Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

medkomsubangnetwork,, MAGELANG - Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang ditemukan meninggal di Gunung Slamet tiba di Perumahan Depkes, Kota Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis, (15/1/2026).

Dhani Rusman, ayah Syafiq Ali bersama rombongan tiba pada pukul 20.27 WIB.

Tangis para sanak saudara pecah begitu melihat kotak putih panjang berisi remaja 18 tahun yang kabarnya dinanti-nanti.

Jenazah lantas disholatkan di masjid setempat dan dikebumikan di tempat pemakaman di Sidotopo. 

Sebelum tiba di kompleks Perumahan Depkes, jenazah Syafiq Ali dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk menjalani visum. 

Dhani Rusman, Ayah Syafiq Ali telah mengikhlaskan kepergian putra bungsunya itu.

"Kami telah mengikhkaskan kepergiannya. Anak saya memang murni musibah kecelakaan," ucapnya di area basecamp Gunung Malang.

Syafiq Ali Mendaki Gunung Slamet

Sebelumnya, Syafiq Ali dilaporkan hilang saat melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya sejak Sabtu (27/12/2025). 

Ia mendaki bersama teman satu sekolahnya, Himawan Choidar Bahran, warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Berbeda dengan Ali, Himawan telah ditemukan lebih dahulu oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025) di sekitar Pos 5. 

Sementara, Syafiq Ali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).

Tim penyelamat kemudian mengevakuasi jasad korban ke basecamp Gunung Malang di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Rute ini berubah dari rencana sebelumnya, yang akan dievakuasi melalui basecamp Dipajaya di Kabupaten Pemalang.

Relawan SAR Purbalingga, Andi Fitrianto mengatakan, perubahan rute evakuasi dilakukan karena pertimbangan medan yang sulit serta kondisi cuaca.

Ayah Saksikan Evakuasi

Ia adalah Dani Rusman, ayah Syafiq, pendaki asal Magelang yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet yang memilih merawat duka dengan doa, ikhtiar, dan keikhlasan.

Dani bercerita, Syafiq bukanlah pendaki berpengalaman. Gunung Andong mulanya menjadi pendakian pertamanya, sebelum akhirnya Gunung Slamet menjadi gunung kedua, dan terakhir yang ia daki. 

Bahkan, awal kepergiannya pun tak sepenuhnya direncanakan.

“Syafiq awalnya pamit ke Gunung Sumbing,” tutur Dani, mengenang cerita sang anak, saat proses evakuasi tengah berlangsung, Kamis (15/1/2026). 

Namun entah karena keinginan spontan atau perubahan rencana di perjalanan, ia mengatakan Syafiq justru berbelok ke Gunung Slamet. 

Kepada ibunya, Syafiq sempat mengirimkan pesan yang kini menjadi kenangan paling pilu. 

‘Duh Bun, aku kok kesasar ke Gunung Slamet,’ tulis Syafiq.

Pesan singkat itu rupanya menjadi isyarat terakhir bahwa langkah anaknya tengah berada di jalur yang tak ia rencanakan sebelumnya.

Meskipun demikian, bagi Dani peristiwa ini menjadi pengingat penting, tak hanya untuk keluarganya, tetapi juga bagi siapa pun yang hendak mendaki gunung.

“Ini jadi pembelajaran buat kita semua. Mendaki itu harus betul-betul dengan izin dan restu orang tua. Jangan sampai terulang,” ujarnya lirih.

Ia berharap Syafiq menjadi anak terakhir yang harus pergi dengan cara seperti ini.

Adapun, selama 15 hari pencarian, Dani dan keluarga tak tinggal diam. Doa tak pernah putus, ikhtiar terus dilakukan. 

Ia mengingat hari pertama menyusuri informasi di internet hingga mendatangi basecamp demi basecamp, saat anaknya mendadak hilang kabar hingga akhirnya sempat dinyatakan hilang.  

“Segala macam cara kami lakukan. Tapi mungkin Allah saat itu belum menunjukkan kekuasaan-Nya. Alhamdulilah Allah menunjukkan jalan sehingga Syafiq bisa ketemu," katanya. 

Meskipun merasa terpukul, ucapan syukur justru mengiringi kabar duka tersebut. Dani menyampaikan terima kasih mendalam kepada tim SAR gabungan, relawan, serta warga Desa Clekatakan yang saat itu tanpa pamrih ikut membantu pencarian.

“Mereka luar biasa. Naik turun gunung siang malam, hujan badai, tanpa pandang bulu. Semua ikhlas membantu mencari anak kami,” katanya.

Dengan keikhlasan penuh, keluarga memutuskan tidak melakukan otopsi. Bagi Dani, Syafiq telah pergi karena musibah dan kecelakaan murni.

“Kami hanya ingin tahu perkiraan waktu meninggalnya anak kami, supaya bisa menentukan hari tahlil. Itu saja,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menanggapi isu yang sempat beredar terkait keterangan Himawan, sahabat Syafiq sejak SMP, yang dinilai memiliki keterangan kronologi yang janggal.

Ia mengatakan , memilih menutup pintu prasangka.

“Saya sudah ikhlas. Saya tidak mengaitkan ini dengan siapa pun. Himawan sahabat Ali, saya anggap juga anak saya sendiri,” tegasnya.

Kini, keikhlasan pun menjadi penutup dari perjalanan panjang pencarian. Bagi Dani Rusman, Syafiq telah kembali,bukan hanya dari gunung, tetapi ke pangkuan Sang Pencipta. (*)

 

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kompas.co, dengan judul Jenazah Pendaki Syafiq Ali Tiba di Magelang, Tangis Keluarga Pecah

Bacaan Doa Minta Dipanjangkan Umur Dibulan Rajab,Syaban hingga Sampai Ramadan
Ringkasan Berita:
  • Ramadan juga merupakan bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
  • Hal ini membuat peluang untuk mendapatkan ampunan, pahala, dan keberkahan menjadi lebih besar.

medkomsubangnetwork,Berikut bacaan doa minta dipanjang kan umur serta berkah di bulan syaban dan Rajab dan disampaikan di bulan Ramadan.

Bulan Rajab sudah akan memasuki minggu-minggu terakhir dan akan memasuki bulan Syaban. 

Amalan doa tentunya senantiasa baik dibulan-bulan ini terlebih agar disampaikan pada bulan Ramadan. 

Dilansir dari lama Baznas Yogyakarta, Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.

Bulan penuh berkah ini memiliki makna dan keistimewaan tersendiri yang membuatnya begitu berharga bagi umat Islam.

Pertama-tama, Ramadan adalah bulan di mana Al-Quran diturunkan.

Salah satu malam dalam bulan Ramadan disebut sebagai Lailatul Qadr, yang merupakan malam di mana Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Karena itulah, Ramadan dianggap sebagai bulan yang penuh berkah karena mengandung malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Selain itu, Ramadan adalah bulan di mana umat Islam diwajibkan untuk menjalankan puasa.

