Halloween party ideas 2015

Kejutan Pagi yang Mengingatkan Arti Kebersamaan Sejati

Ada pagi yang berlalu begitu saja, tanpa kesan berarti. Namun, ada pula pagi yang datang diam-diam, menyentuh relung hati tanpa permisi, meninggalkan jejak kehangatan yang tak terduga. Pagi itu adalah salah satunya.

Saat itu, langit masih diselimuti kegelapan. Anak-anak masih terlelap, meninggalkan keheningan di rumah. Saya berdiri di depan cermin, berusaha membuka mata yang masih berat oleh sisa kantuk. Suami saya baru saja keluar dari kamar mandi, rambutnya masih lembab, langkahnya masih tertatih-tatih. Saya hanya ingin menarik napas panjang, mempersiapkan diri menghadapi rutinitas harian yang akan segera dimulai, tanpa firasat sedikit pun bahwa sebuah kalimat pendek akan mengguncang batin saya.

Ia mendekat perlahan, suaranya begitu lirih, nyaris tak terdengar. Saya tidak yakin apakah ia berbicara kepada saya atau hanya bergumam pada diri sendiri. Refleks, saya memintanya mengulang.

"Sebentar lagi sepuluh tahun," ucapnya pelan.

Saya terdiam. Pikiran saya langsung berputar kencang. Sepuluh tahun untuk apa? Batas waktu pekerjaan? Tagihan yang menumpuk? Jadwal rapat penting? Atau rencana pendidikan anak-anak?

"Sepuluh tahun apa?" tanya saya, masih setengah terbuai kantuk.

Ia tersenyum kecil. Senyum yang jarang terlihat, biasanya hanya muncul saat ia memandangi anak-anak kami yang tertidur lelap.

"Kita, mah. Anniversary."

Saya terpaku. Detik berikutnya, tawa kecil lolos dari bibir saya. Namun, di balik tawa itu, hati saya justru terasa menghangat luar biasa. Ada sesuatu yang mengalir perlahan, menghapus sisa kelelahan yang masih menempel sejak semalam.

"Oh ya? Benarkah?" sahut saya, nada suara saya terdengar lebih lembut dari biasanya.

Saya tak berusaha menyembunyikannya. Saya sungguh terharu. Suami saya bukanlah tipe pria yang romantis. Ia tidak hafal tanggal-tanggal penting. Perayaan bukanlah prioritas baginya. Bahkan saat kami masih berpacaran, ia selalu menolak untuk menghitung hari jadi.

"Ngapain dihitung? Kita kan mau selamanya," begitu alasannya dulu.

Saat itu, saya menganggapnya hanya sebagai alasan agar tidak perlu repot merayakannya. Namun, seiring waktu, saya menyadari bahwa ia memang mencintai dengan cara yang paling praktis. Tanpa simbol-simbol formalitas. Tanpa upacara yang meriah. Tanpa kata-kata manis yang berlebihan.

Momen Perubahan di Pagi yang Tak Biasa

Pagi itu, ia seolah bertransformasi. Saya memberanikan diri mengajukan pertanyaan yang biasanya saya siapkan diri untuk kemungkinan jawaban penolakan. "Mau dirayain?" tanya saya hati-hati.

Dalam benak saya, sudah terbayang jawaban klasik: "Nggak usah ah." Saya hampir yakin akan mendengarnya. Namun, ia menatap saya. Lalu bertanya balik dengan nada yang paling santai, namun justru paling mengguncang pagi saya itu. "Mau di mana, Mah?"

Saya terpaku. Ada bunyi "klik" halus di dada saya. Sesuatu yang lama terpendam mendadak mencair.

Di pagi yang sederhana itu, hati saya luluh lantak. Saya merasa seolah kembali ke masa-masa awal pacaran. Padahal, kami sudah dikaruniai dua orang anak. Kami pernah saling diam karena lelah. Kami pernah saling tidak mengerti. Kami telah melewati fase-fase di mana cinta terasa lebih seperti rutinitas daripada kejutan yang menggembirakan. Namun, di pagi itu, satu kalimatnya mampu menggeser segalanya.

Cinta Dewasa: Tumbuh Tanpa Kita Sadari

Cinta setelah pernikahan memang tidak selalu seindah cerita dongeng. Namun, saya belajar bahwa cinta dewasa justru tumbuh dalam ruang-ruang kecil yang seringkali luput dari perhatian kita.

Bukan dalam hadiah-hadiah besar. Bukan dalam perayaan-perayaan megah. Bukan pula dalam foto-foto yang dihiasi filter berlebihan. Justru, cinta itu hadir di tempat-tempat yang paling sederhana.

Di meja dapur yang penuh botol susu. Di ruang keluarga yang berantakan oleh mainan anak-anak. Di sela-sela kelelahan dua orang tua yang berusaha menjalani hidup sebaik mungkin.

Penelitian dari Gottman Institute, sebuah lembaga riset ternama yang berfokus pada hubungan jangka panjang, menunjukkan bahwa interaksi kecil sehari-hari memiliki peran yang sangat menentukan kualitas sebuah hubungan. "Small moments of positivity" atau momen-momen positif kecil menyumbang lebih dari 70% kedekatan emosional dalam pernikahan, jauh melebihi dampak momen-momen besar yang jarang terjadi.

Dan ternyata benar, cinta bisa muncul dari perubahan-perubahan kecil yang tidak pernah kita minta. Suami yang dulu acuh tak acuh terhadap hari jadi, kini justru mengingat hari pernikahan kami. Bahkan ia bertanya ingin merayakannya di mana. Ini bukanlah romantisme ala drama Korea, melainkan tanda kedewasaan emosional yang tumbuh perlahan.

Ruang-Ruang Kecil Penopang Cinta Dewasa

Rumah tangga adalah sebuah maraton panjang. Kita berlari sambil menahan kantuk, menggendong anak, mengejar waktu, dan berusaha menjaga kewarasan diri. Tidak ada musik pengiring yang megah. Tidak ada sorotan lampu yang gemerlap. Namun, ada ruang-ruang kecil yang menjadi penyelamat kita. Dapur yang berantakan. Pintu kamar mandi yang berembun. Lima menit waktu sebelum semua orang bangun.

Menurut sebuah artikel dari Institute for Family Studies, kebersamaan keseharian ternyata jauh lebih penting bagi kelangsungan hubungan jangka panjang dibandingkan aktivitas besar yang dirayakan sesekali. Kebersamaan-kebersamaan kecil inilah yang menciptakan rasa aman, dan rasa aman itulah yang membuat pernikahan bertahan.

