Halloween party ideas 2015

Pencabutan Mandat: Profil Charles Holland Taylor, Penasihat Khusus Yahya Cholil Staquf

Kontroversi Pencabutan Mandat Charles Holland Taylor: Peran Intelektual dan Dinamika Internal PBNU

Isu mengenai pencabutan mandat Charles Holland Taylor, seorang tokoh yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam mempromosikan pemikiran Islam moderat dan inklusif, kembali mengemuka dan menjadi sorotan publik. Hal ini dipicu oleh beredarnya surat edaran bernomor 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025, tertanggal 22 November 2025, yang dikeluarkan atas nama Rais Aam PBNU. Surat ini disebut sebagai dasar penarikan kewenangan Taylor dalam kapasitasnya sebagai Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional. Namun, penjelasan yang simpang siur dari berbagai pihak membuat status Taylor dan konteks pencabutan kewenangannya masih menyisakan banyak pertanyaan.

Jejak Panjang Charles Holland Taylor dalam Jaringan Intelektual NU

Charles Holland Taylor bukanlah sosok yang asing di kalangan aktivis dan pemikir yang memiliki kedekatan dengan Nahdlatul Ulama (NU). Pria berkebangsaan Amerika Serikat ini telah lama dikenal sebagai figur yang gigih mendorong pembaruan pemikiran Islam di kancah global. Melalui berbagai inisiatif yang dipimpinnya, Taylor secara konsisten mempromosikan pendekatan Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas, toleransi, serta secara tegas menolak segala bentuk ekstremisme.

Ketertarikannya yang mendalam pada gerakan intelektual dunia Islam bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Perjalanan panjangnya dimulai pada tahun 2003, ketika Taylor berinisiatif mendirikan LibForAll Foundation bersama dengan Presiden keempat Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Organisasi ini didirikan dengan fokus utama untuk menyusun strategi yang efektif dalam menghadapi radikalisme berskala internasional, sembari membangun jembatan kerja sama yang kokoh lintas negara dan lintas agama. Langkah progresif ini semakin memperkuat reputasi Taylor sebagai seorang aktor yang aktif dalam mendorong wacana moderasi beragama di tingkat global.

Perjalanan intelektual Taylor tidak berhenti di situ. Pada tahun 2014, ia kembali menggagas pendirian sebuah lembaga penting bernama Bayt Ar-Rahmah. Dalam pendiriannya, ia menggandeng dua tokoh terkemuka dari NU, yaitu KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) dan KH. Yahya Cholil Staquf. Melalui organisasi inilah, Taylor terlibat secara mendalam dalam berbagai upaya pembaruan ortodoksi Islam yang dinilai oleh sebagian pihak sudah tidak lagi relevan dengan tantangan-tantangan global yang dihadapi di masa kini.

Salah satu program unggulan yang ia usung adalah gerakan "Humanitarian Islam," yang secara resmi diluncurkan pada tahun 2017. Sejak gerakan ini berjalan, PBNU memberikan kepercayaan kepada Taylor dengan menunjuknya sebagai Utusan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika, dan Eropa bagi Gerakan Pemuda Ansor. Selain itu, ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri Center for Shared Civilizational Values (CSCV). Lembaga ini didirikan pada tahun 2021 dan kemudian diperkuat dengan mandat dari PBNU pada tahun 2022 untuk mengelola berbagai kerja sama dan diplomasi internasional yang strategis.

Polemik Mandat dan Penarikan Kewenangan Charles Holland Taylor

Mengingat peran Charles Holland Taylor yang begitu luas dan signifikan dalam berbagai inisiatif internasional yang melibatkan NU, kabar mengenai pencabutan mandatnya tentu saja memicu perhatian luas dari berbagai kalangan. Surat edaran yang disebut sebagai dasar pengambilan keputusan tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa pencabutan mandat dilakukan berdasarkan ketentuan dalam Bab XVIII Anggaran Rumah Tangga NU, yang mencakup Pasal 57, 58, 62, 64, dan 67. Ketua PBNU, Umarsyah, bahkan telah mengonfirmasi kebenaran adanya surat edaran tersebut.

Dalam informasi yang beredar di publik, disebutkan bahwa Taylor dicabut mandatnya karena diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan-jaringan tertentu yang dianggap dapat berpotensi mempengaruhi arah kebijakan politik luar negeri PBNU. Namun, hingga saat ini, belum ada penjelasan yang rinci mengenai bentuk spesifik dari keterkaitan tersebut yang dapat diungkapkan kepada publik.

Di tengah simpang siur informasi ini, muncul pula pernyataan yang berbeda dari Katib Aam PBNU, KH. Ahmad Said Asrori. Beliau dengan tegas membantah adanya tindakan pemecatan terhadap Taylor. "Ini tadi para kiai sepakat, tidak ada pemecatan. Dan Rais Aam tidak pernah memecat orang, tidak pernah," ujarnya dalam sebuah konferensi pers yang digelar usai pertemuan bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan sejumlah kiai terkemuka lainnya di Gedung PBNU. Pernyataan ini, sebagaimana dikutip dari Pikiran-Rakyat.com pada 23 November 2025, memberikan perspektif yang berbeda mengenai status Taylor.

Lebih lanjut, pakar hukum sekaligus pengurus NU di Australia, Nadirsyah Hosen, juga turut memberikan sorotan kritis terhadap keabsahan surat edaran yang beredar tersebut. Melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menjelaskan bahwa surat resmi yang dikeluarkan oleh Syuriah maupun Tanfidziyah PBNU seharusnya dibubuhi empat tanda tangan. Tanda tangan tersebut meliputi Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal. Namun, dalam kasus surat yang berkaitan dengan pencabutan mandat Taylor, ia mengamati bahwa surat dari Syuriah hanya ditandatangani oleh Rais Aam, sementara surat dari Tanfidziyah hanya diteken oleh Ketua Umum. "Padahal aturan mengharuskan empat tanda tangan," tulis Nadirsyah Hosen, menyoroti potensi kelemahan prosedural dalam penerbitan surat tersebut.

Perbedaan interpretasi dan keabsahan surat edaran ini menunjukkan adanya dinamika internal yang kompleks di dalam tubuh PBNU terkait isu Charles Holland Taylor. Penarikan kewenangan ini, terlepas dari alasan di baliknya, tentu akan memiliki implikasi terhadap peran Taylor dalam diplomasi internasional NU dan citra organisasi di mata dunia. Analisis lebih lanjut mengenai dasar hukum dan politik di balik keputusan ini, serta dampak jangka panjangnya, akan terus menjadi topik yang menarik untuk diikuti.