Puasa Ramadan bukan hanya menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga melibatkan meningkatkan ibadah, kebaikan, dan kebersamaan dengan sesama.

Puasa memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk membersihkan diri secara spiritual, meningkatkan kesabaran, dan menumbuhkan rasa empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung.

Ramadan juga merupakan bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.

Hal ini membuat peluang untuk mendapatkan ampunan, pahala, dan keberkahan menjadi lebih besar.

Umat Islam diberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Allah SWT dan meraih ampunan-Nya dengan melakukan ibadah, shalat, tilawah Al-Quran, dan berbagai amal kebaikan lainnya.

Selain itu, Ramadan juga menjadi bulan di mana umat Islam berlomba-lomba dalam melakukan amal kebaikan dan bersedekah.

Banyak umat Islam yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan kegiatan sosial, seperti memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, mengadakan buka puasa bersama untuk orang-orang yang tidak mampu, dan menyumbang kepada berbagai amal atau yayasan yang membantu kaum dhuafa dan anak yatim.

Ramadan juga mengajarkan nilai-nilai seperti kesabaran, kontrol diri, kedisiplinan, dan keikhlasan.

Dengan menjalani puasa selama sebulan penuh, umat Islam diajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu dan emosi mereka, serta meningkatkan kesadaran spiritual mereka.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh berkah karena mengandung malam Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan, wajibnya puasa bagi umat Islam, pintu-pintu surga yang dibuka, serta nilai-nilai dan pelajaran yang terkandung di dalamnya.

Ramadan merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan diri secara spiritual, meningkatkan amal kebaikan, dan meraih keberkahan dalam kehidupan mereka.

Doa panjang umur dicontohkan oleh Rasulullah saw sebagaimana riwayat hadits berikut: 

كان إذا دخل رجب قال اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

 Artinya:

 Jika masuk bulan Rajab, Rasulullah berdoa, "Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Sya‘ban. Sampaikan kami ke Bulan Ramadhan.

Syekh Ibnu Rajab menyimpulkan bahwa riwayat ini menganjurkan umat Islam untuk memohon panjang umur dengan niat untuk menambah kebaikan dan beramal saleh di masa mendatang.

Pandangan Ibnu Rajab ini dikutip oleh Syekh Abdur Rauf Al-Munawi ketika mensyarahkan kumpulan hadits Jami‘us Shaghir berikut ini:

قال ابن رجب: فيه أن دليل ندب الدعاء بالبقاء إلى الأزمان الفاضلة لإدراك الأعمال الصالحة فيها فإن المؤمن لا يزيده عمره إلا خيرا.

Artinya:

 Syekh Ibnu Rajab mengatakan, pada hadits ini terdapat dalil anjuran doa panjang umur hingga waktu-waktu utama (Ramadhan) agar dapat melakukan amal saleh di waktu-waktu tersebut. Pasalnya, tidak bertambah usia orang beriman melainkan bertambah kebaikannya (Lihat Abdur Rauf Al-Munawi, Faidhul Qadir bi Syarhi Jami‘is Shaghir, [Beirut, Darul Makrifah, 1972 M/1391 H], cetakan kedua, juz V, halaman 131)

Berikut doa yang lazim dibaca di bulan Sya'ban yaitu doa yang sama dengan doa bulan Rajab:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Latin: Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhânâ.

Artinya: Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban. Sampaikan kami dengan Bulan Ramadhan.

Berikut Tips Pola Hidup Sehat 

Disamping berdoa tentunya Agama juga menganjurkan untuk berikhtiyar atau berusaha. 

Ada beberapa upaya yang bisa dikerjakan untuk menjaga pola hidup sehat. 

  1. Menjaga Makan 
  2. Hindari Stress
  3. Hindari Soda Bergula 
  4. Minum Air Putih yang Cukup
  5. Tidur Cukup
  6. Olahraga 

Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS

Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!

62 ucapan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447H/2026 dalam bahasa Inggris dan artinya, menyentuh hati

medkomsubangnetwork, - Memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang jatuh pada tanggal 16 Januari 2026 mendatang, bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan berbagi ucapan selamat dalam Bahasa Inggris.

Berikut ini akan disajikan selengkapnya contoh ucapan selamat Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah dalam Bahasa Inggris yang berkesan dan menyentuh hati untuk Caption di Medsos.

