Halloween party ideas 2015

JAKARTA, medkomsubangnetwork Fasilitas pembiayaan yang disediakan oleh pinjaman daring (pindar) alias pinjaman online (pinjol) atau fintech peer-to-peer lending memang ditujukan untuk kebutuhan yang spesifik.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Mike Rini Sutikno menerangkan, calon debitor baik sektor konsumtif ataupun produktif perlu menetapkan tujuan yang jelas sebelum mengambil pinjaman dari pindar.

Salah satu tujuan yang dapat difasilitasi oleh pindar alias pinjol misalnya adalah untuk membeli alat kerja. Hal ini diharapkan dapat mendorong produktifitas dari debitor tersebut.

Sebagai ilustrasi, seorang desainer grafis membutuhkan laptop baru untuk mendukung pekerjaannya, karena laptop yang lama sudah tidak mumpuni untuk kebutuhan desain.

Dari sudut pandang sektor produktif, pindar dapat digunakan juga untuk membayar kekurangan biaya produksi hingga membayar gaji karyawan bila diperlukan.

Sebagai ilustrasi, seorang pengusaha mengerjakan proyek dengan pembayaran uang muka 50 persen. Dalam perjanjian itu juga terdapat kontrak dari pemberi kerja yang telah dikantongi.

Untuk penyelesaian proyek ini ternyata dibutuhkan tenaga kerja tambahan. Namun dana dari uang muka yang ada tidak cukup untuk membayar gaji tambahan tenaga kerja tersebut.

Dalam kondsisi seperti ini, orang tersebut dapat memanfaatkan pindar untuk mengisi kebutuhan likuidasi di antara proses produksi dan waktu pelunansan proyek tersebut.

"Dapat dipenuhi dengan pinjaman tunai, jadi ada kebutuhan tunai yang tidak dapat dipenuhi semestara waktu, jadi kita dapat menggunakan pinjol," ujar dia kepada medkomsubangnetwork.

Ia berharap, calon debitor pindar menggunakan fasilitas keuangan ini untuk kegiatan yang produktif untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya.

 

"Konsumsi tentu boleh, tetapi bukan yang konsumtif. Contohnya untuk mudik, untuk beli tiket pesawat dari jauh-jauh hari," ucap dia.

Debitor perlu ukur kemampuan bayar cicilan utang pinjol

Sebelum mengajukan pinjaman, Mike meminta calon debitor untuk mengukur kemampuan bayar cicilan. Dengan langkah ini, debitor juga bisa mengukur berapa panjang proses pelunasan pinjaman tersebut.

Pelunasan dalam waktu singkat tidak selalu cocok untuk semua debitor. Dalam konsep mencicil, prinsip yang perlu dipegang adalah pembayaran lancar sampai akhir pelunasan.

Cicilan yang terlalu besar, meskipun memiliki waktu yang singkat, tetapi dapat membebani pos pengeluaran yang lain.

"Yang namanya membayar cicilan itu harus sesuai dengan kemampuan bayar kita," terang dia.

Setali tiga uang, perencana keuangan Finante.id Dyah Lestari Agustini menyebut, hal pertama yang harus diperhatikan seseorang sebelum mengambil pinjol adalah kemampuan bayar yang realistis.

"Total cicilan, termasuk pinjaman baru, idealnya tidak lebih dari 30 persen dari penghasilan bulanan," kata dia.

Kemudian, calon peminjam diharapkan dapat memastikan penyedia pindar tersebut legal dan berizin OJK.

"Serta pahami seluruh komponen biaya seperti bunga harian dan denda keterlambatan," ujar Dyah.

Secara prinsip, Dyah menekankan, pindar hanya cocok untuk kebutuhan yang mendesak, dengan nilainya kecil, jangka pendek, dan tidak bisa ditunda.

Beberapa kebutuhan yang cocok dengan sifat pindar misalnya adalah biaya kesehatan darurat atau kebutuhan bekerja.

 

"Pinjol tidak tepat untuk belanja konsumtif atau gaya hidup," ujar dia.

Bunga pinjol relatif tinggi

Perencana keuangan Andy Nugroho mengatakan, masyarakat yang berniat untuk mengajukan pinjaman daring perlu memahami bahwa pembiayaan ini adalah jenis pinjaman yang memiliki biaya bunga relatif tinggi.

"Apalagi bila menunggak pembayaran," kata dia kepada medkomsubangnetwork.

Menurut Andy, sebaiknya seseorang menggunakan pembiayaan pindar sebagai alternatif pembiayaan yang terakhir.

Ia mengungkapkan, kebutuhan yang dibiayai menggunakan pindar sebaiknya merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan penting.

"Bukan sekadar memenuhi gaya hidup saja," ucap dia.

Andy sendiri menawarkan beberapa alternatif bagi masyarakat untuk dapat mengakses layanan keuangan lain yang serupa, misalnya dengan tarik tunai kartu kredit.

Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), menjual aset investasi, dan menggadaikan barang.

Tak perlu panik saat kesulitan bayar cicilan utang pinjol

Tak jarang seorang penerima pinjaman (borrower) mengalami kesulitan membayar cicilan pindar.

Dyah menjelaskan, peminjam tidak perlu panik ketika hal tersebut terjadi.

"Wanprestasi adalah masalah keuangan, bukan kriminal. Segera hubungi penyedia pinjol dan ajukan restrukturisasi, baik berupa perpanjangan tenor, keringanan bunga, atau penjadwalan ulang," terang dia.

Ia menekankan, seorang konsumen harus hindari menutup utang dengan utang baru, karena itu hanya memperbesar masalah.

Ketika tekanan penagihan meningkat, debitor dapat meminta pendampingan melalui kanal OJK 1500655 atau lembaga perlindungan konsumen.

"Pastikan semua bukti komunikasi disimpan untuk mengantisipasi jika ada penagihan yang tidak sesuai aturan," ungkap Dyah.

Senada Andy berujar, ketika suatu pinjaman pindar mengalami kemacetan, peminjam bisa melakukan negosiasi dengan pihak pemberi pinjol untuk restrukturisasi pinjaman.

