Halloween party ideas 2015

Dibanderol 1,2 M: Ford Bronco seri terbaru siap tantang dua pesaing utamanya taklukkan medan off road

Suara Flores - Mobil jelajah alam, Ford kembali menegaskan posisinya di segmen SUV dengan meluncurkan Bronco 2026, sebuah kendaraan yang memadukan warisan desain klasik dengan teknologi mutakhir. Sejak kebangkitannya pada 2021, Bronco telah menjadi simbol gaya hidup petualangan. Kini, versi 2026 hadir dengan sejumlah pembaruan yang membuatnya semakin relevan di tengah persaingan ketat dengan Jeep Wrangler dan Toyota 4Runner.

Bronco terbaru tetap mempertahankan ciri khas bodi boxy dengan ban besar yang siap melibas medan berat. Namun, Ford juga menambahkan paket khusus 60th Anniversary Edition, yang berbasis pada varian Outer Banks, sebagai penghormatan atas enam dekade perjalanan Bronco.

Desain dan Performa

Secara tampilan, Bronco 2026 masih mengedepankan garis tegas dan aura maskulin. Pilihan dua pintu maupun empat pintu memberi fleksibilitas bagi konsumen. Kabin didesain untuk kenyamanan sekaligus fungsionalitas, dengan material tahan lama yang cocok untuk aktivitas outdoor.

Dari sisi performa, Bronco tetap mengandalkan mesin bertenaga dengan kemampuan off-road kelas dunia. Suspensi yang dirancang khusus, sistem penggerak empat roda, serta teknologi G.O.A.T. Modes (Go Over Any Terrain) membuat SUV ini mampu menaklukkan berbagai kondisi jalan. Meski demikian, konsumsi bahan bakar masih menjadi catatan, dengan rata-rata sekitar 19 mil per galon.

Teknologi dan Fitur

Ford menyematkan berbagai fitur modern, mulai dari sistem infotainment dengan layar sentuh besar, integrasi smartphone, hingga teknologi keselamatan seperti adaptive cruise control dan lane-keeping assist. Bagi penggemar petualangan, opsi atap terbuka dan pintu yang bisa dilepas tetap tersedia, menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih bebas.

Harga Tunai

Harga resmi Ford Bronco 2026 di pasar Amerika Serikat berkisar antara US$40.495 hingga US$79.995 tergantung varian. Sementara itu, MotorTrend mencatat kisaran harga sedikit berbeda, yakni US$41.990 hingga US$77.630. CarsDirect bahkan menempatkan harga lebih tinggi, mulai US$44.285 hingga US$81.990.

Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs sekitar Rp15.500 per dolar AS, maka harga Bronco 2026 berada di kisaran Rp627 juta hingga Rp1,27 miliar. Angka ini menempatkan Bronco sebagai SUV premium yang membidik kalangan pecinta otomotif dengan daya beli menengah ke atas.

Skema Kredit

Bagi konsumen yang memilih skema kredit, simulasi cicilan dapat dihitung dengan asumsi tenor 5 tahun (60 bulan) dan uang muka 30 persen. Misalnya, untuk varian dasar seharga US$42.490 (sekitar Rp658 juta), setelah uang muka Rp197 juta, sisa pembiayaan Rp461 juta. Dengan bunga kredit rata-rata 6 persen per tahun, cicilan bulanan berkisar Rp9,5 juta hingga Rp10 juta.

Untuk varian tertinggi seharga US$81.990 (sekitar Rp1,27 miliar), setelah uang muka Rp381 juta, sisa pembiayaan Rp889 juta. Cicilan bulanan diperkirakan mencapai Rp18 juta hingga Rp19 juta. Skema ini tentu akan berbeda tergantung kebijakan leasing dan bank di Indonesia, namun memberikan gambaran realistis bagi calon pembeli.