____

Koleksi Kata-kata Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 2026

  1. Happy Isra Miraj! May the blessings of Allah be with you always. (Selamat Isra Miraj! Semoga berkah Allah selalu bersamamu.)
  2. Wishing you a blessed Isra Miraj. May this day bring peace and prosperity. (Mengucapkan selamat Isra Miraj. Semoga hari ini membawa kedamaian dan kemakmuran.)
  3. May the miraculous journey of the Prophet inspire you to be a better person. (Semoga perjalanan mukjizat Nabi menginspirasimu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.)
  4. May Allah’s mercy shine upon you on this holy night of Isra Miraj. (Semoga rahmat Allah menyinarimu di malam suci Isra Miraj ini.)
  5. Semoga keyakinanmu bertambah kuat dan hatimu dipenuhi penerangan.
  6. Wishing you a day full of reflection and divine blessings. Happy Isra Miraj. (Semoga harimu penuh dengan refleksi dan keberkahan ilahi. Selamat Isra Miraj.)
  7. May the lessons of Isra Miraj guide us toward the right path. (Semoga pelajaran dari Isra Miraj membimbing kita menuju jalan yang benar.)
  8. Sending you warm wishes on the occasion of Isra Miraj. Stay blessed! (Mengirimkan salam hangat di momen Isra Miraj. Tetaplah diberkati!)
  9. May Allah accept our prayers and grant us His forgiveness. (Semoga Allah menerima doa-doa kita dan memberikan ampunan-Nya.)
  10. Happy Isra Miraj. May this sacred journey bring you closer to Allah. (Selamat Isra Miraj. Semoga perjalanan suci ini mendekatkanmu kepada Allah.)
  11. May the light of Isra Miraj illuminate your life forever. (Semoga cahaya Isra Miraj menerangi hidupmu selamanya.)
  12. Wishing you and your family a peaceful and blessed Isra Miraj. (Semoga Anda dan keluarga mendapatkan Isra Miraj yang damai dan diberkati.)
  13. May the miracle of this night bring joy and hope to your heart. (Semoga mukjizat malam ini membawa kebahagiaan dan harapan di hatimu.)
  14. On this holy day, may all your sincere prayers be answered. (Di hari suci ini, semoga semua doa tulusmu dikabulkan.)
  15. May the grace of Allah stay with you today and always. (Semoga anugerah Allah tetap bersamamu hari ini dan selamanya.)
  16. Happy Isra Miraj 2026 to all Muslims! (Selamat Isra Miraj 2026 untuk seluruh umat Muslim!)
  17. Blessed Isra Miraj to you and your loved ones. (Isra Miraj yang diberkati untukmu dan orang-orang tersayang.)
  18. Wishing you a divine and peaceful Al-Isra Wal-Miraj. (Semoga Al-Isra Wal-Miraj Anda penuh ketenangan dan keberkahan.)
  19. May your prayers be heard. Happy Isra Miraj! (Semoga doa-doamu didengar. Selamat Isra Miraj!)
  20. May Allah bless us all on this holy occasion. (Semoga Allah memberkati kita semua di kesempatan suci ini.)
  21. Have a blessed and peaceful Isra Miraj. (Semoga mendapatkan Isra Miraj yang diberkati dan damai.)
  22. Isra Miraj Mubarak to everyone! (Isra Miraj Mubarak untuk semuanya!)
  23. Peace be upon the Prophet and all of us. Happy Isra Miraj. (Damai bagi Nabi dan kita semua. Selamat Isra Miraj.)
  24. Wishing you a heart full of faith this Isra Miraj. (Semoga hatimu penuh dengan iman di Isra Miraj ini.)
  25. May this day be a reminder of Allah’s greatness. (Semoga hari ini menjadi pengingat akan kebesaran Allah.)
  26. May the magic of this night stay in your soul. (Semoga keajaiban malam ini tetap ada di jiwamu.)
  27. Celebrate the journey of faith. Happy Isra Miraj! (Rayakan perjalanan iman. Selamat Isra Miraj!)
  28. May Allah shower His love upon you today. (Semoga Allah mencurahkan kasih-Nya padamu hari ini.)
  29. Keep the faith and stay blessed. Happy Isra Miraj. (Tetaplah beriman dan terberkati. Selamat Isra Miraj.)
  30. Wishing you a meaningful Isra Miraj celebration. (Semoga perayaan Isra Miraj Anda penuh makna.)
  31. Isra Miraj teaches us that after every hardship, there is a miracle. (Isra Miraj mengajarkan kita bahwa setelah setiap kesulitan, ada mukjizat.)
  32. Let us remember the night journey and seek Allah’s guidance. (Mari kita ingat perjalanan malam itu dan mencari bimbingan Allah.)
  33. The Prophet’s journey is a reminder of the power of prayer. (Perjalanan Nabi adalah pengingat akan kekuatan doa.)
  34. May we find strength in our faith just like the Prophet did. (Semoga kita menemukan kekuatan dalam iman kita seperti yang dilakukan Nabi.)
  35. Isra Miraj is a sign of Allah’s infinite love for His Messenger. (Isra Miraj adalah tanda cinta Allah yang tak terbatas untuk Rasul-Nya.)
  36. Let’s use this day to repent and start a new journey of faith. (Mari gunakan hari ini untuk bertaubat dan memulai perjalanan iman yang baru.)
  37. A night of wonders, a journey of hope. Happy Isra Miraj. (Malam penuh keajaiban, perjalanan penuh harapan. Selamat Isra Miraj.)
  38. May the spirit of Isra Miraj motivate you to do good deeds. (Semoga semangat Isra Miraj memotivasi Anda untuk berbuat amal baik.)
  39. Don’t stop praying, for miracles happen every day. (Jangan berhenti berdoa, karena mukjizat terjadi setiap hari.)
  40. Let us reflect on our lives and follow the Prophet’s Sunnah. (Mari kita renungkan hidup kita dan ikuti Sunnah Nabi.)
  41. Isra Miraj is the proof that nothing is impossible for Allah. (Isra Miraj adalah bukti bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.)
  42. May this holy night bring clarity to your mind and peace to your soul. (Semoga malam suci ini memberikan kejernihan pikiran dan kedamaian jiwa.)
  43. Let the journey of the Prophet inspire your spiritual growth. (Biarkan perjalanan Nabi menginspirasi pertumbuhan spiritualmu.)
  44. Seeking Allah's mercy through the remembrance of Isra Miraj. (Mencari rahmat Allah melalui peringatan Isra Miraj.)
  45. May we always be under the protection of the Almighty. (Semoga kita selalu berada dalam lindungan Yang Maha Kuasa.)
  46. Wishing you a prosperous Isra Miraj. May Allah bless your path. (Semoga Isra Miraj Anda makmur. Semoga Allah memberkati jalanmu.)
  47. May the celebration of Isra Miraj bring harmony to the world. (Semoga perayaan Isra Miraj membawa harmoni bagi dunia.)
  48. Sending prayers for a bright and blessed future. Happy Isra Miraj. (Mengirimkan doa untuk masa depan yang cerah dan diberkati. Selamat Isra Miraj.)
  49. May your heart find peace in the remembrance of Allah. (Semoga hatimu menemukan kedamaian dalam mengingat Allah.)
  50. Wishing a very happy and blessed Isra Miraj to my Muslim brothers and sisters. (Mengucapkan Isra Miraj yang sangat bahagia dan diberkati untuk saudara-saudari Muslimku.)
  51. May the miracle of Al-Isra Wal-Miraj fill your home with happiness. (Semoga mukjizat Al-Isra Wal-Miraj memenuhi rumahmu dengan kebahagiaan.)
  52. Let’s celebrate the gift of Salah given during Isra Miraj. (Mari kita rayakan hadiah Shalat yang diberikan saat Isra Miraj.)
  53. May your devotion be rewarded by Allah on this special day. (Semoga ketaatanmu diberi pahala oleh Allah di hari istimewa ini.)
  54. Grateful for the blessings of Islam. Happy Isra Miraj! (Bersyukur atas nikmat Islam. Selamat Isra Miraj!)
  55. May Allah grant you success in this world and the hereafter. (Semoga Allah memberimu kesuksesan di dunia dan akhirat.)
  56. Sending love and light on this sacred occasion of Isra Miraj. (Mengirimkan cinta dan cahaya di kesempatan suci Isra Miraj ini.)
  57. May your spirit be lifted by the holiness of this day. (Semoga semangatmu terangkat oleh kesucian hari ini.)
  58. Let's pray for peace and unity among the Ummah. Happy Isra Miraj. (Mari berdoa untuk perdamaian dan persatuan di antara umat. Selamat Isra Miraj.)
  59. May the beauty of Islam shine in your life today. (Semoga keindahan Islam bersinar dalam hidupmu hari ini.)
  60. Wishing you a day of divine wonders and spiritual joy. (Semoga harimu penuh keajaiban ilahi dan kegembiraan spiritual.)
  61. May the story of Isra Miraj remind us of our ultimate destination. (Semoga kisah Isra Miraj mengingatkan kita pada tujuan akhir kita.)
  62. Happy Isra Miraj! Let's keep moving forward with faith. (Selamat Isra Miraj! Mari terus melangkah maju dengan iman.)

(medkomsubangnetwork,/Putri Kusuma Rinjani)

***

Artikel lainnya di google news.

Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp medkomsubangnetwork,

Kalender Liturgi Katolik Senin 15 November 2025, Hari Biasa Pekan III Adven
Ringkasan Berita:
  • Kalender liturgi katolik disiapkan untuk hari biasa pekan III Adven.
  • Hari biasa Pekan III Adven dengan warna liturgi ungu.
  • Bacaan hari Senin: Bil 24:2-7.15-17a; Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; Mat 21:23-27 dan BcO Yes. 30:18-26.

medkomsubangnetwork, MAUMERE-Mari simak kalender liturgi Katolik Senin 15 November 2025.

Kalender liturgi katolik disiapkan untuk hari biasa pekan III Adven.

Hari biasa Pekan III Adven dengan warna liturgi ungu.

Bacaan hari Senin: Bil 24:2-7.15-17a; Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; Mat 21:23-27 dan BcO Yes. 30:18-26.

Bacaan pertama:

Bil 24:2    Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia.

Bil 24:3    Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;

Bil 24:4    tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.

Bil 24:5    Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!

Bil 24:6    Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air.

Bil 24:7    Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.

Bil 24:15    Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;

Bil 24:16    tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.

Bil 24:17    Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.

Mazmur Tanggapan:

Mzm 25:4    Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.

Mzm 25:5    Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

Mzm 25:6    Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Mzm 25:7    Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.

Mzm 25:8    TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Mzm 25:9    Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Injil Katolik:

Mat 21:23    Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?"

Mat 21:24    Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.

Mat 21:25    Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?

Mat 21:26    Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi."

Mat 21:27    Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesuspun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

BCO :

Yes 30:18    Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

Yes 30:19    Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

Yes 30:20    Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,

Yes 30:21    dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri.

Yes 30:22    Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!"

Yes 30:23    Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas;

Yes 30:24    sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.

Yes 30:25    Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.

Yes 30:26    Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.(Sumber iman katolik.com/kgg).

Berita medkomsubangnetworkLainnya di Google News

Misa Minggu 14 Des 2025: Pekan III Adven

Minggu Gaudete: Sukacita Menanti Sang Juru Selamat

Dalam kalender liturgi Gereja Katolik, Minggu Adven Ketiga dikenal sebagai Minggu Gaudete atau Minggu Sukacita. Penamaan ini bukan tanpa alasan. Masa Adven, yang merupakan masa penantian dan persiapan menyambut kelahiran Yesus Kristus, semakin mendekati puncaknya. Minggu ini menjadi penanda bahwa harapan akan kedatangan Sang Juru Selamat semakin dekat, memicu gelombang sukacita yang mendalam di hati umat beriman. Dengan warna liturgi ungu yang melambangkan pertobatan dan penantian, serta disemarakkan oleh penyalaan lilin berwarna merah muda dan jubah liturgi yang serupa, suasana Minggu Adven Ketiga ini mengundang kita untuk merenungkan makna sukacita dalam penantian.

Mempersiapkan Diri Menghadapi Perayaan Suci

Sebelum memulai ibadat, persiapan yang matang sangatlah penting. Para petugas liturgi berkumpul di sakristi, memastikan semua perlengkapan seperti Alkitab untuk pembacaan dan buku nyanyian telah siap. Meja perayaan dihiasi dengan lilin bernyala yang mengapit salib, menciptakan atmosfer kekhususan dan kekhidmatan. Demi menjaga kekhususan suasana, penggunaan alat komunikasi pribadi sangat dianjurkan untuk dimatikan.

Ibadat diawali dengan sapaan pembuka, "Penolong kita ialah Tuhan," yang disambut dengan, "Yang menjadikan langit dan bumi." Dilanjutkan dengan lagu pembuka masa Adven, yang diwarnai nuansa ungu, mengingatkan kita pada semangat penantian dan harapan.

Tanda Salib dan Salam: Memulai Ibadat dengan Iman

Ibadat dimulai dengan Tanda Salib dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, diikuti dengan salam perdamaian yang penuh kasih: "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita." Segenap umat menjawab, "Sekarang dan selama-lamanya," menegaskan kesatuan dalam iman.

Kata Pembuka: Merangkul Sukacita Adven

Pemimpin ibadat menyampaikan kata pembuka yang menggugah, menekankan makna Minggu Ketiga Adven sebagai Minggu Gaudete. Sukacita ini bersumber dari kedekatan kedatangan Tuhan. Bacaan pertama dari Kitab Yesaya menggemakan sukacita ini, menggambarkan alam semesta yang bersorak dan bersukacita menyambut kemuliaan Tuhan. Umat Israel pun diajak untuk bergembira.

Dalam bacaan Injil, Yohanes Pembaptis mengutus murid-muridnya untuk bertanya langsung kepada Yesus mengenai identitas-Nya sebagai Mesias yang dinanti. Melalui pengalaman nyata, para murid menyaksikan bagaimana Yesus membawa pemulihan dan kebaikan, memanifestasikan kemuliaan Tuhan dalam setiap tindakan-Nya. Rasul Yakobus, dalam bacaannya, mengingatkan kita akan pentingnya kesabaran dalam menantikan kedatangan Tuhan, sebuah nilai yang sangat berharga di tengah dunia yang serba cepat. Kesabaran ini diharapkan dapat mencegah kita menyakiti satu sama lain.

[hening sejenak]

Tobat dan Permohonan Ampun: Mempersiapkan Hati

Setelah merenungkan pesan sukacita dan kesabaran, umat diajak untuk melakukan saat hening sejenak untuk melakukan tobat dan memohon ampun atas segala dosa dan kekurangan. "Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa," demikian pengakuan yang tulus diucapkan. Permohonan ampun ini dilanjutkan dengan doa agar Allah yang Mahakuasa mengasihani, mengampuni, dan mengantar kita menuju hidup kekal.

Doa Pembuka: Memohon Berkat untuk Penantian

Doa pembuka dipanjatkan untuk memohon agar Allah Bapa memandang umat-Nya yang tekun menantikan kelahiran Putra-Nya. Umat memohon agar diberi kekuatan untuk bersukacita atas keselamatan agung yang akan datang dan merayakannya dengan hati riang dalam ibadat yang meriah. Doa ini dipanjatkan dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan: Menyadari Kehadiran Ilahi

Sebelum bacaan Kitab Suci dibacakan, pemimpin ibadat mengajak umat untuk menyadari kehadiran Tuhan yang bersabda, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku hadir di tengah-tengah mereka." Ajakan ini mendorong umat untuk hening sejenak, mempersiapkan diri untuk mendengarkan Sabda Tuhan yang akan dibacakan dari Alkitab.

Bacaan Pertama: Janji Pemulihan dan Sukacita

  • Bacaan dari Kitab Yesaya (Yes. 35:1-6a.10): Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara. Orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Demikianlah Sabda Tuhan. Umat menjawab, "Syukur kepada Allah."

Mazmur Tanggapan: Nyanyian Syukur dan Harapan

Mazmur tanggapan, yang berrefren "Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita," mengiringi umat dalam mengucap syukur. Mazmur 146:7,8-9a,9b-10 dibacakan, menekankan keadilan Tuhan bagi yang tertindas, pembebasan bagi yang terkurung, dan perhatian-Nya bagi yang lemah.

