Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Pergeseran Paradigma Pengelolaan Komoditas: DMO Batu Bara dan Bea Keluar Emas dalam Bingkai Ekonomi Politik

Perdebatan seputar rencana peningkatan porsi kewajiban pemenuhan batu bara domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) di atas 25 persen pada tahun 2026 seringkali disederhanakan hanya sebagai isu teknis energi. Pendekatan ini mengabaikan kompleksitas yang lebih luas, seolah kebijakan tersebut hanya berkaitan dengan pasokan listrik dan kepatuhan administratif perusahaan tambang. Padahal, jika ditelisik dari perspektif ekonomi politik yang lebih mendalam, wacana DMO justru mencerminkan perubahan fundamental dalam cara negara mengelola komoditas strategis. Perubahan ini berfokus pada pembagian surplus dan alokasi risiko di tengah siklus pasar global yang tidak lagi ekspansif.

Pergeseran ini sejalan dengan koreksi target produksi nasional dan pembahasan penyesuaian instrumen fiskal seperti bea keluar. Kombinasi keduanya memberikan sinyal bahwa negara tidak lagi sepenuhnya membiarkan sektor komoditas bergerak mengikuti logika pasar global, melainkan secara aktif mengatur bagaimana fluktuasi harga dan permintaan internasional diterjemahkan ke dalam perekonomian domestik.

Konteks Empiris: Penurunan Produksi dan Harga Komoditas

Konteks empiris dari perubahan ini cukup jelas. Produksi batu bara Indonesia pada tahun 2024 tercatat sekitar 836 juta ton dan diproyeksikan menurun menjadi sekitar 790 juta ton pada tahun 2025, menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Di sisi lain, harga batu bara acuan global Newcastle diperkirakan bergerak di kisaran 105–110 dollar AS per ton pada akhir 2025, sebagaimana diprediksi oleh Trading Economics dan Investing.com. Tingkat harga ini mengindikasikan fase pelandaian siklus, jauh di bawah puncaknya pada tahun 2022, namun belum mencapai titik terendah secara historis.

Pelandaian siklus ini juga tercermin pada kinerja ekspor. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai ekspor batu bara Indonesia pada semester pertama 2025 mengalami penurunan lebih dari 20 persen secara tahunan, dipicu oleh merosotnya harga dan melemahnya volume. Bersamaan dengan itu, negara-negara importir utama meningkatkan produksi domestik dan mempercepat diversifikasi energi, yang secara otomatis membatasi ruang ekspansi ekspor.

DMO: Lebih dari Sekadar Kewajiban Administratif

Dalam kondisi seperti ini, DMO memperoleh fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Batu bara merupakan input krusial bagi sistem ketenagalistrikan dan berbagai sektor industri. Konsumsi batu bara domestik untuk pembangkit listrik berkisar antara 140 hingga 160 juta ton per tahun, yang hampir seluruhnya diserap oleh PT PLN (Persero). Dengan porsi sebesar itu, fluktuasi harga batu bara global memiliki potensi transmisi langsung ke biaya listrik, struktur biaya industri, dan pada akhirnya inflasi.

Secara makroekonomi, DMO berfungsi sebagai mekanisme stabilisasi. Dengan mewajibkan sebagian produksi dijual ke pasar domestik pada harga yang telah ditetapkan, negara mampu menahan volatilitas harga energi. Harga batu bara domestik untuk pembangkit listrik dipertahankan di kisaran 70 dollar AS per ton sesuai kebijakan harga DMO. Ketika harga global melampaui level tersebut, selisih harga menciptakan mekanisme transfer implisit dari produsen ke konsumen energi domestik. Transfer ini, meskipun tidak tercatat sebagai subsidi fiskal, secara ekonomi berfungsi sebagai penahan biaya energi dan penyangga stabilitas makroekonomi.

Dari sisi mikroekonomi, implikasi kebijakan ini bersifat mekanis. Peningkatan porsi DMO akan menurunkan harga jual rata-rata gabungan (blended average selling price) produsen, terlepas dari efisiensi operasional masing-masing perusahaan. Tekanan terhadap margin laba bukan disebabkan oleh kesalahan manajerial, melainkan akibat perubahan struktur harga yang ditetapkan oleh kebijakan.

Dalam kerangka distribusi, DMO mengalihkan sebagian surplus harga global dari produsen ke sektor energi domestik dan pengguna akhir. Logika ini menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan pengendalian produksi nasional melalui evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya. Ketika produksi diturunkan untuk menyesuaikan dengan proyeksi permintaan global yang melemah, volume yang tersedia untuk pasar ekspor menyusut. Jika pada saat yang sama porsi DMO dinaikkan, maka dari volume yang lebih kecil tersebut, bagian yang harus dijual dengan harga domestik menjadi lebih besar. Secara simultan, kuantitas dan harga rata-rata bergerak menekan pendapatan produsen.

Batu Bara sebagai Penopang Sistem Produksi

Dalam perspektif ekonomi politik produksi, kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Merujuk pada pemikiran Piero Sraffa dalam Production of Commodities by Means of Commodities, terdapat komoditas tertentu yang berfungsi sebagai penopang reproduksi sistem industri secara keseluruhan. Komoditas semacam ini menentukan struktur biaya dan memengaruhi harga komoditas lain. Batu bara, sebagai input energi utama, jelas termasuk dalam kategori tersebut. Intervensi negara atas komoditas dasar dapat dipahami sebagai upaya mengatur distribusi surplus dan menjaga keseimbangan sistem produksi, bukan sekadar distorsi pasar.

Dalam kerangka ini, DMO dapat dibaca sebagai mekanisme distribusional. Negara secara sadar mengatur bagaimana surplus harga global dialokasikan antara produsen dan ekonomi domestik. Ketika harga global tinggi, sebagian surplus ditahan untuk menjaga stabilitas biaya produksi nasional. Saat harga global melemah, produsen tetap menghadapi tekanan karena struktur kebijakan telah mengunci sebagian volume pada harga yang lebih rendah. Dengan demikian, DMO berfungsi sebagai instrumen manajemen risiko sistemik, meskipun berkonsekuensi pada berkurangnya fleksibilitas korporasi.

Pendekatan Berbeda untuk Emas: Bea Keluar sebagai Instrumen Fiskal

Pendekatan negara terhadap emas menunjukkan desain kebijakan yang berbeda. Sejak akhir 2025, pemerintah menetapkan pengenaan bea keluar atas ekspor emas melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80 Tahun 2025 tentang Penetapan Barang Ekspor Berupa Emas yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar. Regulasi ini mengatur tarif bea keluar hingga 15 persen dan mulai berlaku 14 hari setelah ditetapkan pada 9 Desember 2025. Dengan aturan tersebut, ekspor emas secara eksplisit ditempatkan sebagai objek kebijakan fiskal aktif, bukan sekadar komoditas yang mengikuti mekanisme pasar internasional.

Penempatan emas dalam rezim bea keluar mencerminkan cara negara membaca fungsi ekonomi komoditas tersebut. Berbeda dengan batu bara, emas tidak berperan sebagai input utama dalam sistem produksi domestik. Ia lebih berfungsi sebagai penyimpan nilai dan komoditas ekspor bernilai tinggi, terutama pada periode ketidakpastian global ketika harga cenderung menguat. Produksi emas nasional pada 2025 diperkirakan mendekati 100 ton berdasarkan data Kementerian ESDM, sementara harga emas global bertahan di atas 2.000 dollar AS per troy ounce sepanjang 2024–2025 menurut World Gold Council. Dalam konteks ini, bea keluar menjadi instrumen untuk menangkap sebagian surplus harga global melalui kanal fiskal tanpa mengganggu struktur biaya domestik.

Perbedaan Perlakuan: Logika Ekonomi yang Berbeda

Rencana penerapan bea keluar pada batu bara tidak menempatkan kebijakan tersebut dalam posisi pertentangan dengan pengenaan bea keluar atas emas. Perbedaan instrumen dan desain kebijakan mencerminkan pembedaan fungsi ekonomi kedua komoditas dalam struktur produksi nasional. Batu bara sebagai komoditas dasar sistem ketenagalistrikan memerlukan instrumen stabilisasi berbasis harga dan volume melalui DMO. Bea keluar, apabila diterapkan pada batu bara, berfungsi sebagai lapisan tambahan dalam pengelolaan surplus pada fase siklus tertentu, bukan sebagai penyamaan perlakuan dengan emas.

Sebaliknya, emas sebagai komoditas surplus yang tidak menentukan struktur biaya domestik sejak awal lebih kompatibel dengan instrumen fiskal. Dengan demikian, perbedaan perlakuan antara batu bara dan emas bukanlah pengecualian atau inkonsistensi kebijakan, melainkan konsekuensi logis dari perbedaan posisi kedua komoditas dalam sistem produksi dan distribusi surplus. Dalam terminologi Sraffa, batu bara lebih dekat dengan komoditas dasar, sementara emas berada di luar inti reproduksi sistem.

Arsitektur Baru Pengelolaan Rente Komoditas

Kombinasi DMO dan bea keluar membentuk rezim baru pengelolaan rente. Negara tidak lagi hanya mengandalkan royalti dan pajak sebagai instrumen fiskal, tetapi menggunakan kombinasi kebijakan harga, volume, dan fiskal untuk mengatur distribusi manfaat dan risiko. Dalam rezim ini, sensitivitas laba produsen terhadap harga global menjadi lebih rendah. Ketika harga naik, sebagian keuntungan tertahan oleh kebijakan. Ketika harga turun, produsen tetap menghadapi tekanan karena struktur biaya dan kewajiban domestik.

Implikasinya terasa di pasar modal. Penilaian terhadap emiten komoditas tidak lagi bertumpu semata pada proyeksi harga global. Struktur biaya, basis pasar, dan eksposur terhadap kebijakan menjadi variabel kunci. Emiten dengan pasar domestik kuat dan integrasi ke sektor ketenagalistrikan cenderung dipersepsikan lebih defensif, sementara emiten yang sangat bergantung pada ekspor menghadapi risiko lebih tinggi ketika porsi DMO meningkat dan produksi dikoreksi.

Menavigasi Transisi Energi dan Tantangan Kebijakan

Lapisan lain yang memperkuat dinamika ini adalah tekanan transisi energi dan standar lingkungan. Batu bara menghadapi tantangan jangka panjang dari dekarbonisasi global, perubahan preferensi investor, dan peningkatan biaya kepatuhan. Dalam konteks ini, pengendalian produksi dan DMO dapat dibaca sebagai cara negara mengelola fase transisi secara bertahap, menjaga stabilitas domestik sambil menghindari kelebihan pasokan yang dapat menekan harga lebih dalam.

Tantangan kebijakan terletak pada kalibrasi. Tekanan yang terlalu besar berpotensi melemahkan insentif investasi, terutama di sektor yang masih menyumbang signifikan terhadap penerimaan negara dan daerah penghasil. Sebaliknya, pelonggaran yang berlebihan berisiko mengembalikan volatilitas biaya energi dan ketergantungan pada siklus harga global. Keseimbangan inilah yang menjadi inti perdebatan kebijakan komoditas ke depan.

