Pontianak sebenarnya dalam rangka tugas negara—versi kantor pusat yang overthinking. Misi utama: memastikan anak grup perusahaan di sini menjual konten produk jurnalistiknya sesuai Garis Besar Haluan Kantor (GBHK) yang sakral, kaku, dan multitafsir. Anggap saja saya ini auditor internal yang hanya dibayar pakai keringat dan singkong keju. Lebih dramatis lagi, saya semacam hulubalang raja yang diutus ke negeri bawahan untuk memata-matai, memastikan mereka tidak membangkang atau, amit-amit, merencanakan kudeta editorial.

Pontianak adalah kota kedua yang saya sambangi setelah Semarang. Di Kota Lumpia itu, saya stay agak lama. Maklum, mumpung dinas luar, sekalian staycation halal di rumah orang tua. Lumayan, bisa claim tiket pesawat full price dari kantor, win-win solution ala karyawan teladan. Semoga big boss di kantor pusat membaca ini, biar beliau paham jika uang saku suka mepet dan proses reimbursement itu ribetnya bisa memicu darah tinggi.

Momen terakhir di Bandara Supadio, saya berpamitan dengan Gusti Hardi Syarifudin, sang calon Magister Sejarah yang humoris dan memiliki kebanggaan lokal yang tinggi. "Makasih banyak Gus, buat petualangan dan semua ceritanya," ujar saya tulus. "Semoga tesis S2 kamu lancar jaya dan cepat jadi Dosen Sejarah yang kocak!"

"Sama-sama, Bang. Kapan-kapan balik lagi ke Pontianak. Masih banyak sejarah yang belum kita eksplor!"

Saya tersenyum puas. Pontianak bukan hanya tentang udara panas atau singkong keju, tetapi tentang sejarah yang hidup, keramahan yang hangat, dan tentu saja, secangkir kopi hitam yang menemani setiap jengkal perjalanan. Sebuah kota, seperti kata Gusti, memang eksklusif sejak dulu kala, tepat di pusat perhatian alam semesta, dengan sertifikat hukum yang jelas, dan SOP alam yang sempurna.

medkomsubangnetwork - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengunjungi Kawasan Transmigrasi Kuamang Kuning di Lapangan Desa Karya Harapan Mukti, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Minggu (7/12/2025). 

Ribuan orang yang memadati lapangan tersebut menyambut kedatangan Wamentrans dengan lantunan selawat badar untuk mengikuti tablig akbar.

Sejak pagi, warga datang menggunakan sepeda motor dan berbagai angkutan untuk menghadiri acara yang diselenggarakan Ikatan Muslim Kuamang Kuning (IMKK) itu.

Kegiatan itu berlangsung istimewa. Selain dihadiri Wamentrans, turut hadir Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Bupati Bungo Dedy Putra, Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, unsur forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah dari tingkat kabupaten hingga desa.

Tablig akbar bertema “Membentang Harapan, Menguatkan Peradaban: Transmigrasi Sebagai Jalan Berkah untuk Generasi Muda ke Depan” itu juga menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijogo, Sragen, Jawa Tengah, Kiai Haji Mawardi, sebagai penceramah.

Acara tersebut dijaga oleh aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Banser, dan anggota Perguruan Silat Setia Hati Teratai.

Selain menjadi ajang menimba ilmu agama dan mempererat silaturahmi bagi transmigran dan masyarakat setempat, kegiatan itu juga menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk memperoleh pendapatan.

Di hadapan ribuan jemaah, Viva Yoga menyampaikan rasa syukur dapat hadir dalam acara itu. Dia mengatakan, Kawasan Transmigrasi Kuamang Kuning memiliki jejak sejarah tersendiri.

“Dibuka sebagai kawasan transmigrasi pada 1985, setahun kemudian, Presiden Suharto dan Menteri Transmigrasi Martono hadir di Kuamang Kuning,” ujar Viva dalam siaran persnya, Selasa (9/12/2025). 

Viva menambahkan, kunjungan presiden kala itu menunjukkan bahwa Kuamang Kuning merupakan kawasan yang penting.

“Setelah 1986, sekarang saya hadir kembali di sini,” katanya disambut tepuk tangan jemaah.

Dia mengungkapkan, pada masa pemerintahan Suharto, transmigrasi dikelola oleh kementerian khusus. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto pun membentuk kembali kementerian tersendiri untuk mengelola transmigrasi.

Viva mengaku bangga melihat Kuamang Kuning yang kini berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera sejak program transmigrasi dimulai pada 1985.

Sebagai kawasan yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani sawit, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berupaya terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “

Saya mendengar di sini setiap bulan ada yang umrah,” ujar Viva.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan transmigran merupakan wujud paradigma baru transmigrasi. Program ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi berfokus pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

Meski demikian, lanjut Viva, kesejahteraan tidak datang secara instan. Diperlukan usaha dan kerja keras.

Dia berharap warga tetap giat bekerja seperti generasi pertama. Penerima lahan seluas 2 hektar (ha) saat itu berhasil mengubah kawasan hutan menjadi perkebunan sawit produktif melalui perjuangan dan ketekunan.

“Sekarang generasi kedua sudah menikmati hasilnya,” tutur Viva. 

Dia menegaskan, produktivitas perkebunan sawit di kawasan transmigrasi telah berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Viva, hal tersebut menunjukkan bahwa program transmigrasi mampu menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru.

“Adanya aktivitas manusia memunculkan kegiatan ekonomi, budaya, sosial, hingga tumbuh pusat-pusat peradaban,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Viva juga mendoakan masyarakat Kuamang Kuning agar selalu mendapatkan rezeki yang berlimpah, diberi kesehatan, dijauhkan dari bencana, ditambahkan imannya, serta senantiasa menjaga silaturahmi dan kerukunan.

