Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Industri hiburan. Tampilkan semua postingan

Memasuki tahun baru, stasiun televisi Korea Selatan mulai memanjakan penggemar dengan deretan drama yang siap tayang di tahun 2026. Salah satu yang tak ketinggalan adalah ENA, jaringan televisi berbayar nasional yang telah mengumumkan beberapa judul drama beserta para pemain dan sinopsis singkatnya. Kisah-kisah menarik yang ditawarkan pun mulai mencuri perhatian para pencinta drama Korea (drakor). Mari kita simak daftar drakor yang siap menghiasi layar kaca ENA di tahun 2026.

1. Honour

Dijadwalkan tayang perdana pada 2 Februari 2026, Honour akan mengisi slot penayangan yang sebelumnya ditempati oleh drama Idol I. Drama ini mengisahkan perjalanan tiga pengacara perempuan yang bekerja di L&J Law Firm, sebuah firma hukum yang secara khusus menangani kasus-kasus yang melibatkan korban kejahatan perempuan. Ketiga sahabat ini telah menjalin ikatan pertemanan erat selama 20 tahun sejak masa kuliah mereka.

Mereka dikenal sebagai sosok pengacara yang berbakat dan penuh percaya diri. Namun, di balik citra profesional mereka, tersimpan masalah masa lalu yang telah mereka tutupi rapat-rapat selama dua dekade. Rahasia-rahasia ini kini mulai muncul ke permukaan dan mengancam untuk mengguncang kehidupan mereka secara tak terduga. Dalam menghadapi badai yang menerpa, para pengacara ini harus bersatu dan bekerja sama untuk mengungkap serta menyelesaikan masalah-masalah lama yang kembali menghantui.

2. Climax

Berlatar belakang dunia politik yang penuh intrik, Climax akan menampilkan Joo Ji Hoon dan Ha Ji Won sebagai pasangan suami istri yang sangat terkenal. Joo Ji Hoon memerankan karakter jaksa Bang Tae Seop, yang namanya mulai meroket setelah menikahi aktris papan atas Chu Sang A, yang diperankan oleh Ha Ji Won. Keduanya memiliki ambisi besar untuk mencapai puncak tertinggi dalam karier masing-masing.

Fokus utama Climax adalah pada upaya jaksa Bang Tae Seop untuk menembus lingkaran kekuasaan elit di Korea Selatan. Ia tak segan memanfaatkan kekayaan dan pengaruh sang istri, yang dulunya merupakan salah satu aktris paling bersinar di masanya. Drama ini juga akan menghadirkan persaingan sengit yang muncul akibat perebutan warisan di sebuah keluarga konglomerat, menambah kompleksitas cerita.

3. Scarecrow

Mengusung tema kasus pembunuhan berantai, Scarecrow akan mengajak penonton untuk turut menebak-nebak kebenaran di balik kasus misterius yang menggemparkan Korea Selatan. Cerita ini berpusat pada investigasi yang dilakukan oleh tim gabungan antara polisi, jaksa, dan reporter. Uniknya, ketiga profesi ini diperankan oleh karakter-karakter yang merupakan teman lama yang kembali bersatu demi menegakkan keadilan.

Kang Tae Joo, yang diperankan oleh Park Hae Soo, adalah seorang detektif gigih yang tidak pernah menyerah dalam menyelidiki kasus. Ia akan bekerja sama dengan Cha Si Yeong (Lee Hee Joon), teman sekelasnya di SMA yang kini berprofesi sebagai jaksa. Aksi mereka juga akan didukung oleh Seo Ji Won (Kwak Sun Young), seorang reporter yang juga merupakan teman masa kecil mereka. Bersama-sama, mereka berjuang untuk melindungi kampung halaman mereka dari ancaman seorang pembunuh berantai.

4. Doctor on the Edge

Dengan genre rom-com (roman komedi), Doctor on the Edge direncanakan akan tayang sebanyak 12 episode, meskipun jadwal pasti penayangannya belum diumumkan. Drama ini akan membawa penonton menyelami dunia medis di tengah pelaksanaan wajib militer, yang merupakan kewajiban bagi seluruh pria berkewarganegaraan Korea Selatan. Para tenaga medis akan ditempatkan sesuai dengan spesialisasi mereka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Fokus cerita Doctor on the Edge tertuju pada Do Ji Ui (Lee Jae Wook), seorang dokter bedah plastik. Ia ditugaskan di sebuah pulau terpencil bernama Pyeongdong-do, sebuah lokasi yang selalu dihindari oleh banyak orang. Di sana, ia kemudian akan terlibat dalam kisah romantis dengan Yook Ha Ri (Shin Ye Eun), seorang perawat misterius yang kehadirannya menambah warna pada kehidupan Do Ji Ui.