"Bisa dengan opsi contohnya waktu pelunasan yang diperpanjang dan nominal yang dikecilkan," ungkap dia.

Bayar cicilan pinjol merupakan kewajiban debitor

Kondisi wanprestasi atau saat ketika nasabah tidak dapat membayar cicilan pinjamannya biasanya disebabkan oleh kurangnya analisis keuangan sebelum mengajukan pinjaman.

Tak jarang, kondisi tersebut juga dipicu oleh keadaan mendadak yang membuat sumber pendapatan menghilang, misalnya kehilangan pekerjaan.

Mike meminta debitor untuk mengutamakan pembayaran cicilan ketika ada dalam kondisi seperti itu.

Debitor bisa memanfaatkan dana darurat untuk terlebih dahulu membayar cicilan yang macet tersebut.

Setelah itu, debitor perlu menghitung aset dan tabungan yang dapat digunakan untuk membayar cicilan pindar tersebut.

Tahap ini sekaligus menghitung berapa lama dana tersebut dapat menanggung beban cicilan dan kebutuhan sehari-hari.

"Jadi jangan ribut dulu, panik. Dengan dana yang ada, kita bisa membayar cicilan kita," ujar dia.

 

Sebagai efek sampingnya, debitor tersebut dapat mulai untuk merencanakan penghematan dari kebutuhan sehari-hari yang dapat dilakukan.

"Prioritaskan pembayaran cicilan ini, yang lain-lain itu prioritasnya setelah kita membayar kewajiban kita," ucap Mike.

Adapun, komunikasi ke pihak penyelenggara fintech lending dilakukan ketika likuiditas debitor semakin ketet. Artinya, debitor tetap tidak dapat memenuhi cicilan dengan dana darurat, tabungan, dan aset yang dimiliki.

"Minta keringanan, pokoknya komunikasi," ucap Mike.

Keringanan yang biasanya dapat diberikan kepada debitor biasanya berupa perpanjangan tenor pinjaman. Harapannya, waktu yang panjang dapat mengurangi jumlah cicilan yang harus dibayarkan.

"Usahakan Anda tetap profesional, jangan tiba-tiba minta diputihkan, itu pinjol-nya juga unlikely dia melihat niat yang seperti itu, unlikely di-support juga. Jadi perlihatkan Anda tetap sanggup membayar walaupun sesesulit apapun, hanya butuh waktu saja," ungkap dia.

Besaran bunga pinjol konsumtif dan produktif

Sebagai informasi, sejak 1 Januari 2025, OJK mengatur batas manfaat ekonomi untu pindar konsumtif untuk pembiayaan di bawah 6 bulan adalah 0,3 persen per hari kalender.

Sedangkan untuk pinjaman konsumtif di atas 6 bulan, manfaat ekonomi yang dipatok adalah sekitar 0,1 persen.

OJK juga telah menetapkan batas maksimal manfaat ekonomi pindar sektor produktif usaha mikro dan ultra mikro tenor sampai dengan enam bulan menjadi 0,275 persen dengan nilai pendanaan paling tinggi Rp 50 juta.

Sementara itu, manfaat ekonomi untuk pinjaman produktif mikro dan ultra mikro lebih dari 6 bulan adalah 0,1 persen.

 

Kemudian, manfaat ekonomi untuk pinjaman produktif di atas Rp 50 juta, berada lebih dari 6 bulan adalah 0,1 persen.

Senada, manfaat ekonomi untuk pinjaman produktif kecil dan menengah kurang dari 6 bulan juga dipatok 0,1 persen.

Aturan tersebut tertulis dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 19/SEOJK.05/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (SEOJK 19/2023) yang mengatur, penetapan batas maksimum manfaat ekonomi termasuk di dalamnya suku bunga pinjaman.

Surat edaran tersebut dapat dievaluasi secara berkala sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh OJK dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan perkembangan industri.

Penyaluran pembiayaan pinjol terus tumbuh

Di sisi lain, penyaluran pembiayaan industri pindar terus mengalami kenaikan sepanjang 2025 ini.

Data OJK per Oktober 2025 menunjukkan outstanding pembiayaan pinjol tumbuh 23,86 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp 92,92 triliun.

Pertumbuhan ini kian melesat dibandingkan dengan September 2025 di angka 22,16 persen secara tahunan.

Pertumbuhan penyaluran pembiayaan diikuti dengan perbaikan rasio pembiayaan bermasalah secara agregat atau TWP90 yang berada id posisi 2,76 persen pada Oktober 2025.

Rasio ini sedikit membaik dibandingkan yang tercatat pada September 2025 dengan 2,82 persen.

Seiring dengan itu, jumlah pindar justru terus menyusut. Hingga November 2025, OJK mencatat tinggal terdapat 95 pindar yang berizin dan terdaftar.

 

Sebagai pembanding, pada 2020 atau ketika pandemi Covid-19 bermula, jumlah pindar yang terdaftar dan berizin OJK sempat mencapai 151 entitas.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S Djafar menjabarkan, peningkatan penyaluran pembiayaan yang terjadi di industri pindar secara umum terjadi karena adanya edukasi yang terus diberikan.

"Ini terlihat dari kesadaran masyarakat yang mulai menghindari pinjol ilegal beralih ke pindar, sehingga terjadi pengalihan dari pinjol ke pindar yang tentunya mendorong kenaikan disbursmen dari bulan ke bulan," tutup dia.

Duka Mendalam di Jatim: Ketua DPRD Nonaktif Wafat, Kasus Korupsi Dana Hibah Berlanjut untuk Tersangka Lain

Dunia politik Jawa Timur berduka dengan berpulangnya Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024, Kusnadi. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (16/12) setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo, Surabaya. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, namun proses hukum terkait kasus dugaan korupsi dana hibah yang menjeratnya akan menemui titik akhir sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Penghentian Penyidikan Kasus Kusnadi: Sebuah Kepastian Hukum

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa penyidikan terhadap Kusnadi sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2019-2022 akan dihentikan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penghentian penyidikan ini merupakan konsekuensi hukum yang tak terhindarkan atas meninggalnya tersangka.

