Halloween party ideas 2015

Jadwal DA 7 Top 6: Mila Bogor vs. Valen di Babak Show Malam Kedua

Ajang pencarian bakat dangdut D Academy 7 terus memanas dengan persaingan ketat di babak Top 6. Setelah penampilan memukau di malam pertama, kini giliran peserta lainnya untuk unjuk gigi di babak show malam kedua. Salah satu kontestan yang patut diperhitungkan adalah Mila, perwakilan dari Bogor, Jawa Barat. Ia akan berjuang keras untuk memikat hati juri dan penonton, bersaing dengan Valen dari Pamekasan dan Mutia dari Bone Bolango.

Tantangan Baru di Babak Top 6

Babak Top 6 ini menghadirkan format yang lebih menantang bagi para peserta. Setiap kontestan tidak hanya tampil sekali, tetapi dua kali. Penampilan pertama mengharuskan mereka membawakan lagu hits yang dipopulerkan oleh band ternama di Indonesia, namun dengan sentuhan dangdut yang khas. Ini menjadi ajang pembuktian kreativitas mereka dalam mengolah musik populer menjadi alunan dangdut yang segar.

Selanjutnya, pada penampilan kedua, para peserta dituntut untuk menyanyikan lagu dangdut klasik. Namun, bukan sekadar membawakan ulang, mereka harus menyajikannya dengan improvisasi dan aransemen baru yang memukau. Tantangan ganda ini menguji kemampuan musikalitas, vokal, dan daya adaptasi setiap kontestan dalam menginterpretasikan berbagai genre musik.

Jadwal Tayang dan Cara Menyaksikan

Bagi para penggemar setia D Academy 7, jangan lewatkan keseruan babak show Top 6 malam kedua yang akan digelar pada Selasa, 25 November 2025. Ajang pencarian bakat ini tayang setiap hari mulai pukul 19.00 WIB di Indosiar. Anda dapat menyaksikan penampilan para bintang dangdut masa depan secara langsung melalui siaran televisi atau melalui layanan live streaming.

Untuk memudahkan akses, berikut adalah tautan untuk menyaksikan D Academy 7 secara live streaming:

  • [LINK 1]
  • [LINK 2]

Perlu diingat, jadwal tayang D Academy 7 sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kebijakan Indosiar.

Mekanisme Penilaian dan Sistem Voting

Di babak Top 6 ini, para peserta masih didampingi oleh tiga D Coach yang berpengalaman: Melly Lee, Fildan Rahayu, dan Selfi Yamma. Keberadaan mereka diharapkan dapat memberikan arahan dan masukan berharga bagi para kontestan.

Berbeda dengan babak-babak sebelumnya, di Top 6 ini penampilan peserta tidak lagi dibagi berdasarkan grup, melainkan berdasarkan jadwal tampil dalam kelompok. Keenam peserta dibagi ke dalam dua kelompok yang akan tampil di setiap babak show dan babak result.

Hasil akhir kompetisi akan ditentukan melalui akumulasi poin dari kedua penampilan, baik di babak show maupun babak result. Peserta dengan perolehan poin terendah akan tersenggol atau tereliminasi.

Sistem penilaian kali ini menggunakan kombinasi virtual gift yang didapatkan melalui aplikasi Vidio dan penilaian dari para juri. Perolehan virtual gift menjadi faktor penentu hasil kompetisi, sebuah perbedaan signifikan dari babak-babak sebelumnya di mana virtual gift tidak secara langsung memengaruhi hasil akhir. Dukungan dari penggemar melalui virtual gift kini menjadi sangat krusial bagi kelangsungan para peserta di kompetisi ini.

Kilas Balik Penampilan Malam Pertama

Babak show Top 6 malam pertama telah menyajikan penampilan yang tak kalah seru. Tiga peserta, yaitu Tasya, April, dan Arbil, telah menampilkan kemampuan terbaik mereka.

  • Tasya (Tangerang Selatan) Membuka penampilan malam pertama, Tasya membawakan lagu "Cinta Gila" dari Ungu. Penampilannya berhasil memukau para juri, bahkan ia sukses meraih 3 standing ovation. Pada penampilan keduanya, Tasya membawakan lagu dangdut klasik berjudul "Tabah" dari Dayu AG, dan kembali mendapatkan 3 standing ovation.

  • April (Cirebon) Peserta asal Cirebon ini memilih lagu "Jangan Pernah Berubah" dari ST12 sebagai lagu hits pertamanya. Penampilannya tidak kalah memukau dari Tasya, dan ia juga berhasil mendapatkan 3 standing ovation. Untuk lagu dangdut klasik, April membawakan "Hitam Bukan Putih" dari Mega Mustika, dan kembali meraih 3 standing ovation dari juri.

  • Arbil (Asahan) Arbil tampil membawakan lagu hits "C.I.N.T.A" dari D’Bagindas. Ia pun berhasil mendapatkan apresiasi penuh dari juri dengan 3 standing ovation. Pada penampilan keduanya, Arbil menyanyikan lagu dangdut klasik "Qais dan Laila" dari Jhonny Iskandar, dan tak ketinggalan, ia pun kembali meraih 3 standing ovation.

Meskipun hasil eliminasi baru akan diumumkan setelah semua peserta tampil di babak result, perolehan sementara virtual gift di babak show malam pertama telah memberikan gambaran awal dukungan penggemar.

Berikut adalah urutan perolehan sementara virtual gift peserta D Academy 7 di babak show Top 6 malam pertama:

  1. Arbil (Asahan)
  2. April (Cirebon)
  3. Tasya (Tangerang Selatan)
  4. Valen (Pamekasan)
  5. Mila (Bogor)
  6. Mutia (Bone Bolango)

Persaingan di D Academy 7 semakin memanas, dan setiap penampilan menjadi sangat krusial. Dukungan dari penggemar melalui virtual gift akan menjadi penentu nasib para kontestan di panggung megah ini. Siapakah yang akan berhasil melaju dan siapa yang harus mengubur mimpinya? Saksikan terus D Academy 7 hanya di Indosiar.

7 Drama Youku 2025: Romansa Terpopuler

Deretan Drama China Youku 2025 yang Memikat Hati Penonton

Tahun 2025 menjadi saksi bisu kembalinya platform streaming Youku dengan deretan drama China yang siap menggemparkan layar kaca dan memanjakan para penggemar serial Asia. Meskipun berbagai genre ditawarkan, tak dapat dipungkiri bahwa romansa tetap menjadi primadona yang paling banyak dicari. Dengan visual yang memukau, alur cerita yang kuat, serta chemistry antar pemain yang solid, tujuh drama berikut berhasil mencuri perhatian dan menjadi tontonan paling populer. Drama-drama ini tidak hanya menyajikan kisah cinta yang manis, tetapi juga memadukan unsur fantasi, intrik politik, nuansa sejarah, hingga ketegangan dunia seni peran yang memukau. Kombinasi cerita yang beragam ini menjadikan drama-drama Youku di tahun 2025 sebagai salah satu yang paling ramai diperbincangkan.