5. Dream to You

Mengangkat tema tentang pencapaian mimpi, Dream to You akan menampilkan chemistry yang kuat antara Hwang In Yeop dan Lee Hye Ri. Kisah drama ini berfokus pada dua karakter yang menjalani kehidupan di jalur yang berbeda. Reporter Ju I Jae (Lee Hye Ri) harus merelakan impiannya menjadi seorang sutradara di usia 20-an dan kini tengah merasakan kehidupan yang semakin terpuruk di usia 30-an.

Sementara itu, Woo Su Bin (Hwang In Yeop) justru berjuang untuk melepaskan diri dari kehidupan yang telah diatur oleh orang tuanya sejak ia muda. Ia berhasil mewujudkan mimpinya dengan menjadi seorang sutradara film yang sukses. Kehadiran Woo Su Bin diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi Ju I Jae untuk kembali mengejar dan meraih mimpinya.

6. Love Doctor

Dengan sentuhan genre slice of life, Love Doctor akan menyajikan kisah tentang perjuangan seseorang untuk bangkit dari keterpurukan. Park Min Jae (Choo Young Woo) adalah mantan atlet renang yang terpaksa mengakhiri kariernya lebih awal akibat penyakit osteosarkoma. Beruntung, ia berhasil melewati masa-masa sulit tersebut dan akhirnya melanjutkan pendidikan di jurusan Teknik Mesin di Seoul National University.

Di universitas, ia akan terlibat dalam kisah romansa dengan Im Yu Jin (Kim So Hyun), yang juga mendaftar program magister Teknik Mesin karena ketertarikannya pada robotika. Im Yu Jin juga tengah berjuang bangkit dari keterpurukan akibat sebuah insiden yang tidak menyenangkan. Melalui kisah mereka, drama ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat kepada penonton untuk tetap kuat menghadapi berbagai cobaan dalam kehidupan.

Dari genre thriller hingga rom-com, sederet drakor yang akan tayang di ENA pada tahun 2026 ini menjanjikan berbagai kisah menarik yang sayang untuk dilewatkan. Para penggemar diharapkan untuk terus menantikan jadwal tayang resmi agar tidak ketinggalan setiap episode dari drama-drama yang paling dinantikan.

Beberapa film hadir hanya sebagai selingan sesaat, menghibur kita dengan tawa singkat sebelum terlupakan. Namun, ada pula karya sinema yang mampu membekas jauh setelah layar meredup, meninggalkan jejak renungan, emosi mendalam, atau bahkan membuka perspektif baru tentang kehidupan dan dunia di sekitar kita. Film-film semacam ini bukan sekadar tontonan pasif; mereka adalah pengalaman batin yang kaya, jendela menuju masa lalu, sekaligus cermin bagi diri kita sendiri.

Berikut adalah sembilan film yang patut disaksikan setidaknya sekali seumur hidup, karena masing-masing menawarkan pelajaran berharga, nilai kemanusiaan yang universal, dan cerita yang tak lekang oleh waktu.

1. The Shawshank Redemption (1994) – Harapan yang Tak Terkalahkan

Karya Frank Darabont ini berhasil menangkap esensi harapan dengan kekuatan yang luar biasa. Andy Dufresne, seorang bankir yang dijebloskan ke penjara atas tuduhan yang tidak dilakukannya, secara perlahan menumbuhkan kembali harapan di tengah kerasnya kehidupan di balik jeruji besi. Film ini menyampaikan pesan kuat bahwa bahkan dalam kegelapan terpekat sekalipun, manusia mampu menemukan secercah cahaya jika ia tidak pernah menyerah pada impiannya. Perjalanan Andy adalah bukti nyata ketahanan jiwa manusia dalam menghadapi ketidakadilan.

