Halloween party ideas 2015

Ringkasan Berita:
  • Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani berpotensi bertemu di babak semifinal Malaysia Open 2026.
  • Kesempatan itu muncul setelah Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berhasil melaju ke perempat final dan menempati undian bawah di Malaysia Open 2026.
  • Pada babak perempat final Malaysia Open 2026, Fajar/Fikri dijadwalkan bertanding melawan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India. Sementara itu, Sabar/Reza akan berhadapan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang berasal dari Malaysia.

medkomsubangnetwork,Dua pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (yang berada di unggulan ke-6) dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (unggulan ke-8), berpotensi untuk bertemu di babak semifinal Malaysia Open 2026.

Bersamaan dengan itu, Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berhasil melaju ke perempat final Malaysia Open 2026 yang dijadwalkan hari ini, Jumat, 9 Januari 2026, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Fajar/Fikri dan Sabar/Reza berada di grup yang sama di babak penyisihan.

Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar/Fikri, dijadwalkan akan bertanding melawan unggulan ketiga dari India, yaitu Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Sementara itu, Sabar/Reza akan berhadapan dengan wakil tuan rumah yang merupakan unggulan kedua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Apabila Fajar/Fikri dan Sabar/Reza kompak meraih kemenangan di perempat final Malaysia Open 2026, keduanya otomatis menciptakan all Indonesian semifinal atau saling lawan di semifinal.

Namun peluang tersebut tidak sepenuhnya terbuka dengan lebar, lawan yang akan dihadapi Fajar/Fikri dan Sabar/Reza bukan sembarangan.

Untuk Fajar/Fikri, mereka menelan kekalahan di laga terakhir melawan Satwiksairaj/Shetty, tepatnya di fase grup BWF World Tour Finals 2025 Desember lalu.

Kala itu, Fajar/Fikri kalah dari Satwiksairaj/Shetty dengan skor 21-11, 16-21, 21-11.

Meski begitu, Fajar/Fikri pernah mengalahkan Satwiksairaj/Shetty di pertemuan pertama mereka yakni perempat final Australia Open 2025.

Fajar/Fikri membuyarkan misi Satwiksairaj/Shetty lolos semifinal Australia Open 2025 dengan kemenangan 21-19 dan 21-15.

Kembali bersua Satwiksairaj/Shetty untuk yang ketiga kalinya, Fajar/Fikri bertekad untuk membalas kekalahan yang mereka alami di BWF World Tour Finals 2025.

"Terakhir kami kalah di bulan lalu di World Tour Finals, pastinya kami ingin membalas kekalahan," kata Fajar, dikutip dari PB Djarum.

Sedangkan untuk Sabar/Reza, mereka di atas kertas lebih diunggulkan ketimbang Chia/Soh jika berkaca dari catatan pertemuan (head to head).

Dari lima laga yang telah mereka lakoni, Sabar/Reza mampu meraih empat kemenangan saat bertemu Chia/Soh.

Terakhir, Sabar/Reza mengubur mimpi Chia/Soh untuk bisa meraih medali emas SEA Games 2025.

Sabar/Reza keluar sebagai pemenang sekaligus meraih medali emas SEA Games 2025 setelah mengalahkan Chia/Soh dengan skor 21-14 dan  21-17.

Meski unggul head to head, Sabar/Reza akan tetap mewaspadai kebangkitan Chia/Soh yang tampil di hadapan suporternya sendiri.

"Tidak akan mudah karena juga main di negaranya mereka. Jadi, ya, kita besok fokus dan kami pengin memberikan hasil yang terbaik," ujar Reza, dikutip dari Djarum Badminton.

Kembalikan Kejayaan Ganda Putra

Kemenangan tentu diharapkan bisa disajikan Fajar/Fikri dan Sabar/Reza di perempat final Malaysia Open 2026 hari ini.

Dengan begitu, Indonesia otomatis bisa langsung meloloskan satu wakil ke final Malaysia Open 2026 dari sektor ganda putra.

Karena jika berkaca dari sejarah sejak Malaysia Open dihelat pada 1937, ganda putra Indonesia sejatinya menjadi yang paling sering juara dengan 14 gelar.

Namun dalam dua edisi terakhir, ganda putra Indonesia justru mletre, bahkan tidak ada yang mampu lolos semifinal.

Di Malaysia Open 2024, pencapaian terbaik diraih Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang finis sebagai perempat finalis.

Lalu di Malaysia Open 2025, pencapaian terbaik hanya 16 besar lewat Sabar/Reza.