Dalam perspektif ekonomi politik sumber daya, arah kebijakan ini mencerminkan pergeseran dari model ekstraksi rente berbasis pasar menuju model pengelolaan yang lebih terarah. Negara berperan sebagai pengelola distribusi surplus dan risiko, bukan untuk menggantikan pasar, melainkan mengoreksi volatilitas yang berdampak luas pada kepentingan publik. Dengan demikian, DMO batu bara dan bea keluar emas tidak dapat dipahami sebagai kebijakan sektoral yang berdiri sendiri. Keduanya merupakan bagian dari arsitektur baru pengelolaan komoditas yang berupaya menyeimbangkan stabilitas ekonomi, keberlanjutan fiskal, dan kelangsungan investasi. Keberhasilan pendekatan ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan dan kemampuan negara menyesuaikan instrumen seiring perubahan siklus global.

PIKIRAN RAKYAT - Pergerakan harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan meski kenaikannya relatif terbatas. Dorongan utama datang dari meningkatnya angka pengangguran Amerika Serikat (AS) pada November 2025, yang memicu ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve. Kondisi ini membuat tren emas masih berada di jalur positif atau bullish.

Pada perdagangan Rabu 17 Desember 2025 hingga pukul 06.56 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat naik 0,09% dan berada di level US$4.307,2 per troy ons.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa 16 Desember 2025, harga emas juga menguat 0,03% di posisi US$4.303,53 per troy ons. Kenaikan ini memperpanjang reli emas menjadi enam hari berturut-turut, menandakan minat investor terhadap aset lindung nilai masih terjaga.

Penguatan emas terjadi setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan peningkatan angka pengangguran pada November dibandingkan September. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS akan kembali memangkas suku bunga, sekaligus menekan pergerakan dolar AS.

Index Dolar AS Turun

Sejalan dengan itu, indeks dolar AS (DXY) pada perdagangan Selasa turun 0,17% ke level 98,15, bahkan sempat menyentuh titik terendah intraday di 97,87. Posisi ini merupakan level terendah DXY dalam dua bulan terakhir, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli global. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga melemah 0,33% ke level 4,1820%.

"Data tersebut memberi The Fed lebih banyak alasan untuk memangkas suku bunga, dan jika mereka memangkas suku bunga, itu akan menguntungkan emas, begitulah cara pasar menafsirkannya saat ini," ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior RJO Futures.

Meski pertumbuhan lapangan kerja AS tercatat membaik pada November, tingkat pengangguran justru naik ke angka 4,6%. Kondisi ini muncul di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump. Angka tersebut juga lebih tinggi dari proyeksi survei Reuters terhadap para ekonom yang memperkirakan pengangguran berada di level 4,4%.

Pekan lalu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) resmi memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Namun, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dinilai pasar kurang agresif dibandingkan ekspektasi sebelumnya.

Kontrak berjangka suku bunga AS saat ini masih mengindikasikan peluang dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada 2026, dengan total pelonggaran sekitar 59 bps. Dalam kondisi suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya menjadi pilihan utama investor.

Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi AS, yakni Indeks Harga Konsumen (IHK) November yang dijadwalkan keluar Kamis, serta Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada Jumat, sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter.

Proyeksi Emas Tahun Depan

Sementara itu, proyeksi jangka menengah terhadap emas masih terbilang optimistis. Jika harga emas mampu bertahan dan ditutup di atas US$4.400 per troy ons hingga akhir 2025, potensi kenaikan lanjutan terbuka lebar.

Menurut Alex Ebkarian, COO Allegiance Gold, harga emas berpeluang melonjak ke kisaran US$4.859 hingga US$5.590 per troy ons pada 2026. Ia juga menambahkan bahwa perak berpotensi kembali menguji level US$50 per ons pada tahun depan.

Dengan kombinasi pelemahan dolar, ekspektasi suku bunga rendah, dan ketidakpastian ekonomi global, emas masih dipandang sebagai aset strategis untuk menjaga nilai investasi ke depan.***

JAKARTA, medkomsubangnetwork Fasilitas pembiayaan yang disediakan oleh pinjaman daring (pindar) alias pinjaman online (pinjol) atau fintech peer-to-peer lending memang ditujukan untuk kebutuhan yang spesifik.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Mike Rini Sutikno menerangkan, calon debitor baik sektor konsumtif ataupun produktif perlu menetapkan tujuan yang jelas sebelum mengambil pinjaman dari pindar.

Salah satu tujuan yang dapat difasilitasi oleh pindar alias pinjol misalnya adalah untuk membeli alat kerja. Hal ini diharapkan dapat mendorong produktifitas dari debitor tersebut.

Sebagai ilustrasi, seorang desainer grafis membutuhkan laptop baru untuk mendukung pekerjaannya, karena laptop yang lama sudah tidak mumpuni untuk kebutuhan desain.

Dari sudut pandang sektor produktif, pindar dapat digunakan juga untuk membayar kekurangan biaya produksi hingga membayar gaji karyawan bila diperlukan.

Sebagai ilustrasi, seorang pengusaha mengerjakan proyek dengan pembayaran uang muka 50 persen. Dalam perjanjian itu juga terdapat kontrak dari pemberi kerja yang telah dikantongi.

Untuk penyelesaian proyek ini ternyata dibutuhkan tenaga kerja tambahan. Namun dana dari uang muka yang ada tidak cukup untuk membayar gaji tambahan tenaga kerja tersebut.

Dalam kondsisi seperti ini, orang tersebut dapat memanfaatkan pindar untuk mengisi kebutuhan likuidasi di antara proses produksi dan waktu pelunansan proyek tersebut.

"Dapat dipenuhi dengan pinjaman tunai, jadi ada kebutuhan tunai yang tidak dapat dipenuhi semestara waktu, jadi kita dapat menggunakan pinjol," ujar dia kepada medkomsubangnetwork.

Ia berharap, calon debitor pindar menggunakan fasilitas keuangan ini untuk kegiatan yang produktif untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya.

 

"Konsumsi tentu boleh, tetapi bukan yang konsumtif. Contohnya untuk mudik, untuk beli tiket pesawat dari jauh-jauh hari," ucap dia.

Debitor perlu ukur kemampuan bayar cicilan utang pinjol

Sebelum mengajukan pinjaman, Mike meminta calon debitor untuk mengukur kemampuan bayar cicilan. Dengan langkah ini, debitor juga bisa mengukur berapa panjang proses pelunasan pinjaman tersebut.

Pelunasan dalam waktu singkat tidak selalu cocok untuk semua debitor. Dalam konsep mencicil, prinsip yang perlu dipegang adalah pembayaran lancar sampai akhir pelunasan.

Cicilan yang terlalu besar, meskipun memiliki waktu yang singkat, tetapi dapat membebani pos pengeluaran yang lain.

"Yang namanya membayar cicilan itu harus sesuai dengan kemampuan bayar kita," terang dia.

Setali tiga uang, perencana keuangan Finante.id Dyah Lestari Agustini menyebut, hal pertama yang harus diperhatikan seseorang sebelum mengambil pinjol adalah kemampuan bayar yang realistis.

"Total cicilan, termasuk pinjaman baru, idealnya tidak lebih dari 30 persen dari penghasilan bulanan," kata dia.

Kemudian, calon peminjam diharapkan dapat memastikan penyedia pindar tersebut legal dan berizin OJK.

"Serta pahami seluruh komponen biaya seperti bunga harian dan denda keterlambatan," ujar Dyah.

Secara prinsip, Dyah menekankan, pindar hanya cocok untuk kebutuhan yang mendesak, dengan nilainya kecil, jangka pendek, dan tidak bisa ditunda.

Beberapa kebutuhan yang cocok dengan sifat pindar misalnya adalah biaya kesehatan darurat atau kebutuhan bekerja.

 

"Pinjol tidak tepat untuk belanja konsumtif atau gaya hidup," ujar dia.

Bunga pinjol relatif tinggi

Perencana keuangan Andy Nugroho mengatakan, masyarakat yang berniat untuk mengajukan pinjaman daring perlu memahami bahwa pembiayaan ini adalah jenis pinjaman yang memiliki biaya bunga relatif tinggi.

"Apalagi bila menunggak pembayaran," kata dia kepada medkomsubangnetwork.

Menurut Andy, sebaiknya seseorang menggunakan pembiayaan pindar sebagai alternatif pembiayaan yang terakhir.

Ia mengungkapkan, kebutuhan yang dibiayai menggunakan pindar sebaiknya merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan penting.

"Bukan sekadar memenuhi gaya hidup saja," ucap dia.

Andy sendiri menawarkan beberapa alternatif bagi masyarakat untuk dapat mengakses layanan keuangan lain yang serupa, misalnya dengan tarik tunai kartu kredit.

Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), menjual aset investasi, dan menggadaikan barang.

Tak perlu panik saat kesulitan bayar cicilan utang pinjol

Tak jarang seorang penerima pinjaman (borrower) mengalami kesulitan membayar cicilan pindar.

Dyah menjelaskan, peminjam tidak perlu panik ketika hal tersebut terjadi.

"Wanprestasi adalah masalah keuangan, bukan kriminal. Segera hubungi penyedia pinjol dan ajukan restrukturisasi, baik berupa perpanjangan tenor, keringanan bunga, atau penjadwalan ulang," terang dia.

Ia menekankan, seorang konsumen harus hindari menutup utang dengan utang baru, karena itu hanya memperbesar masalah.

Ketika tekanan penagihan meningkat, debitor dapat meminta pendampingan melalui kanal OJK 1500655 atau lembaga perlindungan konsumen.

"Pastikan semua bukti komunikasi disimpan untuk mengantisipasi jika ada penagihan yang tidak sesuai aturan," ungkap Dyah.

Senada Andy berujar, ketika suatu pinjaman pindar mengalami kemacetan, peminjam bisa melakukan negosiasi dengan pihak pemberi pinjol untuk restrukturisasi pinjaman.

"Bisa dengan opsi contohnya waktu pelunasan yang diperpanjang dan nominal yang dikecilkan," ungkap dia.

Bayar cicilan pinjol merupakan kewajiban debitor

Kondisi wanprestasi atau saat ketika nasabah tidak dapat membayar cicilan pinjamannya biasanya disebabkan oleh kurangnya analisis keuangan sebelum mengajukan pinjaman.

Tak jarang, kondisi tersebut juga dipicu oleh keadaan mendadak yang membuat sumber pendapatan menghilang, misalnya kehilangan pekerjaan.

Mike meminta debitor untuk mengutamakan pembayaran cicilan ketika ada dalam kondisi seperti itu.

Debitor bisa memanfaatkan dana darurat untuk terlebih dahulu membayar cicilan yang macet tersebut.

Setelah itu, debitor perlu menghitung aset dan tabungan yang dapat digunakan untuk membayar cicilan pindar tersebut.

Tahap ini sekaligus menghitung berapa lama dana tersebut dapat menanggung beban cicilan dan kebutuhan sehari-hari.

"Jadi jangan ribut dulu, panik. Dengan dana yang ada, kita bisa membayar cicilan kita," ujar dia.

 

Sebagai efek sampingnya, debitor tersebut dapat mulai untuk merencanakan penghematan dari kebutuhan sehari-hari yang dapat dilakukan.

"Prioritaskan pembayaran cicilan ini, yang lain-lain itu prioritasnya setelah kita membayar kewajiban kita," ucap Mike.

Adapun, komunikasi ke pihak penyelenggara fintech lending dilakukan ketika likuiditas debitor semakin ketet. Artinya, debitor tetap tidak dapat memenuhi cicilan dengan dana darurat, tabungan, dan aset yang dimiliki.

"Minta keringanan, pokoknya komunikasi," ucap Mike.

Keringanan yang biasanya dapat diberikan kepada debitor biasanya berupa perpanjangan tenor pinjaman. Harapannya, waktu yang panjang dapat mengurangi jumlah cicilan yang harus dibayarkan.