Berikut adalah tujuh drama China Youku terpopuler di tahun 2025 yang wajib masuk dalam daftar tontonan Anda, terutama bagi para pecinta genre romantis:

1. The Legend of Zang Hai

Drama epik ini mengisahkan perjalanan Zhinu, putra seorang astronom kerajaan dari Dinasti Da Yong. Kehidupan Zhinu berubah drastis ketika keluarganya dibantai dalam semalam. Alih-alih terburu-buru membalas dendam, ia memilih untuk menekan bakat dan ambisinya. Selama sepuluh tahun, ia mendedikasikan diri untuk mempelajari strategi perang, arsitektur, hingga ilmu tipu daya. Dengan identitas baru sebagai Zang Hai, ia kembali ke ibu kota untuk menyusup ke dalam lingkaran musuh keluarganya dan mendapatkan kepercayaan mereka, termasuk Marquis Ping Jin. Di balik kecerdasan dan kesabarannya yang luar biasa, Zang Hai merancang sebuah rencana balas dendam yang terukur dan matang.

Perjalanan Zang Hai tidaklah mulus. Ia harus menghadapi berbagai intrik politik yang rumit, termasuk ambisi tokoh seperti Shi Huaishan yang berambisi memicu perang besar. Berkat bantuan dari rekan-rekan seperjuangannya, Zang Hai berupaya sekuat tenaga untuk menjaga kerajaan dari kehancuran sembari menuntaskan misi balas dendam pribadinya. Drama ini secara mendalam mengeksplorasi tema dendam, pencarian keadilan, dan intrik politik yang disajikan dalam latar dunia fantasi sejarah yang kaya.

2. The First Frost

The First Frost adalah drama romantis yang dibintangi oleh Bai Jingting dan Zhang Ruonan. Ceritanya berpusat pada Wen Yifan dan Sang Yan, dua teman SMA yang pernah saling menyimpan perasaan namun harus berpisah akibat kesalahpahaman. Enam tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali secara tak terduga di sebuah bar. Keduanya memutuskan untuk berpura-pura tidak saling mengenal, namun semesta tampaknya memiliki rencana lain. Mereka kembali dipertemukan ketika takdir memaksa keduanya untuk tinggal dalam satu apartemen.

Kompleksitas hubungan mereka semakin bertambah ketika Wen Yifan mengalami kondisi sleepwalking akibat trauma masa lalu yang mendalam. Drama ini dengan apik mengeksplorasi proses penyembuhan luka emosional, bagaimana masa lalu dapat kembali terjalin, dan perjalanan cinta yang tumbuh kembali di tengah suasana penuh nostalgia.

3. The Immortal Ascension

Drama fantasi sejarah The Immortal Ascension menceritakan kisah Han Li, seorang pemuda miskin dari desa terpencil. Kehidupannya berubah ketika ia bergabung dengan sekte kultivasi Qixuanmen setelah bakat spiritualnya dikenali oleh sang paman. Meskipun awalnya ia tergolong lemah, Han Li perlahan berkembang melalui latihan keras dan tekad yang kuat. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Nangong Wan, sesama kultivator yang kemudian menjadi teman dekat sekaligus pendukung utamanya dalam perjalanan spiritualnya. Seiring meningkatnya kekuatannya, Han Li harus menghadapi berbagai ancaman, mulai dari iblis yang mengerikan, makhluk kuno yang misterius, hingga pengkhianat yang bersembunyi di dalam sekte itu sendiri.

Inti cerita ini terletak pada konflik antara ambisi Han Li untuk mencapai keabadian dan tanggung jawabnya untuk melindungi kerajaan dari berbagai ancaman. Drama ini menawarkan petualangan epik yang memukau, dunia magis yang penuh keajaiban, serta pertarungan berskala besar yang sangat menegangkan.

4. Love in the Clouds

Love in the Clouds menyajikan kisah fantasi romantis yang berfokus pada Ming Yi, seorang prajurit wanita tangguh yang diracun saat sedang mengikuti sebuah kompetisi. Untuk menemukan penawar racun dan mengungkap siapa dalang di balik percobaan pembunuhan tersebut, Ming Yi memutuskan untuk menyamar sebagai seorang penari. Dalam penyamarannya, ia mendekati Ji Bozai, seorang prajurit dari Jixing Abyss yang memiliki masa lalu kelam. Keduanya saling menyembunyikan identitas asli mereka, sehingga hubungan mereka dipenuhi dengan ketegangan antara kepercayaan dan potensi pengkhianatan.

Di dunia magis Six Realms Hexu, romansa mereka berkembang pesat di tengah konflik yang tak kunjung usai, rahasia-rahasia yang tersembunyi, dan kekuatan-kekuatan tersembunyi yang mulai bangkit. Visual yang menawan dan musik yang indah menjadi daya tarik utama dari drama yang terdiri dari 36 episode ini.

5. Blood River

Drama Blood River mengambil latar di sebuah organisasi pembunuh rahasia bernama Blood River, yang didirikan oleh tiga keluarga kuat: Su, Xie, dan Mu. Ketika pemimpin mereka diracun secara misterius, konflik internal pun tak terhindarkan dan memecah belah organisasi. Su Muyu, yang merupakan pengawal pribadi sang patriark, berjuang keras untuk menemukan tabib legendaris yang dapat menyelamatkan pemimpinnya. Di saat yang sama, ia harus menghadapi berbagai serangan dari faksi-faksi yang berambisi merebut kekuasaan. Ketegangan semakin memuncak ketika Su Muyu harus berhadapan dengan Su Changhe, yang merupakan sahabat karibnya sekaligus musuh dalam memandang masa depan Blood River.

Drama ini menawarkan adegan aksi bela diri yang intens, intrik politik yang mencekam, dan konflik emosional yang sangat mendalam. Perpaduan antara elemen-elemen gelap dan dinamika antar karakter yang kompleks menjadikan Blood River sebagai tontonan yang sangat memikat.

6. When Destiny Brings the Demon

Drama xianxia romantis ini mengikuti kisah Sima Jiao, penguasa Gengchen Immortal Mansion yang telah disegel selama 500 tahun. Dunia modern mulai bersinggungan dengan dunia abadi ketika Liao Ting Yan, seorang pekerja kantoran biasa, tanpa sengaja memasuki dunia tersebut dan menjadi murid dari Sima Jiao. Liao Ting Yan berusaha sekuat tenaga untuk mencairkan sikap dingin Sima Jiao dan membawanya kembali menjadi sosok yang lebih manusiawi. Dalam perjalanan mereka melintasi tiga dunia—istana peri, dunia iblis, dan dunia manusia—hubungan mereka perlahan bertransformasi menjadi cinta yang rumit dan penuh tantangan.

Drama ini menonjolkan chemistry yang kuat antara para pemeran utama, visual CGI yang indah memanjakan mata, serta perjalanan emosional yang sangat menyentuh hati. Dengan total 40 episode, kisah ini menjadi salah satu tayangan fantasi romantis terpopuler yang ditawarkan oleh Youku.