Setelah tablig akbar, bertempat di Kantor Desa Karya Harapan Mukti, Viva menerima puluhan transmigran dari Kawasan Transmigrasi Batin III Ulu.

Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk pembangunan jalan beraspal di Satuan Pemukiman (SP) I dan SP II.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Bupati Dedy Putra, Viva juga menerima aspirasi terkait pembangunan jalan nonstatus.

“Program pembuatan jalan nonstatus ini akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026,” terangnya.

Cancel culture dikenal sebagai sebuah budaya atau gerakan memboikot publik figur yang problematik. Gerakan ini kerap dilakukan netizen Korea terhadap artis yang tersandung kontroversi atau kena skandal. Cara ini bahkan bisa membuat sang artis kehilangan pekerjaannya, lho.

Namun, tak sedikit pula artis Korea yang tetap menghadiri berbagai acara di tengah kontroversinya, termasuk datang ke acara awards. Beberapa aktor Korea ini justru memanfaatkan momen pidato kemenangan dengan menyinggung kontroversinya, bahkan meminta maaf di hadapan para artis yang hadir. Yuk, simak dalam artikel berikut ini!

1. Jung Woo Sung

Aktor Jung Woo Sung pertama kali muncul di publik setelah terungkapnya kontroversi yang menyebutkan bahwa ia merupakan ayah dari anak model Moon Ga Bi tanpa terikat pernikahan. Ia hadir di 45th Blue Dragon Film Awards yang digelar pada November 2024. Sang aktor memenangkan penghargaan lewat film yang dibintanginya berjudul 12.12: The Day dengan kategori Most Popular Film dengan lebih dari 13 juta penonton.

Saat pidato kemenangan, Jung Woo Sung menyinggung kontroversi yang menyeretnya, ia berkata, "Saya berdiri di sini dengan harapan agar masalah pribadi saya tidak menodai film ini dan orang-orang yang ada di dalamnya. Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena telah menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan bagi semua orang yang telah mendukung saya. Saya akan menerima kritik dan bertanggung jawab. Sebagai ayah, saya akan memenuhi kewajiban saya kepada putra saya sampai akhir."

2. Kim Jung Hyun

Melalui acara penghargaan KBS Drama Awards 2024, Kim Jung Hyun menyinggung kembali tentang kesalahan yang pernah ia perbuat bertahun-tahun lalu. Saat menerima penghargaan Top Excellence Award lewat drama The Iron Family (2024), ia menggunakan kesempatan itu untuk meminta maaf terkait sikapnya yang kurang profesional terhadap Seohyun, lawan mainnya di drama Time pada 2018 lalu. Sang maknae SNSD juga kebetulan hadir MC di acara yang diselenggarakan KBS tersebut.

"Pada satu titik dalam karier akting saya, ada saat-saat di mana saya berperilaku buruk dan melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan, menyakiti dan mengecewakan orang-orang di sekitar saya. Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk meminta maaf dengan tulus. Saya juga tidak berpikir dengan meminta maaf semuanya akan berakhir. Saya tidak mengharapkan pengampunan. Namun, langkah yang saya percaya bahwa langkah ini harus saya ambil untuk terus maju dalam hidup ini," ungkap aktor kelahiran tahun 1990 itu.

3. Lee Yi Kyung

Lee Yi Kyung memenangkan kategori Best Choice Award di Asia Artist Awards (AAA) pada 6 Desember 2025 yang digelar di Taiwan. Dalam pidato kemenangannya, sang aktor justru menyinggung tentang kontroversi yang tengah menyeretnya. Sebelumnya, ia dituduh terlibat dalam percakapan yang merujuk pada pelecehan seksual melalui pesan media sosial dengan seorang netizen asal Jerman.

Dalam speech kemenangannya, ia berujar, "Sejujurnya, bahasan ini mungkin tidak sesuai dengan suasana pesta, tetapi akhir-akhir ini rasanya saya seperti diterjang hujan es yang tidak terprediksi dalam ramalan cuaca. Tersangka telah mengirimkan permintaan maaf dan keringanan hukuman melalui email perusahaan. Saya bertekad untuk menangkap mereka."

Tindakan yang diambil sederet aktor Korea untuk menyinggung perihal kontroversi mereka di acara penghargaan ini justru menuai kritikan dari publik. Momen tersebut dianggap tidak tepat dan merusak acara yang khidmat. Netizen berpendapat bahwa tidak seharusnya mereka memanfaatkan acara penghargaan untuk kepentingan pribadinya.

Dituding Sindir Yoo Jae Suk, Agensi Lee Yi Kyung Rilis Klarifikasi Lee Yi Kyung Disorot Usai Abaikan Yoo Jae Suk di Pidato AAA 2025 Lee Yi Kyung Keluhkan Hangout With Yoo, Tim Produksi Buka Suara

medkomsubangnetwork, MANGUPURA - Menjelang pergantian tahun 2025, ruang keseharian kita terus dijejali kabar-kabar yang menyesakkan: perang, kerusuhan, bencana alam, hingga berbagai bentuk kejahatan yang seolah tak pernah berhenti. 

Arus informasi yang deras—yang hadir tanpa henti melalui layar gawai di genggaman, tak jarang membuat dada sesak dan kewarasan kita diuji setiap waktu. 

Di tengah gempuran itu, kita membutuhkan ruang untuk bernafas; sebuah oase tempat kesadaran dipulihkan dan harapan kembali ditumbuhkan, sebuah utopia.

Bentara Budaya dan Komunitas Seni Rupa HOCA (House Of Cartoon maniA) menangkap kebutuhan tersebut lalu bekerja sama menghadirkan oase tersebut lewat pameran karya seni modern yang bernuansa positif di Bali. 

