Halloween party ideas 2015

Jokowi berani nyatakan ijazahnya asli, eks Kabareskrim Susno Duadji beri hormat
Ringkasan Berita:
  • Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menunjukkan ijazahnya di pengadilan.
  • Ijazah yang ditunjukkan mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
  • Jokowi menilai pengadilan sebagai forum paling tepat membuktikan keaslian ijazah.

medkomsubangnetwork, Jakarta -Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berjanji bakal menunjukkan ijazah miliknya mulai dari tingkat Sekolah Dasar atau SD hingga jenjang perguruan tinggi di pengadilan.

Ia menilai pengadilan merupakan forum yang tepat untuk membuktikan apakah ijazah yang dimilikinya selama ini asli atau palsu.

"Ya itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas semuanya, akan saya bawa," kata Jokowi dalam wawancara eksklusif Program Khusus Kompas TV, Selasa (9/12/2025). 

Jokowi menambahkan pengadilan juga menjadi tempat bagi pihak yang menuding ijazah palsu untuk membuktikan tuduhannya.

Melansir Tribunnews.com, mengenai pernyataan Jokowi tersebut, Mantan Kabareskrim Komjen Pol Purn Susno Duadji memberi hormat kepada ayah Wakil Presiden Gibran itu.

Selain itu, Susno juga menghargai keputusan Jokowi yang memilih untuk menunjukkan ijazahnya di pengadilan.

Susno Duadji adalah Kabareskrim Polri periode 24 Oktober 2008 hingga 24 November 2009.

"Kita hormat dan menghargai Pak Jokowi yang telah berani tampil menyatakan ijazahnya asli. Akan dilihatkan di pengadilan," kata Susno dalam program 'Bola Liar' Kompas TV, Jumat (12/12/2025).

Namun, Susno belum mengetahui apakah ijazah asli tersebut masih dipegang Jokowi atau sudah disita oleh penyidik.

Pasalnya, menurut Susno untuk sampai ke proses pengadilan harus melalui proses di penyidik, lalu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga ijazah tersebut seharusnya sudah disita oleh penyidik.

"Mudah-mudahan beliau (Jokowi) keseleo lidah. Jadi artinya (ijazah) sudah di tangan penyidik itu. Mudah-mudahan ya karena beliau bukan orang hukum juga," ujarnya.

Susno Duadji juga menjelaskan bahwa Roy Suryo cs harus membuktikan tuduhannya terkait ijazah Jokowi.

Sementara itu, Jokowi juga harus menangkis tuduhan Roy Suryo itu dengan menunjukkan ijazah aslinya.

"Siapa yang menuduh dia yang buktikan. Pak Jokowi juga harus menangkis itu dengan membuktikan 'ini aslinya, skripsi saya juga sah, kuliah saya juga sah.'," tuturnya.

Minta UGM Bersuara Jelas

Susno juga menilai Universitas Gadjah Mada (UGM) juga harus bersuara menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.

Susno menegaskan bahwa dirinya tidak membela pihak manapun terkait dengan perkara ijazah Jokowi.

"Jangan UGM sembunyi. Bela, bersuara yang jelas, asli ini bukti skripsinya. Ini dosen pembimbingnya," kata dia.

"Saya netral. Saya hormat dengan Pak Jokowi kalau itu dia buktikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi mengaku siap menunjukkan ijazah asli kelulusannya dari sekolah dasar hingga sarjana di pengadilan.

Menurut dia, pengadilan adalah forum yang paling tepat untuk membuktikan keaslian ijazahnya.

"Ya, itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya dan saya bawa," kata Jokowi, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (9/12/2025).

Jokowi membawa persoalan ini ke ranah hukum agar jadi pembelajaran untuk tidak mudah menuduh seseorang.

"Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang," pesannya.

Menurut Jokowi, kasus serupa bisa terjadi ke orang lain jika ia tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain, ke menteri, ke presiden yang lain, ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan," kata Jokowi.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Kasus ini merupakan hasil pelaporan yang dilakukan Jokowi ke Polda Metro Jaya.

Kedelapan tersangka dalam kasus ini dibagi dalam dua klaster. Klaster pertama 5 orang dan klaster kedua 3 orang.

Klaster pertama Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, M Rizal Fadillah, Rusam Effendi, Damai Hari Lubis, dijerat dengan Pasal 310 mengenai pencemaran nama baik dan fitnah, Pasal 311 tentang fitnah, Pasal 160 KUHP mengenai menghasut dan/atau Pasal 27A juncto Pasal 45 Ayat (4) dan/atau Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 UU ITE.

Sementara klaster kedua, yakni Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauziah Tyassuma dikenakan Pasal 310 KUHP mengenai pencemaran nama baik dan fitnah, Pasal 311 KUHP tentang fitnah, Pasal 32 Ayat 1 juncto Pasal 48 Ayat 1, Pasal 35 juncto Pasal 51 Ayat 1, Pasal 27A juncto Pasal 45 Ayat 4, Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang ITE.

medkomsubangnetwork - Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. iPhone 16 Series resmi masuk Indonesia, dan langsung jadi perbincangan hangat di jagat teknologi. Sejak diumumkan tersedia di distributor resmi, pencarian terkait harga, spesifikasi, hingga fitur unggulan iPhone terbaru ini langsung melonjak tajam.

