Halloween party ideas 2015

Bitcoin Meraih Rekor Baru di Tengah Sentimen Pasar Kripto yang Masih Berhati-hati

Pasar aset digital kembali menunjukkan geliatnya, dengan harga Bitcoin terpantau melonjak dan berhasil menembus angka US$90.000. Kenaikan ini terjadi setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup tajam, meskipun sentimen pasar kripto secara keseluruhan masih tergolong rapuh dan investor menunjukkan kehati-hatian.

Berdasarkan data yang dihimpun, harga Bitcoin pada Rabu (3/12/2025) sempat menguat signifikan hingga 6,7% dan mencapai level US$92.228. Tidak hanya Bitcoin, aset kripto unggulan lainnya seperti Ethereum (Ether) juga menunjukkan pemulihan yang impresif, melonjak lebih dari 8% dan kembali menembus angka US$3.000.

Bahkan, sejumlah aset kripto dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil dan likuiditas yang relatif rendah, seperti Cardano dan Chainlink, turut mencatatkan kenaikan yang lebih dramatis, bahkan melampaui 10%.

Faktor Pendorong Kenaikan

Para pelaku pasar menilai bahwa sentimen positif mulai kembali mengemuka setelah beberapa pekan sebelumnya terjadi pelemahan permintaan dari para investor. Kenaikan ini didukung oleh beberapa faktor kunci:

  • Pernyataan Regulator: Kepala Securities and Exchange Commission (SEC), Paul Atkins, memberikan sinyal positif terkait rencana pengungkapan kebijakan pengecualian bagi perusahaan yang bergerak di bidang aset digital. Pernyataan ini memberikan angin segar bagi industri kripto.
  • Kebijakan Platform Investasi: Keputusan Vanguard Group yang mulai mengizinkan perdagangan Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana yang mayoritas berisi aset kripto di platform investasinya menjadi dorongan signifikan. Hal ini membuka akses yang lebih luas bagi investor tradisional untuk terlibat dalam aset digital.
  • Korelasi dengan Pasar yang Lebih Luas: Jasper De Maere, Desk Strategist di Wintermute, menjelaskan bahwa pergerakan harga yang kuat ini merupakan kombinasi dari sentimen positif yang spesifik di industri kripto dan penyesuaian aset digital dengan penguatan pasar secara umum.

Reaksi Terhadap Tekanan Jual Sebelumnya

Sebelumnya, pasar aset kripto sempat tertekan pada Senin (1/12/2025). Tekanan ini dipicu oleh pernyataan CEO Strategy Inc., sebuah perusahaan yang aktif mengakumulasi Bitcoin. Ia menyebutkan bahwa perusahaan mungkin perlu menjual sebagian Bitcoin yang dimilikinya untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang.

Namun, tanggapan terhadap pernyataan tersebut bergeser menjadi lebih positif setelah Strategy Inc. mengumumkan pembentukan cadangan dana tunai senilai US$1,4 miliar. Langkah ini diambil untuk menjaga likuiditas perusahaan. Spencer Hallarn, Kepala Perdagangan OTC Global di GSR, menilai langkah konservatif ini justru merupakan sinyal positif dalam pengelolaan risiko. Ia berpendapat bahwa meskipun awalnya disambut negatif, pengamanan likuiditas ini justru mengurangi potensi risiko ekstrem di masa depan.

Indikator Pemulihan yang Masih Rawan

Meskipun terjadi kenaikan harga yang signifikan, beberapa indikator menunjukkan bahwa pemulihan pasar kripto masih berada dalam kondisi yang rawan. Data dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa tingkat pendanaan (funding rate) Bitcoin, yang merupakan indikator sentimen pasar utama, telah berbalik negatif dalam beberapa hari terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa minat terhadap posisi bearish (spekulasi penurunan harga) di pasar kontrak berjangka abadi (perpetual futures) kini lebih besar dibandingkan taruhan bullish (spekulasi kenaikan harga).

Chris Kim, CEO Axis, menyatakan bahwa sentimen pasar secara keseluruhan masih sangat hati-hati. Para trader kripto cenderung merasa gelisah. Ia menambahkan bahwa investor institusional banyak yang memilih untuk menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan pekan depan sebelum memutuskan untuk menambah eksposur risiko mereka.

Bitcoin sendiri masih melemah hampir 30% dari rekor tertingginya yang dicapai pada awal Oktober lalu. Kondisi ini membuat pasar aset digital berada dalam fase yang rapuh, setelah mengalami tekanan jual yang berkepanjangan dan menghapus sekitar US$19 miliar posisi leverage.

Dampak pada Aset Terkait Tokoh Publik

Beberapa aset kripto yang memiliki kaitan dengan keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga turut terdampak oleh volatilitas pasar ini. Saham American Bitcoin Corp., sebuah perusahaan penambangan kripto yang didirikan bersama Eric Trump, sempat mengalami penurunan tajam hingga 51% dalam waktu kurang dari 30 menit pada hari Selasa. Perdagangan saham perusahaan ini bahkan sempat dihentikan beberapa kali akibat volatilitas yang ekstrem.