  • Refren (Yes. 35:4): Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita

  • Mzm. 146:7,8-9a,9b-10 Tuhan menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung. (Refren) TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. TUHAN menjaga orang-orang asing. (Refren) Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! (Refren)

Bacaan Kedua: Teladan Kesabaran Para Nabi

  • Bacaan dari Surat Rasul Yakobus (Yak. 5:7-10): Saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan. Umat menjawab, "Syukur kepada Allah."

Alleluia: Bersukacita dalam Kabar Baik

Aklamasi "Alleluia" dinyanyikan, menggemakan sukacita akan kabar baik yang diutus oleh Tuhan. "Roh Tuhan ada padaku. Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang orang sengsara," demikian seruan Alleluia yang penuh harapan.

Injil: Mengenal Mesias Melalui Tindakan

  • Injil [Mat. 11:2-11]: Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius. Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-murid nya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Demikianlah Injil Tuhan. Umat menjawab, "Terpujilah Kristus."

Renungan Singkat: Dua Pilar Penting dalam Iman

Injil hari ini menyoroti dua aspek krusial dalam perjalanan iman: pengenalan pribadi akan Tuhan dan relasi yang tulus.

  1. Pengenalan Pribadi akan Tuhan: Kisah Yohanes Pembaptis yang mengutus muridnya untuk bertanya kepada Yesus, dan kemudian para murid menyaksikan sendiri karya-Nya, mengajarkan pentingnya mengenal Tuhan secara pribadi. Ini bukan sekadar pengetahuan teoritis, melainkan pengalaman langsung melalui doa, pendalaman Kitab Suci, dan ketaatan pada perintah-Nya. Orang tua memiliki peran penting dalam memperkenalkan Tuhan kepada anak-anak sejak dini. Di masa Adven ini, marilah kita mendekatkan diri pada Tuhan agar kita dapat merasakan kehadiran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Relasi Yohanes Pembaptis dan Yesus: Yesus sendiri menegaskan peran Yohanes Pembaptis sebagai utusan yang mempersiapkan jalan bagi-Nya. Yohanes Pembaptis menunjukkan kerendahan hati luar biasa dengan selalu menempatkan Yesus sebagai pribadi yang utama. Dari teladan ini, kita belajar untuk menjadi "Yohanes Pembaptis" di zaman sekarang, yaitu memperkenalkan Tuhan kepada sesama dan selalu mengutamakan-Nya dalam hidup kita. Dengan saling membantu, kita dapat mengenal Tuhan dengan lebih baik lagi.

Hening Sejenak: Meresapi Kebenaran Ilahi

Setelah mendengarkan Sabda dan renungan, umat diajak untuk hening sejenak, meresapi kebenaran-kebenaran ilahi yang telah diterima.

Syahadat: Mengikrarkan Iman yang Sama

Umat bersama-sama mengucapkan Syahadat, mengikrarkan iman kepercayaan kepada Allah yang Mahakuasa, menegaskan kesatuan iman yang dipegang teguh.

Doa Umat: Persembahan Permohonan untuk Sesama dan Diri

Dalam semangat sukacita Adven, umat menyampaikan doa permohonan kepada Tuhan:

  • Doa untuk Sri Paus, para Uskup, Imam, dan biarawan-biarawati, agar pelayanan mereka membawa sukacita sejati.
  • Doa untuk para pemimpin masyarakat, agar senantiasa diterangi Roh Kebijaksanaan dalam memajukan kesejahteraan umum.
  • Doa untuk para pengungsi, gelandangan, serta mereka yang berkebutuhan khusus, agar senantiasa mendapat bantuan dan harapan iman.
  • Doa untuk diri sendiri, agar dapat menyiapkan jalan bagi Tuhan melalui pertobatan dan perbuatan baik.

Umat juga diberi kesempatan untuk menyampaikan doa dan permohonan pribadi dalam keheningan.

Kolekte: Wujud Cinta Kasih dan Berbagi

Pengumpulan kolekte dilaksanakan sebagai wujud cinta kepada Sang Sabda dan sesama yang berkekurangan, diiringi lagu persembahan yang bernada syukur dan ajakan berbagi.

Doa Pujian: Memuliakan Kristus Sang Raja Pembawa Damai

Doa pujian dipanjatkan untuk memuliakan Allah Bapa yang mengutus Putra-Nya membawa keselamatan. Umat berseru, "Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa Damai," memuji kedatangan-Nya sebagai manusia yang membuka jalan keselamatan, serta menantikan kedatangan-Nya kembali dengan berjaga dan berbuat baik. Doa ini diakhiri dengan pujian kepada Allah yang mempersatukan umat-Nya.

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

Ritus Komuni: Menyambut Tubuh Kristus

Perayaan dilanjutkan dengan Ritus Komuni, yang memiliki dua pilihan:

1. Cara A: Dengan Komuni Kudus

  • Persiapan Komuni: Pemimpin mempersiapkan altar untuk menyambut Sakramen Mahakudus dari tabernakel.
  • Bapa Kami: Umat berdiri dan bersama-sama memanjatkan doa Bapa Kami.
  • Salam Damai dan Komuni: Setelah salam damai, umat diajak untuk menyambut Tubuh Kristus dengan penuh hormat. Pemimpin menyajikan Hosti Kudus sambil berkata, "Inilah Anak Domba Allah..." Umat menjawab, "Ya Tuhan saya tidak pantas..." Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

2. Cara B: Tanpa Komuni Kudus

  • Komuni Batin: Bagi umat yang tidak menyambut komuni fisik, mereka diajak untuk menghayati kehadiran Tuhan dalam hati melalui Komuni Batin. Doa permohonan khusus dipanjatkan, "Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus..."
  • Bapa Kami: Umat bersama-sama memanjatkan doa Bapa Kami.
  • Salam Damai: Umat saling memberikan salam damai.
  • Doa Komuni Batin: Umat diajak untuk menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir dalam hati, dengan seruan berulang "Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu."

Mendoakan Mazmur 148: Pujian untuk Segala Ciptaan

Mazmur 148 dibacakan secara bergantian, memuji Tuhan di sorga dan di bumi, dari segala makhluk hingga seluruh ciptaan. Pujian ini mengagungkan kebesaran dan keagungan Tuhan yang menciptakan segala sesuatu.

Amanat Pengutusan: Hidup Sesuai Kabar Gembira

Umat diingatkan akan nasihat Rasul Yakobus untuk meneladani kesabaran para nabi. Perayaan ini menjadi panggilan untuk memperbarui diri dalam berpikir, bertindak, dan cara hidup, agar semakin mencerminkan diri sebagai anak-anak Allah dan sesuai dengan kabar gembira Kristus.