"Usahakan Anda tetap profesional, jangan tiba-tiba minta diputihkan, itu pinjol-nya juga unlikely dia melihat niat yang seperti itu, unlikely di-support juga. Jadi perlihatkan Anda tetap sanggup membayar walaupun sesesulit apapun, hanya butuh waktu saja," ungkap dia.

Besaran bunga pinjol konsumtif dan produktif

Sebagai informasi, sejak 1 Januari 2025, OJK mengatur batas manfaat ekonomi untu pindar konsumtif untuk pembiayaan di bawah 6 bulan adalah 0,3 persen per hari kalender.

Sedangkan untuk pinjaman konsumtif di atas 6 bulan, manfaat ekonomi yang dipatok adalah sekitar 0,1 persen.

OJK juga telah menetapkan batas maksimal manfaat ekonomi pindar sektor produktif usaha mikro dan ultra mikro tenor sampai dengan enam bulan menjadi 0,275 persen dengan nilai pendanaan paling tinggi Rp 50 juta.

Sementara itu, manfaat ekonomi untuk pinjaman produktif mikro dan ultra mikro lebih dari 6 bulan adalah 0,1 persen.

 

Kemudian, manfaat ekonomi untuk pinjaman produktif di atas Rp 50 juta, berada lebih dari 6 bulan adalah 0,1 persen.

Senada, manfaat ekonomi untuk pinjaman produktif kecil dan menengah kurang dari 6 bulan juga dipatok 0,1 persen.

Aturan tersebut tertulis dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 19/SEOJK.05/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (SEOJK 19/2023) yang mengatur, penetapan batas maksimum manfaat ekonomi termasuk di dalamnya suku bunga pinjaman.

Surat edaran tersebut dapat dievaluasi secara berkala sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh OJK dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan perkembangan industri.

Penyaluran pembiayaan pinjol terus tumbuh

Di sisi lain, penyaluran pembiayaan industri pindar terus mengalami kenaikan sepanjang 2025 ini.

Data OJK per Oktober 2025 menunjukkan outstanding pembiayaan pinjol tumbuh 23,86 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp 92,92 triliun.

Pertumbuhan ini kian melesat dibandingkan dengan September 2025 di angka 22,16 persen secara tahunan.

Pertumbuhan penyaluran pembiayaan diikuti dengan perbaikan rasio pembiayaan bermasalah secara agregat atau TWP90 yang berada id posisi 2,76 persen pada Oktober 2025.

Rasio ini sedikit membaik dibandingkan yang tercatat pada September 2025 dengan 2,82 persen.

Seiring dengan itu, jumlah pindar justru terus menyusut. Hingga November 2025, OJK mencatat tinggal terdapat 95 pindar yang berizin dan terdaftar.

 

Sebagai pembanding, pada 2020 atau ketika pandemi Covid-19 bermula, jumlah pindar yang terdaftar dan berizin OJK sempat mencapai 151 entitas.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S Djafar menjabarkan, peningkatan penyaluran pembiayaan yang terjadi di industri pindar secara umum terjadi karena adanya edukasi yang terus diberikan.

"Ini terlihat dari kesadaran masyarakat yang mulai menghindari pinjol ilegal beralih ke pindar, sehingga terjadi pengalihan dari pinjol ke pindar yang tentunya mendorong kenaikan disbursmen dari bulan ke bulan," tutup dia.

medkomsubangnetwork.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penerapan bea keluar batu bara diperlukan untuk mengimbangi besarnya restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dari kegiatan industri tersebut yang selama ini dinilai menambah tekanan pada kapasitas fiskal.

“Jadi desain ini (penerapan bea keluar batu bara) hanya mengembalikan ini ke seperti yang awal tadi (sebelum UU Cipta Kerja 2020 ketika batu bara masih non-BKP), hanya meng-cover loss yang karena perubahan status (dari non-BKP menjadi BKP),” kata Purbaya dalam raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.

Menkeu menjelaskan, perubahan status dari yang sebelumnya non-barang kena pajak (non-BKP) menjadi barang kena pajak (BKP) membuat industri mendapatkan restitusi besar meskipun merupakan sektor yang telah mencatatkan keuntungan tinggi dari ekspor. Ia menilai kondisi tersebut menciptakan efek seperti subsidi tidak langsung dari negara kepada pelaku usaha besar yang seharusnya tidak lagi membutuhkan dukungan fiskal.

Purbaya menyebut restitusi PPN kepada industri batu bara mencapai sekitar Rp 25 triliun per tahun. Besarnya restitusi tersebut dinilai membuat penerimaan fiskal negara dari sektor batu bara menurun, bahkan bisa menjadi negatif setelah memperhitungkan berbagai kewajiban perpajakan lain.

Kebijakan bea keluar, kata dia lagi, bukan ditujukan untuk menurunkan daya saing ekspor batu bara. Ia menjelaskan bahwa sebelum 2020, ketika batu bara masih berstatus non-BKP dan tidak menimbulkan restitusi besar, industri tetap mampu bersaing secara global. Karena itu, penerapan bea keluar hanya mengembalikan struktur fiskal sektor tersebut ke posisi semula.

Dalam pemaparannya, Purbaya juga menjelaskan bahwa instrumen bea keluar disiapkan tidak hanya untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga mendorong hilirisasi dan dekarbonisasi yang saat ini mekanismenya sedang difinalisasi bersama kementerian terkait.

Ketika ditanya mengenai harga batu bara acuan (HBA) yang tengah dalam tren penurunan, Purbaya memastikan kebijakan bea keluar atas batu bara tetap dilaksanakan pada 2026 meskipun HBA menurun. Adapun tarif bea keluar yang akan diberlakukan direncanakan berada di kisaran 1–5 persen.

Sejumlah kapal tongkang memuat batu bara melakukan lego jangkar di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (18/2/2025). - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Selain batu bara, pemerintah juga akan memberlakukan bea keluar emas yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri melalui hilirisasi, mendukung terpenuhinya kebutuhan emas dalam ekosistem bullion bank, optimalisasi pengawasan tata kelola transaksi emas, serta optimalisasi penerimaan negara. Agar hilirisasi berjalan lebih efektif, kebijakan bea keluar emas dirancang dengan prinsip bahwa tarif produk hulu ditetapkan lebih tinggi dibandingkan produk hilir.

Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI pada November lalu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengungkapkan bahwa besaran bea keluar emas berada di kisaran 7,5 persen hingga 15 persen.

Ketika harga mineral acuan (HMA) emas berada pada rentang 2.800 dolar Amerika Serikat (AS) hingga di bawah 3.200 dolar AS per troy ounce, tarif yang dikenakan bergerak naik dari kelompok produk paling hilir hingga paling hulu.

Minted bars dikenai tarif 7,5 persen, diikuti ingot dan cast bar sebesar 10 persen, sementara dore dan granule dikenai tarif 12,5 persen dalam rentang harga tersebut.

Sementara itu, ketika HMA emas mencapai atau melampaui 3.200 dolar AS per troy ounce, tarif berada pada level tertinggi.

Minted bars mulai dikenai 10 persen, kemudian ingot dan cast bar dikenai 12,5 persen, dan dore serta granule dikenai tarif tertinggi 15 persen sebagai kelompok produk hulu yang paling besar pungutannya. Besaran tarif tersebut merupakan kesepakatan bersama kementerian dan lembaga terkait, selaras dengan usulan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai kementerian teknis.

30 Soal SAS PJOK Kelas 6 Semester 1: Kunci Jawaban & Kurikulum Merdeka

Persiapan Menghadapi Sumatif Akhir Semester (SAS) PJOK Kelas 6 SD

Sumatif Akhir Semester (SAS) merupakan momen penting bagi siswa kelas 6 Sekolah Dasar untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman dan penguasaan mereka terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari selama satu semester. Evaluasi ini berfungsi sebagai tolok ukur kompetensi siswa dan menjadi dasar penentuan nilai akhir semester. Salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam SAS adalah Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Untuk membantu para siswa kelas 6 SD dalam mempersiapkan diri menghadapi SAS mata pelajaran PJOK, berikut adalah kumpulan soal latihan pilihan ganda yang dilengkapi dengan kunci jawabannya. Latihan ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek materi PJOK yang umum diajarkan di tingkat sekolah dasar.

Kumpulan Soal Latihan PJOK Kelas 6 SD Beserta Kunci Jawaban

Permainan Kasti

  1. Bentuk lapangan dalam permainan kasti dengan peraturan sederhana adalah… A. Segitiga B. Segiempat C. Segilima D. Segienam

    Jawaban: B

  2. Saat menangkap bola dalam permainan kasti, pandangan mata sebaiknya tertuju ke arah… A. Atas B. Depan C. Bola D. Bawah

    Jawaban: C

  3. Dalam permainan kasti dengan peraturan sederhana, setiap regu terdiri dari… pemain. A. 10 B. 11 C. 12 D. 13

    Jawaban: A

  4. Latihan lempar tangkap bola kasti sebaiknya dilakukan secara… A. Berpasangan B. Individu C. Sendiri D. Rombongan

    Jawaban: A

  5. Pemain terakhir dalam permainan kasti berhak memukul bola sebanyak… kali. A. Satu B. Dua C. Tiga D. Empat

    Jawaban: C

  6. Lemparan yang digunakan untuk memberikan bola kepada teman yang letaknya jauh dinamakan… A. Tinggi B. Rendah C. Datar D. Melambung

    Jawaban: D

  7. Lemparan tercepat dalam permainan kasti adalah lemparan… A. Melambung B. Mendatar C. Menyusur tanah D. Mengayun

    Jawaban: B

  8. Permainan kasti termasuk dalam kategori permainan… A. Bola kecil B. Bola besar C. Anak-anak D. Orang dewasa

    Jawaban: A

  9. Berikut ini yang tidak termasuk keterampilan dasar dalam permainan kasti adalah… A. Melempar B. Menangkap C. Memukul D. Menendang

    Jawaban: D

Sepak Bola dan Bola Basket

  1. Induk organisasi sepak bola internasional adalah… A. FIFA B. FIBA C. FIHA D. FINA

    Jawaban: A

  2. Setelah berolahraga, sebaiknya mencuci… A. Badan B. Tangan C. Kepala D. Kaki

    Jawaban: A

  3. Dribbling merupakan teknik dalam permainan… A. Menggiring bola basket B. Menembakkan bola ke ring basket C. Mengumpan bola basket D. Memukul bola basket

    Jawaban: A

  4. Penempatan posisi setiap pemain pada permainan sepak bola disebut… A. Strategi B. Teknik C. Formasi D. Taktik

    Jawaban: C

  5. Induk organisasi bola basket Indonesia adalah… A. PERBASI B. FIFA C. PBVSI D. PERSANI

    Jawaban: A

  6. Pada saat memulai aktivitas olahraga, sebaiknya melakukan… A. Pemanasan B. Pendinginan C. Latihan inti D. Lari jarak jauh

    Jawaban: A

  7. Gerakan kaki yang benar saat menendang bola adalah… A. Gerak mengayun ke depan B. Gerak mendorong ke depan C. Gerak mendorong ke belakang D. Gerak menekan ke bawah

    Jawaban: A

  8. Awal permainan sepak bola dimulai dengan… A. Kick-off B. Tendangan penalti C. Jump ball D. Service

    Jawaban: A

  9. Chest pass adalah teknik mengoper bola dari… A. Atas kepala B. Depan dada C. Belakang D. Bawah kaki

    Jawaban: B

  10. Berikut ini yang bukan termasuk teknik passing dalam bola basket adalah… A. Chest pass B. Bounce pass C. Overhead pass D. Overfoot pass

