Investasi Kehidupan yang Kebal Resesi dan Tak Ternilai Harganya
Proses pemeriksaan kesehatan rutin adalah momen yang kerap kali membangkitkan berbagai emosi. Di satu sisi, ada rasa percaya diri yang tumbuh dari kesadaran akan gaya hidup yang dijalani selama ini. Tubuh terasa bugar, pola makan terjaga, tidur berkualitas, bahkan kondisi finansial pun terasa stabil. Harapan akan hasil yang memuaskan pun membuncah dalam hati. Namun, di sisi lain, jeda waktu menunggu hasil pemeriksaan bisa terasa begitu panjang, seolah waktu berjalan lebih lambat dari biasanya.
Kisah ini bermula ketika penulis dan sang istri mengunjungi Shenton Medical Center untuk berkonsultasi dengan Dr. Julius Tan mengenai hasil pemeriksaan kesehatan yang telah mereka jalani seminggu sebelumnya. Duduk di ruang tunggu, perasaan campur aduk pun tak terhindarkan, layaknya seorang siswa yang menanti pengumuman kelulusan.
Untungnya, penantian itu berujung manis. Dr. Julius Tan keluar dengan membawa kabar gembira. Baik penulis maupun sang istri dinyatakan "lulus" dari pemeriksaan kesehatan mereka. Momen itu dipenuhi rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi penulis, pemeriksaan kesehatan tahunan adalah sebuah keharusan, sebuah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, terutama bagi mereka yang masih aktif mengemudikan kendaraan.
Rapor Kesehatan: Sebuah Gambaran Detil
Berikut adalah ringkasan dari "rapor kesehatan" yang diterima, memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi fisik:
- Paru-paru: Kondisi paru-paru dinyatakan bersih, tanpa adanya tanda-tanda kolaps fokal atau konsolidasi.
- Nodul Paru: Tidak ditemukan nodul paru yang mencurigakan, begitu pula dengan massa di area hilus.
- Tulang: Tidak terdeteksi adanya lesi tulang yang bersifat destruktif.
- Aorta Abdominal: Ukuran aorta abdominal dalam batas normal.
- Hati: Hati memiliki margin kapsular yang halus.
- Ginjal: Kedua ginjal memiliki ukuran yang normal.
- Limpa: Limpa juga dalam kondisi ukuran yang normal.
- Perut Bagian Atas: Tidak ada penumpukan cairan bebas yang terdeteksi di dalam perut bagian atas.
Pemeriksaan ini dilakukan oleh Dr. Michael Ratcliffe dari SKG Radiology.
Dengan hati yang penuh syukur, penulis menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Dr. Julius Tan. Ia bukan hanya sekadar tenaga medis, melainkan telah menjadi sosok sahabat yang sangat berharga dalam menjaga kualitas hidup mereka berdua.
Investasi yang Sering Terlupakan: Kesehatan
Memiliki aset investasi bernilai miliaran rupiah tentu merupakan sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Namun, sering kali kita melupakan satu jenis investasi yang paling mendasar dan paling berharga: kesehatan. Mengabaikan investasi di bidang ini bisa berujung pada penyesalan yang datang terlambat.
Penulis mengakui pernah melakukan kekeliruan serupa di masa lalu. Terlalu tenggelam dalam ambisi untuk mengumpulkan kekayaan, ia tanpa sadar menunda dan mengabaikan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Akibatnya, ia jatuh sakit.
Perjalanan medis yang dilalui pun tidaklah mudah. Operasi pertama di RS Yos Sudarso, Padang, tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Ia kemudian harus dirujuk ke Mount Elizabeth Hospital di Singapura. Dua kali menjalani operasi di sana pun belum memberikan kesembuhan total. Akhirnya, operasi ketiga di Gleneagles Hospital, di bawah penanganan Dr. Theo Choo Keng, membuahkan hasil.
Namun, kesembuhan itu harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Berat badan penulis anjlok drastis dari 75 kg menjadi hanya 56 kg. Biaya pengobatan yang dikeluarkan mencapai lebih dari dua miliar rupiah. Selama empat bulan, ia harus menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura, sementara sang istri dengan setia menemaninya dengan menginap di hotel terdekat.
Pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran berharga dari "University of Life". Pepatah bijak mengingatkan kita untuk tidak hanya belajar dari kesuksesan orang lain, tetapi juga dari kegagalan mereka. Termasuk dari kekeliruan yang pernah dilakukan sendiri.
Saat ini, penulis semakin yakin bahwa:
- Kesehatan adalah investasi kehidupan yang tidak pernah terpengaruh oleh resesi.
- Nilainya stabil, tidak tergerus inflasi, dan tidak dapat dibeli kembali jika sudah hilang.
Uang bisa dicari kembali, jabatan bisa digantikan, namun kesehatan, jika sudah rusak, sering kali menuntut harga yang jauh lebih mahal dari perkiraan kita.
Cara Sederhana Menjaga Investasi Berharga
Bagaimana caranya agar kita dapat menjaga investasi kesehatan ini? Caranya sebenarnya cukup sederhana. Olahraga rutin setiap hari adalah kuncinya. Tidak perlu harus pergi ke pusat kebugaran (gym) atau kolam renang. Cukup dengan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki. Penulis sendiri memilih untuk menikmati jalan kaki setiap hari di tepi pantai Burns Beach, yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari kediamannya.
Semoga renungan singkat ini dapat memberikan manfaat dan menjadi pengingat lembut bagi kita semua untuk mulai berinvestasi pada hal yang paling berharga: tubuh dan kehidupan yang telah dititipkan Tuhan kepada kita.