2. Forrest Gump (1994) – Kebijaksanaan dari Hati yang Tulus

Forrest Gump bukanlah karakter yang paling cerdas, kuat, atau menonjol. Namun, ketulusan hati dan keteguhan pendiriannya justru membuat hidupnya memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan banyak orang yang merasa "lebih" dari dirinya. Film ini mengingatkan kita bahwa perjalanan hidup tidak harus diwarnai dengan pencapaian luar biasa untuk menjadi berarti. Yang terpenting adalah memiliki hati yang bersih dan keberanian untuk melangkah maju, selangkah demi selangkah. Kisah Forrest mengajarkan kita untuk menghargai setiap momen dan menjalani hidup dengan sepenuh hati.

3. Spirited Away (2001) – Petualangan Fantasi yang Menyentuh Jiwa

Mahakarya Hayao Miyazaki ini melampaui definisi animasi biasa; ia adalah dongeng filosofis yang mengeksplorasi tema pertumbuhan, kehilangan, dan keberanian. Melalui petualangan Chihiro di dunia roh yang penuh keajaiban dan misteri, penonton diajak untuk memahami bahwa kedewasaan sering kali lahir dari situasi yang memaksa kita keluar dari zona nyaman dan menghadapi ketakutan. Film ini mengajarkan tentang pentingnya adaptasi, kerja keras, dan menemukan kekuatan dalam diri saat menghadapi tantangan yang tak terduga.

4. Schindler's List (1993) – Menghadapi Kegelapan Sejarah dengan Kemanusiaan

Menyaksikan film arahan Steven Spielberg ini adalah pengalaman yang berat dan emosional. Film ini membawa kita kembali ke masa kelam Holocaust, mengisahkan tentang Oskar Schindler, seorang pengusaha yang dengan gagah berani menyelamatkan lebih dari seribu nyawa Yahudi dari pembantaian. "Schindler's List" berfungsi sebagai pengingat penting bahwa kejahatan dapat tumbuh subur dari ketidakpedulian, sementara kebaikan sejati sering kali muncul dari sumber yang paling tidak terduga. Film ini adalah kesaksian tentang kekuatan moral individu dalam menghadapi tirani.

5. The Godfather (1972) – Kompleksitas Keluarga, Kekuasaan, dan Pilihan Moral

Lebih dari sekadar film gangster, "The Godfather" adalah sebuah studi mendalam tentang dinamika keluarga yang rumit, beban warisan nilai, dan ambisi yang dapat menggerogoti jiwa. Melalui transformasi Michael Corleone, dari seorang pemuda idealis menjadi pemimpin mafia yang ditakuti, kita menyaksikan bagaimana keputusan-keputusan kecil, bahkan yang tampaknya tidak signifikan, dapat secara drastis mengubah takdir seseorang. Film ini mengajarkan tentang konsekuensi dari pilihan dan bagaimana kekuasaan dapat mengubah karakter seseorang secara fundamental.

6. Life Is Beautiful (1997) – Menemukan Keajaiban di Tengah Tragedi

Roberto Benigni berhasil menyajikan sebuah kisah yang menghangatkan hati sekaligus memilukan. Di tengah situasi perang yang suram dan mengerikan, seorang ayah berusaha keras untuk menjaga agar dunia putranya tetap terlihat indah dan penuh keajaiban. Film ini mengajarkan sebuah pelajaran mendalam tentang kekuatan cinta yang mampu membuat seseorang tetap tersenyum dan berjuang, bahkan ketika dunia di sekitarnya sedang runtuh. "Life Is Beautiful" adalah ode untuk ketangguhan semangat manusia dan peran penting optimisme dalam situasi terberat.

7. Parasite (2019) – Benturan Kelas Sosial yang Tajam

Karya Bong Joon-ho ini sangat relevan dengan isu-isu sosial kontemporer. Film ini mengeksplorasi jurang pemisah kelas sosial, kesenjangan ekonomi, serta harapan dan tragedi yang lahir dari ketidakadilan. "Parasite" tidak menawarkan jawaban yang mudah, melainkan membuka ruang bagi penonton untuk merenung dan bertanya: di manakah posisi kita dalam struktur sosial yang timpang ini? Film ini secara cerdas menyoroti dinamika hubungan antara si kaya dan si miskin, serta konsekuensi yang tak terhindarkan dari sistem yang menciptakan kesenjangan.