    Jawaban: D

  11. Lamanya waktu permainan sepak bola dalam satu pertandingan adalah… A. 45 menit B. 2 x 30 menit C. 90 menit D. 2 x 45 menit

    Jawaban: D

  12. Pemain sepak bola yang diperbolehkan memegang bola dengan tangan adalah… A. Center B. Striker C. Kiper (Keeper) D. Bek (Back)

    Jawaban: C

  13. Jumlah pemain sepak bola dalam satu regu adalah… orang. A. 9 B. 10 C. 11 D. 12

    Jawaban: C

  14. Apa pengertian shooting dalam permainan bola basket? A. Menembakkan bola ke dalam ring B. Menembakkan bola ke dalam gawang C. Menembakkan bola ke dalam kardus D. Menembakkan bola ke dalam tong sampah

    Jawaban: A

Gerakan Dasar dan Klasifikasi Olahraga

  1. Menservis bola di tempat pada permainan bola voli tanpa berlari menunjukkan gerakan… A. Lokomotor dan manipulatif B. Non lokomotor dan manipulatif C. Manipulatif D. Lokomotor dan non lokomotor

    Jawaban: B

  2. Berhenti di tempat tanpa membawa bola menunjukkan gerakan… A. Lokomotor B. Non lokomotor C. Manipulatif D. Jawaban b dan c benar

    Jawaban: B

  3. Berhenti di tempat sambil membawa bola menunjukkan gerakan… A. Lokomotor B. Non lokomotor C. Manipulatif D. Jawaban b dan c benar

    Jawaban: D

  4. Di bawah ini adalah jenis olahraga permainan, kecuali… A. Voli ball B. Tenis meja C. Lempar lembing D. Sepak bola

    Jawaban: C

  5. Di bawah ini adalah jenis olahraga atletik, kecuali… A. Lari 100 meter B. Lompat jauh C. Lempar lembing D. Sepak bola

    Jawaban: D

  6. Di bawah ini adalah jenis olahraga permainan bola kecil, kecuali… A. Kasti B. Tenis meja C. Kipres D. Bola bekel

    Jawaban: B

  7. Di bawah ini adalah jenis olahraga permainan tradisional, kecuali… A. Gobag sodor B. Hijau hitam C. Dakon D. Bola basket

    Jawaban: D

Dengan mempelajari dan berlatih soal-soal ini, diharapkan siswa kelas 6 SD dapat lebih percaya diri dan siap menghadapi Sumatif Akhir Semester (SAS) mata pelajaran PJOK. Penguasaan materi ini tidak hanya penting untuk penilaian, tetapi juga untuk membentuk pemahaman yang baik tentang kesehatan, kebugaran, dan berbagai jenis olahraga.

Federal Reserve (The Fed) berpotensi menghadapi perpecahan pandangan yang signifikan dalam pengambilan kebijakan moneter, terutama terkait keputusan suku bunga pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 9–10 Desember 2025. Situasi ini dikhawatirkan dapat mengaburkan pesan kebijakan di pasar keuangan dan memunculkan pertanyaan baru mengenai independensi bank sentral dari tekanan politik.

Perbedaan pandangan di kalangan pejabat The Fed mulai menguat sejak musim panas lalu. Saat itu, tren penurunan inflasi melambat sementara pertumbuhan lapangan kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini menempatkan dua mandat utama The Fed—menjaga inflasi di kisaran 2% dan memastikan pasar tenaga kerja tetap kuat—dalam posisi yang membutuhkan kebijakan yang berlawanan.

Kerumitan semakin bertambah akibat penutupan pemerintahan Amerika Serikat (government shutdown) yang menunda publikasi sejumlah data ekonomi penting. Keterlambatan data ini mempersulit pejabat The Fed dalam membaca arah perekonomian menjelang pertemuan kebijakan.

Munculnya Perbedaan Pandangan yang Menguat

Sejumlah pejabat The Fed kini memegang posisi yang semakin mengeras terkait arah kebijakan suku bunga. Dari 12 anggota FOMC yang memiliki hak suara, setidaknya lima orang dilaporkan menentang atau bersikap skeptis terhadap pemangkasan suku bunga tambahan. Di sisi lain, tiga anggota Dewan Gubernur yang berkedudukan di Washington justru mendorong penurunan suku bunga.

Gubernur The Fed, Christopher Waller, bulan lalu menyatakan, "Dalam waktu lama, mungkin inilah momen dengan tingkat ‘groupthink’ terendah yang pernah terjadi." Pernyataannya ini muncul seiring spekulasi bahwa pertemuan Desember berpotensi memunculkan tiga atau lebih suara dissent jika pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin disetujui.

Situasi di mana FOMC mencatat sedikitnya tiga suara dissent terakhir kali terjadi pada tahun 2019. Sejak tahun 1990, kejadian serupa baru tercatat sembilan kali.

Sementara itu, Ketua The Fed, Jerome Powell, belum memberikan sinyal tegas mengenai arah kebijakan untuk bulan Desember. Namun, komentar dari Presiden The Fed New York sekaligus Wakil Ketua FOMC, John Williams, cenderung bersifat dovish, setelah menyebutkan bahwa masih ada ruang untuk penurunan biaya pinjaman.

Para analis memperkirakan The Fed dapat memilih jalan tengah: memangkas suku bunga namun disertai dengan pernyataan resmi dari Powell yang memberikan sinyal jeda pada langkah pelonggaran berikutnya.

Menjelang periode blackout communication, beberapa pejabat yang sebelumnya bersikap skeptis menyatakan bahwa mereka masih membuka kemungkinan untuk mengubah pandangan mereka. Waller menegaskan bahwa keputusan setelah bulan Desember akan sangat bergantung pada data ekonomi yang dirilis setelah normalisasi lembaga statistik.

Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menilai pendekatan Powell yang mengutamakan konsensus tetap penting. "Kita lihat nanti apa bunyi pernyataannya. Apakah saya setuju atau tidak. Pendekatan Powell tetap memiliki nilai," ujarnya.

Dampak Perbedaan Suara dalam Pengambilan Kebijakan

Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin, mengingatkan bahwa fokus pada siapa yang dissent dan siapa yang tidak sering kali mengaburkan inti dari diskusi yang sebenarnya. Ia berpendapat bahwa suara yang berbeda justru dapat mengurangi pengaruh individu dalam proses pengambilan keputusan.

"Saya tidak selalu sependapat dalam rapat, tetapi saat pemungutan suara saya mendukung ketua. Tujuan saya selalu menjaga pengaruh," kata Barkin.

Namun, Waller—yang disebut sebagai kandidat potensial Ketua The Fed jika Donald Trump memenangkan pemilihan presiden—mengakui adanya risiko besar jika perbedaan suara menjadi terlalu tajam.

"Jika situasinya berubah menjadi tujuh lawan lima, satu suara saja bisa membalikkan arah kebijakan. Kondisi tipis seperti ini berbahaya karena tidak memberi rasa percaya diri kepada pasar," ujarnya.

Kajian yang dilakukan oleh ekonom senior The Fed Chicago, Alessandro Villa, menunjukkan bahwa pengaruh pernyataan pejabat The Fed terhadap pasar cenderung lebih kuat ketika selaras dengan pesan dari ketua komite. Pernyataan yang tidak sejalan justru berpotensi menciptakan gangguan terhadap transmisi kebijakan moneter.

Manajer portofolio pendapatan tetap di Columbia Threadneedle, Ed Al-Hussainy, menilai bahwa perpecahan suara dengan rasio 7–5 dapat membuat pasar suku bunga kesulitan dalam membaca arah kebijakan untuk 12 hingga 18 bulan ke depan.

"Aset berisiko juga akan terganggu karena ketidakpastian strategi The Fed," ujarnya, menekankan pentingnya kejelasan dalam komunikasi kebijakan bank sentral.

Gelombang PHK di Singapura: Antara Pengetatan Pasar, Kebutuhan Keterampilan Baru, dan Pergeseran Lapangan Kerja

Singapura, pusat bisnis dan keuangan global, tengah menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang signifikan dalam setahun terakhir. Fenomena ini bukanlah sekadar tren sesaat, melainkan akumulasi dari berbagai faktor kompleks yang memengaruhi pasar tenaga kerja di negara pulau tersebut. Kombinasi kebijakan pengetatan pasar perumahan, perubahan mendasar pada kebutuhan keterampilan industri, dan pergeseran pertumbuhan lapangan kerja ke sektor-sektor dengan upah lebih rendah menjadi aktor utama di balik badai PHK ini.

Data terbaru dari Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengindikasikan gambaran yang cukup mengkhawatirkan. Sebanyak tujuh sektor yang sebelumnya dikenal sebagai penyerap tenaga kerja terampil bernilai tambah tinggi telah mengalami kehilangan sekitar 19.800 pekerjaan sepanjang tahun 2025. Sektor-sektor ini mencakup area krusial seperti teknologi informasi, jasa profesional, perdagangan, hingga properti.

Salah satu pemicu utama yang diidentifikasi adalah kebijakan pengetatan pasar perumahan yang diterapkan pemerintah. Langkah ini, yang bertujuan untuk meredam laju inflasi harga rumah, secara tidak langsung berdampak pada hilangnya ribuan pekerjaan di sektor-sektor yang terkait erat dengan properti dan konstruksi. Namun, tekanan terhadap pasar kerja tidak hanya berasal dari kebijakan perumahan semata. Perubahan struktur ekonomi yang lebih luas dan tuntutan akan keterampilan baru di berbagai industri turut memperparah situasi.

Tingkat Pengangguran Tetap Rendah di Tengah PHK

Menariknya, di tengah badai PHK yang melanda, tingkat pengangguran secara keseluruhan di Singapura dilaporkan masih berada pada level yang relatif rendah. Angka pengangguran umum tercatat stabil di kisaran 2 persen, sementara tingkat pengangguran di kalangan warga lokal tetap di bawah 3 persen. Ini menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja secara umum masih cukup kuat.

Pada kuartal ketiga tahun 2025 saja, hampir 30.000 pekerjaan baru berhasil tercipta, dan angka ini mendekati 50.000 pekerjaan baru sepanjang tahun 2025, termasuk untuk pekerja non-residen. Namun, mayoritas pertumbuhan bersih lapangan kerja ini justru berasal dari sektor-sektor yang cenderung menawarkan upah lebih rendah. Sektor konstruksi dan pekerja rumah tangga migran menjadi contoh utama dari tren ini.

Meskipun demikian, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura tidak merinci status kewarganegaraan para pekerja di setiap sektor dalam laporan resminya.

Sektor Teknologi Informasi: Perubahan Keterampilan dan Kesenjangan

Sektor informasi dan komunikasi (TI) menjadi studi kasus yang jelas mengenai bagaimana perubahan kebutuhan keterampilan berkontribusi pada PHK di Singapura. Industri TI sebelumnya sempat menikmati periode pertumbuhan pesat, dengan kenaikan gaji dan peningkatan permintaan tenaga kerja, bahkan ketika gelombang PHK teknologi melanda banyak negara lain.

Namun, realitasnya berbeda. Sektor informasi dan komunikasi justru mengalami penurunan bersih lebih dari 4.000 pekerja pada tahun 2025. Jika digabungkan dengan data tahun 2024, angka ini membengkak menjadi sekitar 9.500 pekerja. Situasi ini ironis, mengingat banyak perusahaan TI yang justru kerap mengeluhkan kekurangan kandidat yang memenuhi kualifikasi.