Perak Kembali Menguat: Analisis Pergerakan Harga dan Peluang Investasi

Pada perdagangan Senin, 24 November 2025, harga perak tercatat mengalami penguatan tipis di pasar domestik. Kenaikan sebesar Rp75 per gram, membawa harga perak ke level Rp31.925. Periode akhir pekan sebelumnya sempat diwarnai penurunan, namun awal pekan ini menunjukkan sinyal positif yang menggembirakan bagi para pelaku pasar. Penguatan ini bukan tanpa alasan, melainkan didorong oleh kondisi teknikal pasar yang sebelumnya menunjukkan indikasi oversold (terlalu banyak dijual) dan terbentuknya level support yang kuat, yang kemudian memicu aktivitas pembelian kembali.

Analisis mendalam terhadap pergerakan harga perak pada awal pekan ini menunjukkan tren yang menjanjikan. Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia (Antam), harga perak per gram pada 24 November 2025 berada di angka Rp31.925, naik Rp75 dari harga sebelumnya. Tidak hanya di pasar domestik, harga acuan global pun turut menunjukkan tren positif. Data dari harga-emas.org per pukul 02.35 WIB mencatat kenaikan harga perak menjadi Rp26.854 per gram, meningkat Rp53 dari harga terakhir Rp26.801 per gram.

Rincian Harga Perak Batangan dan Heritage

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah rincian harga produk perak batangan dan perak heritage per Senin, 24 November 2025:

Daftar Harga Perak Batangan Antam Hari Ini

  • Harga perak batangan 1 gram: Rp31.925
  • Harga perak batangan 250 gram: Rp8.381.250. Setelah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%, harganya menjadi Rp9.303.188.
  • Harga perak batangan 500 gram: Rp16.962.500. Setelah PPN 11%, harganya mencapai Rp18.718.375.

Daftar Harga Perak Heritage Hari Ini

  • Harga perak Heritage ukuran 31,1 gram: Rp1.219.482. Dengan PPN 11%, menjadi Rp1.353.625.
  • Harga perak Heritage ukuran 186,6 gram: Rp6.196.216. Setelah PPN 11%, harganya menjadi Rp6.877.800.

Dimana Membeli Perak Secara Aman?

Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi atau membeli perak, penting untuk mengetahui tempat-tempat resmi dan terpercaya. Berikut beberapa opsi yang dapat dipertimbangkan:

  • Antam (Logam Mulia): Sebagai salah satu produsen logam mulia terkemuka, Antam menyediakan produk perak melalui butik Logam Mulia maupun website resminya. Keunggulan membeli di sini adalah jaminan keaslian produk yang disertai sertifikat, serta transparansi harga harian yang mengikuti pasar.
  • Pegadaian: Pegadaian juga menawarkan solusi pembelian perak, baik melalui skema tabungan perak maupun pembelian langsung perak batangan. Keuntungan tambahan bagi investor pemula adalah kemudahan dalam melakukan pembelian secara cicil dengan skema yang telah ditetapkan secara resmi.
  • E-Commerce Tepercaya: Beberapa platform e-commerce besar kini juga menyediakan produk perak dari penjual yang telah tersertifikasi. Namun, dalam memilih platform ini, sangat disarankan untuk selalu berhati-hati. Periksa reputasi toko, baca ulasan dari pembeli lain, dan pastikan keaslian produk sebelum melakukan transaksi.

Panduan Investasi Perak untuk Pemula

Memulai investasi di pasar perak bisa menjadi alternatif menarik, terutama bagi mereka yang ingin mendiversifikasi portofolio aset. Berikut adalah beberapa cara investasi perak yang bisa dipertimbangkan oleh investor pemula, disesuaikan dengan preferensi dan tingkat kenyamanan:

  • Membeli Fisik (Batangan, Koin, atau Olahan): Metode ini paling cocok bagi investor yang ingin memegang aset secara fisik. Dengan memiliki perak secara langsung, Anda memiliki kendali penuh atas aset Anda. Namun, metode ini memerlukan perhatian ekstra pada aspek penyimpanan yang aman, seperti penggunaan brankas pribadi atau menyewa safe deposit box. Biaya tambahan untuk penyimpanan ini perlu diperhitungkan dalam strategi investasi Anda.

  • Melalui Produk Digital Logam Mulia: Kemajuan teknologi finansial telah membuka jalan bagi investasi perak tanpa harus memegang fisiknya. Berbagai platform investasi digital kini memungkinkan Anda untuk membeli dan menjual perak secara online. Keunggulan metode ini adalah harga yang kompetitif dan kemudahan transaksi. Namun, penting untuk memastikan keamanan dan reputasi platform investasi digital yang Anda pilih.

  • Melalui Pasar Berjangka (Futures) atau ETF Komoditas: Opsi ini lebih ditujukan bagi investor yang sudah memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam tentang pasar keuangan. Investasi melalui pasar berjangka atau Exchange Traded Funds (ETF) komoditas memungkinkan Anda untuk memanfaatkan fluktuasi harga perak di pasar global. Namun, perlu diingat bahwa metode ini memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi karena sangat sensitif terhadap berbagai sentimen makroekonomi global.

Pergerakan harga perak pada 24 November 2025 ini menunjukkan potensi yang menarik. Selain faktor teknikal, optimisme pasar terhadap potensi penurunan suku bunga The Fed di kalangan pelaku usaha juga turut berkontribusi pada kenaikan harga. Hal ini memberikan indikasi positif bagi para investor yang mempertimbangkan perak sebagai salah satu instrumen investasinya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Harga Perak Hari Ini

  • Berapa harga perak 1 gram hari ini? Harga perak Antam per gram pada Senin, 24 November 2025, tercatat di angka Rp31.925.

  • Apakah perak cocok untuk investasi jangka panjang? Perak dapat menjadi komponen penting dalam diversifikasi portofolio investasi jangka panjang. Potensinya semakin meningkat seiring dengan luasnya penggunaan perak dalam industri teknologi dan energi terbarukan. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa volatilitas harga perak cenderung lebih tinggi dibandingkan emas.

  • Kenapa harga perak hari ini naik? Kenaikan harga perak pada hari ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk optimisme pasar terkait prospek penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed), yang mendorong keyakinan di kalangan pelaku usaha.