Saya tersadar: cinta dewasa tidak selalu lahir dari kejutan besar. Ia justru hidup di ruang-ruang sederhana yang sering kita anggap biasa saja.

Pernikahan: Bukan Tentang Saksi, Tapi Tentang Pertumbuhan Bersama

Saya memandang suami pagi itu. Rambutnya masih meneteskan air. Matanya terlihat lelah, namun penuh kelembutan. Tidak ada properti romantis yang menghiasi. Tidak ada bunga atau lilin yang menyala. Saya sendiri masih mengenakan daster kusut. Namun, justru dalam keadaan paling biasa itulah saya merasa begitu dicintai.

Studi psikologi relasi yang dipublikasikan di Scientific American menemukan bahwa pasangan yang mampu mengekspresikan rasa syukur melalui hal-hal kecil cenderung memiliki komunikasi yang lebih stabil dan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi. Mungkin itulah sebabnya kalimat suami saya terasa seperti pelukan panjang yang menghangatkan. Ia tidak membawa hadiah. Ia hanya membawa sebuah ingatan: bahwa kami telah bertahan bersama selama hampir sepuluh tahun.

Sepuluh tahun penuh jatuh. Sepuluh tahun penuh bangkit. Sepuluh tahun memunguti serpihan kesabaran yang tercecer.

Pelajaran Berharga dari Momen Kecil

Apa yang bisa dipelajari dari momen kecil ini?

  • Pasangan Berubah, Meski Perlahan: Perubahan positif dalam hubungan tidak selalu datang dalam bentuk yang spektakuler.
  • Jangan Meremehkan Momen Harian: Pagi yang tampak biasa saja bisa menjadi titik balik emosional yang signifikan.
  • Komunikasi Kecil Bisa Memperbaiki Banyak Hal: Satu kalimat yang diucapkan dengan tulus bisa membuat istri merasa dihargai. Satu respons hangat bisa membuat suami merasa dilihat dan dipedulikan.

Mengapa Cerita Ini Perlu Dibagikan?

Karena banyak pasangan merasa hubungan mereka mulai datar. Banyak yang merasa tidak lagi diperhatikan oleh pasangannya. Banyak yang beranggapan bahwa cinta mereka telah habis, padahal yang hilang hanyalah jeda kecil untuk saling melihat dan mengakui keberadaan satu sama lain. Cerita seperti ini mengingatkan kita bahwa cinta tidak mati, ia hanya berubah bentuk.

Kadang, cinta hadir dalam suara yang nyaris tak terdengar sebelum matahari terbit. Kadang, cinta hadir dalam ingatan sederhana tentang tanggal pernikahan. Kadang, cinta hadir dalam usaha-usaha kecil yang tidak diminta.

Kebahagiaan dalam pernikahan bukanlah sesuatu yang megah. Ia tumbuh dari hal-hal sepele yang diucapkan dan dilakukan dengan jujur.

Pagi yang Akan Selalu Saya Ingat

Saya tidak tahu apakah nanti kami akan makan malam berdua, menonton film bersama, atau sekadar duduk sebentar setelah anak-anak terlelap.

Namun, saya tahu satu hal pasti: Saya akan selalu mengingat pagi itu. Pagi ketika suami saya yang notabene sangat tidak romantis, berkata dengan lirih:

"Sebentar lagi sepuluh tahun."

Tidak ada bunga. Tidak ada lilin. Tidak ada kejutan besar yang meriah.

Namun, hati saya meleleh. Dan itu sudah cukup untuk mengubah seluruh jalannya hari.

Sebab cinta yang tumbuh diam-diam pun, tetaplah cinta sejati. Dan di pagi itu, cinta itu memilih bentuknya yang paling sederhana: sebuah kalimat yang nyaris tak terdengar, namun terasa begitu dalam.

X Episode 11-12: Kapan Tayang Ep Final & Jadwal Sub Indo?

Memasuki babak akhir penayangannya, perhatian para penggemar drama Korea "Dear X" kini tertuju pada episode 11 dan 12, yang akan menjadi penutup dari keseluruhan cerita. Pertanyaan mengenai kapan episode final ini akan tayang, terutama dengan ketersediaan subtitle Bahasa Indonesia, menjadi topik hangat di kalangan penonton. Pergeseran jadwal yang sempat terjadi sebelumnya semakin menambah rasa penasaran, menjadikan informasi resmi mengenai waktu tayang sebagai hal yang paling dicari.

Drama Korea "Dear X" menjanjikan sebuah akhir cerita yang sarat emosi. Dua episode terakhir ini diklaim akan menyajikan keputusan-keputusan besar yang secara signifikan akan mengubah nasib seluruh tokoh utama.

Sekilas Perjalanan Cerita Menuju Episode Final

Ketika cerita semakin mendekati penghujungnya, konflik yang dibangun semakin memuncak dan semakin pekat. Salah satu contohnya adalah serangan yang dilancarkan oleh karakter Jung Hee, yang ironisnya justru berbalik menghancurkan dirinya sendiri. Di sisi lain, sorotan media yang awalnya tertuju pada satu arah, perlahan mulai bergeser dan menempatkan Ah Jin sebagai sasaran rumor-rumor baru yang jauh lebih kejam dan meresahkan.

Sementara itu, terbongkarnya sebuah kebohongan besar memaksa Jun Seo untuk mengambil keputusan sulit, yaitu menjauh dari situasi yang ada. Keputusan ini secara emosional semakin memperdalam jarak antara dirinya dan tokoh-tokoh lainnya. Di tengah kekacauan ini, Do Hyeok mulai memperlihatkan sisi obsesifnya yang semakin berbahaya. Rahasia kelam yang selama ini ia simpan di lantai ketiga rumahnya mulai terkuak sedikit demi sedikit, dan ancaman nyata dari rahasia tersebut kini membayangi semua orang yang terlibat.

Tekanan Berat yang Dihadapi Ah Jin

Ah Jin mendapati dirinya berada di titik terendahnya. Tidak hanya dihantam oleh rentetan rumor yang menyakitkan, ia juga merasa kehilangan kendali atas arah hidupnya sendiri. Dalam situasi yang penuh tekanan ini, dorongan dari publik yang semakin kuat mendorongnya untuk bersumpah akan melakukan balas dendam kepada Do Hyeok.