Beberapa pengamat berpendapat bahwa tenaga kerja di bidang teknologi tidak harus terpaku bekerja di perusahaan teknologi semata. Banyak perusahaan di sektor lain yang juga memiliki kebutuhan besar terhadap staf teknologi informasi yang berkualifikasi. Hal ini menggarisbawahi adanya pergeseran kebutuhan dan potensi adaptasi bagi para profesional TI.

Temuan lain yang muncul adalah perubahan kebutuhan keterampilan yang semakin nyata. Kemungkinan akan ada pengurangan di beberapa fungsi lama, sementara di sisi lain, banyak lowongan baru terbuka di bidang-bidang yang sedang naik daun seperti kecerdasan buatan (AI) dan pengolahan data. Perubahan ini menciptakan kesenjangan antara profil pencari kerja dan kebutuhan riil perusahaan. Akibatnya, sebagian pekerja terdorong keluar dari posisi lama mereka tanpa segera menemukan peran baru yang setara atau sesuai.

Secara keseluruhan, jumlah pekerja di sektor teknologi informasi di Singapura telah menyusut hampir 10.000 orang dalam dua tahun terakhir. Meskipun sebagian besar tenaga kerja di sektor ini diyakini telah terserap di sektor lain, angka ini tetap mengindikasikan adanya masalah struktural yang perlu diatasi dalam industri teknologi.

Sektor Keuangan dan Asuransi: Pengecualian yang Mengkhawatirkan

Di tengah tren PHK, sektor jasa keuangan dan asuransi tampil sebagai pengecualian yang patut dicatat. Sektor ini terus menunjukkan pertumbuhan yang solid, bahkan berhasil menambah sekitar 10.300 pekerja pada tahun 2025.

Namun, pertumbuhan lapangan kerja di sektor perbankan dan asuransi ini dinilai belum cukup kuat untuk sepenuhnya menutupi pemangkasan tenaga kerja di sektor-sektor bernilai tambah tinggi lainnya yang terdampak PHK. Selain itu, tidak semua pekerja memiliki keterampilan atau minat yang sama untuk berkarier di korporasi besar sektor keuangan. Hal ini menyebabkan pilihan karier bagi sebagian tenaga kerja terampil di Singapura terasa menyempit pada tahun ini, meskipun ada pertumbuhan di sektor keuangan.

Situasi ini menuntut adanya strategi adaptasi yang komprehensif, baik dari sisi pemerintah, perusahaan, maupun para pekerja itu sendiri, untuk menghadapi dinamika pasar kerja yang terus berubah.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai sebuah investasi strategis. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada hari Sabtu, 22 November. Dalam sesi kedua KTT G20 yang dihadiri oleh puluhan pemimpin negara, Gibran menegaskan bahwa ketahanan pangan dan program MBG tidak hanya sekadar agenda ekonomi semata.

"Presiden Indonesia berfokus pada ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis. Hal ini tidak hanya mendorong penggunaan produk lokal dan memberdayakan petani serta peternak, tetapi juga memperluas kegiatan ekonomi di berbagai sektor," ujar Wapres Gibran, yang disaksikan melalui siaran media KTT G20 di Johannesburg.

Pada forum internasional tersebut, Gibran memaparkan bahwa program MBG telah menciptakan efek berganda yang signifikan. Salah satu dampak utamanya adalah peningkatan penggunaan bahan baku lokal dan pemberdayaan petani serta peternak yang berperan sebagai pemasok utama dalam program ini.

Fokus KTT G20: Pembangunan Dunia yang Tangguh

Sesi kedua KTT G20 secara khusus mengangkat tema pembangunan dunia yang tangguh atau resilient world. Pembahasan dalam sesi ini mencakup berbagai isu krusial, mulai dari penanggulangan kebencanaan, mitigasi perubahan iklim, transisi energi yang berkeadilan (just energy transition), hingga penguatan sistem pangan global.

Menanggapi isu-isu tersebut, Gibran menekankan urgensi solidaritas global dan kepemimpinan yang tegas untuk menghadapi krisis yang semakin intensif. Pemerintah Indonesia secara aktif mengajak Afrika Selatan untuk bersama-sama memajukan ketahanan di sektor energi, air, dan pangan.

Indonesia dan Realitas Bencana: Ketahanan sebagai Kebutuhan

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di Cincin Api Pasifik, menghadapi tantangan alam yang signifikan. Lebih dari 3.000 bencana terjadi setiap tahun, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga letusan gunung berapi. Kondisi geografis yang unik ini menjadikan ketahanan pangan, air, dan energi bukan sekadar slogan, melainkan sebuah realitas yang harus dihadapi setiap hari oleh masyarakat Indonesia.

"Berangkat dari pengalaman-pengalaman ini, Indonesia mempromosikan konsep ketahanan berkelanjutan, sebuah kerangka kerja yang memungkinkan pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan berjalan selaras," jelas Gibran. Konsep ini menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara kemajuan manusia dan kelestarian alam.

Prinsip Pembangunan Mandiri dan Kerja Sama Inklusif

Dalam forum global tersebut, Wakil Presiden Gibran juga menegaskan keyakinan Pemerintah Indonesia bahwa setiap negara berhak untuk memetakan jalur pembangunannya sendiri. Di hadapan para pemimpin dunia, ia menyampaikan bahwa tidak ada satu metode tunggal yang paling tepat untuk pembangunan suatu negara, sehingga kerja sama yang saling memberdayakan menjadi kunci.

"Indonesia percaya bahwa setiap negara berhak memetakan jalur pembangunannya sendiri karena tidak ada satu model yang cocok untuk semua. Tidak ada yang namanya metode terbaik," tegas Wapres Gibran. Pandangan ini menekankan pentingnya menghargai keunikan dan kebutuhan spesifik setiap negara dalam merancang strategi pembangunannya.

Ekonomi Berkelanjutan: Pertumbuhan yang Adil dan Inklusif

Pada sesi pertama KTT G20, para pemimpin dunia berdiskusi mendalam mengenai isu ekonomi berkelanjutan, peran perdagangan dan keuangan dalam mendorong pembangunan, serta persoalan utang yang membebani negara-negara berkembang.

Menyikapi hal ini, Gibran menyampaikan pandangan Indonesia bahwa pertumbuhan global tidak hanya dituntut untuk kuat, tetapi juga harus adil dan inklusif agar dapat memberikan manfaat bagi setiap bangsa. Indonesia menyambut baik fokus G20 pada keuangan berkelanjutan, namun menekankan bahwa ambisi harus lebih jauh lagi untuk menutup kesenjangan yang ada. Upaya adaptasi, mitigasi, dan transisi yang adil serta setara perlu menjadi prioritas utama.

"Dunia membutuhkan pembiayaan yang lebih mudah diakses, terprediksi, dan setara, terutama bagi negara-negara berkembang, melalui keringanan utang, pembiayaan inovatif, pembiayaan campuran, dan mekanisme transisi hijau," ujar Gibran.

Lebih lanjut, Wapres merinci komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung keberlanjutan. Pemerintah mengalokasikan lebih dari separuh anggaran iklim nasional, yang mencapai sekitar US$ 2,5 miliar per tahun, untuk berbagai program. Dana ini diarahkan untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hijau, program asuransi pertanian, serta pengembangan infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim.

Wakil Presiden Gibran dijadwalkan untuk menyampaikan pidatonya dalam tiga sesi KTT G20. Sesi ketiga akan berfokus pada isu pekerjaan layak (decent work) dan tata kelola kecerdasan buatan (AI), serta mineral kritis yang menjadi salah satu usulan dan fokus kepentingan Indonesia dalam pertemuan kali ini.

Ringkasan Berita:
  • Satu gram emas Galeri 24 hari ini dijual Pegadaian di harga Rp 2.378.000.
  • Sementara satu gram emas Antam hari ini dijual Pegadaian di harga Rp 2.529.000.
  • Untuk ukuran 1 gram emas PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), hari ini dijual Pegadaian di harga Rp 2.381.000.

Berikut Update Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 yang dijual PT Pegadaian hari ini, Senin (10/11/2025).

Harga serta buyback emas Pegadaian cetakan Antam, UBS dan Galeri 24 ini berdasarkan informasi dari situs Galeri 24.

Satu gram emas Galeri 24 hari ini Senin (10/11) dijual Pegadaian di harga Rp 2.378.000.

Untuk ukuran 0,5 gram emas Galeri 24, dijual Pegadaian di harga Rp 1.247.000.

Lalu untuk ukuran 2 gram emas Galeri 24 dijual di harga Rp 4.686.000.

Sementara satu gram emas Antam hari ini Senin (10/11) dijual Pegadaian di harga Rp 2.529.000.

Ukuran 0,5 gram emas Antam dijual di harga Rp 1.320.000.

Lalu ukuran 2 gram Antam dijual di harga Rp 4.992.000.

Untuk ukuran 1 gram emas PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), hari ini Senin (10/11) dijual Pegadaian di harga Rp 2.381.000.

Lalu emas UBS ukuran 0,5 gram, hari ini dijual Pegadaian di harga Rp 1.287.000.

Untuk emas UBS ukuran 2 gram dijual Pegadaian di harga Rp 4.725.000.

Diketahui, Pegadaian menjual berbagai produk emas batangan seperti emas Antam, Antam Retro dan Emas UBS.

Logam mulia Antam dan Galeri 24 dijual dalam bentuk emas batangan berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1000 gram.

Sedangkan emas UBS, yang tersedia mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.

Adapun buyback cetakan Galeri 24 hari ini Senin (10/11) di harga Rp 2.221.000 ukuran satu gram.

Buyback emas Antam hari ini di harga Rp 2.219.000 per satu gram.

Lalu buyback emas UBS, juga sama di harga Rp 2.219.000, ukuran satu gram.

Berikut update harga emas di PT Pegadaian (Persero) hari ini Senin (10/11), cetakan Galeri 24, Antam dan UBS.

Harga Emas Galeri 24

Harga Emas Galeri 24 hari ini 0,5 gram = Rp1.247.000

Harga Emas Galeri 24 hari ini 1 gram = Rp2.378.000

Harga Emas Galeri 24 hari ini 2 gram = Rp4.686.000

Harga Emas Galeri 24 hari ini 5 gram = Rp11.628.000

Harga Emas Galeri 24 hari ini 10 gram = Rp23.195.000

Harga Emas Galeri 24 hari ini 25 gram = Rp57.844.000

Harga Emas Galeri 24 hari ini 50 gram = Rp115.598.000

Harga Emas Galeri 24 hari ini 100 gram = Rp231.081.000

Harga Emas Galeri 24 hari ini 250 gram = Rp574.028.000

Harga Emas Galeri 24 hari ini 500 gram = Rp1.148.056.000

Harga Emas Galeri 24 hari ini 1000 gram = Rp2.296.111.000

Harga Emas Antam

Harga Emas Antam hari ini 0,5 gram = Rp1.320.000

Harga Emas Antam hari ini 1 gram = Rp2.529.000

Harga Emas Antam hari ini 2 gram = Rp4.992.000

Harga Emas Antam hari ini 3 gram = Rp7.461.000 

Harga Emas Antam hari ini 5 gram = Rp12.397.000

Harga Emas Antam hari ini 10 gram = Rp24.734.000

Harga Emas Antam hari ini 25 gram = Rp61.696.000

Harga Emas Antam hari ini 50 gram = Rp123.305.000

Harga Emas Antam hari ini 100 gram = Rp246.524.000

Harga Emas Antam hari ini 250 gram = Rp616.017.000

Harga Emas Antam hari ini 500 gram = Rp1.231.802.000

Harga Emas Antam hari ini 1000 gram = Rp2.463.560.000

Harga Emas UBS

Harga Emas UBS hari ini 0,5 gram = Rp1.287.000

Harga Emas UBS hari ini 1 gram = Rp2.381.000

Harga Emas UBS hari ini 2 gram = Rp4.725.000

Harga Emas UBS hari ini 5 gram = Rp11.6753.000

Harga Emas UBS hari ini 10 gram = Rp23.224.000

Harga Emas UBS hari ini 25 gram = Rp57.946.000

Harga Emas UBS hari ini 50 gram = Rp115.654.000

Harga Emas UBS hari ini 100 gram = Rp231.217.000

Harga Emas UBS hari ini 250 gram = Rp577.871.000

Harga Emas UBS hari ini 500 gram = Rp1.154.384.000. (*)

11 Aplikasi Pencatat Keuangan yang Wajib Dicoba ASN untuk Masa Depan Finansial Lebih Cerah

Derana NTT - Mengatur keuangan bukan perkara mudah, apalagi bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang sering kali terjebak dalam rutinitas pengeluaran rutin, cicilan, hingga kebutuhan keluarga.