Mantan kepala kru senior MotoGP, Ramon Forcada, menyoroti bahwa masalah bahan bakar yang dialami Francesco Bagnaia, baik saat kualifikasi maupun dalam detail kecil lainnya, dapat berdampak signifikan pada performanya di lintasan. Bagnaia sendiri dalam beberapa balapan terakhir diketahui mengalami kesulitan, tidak hanya karena insiden jatuh, tetapi juga akibat gangguan teknis yang terlihat dari motornya yang sempat mengeluarkan asap.

Analisis Masalah Bahan Bakar dan Dampaknya pada Performa

Menurut Forcada, situasi penggunaan bahan bakar di MotoGP sangatlah krusial. Ia menjelaskan bahwa ada perbedaan antara bahan bakar yang digunakan untuk sesi kualifikasi dan untuk ritme balapan. "Ya, sekarang jelas tergantung pada situasi Anda. Anda memasukkan bahan bakar untuk kualifikasi atau bahan bakar untuk irama otomatis," ujar Forcada.

Ia memberikan contoh skenario di mana pembalap mungkin tergoda untuk menghemat sedikit bahan bakar demi mendapatkan posisi terdepan, terutama jika tertinggal. "Terkadang Anda berpikir, untuk berada di tempat pertama, karena Anda terlambat, Anda akan menghemat 700 gram bahan bakar tersebut. Jadi apa yang terjadi jika gigi pertama sangat ketat dan Anda harus pindah?" katanya, menggarisbawahi potensi konsekuensi dari keputusan sekecil itu.

Idealnya, semua berjalan sesuai rencana tanpa perlu komunikasi berlebih dengan tim mekanik. "Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Anda tiba dan Anda tidak perlu memberi tahu mekanik apa pun," tambahnya.

Manajemen Tim dan Tekanan dalam Balapan Krusial

Selain masalah teknis, Forcada juga menekankan pentingnya manajemen tim yang efektif, terutama dalam menghadapi tekanan di momen-momen kritis balapan Grand Prix. Ia menegaskan bahwa ketenangan adalah kunci.

"Kita semua yang pernah ke sana telah mencapai saat-saat kritis, katakanlah, 'Saya mempertaruhkan segalanya pada hari terakhir,' dan kemudian mekanik mencoba," ungkapnya.

Dalam situasi genting, terkadang tim melakukan langkah-langkah tak lazim untuk memastikan semuanya berjalan lancar. "Terkadang Anda melakukan hal-hal aneh, seperti menugaskan seseorang mengawasi mekanik untuk memastikan semuanya berjalan lancar, untuk mencegah kegagalan apa pun. Namun dalam kasus ini, kami tidak terlibat dalam pertarungan media; Kami tidak ada di sana," jelas Forcada.

Menyeimbangkan Motor untuk Kebutuhan Pembalap Pabrikan Ducati

Mengenai para pembalap pabrikan Ducati, Forcada memaparkan tantangan dalam menyeimbangkan motor agar semua pembalap dapat tampil optimal tanpa ada yang merasa dirugikan. Ia memiliki pengalaman dalam membangun motor yang disesuaikan dengan kebutuhan pembalap.

"Saya harus membangun motor yang membantu Pecco, agar Alex, yang akan memiliki motor pabrikan, tidak kehilangan feeling yang ia miliki dengan motor tahun ini, yang sangat cocok untuknya," ujar mantan kepala kru Jorge Lorenzo ini.

Forcada juga menyentuh komunikasi dengan pembalap lain seperti Franco Morbidelli dan Marco Bezzecchi (Diggia). "Yah, saya tidak banyak berbicara dengan Alex, tetapi saya berbicara dengan Morbidelli, dan saya mengatakan kepadanya: motornya bagus, tetapi ketika mereka berkata... tidak, tentu saja, Diggia memiliki motor pabrikan," katanya.

Ia membayangkan skenario di mana pembalap yang sebelumnya merasa nyaman dengan motor mereka mungkin harus beralih ke motor pabrikan yang baru. "Dan Anda, pada awalnya, berpikir, orang yang tidak ada di sana berkata, ketika Anda mengujinya, dia dapat mempertahankan motor pabrikan, saya akan mempertahankan yang ini," tuturnya.

"Tentu saja, yang ini. Mereka tidak ingin menghilangkan feeling ini dari para pembalap mereka yang tampil baik, tetapi mereka akan memiliki motor pabrikan. Jadi, bayangkan mereka berkata: baiklah, motor yang dikendarai Marc menang, yang merupakan motor bagus, motor ini akan menjadi motor pabrikan, dan mereka memberikannya kepada Alex (Marquez), dan kemudian Alex berakhir seperti Pecco. Apa yang bisa terjadi, atau tidak? Anda tidak tahu, karena kita telah melihat segala macam hal aneh," simpulnya mengenai kompleksitas penyesuaian motor pabrikan.

Potensi Keterlibatan Investor Baru dan Implikasinya

Menjelang masa depan Kejuaraan Dunia MotoGP, Forcada memberikan peringatan mengenai potensi keterlibatan investor baru dari berbagai negara, seperti China, dan dampaknya terhadap manajemen tim. Ia menyebutkan kemungkinan keterlibatan China di tim seperti KTM.

"Kita mungkin akan segera melihat beberapa keterlibatan China, bahkan di KTM, karena ada pembicaraan tentang bagaimana karena pada awalnya, ya, ada banyak masalah, kami menyelesaikannya, investor datang, kami menyelesaikannya," kata Forcada.

Ia menekankan bahwa investor datang dengan ide-ide mereka sendiri, yang dapat mengubah dinamika tim. "Para investor datang untuk bertanggung jawab, karena mereka memiliki ide-ide mereka sendiri. Kita harus berhati-hati agar manajemen tim KTM tidak menjadi sebagian India dan sebagian China dalam hal suku cadang, sudah ada suku cadang CF pada KTM tahun ini," ungkapnya.

Forcada menambahkan bahwa potensi tersebut memang telah disampaikan kepadanya secara tidak langsung, namun kemungkinan itu tetap ada. "Kemungkinan itu memang sudah disampaikan kepada saya secara tidak langsung, tetapi memang ada kemungkinannya," tutupnya.