Namun, alur cerita tidak berhenti pada titik tersebut. Jun Seo dan Jae Oh berusaha keras untuk menarik Ah Jin keluar dari pusaran kehancuran yang mengancamnya. Upaya penyelamatan yang mereka lakukan ini menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya tragedi yang lebih besar lagi menjelang akhir cerita "Dear X" pada episode 11 dan 12.

Jadwal Tayang Episode Final "Dear X"

Pertanyaan paling utama yang menghantui para penonton akhirnya mendapatkan jawaban. "Dear X" episode 11 dan 12, yang sekaligus menjadi episode penutup, dijadwalkan untuk tayang pada hari Kamis, 4 Desember 2025. Penayangan episode final ini akan dimulai serentak pada pukul 18.00 Waktu Standar Korea (KST) atau pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Bagi para penggemar di Indonesia, kabar baiknya adalah mereka dapat menyaksikan kedua episode terakhir ini secara bersamaan atau simulcast dengan ketersediaan subtitle Bahasa Indonesia yang resmi. Dengan jadwal yang sudah dipastikan ini, para penggemar tidak perlu lagi menunggu lama untuk mengetahui akhir dari kisah perjalanan Baek Ah Jin.

Platform Resmi untuk Menonton Episode Final "Dear X"

Bagi Anda yang ingin menonton secara legal dan mendapatkan pengalaman menonton terbaik, episode 11 dan 12 "Dear X" akan tersedia di platform streaming HBO Max. Platform ini tidak hanya menyediakan kualitas gambar yang optimal, tetapi juga dilengkapi dengan subtitle Bahasa Indonesia yang resmi dan akurat.

Selain itu, dengan menonton melalui layanan resmi seperti HBO Max, Anda secara langsung turut mendukung perkembangan industri drama Korea agar terus menghasilkan karya-karya berkualitas di masa mendatang.

Bocoran Mengenai Akhir Cerita "Dear X"

Episode final dari "Dear X" diprediksi akan menampilkan konsekuensi besar yang timbul dari kompleksitas cinta, ambisi yang membara, serta pengkhianatan yang terjadi sepanjang cerita. Sebagai contoh, kehancuran yang dipicu oleh perebutan kekuasaan tidak hanya akan merusak satu kehidupan, tetapi juga akan menyeret banyak orang ke dalam pusaran konflik yang lebih luas.

Lebih lanjut, perjalanan karakter utama, Baek Ah Jin, akan ditutup dengan sebuah pilihan sulit yang diprediksi akan meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton. Di sisi lain, penonton akan diajak untuk merenungkan bagaimana keputusan-keputusan yang didorong oleh emosi dapat memiliki dampak jangka panjang yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat.

Dengan jadwal tayang yang kini telah dikonfirmasi secara resmi, keraguan mengenai penayangan "Dear X" episode 11 dan 12 seharusnya sudah tidak ada lagi. Episode final ini dipastikan akan tayang di awal Desember 2025 dan siap memberikan penutupan cerita yang dramatis. Ketegangan yang telah dibangun dengan apik sejak awal cerita diprediksi akan mencapai puncaknya pada kedua episode terakhir ini.

Bagi para penggemar setia drama Korea, menyaksikan episode final "Dear X" merupakan sebuah momen yang tidak boleh dilewatkan. Di sisi lain, kisah kelam yang penuh dengan intrik ini diharapkan dapat meninggalkan pesan moral yang kuat mengenai hakikat cinta, bahaya dari keserakahan kekuasaan, serta konsekuensi yang tak terhindarkan dari sebuah pengkhianatan.

Lampung 2025: Rp 1,5 T Dana Transfer Masuk, DAU Dominan

Realisasi Dana Transfer ke Daerah Kota Bandar Lampung Capai 94,36 Persen

Kota Bandar Lampung telah berhasil merealisasikan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 1.525,83 miliar, atau sekitar 94,36 persen dari total pagu anggaran yang mencapai Rp 1.616,95 miliar. Data ini, per tanggal 3 Desember 2025, menunjukkan bahwa sebagian besar dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk daerah telah tersalurkan dan dikelola oleh pemerintah kota.

TKD sendiri merupakan komponen penting dari belanja negara yang dirancang untuk mendanai penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Dana ini menjadi instrumen vital dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di tingkat lokal.

Komponen Utama Dana Transfer ke Daerah

Secara umum, Dana Transfer ke Daerah mencakup beberapa jenis dana yang memiliki tujuan dan mekanisme penyaluran yang berbeda. Pemahaman mendalam mengenai komponen-komponen ini penting untuk mengapresiasi bagaimana anggaran negara berkontribusi pada pembangunan daerah.

  • Dana Perimbangan: Merupakan bagian terbesar dari TKD yang disalurkan kepada daerah. Dana ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan fiskal antar daerah dan memberikan sumber pendanaan yang lebih stabil.

    • Dana Bagi Hasil (DBH): Berasal dari pendapatan negara yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan persentase tertentu dari penerimaan pajak dan sumber daya alam. Ini mencakup DBH Pajak, DBH Cukai Hasil Tembakau, dan DBH Sumber Daya Alam (SDA).
    • Dana Alokasi Umum (DAU): Dana yang dialokasikan kepada daerah untuk mengurangi kesenjangan fiskal dengan mempertimbangkan kebutuhan belanja dan kapasitas fiskal daerah.
    • Dana Alokasi Khusus (DAK): Dana yang dialokasikan kepada daerah untuk membantu membiayai kebutuhan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas pembangunan nasional. DAK terbagi menjadi DAK Fisik dan DAK Nonfisik.
  • Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian: Disediakan untuk daerah-daerah tertentu yang memiliki kekhususan, baik secara geografis maupun sosial-budaya, serta untuk mendukung program-program spesifik.

    • Dana Otonomi Khusus: Dialokasikan untuk provinsi-provinsi yang memiliki status otonomi khusus, seperti Provinsi Papua, Papua Barat, dan Provinsi Aceh.
    • Dana Penyesuaian: Merupakan dana yang diberikan untuk mendukung program-program prioritas nasional yang pelaksanaannya dibantu oleh daerah. Ini mencakup Tunjangan Profesi Guru PNSD, Tambahan Penghasilan Guru PNSD, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Insentif Daerah (DID), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditransfer.