Untungnya, di era digital ini, banyak aplikasi keuangan yang dirancang untuk memudahkan pencatatan dan perencanaan finansial secara praktis.

Aplikasi-aplikasi ini sangat membantu dalam:

  • Mencatat pengeluaran harian
  • Menyusun anggaran bulanan
  • Menganalisis kesehatan keuangan
  • Merancang rencana jangka panjang seperti pensiun, pendidikan anak, atau liburan

Berikut adalah 11 aplikasi keuangan terbaik tahun 2025 yang sangat direkomendasikan untuk ASN:

1. Money Manager – Cocok untuk Pemula

Kelebihan:

  • Tampilan sederhana, mudah digunakan
  • Bisa ekspor laporan ke PDF
  • Data aman dengan fitur backup
  • Kategori pengeluaran bisa disesuaikan
  • Aplikasi ini ideal bagi ASN yang baru mulai mencatat pengeluaran pribadi atau keluarga.

2. Finansialku – Perencana Keuangan Profesional

Kelebihan:

  • Bersertifikat CFP
  • Menyusun target finansial (umrah, rumah, pensiun)
  • Artikel edukasi keuangan di dalam aplikasi
  • Sangat direkomendasikan untuk ASN yang ingin merancang masa depan keuangan secara profesional.

3. PINA – Analisa Keuangan Pribadi Otomatis

Kelebihan:

  • Analisis kesehatan keuangan
  • Rekomendasi perbaikan kebiasaan belanja
  • Insight keuangan yang mendalam
  • PINA cocok untuk ASN yang ingin lebih sadar terhadap pola pengeluaran dan belajar hidup hemat.

4. Money Lover – Laporan Visual yang Menarik

Kelebihan:

  • Grafik keuangan yang mudah dipahami
  • Pelacakan pengeluaran otomatis
  • Kategori pengeluaran dan pengingat tagihan
  • Membantu ASN melihat dengan jelas pengeluaran mana yang paling boros.

5. Spendee – Keuangan Keluarga Lebih Rapi

Kelebihan:

  • Fitur Joint Account
  • Integrasi rekening dan e-wallet
  • Cocok untuk pasangan suami-istri ASN
  • Dengan Spendee, Anda bisa mengatur keuangan bersama keluarga secara transparan dan efisien.

6. Buku Warung – Andalan Catat Utang & Piutang

Kelebihan:

  • Pencatatan utang piutang
  • Pengingat otomatis lewat SMS
  • Laporan keuangan sederhana
  • Bagi ASN yang punya usaha sampingan atau aktivitas keuangan tambahan, aplikasi ini sangat berguna.

7. Sribuu – Insight Pengeluaran dan Tips Hemat

Kelebihan:

  • Rekomendasi penghematan
  • Analisa pola belanja online
  • Edukasi keuangan secara interaktif
  • Sangat cocok bagi ASN generasi muda yang aktif berbelanja online dan ingin lebih hemat.

8. Monefy – Simpel dan Efisien

Kelebihan:

  • Tampilan minimalis
  • Pencatatan cepat dan praktis
  • Sinkronisasi lintas perangkat
  • Buat ASN dengan jadwal padat, Monefy membantu tetap rapi mencatat pengeluaran hanya dalam beberapa detik.

9. Wallet – Integrasi Rekening Bank

Kelebihan:

  • Real-time update saldo rekening
  • Integrasi bank dan e-wallet
  • Buat anggaran otomatis
  • Wallet sangat cocok bagi ASN yang ingin menggabungkan seluruh aktivitas keuangan dalam satu dashboard.

10. DompetKu – Simpel dan Kategorisasi Jelas

Kelebihan:

  • Fitur pencatatan harian yang ringkas
  • Kategori pengeluaran yang terstruktur
  • Ringan dan tidak memberatkan ponsel
  • Solusi tepat untuk ASN yang ingin mulai membangun kebiasaan mencatat pengeluaran.

11. Catatan Keuangan – Ringan & Bisa Diekspor

Kelebihan:

  • Aplikasi ringan, cocok untuk semua ponsel
  • Ekspor data ke dokumen
  • Cocok untuk keperluan arsip atau laporan keuangan pribadi

Mengapa ASN Perlu Menggunakan Aplikasi Keuangan?

Mengelola keuangan dengan aplikasi digital memberikan banyak keuntungan, di antaranya:

  • Menghindari kebocoran anggaran
  • Meningkatkan disiplin menabung
  • Membantu mencapai tujuan keuangan
  • Memberikan gambaran kesehatan finansial
  • Mempermudah pelaporan pengeluaran pribadi atau keluarga

Tips Tambahan: Jangan lupa kombinasikan manajemen keuangan dengan perlindungan kesehatan seperti asuransi agar keuangan tidak terganggu saat menghadapi risiko tak terduga.

Cek asuransi kesehatan terbaik untuk ASN dari Chubb di sini

Kini saatnya Anda, sebagai ASN, mulai lebih bijak dalam mengatur gaji dan pengeluaran. Dengan bantuan aplikasi keuangan yang tepat, bukan hanya kebutuhan sehari-hari yang bisa tercukupi, tapi juga masa depan yang lebih terencana.***

Featured Image

Membongkar Jebakan Finansial Kelas Menengah: Lima Hal yang Harus Dihentikan Menurut Robert Kiyosaki

Robert Kiyosaki, penulis buku laris "Rich Dad Poor Dad," memberikan pandangan penting tentang mengapa kelas menengah seringkali kesulitan membangun kekayaan. Sebagai seorang pebisnis dan pakar keuangan, Kiyosaki menyoroti langkah-langkah finansial yang umum dilakukan yang justru menghambat kemajuan menuju kebebasan finansial.

Kiyosaki berpendapat bahwa perbedaan mendasar antara orang kaya dan kelas menengah terletak pada bagaimana mereka memperlakukan uang. "Orang miskin dan kelas menengah bekerja untuk uang. Orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka," ujarnya. Filosofi ini menjadi landasan untuk memahami mengapa kebiasaan belanja tertentu dapat merugikan upaya membangun kekayaan.

Inti dari pendekatan Kiyosaki adalah definisi yang jelas tentang aset dan kewajiban. Aset adalah segala sesuatu yang menghasilkan uang ke dalam saku Anda, sementara kewajiban adalah segala sesuatu yang mengeluarkan uang dari saku Anda. Dalam konteks ini, banyak hal yang dianggap sebagai investasi atau kebutuhan oleh kelas menengah sebenarnya adalah kewajiban yang menggerogoti keuangan mereka.

Pergeseran perspektif ini menjelaskan mengapa kelas menengah seringkali mengalami kesulitan keuangan meskipun berpenghasilan cukup. Mereka cenderung melakukan pembelian yang menguras uang, alih-alih berinvestasi pada aset yang menghasilkan pendapatan berkelanjutan.

Berikut adalah lima hal yang menurut Robert Kiyosaki harus dihentikan oleh kelas menengah untuk membangun kekayaan:

1. Rumah Impian yang Terlalu Besar: Aset atau Kewajiban?

Salah satu pandangan Kiyosaki yang paling kontroversial adalah mengenai kepemilikan rumah sebagai cara membangun kekayaan. Ia berpendapat bahwa tempat tinggal utama bukanlah aset, melainkan kewajiban. Hal ini bertentangan dengan nasihat keuangan tradisional yang seringkali menganjurkan kepemilikan rumah.

Argumen Kiyosaki menjadi jelas jika kita melihat tempat tinggal utama dari perspektif arus kas. Pembayaran hipotek mengalir ke bank, pajak properti ke pemerintah, dan biaya pemeliharaan serta utilitas menguras uang dari rekening Anda. Meskipun nilai rumah Anda meningkat, keuntungan di atas kertas tersebut tidak menghasilkan arus kas bulanan kecuali Anda menjual atau melakukan refinansiasi.

Kiyosaki tidak melarang kepemilikan rumah sama sekali. Ia hanya menganjurkan pendekatan yang berbeda. Ia merekomendasikan untuk memperoleh properti yang menghasilkan pendapatan terlebih dahulu, seperti properti sewaan, sebelum terburu-buru membeli tempat tinggal utama. Properti sewaan dapat menghasilkan arus kas bulanan dan berpotensi mengalami apresiasi nilai. Setelah Anda memiliki pendapatan pasif yang cukup, barulah Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli rumah yang sesuai dengan kemampuan aset Anda. Pendapatan dari properti sewaan dapat diinvestasikan lebih lanjut, misalnya dalam saham yang membayar dividen atau bisnis.

2. Mobil Mahal dan Barang Konsumsi: Menguras Kekayaan

Kelas menengah seringkali menyamakan akumulasi harta dengan membangun kekayaan. Memiliki mobil mahal, kapal pesiar, barang bermerek, atau gawai terbaru mungkin memberikan kepuasan sesaat, tetapi sebenarnya mencerminkan aliran uang yang menjauh dari masa depan finansial Anda.

Pertimbangkan kebiasaan umum kelas menengah dalam membeli mobil. Banyak yang membeli kendaraan baru atau mahal dengan alasan kebutuhan transportasi. Namun, harga mobil terdepresiasi dengan cepat, seringkali kehilangan nilai yang signifikan begitu keluar dari dealer. Selain itu, ada cicilan bulanan, asuransi, perawatan, dan biaya bahan bakar yang menciptakan kewajiban keuangan berkelanjutan tanpa menghasilkan keuntungan apa pun.

Orang kaya seringkali mengendarai kendaraan sederhana yang andal sambil mengalokasikan uang untuk investasi yang menghasilkan pendapatan. Mereka memahami bahwa fungsi utama mobil adalah transportasi, bukan simbol status. Perbedaan antara mobil bekas yang andal dan kendaraan mewah adalah bahwa mobil bekas dapat menyisakan uang yang bisa mendanai investasi yang signifikan dalam bentuk saham, obligasi, atau peluang bisnis.

Prinsip ini berlaku untuk semua pembelian konsumtif. Alih-alih membeli ponsel pintar terbaru, furnitur mahal, atau barang mewah, Kiyosaki menyarankan untuk mengalokasikan uang tersebut ke aset yang menghasilkan arus kas.