Pameran bertajuk “UTOPIA 2025” ini hadir karena adanya kebutuhan akan ruang refleksi atas berbagai peristiwa sepanjang tahun 2025. 

Pembukaan Pameran seni visual “UTOPIA 2025” ini berlangsung pada Jumat 5 Desember 2025 petang, di Hotel Tijili Seminyak, Jl. Drupadi Seminyak No.9 Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. 

Pameran berlangsung dari tanggal 5 Desember, dan berakhir pada 14 Desember 2025. 

Karya-karya yang sudah dipamerkan dan belum diambil oleh kolektor atau dengan persetujuan kolektornya akan dipamerkan kembali di Hotel Tijili Benoa, Nusa dua, Bali. 

Pameran UTOPIA 2025 dibuka oleh Manajer Bentara Budaya, Ika W Burhan, Kadispar Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti, Kasi Promosi Dispar Bali I Ketut Yadnya Winarta, perwakilan HOCA, perwakilan Baliola dan perwakilan Hotel Tijili.

Pameran ini menghadirkan 17 perupa anggota HOCA yang berasal dari berbagai daerah.

Ke-17 seniman tersebut adalah Agus Yudha (Denpasar), Andhika Wicaksana (Denpasar), Beng Rahadian (Jakarta), Damuh Bening (Jakarta), Den Dede (Makassar), Ika W Burhan (Bogor), I Wayan Nuriarta (Denpasar), I Made Marthana Yusa (Tabanan), I Komang Try Adi Stanaya (Denpasar), Ninik Juniati (Surabaya), Pinky Sinanta (Karangasem), Putu Ebo (Denpasar), Pradya (Denpasar), Supradaka (Jakarta), Thomdean (Tangerang) dan Yere Agusto (Denpasar) dan Yulius Widi Nugroho (Surabaya).

Para perupa menghadirkan 52 karya dalam berbagai bentuk karya visual berupa lukisan, ilustrasi, kartun, maupun tenun (fashion). 

Terinspirasi dari gagasan Utopia dengan sub tema mengangkat sisi-sisi positif dari kondisi-kondisi suram (negatif) yang ada di tataran lokal, nasional dan international, pameran ini menghadirkan kembali imajinasi tentang tatanan masyarakat yang harmonis, maju, tertib, dan nyaris sempurna—sebuah dunia ideal di mana kejahatan, keserakahan, dan kekacauan tidak lagi menjadi arus utama kehidupan. 

Sebagaimana menggunakan utopia untuk mengkritik kondisi sosial-politik zamannya, pameran ini menghadirkan karya-karya yang memantik imajinasi tentang keadaan yang lebih baik, bukan dengan menonjolkan keburukan, melainkan dengan menampilkan kemungkinan ideal yang layak diperjuangkan.

Keistimewaan Pameran Seni Rupa “UTOPIA 2025”, selain kerja sama dengan Bentara Budaya, juga terletak pada kolaborasi antara HOCA dengan Baliola, start up yang menginisiasi Sertifikat Digital Kraflab berbasis Blockchain. 

"Ini kan kerja sama antara Bentara Budaya dengan HOCA, sudah yang ketiga ya, bahkan mungkin keempat, sedangkan dengan Kraflab ini baru pertama kali. Jadi, sertifikasi digital ini saya rasa unik ya," ujar Manajer Bentara Budaya, Ika W Burhan, disela pembukaan pameran.

Menurutnya embel-embel bahwa karya itu tidak akan hilang, itu ia kira perlu dipikirkan, perlu pertimbangkan, untuk ikuti perkembangan teknologi seperti Sertifikat Digital Kraflab. 

Kemudian harapannya bahwa pameran ini dari Bentara sendiri ingin tetap bisa merangkul banyak komunitas, tidak hanya HOCA tetapi komunitas seni lainnya.

"Dengan bekerja sama dengan komunitas, sesuai dengan CEO Letter Kompas Gramedia ya, bahwa kita tetap merangkul anak-anak muda, baik itu penonton maupun pelanggan seninya," imbuh Ika.

Selain itu, pihaknya juga berharap Pameran Seni Visual UTOPIA ini akan menjadi agenda rutin tahunan bersama HOCA dan dengan menggandeng komunitas lainnya.

Untuk penyelenggaraan berikutnya, Ika pun berkeinginan untuk merangkul seniman yang berbasis karya di atas daun lontar.

"Itu agenda berikutnya saya minta teman-teman tim di Bali untuk mencari para pelukis di atas daun lontar. Walaupun itu kesannya seperti lawasan, tapi kan diterjemahkannya dengan lebih kekinian. Karya situasi kini, tapi di atas daun lontar," ungkapnya.

Lebih lanjut Ika menyampaikan, ke depannya setiap bulan akan selalu ada pameran seperti di Jakarta, Bali, dan juga Jogja.

Di mana khusus Bentara Budaya di Bali dalam setahun bisa dua hingga kali digelar.

Seluruh karya yang ditampilkan dalam UTOPIA 2025 sudah disertifikasi dengan perlindungan pencatatan digital yang tak bisa diubah dalam Blockchain. 

Hal ini adalah terobosan baru dalam perlindungan karya dan peningkatan value. 

Umumnya sertifikat dikeluarkan oleh kreatornya sendiri yang memiliki kemungkinan untuk digandakan atau dipalsukan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. 

Namun dengan Sertifikat Digital Kraflab yang diverifikasi oleh komunitas seperti HOCA, sulit untuk melakukan kejahatan seperti itu terhadap karya-karya yang telah tersertifikasi Kraflab.

Kurator pameran I Wayan Nuriarta, melalui kacamata “UTOPIA” mengajak pengunjung melihat kembali kesuraman yang ada—baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional—dan mencari sisi-sisi positif, potensi, serta harapan yang tersembunyi di dalamnya. 