Token TRUMP, sebuah memecoin resmi yang diasosiasikan dengan Donald Trump, juga mengalami penurunan drastis. Memecoin ini sempat mencapai rekor US$73,40 saat peluncurannya pada Januari, namun kini diperdagangkan di kisaran US$6, menurut data CoinGecko.

Selain itu, token WLFI dari platform DeFi World Liberty Financial, yang juga dikaitkan dengan Trump, mengalami penurunan sekitar 30% dari puncaknya pada September. Sementara itu, memecoin MELANIA, yang merupakan token milik Ibu Negara Melania Trump, diperdagangkan di level US$0,13 dan hampir kehilangan seluruh nilainya sejak mencapai puncaknya pada Januari.

Perilaku Investor: Peningkatan Saldo Stablecoin

Tim analis Bitfinex melaporkan bahwa kewaspadaan investor juga tercermin dari peningkatan saldo stablecoin seperti USDT dan USDC di bursa kripto. Hal ini mengindikasikan bahwa para pelaku pasar lebih memilih untuk memarkir dana mereka dalam aset yang stabil ketimbang melakukan pembelian agresif saat harga turun.

Dalam laporan mereka, tim analis Bitfinex menyebutkan bahwa kondisi ini lazim terjadi pada fase koreksi akhir siklus pasar. Investor beralih ke stablecoin sambil menunggu arus dana dari ETF menjadi lebih stabil dan ketidakpastian makroekonomi mereda. Mereka menekankan bahwa ini bukanlah pola yang muncul pada puncak jangka panjang, di mana likuiditas stablecoin justru menyusut. Saat ini, likuiditas justru menumpuk di "pinggir pasar" sebagai "dry powder" yang siap digunakan begitu ada kejelasan arah pasar.

Indeks Ketakutan dan Keserakahan

Mencerminkan sikap waspada yang ditunjukkan oleh para pelaku pasar, indeks Fear and Greed versi CoinMarketCap pada Selasa (2/12/2025) berada di zona ketakutan ekstrem (extreme fear). Indeks ini telah menetap di level tersebut selama hampir tiga pekan terakhir, menandakan bahwa mayoritas investor masih diliputi kekhawatiran.

Federal Reserve (The Fed) berpotensi menghadapi perpecahan pandangan yang signifikan dalam pengambilan kebijakan moneter, terutama terkait keputusan suku bunga pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 9–10 Desember 2025. Situasi ini dikhawatirkan dapat mengaburkan pesan kebijakan di pasar keuangan dan memunculkan pertanyaan baru mengenai independensi bank sentral dari tekanan politik.

Perbedaan pandangan di kalangan pejabat The Fed mulai menguat sejak musim panas lalu. Saat itu, tren penurunan inflasi melambat sementara pertumbuhan lapangan kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini menempatkan dua mandat utama The Fed—menjaga inflasi di kisaran 2% dan memastikan pasar tenaga kerja tetap kuat—dalam posisi yang membutuhkan kebijakan yang berlawanan.

Kerumitan semakin bertambah akibat penutupan pemerintahan Amerika Serikat (government shutdown) yang menunda publikasi sejumlah data ekonomi penting. Keterlambatan data ini mempersulit pejabat The Fed dalam membaca arah perekonomian menjelang pertemuan kebijakan.

Munculnya Perbedaan Pandangan yang Menguat

Sejumlah pejabat The Fed kini memegang posisi yang semakin mengeras terkait arah kebijakan suku bunga. Dari 12 anggota FOMC yang memiliki hak suara, setidaknya lima orang dilaporkan menentang atau bersikap skeptis terhadap pemangkasan suku bunga tambahan. Di sisi lain, tiga anggota Dewan Gubernur yang berkedudukan di Washington justru mendorong penurunan suku bunga.

Gubernur The Fed, Christopher Waller, bulan lalu menyatakan, "Dalam waktu lama, mungkin inilah momen dengan tingkat ‘groupthink’ terendah yang pernah terjadi." Pernyataannya ini muncul seiring spekulasi bahwa pertemuan Desember berpotensi memunculkan tiga atau lebih suara dissent jika pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin disetujui.

Situasi di mana FOMC mencatat sedikitnya tiga suara dissent terakhir kali terjadi pada tahun 2019. Sejak tahun 1990, kejadian serupa baru tercatat sembilan kali.

Sementara itu, Ketua The Fed, Jerome Powell, belum memberikan sinyal tegas mengenai arah kebijakan untuk bulan Desember. Namun, komentar dari Presiden The Fed New York sekaligus Wakil Ketua FOMC, John Williams, cenderung bersifat dovish, setelah menyebutkan bahwa masih ada ruang untuk penurunan biaya pinjaman.

Para analis memperkirakan The Fed dapat memilih jalan tengah: memangkas suku bunga namun disertai dengan pernyataan resmi dari Powell yang memberikan sinyal jeda pada langkah pelonggaran berikutnya.