3. Pendidikan Tinggi yang Terlalu Mahal: Investasi atau Beban?

Meskipun Kiyosaki tidak meremehkan nilai pendidikan, ia mempertanyakan apakah gelar sarjana atau master yang mahal selalu memberikan imbal hasil investasi yang memadai bagi sebagian besar mahasiswa. Baginya, aset terpenting yang dapat dimiliki seseorang adalah pikirannya. "Jika dilatih dengan baik, pikiran kita dapat menciptakan kekayaan yang luar biasa," ungkapnya.

Sistem pendidikan tradisional sangat berfokus pada mata pelajaran akademik tetapi kurang memberikan pelatihan literasi keuangan, yang sebenarnya sangat penting dalam kehidupan. Banyak mahasiswa lulus dengan gelar tetapi kurang memiliki pengetahuan dasar tentang mengelola keuangan, investasi, arus kas, pajak, dan pengembangan kekayaan. Sementara itu, mereka mungkin memiliki utang pinjaman mahasiswa yang besar, yang menciptakan tekanan keuangan langsung setelah lulus.

Kiyosaki menganjurkan pendidikan keuangan mandiri sebagai jalan menuju kekayaan yang lebih hemat biaya. Membaca buku, mengikuti seminar, mencari mentor, dan mendapatkan pengalaman praktis seringkali hanya menghabiskan sebagian kecil dari biaya pendidikan formal, tetapi memberikan pengetahuan yang langsung dapat diterapkan. Ia menyarankan untuk mempelajari investasi real estat, fundamental pasar saham, operasi bisnis, dan strategi perpajakan.

Ini bukan berarti meninggalkan pendidikan akademis formal, melainkan menjadi strategis dalam investasi pendidikan. Gelar tertentu mungkin bermanfaat jika secara langsung meningkatkan potensi penghasilan atau memberikan kredensial yang diperlukan. Namun, mengejar pendidikan yang mahal hanya karena dianggap penting seringkali berujung pada utang tanpa manfaat yang proporsional.

4. Simbol Status: Menjaga Penampilan atau Membangun Kekayaan?

Tekanan untuk menjaga penampilan mendorong banyak keluarga kelas menengah ke dalam masalah keuangan melalui apa yang disebut "meningkatkan standar hidup." Hal ini seringkali melibatkan pembelian barang-barang yang menjadi simbol status untuk memproyeksikan citra kesuksesan, alih-alih membangun kekayaan.

Pembelian status biasanya mencakup mobil mewah, pakaian desainer, rumah mewah di lingkungan bergengsi, dan liburan mahal. Meskipun barang-barang ini dapat meningkatkan citra sosial seseorang, seringkali mengorbankan kesuksesan finansial jangka panjang.

Orang yang benar-benar kaya seringkali hidup di bawah kemampuan mereka dan berfokus pada membangun aset daripada memproyeksikan kekayaan. Mereka memahami bahwa keamanan finansial sejati berasal dari arus kas dan kekayaan bersih, bukan penampilan luar. Seseorang yang mengendarai mobil bekas tetapi lunas dan memiliki portofolio investasi yang terdiversifikasi, tentu memiliki kekayaan lebih besar daripada seseorang yang mengendarai kendaraan mewah yang dibiayai melalui cicilan bulanan.

Kiyosaki berpendapat bahwa "kemewahan sejati adalah imbalan atas investasi dan pengembangan aset riil." Pergeseran pola pikir ini memprioritaskan substansi daripada penampilan, berfokus pada membangun kekayaan terlebih dahulu daripada terlihat kaya.

5. Barang Mewah Sebelum Aset: Prioritas yang Salah

Pengamatan Kiyosaki yang paling mendasar tentang pengelolaan keuangan kelas menengah adalah kecenderungan untuk membeli barang mewah sebelum membangun aset. Ia menyatakan bahwa "orang kaya membeli barang mewah terakhir, sementara orang miskin dan kelas menengah cenderung membeli barang mewah terlebih dahulu."

Pola perilaku ini menjelaskan mengapa banyak orang kesulitan keuangan meskipun berpenghasilan layak. Pola pikir ini mengutamakan kemewahan dan menganggap pembelian mahal sebagai imbalan langsung atas kerja keras. Orang-orang merasa pembelian barang mahal pantas dilakukan karena merasa telah banyak bekerja keras.

Sebaliknya, orang kaya akan terlebih dahulu membangun fondasi aset yang menghasilkan pendapatan, kemudian menggunakan arus kas mereka untuk mendanai pembelian barang mewah. Pendekatan ini memungkinkan mereka menikmati barang-barang bagus tanpa mengorbankan keamanan finansial mereka.

Melepaskan diri dari mentalitas yang mengutamakan kemewahan membutuhkan pengembangan kepuasan yang tertunda dan pemikiran jangka panjang. Alih-alih membeli liburan mahal atau mobil baru, orang kaya bertanya pada diri sendiri bagaimana membangun aset yang menghasilkan pendapatan pasif yang cukup untuk membeli barang mewah tanpa menyentuh modal mereka.

Seiring dengan pesatnya pembangunan di kota Batam, seperti pohon jambu yang terus berbuah di iklim tropis, permintaan akan renovasi rumah semakin tak terhindarkan. Entah untuk mempercantik tampilan, meningkatkan keamanan, atau sekadar melakukan perawatan berkala, layanan seperti pengelasan pagar, pengecatan, atau pembuatan tangga semakin hari semakin banyak dicari.

Ko Alo, pemilik Medio Tralis Bangunan (MTB-188), adalah salah satu contoh pengusaha yang tekun dalam bidang ini. Bersama timnya, ia telah berhasil membangun nama baik melalui berbagai proyek yang tersebar di seluruh wilayah Batam.

Peluang Bisnis Renovasi di Batam

Kota Batam, dengan masyarakat perkotaannya yang ramai dan heterogen, menjadi peluang besar bagi penyedia layanan renovasi bangunan. Hampir di setiap sudut permukiman, seperti Sukajadi, Pulo Mas, dan Bengkong Laut, selalu ada keperluan mendesak untuk membenahi pagar yang berkarat, mengecat kembali pintu besi, memperbarui konstruksi tangga, atau memperbaiki langit-langit rumah.

Renovasi rumah bukan sekadar tentang kemewahan, melainkan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keberlangsungan hunian itu sendiri, layaknya irama pernapasan yang perlu diatur agar rumah tetap lestari dan terasa hidup.

Layanan yang diberikan oleh Ko Alo bersifat fleksibel dan mudah menyesuaikan diri. Mereka bersedia menerima proyek secara keseluruhan maupun per bagian, tergantung pada kebutuhan dan perjanjian yang telah disepakati. Sebagai contoh, di daerah Sukajadi, tim MTB-188 pernah mengganti tiang pagar besi yang berkarat. Besi pengganti dipotong, dilas, diratakan permukaannya, dan dicat kembali.

Proses ini memerlukan ketelitian dan kesabaran ekstra. Di samping itu, mereka pun merancang pegangan tangga berukuran kecil dengan lebar 50 cm dan tinggi 3 meter. Walaupun tampak mudah, pekerjaan ini sebenarnya rumit dalam hal teknik pengerjaan dan adaptasi terhadap kondisi lapangan.

Dalam setiap proyek, biaya adalah faktor yang fleksibel dan bisa berubah. Menurut Ko Alo, ongkos borongan sangat dipengaruhi oleh kerumitan pekerjaan, bahan yang digunakan, dan tempat pelaksanaan. Tidak ada standar pasti, yang terpenting adalah percakapan terbuka antara klien dan kontraktor.

"Jika proposalnya logis dan ada kesepakatan, kita akan kerjakan. Namun, jika tenggat waktunya terlalu singkat dan pelanggan inginnya serba cepat, maka akan kami tolak. Prioritas kami adalah kualitas, bukan hanya sekadar menyelesaikan pekerjaan," jelasnya.

Tantangan di Lapangan

Walaupun peluang bisnis ini besar, bukan berarti perjalanannya akan selalu mudah. Salah satu kendala yang sering dihadapi adalah proses tawar-menawar harga. Banyak pelanggan yang awalnya meminta penawaran harga, tetapi kemudian merasa keberatan dan menganggap harga terlalu tinggi saat melihat rinciannya. Padahal, harga yang diberikan sudah memperhitungkan empat faktor penting, yaitu lokasi, bahan baku, biaya tenaga kerja, dan mutu hasil akhir.

Kendala lain meliputi masalah waktu, kondisi cuaca, dan harapan klien. Terkadang, untuk pekerjaan di area terbuka, hujan dapat menghambat proses pengecatan atau perbaikan lainnya. Ko Alo beserta timnya sempat menunda pekerjaan di kediaman seorang klien di Sukajadi sejak tanggal 2 Juli. Namun, penundaan tersebut bukan untuk berlibur, melainkan untuk mengerjakan proyek lain di area Pulo Mas hingga tanggal 13 Juli. Mereka baru dapat melanjutkan pekerjaan awal di Sukajadi pada tanggal 14 Juli pukul 09.30 pagi, yaitu mengubah pagar geser menjadi pagar lipat. Dalam situasi seperti ini, profesionalisme diuji, bagaimana mengatur jadwal kerja, mempertahankan kualitas, dan tetap menjaga kepercayaan pelanggan yang sedang menunggu.

Selain itu, proyek di Bengkong Laut juga tidak dapat diterima karena tenggat waktu pengerjaan yang sangat singkat. Menurut Ko Alo, pekerjaan yang dikejar-kejar waktu hanya akan berujung pada hasil yang tidak memuaskan. Dalam bisnis renovasi, waktu memegang peranan penting dalam menentukan kualitas akhir. Jika terlalu cepat, detail penting bisa terlewatkan, sementara jika terlalu lama, kepercayaan klien bisa hilang.

Komitmen pada Kualitas

MTB-188 melayani lebih dari sekadar pengelasan pagar dan tangga. Mereka pun ahli dalam pemasangan plafon, pengecatan rumah, pekerjaan keramik, serta perbaikan kecil lainnya. Didukung oleh tim yang berpengalaman dan terampil, mutu pekerjaan mereka terjamin memuaskan dan selaras dengan keinginan klien. Kerapian, ketahanan, dan keindahan menjadi ciri khas yang selalu diungkapkan oleh pelanggan yang merasa puas.

Di tengah suasana kerja yang menantang dan serba cepat di Batam, Ko Alo dan timnya menjadi representasi dari kegigihan yang menjaga bangunan-bangunan di kota ini dengan keahlian dan sentuhan halus. Mereka lebih dari sekadar pekerja bangunan, melainkan ahli logam dan cat yang mampu memperbarui tampilan rumah menjadi lebih menarik dan kokoh.

Di Sukajadi, lebih dari sekadar perubahan pagar dorong menjadi pagar lipat yang kita saksikan hari ini. Ini adalah perwujudan dari komitmen, kerja keras, dan keyakinan yang terjalin. Walaupun Ko Alo dan timnya mungkin bukan termasuk jajaran pengusaha ternama di kota industri ini, hasil karya mereka telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Batam.

Untuk mereka yang berkeinginan memperindah sekaligus memperkokoh huniannya, layanan MTB-188 patut menjadi salah satu opsi yang dipikirkan. Pemugaran bukan sekadar perihal tampilan, melainkan juga mengenai menjaga asa dan ketenangan, selangkah demi selangkah, melalui pengecatan rumah dan visualisasi yang kekinian.

**

Hingga saat artikel ini ditulis, Ko Alo dan rekan-rekannya masih dalam proses mengerjakan pembuatan pintu pagar besi, meliputi pemotongan besi, pengelasan, dan pemasangan roda.