Sedangkan ganda putra Indonesia terakhir yang mampu naik podium juara Malaysia Open adalah Fajar/Rian.

Fajar/Rian adalah kampiun Malaysia Open 2023, saat itu mereka berhasil mengalahkan pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dengan skor 21-18, 18-21, 21-13.

Lebih lengkapnya, berikut pencapaian ganda putra Indonesia di 5 edisi terakhir Malaysia Open:

  • 2021: ditiadakan lantaran Covid-19
  • 2022:  Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (runner-up)
  • 2023: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (juara)
  • 2024: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (perempat final)
  • 2025: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (16 besar)

Terlepas dari sorotan perang saudara yang kemungkinan disajikan Fajar/Fikri dan Sabar/Reza, akan ada tiga wakil Indonesia lainnya yang akan berjuang meraih tiket semifinal Malaysia Open 2026.

Mereka adalah Jonatan Christie (tunggal putra), Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (ganda putri).

Jonatan Christie yang berstatus unggulan ke-4 akan melawan wakil Jepang unggulan ke-8, Kodai Naraoka.

Lalu Putri Kusuma Wardani selaku unggulan ke-6 bakal bersua unggulan ke-2 asal China, Wang Zhi Yi.

Kemudian Ana/Tiwi sudah ditunggu pasangan Korea Selatan unggulan ke-6, Baek Ha-na/Lee So-hee.

(medkomsubangnetwork,/Isnaini)

medkomsubangnetwork, - Hasil menggembirakan diraih tim bulu tangkis Indonesia dalam babak 16 besar Malaysia Open 2026. Lima wakil Merah Putih yang beraksi pada Kamis (8/1), semuanya meraih kemenangan, termasuk Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang membuat kejutan besar.

Rangkaian babak 16 besar Malaysia Open 2026 telah tuntas. Lima wakil Indonesia menunjukkan performa ciamik di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/1).

Jonatan Christie jadi wakil Indonesia pertama yang gacor di babak kedua turnamen pembuka BWF World Tour 2026. Pebulu tangkis tunggal putra andalan itu sukses mengandaskan Leong Jun Hao (Malaysia).

Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie yang juga unggulan kermpat turnamen, menang dua gim langsung atas wakil tuan rumah tersebut dengan skor 21-18, 21-11.

"Hari ini saya mencoba buat lebih mengontrol jalannya pertandingan, mengontrol diri juga untuk lebih tenang, lebih sabar dan saya rasa itu cukup berhasil," kata Jojo dalam keterangan resmi PP PBSI.

"Mengatasi tekanan dengan selalu menikmati ketika melawan musuh yang memang bermain tuan rumah. Ya bagaimanapun juga pasti harusnya dia yang lebih tertekan, karena bermain di rumah sendiri dan konotasinya kan harus bermain bagus atau harus menang. Jadi, justru malah saya bermain nothing to lose, saya bermain se-enjoy mungkin, se-menikmati mungkin," tambahnya.

Keberhasilan Jojo diikuti pasangan Febriana/Trias. Duet ganda putri itu juga meraih kemenangan atas wakil tuan rumah Malaysia.

Bedanya, lawan Febriana/Trias lebih tangguh. Bahkan, bukan kaleng-kaleng, yakni Pearly Tan/Thinaah Muralitharan yang merupakan duet ganda putri nomor dua dunia.

Febriana/Trias berhasil menang atas Pearly Tan/Thinaah Muralitharan lewat duel ketat yang berlangsung dalam waktu 54 menit selama dua gim dengan skor 26-24, 21-17. Ini jadi kemenangan perdana mereka setelah empat pertemuan sebelumnya selalu kalah.

"Alhamdulillah kami bisa bermain dengan baik hari ini. Dari awal sudah siap akan bermain seperti apa, dengan segala tekanan karena mereka main di depan publik sendiri, tapi kami fokus ke main kami saja," kata Ana, sapaan akrab Febriana.

"Kami masih ingat rasanya di final SEA Games kemarin, sudah unggul 3-4 poin di gim ketiga tapi tersusul dan akhirnya kalah oleh mereka. Rasa sakitnya kami ingat dan jadi tambahan motivasi untuk tidak terulang lagi hari ini," tambah dia.

Kemenangan demi kemenangan pun terus diraih tiga wakil Indonesia lain di 16 besar Malaysia Open 2026. Dua di antaranya dari sektor ganda putra atas nama Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Sabar/Reza mengalahkan ganda putra Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju. Sedangkan Fajar/Rian meraih kemenangan atas wakil Taiwan lainnya, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh.

