ChargePoint luncurkan pengisian EV super cepat 10 menit yang dorong transisi kendaraan listrik di seluruh dunia

medkomsubangnetwork, — Perusahaan infrastruktur kendaraan listrik terkemuka asal Amerika Serikat, ChargePoint, mengumumkan kemajuan teknologi yang berpotensi merevolusi pengalaman pemilik kendaraan listrik (EV) di seluruh dunia. Dengan kemampuan mengisi daya dari kosong hingga penuh dalam waktu sekitar 10 menit, terobosan ini diperkirakan dapat mendorong adopsi EV lebih cepat di berbagai negara.
Dilansir dari The Cool Down, Selasa (13/1/2026), ChargePoint berencana meluncurkan stasiun pengisian baru bernama ChargePoint Express Grid pada 2026. Sistem ini menggunakan DC fast charger 600 kilowatt (kW), yakni pengisian arus searah langsung ke baterai EV, yang mampu memangkas waktu pengisian hingga tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Laporan tersebut menekankan, “Stasiun pengisian yang menawarkan solusi berdaya tinggi dan efisiensi tinggi dapat menjadi pembeda utama bagi para pengemudi,” menunjukkan bahwa kemampuan pengisian yang cepat dan efisien kini menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen EV saat memilih stasiun pengisian.
Menurut laporan The Tennessean yang dikutip The Cool Down, pengisian EV dengan Express Grid kini dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, bahkan “lebih cepat daripada menyelesaikan secangkir kopi pagi.” Dengan kapasitas 600 kW, durasi pengisian ini membuat proses mengisi daya kendaraan listrik terasa lebih mirip pengisian bahan bakar konvensional, sehingga pemilik EV tidak perlu menunggu lama di pinggir jalan.
Kepala ChargePoint, Rick Wilmer, menegaskan dalam pengumuman resmi yang dilaporkan Design News, bahwa teknologi ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, tetapi merupakan pergeseran signifikan dalam cara masyarakat memandang infrastruktur EV.
“Arsitektur ChargePoint Express versi terbaru, khususnya varian Express Grid, akan membawa pengisian cepat DC ke tingkat kinerja dan biaya yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan,” ujarnya, menekankan efisiensi dan kecepatan pengisian yang lebih tinggi dan ramah pengguna.
Wilmer menambahkan bahwa kolaborasi ChargePoint dengan Eaton, perusahaan manajemen energi global, menghadirkan “grid listrik cerdas” yang memungkinkan pengisian cepat terintegrasi dengan energi terbarukan dan jaringan lokal, sekaligus mengurangi biaya operasional stasiun pengisian. “Dengan kemampuan jaringan end-to-end Eaton, ChargePoint menghadirkan solusi yang membantu kendaraan listrik unggul dari sisi ekonomi murni,” kata Wilmer.
Dari perspektif industri, salah satu hambatan utama adopsi EV adalah kekhawatiran waktu pengisian. Dengan Express Grid yang memangkas durasi pengisian hingga sekitar seperlima dibanding teknologi DC fast charging saat ini, hambatan tersebut berkurang signifikan. Survei menyebut 42 persen pemilik EV mengutamakan kecepatan pengisian saat memilih stasiun umum, menegaskan pentingnya inovasi ini bagi keputusan membeli EV.
Selain mempersingkat pengisian untuk perjalanan jauh dan komuter harian, teknologi ini juga berpotensi mengurangi antrean di stasiun perkotaan. Kapasitas tinggi Express Grid memungkinkan pelayanan lebih banyak kendaraan secara efisien, sekaligus mendorong masyarakat mengadopsi EV demi efisiensi waktu, penghematan biaya, dan pengurangan dampak lingkungan.
Peluncuran Express Grid pada paruh kedua 2026 nanti menandai fase baru dalam era kendaraan listrik global. Dengan kapasitas tinggi dan integrasi cerdas dengan jaringan energi, terobosan ini berpotensi mendorong transisi global menuju mobilitas bersih dan elektrifikasi lebih luas, sekaligus memperkuat posisi infrastruktur EV Amerika Serikat di panggung internasional.