Sering kali kita terjebak dalam kritik yang hanya menyoroti keburukan. Padahal, kritik juga dapat dilakukan dengan menunjukkan gambaran ideal yang seharusnya hadir dalam masyarakat. 

Lewat karya-karya bernapaskan utopia, para perupa menghadirkan kemungkinan-kemungkinan yang mendorong kita membayangkan masa depan yang lebih cerah sekaligus menantang diri sendiri untuk mewujudkannya, dimulai dari lingkup hidup yang paling dekat.  

“UTOPIA” bukan sekadar pameran visual, tetapi sebuah undangan untuk merayakan harapan, membayangkan tatanan yang lebih manusiawi, dan menemukan kembali keteduhan di tengah dunia yang gaduh. 

Pameran ini mengajak publik untuk melihat, merenung, dan pada akhirnya percaya bahwa dunia yang lebih baik tetap mungkin diwujudkan.(*)

Kumpulan Artikel Bali

30 Soal SAS PJOK Kelas 6 Semester 1: Kunci Jawaban & Kurikulum Merdeka

Persiapan Menghadapi Sumatif Akhir Semester (SAS) PJOK Kelas 6 SD

Sumatif Akhir Semester (SAS) merupakan momen penting bagi siswa kelas 6 Sekolah Dasar untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman dan penguasaan mereka terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari selama satu semester. Evaluasi ini berfungsi sebagai tolok ukur kompetensi siswa dan menjadi dasar penentuan nilai akhir semester. Salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam SAS adalah Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Untuk membantu para siswa kelas 6 SD dalam mempersiapkan diri menghadapi SAS mata pelajaran PJOK, berikut adalah kumpulan soal latihan pilihan ganda yang dilengkapi dengan kunci jawabannya. Latihan ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek materi PJOK yang umum diajarkan di tingkat sekolah dasar.

Kumpulan Soal Latihan PJOK Kelas 6 SD Beserta Kunci Jawaban

Permainan Kasti

  1. Bentuk lapangan dalam permainan kasti dengan peraturan sederhana adalah… A. Segitiga B. Segiempat C. Segilima D. Segienam

    Jawaban: B

  2. Saat menangkap bola dalam permainan kasti, pandangan mata sebaiknya tertuju ke arah… A. Atas B. Depan C. Bola D. Bawah

    Jawaban: C

  3. Dalam permainan kasti dengan peraturan sederhana, setiap regu terdiri dari… pemain. A. 10 B. 11 C. 12 D. 13

    Jawaban: A

  4. Latihan lempar tangkap bola kasti sebaiknya dilakukan secara… A. Berpasangan B. Individu C. Sendiri D. Rombongan

    Jawaban: A

  5. Pemain terakhir dalam permainan kasti berhak memukul bola sebanyak… kali. A. Satu B. Dua C. Tiga D. Empat

    Jawaban: C

  6. Lemparan yang digunakan untuk memberikan bola kepada teman yang letaknya jauh dinamakan… A. Tinggi B. Rendah C. Datar D. Melambung

    Jawaban: D

  7. Lemparan tercepat dalam permainan kasti adalah lemparan… A. Melambung B. Mendatar C. Menyusur tanah D. Mengayun

    Jawaban: B

  8. Permainan kasti termasuk dalam kategori permainan… A. Bola kecil B. Bola besar C. Anak-anak D. Orang dewasa

    Jawaban: A

  9. Berikut ini yang tidak termasuk keterampilan dasar dalam permainan kasti adalah… A. Melempar B. Menangkap C. Memukul D. Menendang

    Jawaban: D

Sepak Bola dan Bola Basket

  1. Induk organisasi sepak bola internasional adalah… A. FIFA B. FIBA C. FIHA D. FINA

    Jawaban: A

  2. Setelah berolahraga, sebaiknya mencuci… A. Badan B. Tangan C. Kepala D. Kaki

    Jawaban: A

  3. Dribbling merupakan teknik dalam permainan… A. Menggiring bola basket B. Menembakkan bola ke ring basket C. Mengumpan bola basket D. Memukul bola basket

    Jawaban: A

  4. Penempatan posisi setiap pemain pada permainan sepak bola disebut… A. Strategi B. Teknik C. Formasi D. Taktik

    Jawaban: C

  5. Induk organisasi bola basket Indonesia adalah… A. PERBASI B. FIFA C. PBVSI D. PERSANI

    Jawaban: A

  6. Pada saat memulai aktivitas olahraga, sebaiknya melakukan… A. Pemanasan B. Pendinginan C. Latihan inti D. Lari jarak jauh

    Jawaban: A

  7. Gerakan kaki yang benar saat menendang bola adalah… A. Gerak mengayun ke depan B. Gerak mendorong ke depan C. Gerak mendorong ke belakang D. Gerak menekan ke bawah

    Jawaban: A

  8. Awal permainan sepak bola dimulai dengan… A. Kick-off B. Tendangan penalti C. Jump ball D. Service

    Jawaban: A

  9. Chest pass adalah teknik mengoper bola dari… A. Atas kepala B. Depan dada C. Belakang D. Bawah kaki

    Jawaban: B

  10. Berikut ini yang bukan termasuk teknik passing dalam bola basket adalah… A. Chest pass B. Bounce pass C. Overhead pass D. Overfoot pass

    Jawaban: D

  11. Lamanya waktu permainan sepak bola dalam satu pertandingan adalah… A. 45 menit B. 2 x 30 menit C. 90 menit D. 2 x 45 menit

    Jawaban: D

  12. Pemain sepak bola yang diperbolehkan memegang bola dengan tangan adalah… A. Center B. Striker C. Kiper (Keeper) D. Bek (Back)