Rincian Realisasi TKD Kota Bandar Lampung Tahun 2025

Hingga awal Desember 2025, Kota Bandar Lampung menerima berbagai jenis TKD dengan realisasi yang bervariasi. Berikut adalah rinciannya:

  • Dana Bagi Hasil (DBH): Secara keseluruhan, realisasi DBH mencapai Rp 35,63 miliar dari pagu Rp 75,16 miliar.

    • DBH Perkebunan Sawit: Terealisasi 100% sebesar Rp 1,17 miliar.
    • DBH Cukai Hasil Tembakau: Terealisasi 80,24% sebesar Rp 0,93 miliar.
    • DBH Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Bagian Daerah: Terealisasi 48,80% sebesar Rp 1,24 miliar.
    • DBH Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21: Terealisasi 41,11% sebesar Rp 24,66 miliar.
    • DBH PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi: Terealisasi 43,04% sebesar Rp 2,02 miliar.
    • DBH SDA Kehutanan - PSDH: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,03 miliar.
    • DBH SDA Minerba - Iuran Tetap: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,00 miliar.
    • DBH SDA Minerba - Royalti: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,00 miliar.
    • DBH SDA Minyak Bumi 15%: Terealisasi 100% sebesar Rp 4,13 miliar.
    • DBH SDA Panas Bumi - Iuran Tetap: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,03 miliar.
    • DBH SDA Panas Bumi - Setoran Bagian Pemerintah: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,56 miliar.
    • DBH SDA Perikanan: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,86 miliar.
  • Dana Alokasi Umum (DAU): Merupakan kontributor terbesar dalam TKD Kota Bandar Lampung, dengan realisasi mencapai Rp 1.157,44 miliar dari pagu Rp 1.181,31 miliar, atau sekitar 97,98%.

    • DAU Umum: Terealisasi 100% sebesar Rp 1.045,62 miliar.
    • DAU Bidang Kesehatan: Terealisasi 100% sebesar Rp 24,67 miliar.
    • DAU Bidang Pendidikan: Terealisasi 75,00% sebesar Rp 59,14 miliar.
    • DAU Pendanaan Kelurahan: Terealisasi 100% sebesar Rp 25,20 miliar.
    • DAU Penggajian Formasi PPPK: Terealisasi 40,36% sebesar Rp 2,81 miliar.
  • Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik: Terealisasi sebesar Rp 13,71 miliar dari pagu Rp 20,86 miliar, dengan persentase 65,72%. DAK Fisik ini umumnya dialokasikan untuk penugasan khusus.

  • Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik: Menunjukkan realisasi yang cukup baik, mencapai Rp 319,05 miliar dari pagu Rp 339,62 miliar, atau 93,94%. Komponen DAK Nonfisik ini meliputi:

    • Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana: Terealisasi 100% sebesar Rp 5,00 miliar.
    • Dana Bantuan Operasional Kesehatan: Terealisasi 82,37% sebesar Rp 29,72 miliar.
    • Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Kesetaraan: Terealisasi 98,81% sebesar Rp 6,35 miliar.
    • Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan - Pendidikan Anak Usia Dini: Terealisasi 99,36% sebesar Rp 13,04 miliar.
    • Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS): Terealisasi 99,92% sebesar Rp 126,12 miliar.
    • Dana Bantuan Pengembangan Program (BPP) Perpustakaan Daerah: Terealisasi 50,00% sebesar Rp 0,24 miliar.
    • Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian: Terealisasi 50,00% sebesar Rp 0,06 miliar.
    • Dana Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak: Terealisasi 100% sebesar Rp 0,40 miliar.
    • Dana Tambahan Penghasilan Guru ASN Daerah: Terealisasi 49,91% sebesar Rp 0,41 miliar.
    • Dana Tunjangan Profesi Guru ASN Daerah: Terealisasi 91,22% sebesar Rp 137,72 miliar.

Secara keseluruhan, tingkat realisasi TKD Kota Bandar Lampung yang mencapai 94,36% menunjukkan efektivitas pemerintah kota dalam mengelola dan memanfaatkan dana yang dialokasikan dari pusat untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, beberapa pos anggaran, terutama yang berkaitan dengan DAK Fisik, DBH PPh, dan beberapa komponen DAK Nonfisik, masih memiliki ruang untuk peningkatan realisasi di periode mendatang.

Malam Apresiasi Politani Kupang 2025: Riset, Kolaborasi, Inovasi

Politani Kupang Rayakan Kemajuan Riset dan Inovasi dalam Rangkaian Seminar Nasional ke-8

Kupang - Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang menggelar sebuah acara istimewa, gala dinner, sebagai bagian dari rangkaian Seminar Nasional ke-8 yang diselenggarakan pada Jumat, 28 November 2025, di Hotel Aston Kupang. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momen penting untuk mengapresiasi kontribusi para peneliti dan akademisi yang telah memberikan sumbangsih signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian dan peternakan.

Gala dinner ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan seminar yang telah berlangsung, di mana para peserta dari berbagai perguruan tinggi berkumpul untuk berbagi ide, temuan penelitian, dan berdiskusi mengenai tantangan serta peluang di sektor pertanian dan peternakan. Kehadiran para akademisi, peneliti, serta pimpinan institusi menandai komitmen bersama untuk terus mendorong inovasi dan penelitian yang berdampak.

Apresiasi untuk Dedikasi dan Prestasi Akademik

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Politani Kupang memberikan sejumlah penghargaan kepada para peneliti dan akademisi yang telah menunjukkan kinerja luar biasa. Penghargaan ini mencakup berbagai kategori, mulai dari publikasi ilmiah, realisasi hibah penelitian, hingga kekayaan intelektual. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras, dedikasi, dan inovasi yang telah mereka tunjukkan sepanjang tahun 2025.