Soal & Kunci Jawaban Antropologi XI: Kebiasaan Perilaku Halaman 54

Memahami Adaptasi Biokultural Melalui Kebiasaan Sehari-hari: Sebuah Kajian Antropologi Kelas 11

Dalam studi Antropologi, pemahaman mendalam mengenai bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungan fisik dan sosialnya menjadi kunci. Salah satu konsep penting yang diajarkan dalam Kurikulum Merdeka, khususnya pada buku pelajaran Antropologi kelas 11 yang disusun oleh Tri Joko Sri Haryono dkk. dan diterbitkan oleh Kemdikbudristek tahun 2024 edisi Revisi, adalah pendekatan biokultur. Pendekatan ini mengkaji perilaku dan kebiasaan sehari-hari manusia sebagai hasil interaksi antara faktor biologis dan budaya.

Pada halaman 54 buku tersebut, siswa dihadapkan pada tugas individu yang menantang untuk mengamati dan menganalisis kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekitar mereka menggunakan lensa biokultur. Tugas ini dirancang untuk mendorong siswa tidak hanya mengidentifikasi berbagai praktik sosial, tetapi juga memahami akar penyebab dan fungsi dari kebiasaan tersebut dalam konteks adaptasi manusia.

Lembar Kegiatan Peserta Didik 2.1: Mengungkap Kebiasaan Melalui Pengamatan

Untuk memfasilitasi pemahaman ini, buku Antropologi kelas 11 menyajikan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) 2.1. LKPD ini memandu siswa melalui serangkaian langkah sistematis untuk melakukan pengamatan dan analisis:

  1. Pembentukan Kelompok: Siswa diminta untuk membentuk kelompok belajar yang terdiri dari 4-5 orang. Kolaborasi ini penting untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dan memperkaya hasil pengamatan.
  2. Melakukan Pengamatan: Tahap selanjutnya adalah melakukan pengamatan langsung di lingkungan sekitar, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Pengamatan ini harus fokus pada perilaku dan kebiasaan yang terlihat sehari-hari.
  3. Mencatat Perilaku Adat/Kebiasaan: Siswa ditugaskan untuk mencatat berbagai perilaku yang telah menjadi adat atau kebiasaan di lingkungan yang mereka amati. Ini bisa berupa ritual, norma interaksi, praktik kebersihan, atau kegiatan sosial lainnya.
  4. Mengaitkan Perilaku dengan Adaptasi Sederhana: Setelah mengidentifikasi kebiasaan, siswa harus menghubungkannya dengan bentuk-bentuk adaptasi sederhana, sebagaimana dicontohkan dalam kasus 2.2 pada buku pelajaran. Analisis ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana kebiasaan tersebut membantu manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  5. Menceritakan Hasil Pengamatan: Setelah diskusi dalam kelompok, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil pengamatan mereka kepada kelas.
  6. Membandingkan Hasil: Tahap akhir adalah membandingkan hasil pengamatan dan analisis kelompok sendiri dengan kelompok lain untuk melihat variasi dan persamaan dalam temuan mereka.

Studi Kasus: Laporan Hasil Pengamatan Perilaku Masyarakat dan Adat Kebiasaan

Sebagai contoh panduan, sebuah laporan hasil pengamatan kelompok disajikan. Laporan ini menguraikan proses dan temuan dari pelaksanaan LKPD 2.1.

1. Pembentukan Kelompok Kelompok ini terdiri dari empat anggota: Aisyah (Leader), Citra (Penulis), Bima (Pengamat), dan Danu (Pengamat). Pembagian tugas ini memastikan kelancaran proses pengamatan dan dokumentasi.

2. Kegiatan Pengamatan Pengamatan dilakukan di dua lokasi utama: lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggal. Kegiatan ini berlangsung secara langsung selama dua hari untuk mendapatkan gambaran yang representatif.

3. Perilaku yang Sudah Menjadi Adat/Kebiasaan

  • Di Lingkungan Sekolah:

    • Saling menyapa ketika bertemu.
    • Pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin.
    • Kegiatan kerja bakti membersihkan kelas setiap pagi.
    • Membuang sampah pada tempatnya sesuai jenisnya.
    • Berbaris sebelum memasuki kelas.
    • Shalat Dzuhur berjamaah (di sekolah yang mayoritas Muslim).
    • Penggunaan bahasa yang sopan kepada guru.
  • Di Lingkungan Tempat Tinggal:

    • Gotong royong membersihkan selokan setiap akhir pekan.
    • Salam sapa kepada tetangga saat berpapasan.
    • Kebiasaan musyawarah untuk menyelesaikan masalah di tingkat RT.
    • Tradisi ronda malam untuk menjaga keamanan.
    • Saling mengirim makanan saat hari besar keagamaan.
    • Anak-anak bermain bersama di sore hari.

4. Mengaitkan Perilaku dengan Bentuk Adaptasi

Perilaku-perilaku yang diamati dapat dikategorikan sebagai bentuk adaptasi sosial dan budaya:

  • Saling menyapa: Merupakan adaptasi terhadap norma kesopanan dan kebiasaan lokal yang membangun interaksi sosial yang positif.
  • Upacara Senin: Bentuk adaptasi terhadap aturan sekolah dan penanaman nilai kedisiplinan.
  • Kerja bakti: Adaptasi terhadap lingkungan fisik untuk menjaga kebersihan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab komunal.
  • Membuang sampah sesuai jenis: Adaptasi ekologis yang bertujuan menjaga kesehatan lingkungan.
  • Ronda malam: Adaptasi terhadap kebutuhan akan keamanan lingkungan dari ancaman eksternal.
  • Musyawarah RT: Adaptasi dalam menghadapi masalah sosial secara kolektif dan mencari solusi bersama.
  • Mengirim makanan saat hari besar: Adaptasi budaya yang bertujuan mempererat keharmonisan sosial antarwarga.

Adaptasi semacam ini terjadi karena masyarakat secara naluriah menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sosial dan fisiknya agar kehidupan dapat berjalan dengan lebih tertib, aman, dan harmonis.

5. Hasil Pengamatan Kelompok

Kelompok pengamat menyimpulkan bahwa masyarakat di lingkungan sekolah dan tempat tinggal memiliki berbagai kebiasaan yang telah mengakar menjadi adat. Kebiasaan ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda ketertiban sosial, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat ikatan antarindividu dalam masyarakat. Misalnya, kerja bakti di sekolah tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian. Di sisi lain, tradisi musyawarah dan gotong royong di lingkungan tempat tinggal menunjukkan kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dan menghadapi tantangan bersama, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan. Secara keseluruhan, perilaku yang diamati merupakan manifestasi adaptasi sederhana terhadap aturan, norma, kondisi alam, serta kebutuhan fundamental untuk hidup bersama.