"Sebagaimana diatur dalam Pasal 40 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, KPK memiliki kewenangan untuk menghentikan penyidikan, termasuk dalam kasus di mana tersangka telah meninggal dunia," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (16/12). Keputusan ini diambil berdasarkan landasan hukum yang jelas, memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan.

Dampak pada Kasus Dana Hibah: 20 Tersangka Lain Tetap Lanjut

Meskipun penyidikan terhadap Kusnadi dihentikan, hal ini tidak serta-merta menghentikan seluruh rangkaian proses hukum dalam kasus korupsi dana hibah tersebut. KPK menegaskan bahwa proses penyidikan terhadap 20 tersangka lainnya yang juga terlibat dalam kasus ini akan tetap berlanjut.

"Untuk 20 tersangka lainnya yang tersangkut dalam kasus suap dana hibah untuk Pokmas dari APBD Pemprov Jatim tahun anggaran 2019-2022, penyidikannya tetap berjalan," tegas Budi. Hal ini menunjukkan komitmen KPK untuk terus mengusut tuntas kasus ini, menindak tegas semua pihak yang terbukti bersalah, tanpa pandang bulu.

Kronologi Kasus: Dari Operasi Tangkap Tangan hingga 21 Tersangka

Kasus dugaan suap dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Jawa Timur tahun 2019-2022 ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024, Sahat Tua P. Simanjuntak (STS), pada Desember 2022. Dari pengembangan penyelidikan lebih lanjut, KPK berhasil mengungkap jaringan yang lebih luas dan menetapkan 21 tersangka.

Para tersangka ini terbagi dalam dua kategori utama: pemberi dan penerima dana hibah. Penyaluran dana hibah yang menjadi pokok perkara ini bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur pada periode 2019-2022.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, kala itu menjelaskan bahwa dari 21 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, empat di antaranya merupakan pihak penerima. Keempat penerima tersebut adalah: * Kusnadi (KUS): Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. * Anwar Sadad (AS): Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. * Achmad Iskandar (AI): Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. * Bagus Wahyudiono (BGS): Staf dari Anwar Sadad.

Asep menambahkan bahwa perkara ini melibatkan adanya "pengkondisian" penyaluran dana Pokmas di berbagai daerah melalui peran koordinator lapangan (Korlap). Dana hibah yang seharusnya disalurkan kepada Pokmas ini ternyata telah disalahgunakan.

Modus Operandi dan Aliran Dana

Terungkapnya kasus ini mengungkap adanya praktik penerimaan "commitment fee" atau imbalan jasa yang disalurkan kepada pihak penerima. Kusnadi, selaku Ketua DPRD Jatim, diduga telah menerima aliran dana yang signifikan.

"Pada rentang tahun 2019-2022, saudara KUS (Kusnadi) telah menerima komitmen fee secara transfer melalui rekening istrinya dan staf pribadinya, maupun secara tunai, yang berasal dari beberapa Korlap. Totalnya mencapai sekitar Rp32,2 miliar," ungkap Asep Guntur Rahayu. Dana ini diduga merupakan imbalan atas peran Kusnadi dalam memfasilitasi pengurusan dana hibah tersebut.

Selanjutnya, KPK juga melakukan penangkapan dan penahanan terhadap empat tersangka pemberi suap yang berperan sebagai koordinator lapangan (Korlap). Salah satu tersangka pemberi suap, A. Royan (AR), sempat berhalangan hadir karena sakit.

Daftar Lengkap 21 Tersangka dalam Kasus Korupsi Dana Hibah Pokmas APBD Pemprov Jatim 2019-2022:

Berikut adalah rincian lengkap 21 tersangka yang ditetapkan oleh KPK, terbagi dalam kategori pemberi dan penerima suap:

A. Tersangka Penerima Suap: 1. Kusnadi (KUS): Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. 2. Anwar Sadad (AS): Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. 3. Achmad Iskandar (AI): Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. 4. Bagus Wahyudiono (BGS): Staf dari Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad.

B. Tersangka Pemberi Suap: 1. Mahfud (MHD): Anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. 2. Fauzan Adima (FA): Wakil Ketua DPRD Sampang periode 2019-2024. 3. Jon Junaidi (JJ): Wakil Ketua DPRD Probolinggo periode 2019-2024. 4. Ahmad Heriyadi (AH): Pihak swasta dari Sampang. 5. Ahmad Affandy (AA): Pihak swasta dari Sampang. 6. Abdul Motollib (AM): Pihak swasta dari Sampang. 7. Moch. Mahrus: Pihak swasta dari Probolinggo, yang juga terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029. 8. A Royan (AR): Pihak swasta dari Tulungagung. 9. Wawan Kristiawan (WK): Pihak swasta dari Tulungagung. 10. Sukar (SUK): Mantan Kepala Desa dari Tulungagung. 11. Ra Wahid Ruslan (RWR): Pihak swasta dari Bangkalan. 12. Mashudi (MS): Pihak swasta dari Bangkalan. 13. M. Fathullah (MF): Pihak swasta dari Pasuruan. 14. Achmad Yahya (AY): Pihak swasta dari Pasuruan. 15. Ahmad Jailani (AJ): Pihak swasta dari Sumenep. 16. Hasanuddin (HAS): Pihak swasta dari Gresik, yang juga terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029. 17. Jodi Pradana Putra (JPP): Pihak swasta dari Blitar.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran publik dan penegakan hukum yang tegas untuk memberantas korupsi di berbagai tingkatan pemerintahan.

Investasi Kehidupan yang Kebal Resesi dan Tak Ternilai Harganya

Proses pemeriksaan kesehatan rutin adalah momen yang kerap kali membangkitkan berbagai emosi. Di satu sisi, ada rasa percaya diri yang tumbuh dari kesadaran akan gaya hidup yang dijalani selama ini. Tubuh terasa bugar, pola makan terjaga, tidur berkualitas, bahkan kondisi finansial pun terasa stabil. Harapan akan hasil yang memuaskan pun membuncah dalam hati. Namun, di sisi lain, jeda waktu menunggu hasil pemeriksaan bisa terasa begitu panjang, seolah waktu berjalan lebih lambat dari biasanya.