Doa Penutup: Memohon Kesempurnaan dalam Penantian

Doa penutup dipanjatkan agar umat dibersihkan dari segala cela oleh daya Sabda Tuhan, sehingga siap menyambut kedatangan-Nya.

Mohon Berkat Tuhan: Berkat Penutup Ibadat

Sebelum mengakhiri perayaan, umat menundukkan kepala memohon berkat Tuhan. "Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal," demikian berkat yang diberikan dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Pengutusan: Pergi dan Menjadi Saksi

Perayaan Sabda ditutup dengan pengutusan, "Marilah pergi, kita diutus." Umat menjawab, "Amin," siap untuk melanjutkan perjalanan hidup sebagai saksi Kristus. Ibadat diakhiri dengan lagu penutup.

Santo Pelindung Hari Ini: 17 November 2025
Ringkasan Berita:
  • Santa Elisabeth dari Hungaria memberikan contoh yang mengagumkan dalam melayani kaum papa dan anak-anak terlantar, sehingga ia diakui sebagai pelindung kegiatan sosial.
  • Santo Gregorius Thaumaturgos dan Santo Dionisius Agung memiliki peran penting dalam penyebaran agama Kristen, memperkuat keyakinan para penganutnya, serta menjadi pemimpin di masa-masa penuh penindasan.
  • Santo Gregorius dari Tours dikenal luas sebagai seorang sejarawan dan penulis spiritual, yang tulisan-tulisannya merupakan sumber primer krusial untuk memahami sejarah Kekristenan dan kerajaan Prancis pada abad ke-6.

medkomsubangnetwork, MAUMERE -Berikut adalah peringatan para santo dan santa pelindung pada hari Senin, 17 November 2025.

Santa Elisabeth dari Hungaria, yang juga dikenal sebagai janda.

Elisabeth dari Hungaria, yang merupakan janda dari mendiang Pangeran Ludwig IV dari Turingia, adalah seorang wanita suci. Setelah suaminya wafat, ia bergabung dengan Ordo Ketiga Santo Fransiskus dan dengan penuh semangat menggunakan hartanya untuk membantu kaum papa.

Elisabeth dilahirkan pada tahun 1207 di Pressburg (kini Bratislava atau Saros Patak, Cekoslovakia), yang merupakan ibu kota Hungaria Utara. Ia adalah putri dari Andreas II, Raja Hungaria, dan Gertrude dari Andechs Meran.

Pada usia empat tahun, Elisabeth dijodohkan oleh orang tuanya dengan putra sulung Pangeran Hermann I dari Thuringia, Jerman Barat. Sejak saat itu, Elisabeth kecil menetap di istana Wartburg, Jerman Tengah. Di sana, ia dan putra Pangeran Hermann I tumbuh dan dididik bersama. Sayangnya, rencana pernikahan mereka kandas karena sang pangeran muda meninggal dunia di usia yang sangat belia. Sebagai gantinya, Elisabeth kemudian dijodohkan dengan Ludwig IV, putra Hermann I yang lebih muda. Pernikahan mereka dilangsungkan pada tahun 1221, saat Elisabeth berusia 14 tahun dan Ludwig berusia 21 tahun. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Pernikahan ini berakhir pada tahun 1227, ketika Ludwig wafat akibat wabah pes saat mengikuti Perang Salib di Tanah Suci.

Selama menikah dengan suaminya, Elisabeth menjalani kehidupan yang bersahaja, berbeda dengan kemewahan yang dinikmati penghuni istana lainnya. Ia juga sangat peduli terhadap sesama, menunjukkan kasih sayang yang mendalam kepada kaum papa. Ia kerap menyumbangkan harta, makanan, dan pakaian bagi mereka yang membutuhkan. Tindakan ini tidak disetujui oleh keluarganya, yang menudingnya menghambur-hamburkan kekayaan suaminya. Suatu ketika, suaminya memergokinya saat hendak keluar rumah membawa keranjang berisi roti. "Apa yang kamu bawa itu?" tanya suaminya dengan nada sedikit meninggi. Meski sedikit gentar, Elisabeth segera menjawab, "Bunga mawar, Mas!". Suaminya tak percaya dan langsung memeriksa isi keranjang tersebut. Ternyata benar, keranjang itu penuh dengan bunga mawar segar. Tuhan seolah telah melindungi hamba-Nya. Sejak kejadian itu, Ludwig semakin mencintai Elisabeth dan hidup harmonis dengannya. Ludwig pun mulai mengerti makna di balik kegiatan sosial Elisabeth untuk membantu orang-orang miskin. Kepada penghuni istana lain yang memandang Elisabeth sebelah mata, Ludwig berujar, "Kebaikan Elisabeth akan mendatangkan berkah Tuhan bagi kita. Kita tidak akan kekurangan apa pun dari Tuhan, selama kita membiarkan Elisabeth meringankan beban sesama."

1. Jauh sebelum suaminya bertolak ke Tanah Suci untuk bergabung dalam Perang Salib, Elisabeth telah dikenal luas karena perbuatan-perbuatan belas kasihnya yang luar biasa terhadap kaum papa dan penderita. Ia membangun fasilitas kesehatan dan menyediakan santapan bagi mereka yang membutuhkan. Kedermawanannya semakin berkembang pesat setelah Elisabeth bergabung dengan Ordo Ketiga Santo Fransiskus. 2. Elisabeth telah menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa kepada fakir miskin dan orang sakit, bahkan sebelum suaminya berangkat ke Tanah Suci untuk ambil bagian dalam Perang Salib. Ia mendirikan rumah-rumah perawatan dan menyajikan makanan bagi mereka yang kurang beruntung. Amal baktinya ini semakin bertambah ketika Elisabeth menjadi anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus. 3. Dengan kasih sayang yang mendalam, Elisabeth telah banyak membantu orang miskin dan sakit, bahkan sebelum suaminya pergi ke Tanah Suci untuk Perang Salib. Ia membangun rumah sakit dan memastikan orang-orang yang tertimpa musibah mendapatkan makanan. Perbuatan baiknya ini semakin berkembang ketika Elisabeth menjadi bagian dari Ordo Ketiga Santo Fransiskus.

Perilakunya semakin memicu kemarahan anggota keluarga kerajaan terhadap dirinya. Ia diusir dari istana hanya dengan membawa ketiga putranya. Selanjutnya, ketiga anaknya itu diserahkan kepada seorang sahabatnya yang dapat dipercaya. Ia sendiri kemudian bergabung dengan Ordo Ketiga Santo Fransiskus dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial untuk membantu kaum miskin dan anak-anak yatim piatu. Ia menutup hidupnya sebagai abdi Tuhan yang teguh dan meninggal di Marburg, Jerman pada 17 November 1231, di usia 24 tahun. Berkat perantaraannya, banyak mukjizat terjadi.