6. Perbandingan dengan Hasil Kelompok Lain

Setelah membandingkan laporan hasil pengamatan, ditemukan beberapa kesamaan dan perbedaan antar kelompok:

  • Persamaan:
    • Semua kelompok mengidentifikasi kebiasaan umum seperti gotong royong, praktik kebersihan, kebiasaan saling menyapa, dan kepatuhan terhadap aturan sekolah.
  • Perbedaan:
    • Beberapa kelompok melaporkan adanya tradisi lokal yang lebih spesifik di lingkungan mereka, seperti selamatan, arisan ibu-ibu, atau program Jumat bersih, yang tidak ditemukan di lokasi pengamatan kelompok lain.
    • Ada kelompok yang secara khusus menyoroti penggunaan bahasa daerah sebagai bagian dari adaptasi budaya, sementara fokus kelompok lain mungkin lebih pada kebiasaan sosial umum.

Kesimpulannya, setiap kelompok menghasilkan temuan yang unik sesuai dengan karakteristik lingkungan masing-masing. Namun, semua temuan tersebut secara konsisten menunjukkan bagaimana masyarakat beradaptasi melalui berbagai bentuk perilaku dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Penting untuk dicatat bahwa kunci jawaban dan laporan hasil pengamatan ini berfungsi sebagai panduan belajar bagi siswa dan orang tua. Idealnya, siswa harus berusaha menjawab soal-soal tersebut terlebih dahulu sebelum merujuk pada contoh jawaban. Analisis mendalam terhadap kebiasaan sehari-hari melalui pendekatan biokultur ini memberikan wawasan berharga tentang kompleksitas kehidupan sosial manusia dan mekanisme adaptasi yang mereka lakukan.

Rutinitas pekerjaan sehari-hari terkadang dapat menimbulkan perasaan jenuh dan bosan. Fenomena ini adalah hal yang sangat manusiawi, di mana kebiasaan yang sama berulang setiap hari, mulai dari bangun pagi hingga berangkat kerja, bisa memicu rasa malas dan kejenuhan. Kebosanan ini bisa datang kapan saja, tanpa peringatan, terlebih lagi jika ada masalah tambahan di lingkungan kerja yang semakin memperparah rasa enggan untuk menyelesaikan tugas.

Jika dibiarkan berlarut-larut, rasa bosan ini dapat menggerogoti produktivitas dan membuat kita terperangkap dalam lingkaran kemalasan yang berdampak negatif pada kinerja dan efisiensi kerja. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mengatasi rasa bosan agar tidak membiarkannya menguasai diri.

Mengakui bahwa rasa bosan saat bekerja adalah hal yang wajar dan normal bagi setiap individu adalah langkah awal yang penting. Kita tidak perlu merasa bersalah atau khawatir berlebihan. Terdapat berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk mengusir rasa bosan dan mencegahnya berakar lebih dalam.

Strategi Jitu Mengusir Kebosanan di Tempat Kerja

Kebosanan di tempat kerja tidak selalu disebabkan oleh beban kerja yang menumpuk. Ironisnya, kurangnya pekerjaan atau menyelesaikan tugas lebih cepat dari yang diharapkan juga bisa menjadi pemicu rasa bosan, terutama jika jam kerja masih panjang dan tidak ada aktivitas produktif lain yang bisa dilakukan.

Salah satu cara efektif untuk mengatasi kejenuhan adalah dengan menyisipkan aktivitas ringan yang disukai di sela-sela kesibukan. Aktivitas ini bisa berupa mendengarkan musik favorit, membaca buku yang menarik, atau bahkan menulis jurnal pribadi. Hal-hal kecil ini dapat memberikan jeda mental yang menyegarkan dan membantu mengembalikan semangat.

Memanfaatkan Hobi untuk Meningkatkan Semangat

Menyalurkan hobi saat jam kerja mungkin terdengar tidak konvensional, namun jika dilakukan dengan bijak, ini bisa menjadi solusi ampuh untuk membunuh kebosanan. Memilih aktivitas yang kita sukai dapat membangkitkan kembali semangat yang mungkin mulai meredup akibat rutinitas monoton. Dengan menyalurkan energi ke hal yang positif dan menyenangkan, kita dapat merasa lebih bersemangat dan termotivasi.

Penting untuk diingat bahwa aktivitas selingan ini harus dipilih dengan cermat agar tidak mengganggu jalannya pekerjaan utama. Hindari melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan teguran dari atasan atau rekan kerja. Perhatikan juga kondisi dan situasi di lingkungan kerja. Jika sedang ada tenggat waktu (deadline) yang krusial, sebaiknya prioritaskan penyelesaian tugas yang menjadi tanggung jawab.

Kapan Harus Mengambil Jeda Lebih Panjang?

Meskipun rasa bosan adalah hal yang wajar, jika kejenuhan tersebut berlangsung selama berhari-hari dan berbagai upaya penyelingan telah dicoba namun tidak membuahkan hasil, mungkin ini adalah tanda bahwa Anda membutuhkan istirahat yang lebih substansial.

Dalam kondisi seperti ini, mengambil cuti beberapa hari bisa menjadi solusi yang sangat efektif. Cuti memberikan kesempatan untuk benar-benar melepaskan diri dari rutinitas kerja, mengisi ulang energi, dan mendapatkan perspektif baru. Kembali ke kantor setelah liburan yang menyegarkan seringkali membawa semangat baru dan pandangan yang lebih positif terhadap pekerjaan.

Sebagai manusia, fluktuasi emosi seperti bosan dan bersemangat adalah hal yang lumrah. Kuncinya adalah bagaimana kita mengelola perasaan tersebut agar tidak mengendalikan diri dan merusak produktivitas. Dengan menerapkan strategi yang tepat, rasa bosan dapat diatasi dan bahkan diubah menjadi peluang untuk menemukan kembali gairah dalam bekerja. Jika cara-cara sederhana tidak lagi ampuh, jangan ragu untuk mempertimbangkan istirahat yang lebih panjang untuk memulihkan energi dan semangat Anda.