Beberapa kategori penghargaan yang diberikan antara lain:

  • Hibah Penelitian Terbanyak: Penghargaan ini diberikan kepada Jemseng Carles Abineno, STP., M.Sc., yang berhasil meraih tiga hibah, terdiri dari dua hibah eksternal dan satu hibah internal. Prestasi ini menunjukkan kemampuan beliau dalam mendapatkan dukungan pendanaan untuk riset-risetnya.
  • Hibah PKM Terbaik: Yori Raimona Menoh, S.Pt., M.Si., dianugerahi penghargaan ini atas keberhasilannya yang pertama kali lolos Hibah BIMA. Ini menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus berinovasi dalam pengabdian kepada masyarakat.
  • SINTA Score Tertinggi Overall: Stormy Vertygo, S.Si., M.Sc., meraih penghargaan ini dengan perolehan skor SINTA sebesar 1.273. Skor ini mencerminkan produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah yang tinggi.
  • SINTA Score Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir: Prof. Dr. Ir. Rupa Mateus, M.Si., tercatat meraih skor SINTA tertinggi dalam tiga tahun terakhir dengan catatan 447.
  • Terbitan Scopus Q1 dan Q2 Terbanyak: drh. Erda Eni Rame Hau, M.Biotech., Ph.D., mendapatkan penghargaan ini berkat dua publikasinya di jurnal internasional bereputasi Q1 dan Q2.
  • Terbitan Buku Terbanyak: Melkianus Teddison Bulan, S.S.T., M.M., dianugerahi penghargaan ini atas kontribusinya dalam menghasilkan tujuh buku dan book chapter.
  • Hak Cipta Terbanyak: Nusrah Rusadi, M.Hut., berhasil memperoleh delapan hak cipta, menunjukkan inovasinya dalam menciptakan karya yang dilindungi.
  • Terbitan Jurnal SINTA Terbanyak: Dr. Sutan Sahala Muda Marpaung, M.Si., meraih penghargaan ini dengan total sembilan publikasi di jurnal nasional terakreditasi. Beliau juga menerima penghargaan terbitan Scopus Q3 dan Q4 terbanyak melalui tiga publikasi internasional.
  • H-index Scopus Tertinggi per November 2025: Prof. Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D., tercatat memiliki H-index Scopus tertinggi dengan angka 9.
  • H-index Google Scholar Tertinggi: Prof. Dr. Theresia Nur Indah Koni, S.Pt., M.Si., memimpin dengan H-index Google Scholar tertinggi sebesar 12.

Kolaborasi Strategis untuk Kemajuan Peternakan NTT

Acara gala dinner ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politani Kupang, Cardial L.O. Leo Penu, S.Pt., M.Sc., Ph.D., serta Ketua PEPPSI NTT, Meidelzed Amtiran.

Dalam sambutannya, Ketua PEPPSI NTT memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi yang telah terjalin erat dengan Politani Kupang. Ia menekankan betapa pentingnya sinergi ini, khususnya dalam upaya memajukan sektor peternakan di Nusa Tenggara Timur. Meidelzed Amtiran mengungkapkan bahwa manfaat dari penelitian yang dihasilkan oleh Politani Kupang telah dirasakan secara langsung oleh para peternak. Bahkan, beberapa temuan riset strategis sedang dalam proses menuju paten, yang diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Membangun Budaya Riset yang Produktif dan Menyenangkan

Kepala P3M Politani Kupang, Cardial L.O. Leo Penu, dalam kesempatan yang sama, turut menekankan urgensi pembangunan budaya riset yang tidak hanya menghasilkan produktivitas tinggi, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa senang dan semangat di kalangan para peneliti. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan seperti gala dinner dan field trip merupakan bagian integral dari upaya menciptakan ruang interaksi yang lebih informal. Ruang ini diharapkan dapat memfasilitasi para peneliti untuk saling bertukar ide, gagasan, dan pengalaman secara lebih cair, mendalam, dan konstruktif.

Melalui kegiatan semacam ini, Politani Kupang berupaya menciptakan ekosistem riset yang dinamis, di mana kolaborasi antarlembaga dan antarindividu dapat terus tumbuh subur. Semangat kebersamaan dan pertukaran ilmu diharapkan akan menghasilkan inovasi-inovasi yang lebih relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.

Gala dinner ini menjadi lebih dari sekadar acara formal; ia adalah sebuah platform untuk merayakan berbagai pencapaian luar biasa, memperkuat jaringan profesional, serta meneguhkan kembali komitmen bersama dalam upaya memajukan riset dan inovasi di Indonesia. Dengan fondasi kolaborasi yang semakin kuat, Politani Kupang optimis bahwa hasil-hasil penelitian yang mereka hasilkan akan terus memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan peternakan di Nusa Tenggara Timur.

Fenomena Langit Spektakuler di Akhir 2025: Sambut Cold Supermoon yang Terbit Paling Tinggi

Para pencinta astronomi dan pengamat langit akan dimanjakan dengan sebuah tontonan alam yang luar biasa di penghujung tahun 2025. Fenomena Cold Supermoon, atau yang juga dikenal sebagai Cold Moon, akan menghiasi langit malam mulai Rabu, 3 Desember 2025, hingga Kamis, 4 Desember 2025. Bulan purnama terakhir di tahun ini tidak hanya diprediksi akan tampak lebih besar dari biasanya, tetapi juga akan mencapai posisi tertinggi di langit malam dibandingkan bulan purnama lainnya sepanjang tahun.

Memahami Fenomena Cold Moon

Istilah "Cold Moon" atau bulan dingin merujuk pada fenomena bulan purnama yang terjadi bertepatan dengan periode cuaca dingin di belahan bumi utara. Pakar Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa Cold Moon adalah sebutan untuk bulan purnama yang hadir di akhir tahun ketika suhu udara di belahan bumi utara sedang dingin.

Lebih lanjut, Thomas menambahkan bahwa fenomena bulan purnama kali ini juga layak disebut "Super-Cold-Moon". Penambahan kata "Super" ini dikarenakan peristiwa tersebut bertepatan dengan fenomena supermoon, di mana Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi. Kombinasi ini menjadikan Cold Moon 2025 sebagai peristiwa astronomi yang sangat menarik untuk diamati.

Jadwal dan Cara Mengamati Supermoon Akhir Tahun 2025

Fenomena Supermoon ini dijadwalkan akan dapat disaksikan mulai malam hari pada Rabu, 3 Desember 2025, hingga menjelang pagi pada Kamis, 4 Desember 2025. Pengamatan dapat dimulai sejak waktu menjelang maghrib, sekitar pukul 17.45 WIB, hingga menjelang matahari terbit, atau sekitar pukul 05.29 WIB.

Thomas Djamaluddin mengonfirmasi bahwa fenomena ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Untuk menyaksikan keindahan Supermoon ini, masyarakat tidak memerlukan alat khusus. Cukup dengan menatap langsung ke arah bulan purnama di langit malam, keindahannya akan tersaji.

Bagi mereka yang ingin mengamati detail permukaan Bulan, seperti kawah-kawah yang menghiasi permukaannya, disarankan untuk menggunakan peralatan bantu. Kamera beresolusi tinggi atau teleskop akan sangat membantu untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan rinci mengenai topografi Bulan.