Menjelang periode blackout communication, beberapa pejabat yang sebelumnya bersikap skeptis menyatakan bahwa mereka masih membuka kemungkinan untuk mengubah pandangan mereka. Waller menegaskan bahwa keputusan setelah bulan Desember akan sangat bergantung pada data ekonomi yang dirilis setelah normalisasi lembaga statistik.

Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menilai pendekatan Powell yang mengutamakan konsensus tetap penting. "Kita lihat nanti apa bunyi pernyataannya. Apakah saya setuju atau tidak. Pendekatan Powell tetap memiliki nilai," ujarnya.

Dampak Perbedaan Suara dalam Pengambilan Kebijakan

Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin, mengingatkan bahwa fokus pada siapa yang dissent dan siapa yang tidak sering kali mengaburkan inti dari diskusi yang sebenarnya. Ia berpendapat bahwa suara yang berbeda justru dapat mengurangi pengaruh individu dalam proses pengambilan keputusan.

"Saya tidak selalu sependapat dalam rapat, tetapi saat pemungutan suara saya mendukung ketua. Tujuan saya selalu menjaga pengaruh," kata Barkin.

Namun, Waller—yang disebut sebagai kandidat potensial Ketua The Fed jika Donald Trump memenangkan pemilihan presiden—mengakui adanya risiko besar jika perbedaan suara menjadi terlalu tajam.

"Jika situasinya berubah menjadi tujuh lawan lima, satu suara saja bisa membalikkan arah kebijakan. Kondisi tipis seperti ini berbahaya karena tidak memberi rasa percaya diri kepada pasar," ujarnya.

Kajian yang dilakukan oleh ekonom senior The Fed Chicago, Alessandro Villa, menunjukkan bahwa pengaruh pernyataan pejabat The Fed terhadap pasar cenderung lebih kuat ketika selaras dengan pesan dari ketua komite. Pernyataan yang tidak sejalan justru berpotensi menciptakan gangguan terhadap transmisi kebijakan moneter.

Manajer portofolio pendapatan tetap di Columbia Threadneedle, Ed Al-Hussainy, menilai bahwa perpecahan suara dengan rasio 7–5 dapat membuat pasar suku bunga kesulitan dalam membaca arah kebijakan untuk 12 hingga 18 bulan ke depan.

"Aset berisiko juga akan terganggu karena ketidakpastian strategi The Fed," ujarnya, menekankan pentingnya kejelasan dalam komunikasi kebijakan bank sentral.

Modus Ganjal ATM Bekasi: Penyelidikan Dimulai

Modus Ganjal ATM Merajalela: Warga Bekasi Kehilangan Rp 109 Juta di Minimarket

Bekasi Selatan - Kejahatan dengan modus ganjal kartu anjungan tunai mandiri (ATM) kembali dilaporkan terjadi di wilayah Bekasi Selatan. Kali ini, seorang warga berinisial EI (52) menjadi korban, kehilangan saldo tabungannya yang fantastis senilai Rp 109 juta akibat serangkaian transaksi mencurigakan yang tidak pernah dilakukannya. Peristiwa ini terjadi di sebuah minimarket di Jalan Nangka Raya, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dan kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari terduga korban. "Perkara dalam proses penyelidikan," ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu pada Selasa (2/12/2025), mengindikasikan bahwa timnya tengah bekerja untuk mengungkap kasus ini.

Kronologi Kejadian: Bantuan yang Berujung Petaka

Kejadian nahas yang dialami EI bermula pada Rabu, 19 November 2025, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, EI berniat melakukan transaksi tarik tunai di mesin ATM BRI yang berlokasi di minimarket tersebut. Sesampainya di lokasi, ia melihat seorang wanita yang baru saja selesai bertransaksi tampak frustrasi. Saat ditanya oleh EI, wanita tersebut mengaku mengalami kendala pada mesin ATM, kartunya terasa seret, sehingga ia memutuskan untuk tidak melanjutkan dan meninggalkan lokasi.

Meskipun mendapat peringatan implisit tersebut, EI tetap mencoba menggunakan mesin ATM. Benar saja, EI mengalami hal serupa. Kartu ATM miliknya pun terasa seret saat dimasukkan. Di tengah kebingungannya, seorang pria tak dikenal menghampirinya dan menawarkan bantuan. Pria tersebut mengaku bisa mengatasi masalah kartu yang seret.

"Saya coba masukin kartu seret juga, habis itu ada laki-laki bilang oh bisa ini bu gitu jadi tidak seret dibantuin, kartu masuk, saya mulai masukan PIN, tapi PIN saya salah udah coba dua kali, takut keblokir, akhirnya saya batalin transaksi," jelas EI menceritakan momen menegangkan tersebut.

Merasa transaksi gagal dan khawatir kartu ATM-nya terblokir, EI memutuskan untuk menghentikan upayanya dan segera pulang ke rumah. Ia tidak menyadari bahwa momen bantuan tersebut adalah awal dari hilangnya seluruh tabungannya.