    Jawaban: C

  13. Jumlah pemain sepak bola dalam satu regu adalah… orang. A. 9 B. 10 C. 11 D. 12

    Jawaban: C

  14. Apa pengertian shooting dalam permainan bola basket? A. Menembakkan bola ke dalam ring B. Menembakkan bola ke dalam gawang C. Menembakkan bola ke dalam kardus D. Menembakkan bola ke dalam tong sampah

    Jawaban: A

Gerakan Dasar dan Klasifikasi Olahraga

  1. Menservis bola di tempat pada permainan bola voli tanpa berlari menunjukkan gerakan… A. Lokomotor dan manipulatif B. Non lokomotor dan manipulatif C. Manipulatif D. Lokomotor dan non lokomotor

    Jawaban: B

  2. Berhenti di tempat tanpa membawa bola menunjukkan gerakan… A. Lokomotor B. Non lokomotor C. Manipulatif D. Jawaban b dan c benar

    Jawaban: B

  3. Berhenti di tempat sambil membawa bola menunjukkan gerakan… A. Lokomotor B. Non lokomotor C. Manipulatif D. Jawaban b dan c benar

    Jawaban: D

  4. Di bawah ini adalah jenis olahraga permainan, kecuali… A. Voli ball B. Tenis meja C. Lempar lembing D. Sepak bola

    Jawaban: C

  5. Di bawah ini adalah jenis olahraga atletik, kecuali… A. Lari 100 meter B. Lompat jauh C. Lempar lembing D. Sepak bola

    Jawaban: D

  6. Di bawah ini adalah jenis olahraga permainan bola kecil, kecuali… A. Kasti B. Tenis meja C. Kipres D. Bola bekel

    Jawaban: B

  7. Di bawah ini adalah jenis olahraga permainan tradisional, kecuali… A. Gobag sodor B. Hijau hitam C. Dakon D. Bola basket

    Jawaban: D

Dengan mempelajari dan berlatih soal-soal ini, diharapkan siswa kelas 6 SD dapat lebih percaya diri dan siap menghadapi Sumatif Akhir Semester (SAS) mata pelajaran PJOK. Penguasaan materi ini tidak hanya penting untuk penilaian, tetapi juga untuk membentuk pemahaman yang baik tentang kesehatan, kebugaran, dan berbagai jenis olahraga.

Kejutan Pagi yang Mengingatkan Arti Kebersamaan Sejati

Ada pagi yang berlalu begitu saja, tanpa kesan berarti. Namun, ada pula pagi yang datang diam-diam, menyentuh relung hati tanpa permisi, meninggalkan jejak kehangatan yang tak terduga. Pagi itu adalah salah satunya.

Saat itu, langit masih diselimuti kegelapan. Anak-anak masih terlelap, meninggalkan keheningan di rumah. Saya berdiri di depan cermin, berusaha membuka mata yang masih berat oleh sisa kantuk. Suami saya baru saja keluar dari kamar mandi, rambutnya masih lembab, langkahnya masih tertatih-tatih. Saya hanya ingin menarik napas panjang, mempersiapkan diri menghadapi rutinitas harian yang akan segera dimulai, tanpa firasat sedikit pun bahwa sebuah kalimat pendek akan mengguncang batin saya.

Ia mendekat perlahan, suaranya begitu lirih, nyaris tak terdengar. Saya tidak yakin apakah ia berbicara kepada saya atau hanya bergumam pada diri sendiri. Refleks, saya memintanya mengulang.

"Sebentar lagi sepuluh tahun," ucapnya pelan.

Saya terdiam. Pikiran saya langsung berputar kencang. Sepuluh tahun untuk apa? Batas waktu pekerjaan? Tagihan yang menumpuk? Jadwal rapat penting? Atau rencana pendidikan anak-anak?

"Sepuluh tahun apa?" tanya saya, masih setengah terbuai kantuk.

Ia tersenyum kecil. Senyum yang jarang terlihat, biasanya hanya muncul saat ia memandangi anak-anak kami yang tertidur lelap.

"Kita, mah. Anniversary."

Saya terpaku. Detik berikutnya, tawa kecil lolos dari bibir saya. Namun, di balik tawa itu, hati saya justru terasa menghangat luar biasa. Ada sesuatu yang mengalir perlahan, menghapus sisa kelelahan yang masih menempel sejak semalam.

"Oh ya? Benarkah?" sahut saya, nada suara saya terdengar lebih lembut dari biasanya.

Saya tak berusaha menyembunyikannya. Saya sungguh terharu. Suami saya bukanlah tipe pria yang romantis. Ia tidak hafal tanggal-tanggal penting. Perayaan bukanlah prioritas baginya. Bahkan saat kami masih berpacaran, ia selalu menolak untuk menghitung hari jadi.

"Ngapain dihitung? Kita kan mau selamanya," begitu alasannya dulu.

Saat itu, saya menganggapnya hanya sebagai alasan agar tidak perlu repot merayakannya. Namun, seiring waktu, saya menyadari bahwa ia memang mencintai dengan cara yang paling praktis. Tanpa simbol-simbol formalitas. Tanpa upacara yang meriah. Tanpa kata-kata manis yang berlebihan.

Momen Perubahan di Pagi yang Tak Biasa

Pagi itu, ia seolah bertransformasi. Saya memberanikan diri mengajukan pertanyaan yang biasanya saya siapkan diri untuk kemungkinan jawaban penolakan. "Mau dirayain?" tanya saya hati-hati.

Dalam benak saya, sudah terbayang jawaban klasik: "Nggak usah ah." Saya hampir yakin akan mendengarnya. Namun, ia menatap saya. Lalu bertanya balik dengan nada yang paling santai, namun justru paling mengguncang pagi saya itu. "Mau di mana, Mah?"

Saya terpaku. Ada bunyi "klik" halus di dada saya. Sesuatu yang lama terpendam mendadak mencair.

