Yaroslav Amosov Debut Gemilang di UFC, Taklukkan Veteran Neil Magny dengan Kuncian Cepat
Dunia Mixed Martial Arts (MMA) kembali diguncang dengan penampilan memukau dari seorang pendatang baru di arena UFC. Yaroslav Amosov, petarung asal Ukraina yang sebelumnya dikenal sebagai mantan juara Bellator, berhasil mencatatkan debut impresifnya di kelas welter UFC. Dalam pertarungan yang berlangsung di UFC Apex, Las Vegas, Amerika Serikat, pada Minggu (14/12/2025) pagi waktu Indonesia, Amosov sukses mengalahkan petarung veteran yang kenyang pengalaman, Neil Magny.
Kemenangan ini tidak hanya menandai awal yang kuat bagi Amosov di UFC, tetapi juga menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu talenta yang patut diperhitungkan di divisi kelas welter yang saat ini didominasi oleh Islam Makhachev. Amosov berhasil mengakhiri pertarungan di ronde pertama melalui kuncian anaconda yang dieksekusi dengan presisi dan kecepatan luar biasa.
Strategi Cerdas dan Eksekusi Mematikan
Pertarungan dimulai dengan intensitas tinggi. Amosov menunjukkan ketenangannya dalam menghadapi Magny, yang dikenal sebagai salah satu petarung dengan rekor kemenangan terbanyak di kelas welter UFC. Setelah berhasil mendaratkan pukulan yang membuat Magny goyah, Amosov dengan sigap memanfaatkan momentum. Ia segera menindih lawannya, mengunci leher Magny dengan lengan kirinya, sementara lengan kanannya menjepit lengan kiri sang veteran. Dengan kombinasi kekuatan dan teknik yang matang, Amosov berhasil mengamankan kuncian tersebut, memaksa Magny untuk menyerah dengan menepukkan tangannya sebagai tanda tap out.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Neil Magny. Ini merupakan kekalahan keenam baginya dalam dua belas pertarungan terakhir sejak tahun 2022. Periode yang sama juga melihat Magny harus mengakui keunggulan para calon penantang gelar di kelas welter, termasuk nama-nama seperti Shavkat Rakhmonov, Ian Machado Garry, Michael Morales, dan Carlos Prates. Status Magny sebagai gatekeeper atau "penjaga gerbang" di divisi ini pun semakin menguat. Ia dianggap sebagai batu loncatan bagi para petarung muda yang bercita-cita untuk menantang sabuk juara, namun seringkali ia menjadi tembok yang sulit ditembus oleh para penantang tersebut.
Rekam Jejak Amosov yang Mengesankan
Namun, Yaroslav Amosov bukanlah petarung sembarangan yang bisa diremehkan. Latar belakangnya sebagai mantan juara di ajang MMA terkemuka lainnya, Bellator, memberikan bukti nyata akan kualitas dan pengalamannya. Sebelum memasuki UFC, Sherdog mencatat bahwa Amosov memiliki rekor yang mengagumkan, yaitu 28 kemenangan dan hanya 1 kekalahan. Dengan kemenangan atas Magny ini, rekor keseluruhannya di ajang MMA kini menjadi 29 kemenangan dan 1 kekalahan.
Rekor ini mengingatkan pada legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, yang juga pensiun dengan rekor sempurna 29-0. Perbedaan utama terletak pada catatan kekalahan Amosov yang terjadi pada tahun 2023 melalui KO, yang juga menandai pertarungan terakhirnya di Bellator. Namun, sejak saat itu, Amosov telah bangkit dengan meraih dua kemenangan beruntun, menunjukkan ketahanan mental dan kemampuannya untuk kembali ke jalur kemenangan.
Persamaan penting lainnya antara Amosov dan Nurmagomedov, serta Islam Makhachev yang kini memegang sabuk juara kelas welter UFC, adalah latar belakang mereka dalam olahraga sambo. Disiplin bela diri Rusia ini dikenal dengan fokusnya pada gulat, bantingan, dan kuncian, yang terbukti sangat efektif dalam pertarungan MMA. Kemampuan Amosov dalam hal gulat dan teknik kuncian, yang ia demonstrasikan saat melawan Magny, adalah hasil dari latihan sambo yang intensif.
Ambisi Besar di Panggung UFC
Petarung berusia 32 tahun ini mengungkapkan kebahagiaannya atas kesempatan untuk akhirnya berkompetisi di UFC. Ia mengaku telah menantikan momen ini sejak lama dan telah mempersiapkan diri secara matang selama setahun terakhir.
"Saya adalah petarung top, tetapi tidak punya sabuk, untuk sekarang," ucap Amosov dengan penuh keyakinan pasca-pertarungan kepada UFC. Pernyataannya mencerminkan ambisinya yang besar dan keyakinannya bahwa ia memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.
Setelah sempat rehat dari dunia kompetisi selama dua tahun, Amosov bertekad untuk tetap aktif. Ia berencana untuk menjalani dua hingga tiga pertarungan di tahun mendatang, dengan tujuan utama untuk meraih sabuk juara UFC. Menjadi juara di organisasi MMA terbesar di dunia adalah impian terbesarnya, dan debut gemilangnya melawan Neil Magny adalah langkah awal yang sangat menjanjikan menuju pencapaian tersebut.
Hasil Lengkap UFC Vegas 112
Berikut adalah hasil lengkap dari gelaran UFC Vegas 112:
Kartu Utama
- Kelas Terbang: Brandon Royval vs. Manel Kape
- Kelas Bulu: Giga Chikadze vs. Kevin Vallejos
- Kelas Menengah: Cezary Oleksiejczuk mengalahkan Cesar Almeda (Keputusan Angka Mutlak)
- Kelas Bulu: Melquizael Costa mengalahkan Morgan Charriere (KO, Ronde 1)
- Kelas Berat: Kennedy Nzechukwu vs. Marcus Buchecha (Imbang Keputusan Angka Mutlak)
- Kelas Tangkapan (160 pon): King Green mengalahkan Lance Gibson Jr. (Keputusan Angka Mutlak)
Kartu Awal
- Kelas Welter: Yaroslav Amosov mengalahkan Neil Magny (Kuncian, Ronde 1)
- Kelas Bulu: Joanderson Brito mengalahkan Isaac Thomson (Keputusan Angka Mutlak)
- Kelas Berat: Steven Asplund mengalahkan Sean Sharaf (TKO, Ronde 2)
- Kelas Bantam Wanita: Luana Santos mengalahkan Melissa Croden (Keputusan Angka Mutlak)
- Kelas Berat: Guilherme Pat mengalahkan Allen Frye (Keputusan Angka Mutlak)
- Kelas Terbang Wanita: Jamey-Lyn Horth mengalahkan Tereza Bleda (TKO, Ronde 1)