Penemuan Mengejutkan: 13 Transaksi Ilegal Senilai Jutaan Rupiah

Kecurigaan EI mulai muncul pada malam harinya, sekitar pukul 23.00 WIB. Ia berniat untuk melakukan rekapitulasi transaksi melalui aplikasi mobile banking miliknya. Namun, apa yang ditemukannya justru membuat EI terkejut dan panik. Rekeningnya menunjukkan adanya 13 transaksi yang tidak ia kenali sama sekali. Lebih parahnya lagi, saldo rekeningnya yang seharusnya berjumlah besar, kini hanya tersisa sekitar Rp 305.000.

"Saya lihat di situ ada 13 transaksi, total transaksinya itu lebih kurang mencapai Rp 109 juta, ada tiga nomor rekening yang berbeda ditransfer, lalu ada juga tarik tunai, dua dari rekening itu BRI, dan satu BCA, dua atas nama di BRI itu namanya Misron dan Rizki," ungkap EI dengan nada prihatin.

Dari rincian transaksi tersebut, EI menyadari bahwa uangnya telah ditransfer ke tiga rekening berbeda, sebagian besar untuk tarik tunai, dan sebagian lagi untuk transfer. Dua rekening tujuan transfer adalah rekening BRI dengan nama Misron dan Rizki, sementara satu rekening lagi adalah rekening BCA.

Kartu ATM Tertukar: Kunci Kasus Pembobolan

Merasa ada yang tidak beres dan yakin bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan, EI segera mendatangi kantor cabang BRI terdekat pada Kamis, 20 November 2025. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada pihak bank dan diminta untuk menyerahkan kartu ATM miliknya guna dicocokkan dengan data diri.

Saat itulah EI mendapatkan bukti konkrit bahwa kartu ATM yang ia gunakan di mesin ATM minimarket bukanlah miliknya. Ada perbedaan mencolok antara kartu yang ia serahkan kepada petugas bank dengan kartu yang ia ingat.

"Dugaan saya kartu saya ditukar oleh laki-laki waktu di ATM, terus ditukarnya waktu saya dibantuin kendala itu, saya baru tahu beda kartu pas di kantor BRI," ungkap EI. Berdasarkan pengamatannya pada rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, EI menduga pelaku berjumlah dua orang pria, yang terlihat masuk ke dalam mobil yang sama.

Laporan Polisi dan Harapan Keadilan

Menindaklanjuti temuan tersebut, EI membuat laporan resmi ke Polres Metro Bekasi Kota pada Jumat, 21 November 2025. Laporannya telah terigistrasi dengan nomor STTLP/B/2960/XI/2025/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA.

Saat ini, EI hanya bisa berharap agar pihak kepolisian dapat segera memproses laporannya dan menangkap para pelaku yang telah merampas haknya. "Saya berharap segera diproses perkaranya," pungkasnya, dengan harapan keadilan dapat segera ditegakkan. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus kejahatan yang semakin beragam, terutama saat bertransaksi di mesin ATM.

Operasi Senyap di Pelabuhan Patimban: Ribuan Pakaian Sport Premium Diselundupkan Tanpa Dokumen

Fajar baru saja menyingsing di kawasan Pelabuhan Internasional Patimban, Kabupaten Subang, namun suasana tenang tersebut seketika pecah oleh sebuah operasi penegakan hukum yang dipimpin oleh Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cirebon. Bukan kapal kargo raksasa atau tumpukan kontainer ekspor yang menjadi pusat perhatian, melainkan sebuah truk Fuso yang kemudian terbukti membawa ribuan pakaian olahraga premium tanpa dilengkapi dokumen resmi yang sah. Di balik lapisan plastik bening yang membungkus rapi celana jogger, jaket anti-UV, hingga hijab sport wanita, terkuak sebuah jalur penyelundupan berskala besar.

Aparat penegak hukum menyebut jalur ini sebagai "jalur hantu". Rutenya membentang dari Malaysia, melalui Sungai Ayak 1 di Sekadau, Kalimantan Barat, lalu ke Pontianak, sebelum akhirnya mencapai Pelabuhan Patimban. Pengungkapan kasus ini dipublikasikan langsung oleh Komandan Lanal Cirebon, Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Markas Komando (Mako) Lanal Cirebon pada hari Selasa, 2 Desember 2025.

Kronologi Pengungkapan Jalur Penyelundupan

Dalam pernyataannya, Komandan Lanal Cirebon menekankan bahwa operasi ini berawal dari informasi intelijen yang sangat akurat. "Berdasarkan informasi intelijen, pada Minggu, 30 November 2025, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari, kami melaksanakan operasi penyekatan dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang baru saja selesai melakukan pembongkaran muatan dari KM Ferindo 5 yang tiba dari Pontianak," ujar Letkol Faisal.

Truk Fuso dengan nomor polisi F 8810 HL menjadi target utama tim operasi. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, tim gabungan berhasil mengamankan truk tersebut yang diduga kuat mengangkut barang ilegal berupa pakaian olahraga.