Kisah ini bermula ketika penulis dan sang istri mengunjungi Shenton Medical Center untuk berkonsultasi dengan Dr. Julius Tan mengenai hasil pemeriksaan kesehatan yang telah mereka jalani seminggu sebelumnya. Duduk di ruang tunggu, perasaan campur aduk pun tak terhindarkan, layaknya seorang siswa yang menanti pengumuman kelulusan.

Untungnya, penantian itu berujung manis. Dr. Julius Tan keluar dengan membawa kabar gembira. Baik penulis maupun sang istri dinyatakan "lulus" dari pemeriksaan kesehatan mereka. Momen itu dipenuhi rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi penulis, pemeriksaan kesehatan tahunan adalah sebuah keharusan, sebuah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, terutama bagi mereka yang masih aktif mengemudikan kendaraan.

Rapor Kesehatan: Sebuah Gambaran Detil

Berikut adalah ringkasan dari "rapor kesehatan" yang diterima, memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi fisik:

  • Paru-paru: Kondisi paru-paru dinyatakan bersih, tanpa adanya tanda-tanda kolaps fokal atau konsolidasi.
  • Nodul Paru: Tidak ditemukan nodul paru yang mencurigakan, begitu pula dengan massa di area hilus.
  • Tulang: Tidak terdeteksi adanya lesi tulang yang bersifat destruktif.
  • Aorta Abdominal: Ukuran aorta abdominal dalam batas normal.
  • Hati: Hati memiliki margin kapsular yang halus.
  • Ginjal: Kedua ginjal memiliki ukuran yang normal.
  • Limpa: Limpa juga dalam kondisi ukuran yang normal.
  • Perut Bagian Atas: Tidak ada penumpukan cairan bebas yang terdeteksi di dalam perut bagian atas.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh Dr. Michael Ratcliffe dari SKG Radiology.

Dengan hati yang penuh syukur, penulis menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Dr. Julius Tan. Ia bukan hanya sekadar tenaga medis, melainkan telah menjadi sosok sahabat yang sangat berharga dalam menjaga kualitas hidup mereka berdua.

Investasi yang Sering Terlupakan: Kesehatan

Memiliki aset investasi bernilai miliaran rupiah tentu merupakan sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Namun, sering kali kita melupakan satu jenis investasi yang paling mendasar dan paling berharga: kesehatan. Mengabaikan investasi di bidang ini bisa berujung pada penyesalan yang datang terlambat.

Penulis mengakui pernah melakukan kekeliruan serupa di masa lalu. Terlalu tenggelam dalam ambisi untuk mengumpulkan kekayaan, ia tanpa sadar menunda dan mengabaikan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Akibatnya, ia jatuh sakit.

Perjalanan medis yang dilalui pun tidaklah mudah. Operasi pertama di RS Yos Sudarso, Padang, tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Ia kemudian harus dirujuk ke Mount Elizabeth Hospital di Singapura. Dua kali menjalani operasi di sana pun belum memberikan kesembuhan total. Akhirnya, operasi ketiga di Gleneagles Hospital, di bawah penanganan Dr. Theo Choo Keng, membuahkan hasil.

Namun, kesembuhan itu harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Berat badan penulis anjlok drastis dari 75 kg menjadi hanya 56 kg. Biaya pengobatan yang dikeluarkan mencapai lebih dari dua miliar rupiah. Selama empat bulan, ia harus menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura, sementara sang istri dengan setia menemaninya dengan menginap di hotel terdekat.

Pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran berharga dari "University of Life". Pepatah bijak mengingatkan kita untuk tidak hanya belajar dari kesuksesan orang lain, tetapi juga dari kegagalan mereka. Termasuk dari kekeliruan yang pernah dilakukan sendiri.

Saat ini, penulis semakin yakin bahwa:

  • Kesehatan adalah investasi kehidupan yang tidak pernah terpengaruh oleh resesi.
  • Nilainya stabil, tidak tergerus inflasi, dan tidak dapat dibeli kembali jika sudah hilang.

Uang bisa dicari kembali, jabatan bisa digantikan, namun kesehatan, jika sudah rusak, sering kali menuntut harga yang jauh lebih mahal dari perkiraan kita.

Cara Sederhana Menjaga Investasi Berharga

Bagaimana caranya agar kita dapat menjaga investasi kesehatan ini? Caranya sebenarnya cukup sederhana. Olahraga rutin setiap hari adalah kuncinya. Tidak perlu harus pergi ke pusat kebugaran (gym) atau kolam renang. Cukup dengan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki. Penulis sendiri memilih untuk menikmati jalan kaki setiap hari di tepi pantai Burns Beach, yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari kediamannya.

Semoga renungan singkat ini dapat memberikan manfaat dan menjadi pengingat lembut bagi kita semua untuk mulai berinvestasi pada hal yang paling berharga: tubuh dan kehidupan yang telah dititipkan Tuhan kepada kita.

Duka Mendalam dan Pencarian Keadilan: Kasus Dugaan Perundungan yang Merenggut Nyawa Siswa di Brebes

Empat bulan telah berlalu sejak kepergian Azka Rizki Fadholi, seorang siswa berusia 11 tahun dari MTs. Miftahul Ulum Rengaspendawa, Brebes, Jawa Tengah. Namun, bagi kedua orang tuanya, Sunarto (49) dan Siti Royanah (42), kepergian putra mereka pada 12 Agustus 2025 lalu masih menyisakan luka mendalam dan pertanyaan besar mengenai kepastian hukum. Azka, yang kala itu duduk di bangku kelas VII, meninggal dunia diduga akibat perundungan yang dialaminya di sekolah beberapa hari sebelum peristiwa nahas tersebut.

Siti Royanah, ibu Azka, dengan suara parau dan mata berlinang air mata, menceritakan kisah pilu yang dialami anaknya. Ia tak pernah menyangka bahwa Azka, seorang anak yang penurut dan pendiam, akan menjadi korban kekerasan di lingkungan sekolahnya. Keluhan Azka yang tidak enak badan sepulang sekolah pada Jumat, 8 Agustus 2025, menjadi awal mula kecurigaan Siti.

"Saat pulang sekolah, dia tidak ceria seperti biasanya. Dia terlihat murung dan langsung masuk ke kamar," kenang Siti, Minggu (14/12/2025), di rumah sederhananya.