Pada tahun 1235, empat tahun setelah ia wafat, status 'santo/santa'-nya telah ditetapkan. Hal ini terjadi berkat permohonan dari orang-orang yang mengenalnya secara pribadi dan menyaksikan kebajikan-kebajikan yang ia lakukan sepanjang hidupnya. Termasuk di antara para pemohon tersebut adalah bapa pengakuannya, yang sangat terkesan dengan karakter dan pencapaiannya. Elisabeth menjadi teladan hidup yang luar biasa bagi para ibu rumah tangga. Ia kemudian diangkat menjadi pelindung karya-karya sosial.

Santo Gregorius Thaumaturgos, seorang Uskup yang diakui sebagai Pengaku Iman.

Gregorius Thaumaturgos, yang dijuluki "Pembuat Mujizat", berasal dari Neokaisarea di Turki. Ia lahir pada tahun 213 dan menghembuskan napas terakhirnya di kota kelahirannya pada tahun 268. Ketenarannya didasari oleh mukjizat-mukjizat yang dilakukannya serta kontribusinya dalam menyebarkan agama Kristen di wilayah Timur.

Seorang bangsawan non-Muslim yang memiliki keahlian hukum ini berencana pergi ke Beirut, Lebanon untuk mengaplikasikan ilmunya. Dalam perjalanannya, ia berhenti sejenak di Kaisarea, Israel. Di sana, Origenes (185-254), seorang pakar Kitab Suci terkemuka di kota tersebut, membaptisnya menjadi Kristen. Kejadian ini membuatnya kehilangan minat untuk melanjutkan perjalanan ke Beirut. Ia kemudian menetap di Kaisarea selama beberapa tahun untuk belajar di bawah bimbingan Origenes.

Pada tahun 238 Masehi, ia pulang ke Neokaisarea dan ditahbiskan sebagai uskup di sana. Saat itu, jumlah umat Kristen masih sangat minim, mayoritas penduduk kota masih memeluk agama kafir. Sebagai uskup, Gregorius gigih berupaya meningkatkan jumlah umat Kristen. Kehebatannya dalam berkhotbah sangat membantu usahanya, sehingga berhasil menarik banyak orang kafir untuk memeluk agama Kristen. Selain itu, perbuatan baiknya kepada kaum miskin dan sakit, yang disertai banyak mukjizat seperti menyembuhkan orang sakit melalui doanya, semakin menarik perhatian orang kafir terhadap Kekristenan.

Pada tahun 250 Masehi, Keuskupan Neokaisarea menghadapi periode penindasan dan kekejaman yang diinisiasi oleh Kaisar Gaius Decius. Tak lama setelah itu, wilayah keuskupan tersebut dilanda bencana penyakit dan invasi dari suku Goth. Meskipun menghadapi berbagai cobaan berat, umat Kristen di Neokaisarea, dengan kepemimpinan uskup mereka, tetap teguh dalam keyakinan mereka. Ketika Gregorius meninggal dunia pada tahun 268 Masehi, hanya tersisa 17 orang non-Kristen di kota tersebut.

Santo Gregorius dari Tours, seorang Uskup dan Pengaku Iman

Gregorius, yang dilahirkan di Auvergne, Prancis pada tahun 538 dan wafat di Tours pada tahun 594, dikenal sebagai seorang uskup abad keenam. Ia juga merupakan seorang penulis dan sejarawan terkemuka yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kekayaan budaya di Tours. Melalui berbagai upayanya, ia berhasil menjadikan kota tersebut sebagai salah satu pusat kekristenan di Prancis Tengah. Latar belakang keluarganya yang merupakan perpaduan Prancis-Roma membuat banyak anggotanya menduduki posisi penting dalam masyarakat dan Gereja. Sejak kecil, namanya adalah Gregorius Florentius; ia kemudian menggunakan nama Gregorius untuk menghormati neneknya yang pernah menjabat sebagai uskup di Langers.

Setelah Euphronius, sepupunya, wafat pada tahun 573, Gregorius mengambil alih jabatannya sebagai Uskup Tours. Dalam kapasitasnya sebagai Uskup Tours, Gregorius menjadi figur gerejawi terkemuka yang berhadapan dengan bangsa Frank, yang saat itu menguasai wilayah tersebut, termasuk Tours. Pandangannya mengenai Gereja sebagai entitas politik dan budaya turut melanggengkan sistem despotisme serta ketidakbertanggungjawaban sebagian besar Pangeran Frank.

Karyanya yang berjudul "De Cursibus Eccdesiasticis" diciptakan untuk membekali para rohaniwan dengan pengetahuan astronomi dasar agar mereka dapat menentukan waktu dengan mengamati pergerakan bintang. Studi ini sangat membantu mereka dalam manajemen waktu, khususnya terkait tugas-tugas membaca dan berdoa di malam hari. Penulisannya bergaya lugas, dengan terampil menghindari penjelasan-penjelasan berlebihan yang umum ditemukan dalam karya-karya ilmiah pada zamannya. Selain itu, ia juga menulis biografi Santo Martinus dari Tours (315-399) dan Santo Yulianus dari Brioude, yang hidup di abad ketiga, serta mengumpulkan karya-karya para santo dan martir Prancis.

Karya monumentalnya terdiri dari 10 jilid buku Sejarah Bangsa Prancis. Dua volume awal membahas rentang waktu dari awal mula hingga tahun 511. Buku ketiga dan keempat merangkum Sejarah Kerajaan Frank hingga tahun 573. Sementara itu, enam jilid sisanya merupakan kompilasi kronik mengenai kejadian dari tahun 573—saat Gregorius diangkat menjadi uskup—hingga tahun 591.

Gregorius lebih dikenal sebagai narator yang piawai dengan gaya bahasa yang kaya dan hidup, ketimbang seorang sejarawan yang netral. Ia mampu menyajikan gambaran masyarakat yang sangat jelas, dengan penekanan kuat pada aspek-aspek luar biasa dari peristiwa yang ia ceritakan. Kekuatannya yang paling kentara terletak pada kemampuannya menggambarkan karakter para tokoh yang terlibat dalam suatu kejadian. Kisahnya mengenai pembaptisan Raja Clovis dan para pengikutnya pada tahun 496 merupakan sebuah narasi klasik yang memukau. Tokoh-tokoh dari dinasti Meroving di Francia, seperti Clotaire I, Chilperic I, Guntram, Ratu Fredegund, dan anggota keluarga lainnya, dilukiskan dengan sangat hidup dan menunjukkan pemahaman yang mendalam.

Sebagaimana sejarawan lain, narasi yang disampaikannya memiliki tingkat keakuratan dan daya tarik yang luar biasa, seakan-akan ia sendiri yang mengalami peristiwa tersebut. Kisah-kisahnya merupakan warisan berharga dari abad keenam dalam kajian sejarah politik dan sosial. Karya monumentalnya, *Sejarah Bangsa Prancis*, bahkan dijadikan rujukan oleh para tokoh seperti Santo Bede, Paul Deacon, serta sejarawan lain dari abad ketujuh dan kedelapan. Buku tersebut memiliki nilai historis yang sangat tinggi sebagai sumber informasi primer mengenai Periode Meroving dalam sejarah Prancis. Tanpa kontribusinya, asal-usul monarki tersebut akan tetap menjadi misteri bagi para pakar masa kini.