Barang Bukti dan Nilai Kerugian

Pakaian olahraga yang diturunkan dari truk di lapangan Mako Lanal Cirebon tampak dalam kondisi baru dan tertata rapi, bahkan masih terbungkus plastik seperti produk yang baru saja keluar dari pabrik. Jenis pakaian yang diselundupkan pun tergolong premium, meliputi celana panjang spacewalk, jogger red-room, jaket olahraga anti-UV, dan jaket olahraga wanita jenis hijab sport.

Setelah dilakukan penghitungan, total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 41.280 potong. Estimasi nilai pasar dari pakaian sport ilegal ini mencapai Rp 6,1 miliar. Lebih mengkhawatirkan lagi, potensi kerugian negara akibat tidak dibayarkannya bea masuk diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar.

Pengakuan Sopir dan Pengurus Ekspedisi

Keterangan yang diperoleh dari sopir truk berinisial KS dan pengurus ekspedisi berinisial GG membuka tabir lebih lanjut mengenai modus operandi penyelundupan ini. Sopir truk mengaku hanya bertugas mengangkut barang dari seseorang di Pontianak dengan tujuan akhir di Kosambi, Tangerang.

Sementara itu, pengurus ekspedisi mengonfirmasi bahwa barang-barang tersebut memang berasal dari Malaysia. Barang tersebut masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi atau "jalur tikus" hingga tiba di Sungai Ayak 1, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Selanjutnya, barang-barang tersebut dipindahkan ke kapal KM Ferindo 5 untuk diangkut menuju Pelabuhan Patimban. "Barang tersebut berasal dari Malaysia dan memanfaatkan jalur tikus lintas batas negara," jelas GG.

Proses Hukum dan Ancaman Hukuman

Hingga saat ini, proses hukum terkait kasus penyelundupan ini masih terus berjalan. Letkol Faisal menjelaskan bahwa status sopir truk masih sebagai saksi, namun pendalaman lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak Bea Cukai. "Nanti bisa saja statusnya meningkat menjadi tersangka," tambahnya.

Seluruh barang bukti, meliputi truk, ribuan potong pakaian sport, hingga dokumen ekspedisi, telah diamankan di Mako Lanal Cirebon. Kasus ini berpotensi menjerat para pelaku dengan Pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Ancaman hukuman yang menanti para pelaku sangat serius, yaitu pidana penjara selama 1 hingga 10 tahun dan denda mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar.

Komitmen Pemberantasan Ilegal dan Sinergi Lintas Instansi

Komandan Lanal Cirebon menegaskan bahwa operasi penindakan terhadap barang ilegal di wilayah kerjanya bukanlah yang pertama dan dipastikan tidak akan menjadi yang terakhir. "Kami menegaskan komitmen TNI, terutama TNI Angkatan Laut, untuk terus memberantas segala bentuk ilegal yang merugikan negara dan mengganggu stabilitas keamanan maritim," tegasnya.

Keberhasilan operasi ini juga tidak lepas dari sinergi yang solid antarinstansi. "Penindakan ini merupakan hasil kerja sama antara TNI Angkatan Laut, khususnya Lanal Cirebon, Bea Cukai, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Polres Subang, serta Kodim Subang," ungkap Letkol Faisal.

Suasana di Mako Lanal Cirebon menunjukkan aktivitas yang tidak biasa. Ribuan potong pakaian sport ilegal terhampar di lapangan, sementara para pejabat yang hadir secara langsung memeriksa dan membuka beberapa contoh produk untuk memperlihatkan kualitas barang yang diselundupkan. Truk Fuso yang menjadi alat transportasi barang ilegal tersebut juga turut dihadirkan sebagai barang bukti. Sebagian besar muatan masih tertata rapi di dalam truk, menandakan bahwa operasi pengamanan dilakukan sebelum barang tersebut berhasil didistribusikan lebih lanjut.

Temuan ribuan potong pakaian sport ilegal ini bukan sekadar kasus penyelundupan skala kecil. Penggunaan jalur lintas negara yang terorganisir menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki struktur yang kuat dan senantiasa mengincar celah-celah dalam pengawasan antarwilayah. Namun, pada pagi yang sunyi di Patimban itu, sebuah mata rantai penyelundupan berhasil diputus melalui operasi senyap yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

PLN UID S2JB Tanam 3.000 Pohon: Hijaukan Rejang Lebong, Perkuat Warga

PLN Perkuat Keberlanjutan Ekosistem Melalui Penanaman 3.000 Pohon Produktif di Bengkulu

Rejang Lebong, Bengkulu – Di tengah meningkatnya tantangan global akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian alam. Melalui penanaman 3.000 pohon produktif di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada momentum Hari Menanam Pohon Indonesia, 28 November 2025, PLN UID S2JB berupaya memulihkan ekosistem dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kegiatan monumental ini merupakan bagian integral dari gerakan nasional bertajuk “Roots of Energy”. Inisiatif ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh unit PLN di penjuru Indonesia, menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam upaya pemulihan lingkungan yang terukur dan berkelanjutan.