Tak heran, Apple membawa banyak pembaruan yang bukan sekadar kosmetik. Mulai dari performa lebih ngebut, kamera makin pintar, hingga fitur AI yang disebut-sebut bakal mengubah cara orang memakai iPhone sehari-hari.

Lalu, berapa harga iPhone 16 di Indonesia dan fitur apa yang paling dicari pengguna?

Daftar Harga iPhone 16 Series Resmi di Indonesia

Apple menghadirkan beberapa varian iPhone 16 untuk berbagai segmen pengguna. Berikut gambaran harga resmi yang beredar di Indonesia melalui distributor resmi Apple:

iPhone 16e: mulai Rp 12 jutaan

iPhone 16: mulai Rp 14 jutaan

iPhone 16 Plus: mulai Rp 16 jutaan

iPhone 16 Pro: mulai Rp 18 jutaan

iPhone 16 Pro Max: mulai Rp 22 jutaan

Harga berbeda tergantung kapasitas penyimpanan dan promo di masing-masing toko. Varian iPhone 16e langsung mencuri perhatian karena jadi “iPhone terbaru paling terjangkau” saat ini.

Kenapa iPhone 16 Series Langsung Jadi Incaran? Ini Jawabannya

1. Performa Lebih Kencang dengan Chip A18

iPhone 16 Series dibekali chipset Apple A18 dan A18 Pro, yang menawarkan peningkatan performa signifikan sekaligus lebih hemat daya. Aktivitas berat seperti editing video, gaming, hingga multitasking terasa lebih mulus.

Bagi pengguna lama iPhone 11 atau 12, lonjakan performanya sangat terasa.

2. Kamera 48 MP yang Makin Pintar

Salah satu daya tarik utama iPhone 16 ada di sektor kamera. Varian Pro membawa sensor 48 MP dengan kemampuan pemrosesan gambar lebih cerdas, detail lebih tajam, dan warna lebih natural.

Menariknya, Apple juga menyematkan tombol khusus kamera (Camera Control Button) yang bikin akses foto dan video jadi lebih cepat—fitur yang sangat disukai kreator konten.

3. Apple Intelligence, Fitur yang Paling Banyak Dicari

Ini dia fitur yang paling bikin penasaran: Apple Intelligence.

Teknologi AI terbaru ini membuat iPhone bisa:

Membantu menulis dan merangkum teks

Mengedit foto secara otomatis

Mencari foto berdasarkan konteks

Membuat emoji dan visual personal

Semua diproses dengan fokus pada privasi pengguna. Inilah alasan kenapa banyak orang menyebut iPhone 16 sebagai “iPhone paling pintar sejauh ini”.

4. USB-C dan Baterai Lebih Tahan Lama

iPhone 16 Series kini sepenuhnya menggunakan USB-C, memudahkan pengisian daya dan transfer data. Ditambah optimasi baterai, pemakaian seharian untuk kerja, scrolling, hingga streaming jadi lebih aman tanpa sering cari colokan.

5. Layar Lebih Halus dan Nyaman di Mata

Khusus model Pro dan Pro Max, Apple membawa layar Super Retina XDR dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz. Scroll media sosial, main game, atau nonton video terasa jauh lebih halus dan responsif.

iPhone 16 Cocok untuk Siapa?

Pengguna iPhone lama → upgrade terasa signifikan

Konten kreator → kamera dan AI sangat membantu

Pengguna harian → iPhone 16e & iPhone 16 sudah lebih dari cukup

Pencari flagship premium → Pro dan Pro Max masih jadi raja

iPhone 16 Series Layak Dibeli?

Dengan harga yang bervariasi dan fitur yang makin relevan dengan kebutuhan zaman, iPhone 16 Series menjadi salah satu smartphone paling menarik di 2025. Bukan hanya soal performa, tapi juga pengalaman pintar yang benar-benar terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Tak heran jika iPhone 16 langsung masuk daftar incaran banyak pengguna di Indonesia.***

Polemik Ban Kapten Timnas Indonesia: Asnawi Mangkualam Bantah Isu Internal Lawan China

Sebuah perdebatan lama mengenai isu internal Timnas Indonesia, khususnya terkait pergantian ban kapten saat menghadapi China, kembali mencuat. Polemik ini kembali dipanaskan oleh pernyataan seorang figur publik yang kemudian dibantah keras oleh kapten Timnas saat ini, Asnawi Mangkualam. Kejadian ini membuktikan bahwa isu di ruang ganti pemain seringkali menjadi bola liar yang sulit dikendalikan di publik.

Latar Belakang Polemik

Polemik ini berawal dari pertandingan antara Timnas Indonesia melawan China yang berlangsung di Stadion Pemuda Qingdao. Sebelum laga tersebut, sempat beredar isu mengenai adanya permasalahan internal dalam skuad Garuda. Kecurigaan ini semakin menguat ketika pelatih kepala, Shin Tae-yong, melakukan beberapa perubahan signifikan pada susunan pemain utama (line-up). Salah satu perubahan yang paling disorot adalah pergantian ban kapten. Saat itu, Asnawi Mangkualam yang kembali diturunkan sebagai starter, kembali mengenakan ban kapten yang sebelumnya sempat diberikan kepada Jay Idzes ketika Asnawi berada di bangku cadangan.