7. Ski into Love

Ski into Love adalah drama romantis dengan tema olahraga yang menceritakan kisah Wei Zhi, seorang komikus berbakat yang kariernya hancur lebur akibat sebuah skandal. Ia tidak hanya kehilangan hak atas karya-karyanya, tetapi juga nama penanya yang telah ia bangun dengan susah payah. Mencari titik balik dalam hidupnya, Wei Zhi menemukan inspirasi baru dari olahraga snowboarding dan memutuskan untuk pergi ke Beishan Ski Resort. Di sanalah ia bertemu dengan Shan Chong, seorang pelatih snowboarding yang ternyata adalah mantan atlet profesional.

Keduanya ternyata memiliki luka batin dan masa lalu yang berat yang sama. Hubungan mereka perlahan mulai tumbuh seiring dengan usaha mereka untuk bangkit dari keterpurukan dan meraih kembali mimpi-mimpi mereka. Berlatar di pegunungan bersalju yang indah dan memukau, drama ini menyajikan tema cinta yang tulus, proses penyembuhan diri, dan kesempatan kedua yang tak terduga.

Drama-drama China dari Youku di tahun 2025 ini tidak hanya memanjakan para penggemar genre romantis, tetapi juga menyuguhkan kedalaman emosi, aksi epik yang mendebarkan, dan dunia fantasi yang kaya akan imajinasi. Ketujuh judul yang disebutkan di atas merupakan rekomendasi terbaik bagi para pecinta drama Asia yang ingin menikmati cerita dengan visual yang memukau dan jalan cerita yang penuh kejutan.

Menunggu sering kali terasa seperti perjalanan panjang tanpa peta. Waktu melambat, detak jam terdengar lebih keras daripada biasanya, dan seseorang bisa merasa sendirian meski berada di tengah keramaian. Dalam setiap detik menunggu, kita sering kali mencari-cari cara untuk membuat waktu berjalan lebih cepat. Beberapa orang memilih menatap layar gawai, mengusir jenuh dengan guliran tanpa akhir. Sebagian membuka buku yang entah sudah berapa lama tidak tersentuh. Ada pula yang memilih berbicara tanpa arah, sekadar agar suasana tidak terlalu sunyi. Namun, bagi sebagian lainnya, menunggu justru mengantarkan mereka pada ruang kontemplasi: ruang untuk diam, merenung, dan sesekali, tanpa disadari, mengenang wajah seseorang entah ayah, entah anak yang pernah, atau masih, mereka tunggu.

Menanti di Sisi Lapangan Latihan

Saya pun menjalani masa-masa menunggu itu saat mengantar anak saya berlatih taekwondo setiap malam. Latihan dimulai pukul tujuh dan berakhir sekitar pukul setengah sepuluh, kadang-kadang bahkan lebih larut. Dua hingga tiga jam bukanlah waktu yang pendek untuk sekadar duduk di bangku depan dojang, di bawah lampu kuning yang temaram dan kadang berkedip pelan, seolah ikut menahan letih bersama para orang tua yang menunggu. Bila seseorang hanya melihat dari kejauhan, mungkin yang terlihat hanyalah ayah-ayah biasa yang mengantar anaknya. Tetapi bila diperhatikan lebih dekat, di sanalah terhampar kisah cinta paling sunyi yang pernah ada.

Pada awal-awal saya mengantar anak latihan, saya masih membawa buku. Walau lampu terlalu redup untuk membaca dengan nyaman, saya tetap menaruh satu buku di tas, seolah ingin memberi harapan pada diri sendiri bahwa waktu menunggu ini akan berlangsung produktif. Tetapi kenyataannya berbeda. Cahaya yang remang membuat saya hanya membuka halaman pertama, lalu menutupnya kembali. Saya tergoda untuk bertanya kepada para sabeum tentang teknik, tahapan sabuk, disiplin latihan, dan banyak hal lainnya, namun saya tidak sampai hati mengganggu mereka. Selain karena rasa sungkan, saya juga merasa bahwa waktu latihan anak-anak ini terlalu berharga untuk disela hanya demi memuaskan rasa ingin tahu seorang ayah baru seperti saya.

Hari-hari berlalu. Minggu menjadi bulan. Dan lambat laun, rasa bosan mulai tumbuh seperti rumput liar. Ketidaktahuan saya tentang taekwondo membuat rasa ingin tahu justru berubah menjadi rasa terasing. Saya ingin memahami dunia anak saya, tetapi saya tidak memiliki siapa pun untuk bertanya. Setiap kali saya membuka chat grup WhatsApp dojang, saya membaca tanpa sungguh-sungguh paham. Ada istilah yang asing, instruksi yang samar, dan penjadwalan yang kadang membuat saya bertanya dalam hati apakah semua orang selain saya sudah begitu berpengalaman.

Pertemuan yang Membuka Pintu

Sampai suatu hari, semesta seakan menghadirkan seseorang untuk menemani waktu menunggu saya. Seorang bapak, seorang ASN dari sebuah SMA negeri di Kota Tangerang, duduk di samping saya. Percakapan itu dimulai dengan sapaan sederhana, mungkin hanya komentar ringan tentang cuaca atau panjangnya antrean latihan malam itu. Tetapi siapa sangka bahwa percakapan kecil itulah yang membuka pintu pertemanan baru bagi saya. Kami berbicara tentang pekerjaan, tentang anak-anak, tentang pendidikan, bahkan tentang kegelisahan sederhana yang sering muncul di antara para ayah yang jarang punya waktu untuk bertegur sapa dengan sesamanya. Namun seperti halnya obrolan pada umumnya, lama-kelamaan kami kehabisan topik. Lalu kami kembali terdiam, menatap anak-anak kami yang berlatih di kejauhan.

Dari perkenalan itu, saya kemudian dikenalkan dengan Pak Ali, seorang pengusaha warung yang sering kali hanya mengantar anaknya lalu kembali bekerja. Kadang ia ikut menunggu, kadang ia harus pulang lebih dulu. Ada malam-malam ketika bangku di samping saya kosong, dan saya kembali sendiri, mencoba mencari sudut yang lampunya lebih terang agar buku saya bisa dibaca meski hanya beberapa paragraf.

Namun, malam itu, segalanya berubah. Untuk pertama kalinya, saya bertemu Pak Sudiyono. Sosoknya sederhana, wajahnya ramah, dan dari caranya berbicara, saya bisa merasakan ketulusan yang alami. Kami berdiri bersebelahan, memperhatikan anak-anak berlatih, dan entah bagaimana, percakapan itu mengalir dengan begitu mudah. Saya bertanya banyak hal, dan ia menjelaskan semampunya. Hingga ketika ia tidak bisa menjawab, ia berkata dengan senyum kecil, "Nanti bapak ikut saja Komunitas Kopi Hitam." Saya mengernyit pelan. Komunitas apa itu? Apakah itu semacam perkumpulan ayah-ayah penunggu? Atau hanya sebutan untuk mereka yang nongkrong di warung kopi? Saya tidak tahu. Namun kalimat itu menancap, seperti undangan menuju sesuatu yang lebih besar.