Posisi di Pasar

Ford Bronco 2026 hadir di tengah pasar SUV yang semakin ramai. Jeep Wrangler masih menjadi rival utama dengan reputasi off-road yang tak terbantahkan. Toyota 4Runner menawarkan daya tahan dan kepraktisan, sementara Honda Passport TrailSport membidik segmen keluarga petualang.

Namun, Bronco memiliki keunggulan berupa desain ikonik, opsi konfigurasi beragam, serta paket edisi khusus yang menambah nilai emosional. Meski konsumsi bahan bakar dan kebisingan kabin di kecepatan tinggi masih menjadi kelemahan, daya tarik Bronco tetap kuat bagi mereka yang mencari SUV dengan karakter berbeda.

Ford Bronco 2026 bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol gaya hidup. Dengan harga tunai yang kompetitif di kelas SUV premium dan opsi cicilan yang relatif terjangkau bagi segmen menengah atas, Bronco menawarkan perpaduan antara nostalgia dan inovasi.

Bagi konsumen Indonesia, Bronco mungkin akan hadir melalui importir umum dengan harga lebih tinggi akibat pajak dan biaya distribusi. Namun, daya tariknya sebagai SUV legendaris tetap sulit ditandingi. Bronco 2026 adalah pilihan bagi mereka yang ingin tampil beda, sekaligus siap menjelajah tanpa batas.

Penulis : Malik Hasim

Pergeseran Paradigma Pengelolaan Komoditas: DMO Batu Bara dan Bea Keluar Emas dalam Bingkai Ekonomi Politik

Perdebatan seputar rencana peningkatan porsi kewajiban pemenuhan batu bara domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) di atas 25 persen pada tahun 2026 seringkali disederhanakan hanya sebagai isu teknis energi. Pendekatan ini mengabaikan kompleksitas yang lebih luas, seolah kebijakan tersebut hanya berkaitan dengan pasokan listrik dan kepatuhan administratif perusahaan tambang. Padahal, jika ditelisik dari perspektif ekonomi politik yang lebih mendalam, wacana DMO justru mencerminkan perubahan fundamental dalam cara negara mengelola komoditas strategis. Perubahan ini berfokus pada pembagian surplus dan alokasi risiko di tengah siklus pasar global yang tidak lagi ekspansif.

Pergeseran ini sejalan dengan koreksi target produksi nasional dan pembahasan penyesuaian instrumen fiskal seperti bea keluar. Kombinasi keduanya memberikan sinyal bahwa negara tidak lagi sepenuhnya membiarkan sektor komoditas bergerak mengikuti logika pasar global, melainkan secara aktif mengatur bagaimana fluktuasi harga dan permintaan internasional diterjemahkan ke dalam perekonomian domestik.

Konteks Empiris: Penurunan Produksi dan Harga Komoditas

Konteks empiris dari perubahan ini cukup jelas. Produksi batu bara Indonesia pada tahun 2024 tercatat sekitar 836 juta ton dan diproyeksikan menurun menjadi sekitar 790 juta ton pada tahun 2025, menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Di sisi lain, harga batu bara acuan global Newcastle diperkirakan bergerak di kisaran 105–110 dollar AS per ton pada akhir 2025, sebagaimana diprediksi oleh Trading Economics dan Investing.com. Tingkat harga ini mengindikasikan fase pelandaian siklus, jauh di bawah puncaknya pada tahun 2022, namun belum mencapai titik terendah secara historis.

Pelandaian siklus ini juga tercermin pada kinerja ekspor. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai ekspor batu bara Indonesia pada semester pertama 2025 mengalami penurunan lebih dari 20 persen secara tahunan, dipicu oleh merosotnya harga dan melemahnya volume. Bersamaan dengan itu, negara-negara importir utama meningkatkan produksi domestik dan mempercepat diversifikasi energi, yang secara otomatis membatasi ruang ekspansi ekspor.