Pada dasarnya, penunjukan Asnawi sebagai kapten utama bukanlah hal yang baru, karena memang pelatih Shin Tae-yong telah menunjuknya sebagai kapten utama tim. Namun, isu mengenai adanya masalah internal kembali mencuat setelah Arya Sinulingga, dalam sebuah podcast di kanal YouTube pribadinya bersama Haris Pardede (Bung Harpa) pada Rabu (10/12/2025), membahas kembali kejadian tersebut.

Pernyataan Arya Sinulingga dan Tanggapan Awal

Dalam diskusinya, Arya Sinulingga secara terbuka menyatakan bahwa pertandingan melawan China tersebut diwarnai oleh permasalahan internal di tubuh Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong. Ia secara spesifik menyoroti pergantian ban kapten yang sebelumnya dipegang oleh Jay Idzes.

"Kalau nggak ada masalah ruang ganti pasti kita nggak gitu komposisinya lawan China, bener nggak, nggak mungkin Jay Idzes diganti dari kapten," ujar Arya.

Mendengar pernyataan tersebut, Bung Harpa mencoba memberikan klarifikasi berdasarkan informasi yang diterimanya. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang ia dapat, Asnawi Mangkualam memang merupakan kapten utama tim.

"Soal Jay Idzes, boleh saya interupsi bang, setahu saya ini Asnawi kan memang kapten utama bang, memang di masih statusnya kapten utama, setahu saya," ujar Bung Harpa.

Arya Sinulingga kemudian membantah pernyataan Bung Harpa tersebut, dengan tegas menyatakan bahwa status kapten telah berganti. "Enggak udah ganti," sahut Arya.

Bung Harpa kembali membantah dengan mengutip perkataan Jay Idzes sendiri yang menyebutkan bahwa Asnawi adalah kaptennya. "Nah terus Jay Idzesnya katanya yang bilang ya udah si Asnawi saja yang kapten," balas Bung Harpa.

Arya Sinulingga, yang merupakan Exco PSSI, kembali mempertegas pernyataannya. Ia menambahkan bahwa selain isu kapten, adanya konflik saat itu juga dapat dilihat dari dicadangkannya Thom Haye. Ia juga menyinggung pernyataan Jeje yang kerap membahas masalah antara pemain dan pelatih, bukan masalah federasi.

"Enggak udah diganti makanya Jay Idzes yang kapten kan, itu perubahan, Thom Haye nggak main, banyak terjadi. Dan kayak Jeje kan bang Harpa kan banyak gaul sama Jeje, dia nggak pernah ngomongin federasi, dia selalu ngomongin masalah pemain dengan pelatih," imbuh Arya.

Bantahan Tegas Asnawi Mangkualam

Merasa terganggu dengan kemunculan kembali isu lama yang seharusnya sudah tertutup, Asnawi Mangkualam akhirnya angkat bicara. Bek kanan klub Port FC ini secara tegas membantah pernyataan Arya Sinulingga terkait polemik ban kapten.

Sebelum memberikan klarifikasi resmi, Asnawi mengunggah sebuah cuplikan video dari podcast Arya Sinulingga dan Bung Harpa yang membahas isu internal dan pemilihan kapten saat laga melawan China. Dengan nada sarkas, Asnawi menandai akun Jeje dalam unggahannya, seolah meminta klarifikasi dari rekannya tersebut.

"@jeongseokseo coba jelasin Je gimana biar bapak ini ngerti gimana (di tambah emoji heran)," tulis Asnawi pada video tersebut, Kamis (11/12/2025).

Selanjutnya, Asnawi Mangkualam memberikan klarifikasi mendalam melalui fitur InstaStory-nya. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak yang memberikan informasi yang belum tentu benar.

"Tidak ada dilokasi tapi klarifikasi seakan-akan benar adanya, coba di publik siapa yang memberitahu bapak perihal kapten itu. Apakah pelatih, pemain atau official? Tolong sampaikan biar gak jadi bola liar di publik," tulis Asnawi Mangkualam.

Mantan pemain PSM Makassar ini kemudian memberikan penjelasan gamblang mengenai kronologi sebenarnya terkait pemilihan kapten Timnas Indonesia.

Klarifikasi Detail Asnawi Mangkualam

Asnawi Mangkualam menjelaskan bahwa ia sebenarnya sudah sejak lama berniat untuk menyerahkan ban kapten kepada pemain lain. Bahkan, niat tersebut sudah ada sebelum ajang Piala Asia.

"Saya pribadi sudah lama berniat untuk memberikan kapten itu ke pemain lain bahkan sebelum Piala Asia," ujar Asnawi dalam klarifikasinya.

Ia mengungkapkan bahwa ia sempat berbicara dengan asisten pelatih Timnas Indonesia saat itu, Nova Arianto, mengenai keinginannya untuk memberikan ban kapten utama kepada pemain lain, seperti Jordi Amat atau Jay Idzes.

"Saya pribadi berbicara ke Coach Nova bilang kamu yang masih dipercaya Coach Shin dan berlanjut lagi saya masih berusaha untuk memberikan ke pemain lain lagi yaitu Jay dari sebelum melawan Australia di GBK. Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy, Thom dan Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa first kapten dan vice."

Asnawi menegaskan bahwa saat itu, Coach Shin Tae-yong tetap mempercayakan ban kapten utama kepadanya, dan Jay Idzes sebagai wakil kapten. Ia yakin bahwa semua pemain yang disebutkan di atas dapat menjadi saksi atas kebenaran pernyataannya.