Komunitas Kopi Hitam: Lebih dari Sekadar Menunggu

Waktu berjalan. Sebelum saya benar-benar bertemu dengan komunitas yang dimaksudkan Pak Sudiyono, anak saya lebih dulu mengikuti kejuaraan di Indomilk Arena. Itu merupakan kejuaraan kedua kami. Suasana ramai, sorak-sorai terdengar di setiap sudut, dan di antara kerumunan itu, saya melihat beberapa ayah mengenakan kaos bertuliskan Kopi Hitam. Entah mengapa, dada saya tiba-tiba hangat. Ada rasa ingin mendekat, ingin bertanya, ingin memperkenalkan diri. Namun keraguan menahan langkah saya.

Justru salah satu dari mereka yang datang menyapa saya terlebih dahulu. Pak Eko, dengan wajah ramah dan tatapan sabar, bertanya apakah saya sudah menyiapkan sabuk dan gamsil untuk anak saya. Seketika saya merasa seperti seorang anak yang tidak membawa tugas sekolahnya. Saya tidak tahu apa pun. Saya tidak tahu perlengkapan apa yang harus disiapkan, tidak tahu teknis pertandingan, tidak tahu prosedur apa pun. Namun yang membuat saat itu begitu berarti bukanlah informasi yang saya dapat, melainkan penerimaan. Pak Eko menenangkan saya, memberi arahan, menjelaskan dengan sabar, dan mengajak saya untuk tidak ragu bertanya kepada para orang tua lain.

Selepas kejuaraan itu, ketika rutinitas latihan kembali dimulai, saya merasakan sesuatu yang berbeda. Ada rasa hangat yang tumbuh, seperti ada keluarga baru yang menjalani perjalanan yang sama dengan saya. Pada suatu malam, Pak Eko mengajak saya bergabung ke dalam Komunitas Kopi Hitam. Di sanalah saya dipertemukan dengan sosok yang kelak menjadi figur penting dalam perjalanan saya menunggu: Pak Hendry.

Pak Hendry adalah ketua Komunitas Kopi Hitam. Perawakannya tegas, namun tutur katanya hangat. Wibawanya terasa, namun hatinya lembut. Walaupun beliau seorang birokrat dengan jabatan strategis di kementerian, beliau tidak pernah membawa kesombongan sedikit pun. Justru sebaliknya, beliau membawa tawa. Setiap malam, beliau memulai obrolan dengan candaan, lalu menutupnya dengan nasihat yang lembut namun menancap dalam. Saya bisa merasakan bahwa komunitas ini tidak terbentuk begitu saja. Ia tumbuh dari hati yang bersentuhan melalui waktu menunggu yang panjang.

Komunitas Kopi Hitam berawal dari empat orang ayah: Pak Hendry, Pak Lindu, Pak Imam, dan ayah dari Bian. Mereka duduk, menunggu, bercerita, dan dari situlah ikatan terbentuk. Dari empat orang itu, komunitas ini berkembang menjadi keluarga besar yang hangat, penuh tawa, penuh cerita, namun juga penuh kepedulian. Setiap orang datang dari profesi berbeda, namun semua menyatukan hati pada satu titik yang sama: cinta pada anak-anak mereka.

Di antara mereka, saya menemukan sosok-sosok hebat. Ada yang ahli olahraga, ahli elektronika, ahli transportasi, ahli investasi, ahli keamanan, ahli arsitektur, pedagang yang menjunjung keberkahan, birokrat, pensiunan, hingga orang tua biasa yang hanya ingin anaknya bertumbuh dalam disiplin. Tetapi di balik semua itu, yang paling terasa adalah kehangatan mereka. Setiap malam, tiga hingga empat jam terasa seperti percakapan lima belas menit. Waktu seperti mengecil ketika diisi dengan tawa, diskusi, cerita hidup, dan nasihat yang keluar dari hati.

Cinta yang Ditemukan dalam Penantian

Pada saat-saat seperti itulah saya sadar, bahwa menunggu bukan sekadar tentang waktu yang berlalu. Ia tentang hati yang bertemu. Tentang cinta yang tumbuh dalam diam. Tentang ayah-ayah yang sibuk menahan kantuk, duduk di bangku keras, rela tidak pulang, hanya untuk menyaksikan anaknya mengejar mimpi. Ada sesuatu yang begitu mulia dari cara seorang ayah mencintai anaknya: diam, namun nyata; sederhana, namun dalam; tidak bersuara, namun terasa sampai ke tulang.

Pak Hendry sering mengulang sebuah kalimat yang kini saya pahami dengan sungguh-sungguh: "Hidup itu ibarat kopi hitam, kalau tidak dinikmati, maka yang terasa hanya pahitnya saja." Dan setiap kali saya mendengar kalimat itu, saya teringat malam-malam ketika saya duduk di bawah lampu temaram, memandangi anak saya yang sedang berlatih, sambil sesekali menatap ayah-ayah lain yang membawa perjuangan yang sama. Di sana, di tengah dingin malam dan suara hentakan kaki dari dalam dojang, saya melihat cinta paling sunyi yang pernah ada. Cinta seorang ayah, yang tidak meminta apa-apa, selain melihat anaknya tumbuh menjadi manusia yang lebih baik.

Dan pada akhirnya, saya mengerti bahwa menunggu bukanlah beban. Menunggu adalah bentuk cinta yang jarang diberi kata-kata. Menunggu adalah doa yang tidak diucapkan, tetapi dilakukan. Menunggu adalah waktu yang dipersembahkan dari hati, demi seseorang yang kita cintai lebih dari hidup kita sendiri.

DPRD OK KUA-PPAS APBD Deli Serdang 2026

DPRD Deli Serdang Sepakati KUA-PPAS APBD 2026, Fokus Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

Lubuk Pakam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deli Serdang secara resmi menyetujui Rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026. Persetujuan ini merupakan tonggak penting dalam perencanaan keuangan daerah yang ditandai dengan penandatanganan bersama antara Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, dan Wakil Ketua DPRD, Agustiawan Saragih, dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Senin, 24 November 2025.

Bupati Deli Serdang menekankan bahwa penandatanganan nota kesepakatan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan cerminan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dan DPRD dalam mengemban amanat masyarakat. KUA-PPAS yang telah disepakati ini akan menjadi landasan fundamental dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2026, sejalan dengan regulasi yang berlaku.

Fondasi Perencanaan APBD 2026

Penyusunan KUA-PPAS 2026 merujuk pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Deli Serdang periode 2025–2029. Dokumen KUA sendiri memuat asumsi dasar, proyeksi pendapatan, alokasi belanja, serta pembiayaan daerah. Sementara itu, PPAS menguraikan arah kebijakan prioritas dan plafon anggaran sementara yang akan menjadi acuan pelaksanaan program dan kegiatan.

Untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Deli Serdang menetapkan tema pembangunan yang ambisius: "Penguatan dan Akselerasi Integrasi Pembangunan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan". Tema ini diwujudkan melalui empat pilar prioritas pembangunan yang telah disepakati bersama:

  • Peningkatan Reformasi Birokrasi: Fokus pada pelayanan publik yang sehat, cepat, transparan, dan berkualitas.
  • Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM): Memastikan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berbudaya.
  • Pembangunan Ekonomi: Mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat, berkualitas, dan inklusif.
  • Pembangunan Lingkungan: Menciptakan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Proyeksi Anggaran dan Alokasi Dana 2026

Bupati memaparkan rincian proyeksi anggaran untuk tahun 2026. Pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp4.105.981.486.912, yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1.437.501.758.658 dan pendapatan transfer sebesar Rp2.668.479.728.254.