8. The Dark Knight (2008) – Superhero yang Melampaui Batas Moral

Film ini berhasil mendobrak batasan genre superhero. Kehadiran Joker, seorang antagonis yang tidak terobsesi dengan kekayaan atau kekuasaan, memaksa Batman dan seluruh warga Gotham untuk menghadapi dilema moral yang kompleks dan tidak hitam-putih. "The Dark Knight" menantang kita untuk melihat bahwa kebaikan sejati bukanlah sebuah keadaan yang nyaman, melainkan sebuah pilihan sulit yang harus diambil, bahkan ketika dunia di sekitar kita tidak mendukungnya. Film ini mengeksplorasi sifat kejahatan dan harga yang harus dibayar untuk menjaga ketertiban.

9. Cinema Paradiso (1988) – Cinta Pertama pada Dunia Sinema

Film Italia yang indah ini adalah sebuah surat cinta yang tulus untuk seni sinema itu sendiri. Melalui hubungan yang terjalin antara seorang anak kecil dan seorang operator bioskop tua yang bijaksana, penonton diajak untuk merasakan kembali keajaiban saat pertama kali jatuh cinta pada film. Film ini menunjukkan bagaimana seni, khususnya sinema, memiliki kekuatan untuk membentuk dan memperkaya kehidupan seseorang. "Cinema Paradiso" adalah pengingat akan kekuatan narasi visual dan dampak emosional yang dapat ditimbulkannya.

Film Sebagai Cermin Kehidupan yang Bergerak

Kesembilan film di atas membawa kita pada perjalanan emosional dan intelektual yang beragam, mencakup tema-tema seperti harapan, cinta, tragedi, dan kritik sosial. Film-film ini bukan hanya layak ditonton, tetapi juga layak untuk dikenang, karena masing-masing menyimpan hikmah yang dapat membuka pikiran dan memperkaya cara pandang kita terhadap kehidupan.

Menonton film-film "wajib" ini bukan sekadar tentang mengikuti daftar rekomendasi. Ini adalah tentang kesempatan untuk: * Memahami dunia dari berbagai sudut pandang yang lebih luas. * Mengembangkan empati yang mungkin belum pernah kita rasakan sebelumnya. * Mengingat bahwa setiap individu membawa cerita unik yang patut dihargai.

Jika Anda belum menyaksikan salah satu dari karya-karya luar biasa ini, mungkin inilah saat yang tepat untuk memulai sebuah perjalanan sinematik yang akan meninggalkan kesan mendalam.

Featured Image

Bulan Juli dan Agustus 2025 menjadi bulan yang sibuk bagi beberapa aktor dan aktris Korea Selatan. Mereka tidak hanya membintangi satu drama, tetapi dua drama sekaligus, bahkan beberapa di antaranya tayang berdekatan atau bersamaan. Hal ini tentu saja membuat para penggemar kagum dengan produktivitas mereka. Siapa sajakah mereka? Mari kita simak ulasan berikut ini:

1. Ryu Hye Young: Pengacara Ekstrovert dan Perawat Pemberani

Ryu Hye Young kembali ke layar kaca dengan dua peran yang sangat berbeda. Pertama, ia berperan sebagai seorang pengacara dalam drama berjudul Law and the City. Karakternya digambarkan sebagai sosok yang ekstrovert, mudah bergaul, dan memiliki selera makan yang baik, sehingga ia memiliki banyak rekomendasi restoran enak.

Di waktu yang hampir bersamaan, drama The Nice Guy juga mulai tayang, menampilkan Ryu Hye Young sebagai seorang perawat. Dalam drama ini, ia berperan sebagai adik dari karakter yang diperankan oleh Oh Na Ra dan Lee Dong Wook. Ia adalah anak bungsu dari keluarga gangster dan memiliki karakter yang pemberani. Dua peran yang sangat kontras ini menunjukkan fleksibilitas akting Ryu Hye Young.

2. Arin: Melihat Garis Takdir dan Bertransformasi Menjadi Pria

Arin, salah satu personel girl group ternama, juga menunjukkan kemampuan aktingnya dalam dua drama yang berbeda genre. Pertama, ia membintangi drama S Line, sebuah drama yang banyak diperbincangkan karena konsepnya yang unik. Drama ini bercerita tentang garis merah yang muncul di kepala manusia dan menghubungkan orang-orang yang pernah berhubungan badan.