Penanaman Skala Besar di Kawasan Strategis

Secara spesifik, sebanyak 1.000 bibit pohon durian dan 2.000 bibit pohon alpukat ditanam di area tangkapan air (catchment area) PLTA Musi, yang berlokasi di Kabupaten Rejang Lebong. Pemilihan jenis tanaman produktif ini memiliki tujuan ganda yang strategis.

  • Fungsi Ekologis: Penanaman pohon ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan lahan yang telah ditentukan, tetapi juga untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan tersebut. Vegetasi baru diharapkan mampu meningkatkan daya resap air tanah, yang krusial untuk menjaga ketersediaan air baku bagi PLTA Musi. Selain itu, keberadaan pepohonan ini akan berperan penting dalam mengurangi risiko erosi tanah, terutama di area lereng yang rentan.

  • Manfaat Ekonomi Jangka Menengah: Konsep agroforestri yang diterapkan melalui penanaman pohon produktif ini dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar dalam jangka menengah. Ketika pohon-pohon ini memasuki masa produktif dan berbuah, hasil panen durian dan alpukat diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang substansial bagi warga. Hal ini sejalan dengan upaya PLN untuk menciptakan kemandirian ekonomi berbasis lingkungan.

Harapan Baru untuk Lingkungan dan Masyarakat

General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menekankan bahwa penanaman pohon ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga pada keberlanjutan energi. “Yang kami tanam hari ini bukan hanya bibit pohon, tetapi juga bibit harapan. Durian dan alpukat ini kelak diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan PLTA Musi. Ketika lingkungan sehat, energi untuk masyarakat pun terjaga,” ujar Adhi.

Lebih lanjut, Adhi Herlambang juga menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor. “Upaya menjaga bumi adalah pekerjaan kolektif. PLN bersama pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama agar apa yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh dan memberi dampak nyata di tahun-tahun mendatang.”

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Inisiatif PLN ini disambut antusias oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong, Dr. M. Asli Samin, SKep., M.Kes., menilai kegiatan ini sebagai langkah krusial dalam memperkuat ketahanan ekologis daerah.

“Inisiatif PLN ini sangat relevan dengan kebutuhan pemulihan lahan dan penguatan daerah tangkapan air di Rejang Lebong. Penanaman pohon produktif seperti durian dan alpukat memberi dua manfaat sekaligus, yaitu: lingkungan pulih dan masyarakat terbantu. Kami menyambut baik kolaborasi ini karena dampaknya akan terasa dalam jangka panjang,” ungkap Dr. M. Asli Samin.

Dampak Langsung bagi Kelompok Tani

Manfaat program ini tidak hanya dirasakan secara teoritis, tetapi juga secara langsung oleh masyarakat setempat, terutama kelompok tani yang secara aktif terlibat dalam proses penanaman hingga pemeliharaan pohon. Sudir Harianto, Ketua Kelompok Tani Tik Glicok, mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan PLN.

“Bagi kami, pohon-pohon ini adalah kesempatan baru. Selain memperbaiki tanah di sekitar lahan kami, hasil panennya nanti bisa menambah penghasilan keluarga. Ini bukan hanya penghijauan, tapi juga membuka harapan ekonomi bagi petani di sini. Kami berkomitmen merawat pohon ini agar benar-benar tumbuh dan bermanfaat,” katanya dengan penuh semangat.

Kolaborasi Multisektor untuk Keberlanjutan

Kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pihak-pihak yang berpartisipasi meliputi:

  • Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong
  • Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Balai Rejang
  • Perangkat kecamatan dan desa setempat
  • Unit-unit PLN anggota KORSI (Koordinasi Sinergi Insan PLN)
  • Kelompok-kelompok tani lokal

Partisipasi aktif dari masyarakat memegang peranan vital dalam memastikan keberlanjutan program ini. Peran serta masyarakat sangat krusial, terutama dalam tahap pemeliharaan rutin dan penyulaman tanaman selama beberapa bulan ke depan untuk memastikan tingkat pertumbuhan yang optimal.

Penanaman 3.000 pohon ini sejalan dengan upaya PLN untuk meningkatkan ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam memastikan ketersediaan pasokan air yang stabil, yang merupakan elemen fundamental untuk mendukung operasional pembangkit listrik PLN.

Dengan semangat Hari Menanam Pohon Indonesia, program “Roots of Energy” di Rejang Lebong diharapkan dapat menjadi warisan hijau yang berharga bagi generasi mendatang. Program ini menjadi pengingat bahwa konsep keberlanjutan bukanlah hasil dari satu tindakan tunggal yang spektakuler, melainkan buah dari ribuan upaya kecil yang tumbuh perlahan, membawa kesejukan, kehidupan, dan harapan baru bagi bumi serta seluruh masyarakat yang bergantung padanya.