Cold Moon: Supermoon Terbesar Kedua di 2025

Cold Moon yang akan hadir di Desember 2025 ini tercatat sebagai yang ketiga dari empat fenomena supermoon yang terjadi secara berturut-turut di tahun tersebut. Dari keempat supermoon tersebut, Cold Moon 2025 akan menjadi supermoon terbesar kedua setelah Beaver Moon yang telah teramati pada bulan November sebelumnya.

Fenomena supermoon sendiri terjadi ketika fase bulan purnama bertepatan dengan momen ketika Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya. Titik terdekat ini dikenal sebagai perigee. Akibat kedekatan orbit ini, Bulan dapat terlihat sekitar 10 persen lebih besar dibandingkan dengan penampakan bulan purnama pada umumnya.

Meskipun puncak fenomena Cold Moon secara teknis akan terjadi pada tanggal 4 Desember, keindahannya tidak akan berkurang. Bulan ini diperkirakan akan tetap terlihat sangat cerah dan penuh, baik pada malam sebelum puncak (3 Desember) maupun malam setelah puncak (4 Desember).

Mengapa Cold Moon Terbit Lebih Tinggi di Langit?

Salah satu keistimewaan dari Supermoon Desember adalah posisinya yang selalu tampak lebih tinggi di langit malam dibandingkan bulan purnama di bulan-bulan lainnya. Fenomena unik ini berkaitan erat dengan kemiringan sumbu Bumi.

Menjelang datangnya solstis musim dingin di Belahan Bumi Utara, yang biasanya jatuh sekitar tanggal 21 Desember, Matahari akan tampak berada pada titik terendahnya di langit saat siang hari. Sebaliknya, bulan purnama, yang secara definisi selalu berada pada posisi berlawanan dengan Matahari dalam orbitnya, akan terbit ke posisi yang lebih tinggi di langit malam. Interaksi antara posisi Matahari yang rendah dan Bulan purnama yang tinggi inilah yang menciptakan pemandangan langit yang berbeda di bulan Desember.

Fenomena ini juga yang memberikan nama lain pada bulan purnama di bulan Desember. Menurut catatan dari The Old Farmer's Almanac, salah satu nama yang diberikan oleh penduduk asli Amerika untuk bulan purnama Desember adalah "Long Night Moon" (Bulan Malam Panjang). Nama ini diberikan karena kedekatannya dengan solstis musim dingin, yang merupakan malam terpanjang dalam setahun.

Menanti Bulan Purnama Selanjutnya

Cold Supermoon Desember 2025 ini menandai bulan purnama ke-12 dan terakhir di tahun 2025. Setelah menyambut keindahan Cold Moon, para pengamat langit dapat menantikan bulan purnama berikutnya yang akan hadir pada tanggal 3 Januari 2026. Bulan purnama pertama di tahun 2026 ini dikenal sebagai Wolf Moon dan juga diprediksi akan menjadi supermoon keempat dan terakhir dari rangkaian supermoon berturut-turut.

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang kaya akan fenomena bulan purnama, dengan total 13 bulan purnama. Salah satu peristiwa menarik yang akan terjadi di tahun 2026 adalah fenomena Blue Moon, yaitu bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender, yang dijadwalkan akan muncul pada bulan Mei 2026. Kehadiran fenomena-fenomena ini memastikan bahwa langit malam akan terus menyajikan keajaiban astronomi yang memukau bagi kita semua.

Upaya Pemulihan Jaringan Telkomsel Pasca-Bencana di Sumatera Dipercepat

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menimbulkan dampak signifikan, termasuk terganggunya layanan telekomunikasi. Menyadari urgensi konektivitas di tengah situasi darurat, Telkomsel secara proaktif mempercepat upaya pemulihan jaringan di daerah-daerah terdampak. Komitmen ini ditunjukkan melalui mobilisasi sumber daya, kolaborasi lintas sektor, dan penyediaan paket bantuan khusus bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hingga awal Desember 2025, Telkomsel telah mencatat kemajuan signifikan dalam pemulihan layanan seluler dan IndiHome. Secara keseluruhan, 76,5% dari total 7.640 site layanan seluler Telkomsel telah kembali beroperasi normal. Angka ini setara dengan 5.851 site. Sementara itu, untuk layanan IndiHome, 79,7% dari total 530.502 jalur pelanggan telah pulih, yang berarti 422.551 pelanggan telah kembali terhubung.

Upaya pemulihan ini tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada menjaga konektivitas bagi masyarakat yang mengungsi, berada di area tanggap darurat, dan terdampak langsung oleh bencana. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah melalui penyediaan "Paket Siaga Peduli Sumatera" yang dapat diakses secara gratis melalui kode UMB 88820#.

Rincian Capaian Pemulihan per Provinsi (per 1 Desember 2025):

  • Aceh:
    • Pemulihan site Telkomsel mencapai 36%. Sebanyak 708 dari total 1.964 site telah pulih.
    • Pemulihan jalur IndiHome mencapai 41,2%. Sebanyak 59.836 dari total 145.384 jalur telah pulih.
  • Sumatera Utara:
    • Pemulihan site Telkomsel sangat tinggi, mencapai 90%. Sebanyak 4.136 dari total 4.610 site telah pulih.
    • Pemulihan jalur IndiHome mencapai 93,3%. Sebanyak 293.911 dari total 314.957 jalur telah pulih.
  • Sumatera Barat:
    • Pemulihan site Telkomsel tercatat paling tinggi, mencapai 94%. Sebanyak 1.007 dari total 1.066 site telah pulih.
    • Pemulihan jalur IndiHome juga mencapai 93,3%. Sebanyak 68.804 dari total 70.161 jalur telah pulih.

Strategi Pemulihan Jaringan yang Komprehensif

Telkomsel menerapkan berbagai skema pemulihan yang terintegrasi untuk memastikan layanan komunikasi dapat segera kembali normal. Langkah-langkah strategis yang diambil meliputi:

  • Mobilisasi Tim Teknis: Pengerahan sebanyak 346 personel teknis terlatih untuk melakukan perbaikan dan pemulihan di lapangan.
  • Penguatan Sumber Daya Listrik: Penempatan unit generator set (genset) tambahan untuk memastikan pasokan listrik yang stabil bagi operasional jaringan.
  • Pengalihan Rute Infrastruktur: Melakukan pengalihan rute backbone dan jalur transmisi yang terputus atau rusak untuk meminimalkan dampak dan mempercepat konektivitas.
  • Penggunaan Perangkat Alternatif: Memanfaatkan perangkat komunikasi alternatif untuk menjaga layanan tetap tersedia di area-area yang sangat terdampak.
  • Penggelaran BTS Mobile: Menempatkan Base Transceiver Station (BTS) bergerak di lokasi-lokasi prioritas yang membutuhkan konektivitas segera.