Arin berperan sebagai Shin Hyun Heup, seorang siswi SMA yang memiliki kemampuan melihat garis merah tersebut sejak lahir. Kemampuan ini, sayangnya, membawa malapetaka bagi keluarganya. Ia kemudian berusaha menyelidiki garis merah tersebut, yang ternyata menjadi penyebab berbagai kasus kriminal.

Selain S Line, Arin juga membintangi drama romantis fantasi berjudul My Girlfriend is the Man. Dalam drama ini, ia dipasangkan dengan Yoon San Ha. Mereka bertemu melalui kencan buta, namun suatu kejadian tak terduga membuat karakter yang diperankan Arin berubah menjadi seorang pria. Drama ini tayang di stasiun televisi KBS2 mulai 23 Juli 2025.

3. Yum Jung Ah: Dokter Berhati Dingin dan Ibu Tunggal Romantis

Aktris senior Yum Jung Ah juga siap menyapa penonton dengan dua peran yang sangat berbeda. Di drama The Defects, ia berperan sebagai seorang dokter terkenal yang dihormati oleh banyak orang. Drama ini direncanakan tayang pada 21 Juli 2025.

Namun, di balik kesuksesannya, karakter yang diperankan Yum Jung Ah memiliki rahasia besar. Ia menjalankan sebuah organisasi perdagangan anak dengan kedok adopsi. Karakternya digambarkan sebagai sosok berhati dingin yang percaya bahwa hanya gen terbaik yang pantas untuk hidup.

Sebelum The Defects selesai tayang, Yum Jung Ah juga akan tampil dalam drama Love Take Two bersama Park Hae Joon. Drama ini bergenre komedi romantis dan bercerita tentang seorang ibu tunggal yang memulai hidup baru bersama putrinya di pedesaan. Yum Jung Ah berperan sebagai ibu tunggal tersebut, yang kemudian bertemu kembali dengan cinta pertamanya.

4. Kim Min Kyu: Misteri di Sekolah Elit dan Petani Veteran

Kim Min Kyu, yang dikenal melalui ajang pencarian bakat Produce X, juga membuktikan dirinya sebagai aktor yang serba bisa. Ia membintangi drama Love Take Two sebagai seorang petani yang sudah menggeluti bidang pertanian sejak usia dini. Ia dianggap sebagai veteran di bidangnya karena sudah berkarier selama 6 tahun.

Sebelum Love Take Two tayang, Kim Min Kyu lebih dulu tampil dalam drama Bitch X Rich 2. Ia berperan sebagai Cha Jin Wook, seorang siswa pindahan yang kehadirannya membuat cerita semakin menarik dan penuh misteri. Karakternya menyimpan rahasia yang belum terungkap.

Cha Jin Wook diceritakan menjalani perjodohan bisnis dengan Baek Je Na (diperankan oleh Yeri) atas perintah orang tuanya. Ia menjadi siswa pindahan yang langsung masuk ke klub Diamond 6 berkat sumbangan besar yang ia berikan. Cha Jin Wook dan Baek Je Na kemudian menjalin hubungan kontrak demi keuntungan masing-masing.

Keempat aktor dan aktris di atas menunjukkan dedikasi dan profesionalisme mereka dengan membintangi dua drama sekaligus dalam waktu yang berdekatan. Mereka berhasil memerankan karakter-karakter yang berbeda dengan sangat baik, sehingga membuat para penonton semakin antusias untuk menyaksikan drama-drama terbaru mereka. Mereka patut diacungi jempol atas kerja keras dan kemampuan akting mereka yang luar biasa.

Kijang Satu... Kijang Satu. kijang dua minta izin untuk melepaskan diri...

Siapa yang suka atau pernah menonton film dengan tema agen rahasia? Pasti tahu, kalau di atas bukan menunjukkan kendaraan, tapi termasuk kode-kode rahasia yang sering digunakan di Indonesia. Biasanya saya menonton film agen rahasia dengan agen yang serius. Itu sudah biasa. Bagaimana kalau filmnya dibalut dengan komedi lokal? Pasti seru dan bikin ketawa, hehe. Itulah yang saya rasakan saat menonton film Agen +62 pada Sabtu, 12 Juli 2025 di XXI Plaza Blok M Jakarta Selatan.