Imbauan Tegas Persib untuk Suporter Borneo FC: Jaga Kondusivitas Laga Tanpa Penonton Tamu

Menjelang pertandingan tunda pekan kelima Super League 2025/26 melawan Borneo FC yang dijadwalkan bergulir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 5 Desember 2025, Persib Bandung kembali menegaskan imbauannya kepada para pendukung tim lawan. Klub berjuluk Maung Bandung ini secara tegas namun tetap menghargai meminta agar suporter Borneo FC tidak hadir langsung ke stadion.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari komitmen Persib untuk mematuhi regulasi yang berlaku dalam kompetisi musim ini. Liga masih mempertahankan ketentuan ketat mengenai larangan kehadiran suporter tamu, merujuk pada Regulasi Liga 1 2025/26 Pasal 5 mengenai Keamanan dan Kenyamanan ayat 7, serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023. Kebijakan ini diberlakukan demi menjaga kondusivitas dan kelancaran setiap pertandingan.

"Sesuai dengan regulasi yang ada, kami sangat berharap agar para suporter Borneo FC dapat memberikan dukungan dari rumah saja. Cukup kirimkan energi positif untuk tim kebanggaan kalian tanpa harus hadir secara fisik di stadion," ujar Vice President of Operations PT Persib Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat, dalam keterangannya.

Operator kompetisi, I League, secara aktif terus memantau pelaksanaan seluruh regulasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa atmosfer pertandingan berjalan aman dan nyaman bagi seluruh elemen yang terlibat, mulai dari para pemain, ofisial tim, perangkat pertandingan, hingga para pendukung dari kedua belah pihak.

Andang Ruhiat menegaskan bahwa Persib berada di garis terdepan dalam mendukung penuh keputusan ini. "Demi kebaikan bersama dan agar seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan, mari kita semua mematuhi regulasi yang telah ditetapkan," tambahnya, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.

Momentum Kemenangan yang Mengangkat Semangat Tim

Di sisi lain, gelandang Persib, Luciano Guaycochea, atau yang akrab disapa Lucho, mengungkapkan bahwa kemenangan telak 4-1 atas Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Minggu, 30 November 2025, telah menjadi suntikan semangat yang sangat berarti bagi tim. Hasil positif ini menjadi modal berharga dalam menghadapi laga melawan Borneo FC.

Lucho mengakui bahwa kemenangan tersebut berhasil mendongkrak optimisme tim. Hal ini sangat penting mengingat sebelumnya Persib harus menelan kekalahan 2-3 dari Lion City Sailors dalam lanjutan kompetisi AFC Champions League (ACL) Two.

"Pertama-tama, kami sangat senang bisa meraih tiga poin penuh. Ini adalah kemenangan yang sangat penting dan kami harus bisa melanjutkan momentum ini," ujar Lucho.

Penampilan Lucho dalam pertandingan melawan Madura United memang patut diapresiasi. Ia tampil impresif, terpilih sebagai pemain terbaik, bermain penuh selama pertandingan, dan berhasil mencatatkan satu gol serta satu assist. Meskipun demikian, pemain asal Argentina ini tetap menekankan bahwa hasil manis tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh tim.

"Tim ini memiliki banyak sekali pemain berkualitas. Ketika ada kesempatan yang datang, kami akan berusaha memanfaatkannya dengan baik untuk mencetak gol," ungkap Lucho, yang juga mencetak gol pembuka Persib ke gawang Madura United.

Ia menambahkan bahwa jadwal padat yang harus dihadapi Persib, dengan pertandingan yang seringkali berjarak hanya 3-4 hari, ditambah dengan keikutsertaan di ajang AFC Champions League, bukanlah hal yang mudah. Namun, ia menegaskan komitmen tim untuk selalu berjuang keras di setiap pertandingan demi meraih tiga poin.

Tabel Klasemen Sementara Super League 2025/26:

Peringkat Klub Main Menang Seri Kalah Gol Memasukkan Gol Kemasukan Selisih Gol Poin
1 Borneo FC 12 11 0 1 24 5 19 33
2 Persija Jakarta 13 9 2 2 27 12 15 29
3 Persib 11 8 1 2 19 7 12 25
4 PSIM 13 6 4 3 16 15 1 22
5 Malut United 11 6 3 2 19 13 6 21
6 Bhayangkara FC 13 5 4 4 12 9 3 19
7 Persita 13 5 4 4 16 13 3 19
8 Persebaya 12 4 5 3 14 12 2 17
9 Arema FC 12 4 4 4 18 17 1 16
10 PSM Makassar 11 3 6 2 15 9 6 15
11 Bali United 13 4 5 4 16 18 -2 17
12 Persik 13 4 3 6 15 19 -4 15
13 Madura United 13 3 4 6 11 17 -6 13

Pertandingan antara Persib dan Borneo FC ini diprediksi akan berjalan ketat, mengingat kedua tim merupakan penghuni papan atas klasemen. Kepatuhan terhadap regulasi dan semangat sportivitas dari seluruh pihak diharapkan dapat menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan menghibur bagi para pecinta sepak bola Indonesia.