"Ketika itu Coach Shin tetap mempercayakan first kapten ke saya dan Jay sebagai vice. Dan di sini jelas dan bisa ditanyakan juga ke semua pemain yang saya sebutkan di atas."

Ia merasa heran mengapa dirinya selalu disudutkan dalam permasalahan ini, dan mengapa isu dari pertandingan melawan China, yang sudah berlalu, masih terus dibahas. Menurutnya, fokus seharusnya adalah perbaikan untuk masa depan tim.

"Saya rasa masalah ini jika paham bola tidak perlu dibahas karena memang jelas alurnya seperti itu. Ketika first kapten bermain tetap akan memakai ban kapten. Tetapi jika tidak bermain diberikan ke vice kapten. Tapi kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan di permasalahan ini, dan kenapa juga sampai saat ini masih membahas pertandingan ketika melawan China. Sedangkan yang harus dilakukan bukan membahas yang sudah berlalu tapi memperbaiki buat ke depannya."

Asnawi juga menekankan bahwa jika memang benar Jay Idzes telah ditentukan sebagai kapten utama saat melawan China, ia meminta agar sumber informasi tersebut diungkapkan. Ia menyatakan bahwa ia bangga jika dipercaya, namun akan lebih ikhlas jika kepercayaan itu diberikan kepada orang yang lebih pantas. Alasan keinginannya untuk memberikan ban kapten kepada pemain lain adalah karena ia merasa performanya menurun dan ada pemain lain yang lebih layak.

"Kalau memang perkataan bapak itu benar Jay sudah ditentukan sebagai first kapten melawan China, please let me know who telling you? Jika saya diberikan kepercayaan saya bangga, tapi ketika diberikan jauh lebih baik saya ikhlas. Dan itu sudah lama saya berniat untuk memberikan ke yang lain. Alasan saya ingin memberikan ke yang lain karena that tim saya rasa performa saya menurun dan ada yang lebih pantas," tutup Asnawi Mangkualam.

Klarifikasi mendalam dari Asnawi ini diharapkan dapat menutup rapat "kotak pandora" isu lama yang terus menghantui Timnas Indonesia dan membuka jalan bagi fokus yang lebih positif untuk perkembangan sepak bola nasional.

Menjelajahi Jantung Khatulistiwa: Tugu Pontianak, Saksi Sejarah dan Kebanggaan Lokal

Pagi ketiga di Pontianak disambut dengan semangat baru, sebuah misi penjelajahan yang kian mendalam. Gusti, pemandu lokal yang selalu bersemangat, telah menunggu di lobi hotel. Kali ini, ia tak lagi membawa termos kopi hitam legendarisnya, melainkan dua gelas kopi kekinian dengan taburan boba yang melimpah, sebuah kontras menarik dengan nuansa petualangan sejarah yang akan kami jalani.

"Hari ini kita akan mengunjungi lokasi paling ikonik di Pontianak, Bang," ujar Gusti dengan nada serius, sembari menyerahkan salah satu gelas kopinya. "Ini adalah titik di mana bumi terbelah dua, lokasi yang membuat Pontianak menjadi pusat perhatian alam semesta. Anggap saja diskusi kita pagi ini berpusat di titik nol lintang paling hits."

Tujuan kami adalah Tugu Khatulistiwa, atau yang lebih akrab disapa "Tugu Khat" oleh masyarakat setempat. Perjalanan menuju tugu ini membawa kami melintasi Jembatan Kapuas I yang padat merayap, sebuah pemandangan khas kota yang mulai sibuk. Setelah itu, kami memasuki wilayah Pontianak Utara, di mana suasana terasa lebih santai dan lapang.

Sesampainya di lokasi, pemandangan ikonik itu langsung menyambut kami. Bangunan tugu berdiri gagah, terbagi menjadi dua bagian utama: tugu asli yang dilindungi di dalam bangunan berkubah kaca, dan sebuah replika yang jauh lebih besar menjulang di lapangan terbuka. Suasana di sekitar tugu sangat ramai oleh pengunjung yang antusias. Mereka sibuk mengabadikan momen dengan berbagai pose kreatif, mulai dari menahan tugu agar tidak roboh hingga berakting seolah melayang, semua demi konten media sosial yang estetis di garis imajiner bumi.

Gusti, yang dengan cepat bertransformasi menjadi seorang profesor sejarah begitu mencium aroma situs bersejarah, mulai menjelaskan dengan penuh semangat. Ia menunjuk setiap sudut tugu dengan gestur dramatis, seolah memimpin sebuah briefing militer tentang "redactional flow" di zaman kolonial.

Tugu Khatulistiwa Asli: Warisan Penjelajah Belanda

"Bang, lihat baik-baik tugu ini," katanya, matanya berbinar penuh pengetahuan yang ternyata ia peroleh dari percakapan mendalam di warung kopi tertua se-Pontianak. "Monumen ini pertama kali dibangun pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi internasional dari Belanda. Mereka ini ibarat tim surveyor paling presisi pada masanya, bekerja keras untuk memastikan lokasi persisnya. Mereka rela datang jauh-jauh dari Eropa hanya untuk memeriksa garis imajiner ini, demi memastikan akurasi wilayah jajahan mereka!"