Sementara itu, alokasi belanja daerah direncanakan sebesar Rp4.218.346.486.912. Alokasi ini mencakup belanja operasional, belanja modal, belanja tak terduga, belanja transfer, serta pembiayaan daerah. Untuk menutup defisit belanja, akan dimanfaatkan penerimaan pembiayaan sebesar Rp130.365.000.000, dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp18.000.000.000, sehingga menghasilkan pembiayaan netto sebesar Rp112.365.000.000. Dengan demikian, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun berjalan ditargetkan nol.

Capai-an Program Prioritas Selama Sembilan Bulan Kepemimpinan

Bupati juga merangkum berbagai capaian signifikan yang telah diraih selama sembilan bulan masa kepemimpinannya, yang mencerminkan implementasi misi pembangunan daerah:

  • Misi Sehat Pelayanan Publik:
    • Sebanyak 835.424 warga telah menerima pemeriksaan kesehatan gratis melalui program Bupati Bekerja Bertemu Rakyat (Berjemur).
    • Sekitar 15.876 dokumen kartu tanda penduduk (KTP) elektronik telah diterbitkan melalui program Cepat, Transparan, Mudah (CTM).
    • 650 pengaduan masyarakat berhasil diselesaikan melalui Call Center 112.

  • Misi Sehat Masyarakat:

    • Cakupan jaminan kesehatan gratis bagi warga miskin telah mencapai 96,44 persen.
    • 408 warga mendapatkan layanan kesehatan unregistered melalui Program Pelayanan Kesehatan Pasien Unregister dan Lain-Lain (Pas Pula).
    • 1.000 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari keluarga tidak mampu menerima beasiswa Pendidikan Murah dan Berkualitas (Pemula).
  • Misi Sehat Ekonomi:

    • Produksi padi mencapai 348.482 ton.
    • Produksi cabai merah tercatat sebanyak 4.717 ton.
    • Produksi ikan budidaya dan tangkap mencapai 69.513 ton.
    • Penanganan irigasi sepanjang 3.766 meter telah dilaksanakan.
    • Pembangunan infrastruktur dasar terus digalakkan.

  • Misi Sehat Lingkungan:
    • 265 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah direhabilitasi.
    • Penanganan ruas jalan utama sepanjang 21,32 kilometer telah dilakukan.
    • Empat unit Bank Sampah baru telah terbentuk.

Target Penting Tahun 2026

Untuk tahun 2026, Pemkab Deli Serdang menargetkan sejumlah pencapaian penting yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan daerah secara keseluruhan:

  • Indeks Reformasi Birokrasi: 78,40 poin
  • Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 79,30–79,80
  • Penurunan stunting: menjadi 17 persen
  • Pertumbuhan ekonomi: 5,48–5,88 persen
  • Penurunan kemiskinan: 3,40–3,20 persen
  • Inflasi: 2,5 ± 1 persen
  • Indeks Rasa Aman: 83,78 poin
  • Indeks Kualitas Lingkungan Hidup: 72,67 poin

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan APBD 2026 sebagai instrumen utama dalam memperkuat dan melanjutkan pembangunan, demi mewujudkan Kabupaten Deli Serdang yang Sehat, Cerdas, Sejahtera, Religius, dan Berkelanjutan.

Landasan Regulasi dan Visi Pembangunan

Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Deli Serdang, Dr Misnan Al Jawi SH MH, menjelaskan bahwa penyusunan KUA–PPAS 2026 berlandaskan pada regulasi nasional, termasuk Undang-Undang (UU) No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah (PP) No.12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2026.

Banggar menegaskan bahwa APBD 2026 disusun dengan mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 yang bertema "Penguatan dan Akselerasi Integrasi Pembangunan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan". Selain itu, visi pembangunan Provinsi Sumatera Utara, yaitu "Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumut Unggul, Maju, dan Berkelanjutan", serta visi Deli Serdang 2025–2030, "Sehat, Cerdas, Sejahtera, Religius, dan Berkelanjutan", juga menjadi pijakan penting.

Dr Misnan Al Jawi SH MH menambahkan bahwa indikator makro menunjukkan tren yang positif, meskipun data inflasi tidak disertakan secara rinci seperti tahun sebelumnya. Beliau juga menekankan pentingnya penyajian narasi program dan kegiatan secara transparan, termasuk detail lokasi, target pelaksanaan, dan kelompok penerima manfaat.

Setelah Rapat Paripurna Persetujuan Rancangan KUA-PPAS APBD 2026, dilanjutkan dengan agenda pembahasan Laporan Reses Tahap III Tahun Anggaran 2025, serta Penyampaian Nota Pengantar/Penjelasan Bupati Deli Serdang terhadap Ranperda APBD Kabupaten Deli Serdang Tahun Anggaran 2026.

KH Miftachul Akhyar: Sosok Rais Aam PBNU yang Mendapat Perhatian Publik

Sosok KH Miftachul Akhyar kini tengah menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia. Beliau memegang jabatan sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sebuah posisi yang sangat krusial dalam struktur kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Jabatan Rais Aam PBNU sejatinya merupakan posisi tertinggi dalam jajaran syuriyah NU, yang juga dikenal sebagai Ketua Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Peran Rais Aam sangatlah fundamental. Beliau berfungsi sebagai pemimpin spiritual tertinggi yang memiliki kewenangan untuk membuat keputusan kolektif yang mengikat seluruh anggota organisasi. Tugas utamanya mencakup pengarahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan keputusan muktamar serta kebijakan umum PBNU. Selain itu, Rais Aam juga memimpin dan mengawasi tugas-tugas pengurus besar syuriyah, serta bersama Ketua Umum PBNU, menandatangani berbagai keputusan strategis. Lebih jauh lagi, Rais Aam memiliki wewenang untuk membatalkan keputusan yang dianggap bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Singkatnya, Rais Aam adalah penjaga moral, pemberi arah, dan pelaksana utama keputusan dalam Nahdlatul Ulama, memastikan setiap aktivitas dan kebijakan organisasi selaras dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Posisi ini menjadikan KH Miftachul Akhyar sebagai figur yang sangat dihormati.

Kontroversi Risalah Desakan Mundur

Suasana internal PBNU sempat menjadi riuh ketika KH Miftachul Akhyar turut menandatangani sebuah risalah rapat harian Syuriyah PBNU. Risalah tersebut berisi desakan agar Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, selaku Ketua Umum PBNU, untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Kabar ini sontak mengguncang berbagai kalangan di dalam dan luar organisasi.