Sejumlah bank besar di Indonesia telah merilis laporan keuangan bulanan hingga Oktober 2025, memberikan gambaran awal mengenai kinerja mereka menjelang akhir tahun. Periode ini menjadi krusial bagi para perseroan untuk memastikan pencapaian bisnis yang optimal sebelum menutup tahun buku. Empat bank yang termasuk dalam kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV, yaitu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), telah mempublikasikan data kinerja keuangan mereka.

Kinerja Keuangan Bank Jumbo Oktober 2025: Analisis Mendalam

Laporan keuangan bulanan per Oktober 2025 menunjukkan gambaran yang beragam di antara bank-bank BUKU IV. PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) menjadi satu-satunya bank dalam kelompok ini yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan (year on year/YoY).

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)

BCA, sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp48,25 triliun pada Oktober 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,39% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp46,22 triliun di Oktober 2024.

Pencapaian gemilang ini didukung oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang mencapai Rp66,47 triliun pada Oktober 2025, meningkat 4,42% YoY dari Rp63,66 triliun pada Oktober 2024. Selain menjadi bank dengan pertumbuhan laba, BCA juga menorehkan laba terbesar di antara bank-bank jumbo lainnya.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)

BRI menempati posisi selanjutnya dengan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp41,05 triliun. Namun, angka ini mengalami penyusutan sebesar 10,21% YoY dibandingkan dengan Oktober 2024 yang mencapai Rp45,72 triliun. Meskipun demikian, BRI tetap menjadi bank pelat merah dengan laba bersih tertinggi. Penurunan laba ini merupakan yang terdalam di antara Bank Mandiri dan BNI.

Pendapatan bunga bersih (NII) BRI tercatat tumbuh tipis 1,58% YoY, dari Rp92,00 triliun pada Oktober 2024 menjadi Rp93,46 triliun pada Oktober 2025.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, sebelumnya menyatakan komitmen perseroan untuk terus memperkuat fundamental bisnis. Upaya ini meliputi menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi pendanaan, serta memperdalam transformasi yang terstruktur dan terintegrasi melalui program BRIVolution Reignite.

"BRI optimistis dapat mempertahankan kinerja yang positif, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujar Hery dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Kuartal III/2025.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)

Bank Mandiri membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp38,88 triliun pada Oktober 2025. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 9,70% YoY dibandingkan dengan Oktober 2024 yang mencapai Rp43,06 triliun.

Pendapatan bunga bersih (NII) Bank Mandiri berhasil dijaga pertumbuhannya sebesar 3,55% YoY, dari Rp62,22 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp64,43 triliun pada Oktober 2025.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)

BNI menduduki posisi keempat dengan perolehan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp16,92 triliun. Angka ini turun 6,34% YoY dari perolehan laba pada Oktober 2024 yang mencapai Rp18,07 triliun.

Pendapatan bunga bersih (NII) BNI juga tercatat mengalami penurunan sebesar 0,95% YoY menjadi Rp31,94 triliun. Pada Oktober 2024, BNI membukukan NII sebesar Rp32,25 triliun.

Analisis Penyebab Penurunan Kinerja dan Proyeksi

Pengamat Perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, memberikan analisis mengenai penurunan laba pada Bank Mandiri dan BNI. Menurutnya, faktor utama penyebabnya adalah kenaikan biaya dana di tahun ini, yang didominasi oleh dana mahal dan besarnya biaya operasional.

  • Beban Operasional Bank Mandiri: Meningkat signifikan sebesar 74,85% YoY, dari Rp9,57 triliun pada Oktober 2024 menjadi Rp16,74 triliun pada Oktober 2025.
  • Beban Operasional BNI: Meningkat 10,71% YoY, dari Rp10,40 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp11,51 triliun pada Oktober 2025.
  • Beban CKPN BRI: Trioksa mengidentifikasi kenaikan beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebagai faktor utama penurunan kinerja BRI.

Meskipun demikian, Trioksa Siahaan memprediksi bahwa kinerja keuangan BRI, Bank Mandiri, dan BNI akan menunjukkan perbaikan pada kuartal IV/2025 dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Proyeksi ini didasarkan pada beberapa faktor:

  • Membaiknya Likuiditas Bank: Kondisi likuiditas perbankan yang diperkirakan akan membaik.
  • Penurunan BI Rate: Potensi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).
  • Peningkatan Belanja Masyarakat: Aktivitas belanja masyarakat yang cenderung meningkat menjelang akhir tahun.

Selanjutnya, Trioksa juga memperkirakan kinerja keuangan BCA akan tetap cemerlang hingga akhir tahun. Hal ini didorong oleh:

  • Dominasi Dana CASA: Struktur dana yang didominasi oleh Current Account Savings Account (CASA) yang memiliki biaya dana murah.
  • Peningkatan Fee-Based Income: Peningkatan kontribusi dari pendapatan berbasis biaya (fee-based income).

Dengan demikian, tren kinerja positif BCA diperkirakan akan terus berlanjut hingga penutupan tahun 2025.

Diberdayakan oleh Blogger.