Gusti kemudian memaparkan sejarah tugu dengan detail yang mengagumkan. Penjelasannya mengalir mulus, dari awal penemuan titik nol hingga pembangunan monumen kecil yang kini menjadi saksi bisu sejarah.

"Tugu ini memiliki presisi yang luar biasa," lanjut Gusti, menunjuk pilar beton pada tugu lama. "Tim Belanda itu menggunakan metode astronomi kuno namun sangat akurat. Mereka menghabiskan berbulan-bulan riset hanya untuk menemukan titik ini. Tiang dan lingkarannya diukur menggunakan theodolite dan peralatan canggih pada zamannya, bukan sekadar perkiraan atau pasal karet yang bisa ditafsirkan macam-macam."

Gusti menjelaskan bahwa penemuan titik ini bukanlah sekadar iseng, melainkan memiliki konsekuensi hukum internasional yang signifikan pada zaman kolonial.

"Ini serius, Bang! Penandaan titik khatulistiwa ini secara de facto dan de jure memperkuat klaim wilayah kolonial Belanda di mata dunia. Semacam sertifikat hak milik lokasi strategis yang sah untuk diaktakan di notaris internasional!" ujarnya sambil terkekeh. "Bayangkan, jika salah ukur hanya 10 meter saja, bisa-bisa kedaulatan Pontianak berpindah ke daerah lain, masuk wilayah anak perusahaan Inggris. Bisa menjadi bahan gugatan perdata di Mahkamah Internasional, Bang, dengan tuntutan ganti rugi lokasi paling keren di bumi!"

Saya tak bisa menahan tawa mendengar kelakar sejarah yang diungkapkan Gusti. "Jadi, ini semacam bukti fisik bahwa bumi itu bulat dan Pontianak sudah di-booking duluan ya, Gus? Branding kotanya kuat sekali!"

"Betul, Bang! Pasal penentuannya sudah kuat sejak 1928, tidak bisa diganggu gugat, sudah sesuai SOP alam semesta!"

Keajaiban Kulminasi Matahari dan Transformasi Tugu

Gusti melanjutkan ceritanya tentang fenomena kulminasi matahari yang terjadi setiap bulan Maret dan September. Pada saat-saat tersebut, pengunjung dapat merasakan sensasi unik berdiri tanpa bayangan.

"Fenomena ini adalah bukti nyata rotasi bumi. Matahari tepat berada di atas kepala kita, sedang check-in di hotel lintang nol. Jika pas momen itu, kita bisa melihat keajaiban alam. Dasar Hukum Alam berlaku sempurna, tanpa cela, dan bebas PPN, tidak seperti konten jurnalistik abang yang kena PPN 11%!"

Sambil berjalan keluar dari bangunan kubah yang melindungi tugu asli—yang terlihat mungil, introvert, dan eksklusif—saya menunjuk replika raksasa yang berdiri gagah di lapangan terbuka. Tugu baru ini memiliki skala yang jauh lebih besar, dirancang secara modern, dan menjadi objek foto utama bagi para pelancong yang membutuhkan ruang gerak lebih.

"Nah, kalau yang ini ceritanya berbeda lagi, Bang," kata Gusti, menyesap kopi kekiniannya hingga topping bobanya tandas. "Yang di dalam itu versi originalnya, situs sejarah yang dilindungi. Ibarat Kitab Undang-Undang Hukum Perdata aslinya yang sakral, master content kita. Nah, yang di luar ini versi Undang-Undang terbarunya: lebih besar, lebih mudah diakses, dan pastinya lebih fotogenic buat kaum milenial yang butuh konten viral."

"Transformasi ini terjadi karena kebutuhan, Bang. Tugu yang lama terlalu kecil untuk menampung animo wisatawan yang ingin berfoto di titik nol bumi. Akhirnya dibangunlah replika yang lebih masif ini pada tahun 1990, diresmikan oleh Gubernur saat itu," jelas Gusti. "Semacam rebranding sejarah lah, demi engagement yang lebih tinggi, sesuai arahan direksi pariwisata!"

"Jadi, ini pengembangan aset negara ya, Gus? Biar market value-nya naik dan revenue dari konten pariwisata bertambah?" canda saya lagi.

Gusti mengangguk setuju dengan mimik serius yang dibuat-buat. "Tepat sekali, Bang! Semacam 'ekspansi bisnis' pariwisata Pontianak. Kalau di hukum, ini namanya penyesuaian regulasi terhadap perkembangan zaman. Tujuannya sama, lokasinya sama, tapi kemasannya di-upgrade. Jadi, tidak ada pelanggaran asas retroaktif di sini, karena fungsinya hanya replika untuk memperkuat yang asli, bukan menggantikan SOP inti!"

Refleksi Perjalanan dan Kenangan Pontianak

Waktu berlalu begitu cepat. Kopi di gelas telah tandas, dan memori kamera ponsel saya penuh dengan foto tugu dari berbagai sudut. Petualangan sejarah di jantung khatulistiwa ini harus segera berakhir. Gusti mengantar saya kembali ke hotel untuk berkemas.

Sore harinya, saya harus terbang kembali ke realitas kehidupan Ibu Kota; rutinitas kantor yang membosankan, kemacetan jalanan yang mematikan, dan tentunya, kebersamaan paling berharga bersama anak-anak dan mamanya, yang menjadi jangkar hidup saya.