UMKM Lokal: Kunci Loyalitas Pelanggan Jelang 2026

Menjelang momen Natal dan Tahun Baru 2026, lanskap persaingan bisnis diprediksi akan semakin sengit. Sebagian besar merek besar akan mengandalkan diskon besar-besaran dan program cashback untuk menarik perhatian konsumen. Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, terjebak dalam perang harga seperti ini bisa menjadi strategi yang sangat melelahkan dan berpotensi menggerus margin keuntungan. Kunci keberhasilan UMKM dalam menghadapi momen krusial ini bukanlah terletak pada seberapa besar diskon yang ditawarkan, melainkan pada kemampuan mereka membangun loyalitas pelanggan yang mendalam melalui strategi non-harga, personalisasi, dan narasi yang kuat.

Keunggulan Unik UMKM: Hubungan Personal dan Otentisitas

Di tengah dominasi merek korporat raksasa yang mengandalkan otomatisasi, efisiensi skala besar, dan perang diskon, UMKM lokal memegang aset berharga yang tak ternilai: hubungan personal dan otentisitas. Loyalitas yang dibangun oleh UMKM bersifat emosional, jauh melampaui sekadar transaksi jual-beli. Pelanggan UMKM tidak hanya membeli produk; mereka membeli cerita, mendukung mimpi, dan merasakan interaksi yang tulus dari pemilik atau staf.

Kekuatan ini bersumber dari kenyataan bahwa pemilik UMKM sering kali berinteraksi langsung dengan konsumen. Hal ini memungkinkan mereka untuk memahami kebutuhan pelanggan secara mendalam, mengingat nama mereka, bahkan mengetahui riwayat pesanan pelanggan. Inilah yang menciptakan ikatan batin dan rasa memiliki yang sulit ditiru oleh perusahaan multinasional yang prosesnya sangat terstandardisasi. Oleh karena itu, fokus pemasaran UMKM harus diarahkan untuk menonjolkan keunggulan unik ini.

Kunci utama bagi UMKM untuk memanfaatkan kekuatan sentuhan personal ini adalah dengan mengalihkan fokus pemasaran dari sekadar fitur produk menjadi pengalaman pelanggan. Jika merek besar bertanya, "Apa yang didapatkan pelanggan dari produk (harga, fungsi)?", maka UMKM seharusnya bertanya, "Bagaimana produk ini membuat pelanggan merasa istimewa, dihargai, dan terhubung?".

Personalisasi adalah jawabannya. Kartu ucapan terima kasih tulisan tangan, pesan ulang tahun yang unik, atau penawaran produk yang disesuaikan berdasarkan pembelian sebelumnya adalah strategi non-harga yang dapat memicu pelepasan hormon kebahagiaan dan menciptakan memori positif. Sentuhan kecil ini mampu mengubah pelanggan dari pembeli satu kali menjadi advokat merek (brand advocate) yang secara sukarela akan mempromosikan UMKM Anda, karena mereka merasa dihargai sebagai individu, bukan sekadar unit data penjualan. Membangun loyalitas emosional ini adalah fondasi keuntungan jangka panjang yang stabil dan berkelanjutan bagi UMKM lokal.

Membangun Storytelling dan Narasi Lokal

Di era konsumen yang semakin cerdas, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial, keputusan pembelian tidak lagi semata-mata didorong oleh fungsi atau diskon, melainkan oleh nilai, tujuan (purpose), dan cerita (storytelling) di balik sebuah merek. Konsumen modern ingin bertransaksi dengan merek yang transparan, otentik, dan memberikan dampak positif pada komunitas.

Oleh karena itu, UMKM lokal harus menjadikan brand storytelling sebagai senjata pemasaran utama mereka. Memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan TikTok memungkinkan UMKM untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan narasi ini secara visual dan cepat.

Narasi yang kuat harus mencakup berbagai elemen, seperti:

  • Asal-usul Bahan Baku: Ceritakan dari mana bahan baku berasal, misalnya kopi single-origin dari lereng gunung tertentu.
  • Proses Pembuatan yang Teliti: Sorot ketrampilan manual para pengrajin dalam proses pembuatan produk.
  • Dampak Positif pada Komunitas Lokal: Jelaskan bagaimana produk tersebut memberdayakan kelompok rentan atau menjaga kelestarian lingkungan.

Strategi yang paling efektif adalah menyorot keotentikan lokal yang bersifat unik dan tidak dapat ditiru oleh merek global. Alih-alih hanya menjual sambal, ceritakanlah bahwa "Sambal ini dibuat dari resep turun temurun Nenek di Jombang dengan cabai yang dipanen langsung dari kebun keluarga." Demikian pula, saat menjual kain, jangan hanya melakukan transaksi, tetapi ceritakanlah "Kain tenun ini mewakili seni lokal yang memberdayakan ibu-ibu di desa X, memastikan tradisi mereka tetap hidup dan memberikan mereka penghasilan yang layak."

Dengan menanamkan elemen lokal yang kaya dan personal, UMKM menciptakan ikatan emosional yang mendalam dengan konsumen. Ikatan ini melahirkan loyalitas sejati. Pelanggan tidak hanya membeli produk, tetapi mereka membeli cerita, nilai, dan merasakan kebanggaan karena turut serta mendukung gerakan atau komunitas di balik merek tersebut, menjadikan produk UMKM jauh lebih berarti dari sekadar komoditas.

Customer Experience (CX) Melalui Personalisasi

Layanan pelanggan yang luar biasa (Customer Experience atau CX) adalah inti dari strategi loyalitas jangka panjang. Di era digital yang didominasi template dan respons otomatis, personalisasi menjadi mata uang retensi pelanggan yang paling berharga. Konsep ini dimulai segera setelah transaksi selesai melalui komunikasi pasca-pembelian yang tulus.

Daripada mengandalkan email massal atau pop-up otomatis, UMKM wajib berinvestasi pada komunikasi yang bersifat personal dan spesifik. Mengirim pesan yang menanyakan umpan balik secara langsung dan tulus menunjukkan bahwa merek benar-benar peduli pada pengalaman individu pelanggan, bukan hanya volume penjualan. Tindakan ini memicu pelepasan oksitosin (hormon ikatan sosial) pada pelanggan, mengubah hubungan fungsional (jual-beli) menjadi relasi emosional yang kuat.

Proses ini secara efektif mengurangi customer churn (tingkat kehilangan pelanggan) dan meningkatkan nilai lifetime value pelanggan, menjadikannya investasi service excellence yang paling efisien dan berdampak.