DMO: Lebih dari Sekadar Kewajiban Administratif

Dalam kondisi seperti ini, DMO memperoleh fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Batu bara merupakan input krusial bagi sistem ketenagalistrikan dan berbagai sektor industri. Konsumsi batu bara domestik untuk pembangkit listrik berkisar antara 140 hingga 160 juta ton per tahun, yang hampir seluruhnya diserap oleh PT PLN (Persero). Dengan porsi sebesar itu, fluktuasi harga batu bara global memiliki potensi transmisi langsung ke biaya listrik, struktur biaya industri, dan pada akhirnya inflasi.

Secara makroekonomi, DMO berfungsi sebagai mekanisme stabilisasi. Dengan mewajibkan sebagian produksi dijual ke pasar domestik pada harga yang telah ditetapkan, negara mampu menahan volatilitas harga energi. Harga batu bara domestik untuk pembangkit listrik dipertahankan di kisaran 70 dollar AS per ton sesuai kebijakan harga DMO. Ketika harga global melampaui level tersebut, selisih harga menciptakan mekanisme transfer implisit dari produsen ke konsumen energi domestik. Transfer ini, meskipun tidak tercatat sebagai subsidi fiskal, secara ekonomi berfungsi sebagai penahan biaya energi dan penyangga stabilitas makroekonomi.

Dari sisi mikroekonomi, implikasi kebijakan ini bersifat mekanis. Peningkatan porsi DMO akan menurunkan harga jual rata-rata gabungan (blended average selling price) produsen, terlepas dari efisiensi operasional masing-masing perusahaan. Tekanan terhadap margin laba bukan disebabkan oleh kesalahan manajerial, melainkan akibat perubahan struktur harga yang ditetapkan oleh kebijakan.

Dalam kerangka distribusi, DMO mengalihkan sebagian surplus harga global dari produsen ke sektor energi domestik dan pengguna akhir. Logika ini menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan pengendalian produksi nasional melalui evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya. Ketika produksi diturunkan untuk menyesuaikan dengan proyeksi permintaan global yang melemah, volume yang tersedia untuk pasar ekspor menyusut. Jika pada saat yang sama porsi DMO dinaikkan, maka dari volume yang lebih kecil tersebut, bagian yang harus dijual dengan harga domestik menjadi lebih besar. Secara simultan, kuantitas dan harga rata-rata bergerak menekan pendapatan produsen.

Batu Bara sebagai Penopang Sistem Produksi

Dalam perspektif ekonomi politik produksi, kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Merujuk pada pemikiran Piero Sraffa dalam Production of Commodities by Means of Commodities, terdapat komoditas tertentu yang berfungsi sebagai penopang reproduksi sistem industri secara keseluruhan. Komoditas semacam ini menentukan struktur biaya dan memengaruhi harga komoditas lain. Batu bara, sebagai input energi utama, jelas termasuk dalam kategori tersebut. Intervensi negara atas komoditas dasar dapat dipahami sebagai upaya mengatur distribusi surplus dan menjaga keseimbangan sistem produksi, bukan sekadar distorsi pasar.

Dalam kerangka ini, DMO dapat dibaca sebagai mekanisme distribusional. Negara secara sadar mengatur bagaimana surplus harga global dialokasikan antara produsen dan ekonomi domestik. Ketika harga global tinggi, sebagian surplus ditahan untuk menjaga stabilitas biaya produksi nasional. Saat harga global melemah, produsen tetap menghadapi tekanan karena struktur kebijakan telah mengunci sebagian volume pada harga yang lebih rendah. Dengan demikian, DMO berfungsi sebagai instrumen manajemen risiko sistemik, meskipun berkonsekuensi pada berkurangnya fleksibilitas korporasi.

Pendekatan Berbeda untuk Emas: Bea Keluar sebagai Instrumen Fiskal

Pendekatan negara terhadap emas menunjukkan desain kebijakan yang berbeda. Sejak akhir 2025, pemerintah menetapkan pengenaan bea keluar atas ekspor emas melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80 Tahun 2025 tentang Penetapan Barang Ekspor Berupa Emas yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar. Regulasi ini mengatur tarif bea keluar hingga 15 persen dan mulai berlaku 14 hari setelah ditetapkan pada 9 Desember 2025. Dengan aturan tersebut, ekspor emas secara eksplisit ditempatkan sebagai objek kebijakan fiskal aktif, bukan sekadar komoditas yang mengikuti mekanisme pasar internasional.