Ketika waktu salat Jumat tiba, Azka mengeluh sakit kepala dan merasa tidak kuat untuk bangun, padahal pamannya sudah datang untuk mengajaknya ke masjid. Keesokan harinya, Sabtu, 9 Agustus 2025, Azka memaksakan diri untuk berangkat sekolah. Siti mulai menaruh curiga ketika melihat kaus kaki anaknya kotor, seperti bekas terperosok ke lumpur.

"Saya suruh ganti kaus kakinya yang kotor, tapi almarhum tidak mau ganti," ujar Siti.

Malam harinya, Siti kembali menanyakan kondisi kesehatan Azka. Sang anak akhirnya mengaku merasakan sakit pada bagian dada dan tangannya. Ketika diminta menggerakkan tangannya, Azka tidak bisa. Siti pun memutuskan untuk membawanya ke tukang urut. Sejak saat itu, Azka semakin menutup diri, bahkan makan pun harus diantarkan Siti ke kamarnya.

Kecurigaan Siti semakin memuncak melihat perubahan drastis pada Azka yang menghabiskan banyak waktu di kamar dan tidak ceria seperti biasanya. Puncak kekhawatiran terjadi pada Senin dini hari, 11 Agustus 2025. Azka keluar kamar ditemani kakaknya untuk ke toilet. Saat berada di samping Siti yang sedang memasak di dapur, Azka hampir terjatuh. Siti segera merangkul dan mengantarnya ke toilet.

Setelah dari toilet, Azka duduk di ruang tamu. Penasaran dengan kondisi anaknya, Siti kembali bertanya. Dengan suara tertahan tangis, Siti menanyakan apa yang terjadi. Azka akhirnya mengaku bahwa ia dipukuli oleh teman-temannya di sekolah dan diancam agar tidak memberitahu siapa pun.

"Saya mau ngomong tapi ibu jangan marah, saya dipukulin sama teman di sekolahan. Saya diancam jangan ngomong sama siapa-siapa," ungkap Siti menirukan perkataan Azka.

Senin pagi, Azka mengalami kejang. Siti segera membawanya ke Puskesmas. Namun, pihak Puskesmas meminta agar Azka langsung dibawa ke rumah sakit karena kondisinya yang lemah. Azka akhirnya dirawat di RS Harapan Sehat Jatibarang selama satu hari. Kondisinya semakin memburuk, trombositnya menurun drastis.

Pada Selasa petang, 12 Agustus 2025, Azka dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Siti sempat bertanya kepada petugas medis mengenai hasil pemeriksaan. Ia terkejut mengetahui bahwa selain mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD), Azka juga mengalami patah tulang di tangan.

Perjuangan Menuntut Keadilan

Siti Royanah menyebutkan ada empat nama teman sekolah Azka yang diduga melakukan perundungan tersebut. Beberapa hari setelah kepergian Azka, pihak keluarga terduga pelaku dan pihak sekolah mendatangi rumah duka. Sebuah mediasi pun dilakukan oleh pihak sekolah.

Dalam mediasi tersebut, pihak sekolah menyarankan pemberian uang damai. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh keluarga Siti.

"Keluarga terduga pelaku menawarkan dari Rp 5 juta kemudian Rp 10 juta per anak, tapi saya menolak, karena saya ingin lanjut ke jalur hukum," tegas Siti.

Merasa tidak mendapatkan keadilan melalui mediasi, Siti bersama kuasa hukumnya, Fery Junaidi, S.H., memutuskan untuk membuat laporan resmi ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes. Laporan tersebut diterima oleh piket Reskrim Polres Brebes Brigadir Polisi R. Putri S., S.H., dengan cap tertanggal 21 Agustus 2025.

Sebulan kemudian, pada 24 September 2025, Siti kembali dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Surat panggilan tersebut dicap dan ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Resandro Handrianjati.

"Saya sudah lapor ke kepolisian, sudah 3 bulan lebih belum ada perkembangan. Saya ingin kasus saya sama dengan yang lain, jangan dibedakan dengan yang punya uang," pungkas Siti dengan penuh harap.

Kuasa hukum korban, Fery Junaidi, S.H., menyatakan bahwa proses hukum kasus tersebut masih ditangani oleh kepolisian. Ia berencana akan mendatangi Polres Brebes untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut secepatnya.

Sementara itu, Guru Bimbingan Konseling (BK) MTs. Miftahul Ulum Rengaspendawa, Mustofa, angkat bicara mengenai investigasi internal yang telah dilakukan sekolah. Ia mengklarifikasi bahwa tawaran dari pihak keluarga terduga pelaku bukanlah uang damai, melainkan sebagai tali asih karena mereka semua bertetangga. Namun, Mustofa mengaku tidak mengetahui nominal pastinya.

Upaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini kepada Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Resandro Handriajati, melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan respons hingga berita ini diturunkan. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian serius terhadap isu perundungan di sekolah dan pentingnya penegakan hukum yang adil bagi semua pihak.

Real Madrid Dihadapkan Keterbatasan Skuad Jelang Bentrok dengan Alaves, Xabi Alonso Punya PR Besar

Musim ini, Xabi Alonso seolah akrab dengan tantangan keterbatasan pilihan pemain. Menjelang pertandingan krusial melawan Alaves pada 14 Desember, situasi ini kembali menghantui sang pelatih. Alonso dipaksa untuk memutar otak lebih keras demi meracik sebelas pemain inti yang mampu memberikan hasil terbaik.

Real Madrid datang ke pertandingan ini dengan deretan pemain yang absen akibat cedera, terutama di lini pertahanan. Namun, ada sedikit kabar baik dengan kembalinya Dean Huijsen yang sebelumnya harus menepi selama lima pertandingan terakhir. Selain itu, Kylian Mbappe juga telah bergabung kembali dengan skuad setelah terpaksa melewatkan laga melawan Manchester City akibat masalah pada kakinya. Meskipun begitu, tingkat kebugaran Mbappe masih menjadi tanda tanya besar.