Sentuhan fisik dan visual yang paling efektif dalam personalisasi adalah kartu ucapan terima kasih tulisan tangan (handwritten notes). Di tengah pengiriman yang serba cepat dan kemasan standar, menyelipkan selembar kertas yang berisi beberapa kalimat personal (bahkan hanya inisial nama pemilik UMKM) secara drastis menaikkan nilai pengalaman unboxing. Sentuhan non-digital ini mengkomunikasikan waktu, usaha, dan perhatian yang tidak mungkin dipalsukan oleh mesin, menciptakan kesan bahwa pesanan tersebut disiapkan secara khusus dan individual.

Menjelang momen perayaan seperti Tahun Baru 2026, tindakan sederhana ini dapat menjadi kado tersendiri bagi pelanggan, memicu mereka untuk membagikan pengalaman unboxing tersebut di media sosial (User-Generated Content) yang secara organik berfungsi sebagai pemasaran dari mulut ke mulut yang paling efektif. Dengan demikian, handwritten notes bukan hanya alat gimmick, melainkan senjata rahasia UMKM untuk memperkuat diferensiasi merek dan memenangkan hati pelanggan secara permanen.

Program Loyalty Berbasis Nilai, Bukan Harga

Strategi membangun loyalitas pelanggan yang cerdas bagi UMKM harus bergeser dari perang harga yang merugikan margin, menuju penawaran nilai non-finansial yang unik dan personal. Alih-alih menawarkan diskon generik 10% yang bisa ditiru kompetitor, fokus utama harusnya adalah pada eksklusivitas produk.

UMKM dapat meniru model bisnis inner circle dengan memberikan:

  • Akses Awal (Early Access): Berikan akses awal terhadap produk edisi terbatas Natal dan Tahun Baru.
  • Varian Secret Menu: Rilis varian secret menu hanya bagi pelanggan yang telah melakukan pembelian minimal tiga kali.

Perlakuan istimewa ini secara psikologis menciptakan perasaan menjadi bagian dari komunitas elit (inner circle) dan meningkatkan rasa kepemilikan terhadap merek. Loyalitas yang terbangun bukan lagi karena harga murah, melainkan karena status dan privilege yang mereka dapatkan, menjadikan mereka advokat merek yang bersemangat.

Pilar kedua dalam loyalitas berbasis nilai adalah penggunaan gifting akhir tahun yang strategis. Daripada memangkas harga jual secara langsung, UMKM dapat memberikan hadiah kecil yang memiliki nilai emosional atau fungsional yang tinggi. Contohnya adalah:

  • Sampel Produk Baru: Mendorong pembelian di masa depan.
  • Totebag Ramah Lingkungan Berlogo Brand Anda: Berfungsi sebagai media promosi gratis.
  • Voucher Kopi Lokal dari Partner UMKM Lain: Menciptakan kolaborasi dan nilai tambah.

Hadiah ini memiliki perceived value (nilai yang dirasakan) yang lebih tinggi daripada potongan harga tunai, karena menunjukkan apresiasi personal dan perhatian merek terhadap pelanggan. Dengan memfokuskan investasi reward pada gifting yang unik, UMKM berhasil menciptakan ikatan emosional yang kuat, menjadikan pelanggan setia memilih merek Anda bukan karena lebih murah, tetapi karena merasa dihargai dan diistimewakan.

Membangun Komunitas dan Keterlibatan

Loyalitas tertinggi dalam sebuah merek tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk atau harga yang menarik; ia terbentuk ketika pelanggan merasa menjadi bagian dari identitas dan cerita merek tersebut. UMKM lokal memiliki peluang emas untuk memupuk ikatan emosional ini, salah satunya melalui penggunaan User-Generated Content (UGC).

Strategi ini melampaui sekadar meminta tag atau review. UMKM harus secara aktif mendorong pelanggan membagikan foto atau cerita produk mereka di media sosial. Sebagai reward, berikan apresiasi non-uang yang tinggi nilainya, seperti memberikan spotlight atau menayangkan ulang (repost) konten terbaik pelanggan di feed utama merek. Tindakan ini memberikan validasi sosial kepada pelanggan, menjadikan mereka duta merek (brand advocate) yang bekerja secara organik dan sukarela, karena mereka merasa kontribusi mereka diakui dan dihargai secara publik.

Menciptakan keterlibatan yang kuat menjelang momen besar seperti Tahun Baru 2026 juga dapat dilakukan melalui acara online tematik yang interaktif. UMKM dapat menyelenggarakan sesi live di media sosial (Instagram Live atau TikTok Live), misalnya:

  • Workshop Memasak Resep Nataru: Menggunakan produk bahan baku UMKM tersebut.
  • Sesi Sharing Tips Dekorasi: Menggunakan produk kerajinan.

Aktivitas ini mengubah hubungan pasif (transaksi) menjadi relasi aktif dan edukatif. Sesi live tersebut memberikan nilai tambah praktis (utility value) kepada pelanggan sekaligus menjadi kesempatan bagi UMKM untuk berinteraksi langsung, menjawab pertanyaan, dan mengapresiasi loyalitas mereka secara real-time. Dengan demikian, UMKM tidak hanya menjual produk, tetapi menjual pengalaman dan rasa kebersamaan, yang merupakan fondasi paling solid untuk loyalitas jangka panjang.

Menjelang Tahun Baru 2026, UMKM lokal harus bergerak melampaui godaan perang diskon. Loyalitas sejati tidak dapat dibeli dengan potongan harga; ia dibangun melalui konsistensi kualitas, sentuhan personal yang otentik, dan narasi merek yang kuat. Dengan berfokus pada menciptakan pengalaman unik (CX), memberikan reward berbasis nilai, dan membangun komunitas, UMKM lokal dapat mengubah pembeli musiman menjadi advokat merek (pelanggan setia) yang akan terus mendukung bisnis Anda jauh setelah lampu Natal dipadamkan.

PHE Satu Pangan: Dari Tantangan Lokal Menuju Pengakuan Nasional dalam Ketahanan Pangan

Beberapa tahun lalu, para petani kecil di sekitar wilayah operasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menghadapi kenyataan pahit. Lahan pertanian mereka menunjukkan penurunan kualitas yang mengkhawatirkan, biaya produksi terus merangkak naik, dan ketergantungan pada pasokan dari luar semakin mengikis ketahanan pangan lokal. Situasi yang penuh tantangan inilah yang kemudian melahirkan sebuah gagasan, sebuah inisiatif yang perlahan tumbuh dan kini menjelma menjadi sumber harapan yang nyata. Harapan ini baru saja mendapatkan pengakuan di kancah nasional.