Di pagi yang sederhana itu, hati saya luluh lantak. Saya merasa seolah kembali ke masa-masa awal pacaran. Padahal, kami sudah dikaruniai dua orang anak. Kami pernah saling diam karena lelah. Kami pernah saling tidak mengerti. Kami telah melewati fase-fase di mana cinta terasa lebih seperti rutinitas daripada kejutan yang menggembirakan. Namun, di pagi itu, satu kalimatnya mampu menggeser segalanya.

Cinta Dewasa: Tumbuh Tanpa Kita Sadari

Cinta setelah pernikahan memang tidak selalu seindah cerita dongeng. Namun, saya belajar bahwa cinta dewasa justru tumbuh dalam ruang-ruang kecil yang seringkali luput dari perhatian kita.

Bukan dalam hadiah-hadiah besar. Bukan dalam perayaan-perayaan megah. Bukan pula dalam foto-foto yang dihiasi filter berlebihan. Justru, cinta itu hadir di tempat-tempat yang paling sederhana.

Di meja dapur yang penuh botol susu. Di ruang keluarga yang berantakan oleh mainan anak-anak. Di sela-sela kelelahan dua orang tua yang berusaha menjalani hidup sebaik mungkin.

Penelitian dari Gottman Institute, sebuah lembaga riset ternama yang berfokus pada hubungan jangka panjang, menunjukkan bahwa interaksi kecil sehari-hari memiliki peran yang sangat menentukan kualitas sebuah hubungan. "Small moments of positivity" atau momen-momen positif kecil menyumbang lebih dari 70% kedekatan emosional dalam pernikahan, jauh melebihi dampak momen-momen besar yang jarang terjadi.

Dan ternyata benar, cinta bisa muncul dari perubahan-perubahan kecil yang tidak pernah kita minta. Suami yang dulu acuh tak acuh terhadap hari jadi, kini justru mengingat hari pernikahan kami. Bahkan ia bertanya ingin merayakannya di mana. Ini bukanlah romantisme ala drama Korea, melainkan tanda kedewasaan emosional yang tumbuh perlahan.

Ruang-Ruang Kecil Penopang Cinta Dewasa

Rumah tangga adalah sebuah maraton panjang. Kita berlari sambil menahan kantuk, menggendong anak, mengejar waktu, dan berusaha menjaga kewarasan diri. Tidak ada musik pengiring yang megah. Tidak ada sorotan lampu yang gemerlap. Namun, ada ruang-ruang kecil yang menjadi penyelamat kita. Dapur yang berantakan. Pintu kamar mandi yang berembun. Lima menit waktu sebelum semua orang bangun.

Menurut sebuah artikel dari Institute for Family Studies, kebersamaan keseharian ternyata jauh lebih penting bagi kelangsungan hubungan jangka panjang dibandingkan aktivitas besar yang dirayakan sesekali. Kebersamaan-kebersamaan kecil inilah yang menciptakan rasa aman, dan rasa aman itulah yang membuat pernikahan bertahan.

Saya tersadar: cinta dewasa tidak selalu lahir dari kejutan besar. Ia justru hidup di ruang-ruang sederhana yang sering kita anggap biasa saja.

Pernikahan: Bukan Tentang Saksi, Tapi Tentang Pertumbuhan Bersama

Saya memandang suami pagi itu. Rambutnya masih meneteskan air. Matanya terlihat lelah, namun penuh kelembutan. Tidak ada properti romantis yang menghiasi. Tidak ada bunga atau lilin yang menyala. Saya sendiri masih mengenakan daster kusut. Namun, justru dalam keadaan paling biasa itulah saya merasa begitu dicintai.

Studi psikologi relasi yang dipublikasikan di Scientific American menemukan bahwa pasangan yang mampu mengekspresikan rasa syukur melalui hal-hal kecil cenderung memiliki komunikasi yang lebih stabil dan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi. Mungkin itulah sebabnya kalimat suami saya terasa seperti pelukan panjang yang menghangatkan. Ia tidak membawa hadiah. Ia hanya membawa sebuah ingatan: bahwa kami telah bertahan bersama selama hampir sepuluh tahun.

Sepuluh tahun penuh jatuh. Sepuluh tahun penuh bangkit. Sepuluh tahun memunguti serpihan kesabaran yang tercecer.

Pelajaran Berharga dari Momen Kecil

Apa yang bisa dipelajari dari momen kecil ini?

  • Pasangan Berubah, Meski Perlahan: Perubahan positif dalam hubungan tidak selalu datang dalam bentuk yang spektakuler.
  • Jangan Meremehkan Momen Harian: Pagi yang tampak biasa saja bisa menjadi titik balik emosional yang signifikan.
  • Komunikasi Kecil Bisa Memperbaiki Banyak Hal: Satu kalimat yang diucapkan dengan tulus bisa membuat istri merasa dihargai. Satu respons hangat bisa membuat suami merasa dilihat dan dipedulikan.

Mengapa Cerita Ini Perlu Dibagikan?

Karena banyak pasangan merasa hubungan mereka mulai datar. Banyak yang merasa tidak lagi diperhatikan oleh pasangannya. Banyak yang beranggapan bahwa cinta mereka telah habis, padahal yang hilang hanyalah jeda kecil untuk saling melihat dan mengakui keberadaan satu sama lain. Cerita seperti ini mengingatkan kita bahwa cinta tidak mati, ia hanya berubah bentuk.

Kadang, cinta hadir dalam suara yang nyaris tak terdengar sebelum matahari terbit. Kadang, cinta hadir dalam ingatan sederhana tentang tanggal pernikahan. Kadang, cinta hadir dalam usaha-usaha kecil yang tidak diminta.

Kebahagiaan dalam pernikahan bukanlah sesuatu yang megah. Ia tumbuh dari hal-hal sepele yang diucapkan dan dilakukan dengan jujur.