Saya berada di Pontianak sebenarnya dalam rangka tugas negara—versi kantor pusat yang overthinking. Misi utama: memastikan anak grup perusahaan di sini menjual konten produk jurnalistiknya sesuai Garis Besar Haluan Kantor (GBHK) yang sakral, kaku, dan multitafsir. Anggap saja saya ini auditor internal yang hanya dibayar pakai keringat dan singkong keju. Lebih dramatis lagi, saya semacam hulubalang raja yang diutus ke negeri bawahan untuk memata-matai, memastikan mereka tidak membangkang atau, amit-amit, merencanakan kudeta editorial.

Pontianak adalah kota kedua yang saya sambangi setelah Semarang. Di Kota Lumpia itu, saya stay agak lama. Maklum, mumpung dinas luar, sekalian staycation halal di rumah orang tua. Lumayan, bisa claim tiket pesawat full price dari kantor, win-win solution ala karyawan teladan. Semoga big boss di kantor pusat membaca ini, biar beliau paham jika uang saku suka mepet dan proses reimbursement itu ribetnya bisa memicu darah tinggi.

Momen terakhir di Bandara Supadio, saya berpamitan dengan Gusti Hardi Syarifudin, sang calon Magister Sejarah yang humoris dan memiliki kebanggaan lokal yang tinggi. "Makasih banyak Gus, buat petualangan dan semua ceritanya," ujar saya tulus. "Semoga tesis S2 kamu lancar jaya dan cepat jadi Dosen Sejarah yang kocak!"

"Sama-sama, Bang. Kapan-kapan balik lagi ke Pontianak. Masih banyak sejarah yang belum kita eksplor!"

Saya tersenyum puas. Pontianak bukan hanya tentang udara panas atau singkong keju, tetapi tentang sejarah yang hidup, keramahan yang hangat, dan tentu saja, secangkir kopi hitam yang menemani setiap jengkal perjalanan. Sebuah kota, seperti kata Gusti, memang eksklusif sejak dulu kala, tepat di pusat perhatian alam semesta, dengan sertifikat hukum yang jelas, dan SOP alam yang sempurna.

medkomsubangnetwork - Sebanyak tujuh dari sembilan atlet renang Indonesia berhasil melangkah ke babak final SEA Games 2025. Kontingen Merah Putih pun berpotensi panen medali emas pada hari kedua perebutan medali, Kamis (11/12).

Tim renang Indonesia sebelumnya telah membuka hari pertama dengan cukup apik. Satu emas dan satu perak dipersembahkan oleh tim renang, masing-masing dari Jason Donovan Yusuf dan Farrel Armandio Tangkas.

Jason Donovan dapat medali emas di nomor 100m gaya punggung putra. Sementara Farrel ada di bawahnya dan meraih perak pada nomor yang sama.

Kini memasuki hari kedua, cabor renang berpotensi menambah pundi-pundi medali, termasuk emas. Peluang itu muncul setelah tujuh perenang Indonesia menjalani lomba renang sesi pagi (babak kualifikasi) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok, dengan manis.

Pagi tadi ada sembilan perenang Indonesia yang berlomba di lima nomor lomba renang SEA Games 2025. Yakni 50m gaya punggung putra, 50m gaya punggung putri, 50m gaya bebas putra, 200m gaya bebas putri dan 100m gaya dada putra. Nah tujuh di antaranya sukses melesat ke final.

Mulai dari nomor 50m gaya punggung putra, di mana ada Jason Donovan Yusuf yang mencatatkan waktu 25,88 detik dan perenang senior I Gede Siman Sudartawa dengan waktu 26,40. Keduanya kompak melaju dan akan bertarung di final nomor 50m gaya punggung putra sore nanti.

Kemudian di nomor 50m gaya punggung putri, tim renang Indonesia juga memiliki potensi tinggi untuk bisa meraih medali emas. Ada perenang Merah Putih yang berhasil melaju ke final, yakni Flairene Candrea berkat mencatatkan waktu 29,53 detik dan Masniari Wolf dengan 29,20 detik.

Lalu di nomor 50m gaya bebas putra, Indonesia mengirimkan satu wakilnya ke final. Dia adalah Samuel Maxson Septionus, yang mampu lolos secara langsung ke babak final dengan catatan waktu renang 23,18 detik.

Bergeser ke nomor 200m gaya bebas putri, perenang Indonesia Serenna Karmelita Muslim juga membuka asa untuk meraih medali. Karmelita melesat ke perlombaan puncak setelah mencatatkan waktu 2:07.36 di babak kualifikasi.

Sementara atlet terakhir yang juga siap beraksi untuk memperebutan medali adalah Muhammad Dwiky Raharjo. Dia bakal berlomba di final nomor 100m gaya dada putra, berkat keberhasilannya lolos dari kualifikasi dengan waktu renang 1 menit 3,53 detik.

Albert C. Sutanto selaku pelatih timnas Renang Indonesia, mengaku senang dengan tembusnya 7 perenang Indonesia ke final. Menurutnya, keberhasilan anak asuhnya semakin membuka pintu harapan untuk menambah pundi-pundi medali SEA Games Thailand dari cabor renang.

"Kita punya peluang bagus di 50m gaya punggung putra karena ada Jason yang lagi bagus setelah kemarin dapat emas dan ada perenang senior kita Siman yang secara mental udah matang sekali dengan pengalaman 9 medali emasnya," ujar Albert, dalam keterangan resmi PB Akuatik Indonesia.