Pada acara Indonesia’s SDGs Action Awards 2025, yang merupakan bagian dari agenda Sustainable Development Annual Conference (SAC) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), PHE berhasil meraih predikat Terbaik II dalam kategori Badan Usaha Besar. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dampak positif dari program inovatif PHE, yaitu "PHE Satu Pangan - Sinergi Aksi Tangguh untuk Pangan". Program ini telah berhasil membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah operasinya. Penyerahan penghargaan prestisius ini dilakukan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, kepada Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng.

Dalam pernyataannya, Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah. Ia juga menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kolaborasi erat antara seluruh insan PHE dan masyarakat yang terlibat. "Program PHE Satu Pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan semata, tetapi juga membangun sebuah sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Kami melakukannya melalui inovasi teknologi, program edukasi yang komprehensif, pengembangan model bisnis yang inovatif, serta pelibatan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasi perusahaan. Ini membuktikan bahwa ketahanan energi dan ketahanan pangan dapat berjalan seiring dan saling mendukung," ujar Muharram.

Transformasi Ketahanan Pangan Melalui Inovasi dan Pemberdayaan

Program PHE Satu Pangan lahir dari komitmen mendalam untuk memberdayakan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan. Dampak positifnya kini telah dirasakan secara langsung oleh ribuan keluarga. Program ini telah berhasil mendorong peningkatan produksi berbagai komoditas pangan secara signifikan. Tercatat, produksi beras meningkat lebih dari 1.200 ton per tahun, jagung sebanyak 22 ton per tahun, dan cabai mencapai 9,8 ton per tahun. Selain itu, produksi telur unggas juga melonjak lebih dari 1.800 ton per tahun. Tidak berhenti di situ, program ini juga mencakup komoditas lain seperti ikan, daging unggas, dan daging ruminansia seperti kambing dan sapi. Salah satu pencapaian penting dari inisiatif ini adalah berkurangnya ketergantungan desa-desa terhadap pasokan pangan dari luar wilayah mereka.

Lebih dari sekadar peningkatan produktivitas, program ini juga membawa efisiensi yang luar biasa melalui penerapan berbagai teknologi inovatif. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Irigasi Tetes (Water Drip Irrigation): Sistem ini mengantarkan air langsung ke akar tanaman, meminimalkan penguapan dan pemborosan air.
  • Penampungan Air Hujan (Rain Harvesting): Memanfaatkan sumber daya air alami yang melimpah untuk kebutuhan irigasi.
  • Atmospheric Harvesting: Teknologi canggih yang mampu mengekstraksi uap air dari udara untuk keperluan irigasi.
  • Sistem Irigasi Otomatis Berbasis Android: Memungkinkan pengelolaan irigasi yang presisi dan efisien melalui perangkat seluler, yang mampu menekan penggunaan air hingga 40-100 persen.

Selain efisiensi air, program ini juga berhasil mengurangi penggunaan pupuk kimia secara drastis, yaitu lebih dari 400 kg per musim tanam. Penghematan biaya yang dirasakan oleh kelompok masyarakat mencapai Rp 350 juta per tahun. Untuk mengatasi tantangan budidaya di lahan kritis, PHE Satu Pangan juga memperkenalkan teknologi tambahan seperti:

  • Soil Nutrient Sensor: Alat untuk menganalisis kandungan nutrisi tanah secara akurat, membantu petani dalam pemupukan yang tepat sasaran.
  • Dry House Berbahan Briket Jerami: Solusi pengeringan hasil panen yang ramah lingkungan dan hemat biaya.
  • Alat Penyiang Cakra Baskara: Mempermudah dan mempercepat proses penyiangan gulma, meningkatkan efektivitas budidaya.

Dampak Sosial dan Lingkungan yang Luas

Dari sisi sosial, PHE Satu Pangan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 1.400 penerima manfaat. Sebanyak 90 kepala keluarga prasejahtera kini mengalami peningkatan kapasitas keterampilan dan pendapatan yang lebih baik. Program ini juga telah memicu terbentuknya lebih dari 25 kelompok masyarakat baru, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT), yang aktif berkontribusi dalam ketahanan pangan. Lebih jauh lagi, inisiatif ini telah mendorong lahirnya 4 regulasi baru dan 47 inovasi ketahanan pangan yang secara kolektif mendukung terciptanya tata kelola pertanian yang berkelanjutan.

Integrasi program ini dengan sektor energi bersih juga menjadi poin penting. Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 22,42 kWp tidak hanya memberikan penghematan biaya listrik hingga Rp41 juta per tahun, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam pengurangan emisi. Diperkirakan, emisi dapat berkurang sebesar 28,52 ton CO₂eq per tahun, sebuah langkah maju yang penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Implementasi program PHE Satu Pangan tersebar di berbagai wilayah kerja Subholding Upstream Group di seluruh Indonesia, meliputi:

  • Sumatera:
    • Kabupaten Pali
    • Kabupaten Aceh
    • Kabupaten Muaro Jambi
    • Kabupaten Muara Enim
    • Kabupaten Musi Banyuasin
    • Kota Prabumulih
  • Jawa:
    • Kota Subang
    • Kepulauan Seribu
    • Kabupaten Indramayu
    • Kabupaten Tuban
    • Kabupaten Blora
    • Kabupaten Bojonegoro
    • Kabupaten Bangkalan
  • Kalimantan:
    • Kabupaten Kutai Kartanegara
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Tana Tidung
    • Kota Bontang
  • Sulawesi:
    • Kabupaten Banggai
  • Papua:
    • Kabupaten Sorong

Penghargaan yang diraih PHE ini menjadi pengingat bahwa penguatan ketahanan pangan bukanlah sekadar sebuah program, melainkan sebuah perjalanan panjang yang menyentuh kehidupan banyak orang. PHE berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan dan dampak program ini, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Di samping upaya penguatan ketahanan pangan, PHE juga terus mengembangkan operasi dan bisnis di sektor hulu migas dengan prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Perusahaan menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah berstandar ISO 37001:2016, memastikan seluruh proses bisnis berjalan bersih dari praktik-praktik penyuapan.

Diberdayakan oleh Blogger.