Dukungan Komunitas dan Layanan Pelanggan

Selain fokus pada pemulihan teknis, Telkomsel juga memberikan perhatian khusus pada kebutuhan masyarakat terdampak. Melalui "Paket Siaga Peduli Sumatera" yang dapat diaktifkan satu kali oleh pengguna kartu SIMPATI, by.U (prabayar), dan Halo (pascabayar) di wilayah terdampak, pelanggan dapat memilih salah satu dari dua opsi:

a. Paket Data: 3 GB kuota data yang berlaku selama 7 hari. b. Paket Komunikasi: 300 menit panggilan telepon dan 1.000 SMS ke semua operator yang berlaku selama 7 hari.

Lebih lanjut, Telkomsel mendirikan Posko Layanan Pelanggan Tanggap Bencana di sekitar 100 titik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Posko-posko ini menyediakan berbagai layanan penting, antara lain:

  • Telepon dan SMS gratis di daerah bencana hingga proses pemulihan selesai.
  • Penggantian kartu SIM gratis bagi pelanggan yang kartunya rusak atau hilang, serta perpanjangan masa aktif kartu.
  • Penyesuaian paket data prabayar dan penundaan pembayaran tagihan pascabayar atau IndiHome bagi pelanggan yang terdampak.
  • Penggantian perangkat modem ONT dan STB bagi pelanggan IndiHome yang modemnya rusak.
  • Penyediaan layanan IndiHome 3P (Triple Play) dan Telkomsel Orbit di kantor Basarnas untuk mendukung operasional tim penyelamat.

Apresiasi dan Komitmen Berkelanjutan

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengapresiasi kesigapan Telkomsel dalam merespons bencana. "Kemkomdigi mengapresiasi langkah cepat Telkomsel dan seluruh pihak dalam memastikan layanan komunikasi tetap tersedia di tengah kondisi darurat. Kolaborasi ini penting agar masyarakat terdampak tetap terhubung dan mendapatkan akses informasi yang dibutuhkan," ujar Meutya Hafid.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi. "Kami berkomitmen hadir di setiap situasi, memastikan layanan komunikasi tetap tersedia dan membantu masyarakat terdampak. Bersama Kemkomdigi, pemerintah daerah, serta berbagai instansi, kami terus berupaya mempercepat pemulihan dan melayani sepenuh hati agar masyarakat dapat kembali bangkit," tegas Nugroho.

Telkomsel, bersama dengan Telkom Group, terus memantau situasi dan berupaya keras memastikan ketersediaan layanan komunikasi. Mereka juga mengajak seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk memanfaatkan Paket Siaga Peduli Sumatera melalui UMB 88820#. Untuk informasi lebih lanjut atau bantuan darurat, masyarakat dapat menghubungi Hotline Pusat Layanan Tanggap Bencana Sumatera melalui Call Center 24/7 Bebas Pulsa di nomor 0800-111-9000.

Kolaborasi Telkomsel dengan Telkom Group dalam upaya pemulihan mencakup berbagai aspek, mulai dari dukungan tanggap darurat, konektivitas, hingga bantuan kemanusiaan. Ini termasuk pendirian posko tanggap darurat di berbagai kota, penyediaan delapan titik WiFi gratis, bantuan dapur umum, mobilisasi logistik sembako dan material perbaikan melalui jalur darat, laut, dan udara, penambahan kapasitas jaringan, serta instalasi 120 unit satelit komersial dan CSR dari Telkomsat.

Sengketa Properti: Kriminalisasi Rugikan BT Rp 24 Miliar

Sengketa Properti dan Tuduhan Penggelapan: Budiman Tiang Merasa Dikriminalisasi

Denpasar – Sidang lanjutan perkara pidana yang menjerat Budiman Tiang (BT) kembali mengemuka di Pengadilan Negeri Denpasar pada Selasa lalu. Agenda persidangan yang berlangsung dari sore hingga petang itu berfokus pada pembacaan pledoi pribadi terdakwa dan pemaparan argumen dari tim penasihat hukumnya. Yang menarik dan menimbulkan pertanyaan besar adalah terungkapnya fakta bahwa BT justru diduga mengalami kerugian materiil yang signifikan, mencapai Rp 24 miliar, namun justru berstatus sebagai terdakwa. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya kriminalisasi dalam sengketa properti yang tengah dihadapi.

Pledoi Terdakwa: Gugurnya Unsur Penggelapan

Dalam pembelaan tertulisnya, pihak terdakwa secara tegas menyatakan bahwa seluruh unsur yang digunakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menjerat Budiman Tiang dengan Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai dugaan penggelapan, dinilai telah gugur satu per satu berdasarkan bukti dan fakta yang terungkap di persidangan. Penasihat hukum BT memaparkan bahwa tidak ada bukti konkret yang menunjukkan terdakwa pernah menguasai atau menikmati barang maupun dana secara melawan hukum, sebagaimana yang dituduhkan.

Sebaliknya, fakta persidangan justru mengungkap sebuah ironi: bangunan senilai Rp 170 miliar, yang menjadi dasar tuduhan penggelapan, saat ini berada dalam penguasaan pihak lawan, bukan Budiman Tiang. "Unsur penggelapan gugur semuanya. Tidak ada satu pun unsur yang terbukti secara terang dan jelas," ujar Gede Pasek Suardika, S.H., M.H., dari Berdikari Law Office, selaku penasihat hukum terdakwa.