Menanggapi isu tersebut, Gus Yahya sendiri telah memberikan klarifikasi tegas. Beliau menegaskan bahwa tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk mengundurkan diri. "Sama sekali tidak pernah terbesit dalam pikiran saya untuk mundur dari Ketua Umum PBNU. Saya mendapat mandat 5 tahun memimpin NU, karena itu akan saya jalani selama 5 tahun, insyā Allāh saya sanggup," ujar Gus Yahya. Ia juga menambahkan, "Terkait dengan edaran Risalah Harian Syuriah PBNU yang akan memundurkan Ketua Umum, maka saya tandaskan, menurut konstitusi AD/ART tidak berwenang untuk memberhentikan Ketua Umum." Pernyataan Gus Yahya ini disampaikan melalui akun media sosial pribadinya, menegaskan posisinya dan pemahamannya terhadap konstitusi organisasi.

Profil KH Miftachul Akhyar: Ulama Sepuh yang Dihormati

KH Miftachul Akhyar adalah seorang ulama senior dan tokoh terkemuka dalam kancah keislaman di Indonesia. Beliau lahir pada tanggal 30 Juni 1953. KH Miftachul Akhyar merupakan putra kesembilan dari 13 bersaudara, lahir dari pasangan KH Abdul Ghoni. Sang ayah dikenal sebagai pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah yang berlokasi di Surabaya.

Perjalanan intelektual dan spiritual KH Miftachul Akhyar ditempa melalui pendidikan pesantren yang mendalam. Beliau menempuh pendidikan di berbagai lembaga pesantren terkemuka, antara lain:

  • Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang.
  • Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur.
  • Pondok Pesantren Lasem di Jawa Tengah.

Selain menimba ilmu di pesantren, KH Miftachul Akhyar juga aktif mengikuti majelis ta'lim yang diasuh oleh ulama-ulama besar. Salah satu guru spiritualnya adalah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki, yang ia ikuti pengajiannya di Malang.

Rekam Jejak Kepemimpinan di PBNU

Perjalanan karier KH Miftachul Akhyar dalam organisasi Nahdlatul Ulama sangatlah panjang dan berkesinambungan. Beliau telah memegang berbagai posisi penting yang menunjukkan kepercayaan dan amanah yang diemban:

  • Rais Syuriyah PCNU Surabaya: Menjabat pada periode 2000–2005.
  • Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur: Memegang amanah ini dalam dua periode, yaitu 2007–2013 dan dilanjutkan pada 2013–2018.
  • Wakil Rais Aam PBNU: Beliau dipercaya mendampingi Rais Aam pada periode 2015–2020.
  • Penjabat Rais Aam PBNU: Mengemban tugas sebagai Penjabat Rais Aam pada periode 2018–2020, sebuah tanggung jawab besar yang diemban sebelum terpilih secara definitif.
  • Rais Aam PBNU: Puncak kariernya di PBNU adalah ketika beliau terpilih sebagai Rais Aam PBNU untuk periode 2021–2026. Jabatan ini mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin tertinggi spiritual dan pengambilan keputusan strategis organisasi.

Pondok Pesantren Miftachus Sunnah: Pilar Dakwah dan Pendidikan

Selain kiprahnya di PBNU, KH Miftachul Akhyar juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah yang berlokasi di Surabaya. Pesantren ini bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan pusat dakwah dan pembinaan umat yang didirikan oleh KH Miftachul Akhyar dari nol. Melalui pesantren ini, beliau secara aktif membina santri dan menyebarkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah.

KH Miftachul Akhyar dikenal luas memiliki penguasaan ilmu agama yang mendalam, dibarengi dengan kepribadian yang mulia dan akhlak yang terpuji. Kualitas inilah yang menjadikannya sebagai sosok ulama yang sangat dihormati, tidak hanya di kalangan pesantren tetapi juga di seluruh penjuru Nahdlatul Ulama. Dedikasinya dalam dakwah dan pembinaan umat melalui pesantren yang diasuhnya menjadi bukti nyata kontribusinya dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Islam di Indonesia.

Biodata Singkat KH Miftachul Akhyar

  • Nama Lengkap: KH Miftachul Akhyar
  • Tanggal Lahir: 30 Juni 1953
  • Tempat Lahir: Surabaya, Jawa Timur
  • Orang Tua:
    • Ayah: KH Abdul Ghoni (Pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah Surabaya)
    • Merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.
  • Pendidikan:
    • Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang.
    • Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur.
    • Pondok Pesantren Lasem, Jawa Tengah.
    • Mengikuti majelis ta'lim bersama Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki di Malang.
  • Karier dan Jabatan Penting:
    • Rais Syuriyah PCNU Surabaya (2000–2005).
    • Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (2007–2013 dan 2013–2018).
    • Wakil Rais Aam PBNU (2015–2020).
    • Penjabat Rais Aam PBNU (2018–2020).
    • Rais Aam PBNU periode 2021–2026.
  • Aktivitas Lain: Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya.
  • Kepribadian dan Kiprah: Dikenal sebagai ulama yang berilmu mendalam, berakhlak mulia, serta sangat dihormati dalam dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama. Aktif berdakwah dan membina santri melalui pesantren yang didirikannya dari awal.

Harga Samsung Z Series November 2025: Pilih Sesuai Budget Rp10 Jutaan

Menjelajahi Rangkaian Samsung Galaxy Z Series: Spesifikasi dan Estimasi Harga November 2025

Samsung Galaxy Z Series terus memukau dunia teknologi dengan inovasi ponsel lipatnya. Memasuki November 2025, para penggemar gawai premium dapat bersiap untuk melihat penawaran terbaru dari lini ini. Diperkirakan, harga ponsel lipat Samsung ini akan dibanderol mulai dari kisaran Rp10 jutaan, menawarkan pengalaman futuristik bagi penggunanya. Penting untuk dicatat bahwa fluktuasi harga dapat terjadi tergantung pada dinamika pasar dan tempat pembelian. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah rincian spesifikasi dan perkiraan harga untuk beberapa model unggulan dalam Samsung Galaxy Z Series.

1. Samsung Galaxy Z Flip5: Kompak, Stylish, dan Bertenaga

Samsung Galaxy Z Flip5 menghadirkan desain yang ikonik dan ringkas, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mengutamakan portabilitas tanpa mengorbankan performa.

  • Dimensi: 165.1 x 71.9 x 6.9 mm (terbuka) dan 85.1 x 71.9 x 15.1 mm (terlipat).
  • Layar: Menggunakan teknologi Foldable Dynamic AMOLED 2X yang canggih, memberikan visual yang tajam dan jernih baik saat terbuka maupun terlipat.
  • Chipset: Ditenagai oleh Snapdragon 8 Gen 2, sebuah prosesor yang tangguh untuk menjalankan berbagai aplikasi dan tugas berat dengan mulus.
  • Penyimpanan & RAM: Tersedia dalam dua konfigurasi, yaitu 256 GB ROM dengan 8 GB RAM, dan 512 GB ROM dengan 8 GB RAM.
  • Kamera: Dilengkapi dengan kamera belakang ganda yang terdiri dari lensa wide 12 MP dan ultrawide 12 MP. Untuk swafoto, terdapat kamera depan wide 10 MP.
  • Baterai: Kapasitas baterai 3700 mAh.
  • Pilihan Warna: Tersedia dalam varian warna Mint, Graphite, Cream, Lavender, Gray, Blue, Green, dan Yellow, memberikan opsi personalisasi yang luas.
  • Estimasi Harga November 2025: Diperkirakan mulai dari Rp10.619.000 untuk varian 256 GB/8 GB, dan Rp17.999.000 untuk varian 512 GB/8 GB.