Adapun satu wakil lain yang juga dapat hasil apik adalah Putri Kusuma Wardani. Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia itu menang atas Zhang Baiwen dari Amerika Setikat lewat duel rubber dalam tempo 49 menit dengan skor 5-21, 21-16, dan 21-18.

Hasil ini membuat kelima wakil Indonesia masih akan bertarung di Malaysia Open 2026. Peluang gelar juara pun masih terbuka dan mereka bakal tampil di perempat final pada Jumat (9/1).

Hasil Wakil Indonesia di Babak 16 Besar Malaysia Open 2026, Kamis (8/1)

Lapangan 1

Match 5 (WD) - Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia/2): 26-24, 21-17

Match 10 (MD) - Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh (Chinese Taipei) vs Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (6): 19-21, 19-21

Match 11 (WS) - Baiwen Zhang (USA) vs Putri Kusuma Wardani (6): 21-5, 16-21, 18-21

Match 12 (MD) - Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea) vs Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (8): 21-10, 14-21, 21-19

Lapangan 2

Match 5 (MS) - Leong Jun Hao (Malaysia) vs Jonatan Christie (4): 18-21, 11-21

Ringkasan Berita:
  • Update klasemen dan top skor Liga Arab Saudi setelah Al Nassr menelan kekalahan 1-2 atas Al Qadisiyah
  • Al Nassr ajek di posisi kedua klasemen dengan 31 poin tertinggal empat angka atas Al Hilal di urutan pertama
  • Cristiano Ronaldo memuncaki tabel top skorer Liga Arab Saudi lewat raihan 14 gol

medkomsubangnetwork, - Klasemen dan top skor Liga Arab Saudi 2025/2026 menyuguhkan drama yang berbeda menyusul kekalahan Al Nassr bersama Cristiano Ronaldo di kandang. 'Duka' Al Nassr telan dua kekalahan berturut-turut! 

Cristiano Ronaldo memang mencetak gol, bahkan menempatkannya sebagai pemuncak daftar top skorer sementara Liga Arab Saudi.

Namun gol ke-958 Cristiano Ronaldo dalam kariernya itu tidak berarti, karena gagal menghindarkan Al Nassr dari kekalahan.

Berlangsung di Al Awwal Park, Riyadh, Al Nassr sebagai tuan rumah dipermalukan Al Qadisiyah lewat skor 1-2, Jumat (9/1) dini hari WIB.

Laga alot Al Nassr vs Al Qadisiyah berjalan tanpa gol di babak pertama. Kebuntuan pecah di menit 51' melalui sepakan Julian Quinones, memanfaatkan blunder kiper Al Nassr Nawaf Alaqidi.

Berselang 15' menit, Al Qadisiyah sukses menggandakan kedudukan melalui Nahitan Nandez memanfaatkan bola rebound sepakan dari Mateo Retegui.

Sementara satu lesakan tuan rumah tercipta di menit 81' melalui eksekusi penalti Cristiano Ronaldo.

Hasil ini membuat Al Qadisiyah besutan Brendan Rodgers naik ke posisi empat klasemen sementara Liga Arab Saudi. Mereka mengumpulkan 27 poin.

Sedangkan untuk Al Nassr, kekalahan ini jelas merugikan bagi mereka, mengingat di laga sebelumnya mereka juga kalah 2-3 atas Al Ahli. Cristiano Ronaldo ajek di posisi runner-up dengan raihan 31 poin.

Posisinya terancam oleh Al Taawon di urutan ketiga karena hanya berjarak tiga angka, dan masih menyimpan satu pertandingan.

Adapun pemuncak klasemen Liga Arab Saudi saat ini, Al Hilal yang meraih kemenangan 3-0 di laga pekan 14, mengumpulkan 35 angka, atau memimpin empat poin atas Ronaldo dkk.

Kemenangan Al Hilal

Al Hilal semakin nyaman di puncak klasemen sementara liga berkat kemenangan atas Al Hazm. Skuad asuhan Simone Inzaghi ini unggul empat poin atas Ronaldo dan kolega.

Bertanding di Kingdom Arena, Riyadh, Al Hilal memetik kemenangan meyakinkan 3-0 atas Al Hazm, Kamis (8/1) malam WIB.

Gol pembuka kemenangan Al Hilal terukir atas nama Sergej Milinkovic-Savic (SMS) pada menit ke-29'. Lesakan mantan pemain Lazio ini bertahan hingga turun minum.

Keunggulan skuad asuhan Simone Inzaghi bertambah pada babak kedua. Adalah kompatriot Cristiano Ronaldo, Ruben Neves menorehkan namanya di papan skor pada menit 56'.