"Di bagian putri kita ada Masniari Wolf dan Flairene, yang bisa memberikan tekanan ke perenang naturalisasi Filipina. Jadi kita ada 2 peluru, mudah-mudahan bisa kena sasaran dua-duanya," tambahnya.

Tujuh perenang Indonesia tersebut dijadwalkan memulai perlombaan babak final hari kedua perlombaan di arena yang sama, di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok. Final akan dilaksanakan mulai 18.00 waktu Bangkok, Thailand, yang sama seperti WIB.

Update hasil 16 besar badminton SEA Games 2025 hari ini lengkap nasib wakil Indonesia
Ringkasan Berita:Menginjak gim ketiga, Koh/Li dan Jafar/Felisha langsung bersaing ketat dengan dua kali berbagi angka.
Ringkasan Berita:Pasangan peringkat ke-10 dunia tersebut sempat merebut momentum dengan mengukir keunggulan sebesar dua angka atas Koh/Li.

medkomsubangnetwork Update dan pantau hasil pertandingan wakil Indonesia di badminton SEA Games 2025 nomor Individu. 

Perburuan medali emas oleh para wakil Indonesia berlanjut di nomor individu. 

Perebutan medali emas di lima nomor dipastikan sengit termasuk ganda campuran. 

Untungnya Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, meraih hasil manis pada bulu tangkis SEA Games 2025 kategori perorangan.

Langkah Jafar/Felisha pada SEA Games 2025 dibuka dengan menghadapi wakil Singapura Eng Ket Wesley Koh/Zheng Yan Li di babak 16 besar.

Tampil di Thammasat Rangsit Gymnasium, Pathum Thani, Thailand, Jafar/Felisha menang dengan skor 21-19, 21-8, 21-19 dalam tempo 40 menit.

Dengan hasil ini, Jafar/Felisha melaju ke perempat final bulu tangkis SEA Games 2025.

Persaingan berjalan alot sejak awal gim pertama di mana Jafar/Felisha dan Koh/Li harus berbagi angka hingga tiga kali.

Pasangan peringkat ke-10 dunia tersebut sempat merebut momentum dengan mengukir keunggulan sebesar dua angka atas Koh/Li.

Momen itu tidak bertahan lama di mana Koh/Li berhasil mengejar perolehan poin Jafar/Felisha dan berbalik unggul.

Empat poin beruntun berhasil dibukukan Koh/Li untuk mengungguli Jafar/Felisha pada interval pertama dengan skor 11-7.

Mengawali masa interval dengan tertinggal empat point, permainan agresif langsung ditunjukkan Jafar/Felisha di mana mereka mampu menyamakan skor.

Koh/Li sendiri masih mampu memberikan perlawanan terbaik di mana mereka tak segan memaksa Jafar/Felisha berbagi angka hingga tiga kali secara beruntun.

Memasuki poin-poin tua, Jafar/Felisha sempat meraih momentum dengan memiliki jarak dua angka dengan wakil Singapura tersebut sebelum akhirnya harus kalah pada gim pertama 19-21.

Kalah pada gim pertama membuat Jafar/Felisha tersentak di mana mereka langsung melejit meninggalkan Koh/Li usai meraih empat poin beruntun.

Koh/Li sempat membuat langkah Jafar/Felisha tersendat beberapa kali tetapi mereka tak mampu membalikkan keadaan.

 Dominasi permainan masih berada di tangan Jafar/Felisha di mana mereka tetap unggul saat menutup interval gim kedua dengan skor 11-5.

Usai jeda, Jafar/Felisha kian sulit terbendung dengan mendapatkan empat poin beruntun untuk unggul jauh 15-5 atas Koh/Li.

Pasangan Singapura itu sempat melawan, tetapi hingga gim kedua berakhir, Jafar/Felisha tetap tidak tersentuh untuk keunggulan mereka.

Menginjak gim ketiga, Koh/Li dan Jafar/Felisha langsung bersaing ketat dengan dua kali berbagi angka.

Koh/Li berhasil mengambil alih keunggulan usai meraih dua poin beruntun, tetapi Jafar/Felisha tak membiarkan momen itu bertahan lama.

Wakil Merah Putih ini berhasil melejit untuk menutup perlawanan Koh/Li pada interval ketiga dengan skor 11-7.

Usai jeda, Jafar/Felisha mulai goyah sehingga Koh/Li berhasil mengejar mereka untuk membuat kedudukan imbang hingga tiga kali.

Jafar/Felisha berhasil menjauh lagi dengan mendapatkan tiga poin beruntun hingga pertandingan memasuki masa-masa krusial.

Koh/Li masih melancarkan perlawanan terbaiknya untuk memangkas jarak sebelum Jafar/Felisha meraih momentum match point pertama mereka.

Tertahan dua kali, Jafar/Felisha menyudahi perlawanan Koh/Li pada gim ketiga dengan skor 21-19.

Update Hasil Wakil Indonesia di badminton SEA GAmes 2025. 