2. Samsung Galaxy Z Fold5: Performa Desktop dalam Genggaman

Bagi pengguna yang menginginkan pengalaman multitasking dan produktivitas lebih, Samsung Galaxy Z Fold5 hadir sebagai solusi. Ponsel ini menawarkan layar yang lebih luas saat dibuka, menyerupai tablet mini.

  • Dimensi: 154.9 x 129.9 x 6.1 mm (terbuka) dan 154.9 x 67.1 x 13.4 mm (terlipat).
  • Layar: Mengusung teknologi Foldable Dynamic AMOLED 2X, memberikan pengalaman visual yang imersif.
  • Chipset: Ditenagai oleh Snapdragon 8 Gen 2, memastikan performa kelas atas untuk segala kebutuhan.
  • Penyimpanan & RAM: Tersedia dalam pilihan 256 GB ROM/12 GB RAM dan 512 GB ROM/12 GB RAM.
  • Kamera: Sistem kamera belakang yang canggih mencakup lensa wide 50 MP, telephoto 10 MP, dan ultrawide 12 MP. Untuk kebutuhan video call dan swafoto, terdapat kamera under display 4 MP dan kamera depan cover 10 MP.
  • Baterai: Kapasitas baterai 4400 mAh.
  • Pilihan Warna: Hadir dalam pilihan warna Icy Blue, Phantom Black, Cream, Gray, dan Blue.
  • Estimasi Harga November 2025: Diperkirakan mulai dari Rp18.699.000 untuk varian 256 GB/12 GB, dan Rp22.999.000 untuk varian 512 GB/12 GB.

3. Samsung Galaxy Z Flip6: Evolusi Desain dan Kinerja

Model penerus dari seri Flip, Galaxy Z Flip6, diharapkan membawa peningkatan yang signifikan dalam hal kinerja dan fitur, sambil tetap mempertahankan daya tarik desainnya yang ringkas.

  • Dimensi: 165.1 x 71.9 x 6.9 mm (terbuka) dan 85.1 x 71.9 x 14.9 mm (terlipat).
  • Layar: Menggunakan Foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X, menawarkan kualitas visual yang lebih baik dan efisiensi daya yang ditingkatkan.
  • Chipset: Ditenagai oleh Snapdragon 8 Gen 3, sebuah lompatan performa yang signifikan untuk pengalaman pengguna yang lebih lancar.
  • Penyimpanan & RAM: Tersedia dalam konfigurasi 256 GB ROM/12 GB RAM dan 512 GB ROM/12 GB RAM.
  • Kamera: Peningkatan pada kamera belakang dengan lensa wide 50 MP dan ultrawide 12 MP. Kamera depan wide tetap 10 MP.
  • Baterai: Kapasitas baterai yang ditingkatkan menjadi 4000 mAh.
  • Pilihan Warna: Tersedia dalam warna Yellow, Silver Shadow, Mint, Blue, Black, White, dan Peach.
  • Estimasi Harga November 2025: Diperkirakan mulai dari Rp15.999.000 untuk varian 12 GB/256 GB.

4. Samsung Galaxy Z Fold6: Inovasi Lipat yang Semakin Mumpuni

Samsung Galaxy Z Fold6 diprediksi akan menjadi puncak inovasi dalam seri Fold, dengan desain yang lebih ramping dan spesifikasi yang lebih gahar.

  • Dimensi: 153.5 x 132.6 x 5.6 mm (terbuka) dan 153.5 x 68.1 x 12.1 mm (terlipat).
  • Layar: Menggunakan Foldable Dynamic AMOLED 2X yang telah teruji, menawarkan keandalan dan kualitas visual yang superior.
  • Chipset: Ditenagai oleh Snapdragon 8 Gen 3, memastikan performa yang tak tertandingi untuk produktivitas dan hiburan.
  • Penyimpanan & RAM: Menawarkan pilihan penyimpanan yang luas, mulai dari 256 GB/12 GB, 512 GB/12 GB, hingga varian 1 TB/12 GB.
  • Kamera: Sistem kamera belakang yang sangat mumpuni mencakup lensa wide 50 MP, telephoto 10 MP, dan ultrawide 12 MP. Kamera depan under display 12 MP dan kamera depan cover 12 MP memberikan fleksibilitas fotografi.
  • Baterai: Kapasitas baterai 4400 mAh.
  • Pilihan Warna: Tersedia dalam warna Navy, Silver Shadow, Pink, Black, dan White.
  • Estimasi Harga November 2025: Harga spesifik untuk model ini belum dirilis secara resmi, namun diperkirakan akan berada pada segmen premium.

5. Samsung Galaxy Z Flip7: Generasi Berikutnya dalam Desain Flip

Samsung Galaxy Z Flip7 diharapkan membawa kemajuan lebih lanjut dalam hal desain dan teknologi layar lipat, menawarkan pengalaman yang lebih premium dan canggih.

  • Dimensi: 166.7 x 75.2 x 6.5 mm (terbuka) dan 85.5 x 75.2 x 13.7 mm (terlipat).
  • Layar: Menggunakan Foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X, yang menandakan peningkatan dalam kualitas tampilan dan efisiensi energi.
  • Chipset: Ditenagai oleh Exynos 2500, yang diprediksi akan menawarkan performa yang sangat kompetitif.
  • Penyimpanan & RAM: Tersedia dalam pilihan 256 GB ROM/12 GB RAM dan 512 GB ROM/12 GB RAM.
  • Kamera: Peningkatan kualitas kamera belakang dengan lensa wide 50 MP dan ultrawide 12 MP. Kamera depan wide 10 MP.
  • Baterai: Kapasitas baterai yang ditingkatkan menjadi 4300 mAh.
  • Pilihan Warna: Tersedia dalam warna Blue Shadow, Jet Black, Coral Red, dan Mint.
  • Estimasi Harga November 2025: Diperkirakan mulai dari Rp15.999.000 untuk kapasitas 12 GB/256 GB.

6. Samsung Galaxy Z Fold7: Kemewahan dan Kekuatan dalam Satu Perangkat

Samsung Galaxy Z Fold7 diproyeksikan menjadi perangkat lipat paling canggih dari Samsung, menggabungkan layar besar dengan performa luar biasa dan desain yang elegan.