Gol pengunci pesta kemenangan Al Hilal dilesakkan mantan penggawa Liverpool, Darwin Nunez (90').

Hasil Liga Arab Saudi 

Jumat, 9 Januari

Al Hilal 3-0 Al Hazm

(Sergej Milinkovic-Savic 29', Ruben Neves 56', Darwin Nunez 90')

Al Hilal 1-2 Al Qadisiyah

(Cristiano Ronaldo (P) 81' - Julian Quinones 51', Nahitan Nandez 66')

Al Najma 3-4 Al Ettifaq

(Rakan Rajah 72', Ali Jassim 73', Lazaro (P) 87' - Nasser Al Haleel 27' (OG), Moussa Dembele 39', Francisco Calvo 42, 59')

Top Skor Liga Arab Saudi

14 Gol

Cristiano Ronaldo (Al Nassr)

13 Gol

Joao Felix (Al Nassr)

11 Gol

Joshua King (Al Khaleej

9 Gol

Julian Quinones (Al Qadisiyah)

Georginio Wijnaldum (Al Ettifaq)

8 Gol

Mateo Retegui (Al Qadisiyah)

Ivan Toney (Al Ahli)

Klasemen Liga Arab Saudi

Ulasan Laga Al Nassr vs Al Qadisiyah

Memainkan Cristiano Ronaldo, Joao Felix, dan Kingsley Coman sejak menit awal laga, Al Nassr bertindak sebagai tuan rumah, langsung tampil menggebrak. 

Pada menit ke-2, Al Nassr memperoleh peluang untuk membuka keunggulan. Cristiano Ronaldo mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti, melepaskan tembakan keras.

Sayang, percobaan pertama pemain timnas Portugal ini belum on target,

Al Qadisiyah juga bukannya tanpa perlawanan. Permainan ofensif diperagakan Mateo Retegui dan kolega. Namun mereka masih kesulitan mengembangkan permainan karena pressing tinggi dilakukan para pemain Al Nassr.

Nahitan memprotes wasit yang tidak memberikan pelanggaran kepada Al Qadisiyah, ketika Quinones dijatuhkan di depan kotak penalti pada menit ke-8. Wasit mengacuhkan protes yang dilakukan pemain tim tamu tersebut.

Rapatnya pertahanan Al Nassr membuat tim tamu kesulitan untuk merangsek ke dalam kotak penalti. 

Opsi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pun dilambil penyerang Al Qadisiyah, Mateo Retegui. Tetapi percobaannya di menit 11' justru melambung tinggi tanpa mengarah ke gawang.

Memasuki menit 15', silih berganti jual beli serangan dilakukan kedua tim. Perpindahan aliran bola berlangsung cepat.

Joao Felix mendapatkan kesempatan mencetak gol melalui skema serangan balik. Tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah, Felix gagal menuntaskan sepakannya menjadi gol setelah ditepis Koen Casteels.

Di menit 25', Al Nassr dibuat mati kutu. Mereka dipaksa bertahan di areanya, dan sesekali melancarkan skema serangan balik karena Al Qadisiyah kuat dalam melakukan ball possessions.

Quinones kembali mengancam gawang Al Nassr melalui situasi sepak pojok. Bola yang dieksekusi Julian Weigl, mengarah kepada Quinones yang dituntaskan menjadi sebuah heading.

Tapi upaya penyerang Al Qadisiyah ini masih bisa diblok kiper Al Nassr, N Alaqidi.

Memasuki menit 30', intensitas pertandingan menurun. Kedua tim mencoba mendikte jalannya laga melalui penguasaan bola sembari menciptakan peluang.

Di menit ke-33', Cristiano Ronaldo memperoleh peluang emas pertamanya. Crossing dari sisi kanan permainan yang dilepaskan Coman, mengarah ke Ronaldo yang berada di kotak kecil penalti.

Niatnya, CR7 langsung melakukan sepakn voli. Namun alih-alih pengenaan kakinya tepat kepada bola, Ronaldo justru menendang angin, yang membuat peluang Al Nassr terbuang percuma. Skor masih imbang 0-0.

Angelo mengirimkan umpan tarik di menit ke-35, yang diteruskan oleh Joao Felix menjadi sebuah sontekan. Tetapi percobaan Felix masih terlalu lemah sehingga dapat diamankan Koen Casteels.

Peragaan permainan monoton datang dari Al Nassr. Crossing dan umpan cutback terus dilakukan barisan winger tuan rumah, yang sekaligus dapat dengan mudah diantisipasi pertahanan Al Qadisiyah.

Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Lima menit babak kedua berjalan, Al Qadisiyah mengejutkan publik tuan rumah. Adalah Juan Quinones yang membuka keran gol timnya sekaligus mengubah papan skor menjadi 0-1.

Quinones menambah pundi-pundi golnya memanfaatkan blunder dari kiper Al Nassr, Nawaf Alaqidi.

Berselang lima menit, Al Nassr menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan. Lolos dari jebakan offside, Felix yang tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah gagal menceploskan bola, sepakannya menyamping tipis di sisi kanan gawang.

Al Qadisiyah mengalami kerugian karena di menit ke-60', penjaga gawang utamanya, Koen Casteels ditarik keluar karena cedera setelah bertabrakan dengan Angelo. Casteels digantikan oleh Al Kassar.

Alih-alih meninggalkan celah di lini pertahanan, Al Qadisiyah yang baru saja melakukan pergantian kiper, justru sukses mencetak gol kedua mereka. 

Nahitan Nandez menorehkan namanya di papan skor pada menit 66', memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Retegui. Skor berubah 0-2.

Al Nassr memperoleh gol hiburan di menit 81' melalui eksekusi penalti CR7. Skor 1-2 bertahan hingga laga usai.

(medkomsubangnetwork,/Giri)

medkomsubangnetwork, - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menepati janjinya untuk para peraih medali emas SEA Games 2025 dengan memberikan bonus sebesar Rp 1 miliar. Nominal itu meningkat drastis dari edisi sebelumnya.

Presiden Prabowo mencairkan bonus secara simbolis menyerahkan buku rekening kepada tiga perwakilan atlet peraih medali SEA Games ke-33. Yakni Edgar Xavier Marvelo (wushu), Basral Graito Hutomo (stakateboard), dan Martina Ayu Pratiwi (triathlon).

Pemberian bonus itu dilakukan oleh Prabowo saat menerima para atlet peraih medali SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (8/1) sore. Total Rp 465,25 miliar dikucurkan pemerintah kepada pahlawan olahraga nasional.

Rp 1 miliar jadi nominal bonus tertinggi yang diberikan pemerintah kepada atlet. Bonus itu diberikan kepada para atlet yang berhasil meraih medali emas di nomor perorangan.

Sementara atlet yang mendapatkan emas di nomor ganda dan beregu, masing-masing mendapatkan Rp 800 juta dan Rp 500 juta. Angka ini melonjak jauh ketimbang SEA Games edisi sebelumnya pada 2023.

Pada SEA Games 2023, peraih emas nomor perorangan dapat Rp 525 juta. Lalu ganda/pasangan menerima Rp 420 juta serta nomor beregu memperoleh bonus sebesar Rp 367,5 juta.

Peningkatan bonus emas ini sejalan dengan rekor manis yang diciptakan oleh kontingen merah putih. Raihan 91 emas dari total 333 medali ini bukan hanya sekedar melampaui target, tetapi juga mengantarkan Indonesia menempati ranking 2

Adapun pemberian bonus diputuskan berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan dan Pelatih Olahraga Berprestasi pada Penyelenggaraan South East Asian (SEA) Games Ke-33 Thailand Tahun 2025.

“Bapak Presiden juga begitu bangga atas raihan 91 emas, sehingga bonus untuk peraih emas SEA Games kali ini naik dua kali lipat dari sebelumnya menjadi Rp 1 miliar. Ini terbesar sepanjang sejarah," kata Erick di Istana Negara.

"Ini adalah bukti kepedulian Bapak Presiden atas masa depan para atlet, dan komitmen pemerintah untuk selalu mendukung para atlet kebanggaan tanah air,” tambahnya.

Namun peningkatan bonus hanya terjadi pada peraih emas. Untuk atlet yang dapat perak dan perunggu tak mengalami perubahan alias sama seperti saat SEA Games 2023.

Atlet peraih medali perak berhak mendapatkan Rp 315 juta untuk nomor perorangan, Rp 252 juta untuk ganda, serta Rp 220,5 juta untuk nomor beregu. Begitu pula dengan mereka yang menyabet perunggu.

Atlet tunggal peraih medali perunggu dapat bonus sebesar Rp 157 juta. Lalu yang berlaga di nomor ganda dapat Rp 126 juta, serta Rp 110,25 juta untuk kategori beregu.