Masalah Madrid tidak berhenti sampai di situ. Tiga pemain dipastikan tidak dapat diturunkan karena sanksi kartu, menyusul pertandingan panas melawan Celta Vigo. Fran Garcia harus menerima konsekuensi dua kartu kuning yang diterimanya dalam waktu singkat. Sementara itu, Álvaro Carreras dan Endrick diganjar kartu merah langsung akibat protes yang dinilai berlebihan.

Situasi darurat ini justru membuka pintu lebar bagi para pemain muda. Alonso bahkan mengambil langkah berani dengan memanggil empat pemain dari tim Castilla. Sangat mungkin salah satu dari mereka akan mendapatkan kepercayaan penuh untuk tampil sejak menit awal, terutama di sektor pertahanan yang paling banyak terdolosi.

Prediksi Susunan Pemain Real Madrid vs Alaves (Formasi 4-3-3)

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk cedera, skorsing, dan kondisi kebugaran pemain, berikut adalah perkiraan susunan pemain yang akan diturunkan Xabi Alonso dalam pertandingan melawan Alaves:

  • Kiper (GK): Thibault Courtois Courtois telah berulang kali menjadi pahlawan bagi Real Madrid, menjaga gawang tim tetap aman dalam pertandingan-pertandingan sulit, termasuk saat menghadapi Manchester City. Meskipun hasil tim belum selalu memuaskan, konsistensi penampilannya sebagai penjaga gawang tidak perlu diragukan lagi.

  • Bek Kanan (RB): Fede Valverde Valverde, yang sering dipercaya sebagai kapten pengganti, kembali diharapkan mengisi posisi bek kanan. Keputusan ini diambil terutama mengingat kondisi cedera yang masih dialami oleh Trent Alexander-Arnold dan Dani Carvajal.

  • Bek Tengah (CB): Antonio Rudiger Rudiger adalah salah satu dari sedikit bek utama yang tersedia untuk Real Madrid. Kemungkinan besar ia akan menjadi starter, meskipun siapa yang akan mendampinginya di jantung pertahanan masih menjadi teka-teki.

  • Bek Tengah (CB): Dean Huijsen Huijsen kini telah kembali ke tim. Namun, Alonso mungkin akan mengambil pendekatan hati-hati jika kondisi fisiknya belum mencapai 100 persen. Meski demikian, sang pelatih sangat ingin segera menurunkan Huijsen demi memperkuat soliditas lini belakang timnya.

  • Bek Kiri (LB): Victor Valdepenas Dengan tiga pilihan utama di bek kiri yang sedang cedera atau terkena skorsing, serta Eduardo Camavinga yang lebih sering diplot sebagai opsi darurat, Valdepeñas memiliki peluang yang sangat besar untuk melakoni debut sebagai starter di posisi ini.

  • Gelandang Tengah (CM): Aurelien Tchouameni Setelah sempat bermain lebih bertahan saat melawan Celta Vigo, Tchouameni diprediksi akan kembali ke posisi aslinya di lini tengah. Keberadaannya sangat krusial untuk keseimbangan tim.

  • Gelandang Tengah (CM): Dani Ceballos Ceballos menunjukkan performa yang cukup meyakinkan dalam pertandingan melawan Manchester City. Dengan Fede Valverde yang bergeser ke posisi bek kanan, Ceballos memiliki peluang besar untuk kembali mengisi lini tengah dalam susunan pemain utama.

  • Gelandang Tengah (CM): Jude Bellingham Meskipun sempat menerima beberapa kritik, etos kerja dan kontribusi Jude Bellingham di lini tengah tidak pernah benar-benar pudar. Ia tetap menjadi elemen vital yang tidak tergantikan dalam kekuatan lini tengah Madrid.

  • Penyerang Kiri (LW): Rodrygo Rodrygo tampil sebagai pemain lapangan terbaik saat Real Madrid berhadapan dengan Manchester City, bahkan berhasil mencetak gol pembuka. Performa impresifnya hampir memastikan posisinya sebagai starter di lini serang.

  • Penyerang Tengah (ST): Vinicius Jr. Vinicius Jr. mungkin belum sepenuhnya kembali ke performa terbaiknya, namun ia tetap mampu menunjukkan kilasan-kilasan kualitasnya yang luar biasa. Keputusan untuk mencadangkannya bisa menjadi risiko yang sangat besar bagi Alonso.

  • Penyerang Tengah (ST): Kylian Mbappe Mbappe dilaporkan siap untuk diturunkan dalam pertandingan melawan Alaves. Jika kondisi fisiknya benar-benar memungkinkan, akan menjadi kejutan besar jika ia tidak langsung dimainkan sejak menit awal.

Dengan komposisi skuad yang terpaksa harus beradaptasi dengan situasi darurat dan banyaknya pemain muda yang berpotensi tampil, pertandingan ini akan menjadi ujian berat lainnya bagi Xabi Alonso dalam mengelola situasi yang sulit. Di sisi lain, ini juga menjadi panggung emas bagi beberapa nama baru untuk unjuk gigi dan membuktikan diri di level tertinggi sepak bola.

Pernahkah Anda merasakan kelelahan yang mendalam di tempat kerja, bukan karena beban fisik, melainkan karena tuntutan untuk selalu siaga, kesediaan lembur tanpa kompensasi, dan tekanan konstan untuk memberikan yang "lebih" demi terlihat berkinerja unggul? Jika jawaban Anda adalah ya, Anda mungkin sudah akrab dengan inti dari fenomena yang kini tengah mengguncang lanskap kerja global: Quiet Quitting.

Istilah ini telah meledak di berbagai platform media sosial, memicu perdebatan sengit antara para karyawan, terutama dari generasi Z dan milenial, dengan pihak manajemen. Namun, di balik riuh rendah perdebatan tersebut, tersimpan sebuah kesalahpahaman fundamental. Mari kita perjelas satu hal krusial: Quiet Quitting sama sekali bukan berarti berhenti bekerja, dan yang terpenting, bukan pula cerminan kemalasan.

Membedah Makna Sebenarnya dari "Quiet Quitting"

Secara esensial, Quiet Quitting adalah sebuah keputusan sadar yang diambil oleh seorang karyawan untuk secara ketat menjalankan tugas-tugas yang tercantum dalam deskripsi pekerjaan mereka. Tidak ada kurang, namun juga tidak ada lebih.