.Santo Dionisius Agung, seorang Uskup dan Pengaku Iman

Beliau menjabat sebagai Uskup Aleksandria, Mesir, dan merupakan seorang pengajar agama yang sangat terkenal. Akibat penganiayaan terhadap umat Kristen di wilayahnya, ia beberapa kali terpaksa mencari perlindungan di gurun pasir Libya. Dionisius dikenal memiliki sikap yang pemaaf terhadap umat Kristen yang sempat meninggalkan iman mereka saat masa penganiayaan, namun kemudian kembali ke Gereja. Di masa-masa penuh tantangan tersebut, ia dengan tekun memperkuat keyakinan para pengikutnya. (Sumber iman katolik.com/kgg).

Temukan berita terbaru dari medkomsubangnetwork dan sumber lainnya di Google News.

Injil Rabu, 30 Juli 2025: Bacaan Lengkap & Mazmur

Musa dan Wajah yang Bercahaya: Sebuah Refleksi dari Kitab Keluaran

Kitab Keluaran mengisahkan momen penting dalam sejarah Israel, yaitu ketika Musa menerima Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai. Setelah berinteraksi langsung dengan Tuhan, terjadi sesuatu yang luar biasa pada diri Musa. Wajahnya memancarkan cahaya yang begitu terang sehingga membuat orang-orang Israel takut mendekat. Peristiwa ini tercatat dalam Keluaran 34:29-35 dan menjadi bahan renungan mendalam tentang perjumpaan dengan Tuhan dan dampaknya bagi kehidupan.

Ketika Musa turun gunung, ia tidak menyadari perubahan pada dirinya. Namun, Harun dan seluruh bangsa Israel terkejut melihat wajahnya yang bercahaya. Cahaya itu adalah manifestasi kehadiran Tuhan yang menyertai Musa. Mereka merasa takut karena menyadari betapa dekatnya Musa dengan Tuhan.

Musa, dengan bijaksana, menenangkan mereka dan menyampaikan seluruh perintah Tuhan yang diterimanya di gunung Sinai. Setelah berbicara, Musa menutupi wajahnya dengan selubung. Ia baru membuka selubungnya ketika menghadap Tuhan untuk berbicara dengan-Nya. Setelah itu, ia akan kembali menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsa Israel, dan wajahnya kembali bercahaya.

Peristiwa ini mengandung makna yang mendalam. Cahaya wajah Musa melambangkan kehadiran dan kemuliaan Tuhan. Rasa takut bangsa Israel menunjukkan kesadaran akan kekudusan Tuhan. Selubung yang dipakai Musa menggambarkan perlindungan dan mediasi antara Tuhan dan manusia.

Mazmur Tanggapan: Memuji Kekudusan Tuhan

Mazmur 99:5.6.7.9 menjadi respons yang tepat atas bacaan dari Kitab Keluaran. Mazmur ini mengajak umat untuk meninggikan dan menyembah Tuhan yang kudus.

  • "Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduskanlah Ia!" Seruan ini adalah ajakan untuk mengakui keagungan dan kekudusan Tuhan.
  • "Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya, dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab mereka." Mazmur ini mengingatkan kita akan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Israel yang memiliki hubungan dekat dengan Tuhan dan menjadi perantara bagi umat.
  • "Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya, dan pada ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka." Tuhan berkomunikasi dengan umat-Nya melalui berbagai cara, dan umat diharapkan untuk taat pada perintah-perintah-Nya.
  • "Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah Tuhan, Allah kita!" Penegasan kembali akan kekudusan Tuhan dan ajakan untuk menyembah-Nya di tempat yang kudus.

Injil Matius: Perumpamaan tentang Harta Terpendam dan Mutiara Berharga

Injil Matius 13:44-46 menyajikan dua perumpamaan penting tentang Kerajaan Surga: harta terpendam dan mutiara berharga. Kedua perumpamaan ini menggambarkan betapa berharganya Kerajaan Surga dan bagaimana seharusnya sikap kita dalam mencarinya.

Yesus mengisahkan tentang seorang yang menemukan harta terpendam di ladang. Karena sukacitanya, ia menjual seluruh miliknya dan membeli ladang itu agar dapat memiliki harta tersebut. Kemudian, Yesus menceritakan tentang seorang pedagang yang mencari mutiara indah. Setelah menemukan mutiara yang sangat berharga, ia menjual seluruh miliknya dan membeli mutiara itu.

Renungan: Mengutamakan Kerajaan Surga di Atas Segalanya

Kedua perumpamaan ini mengajarkan kita bahwa Kerajaan Surga adalah harta yang paling berharga dalam hidup ini. Jika kita menyadari nilai sejati Kerajaan Surga, kita akan rela mengorbankan segalanya untuk memperolehnya.

  • Harta Terpendam: Melambangkan anugerah Tuhan yang tersembunyi dan hanya dapat ditemukan oleh mereka yang mencari dengan sungguh-sungguh.
  • Mutiara Berharga: Menggambarkan keindahan dan kesempurnaan Kerajaan Surga yang melebihi segala sesuatu yang duniawi.

Lalu, apa artinya "mengorbankan segalanya"? Apakah kita harus menjual seluruh harta benda kita secara harfiah? Tentu tidak selalu demikian. Mengorbankan segalanya berarti memprioritaskan Kerajaan Allah di atas segala kepentingan pribadi, keinginan duniawi, dan bahkan ego kita sendiri.

Ini bisa berarti:

  • Mengatur waktu dengan bijak agar memiliki waktu untuk berdoa dan membaca firman Tuhan.
  • Melepaskan kebiasaan buruk yang menghalangi kita untuk mendekat kepada Tuhan.
  • Memilih kejujuran dan kebenaran meskipun itu merugikan kita secara materi.
  • Melayani sesama dengan kasih dan pengorbanan.

Dunia menawarkan banyak "mutiara palsu" yang tampak menarik, tetapi sebenarnya tidak memiliki nilai sejati. Popularitas, kekayaan, dan kesenangan duniawi hanyalah sementara. Kerajaan Surga adalah harta yang kekal dan memberikan kebahagiaan sejati.

Oleh karena itu, mari kita memeriksa diri kita masing-masing. Apa yang paling kita kejar dalam hidup ini? Apakah kita rela mengorbankan zona nyaman kita demi kehendak Tuhan? Apakah kita sudah menemukan harta rohani yang sejati, yaitu hidup dalam Kristus?

Semoga renungan ini membantu kita untuk semakin mengutamakan Kerajaan Surga dalam hidup kita dan menemukan kebahagiaan sejati dalam Kristus.

Diberdayakan oleh Blogger.