Rincian pemberian bonus SEA Games 2025

– Atlet Perorangan:

Emas Rp 1.000.000.000

Perak Rp 315.000.000

Perunggu Rp 157.500.000

– Atlet Ganda:

Emas Rp 800.000.000

Perak Rp 252.000.000

Perunggu Rp 126.000.000

– Atlet Beregu:

Emas Rp 500.000.000

Perak Rp 220.500.000

Perunggu Rp 110.250.000

– Pelatih Perorangan/Ganda:

Emas Rp 300.000.000

Perak Rp 126.000.000

Perunggu Rp 63.000.000

– Pelatih Beregu:

Emas Rp 400.000.000

Perak Rp 189.000.000

Perunggu Rp 94.500.000

– Pelatih untuk Medali Kedua dan seterusnya:

Emas Rp 150.000.000

Perak Rp 63.000.000

Perunggu Rp 31.500.000

Hasil Al Nassr vs Al Qadisiyah: Skor 1-2, gol penalti Cristiano Ronaldo diejek striker timnas Italia
Ringkasan Berita:
  • Cristiano Ronaldo mencetak gol ke-958 saat Al Nassr kalah dari Al Qadisiyah pada pekan 14 Liga Arab Saudi 2025/2026
  • Kekalahan kedua berturut-turut Al Nassr membuat mereka tertinggal empat poin atas Al Hilal sebagai pemuncak klasemen sementara Liga Arab Saudi
  • Gol penalti Cristiano Ronaldo mendapatkan ejekan dari striker timnas Italia Mateo Retegui

medkomsubangnetwork, - Skor 1-2 menghiasi hasil akhir pertandingan Liga Arab Saudi 2025/2026 pekan 14 antara Al Nassr vs Al Qadisiyah di Al Awwal Park, Riyadh, Jumat (9/1/) dini hari WIB.

Laga alot Al Nassr vs Al Qadisiyah berjalan tanpa gol di babak pertama. Kebuntuan pecah di menit 51' melalui sepakan Julian Quinones, memanfaatkan blunder kiper Al Nassr Nawaf Alaqidi.

Berselang 15' menit, Al Qadisiyah sukses menggandakan kedudukan melalui Nahitan Nandez memanfaatkan bola rebound sepakan dari Mateo Retegui.

Sementara satu lesakan tuan rumah tercipta di menit 81' melalui eksekusi penalti Cristiano Ronaldo.

Hasil ini membuat Al Qadisiyah besutan Brendan Rodgers naik ke posisi empat klasemen sementara Liga Arab Saudi. Mereka mengumpulkan 27 poin.

Sedangkan untuk Al Nassr, kekalahan ini jelas merugikan bagi mereka. Cristiano Ronaldo ajek di posisi runner-up dengan raihan 31 poin.

Posisinya terancam oleh Al Taawon di urutan ketiga karena hanya berjarak tiga angka, dan masih menyimpan satu pertandingan.

Adapun pemuncak klasemen Liga Arab Saudi saat ini, Al Hilal yang meraih kemenangan 3-0 di laga pekan 14, mengumpulkan 35 angka, atau memimpin empat poin atas Ronaldo dkk.

Sejumlah momen yang melibatkan Cristiano Ronaldo jadi paling disorot. Namun yang menarik atensi bagaimana Ronaldo memperoleh ejekan dari striker timnas Italia, Mateo Retegui.

Sesaat setelah wasit memberikan penalti kepada Al Nassr, Ronaldo bersiap menjalankan tugasnya sebagai algojo.

Retegui yang berjalan keluar dari kotak penalti membuat gerakan tangan tepat di depan wajar Cristiano Ronaldo. Mantan striker Atalanta ini seakan ingin menjelaskan bahwa penalti CR7 didapat berkat bantuan Video Assistant Referee (VAR).

Jalan Pertandingan Al Nassr vs Al Qadisiyah

Memainkan Cristiano Ronaldo, Joao Felix, dan Kingsley Coman sejak menit awal laga, Al Nassr bertindak sebagai tuan rumah, langsung tampil menggebrak. 

Pada menit ke-2, Al Nassr memperoleh peluang untuk membuka keunggulan. Cristiano Ronaldo mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti, melepaskan tembakan keras.

Sayang, percobaan pertama pemain timnas Portugal ini belum on target,

Al Qadisiyah juga bukannya tanpa perlawanan. Permainan ofensif diperagakan Mateo Retegui dan kolega. Namun mereka masih kesulitan mengembangkan permainan karena pressing tinggi dilakukan para pemain Al Nassr.

Nahitan memprotes wasit yang tidak memberikan pelanggaran kepada Al Qadisiyah, ketika Quinones dijatuhkan di depan kotak penalti pada menit ke-8. Wasit mengacuhkan protes yang dilakukan pemain tim tamu tersebut.