Individu yang menerapkan prinsip ini tetap hadir tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai standar yang ditetapkan, dan meninggalkan kantor ketika jam kerja resmi berakhir. Apa yang mereka tolak adalah budaya kerja yang toksik dan berlebihan, seperti kebiasaan membalas surel di larut malam, mengambil alih tanggung jawab rekan kerja yang mengundurkan diri tanpa imbalan finansial tambahan, atau mengorbankan kesehatan mental demi mendapatkan pujian dari atasan. Slogan tidak resmi yang sering kali mengiringi fenomena ini adalah: "Bertindaklah sesuai dengan nilai gaji Anda" (Act your wage).

Akar Kemunculan Fenomena Quiet Quitting

Fenomena Quiet Quitting tidak muncul begitu saja. Ini adalah respons yang logis dan terukur terhadap dua faktor pemicu utama yang saling terkait:

1. Kekecewaan terhadap "Budaya Hustle"

Selama bertahun-tahun, masyarakat telah diajarkan bahwa kerja keras yang melampaui batas akan mengantarkan pada kesuksesan. Namun, realitas di lapangan sering kali bertolak belakang. Karyawan yang menunjukkan dedikasi luar biasa kerap kali hanya dihadiahi dengan beban kerja tambahan, bukan kenaikan gaji yang sepadan. Kekecewaan yang menumpuk ini memicu kesadaran bahwa loyalitas yang berlebihan terhadap perusahaan sering kali bertepuk sebelah tangan, tanpa apresiasi yang memadai.

2. Evaluasi Ulang Prioritas Hidup

Pandemi global mengajarkan kita tentang kerapuhan kehidupan. Banyak individu mulai merenungkan kembali makna eksistensi mereka: "Apakah saya hidup untuk bekerja, atau bekerja untuk menopang kehidupan?" Quiet Quitting menjadi sarana bagi para karyawan untuk merebut kembali kendali atas waktu dan energi mereka, mengalihkannya untuk keluarga, hobi, dan istirahat yang sangat dibutuhkan. Ini adalah bentuk penegasan kembali bahwa hidup tidak melulu tentang pencapaian profesional semata.

Kritik dan Realitas yang Dihadapi

Tentu saja, fenomena ini menimbulkan kegelisahan di kalangan banyak pemimpin perusahaan. Beberapa pihak melabeli para praktisi Quiet Quitting sebagai individu yang memiliki etos kerja rendah atau bahkan pemalas.

Namun, melabeli mereka sebagai pemalas adalah pandangan yang sangat dangkal dan mengabaikan kompleksitas situasi. Seorang praktisi Quiet Quitting sejatinya adalah seorang profesional yang memenuhi kewajiban kontrak kerjanya. Jika sebuah perusahaan mengharapkan seseorang untuk melakukan lebih dari sekadar deskripsi tugasnya, bukankah wajar jika perusahaan tersebut juga menawarkan kompensasi yang melebihi standar kontrak? Inti permasalahannya bukanlah pada karyawan yang menetapkan batasan yang sehat, melainkan pada sistem kerja yang selama ini terlalu bergantung pada tenaga kerja tanpa bayaran tambahan (unpaid labor) dari karyawan yang merasa enggan atau tidak mampu menolak permintaan yang berlebihan.

Sisi Lain dari Koin: Risiko yang Perlu Dipertimbangkan

Meskipun Quiet Quitting memiliki dasar yang kuat dan validitasnya tidak dapat disangkal, fenomena ini juga membawa serta potensi risiko. Dalam lingkungan karier yang sangat kompetitif, individu yang secara konsisten berusaha melampaui ekspektasi (doing the extra mile) sering kali menjadi mereka yang paling berpeluang mendapatkan promosi dan peluang karier yang signifikan.

Jika tujuan utama Anda adalah untuk mempercepat kemajuan karier dan naik jabatan dengan cepat, maka Quiet Quitting mungkin bukanlah strategi yang paling optimal. Namun, jika prioritas Anda adalah mencapai ketenangan pikiran dan keseimbangan kehidupan kerja yang sehat (work-life balance), maka praktik ini bisa menjadi strategi pertahanan diri yang sangat efektif untuk menjaga kesejahteraan Anda.

Kesimpulan: Sebuah Seruan untuk Keseimbangan dan Penghargaan Diri

Pada dasarnya, Quiet Quitting adalah sebuah gejala, bukan penyakitnya itu sendiri. Fenomena ini merupakan sinyal yang sangat jelas dan tegas bagi dunia korporat bahwa model kerja lama yang cenderung mengeksploitasi semangat dan energi karyawan kini sudah tidak lagi relevan dan berkelanjutan.

Bagi para karyawan, ini adalah pengingat penting bahwa pekerjaan hanyalah salah satu aspek dari keseluruhan kehidupan, dan bukan merupakan keseluruhan identitas diri kita. Menetapkan batasan yang sehat dalam pekerjaan bukanlah sebuah kesalahan atau dosa, melainkan sebuah bentuk penghargaan diri yang fundamental dan sebuah langkah esensial untuk menjaga kesehatan mental dan fisik jangka panjang.

Jadi, apakah Anda mengidentifikasi diri sebagai seorang Quiet Quitter? Atau mungkin, Anda hanyalah seseorang yang akhirnya menyadari dan menghargai nilai diri Anda yang sesungguhnya?

Yaroslav Amosov Debut Gemilang di UFC, Taklukkan Veteran Neil Magny dengan Kuncian Cepat

Dunia Mixed Martial Arts (MMA) kembali diguncang dengan penampilan memukau dari seorang pendatang baru di arena UFC. Yaroslav Amosov, petarung asal Ukraina yang sebelumnya dikenal sebagai mantan juara Bellator, berhasil mencatatkan debut impresifnya di kelas welter UFC. Dalam pertarungan yang berlangsung di UFC Apex, Las Vegas, Amerika Serikat, pada Minggu (14/12/2025) pagi waktu Indonesia, Amosov sukses mengalahkan petarung veteran yang kenyang pengalaman, Neil Magny.