Pagi yang Akan Selalu Saya Ingat

Saya tidak tahu apakah nanti kami akan makan malam berdua, menonton film bersama, atau sekadar duduk sebentar setelah anak-anak terlelap.

Namun, saya tahu satu hal pasti: Saya akan selalu mengingat pagi itu. Pagi ketika suami saya yang notabene sangat tidak romantis, berkata dengan lirih:

"Sebentar lagi sepuluh tahun."

Tidak ada bunga. Tidak ada lilin. Tidak ada kejutan besar yang meriah.

Namun, hati saya meleleh. Dan itu sudah cukup untuk mengubah seluruh jalannya hari.

Sebab cinta yang tumbuh diam-diam pun, tetaplah cinta sejati. Dan di pagi itu, cinta itu memilih bentuknya yang paling sederhana: sebuah kalimat yang nyaris tak terdengar, namun terasa begitu dalam.

Mempersiapkan Diri untuk Ujian Akhir Semester Ganjil Bahasa Indonesia Kelas 7: Panduan Lengkap Prediksi Soal

Memasuki akhir semester ganjil, para siswa kelas 7 bersiap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS) atau Ujian Akhir Semester (UAS). Salah satu mata pelajaran yang menjadi fokus adalah Bahasa Indonesia. Untuk membantu siswa dalam mempersiapkan diri, berikut adalah rangkuman prediksi soal PAS/UAS Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 1, dilengkapi dengan penjelasan dan strategi menjawabnya.

Memahami Teks Deskripsi: Pengalaman Indra dalam Kata

Teks deskripsi berfungsi untuk menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara rinci, seolah-olah pembaca dapat melihat, mendengar, merasakan, mencium, atau mengecapnya secara langsung. Kemampuan untuk mengidentifikasi citraan yang digunakan dalam teks deskripsi sangat penting.

  • Citraan Pendengaran: Menggambarkan suara.
    • Contoh: "Di tengah malam hanya terdengar suara serangga malam." Kalimat ini menggunakan citraan pendengaran karena fokus pada suara yang terdengar di malam hari.
  • Citraan Penglihatan: Menggambarkan apa yang terlihat.
    • Contoh: "Terumbu karang tampak berwarna-warni sangat indah." Kalimat ini menggunakan citraan penglihatan karena menggambarkan visual dari terumbu karang yang berwarna-warni.
    • Contoh lain: "Gentingnya dicat dengan warna biru." Ini jelas menggambarkan visual.
  • Citraan Pencecapan: Menggambarkan rasa.
    • Contoh: "Gudeg Jogja memiliki rasa manis yang khas." Kalimat ini menggunakan citraan pencecapan karena fokus pada rasa manis dari gudeg.
  • Citraan Perabaan: Menggambarkan sensasi sentuhan.
    • Contoh: "Angin membelai lembut wajahku." Ini menggambarkan sensasi sentuhan angin.
  • Citraan Penciuman: Menggambarkan aroma.

Selain citraan, teks deskripsi sering menggunakan majas untuk memperkaya penggambaran.

  • Majas Simile: Perbandingan dua hal yang berbeda menggunakan kata "seperti", "bagaikan", "laksana", dll.
    • Contoh: "Mukanya bulat dengan alis tipis seperti semut beriring." Perbandingan alis dengan semut beriring menggunakan kata "seperti".
  • Majas Personifikasi: Memberikan sifat-sifat manusia pada benda mati atau hewan.
    • Contoh yang bukan personifikasi: "Sudah dua hari ini Andi batuk dan demam." Ini adalah kondisi fisik manusia, bukan benda mati yang diberi sifat manusia.
    • Contoh personifikasi: "Mobil itu batuk-batuk dan menyemburkan asap hitam saat lewat di depanku." Mobil yang "batuk-batuk" adalah pemberian sifat manusia.

Contoh Soal: Paragraf yang merupakan bagian dari teks deskripsi adalah yang paling rinci menggambarkan suatu objek atau tempat. * Contoh: "Panggung dengan ukuran yang cukup luas berdiri di tepi sebuah lapangan. Para penonton sudah tumpah ruah memenuhi lapangan. Namun, suasana panggung masih gelap. Ratusan lampu penerang belum dinyalakan. Dari tengah lapangan, para penonton terdengar riuh memanggil sebuah nama penyanyi yang akan tampil dalam konser di lapangan itu." Paragraf ini secara rinci menggambarkan suasana panggung dan lapangan sebelum konser.

Menjelajahi Dunia Cerita Fantasi: Imajinasi Tanpa Batas

Cerita fantasi adalah genre narasi yang didasarkan pada imajinasi dan khayalan yang melampaui kenyataan. Ciri-ciri umumnya meliputi:

  • Ide Cerita Terbuka: Cerita bisa berkembang tanpa terikat oleh batasan dunia nyata.
  • Menggunakan Latar Lintas Waktu: Latar bisa mencakup masa lalu, masa kini, dan masa depan, atau bahkan dunia paralel.
  • Mengandung Keanehan/Keajaiban: Munculnya elemen-elemen luar biasa seperti sihir, makhluk mitologis, atau kemampuan super.
  • Tokoh Unik: Karakter-karakter yang tidak biasa, baik dari segi penampilan maupun kemampuan.