Rapatnya pertahanan Al Nassr membuat tim tamu kesulitan untuk merangsek ke dalam kotak penalti. 

Opsi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pun dilambil penyerang Al Qadisiyah, Mateo Retegui. Tetapi percobaannya di menit 11' justru melambung tinggi tanpa mengarah ke gawang.

Memasuki menit 15', silih berganti jual beli serangan dilakukan kedua tim. Perpindahan aliran bola berlangsung cepat.

Joao Felix mendapatkan kesempatan mencetak gol melalui skema serangan balik. Tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah, Felix gagal menuntaskan sepakannya menjadi gol setelah ditepis Koen Casteels.

Di menit 25', Al Nassr dibuat mati kutu. Mereka dipaksa bertahan di areanya, dan sesekali melancarkan skema serangan balik karena Al Qadisiyah kuat dalam melakukan ball possessions.

Quinones kembali mengancam gawang Al Nassr melalui situasi sepak pojok. Bola yang dieksekusi Julian Weigl, mengarah kepada Quinones yang dituntaskan menjadi sebuah heading.

Tapi upaya penyerang Al Qadisiyah ini masih bisa diblok kiper Al Nassr, N Alaqidi.

Memasuki menit 30', intensitas pertandingan menurun. Kedua tim mencoba mendikte jalannya laga melalui penguasaan bola sembari menciptakan peluang.

Di menit ke-33', Cristiano Ronaldo memperoleh peluang emas pertamanya. Crossing dari sisi kanan permainan yang dilepaskan Coman, mengarah ke Ronaldo yang berada di kotak kecil penalti.

Niatnya, CR7 langsung melakukan sepakn voli. Namun alih-alih pengenaan kakinya tepat kepada bola, Ronaldo justru menendang angin, yang membuat peluang Al Nassr terbuang percuma. Skor masih imbang 0-0.

Angelo mengirimkan umpan tarik di menit ke-35, yang diteruskan oleh Joao Felix menjadi sebuah sontekan. Tetapi percobaan Felix masih terlalu lemah sehingga dapat diamankan Koen Casteels.

Peragaan permainan monoton datang dari Al Nassr. Crossing dan umpan cutback terus dilakukan barisan winger tuan rumah, yang sekaligus dapat dengan mudah diantisipasi pertahanan Al Qadisiyah.

Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Lima menit babak kedua berjalan, Al Qadisiyah mengejutkan publik tuan rumah. Adalah Juan Quinones yang membuka keran gol timnya sekaligus mengubah papan skor menjadi 0-1.

Quinones menambah pundi-pundi golnya memanfaatkan blunder dari kiper Al Nassr, Nawaf Alaqidi.

Berselang lima menit, Al Nassr menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan. Lolos dari jebakan offside, Felix yang tinggal one on one dengan kiper Al Qadisiyah gagal menceploskan bola, sepakannya menyamping tipis di sisi kanan gawang.

Al Qadisiyah mengalami kerugian karena di menit ke-60', penjaga gawang utamanya, Koen Casteels ditarik keluar karena cedera setelah bertabrakan dengan Angelo. Casteels digantikan oleh Al Kassar.

Alih-alih meninggalkan celah di lini pertahanan, Al Qadisiyah yang baru saja melakukan pergantian kiper, justru sukses mencetak gol kedua mereka. 

Nahitan Nandez menorehkan namanya di papan skor pada menit 66', memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Retegui. Skor berubah 0-2.

Al Nassr memperoleh gol hiburan di menit 81' melalui eksekusi penalti CR7. Skor 1-2 bertahan hingga laga usai.

(medkomsubangnetwork,/Giri)

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa terdapat fleksibilitas dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meskipun undang-undang terkait belum sepenuhnya diterbitkan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa APBN telah dirancang secara cermat dan disahkan sebagai undang-undang. Fleksibilitas ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan penyesuaian jika terjadi dinamika ekonomi atau perubahan kebijakan, tanpa perlu mengubah undang-undang itu sendiri. Mekanisme ini, menurutnya, merupakan bagian integral dari tata kelola fiskal yang bertujuan menjaga responsivitas pemerintah terhadap kondisi aktual, sambil tetap memastikan kepastian hukum dan disiplin anggaran.