Kemenangan ini tidak hanya menandai awal yang kuat bagi Amosov di UFC, tetapi juga menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu talenta yang patut diperhitungkan di divisi kelas welter yang saat ini didominasi oleh Islam Makhachev. Amosov berhasil mengakhiri pertarungan di ronde pertama melalui kuncian anaconda yang dieksekusi dengan presisi dan kecepatan luar biasa.

Strategi Cerdas dan Eksekusi Mematikan

Pertarungan dimulai dengan intensitas tinggi. Amosov menunjukkan ketenangannya dalam menghadapi Magny, yang dikenal sebagai salah satu petarung dengan rekor kemenangan terbanyak di kelas welter UFC. Setelah berhasil mendaratkan pukulan yang membuat Magny goyah, Amosov dengan sigap memanfaatkan momentum. Ia segera menindih lawannya, mengunci leher Magny dengan lengan kirinya, sementara lengan kanannya menjepit lengan kiri sang veteran. Dengan kombinasi kekuatan dan teknik yang matang, Amosov berhasil mengamankan kuncian tersebut, memaksa Magny untuk menyerah dengan menepukkan tangannya sebagai tanda tap out.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Neil Magny. Ini merupakan kekalahan keenam baginya dalam dua belas pertarungan terakhir sejak tahun 2022. Periode yang sama juga melihat Magny harus mengakui keunggulan para calon penantang gelar di kelas welter, termasuk nama-nama seperti Shavkat Rakhmonov, Ian Machado Garry, Michael Morales, dan Carlos Prates. Status Magny sebagai gatekeeper atau "penjaga gerbang" di divisi ini pun semakin menguat. Ia dianggap sebagai batu loncatan bagi para petarung muda yang bercita-cita untuk menantang sabuk juara, namun seringkali ia menjadi tembok yang sulit ditembus oleh para penantang tersebut.

Rekam Jejak Amosov yang Mengesankan

Namun, Yaroslav Amosov bukanlah petarung sembarangan yang bisa diremehkan. Latar belakangnya sebagai mantan juara di ajang MMA terkemuka lainnya, Bellator, memberikan bukti nyata akan kualitas dan pengalamannya. Sebelum memasuki UFC, Sherdog mencatat bahwa Amosov memiliki rekor yang mengagumkan, yaitu 28 kemenangan dan hanya 1 kekalahan. Dengan kemenangan atas Magny ini, rekor keseluruhannya di ajang MMA kini menjadi 29 kemenangan dan 1 kekalahan.

Rekor ini mengingatkan pada legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, yang juga pensiun dengan rekor sempurna 29-0. Perbedaan utama terletak pada catatan kekalahan Amosov yang terjadi pada tahun 2023 melalui KO, yang juga menandai pertarungan terakhirnya di Bellator. Namun, sejak saat itu, Amosov telah bangkit dengan meraih dua kemenangan beruntun, menunjukkan ketahanan mental dan kemampuannya untuk kembali ke jalur kemenangan.

Persamaan penting lainnya antara Amosov dan Nurmagomedov, serta Islam Makhachev yang kini memegang sabuk juara kelas welter UFC, adalah latar belakang mereka dalam olahraga sambo. Disiplin bela diri Rusia ini dikenal dengan fokusnya pada gulat, bantingan, dan kuncian, yang terbukti sangat efektif dalam pertarungan MMA. Kemampuan Amosov dalam hal gulat dan teknik kuncian, yang ia demonstrasikan saat melawan Magny, adalah hasil dari latihan sambo yang intensif.

Ambisi Besar di Panggung UFC

Petarung berusia 32 tahun ini mengungkapkan kebahagiaannya atas kesempatan untuk akhirnya berkompetisi di UFC. Ia mengaku telah menantikan momen ini sejak lama dan telah mempersiapkan diri secara matang selama setahun terakhir.

"Saya adalah petarung top, tetapi tidak punya sabuk, untuk sekarang," ucap Amosov dengan penuh keyakinan pasca-pertarungan kepada UFC. Pernyataannya mencerminkan ambisinya yang besar dan keyakinannya bahwa ia memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.

Setelah sempat rehat dari dunia kompetisi selama dua tahun, Amosov bertekad untuk tetap aktif. Ia berencana untuk menjalani dua hingga tiga pertarungan di tahun mendatang, dengan tujuan utama untuk meraih sabuk juara UFC. Menjadi juara di organisasi MMA terbesar di dunia adalah impian terbesarnya, dan debut gemilangnya melawan Neil Magny adalah langkah awal yang sangat menjanjikan menuju pencapaian tersebut.

Hasil Lengkap UFC Vegas 112

Berikut adalah hasil lengkap dari gelaran UFC Vegas 112:

Kartu Utama

  • Kelas Terbang: Brandon Royval vs. Manel Kape
  • Kelas Bulu: Giga Chikadze vs. Kevin Vallejos
  • Kelas Menengah: Cezary Oleksiejczuk mengalahkan Cesar Almeda (Keputusan Angka Mutlak)
  • Kelas Bulu: Melquizael Costa mengalahkan Morgan Charriere (KO, Ronde 1)
  • Kelas Berat: Kennedy Nzechukwu vs. Marcus Buchecha (Imbang Keputusan Angka Mutlak)
  • Kelas Tangkapan (160 pon): King Green mengalahkan Lance Gibson Jr. (Keputusan Angka Mutlak)

Kartu Awal

  • Kelas Welter: Yaroslav Amosov mengalahkan Neil Magny (Kuncian, Ronde 1)
  • Kelas Bulu: Joanderson Brito mengalahkan Isaac Thomson (Keputusan Angka Mutlak)
  • Kelas Berat: Steven Asplund mengalahkan Sean Sharaf (TKO, Ronde 2)
  • Kelas Bantam Wanita: Luana Santos mengalahkan Melissa Croden (Keputusan Angka Mutlak)
  • Kelas Berat: Guilherme Pat mengalahkan Allen Frye (Keputusan Angka Mutlak)
  • Kelas Terbang Wanita: Jamey-Lyn Horth mengalahkan Tereza Bleda (TKO, Ronde 1)
Diberdayakan oleh Blogger.