Poin-Poin Krusial dalam Pledoi Pribadi Budiman Tiang

Dalam pledoi pribadinya, Budiman Tiang menguraikan sejumlah poin penting yang menurutnya menunjukkan bahwa dakwaan JPU tidak memenuhi syarat formil maupun materil. Beberapa poin krusial yang diangkat antara lain:

  • Objek Penggelapan yang Kabur: BT menegaskan bahwa JPU tidak pernah menjelaskan secara tegas apa objek yang dituduhkan digelapkan. Apakah itu tanah, bangunan, dana kerja sama operasional, atau uang sewa? Ketidakjelasan ini membuat dakwaan menjadi kabur dan tidak memenuhi asas kepastian hukum.
  • Kepemilikan Objek Sengketa: Tanah dan bangunan yang dipersoalkan berada di bawah Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) milik Budiman Tiang sendiri. Berdasarkan yurisprudensi Mahkamah Agung, seseorang tidak dapat dipidana karena menggelapkan barang miliknya sendiri.
  • Keterangan Saksi yang Meragukan: JPU mendalilkan adanya kerugian dari pembayaran yang dilakukan oleh warga negara asing bernama Nicholas Laye. Namun, persidangan mengungkap bahwa Laye tidak pernah diperiksa di tingkat penyidikan, tidak pernah hadir di sidang, serta tidak pernah memberikan keterangan di bawah sumpah. Hal ini membuat dasar tuduhan kerugian menjadi lemah.
  • Penggunaan Dana Operasional: Dana sebesar Rp 20 juta yang disebut-sebut dalam perkara ini, menurut BT, tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk operasional perusahaan.
  • Sengketa Korporasi, Bukan Pidana: BT menilai bahwa perkara ini lebih merupakan sengketa korporasi, bukan tindak pidana. Ia berargumen bahwa direksi pelapor tidak menyusun laporan keuangan, tidak melakukan audit, dan diduga menyembunyikan sejumlah transaksi.
  • Tidak Adanya Kerugian Nyata: BT menekankan bahwa JPU tidak dapat menjelaskan secara pasti siapa yang dirugikan, besaran kerugiannya, maupun mekanisme kerugian tersebut terjadi. Tanpa adanya kerugian nyata, unsur penggelapan tidak terpenuhi.
  • Kesaksian Tidak Berdasarkan Pengalaman Langsung: Sejumlah kesaksian dari pihak pelapor dinilai tidak berdasarkan pengalaman langsung, melainkan informasi dari pihak lain. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), kesaksian semacam ini seharusnya dikesampingkan.

Mengutip Yurisprudensi dan Asas Hukum

Lebih lanjut, Budiman Tiang merujuk pada putusan Mahkamah Agung yang secara konsisten menegaskan bahwa perselisihan bisnis dan perjanjian keperdataan bukanlah ranah pidana. Ia juga menegaskan kembali bahwa tidak ada barang milik orang lain, tidak ada penyalahgunaan wewenang, tidak ada kerugian nyata, serta tidak ada niat jahat dari pihaknya.

Penggunaan pembayaran Nicholas Laye sebagai dasar konstruksi kerugian oleh JPU dinilai tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Tidak adanya pemeriksaan Laye di tingkat penyidikan, ketidakhadirannya di persidangan, serta ketiadaan keterangan di bawah sumpah membuat aliran dana dan klaim kerugian tidak memenuhi asas due process of law.

Konsumen Tidak Dihadirkan, Tuduhan Tak Berdasar

Salah satu tuduhan paling serius adalah bahwa Budiman Tiang merugikan konsumen dalam pengelolaan proyek kerja sama. Namun, selama persidangan berlangsung, tidak satu pun konsumen yang dihadirkan untuk memberikan keterangan. Tidak ada yang mengaku mengalami kerugian, tidak ada bukti kerugian nyata, dan tidak ada saksi fakta yang memperkuat dakwaan tersebut. "Bagaimana mungkin menuduh Terdakwa merugikan konsumen, jika tidak satu pun konsumen yang dihadirkan di persidangan?” sentil GPS, merujuk pada argumen JPU.

Tim kuasa hukum BT menilai bahwa klaim JPU semata-mata bersandar pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang seluruhnya telah dipatahkan di persidangan. "Fakta persidangan, kerugian justru ada pada terdakwa. Di mana dalam persidangan terungkap bahwa BT justru yang menderita kerugian," tegasnya.

Kerugian Finansial yang Dialami Budiman Tiang

Kerugian yang dialami oleh Budiman Tiang mencakup beberapa poin signifikan:

  • Dua warga negara Rusia, Igor dan Stanislav, memiliki utang kepada BT sebesar Rp 24 miliar yang belum pernah dibayar.
  • Modal dan aset BT berupa empat SHGB yang digunakan dalam proyek tidak pernah diganti.
  • Igor dan Stanislav justru yang menikmati keuntungan dari proyek tersebut.

"Fakta persidangan ini membongkar bahwa tidak ada unsur 'menguntungkan diri sendiri', melainkan BT yang dirugikan," diingatkan kembali dalam sidang. "Ini kriminalisasi. Ketika penipuan tidak terbukti, pasal penggelapan dipaksakan."

Integritas Peradilan dan Keterlibatan Pihak Asing

Gede Pasek Suardika menekankan pentingnya integritas dalam peradilan. "Tinggal keberanian hakim untuk memilih keadilan, atau takut bayang-bayang orang besar yang bermain di belakang perkara ini," tuturnya.

Kasus yang menyeret Budiman Tiang memang menarik perhatian banyak pihak, tidak hanya karena "korban" justru menjadi terdakwa, tetapi juga karena melibatkan pihak asing. Situasi investasi asing di Bali belakangan ini memang banyak diwarnai beragam kasus.

Dalam sidang tersebut, terungkap pula bahwa dua warga Rusia yang mengklaim diri sebagai investor, ternyata diduga hanya berprofesi sebagai sales properti. Selain itu, sejumlah proyek Magnum di Berawa dan Sanur diduga tidak memiliki izin lengkap. Situasi ini semakin memperkuat kekhawatiran adanya kriminalisasi terhadap pelaku usaha lokal dalam sengketa bisnis dengan warga negara asing.

Gugatan Perbuatan Melawan Hukum

Selain perkara pidana, Budiman Tiang juga mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan nomor perkara 1183/Pdt.G/2025/PN.Dps terhadap Kapolda Bali dan Komandan Brimob, yang diajukan atas nama pribadi, bukan sebagai pejabat Polri. Sidang terakhir terkait gugatan ini digelar pada 26 November 2025 dengan agenda penyerahan bukti awal terkait kewenangan absolut PN Denpasar. Sidang akan berlanjut pada tahap pembuktian.

Sementara itu, sidang pidana Budiman Tiang dijadwalkan akan berlanjut pada Selasa, 9 Desember 2025, dengan agenda pembacaan replik atau tanggapan JPU terhadap pledoi terdakwa.

Diberdayakan oleh Blogger.