Court 1

  • XD - Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Terry Hee Yong Kai/Jin Yu Jia (Singapura)
  • WD - Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Li Zheng Hong/Li Zhen Yan (Singapura)

Court 2

  • XD - Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Wesley Koh Eng Keat/Li Zheng Yan (Singapura) 19-21, 21-8, 21-19
  • WS - Ni Kadek Dinda Amartya Pratiwi vs Nguyen Thuy Linh (Vietnam)
  • MD - Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Hein Thiha Aung/Phone Htet Zaw (Myanmar)

Court 3

  • MS - Moh Zaki Ubaidillah vs Le Duc Phat (Vietnam)
  • MS - Alwi Farhan vs Nguyen Hai Dang (Vietnam)
  • WD - Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Insyirah Khan/Megan Lee Xin Yi (Singapura)
  • MD - Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Phyo Thuram Kyaw/Lai Zuidika (Myanmar)

Live Score

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS

- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

medkomsubangnetworkMenjelang pergantian tahun, momen belanja selalu menjadi hal yang ditunggu banyak orang. 

Satu program belanja terbesar di akhir tahun datang dari Watsons, dengan menghadirkan Watsons 12.12 Sale-Bration. 

Watsons 12.12 Sale-Bration berlangsung pada tanggal 12–14 Desember 2025.

Watsons 12.12 Sale-Bration bisa diakses melalui website resmi Watsons.co.id maupun aplikasi Watsons ID yang tersedia untuk Android dan iOS.

Kesempatan Belanja Produk Kecantikan dan Kesehatan dengan Diskon Besar

Watsons 12.12 Sale-Bration menjadi ajang terbaik bagi pelanggan untuk mendapatkan produk-produk kecantikan, kesehatan, dan perawatan diri dengan diskon hingga 70 persen. 

Tidak hanya itu, program ini juga menawarkan beragam voucher menarik dan promo tambahan yang sayang untuk dilewatkan. 

Pelanggan dapat menemukan penawaran spesial dari brand-brand ternama seperti Maybelline, Cetaphil, Wardah, SKINTIFIC, Sayap Mas, Nivea, Watsons Brand, dan masih banyak lagi.

Selama periode Megaday, pelanggan bisa memanfaatkan berbagai penawaran spesial. 

Salah satunya adalah voucher spesial senilai Rp 112.000 dengan kode GCSALEBRATION112K untuk pembelanjaan minimal Rp 499.000. 

Selain itu, tersedia pula flash voucher yang muncul tiga kali sehari sepanjang program berlangsung, menambah keseruan dan kesempatan untuk berbelanja lebih hemat.

Beragam Promo dan Kemudahan Belanja

Tidak hanya diskon besar dan voucher menarik, Watsons juga menghadirkan beragam promo tambahan, mulai dari flash sale, hingga bebas ongkir untuk area Jabodetabek. 

Bagi para Watsons Club Member, keuntungan belanja semakin maksimal karena mereka berhak mendapatkan extra discount eksklusif, sehingga belanja menjadi lebih hemat dibandingkan biasanya.

Watsons juga mempermudah pelanggan dengan layanan belanja yang fleksibel. 

Fitur Home Delivery Express memungkinkan pesanan dikirim langsung ke alamat pelanggan dengan cepat. 

Sedangkan fitur Click & Collect Express memudahkan pelanggan untuk membeli produk secara online dan mengambilnya langsung di toko pilihan, memberikan kombinasi kenyamanan belanja online sekaligus tetap dapat produk dengan segera.

Maksimalkan Momen Belanja dengan Brand Favorit

Watsons menghadirkan berbagai penawaran menarik dari produk-produk favorit. 

Misalnya, pelanggan bisa mendapatkan produk perawatan kulit seperti Cetaphil dengan harga spesial, atau makeup favorit dari Maybelline. 

Tidak ketinggalan, brand lokal dan Watsons Brand juga menawarkan produk berkualitas dengan harga lebih hemat. 

Program ini benar-benar menjadi solusi bagi mereka yang ingin menyambut akhir tahun dengan penampilan lebih segar dan sehat tanpa menguras kantong.

Lanjutan Promo Melalui Thank You Sale

Setelah periode Watsons 12.12 Sale-Bration berakhir, pelanggan masih bisa menikmati penawaran lanjutan melalui program Thank You Sale. 

Program ini memberikan kesempatan tambahan untuk berbelanja dengan berbagai voucher menarik dan promo spesial, memastikan bahwa semua pelanggan tetap dapat merasakan keuntungan belanja yang maksimal di akhir tahun.

Sambut Penghujung Tahun dengan Lebih Hemat dan Menyenangkan

Watsons 12.12 Sale-Bration bukan hanya sekadar promo belanja biasa, melainkan ajang untuk merayakan penghujung tahun dengan lebih hemat dan menyenangkan. 

Dengan diskon besar, voucher menarik, flash sale, serta layanan belanja fleksibel, program ini memberikan pengalaman belanja yang lengkap, aman, dan nyaman.

Untuk menikmati berbagai penawaran spesial ini, pelanggan cukup mengunjungi www.watsons.co.id

 atau membuka aplikasi Watsons ID di smartphone.

Semua kemudahan dan keuntungan belanja ini menanti, mulai dari diskon hingga 70%, voucher spesial, bebas ongkir, hingga layanan Home Delivery dan Click & Collect Express.

Jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk mendapatkan produk kecantikan, kesehatan, dan perawatan diri favorit dengan harga istimewa. 

Watsons 12.12 Sale-Bration siap menjadi momen belanja akhir tahun yang paling menguntungkan bagi kamu dan keluarga.

 

Ambar/medkomsubangnetwork

Diberdayakan oleh Blogger.