  • Dimensi: 158.4 x 143.2 x 4.2 mm (terbuka) dan 158.4 x 72.8 x 8.9 mm (terlipat). Desain yang semakin ramping dan ringan.
  • Layar: Menggunakan Foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X, menawarkan keunggulan visual dan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya.
  • Chipset: Ditenagai oleh Snapdragon 8 Elite, chip kelas atas yang menjanjikan performa puncak.
  • Penyimpanan & RAM: Menawarkan opsi penyimpanan yang sangat besar, termasuk 256 GB/12 GB, 512 GB/12 GB, dan varian premium 1 TB/16 GB.
  • Kamera: Sistem kamera belakang yang revolusioner dengan lensa wide 200 MP, telephoto 10 MP, dan ultrawide 12 MP. Kamera depan ultrawide 10 MP dan kamera depan wide 10 MP.
  • Baterai: Kapasitas baterai 4400 mAh.
  • Pilihan Warna: Tersedia dalam warna Blue Shadow, Silver Shadow, Jet Black, dan Mint.
  • Estimasi Harga November 2025: Diperkirakan mulai dari Rp26.999.000 untuk kapasitas 256 GB/12 GB, dan Rp28.999.000 untuk kapasitas 512 GB/12 GB.

Dengan berbagai pilihan model dan inovasi yang terus berkembang, Samsung Galaxy Z Series siap mendefinisikan ulang pengalaman penggunaan smartphone di masa depan.

Tragedi Irene Sokoy: Presiden Prabowo Perintahkan Audit Menyeluruh Layanan Kesehatan Papua

Kasus memilukan tentang Irene Sokoy, seorang ibu hamil yang meninggal dunia setelah ditolak oleh empat rumah sakit di Papua, telah menarik perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto. Peristiwa tragis ini menjadi sorotan utama dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 24 November 2025, di mana Presiden Prabowo secara langsung membahas persoalan ini dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Instruksi Audit Mendalam dari Istana

Menindaklanjuti laporan mengenai insiden Irene Sokoy, Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas untuk segera melakukan audit terhadap seluruh rumah sakit dan pejabat terkait di Papua. Tujuannya adalah untuk mengungkap akar penyebab kematian Irene dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

"Saya melapor pada beliau (Presiden Prabowo). Jadi di antaranya itu, perintah beliau untuk segera lakukan perbaikan, audit," ungkap Mendagri Tito Karnavian usai pertemuan dengan Presiden. Ia menjelaskan bahwa audit internal ini akan mencakup berbagai tingkatan, mulai dari institusi rumah sakit itu sendiri, pejabat di dinas kesehatan, hingga pejabat di tingkat provinsi dan kabupaten.

Lebih lanjut, audit juga akan menyasar pada peraturan-peraturan yang relevan di bawah Kementerian Dalam Negeri, termasuk peraturan yang dikeluarkan oleh kepala daerah. Hal ini penting mengingat kasus Irene melibatkan penolakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jayapura dan RSUD Provinsi.

Ruang Lingkup Audit

  • Institusi Rumah Sakit: Evaluasi komprehensif terhadap operasional, manajemen, dan standar pelayanan di semua rumah sakit di Papua.
  • Pejabat Kesehatan: Pemeriksaan terhadap kinerja dan akuntabilitas pejabat di dinas kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten.
  • Pejabat Daerah: Peninjauan terhadap peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh gubernur, bupati, dan walikota terkait layanan kesehatan.
  • Peraturan Perundang-undangan: Analisis terhadap aturan di Kementerian Dalam Negeri, peraturan gubernur, dan peraturan bupati yang berpotensi menghambat atau memperburuk kualitas layanan kesehatan.

Tindakan Cepat: Menteri Kesehatan dan Mendagri Turun Langsung ke Papua

Sebagai respons cepat terhadap arahan Presiden, Mendagri Tito Karnavian telah berkoordinasi erat dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menindaklanjuti komunikasi tersebut, Menkes Budi beserta tim khusus dari Kementerian Kesehatan dan perwakilan Kemendagri dilaporkan telah bertolak menuju Jayapura, Papua, pada hari Selasa, 25 November 2025.

Tim gabungan ini bertugas melakukan audit teknis mendalam terkait masalah layanan kesehatan yang dialami Irene. "Kemudian Menkes mengirimkan tim khusus juga untuk melakukan audit teknis mengenai masalah layanan kesehatan. Kita enggak ingin terulang lagi. Sama tadi pesan dari Pak Presiden jangan sampai terulang lagi hal yang sama," tegas Tito.

Selain audit, Mendagri juga telah menghubungi Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, untuk segera memberikan bantuan kepada keluarga Irene Sokoy. "Saya sudah sampaikan, saya sudah komunikasi dengan Gubernur. Saya minta Gubernur, begitu saya dapat informasi, Gubernur Pak Mathius Fakhiri sesegera mungkin ke rumah korban, keluarga korban, semua dibantu," ujar Tito.

Permohonan Maaf Gubernur dan Pengakuan Kebobrokan Layanan

Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, secara terbuka telah menyampaikan permohonan maaf atas tragedi yang menimpa Irene Sokoy. Ia mengakui bahwa insiden ini merupakan cerminan dari kebobrokan sistem layanan kesehatan di Papua dan berjanji akan melakukan evaluasi total.

"Saya mohon maaf atas kebodohan jajaran pemerintah dari atas sampai bawah. Ini contoh kebobrokan pelayanan kesehatan di Papua," kata Fakhiri usai mengunjungi rumah keluarga Irene di Kampung Hobong, Distrik Sentani, seperti dikutip dari rilis yang diterima pada Sabtu, 22 November 2025.

Gubernur Fakhiri tidak menampik adanya banyak fasilitas kesehatan di Papua yang pengelolaannya belum optimal, termasuk masalah kerusakan peralatan medis. "Saya mengaku banyak peralatan medis rusak karena tidak dikelola dengan baik," ungkapnya.

Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rumah sakit-rumah sakit di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah mengganti direktur rumah sakit yang dinilai tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Gubernur Fakhiri juga secara resmi telah meminta bantuan langsung dari Menteri Kesehatan untuk memperbaiki infrastruktur dan kualitas layanan rumah sakit di seluruh Papua.

Kronologi Tragedi: Penolakan Beruntun yang Berujung Maut

Peristiwa nahas yang merenggut nyawa Irene Sokoy terjadi pada Minggu, 16 November 2025. Saat itu, Irene yang sedang hamil tua mulai merasakan kontraksi dan segera dibawa menuju RSUD Yowari menggunakan speedboat.

Setibanya di RSUD Yowari, Irene tidak segera mendapatkan penanganan yang memadai meskipun kondisinya terus memburuk. Proses pembuatan surat rujukan ke rumah sakit lain pun berjalan sangat lambat, menambah kecemasan keluarga.

Dalam upaya mencari pertolongan, keluarga kemudian membawa Irene ke RS Dian Harapan dan RSUD Abepura. Namun, di kedua rumah sakit tersebut, Irene kembali tidak mendapatkan layanan yang dibutuhkan.

Perjalanan pencarian pertolongan belum berakhir. Irene akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara. Di rumah sakit ini, keluarga dihadapkan pada permintaan uang muka sebesar Rp 4 juta karena kamar BPJS dilaporkan penuh.

Dalam kondisi yang terus melemah setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya tanpa penanganan medis yang memadai, Irene Sokoy menghembuskan napas terakhirnya pada Senin, 17 November 2025, pukul 05.00 WIT. Tragedi ini menyisakan duka mendalam dan menjadi pengingat akan urgensi perbaikan sistem layanan kesehatan di wilayah terpencil seperti Papua.

Diberdayakan oleh Blogger.