Struktur cerita fantasi umumnya terdiri dari:

  • Orientasi: Pengenalan tokoh, latar, dan suasana cerita.
    • Contoh: "Dahulu kala ada seorang anak yang sangat baik dan pintar, namanya Ely. Ely anak yang sangat baik dan pintar. Suatu ketika peristiwa terjadi pada malam yang sunyi, ada sebuah cahaya yang masuk ke kamar Ely. Lalu Ely mengikutinya, dan sampailah di titik cahaya itu. Dia melihat sesosok wanita cantik bagaikan peri." Bagian ini memperkenalkan tokoh Ely, latar waktu (dahulu kala, malam sunyi), dan awal mula kejadian.
  • Komplikasi: Mulai munculnya masalah atau konflik dalam cerita.
    • Contoh: "Aku masih takut dengan monster itu, tetapi aku harus menyelamatkan Jerry. Aku terbang dengan sayapku. Tiba-tiba muncul sebuah busur panah di tanganku. Aku belum pernah memanah sebelumnya, tetapi apa salahnya aku mencoba." Bagian ini menunjukkan adanya masalah (monster, harus menyelamatkan Jerry) dan munculnya elemen tak terduga (sayap, busur panah).
  • Resolusi: Penyelesaian masalah atau konflik dalam cerita.
    • Contoh: "'Nggak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,' Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi." Bagian ini menunjukkan bahwa masalah telah teratasi.

Unsur-unsur penting dalam cerita fantasi lainnya:

  • Latar: Tempat dan waktu terjadinya cerita.
    • Latar waktu bisa berupa "Malam", "Pagi", "Siang", atau bahkan masa lalu yang sangat jauh.
    • Latar tempat bisa berupa "Rumah", "Sekolah", "Hutan", atau tempat imajiner lainnya.
  • Sudut Pandang Penulis: Cara penulis menceritakan kisah.
    • Orang Pertama: Menggunakan kata ganti "aku". Contoh: "Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya."
    • Orang Ketiga: Menggunakan kata ganti "dia", "mereka", atau nama tokoh.
  • Cerapan Pancaindra: Penggunaan indra untuk menggambarkan kejadian.
    • Contoh: "Tiba-tiba ada suara muncul di kepalaku. Suara itu menyuruhku untuk menyelamatkan Jerry." Ini menggunakan cerapan pendengaran (mendengar suara).
  • Latar Suasana: Perasaan yang ditimbulkan dalam cerita.
    • Contoh: "Serbuuuu...!" teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima. Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang." Suasana ini jelas menegangkan.

Cerita fantasi mengandung unsur keajaiban yang membedakannya dari cerita fiksi lainnya.

Teks Prosedur dan Kaidah Kebahasaan: Panduan dan Aturan

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau instruksi untuk melakukan sesuatu. Penulisan judul teks prosedur harus mengikuti kaidah ejaan yang benar, yaitu menggunakan huruf kapital di awal setiap kata penting.

  • Contoh penulisan judul yang benar: "Cara Mudah Membuat Donat Kentang".

Memperkaya Bahasa: Kalimat Rinci dan Sinonim

  • Kalimat Rinci (Perincian): Kalimat yang menjelaskan lebih lanjut suatu pernyataan umum.
    • Contoh: Jika ada kalimat umum "Ibuku adalah orang yang sangat baik", kalimat perincian yang sesuai adalah "Beliau suka menolong orang". Kalimat ini memberikan contoh konkret dari kebaikan ibunya.
  • Sinonim: Kata-kata yang memiliki arti serupa.
    • Sinonim dari kata "indah" adalah "elok", "permai", "cantik". Kata "amazing" bukan sinonim dalam Bahasa Indonesia yang baku.

Kaidah Ejaan dan Tanda Baca: Kunci Kejelasan

Penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang tepat sangat krusial dalam penulisan Bahasa Indonesia agar kalimat mudah dipahami dan tidak menimbulkan ambiguitas.

  • Huruf Kapital: Digunakan pada:
    • Awal kalimat.
    • Nama orang, tempat, hari, bulan, agama, dll.
    • Awal judul karya.
    • Contoh yang tepat: "Pantai Senggigi terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat." atau "Pulau Jawa dan Sumatra dipisahkan oleh Selat Sunda."
    • Kesalahan umum: Menulis nama pulau atau daerah dengan huruf kecil.
  • Tanda Koma (,): Digunakan untuk:
    • Memisahkan unsur dalam perincian. Contoh: "Ia membeli kopi, kain, dan tas sebagai oleh-oleh untuk para sahabatnya."
    • Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat mendahului induk kalimat. Contoh: "Jika saya mampu, saya akan membiayai pendidikan anak itu."
    • Menyapa atau mengawali kalimat langsung. Contoh: "Selamat malam kakak-kakak, selamat datang di desa denge."

Puisi Rakyat: Warisan Budaya Berirama

Puisi rakyat adalah puisi yang berkembang di masyarakat dan menjadi bagian dari warisan budaya. Ciri khasnya adalah terikat oleh aturan penulisan. Jenis-jenis puisi rakyat antara lain:

  • Pantun: Terdiri dari empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi.
  • Gurindam: Terdiri dari dua baris, baris pertama berisi soal, baris kedua berisi jawaban atau isi.
  • Syair: Terdiri dari empat baris, semua baris merupakan isi, dan memiliki rima akhir yang sama.

  • Contoh Pantun Nasihat: Lepas dijemur baju dilipat Disimpan dalam almari lama Jangan kita tinggalkan shalat Karena shalat tiang agama

  • Pesan dalam syair biasanya bersifat mendidik atau memberikan nasihat. Contohnya, syair tentang mencari ilmu menekankan pentingnya belajar terus-menerus dan menggunakannya dengan bijak.

  • Kaidah kebahasaan yang menonjol pada larik pertama puisi rakyat seringkali adalah kalimat pernyataan atau perintah, tergantung jenis puisinya.

Dengan memahami berbagai jenis teks, kaidah kebahasaan, serta unsur-unsur penting dalam Bahasa Indonesia, siswa kelas 7 diharapkan dapat menghadapi PAS/UAS dengan lebih percaya diri dan meraih hasil yang optimal.

Diberdayakan oleh Blogger.