Dito (Keanu Angelo) merupakan salah satu agen pemula dari Pusat PUANAS atau Pusat Usaha Nasional. Ia sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi agen rahasia yang berpengalaman. Namun, pada misi sebelumnya, Dito tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Akibatnya, ia lama tidak diberi kesempatan lagi untuk bertugas di lapangan.

Meskipun menurut Lukman (Totos Rasiti), bawahan nya itu, Dito, meskipun tubuhnya gemuk tidak bisa tinggi... eh, itu sih, lirik lagu anak kelinci hehehe, Dito memiliki kemampuan besar saat menjalankan misi. Terlebih Lukman merasa, selama ini instingnya tidak pernah salah dalam menilai kemampuan agennya. Maka ia terus berpikir untuk mengirimkan Dito kembali ke lapangan.

Pada suatu waktu, Pusat PUANAS mendapat tugas baru. Kali ini, Dito ditempatkan bersama rekan baru bernama Martha (Rieke Dyah Pitaloka), yang merupakan senior dari Dito. Tugas mereka kali ini adalah menyelidiki seorang politikus (Candra Satria) yang sedang berusaha menjadi pejabat. Ia dicurigai memiliki niat tersembunyi di balik segala kebaikannya selama menjalani kampanye.

Saat melakukan penyelidikan, ternyata Dito dan Martha secara tidak sengaja menemukan fakta terbaru yang sangat mengejutkan dan berbahaya, yaitu keberadaan sindikat perjudian online. Meskipun semakin berkembang, selain mengawasi gerak-gerik sang politikus, Dito dan Martha juga harus mengungkap perjudian online yang membahayakan keamanan nasional.

Dito dan Martha melakukan berbagai langkah agar bisa masuk ke lingkungan Jessica (Cinta Laura), kekasih seorang politikus yang diduga memiliki hubungan besar dengan perusahaan judi online ini. Tentu saja hal itu tidak mudah. Dito dan Martha harus waspada, jangan sampai penyamaran mereka terbongkar.

Akhirnya mereka berhasil memasuki lingkungan Jessica. Dan ternyata, mereka menemukan fakta lain yang sangat mengejutkan dan pastinya berbahaya. Apalagi hal ini berkaitan dengan masa depan generasi muda.

Dito dan Martha terus berupaya bekerja sama dengan baik. Namun tentu saja tantangan tidaklah mudah. Termasuk munculnya masalah dari keluarga Dito yang mengganggu fokusnya, ditambah lagi Martha yang sering terganggu oleh kisah masa lalunya bersama mantan pasangannya. Apalagi menyatukan dua pikiran dalam satu tujuan bukanlah hal yang mudah. Selalu muncul ego masing-masing yang merasa paling benar.

Bisakah Dito dan Matha mengungkap kasus perjudian online ini? Dan apakah mereka mampu terus bekerja sama hingga akhirnya menyelesaikan tugas dengan baik?

Nah, untuk kisah lengkapnya, tentu saja harus menonton film Agen +62 yang telah tayang sejak 3 Juli. Film ini diproduksi oleh Wahana Kreatif Nusantara bekerja sama dengan PK Film yang disutradarai oleh Dina Jayanti. Pastinya ini menjadi tantangan besar bagi Dinna dalam menggarap film bergenre komedi karena sebelumnya ia dikenal melalui tema drama remaja.

Film Agen +62 tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menyampaikan pesan moral kepada kita, mengenai bahaya judi online yang tidak hanya merusak pikiran, tetapi juga dapat membuat seseorang miskin. Oleh karena itu, sebaiknya segera dihindari. Uang memang diperlukan, tetapi perlu proses dalam mencarinya dengan cara yang benar dan halal. Jadi hindari... judi online.

Ehm... Menjadi agen rahasia +62 tidaklah mudah. Tidak hanya memerlukan kemampuan berpura-pura dengan baik, tetapi juga kerja sama tim yang baik. Termasuk dalam hal mengendalikan ego. Apakah kalian mampu menjadi agen rahasia bagi +62?

Diberdayakan oleh Blogger.