10 Tanda Anda Berpotensi Menjadi Orang Kaya di Masa Depan

– Menjadi kaya bukan hanya soal keberuntungan atau warisan. Banyak miliarder dunia yang membangun kekayaannya dari nol memiliki pola pikir dan perilaku serupa yang membedakan mereka dari kebanyakan orang.

Kebiasaan dan karakter ini umumnya muncul sejak dini dan bisa menjadi indikator kuat akan keberhasilan finansial di masa depan.

Kabar baiknya, tanda-tanda ini bukan bawaan lahir. Semua bisa dipelajari dan dikembangkan seiring waktu.

Dilansir dari New Trader U, Sabtu (14/6/2025), berikut 10 tanda bahwa Anda berpotensi menjadi orang kaya di masa depan.

1. Sudah Menghasilkan Uang Sejak Usia Muda

Pengalaman menghasilkan uang sejak dini merupakan prediktor kuat dari kesuksesan finansial di masa depan.

Anak-anak yang pernah menjual barang secara online, membuka usaha kecil-kecilan seperti cuci motor atau jualan makanan ringan, cenderung lebih memahami nilai uang dan cara menciptakan nilai.

Contoh nyata adalah Warren Buffett yang membeli saham pertamanya di usia 11 tahun.

Pengalaman ini membentuk pola pikir bahwa uang diperoleh dari menciptakan nilai dan melayani kebutuhan orang lain.

2. Selalu Berusaha Lebih dan Siap Bertindak

Calon orang kaya tak hanya bermimpi, tetapi berani mengambil tindakan. Mereka punya kecenderungan “bias to action”, yaitu kecenderungan untuk bertindak cepat tanpa menunggu kondisi sempurna.

Mereka mengambil inisiatif, tidak takut tantangan, dan terus mendorong diri untuk keluar dari zona nyaman. Kebiasaan ini, jika dilakukan secara konsisten, akan mempercepat kemajuan karier dan penghasilan.

3. Melek Keuangan dan Tahu ke Mana Uang Mengalir

Kesadaran finansial adalah fondasi kekayaan. Orang yang berpotensi menjadi kaya tahu cara mengelola anggaran, menghindari utang konsumtif, dan menabung sebelum membelanjakan uang.

Mereka tahu membedakan antara aset (yang menghasilkan) dan liabilitas (yang menguras), serta berusaha menumbuhkan kekayaan bersih melalui investasi yang bijak.

4. Berani Ambil Risiko yang Terukur

Menjadi kaya tidak bisa dicapai hanya dengan bermain aman. Orang kaya tahu bagaimana menilai risiko dan imbal hasil secara cermat. Mereka mengambil risiko yang diperhitungkan, bukan sembarang berjudi.

Mereka juga paham pentingnya diversifikasi: tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang. Dengan strategi ini, mereka bisa bertumbuh tanpa terlalu terpapar pada potensi kerugian besar.

5. Fokus pada Tujuan Jangka Panjang

Kecenderungan menunda kepuasan (delayed gratification) berkaitan erat dengan kesuksesan finansial.

Orang yang siap menunda kesenangan saat ini demi masa depan yang lebih baik cenderung lebih sukses secara finansial.

Mereka lebih memilih menabung atau berinvestasi untuk masa depan dibanding konsumsi instan. Mereka memahami bahwa kekayaan dibangun melalui proses jangka panjang, bukan hasil yang instan.

6. Memiliki Beberapa Sumber Penghasilan

Orang yang akan kaya biasanya tidak mengandalkan satu sumber penghasilan saja. Mereka aktif berinvestasi dan mengembangkan pendapatan pasif seperti bisnis sampingan, properti, atau saham dividen.

Pendapatan yang terdiversifikasi membantu mereka bertahan di masa sulit dan mempercepat pertumbuhan kekayaan mereka.

7. Menjaga dan Membangun Jaringan yang Kuat

Dalam dunia profesional, jaringan (network) sering kali lebih berharga daripada kemampuan teknis. Calon orang kaya tahu pentingnya membangun hubungan yang saling menguntungkan.

Jaringan yang luas dapat membuka peluang bisnis, kolaborasi, bahkan investasi. Prinsip “your network is your net worth” (jaringan Anda adalah kekayaan Anda) sangat berlaku di sini.

8. Cepat Bangkit dari Kegagalan

Kegigihan atau resiliensi adalah kunci utama. Banyak pengusaha sukses mengalami kegagalan berkali-kali sebelum akhirnya berhasil. Perbedaannya, mereka tidak menyerah dan terus belajar dari kesalahan.

Mereka tidak mengidentifikasi diri dengan kegagalan. Bagi mereka, kegagalan adalah proses belajar, bukan akhir dari segalanya.

9. Berpola Pikir Tumbuh (Growth Mindset)

Orang dengan growth mindset percaya bahwa kemampuan bisa berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Mereka tidak takut tantangan dan justru melihatnya sebagai peluang untuk bertumbuh.

Sikap ini memungkinkan mereka beradaptasi dengan perubahan, mengasah keahlian baru, dan terus meningkatkan nilai diri di pasar kerja.

10. Terus Belajar Tentang Uang

Orang kaya tidak pernah berhenti belajar soal keuangan. Mereka membaca buku keuangan, mengikuti seminar, mendengarkan podcast, hingga mencari mentor.

Semakin dalam pengetahuan mereka tentang cara kerja uang, semakin baik keputusan finansial yang mereka ambil. Ini menjadi bekal penting untuk menghadapi perubahan ekonomi dan memanfaatkan peluang.

Sepuluh tanda di atas bukan sekadar ramalan masa depan, tapi indikator nyata dari perilaku dan pola pikir yang bisa dipelajari siapa saja. Jika Anda sudah melihat sebagian dari tanda ini dalam diri Anda, kemungkinan besar Anda sudah berada di jalur yang tepat.

Namun jika belum, bukan berarti terlambat. Pilih satu atau dua karakteristik untuk mulai dikembangkan, lalu bangun secara bertahap. Menjadi kaya bukan soal dari mana Anda memulai, tapi seberapa konsisten Anda melangkah.

Salah satu orang terkaya di dunia dan investor paling sukses, Waren Buffet terkenal bijaksana dan sederhana dalam mengelola keuangan. Menurut pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway ini, ada 10 kesalahan yang sering dilakukan seseorang dalam mengelola keuangan sehingga tak kunjung kaya. Apa saja kesalahan itu?

1. Tak Berinvetasi pada Diri Sendiri

Salah satu tips Buffett yang paling terkenal, yang dikenal sebagai rumus Buffett, adalah pergi tidur dengan pengetahuan lebih banyak setiap hari.

Buffett menyarankan untuk membaca. Ia menghabiskan sekitar 80% harinya untuk membaca, dan menyarankan siapa pun yang berharap meraih kesuksesan dengan membaca 500 halaman per hari.

Menurut dia, sudah saatnya seseorang mempertimbangkan strategi yang diambil jika sedang berinvestasi dalam hal lain selain diri sendiri.

"Investasi paling penting yang dapat Anda lakukan adalah pada diri Anda sendiri. Itulah cara pengetahuan berkembang. Seperti bunga majemuk," kata Buffett, menurut Inc.

2. Mengandalkan Kartu Kredit

Dalam menjalankan hidupnya, Buffet lebih senang menggunakan uang tunai daripada kartu kredit.

“Saya memiliki kartu American Express, yang saya dapatkan pada tahun 1964. Tapi saya membayar tunai 98% dari waktu," kata Buffett kepada Yahoo Finance.

3. Memilih Keuntungan Jangka Pendek

Meski sering berbicara mengenai berinvestasi dalam bisnis, Buffet tidak akan berinvestasi pada sesuatu hanya karena itu murah. Pasalnya, dengan mengutamakan kuantitas daripada kualitas, keuntungan jangka pendek mungkin tidak begitu berarti dalam jangka panjang.

“Jauh lebih baik membeli perusahaan yang luar biasa dengan harga yang wajar daripada membeli perusahaan yang biasa dengan harga yang luar biasa,” tulis Buffett dalam suratnya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada tahun 1989.

4. Pengeluaran Tidak Perlu

Berdasarkan AP Moneywise, Buffett tidak peduli untuk memiliki teknologi terbaru atau label desainer. Hal tersebut terlihat dari ponsel flip seharga US$ 20 yang digunakan sampai dengan 2020 sebelum menggantinya dengan iPhone.

“Jangan menabung apa yang tersisa setelah pengeluaran, tetapi belanjakan apa yang tersisa setelah menabung,” menurut Moneywise.

5. Membeli Mobil Baru

Buffet lebih memilih membeli mobil bekas dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan membeli mobil baru. Ini karena mobil merupakan aset yang mengalami penyusutan nilai setiap tahunnya.

Berdasarkan Kelley Blue Book, sebagian besar kendaraan baru mengalami penurunan nilai sebesar 20% pada tahun pertama. “Kenyataannya, saya hanya mengemudi sekitar 3.500 mil setahun, jadi saya sangat jarang membeli mobil baru,” katanya kepada Forbes.

6. Membeli Barang Tanpa Diskon

Warren Buffett selalu mencari penawaran yang bagus dalam membeli barang ataupun makanan untuk dirinya. Beberapa tahun yang lalu, Buffett pernah mentraktir Bill Gates makan di restoran capet saji dan menggunakan kupon untuk membayar makanannya.

“Ingat tawa yang kita alami ketika kita bepergian bersama ke Hong Kong dan memutuskan untuk makan siang di McDonald's? Kamu menawarkan untuk membayar, merogoh saku, dan mengeluarkan... kupon!” tulis Gates dalam surat tahunan 2017 bersama mantan istrinya, Melinda.

“Melinda baru saja menemukan foto saya dan ‘pengeluar besar.’ Itu mengingatkan kami betapa kamu menghargai penawaran yang bagus,” tulis Gates.

7. Sering Makan Malam di Luar

Buffett memiliki pola makan yang sangat sederhana dan tidak suka keluar banyak. Hal tersebut terungkap dalam biografi Buffett, "The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life".

“Saya suka makan hal yang sama berulang-ulang. Saya bisa makan sandwich ham setiap hari selama lima puluh hari berturut-turut untuk sarapan,” seperti yang dilaporkan Mashed.

8. Membuang Peluang

Pada awal karirnya, Buffett mencari pekerjaan sampingan dan menghasilkan uang dengan mengantarkan surat kabar, menjual bola golf bekas, dan memoles mobil. Seperti yang dilaporkan oleh GOBankingRates, Buffet juga mencari peluang baru, dan ketika tidak bisa menemukannya, ia akan menciptakannya sendiri.

9. Judi

Pada rapat pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2007, Buffett mengatakan judi merupakan sesuatu yang memalukan secara sosial.

“Saya bukan orang yang sok moral, tetapi sampai batas tertentu, perjudian adalah pajak atas ketidaktahuan,” katanya, pada The Motley Fool.

Ia menilai bahwa seharusnya pemerintah memberikan jaminan sosial kepada penjudi.Untuk itu, ia menyarankan agar orang yang sudah memiliki uang ekstra tidak mensia-siakanya dengan berjudi.

10. Hidup Diluar Kemampuan

Ketika berbelanja dan melihat sesuatu yang disuka, seharusnya tanyakan kembali ke diri sendiri apakan benar membutuhkanya atau hanya menginginkannya.

Selama pertemuan pada tahun 2009 di Universitas Emory, Buffett mengatakan seseorang tidak bisa membeli kesehatan atau cinta dan memperingatkan untuk tidak membingungkan biaya hidup dengan standar hidup.

Diberdayakan oleh Blogger.