"Kalaupun kemudian ada perkembangan atau ada perubahan-perubahan, tentunya sudah diatur di dalam sebuah mekanisme di mana memang Bapak Presiden diberikan ruang juga di dalam APBN pada saat pelaksanaannya mungkin terjadi penyesuaian-penyesuaian," ujar Prasetyo. Hal ini menunjukkan bahwa APBN dirancang dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya penyesuaian di tengah jalan, yang merupakan praktik umum dalam pengelolaan anggaran negara.

Keterlambatan Penyerahan DIPA dan Peraturan APBN 2026

Meskipun demikian, muncul pertanyaan publik terkait belum diserahkannya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) serta belum diterbitkannya peraturan rinci APBN 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pemerintahan sebelumnya, penyerahan DIPA biasanya dijadwalkan pada pertengahan Desember tahun sebelumnya, seperti 17 Desember 2025. Namun, hingga awal Januari 2026, proses ini belum juga dilakukan untuk kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berulang kali menekankan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyaluran belanja negara, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar tidak terjadi penumpukan di akhir tahun anggaran. Ia berpendapat bahwa penyerahan DIPA lebih bersifat seremonial dan keterlambatan agenda tersebut tidak akan menghambat pelaksanaan program.

Menurut Purbaya, penundaan penyerahan DIPA, yang semula dijadwalkan pada Selasa, 16 Desember 2025, disebabkan oleh penyesuaian jadwal Presiden. "Kan ini upacaranya saja, nanti kita tunggu kapan istana punya waktu. Bukan berarti pelaksanaannya APBN 2026 terhambat. Memang mundur dua minggu kan seremoninya. Tapi yang lain jalan," jelasnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa proses administratif yang bersifat seremoni tidak serta-merta menghentikan roda pelaksanaan anggaran yang lebih teknis.

Potensi Pelanggaran Hukum dan Prinsip Transparansi

Namun, kondisi ini menimbulkan sorotan dari kalangan akademisi. Beni Kurnia Illahi, seorang pengajar Hukum Administrasi dan Keuangan Negara di Universitas Bengkulu, menyoroti bahwa berjalannya tahun anggaran 2026 tanpa dokumen hukum operasional belanja negara yang dapat diakses publik berpotensi mencederai prinsip transparansi.

Beni menegaskan bahwa Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara secara tegas mewajibkan transparansi dan ketaatan pada hukum. Prinsip ini merupakan amanat langsung dari Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. "Hal itu merupakan amanat langsung dari Pasal 23 ayat (1) UUD 1945. Bila Perpres [Rincian APBN] belum diundangkan dan diumumkan, maka secara hukum keberlakuannya masih lemah," ujarnya.

Lebih lanjut, Beni mengutip Pasal 11 ayat (5) UU Keuangan Negara yang menetapkan rincian APBN dalam Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar operasional belanja. Tanpa publikasi resmi, pelaksanaan anggaran saat ini berisiko cacat asas legalitas dan menimbulkan ketidakpastian hukum. "Sehingga akan memunculkan spekulasi-spekulasi bila pemerintah melaksanakan anggaran," tambahnya. Hal ini berpotensi menciptakan ruang bagi interpretasi yang berbeda dan keraguan mengenai dasar hukum pelaksanaan anggaran.

Selain dari perspektif keuangan negara, Beni juga menyoroti potensi pelanggaran dari sisi hukum administrasi negara. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, setiap tindakan pemerintah harus didasarkan pada asas legalitas, keterbukaan, dan kepastian hukum.

Menurut peneliti Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas ini, peraturan yang belum dipublikasikan secara resmi tidak dapat dianggap efektif mengikat, baik bagi aparatur pemerintah maupun masyarakat umum. "Dalam konteks ini, keterlambatan publikasi instrumen hukum APBN berpotensi dikualifikasi sebagai malaadministrasi berupa penundaan kewajiban hukum, karena negara menjalankan fungsi fiskalnya tanpa memastikan terlebih dahulu akses publik atas dasar hukumnya," tegas Beni. Keterlambatan ini, menurutnya, dapat dikategorikan sebagai bentuk penundaan dalam memenuhi kewajiban hukum negara untuk menyediakan akses publik terhadap dasar hukum pelaksanaan tugasnya.

medkomsubangnetwork, - Misteri masa depan kerap menjadi daya tarik yang mengundang rasa ingin tahu, terutama ketika prediksi besar diyakini mampu memengaruhi keputusan hidup.

Banyak orang mencari pemahaman yang lebih jernih agar dapat bersiap menghadapi peluang sekaligus tantangan yang mungkin datang.

Dalam konteks ini, ramalan astrologi Tiongkok sering dijadikan rujukan untuk membaca arah perubahan yang akan terjadi.
Diberdayakan oleh Blogger.