Penempatan emas dalam rezim bea keluar mencerminkan cara negara membaca fungsi ekonomi komoditas tersebut. Berbeda dengan batu bara, emas tidak berperan sebagai input utama dalam sistem produksi domestik. Ia lebih berfungsi sebagai penyimpan nilai dan komoditas ekspor bernilai tinggi, terutama pada periode ketidakpastian global ketika harga cenderung menguat. Produksi emas nasional pada 2025 diperkirakan mendekati 100 ton berdasarkan data Kementerian ESDM, sementara harga emas global bertahan di atas 2.000 dollar AS per troy ounce sepanjang 2024–2025 menurut World Gold Council. Dalam konteks ini, bea keluar menjadi instrumen untuk menangkap sebagian surplus harga global melalui kanal fiskal tanpa mengganggu struktur biaya domestik.

Perbedaan Perlakuan: Logika Ekonomi yang Berbeda

Rencana penerapan bea keluar pada batu bara tidak menempatkan kebijakan tersebut dalam posisi pertentangan dengan pengenaan bea keluar atas emas. Perbedaan instrumen dan desain kebijakan mencerminkan pembedaan fungsi ekonomi kedua komoditas dalam struktur produksi nasional. Batu bara sebagai komoditas dasar sistem ketenagalistrikan memerlukan instrumen stabilisasi berbasis harga dan volume melalui DMO. Bea keluar, apabila diterapkan pada batu bara, berfungsi sebagai lapisan tambahan dalam pengelolaan surplus pada fase siklus tertentu, bukan sebagai penyamaan perlakuan dengan emas.

Sebaliknya, emas sebagai komoditas surplus yang tidak menentukan struktur biaya domestik sejak awal lebih kompatibel dengan instrumen fiskal. Dengan demikian, perbedaan perlakuan antara batu bara dan emas bukanlah pengecualian atau inkonsistensi kebijakan, melainkan konsekuensi logis dari perbedaan posisi kedua komoditas dalam sistem produksi dan distribusi surplus. Dalam terminologi Sraffa, batu bara lebih dekat dengan komoditas dasar, sementara emas berada di luar inti reproduksi sistem.

Arsitektur Baru Pengelolaan Rente Komoditas

Kombinasi DMO dan bea keluar membentuk rezim baru pengelolaan rente. Negara tidak lagi hanya mengandalkan royalti dan pajak sebagai instrumen fiskal, tetapi menggunakan kombinasi kebijakan harga, volume, dan fiskal untuk mengatur distribusi manfaat dan risiko. Dalam rezim ini, sensitivitas laba produsen terhadap harga global menjadi lebih rendah. Ketika harga naik, sebagian keuntungan tertahan oleh kebijakan. Ketika harga turun, produsen tetap menghadapi tekanan karena struktur biaya dan kewajiban domestik.

Implikasinya terasa di pasar modal. Penilaian terhadap emiten komoditas tidak lagi bertumpu semata pada proyeksi harga global. Struktur biaya, basis pasar, dan eksposur terhadap kebijakan menjadi variabel kunci. Emiten dengan pasar domestik kuat dan integrasi ke sektor ketenagalistrikan cenderung dipersepsikan lebih defensif, sementara emiten yang sangat bergantung pada ekspor menghadapi risiko lebih tinggi ketika porsi DMO meningkat dan produksi dikoreksi.

Menavigasi Transisi Energi dan Tantangan Kebijakan

Lapisan lain yang memperkuat dinamika ini adalah tekanan transisi energi dan standar lingkungan. Batu bara menghadapi tantangan jangka panjang dari dekarbonisasi global, perubahan preferensi investor, dan peningkatan biaya kepatuhan. Dalam konteks ini, pengendalian produksi dan DMO dapat dibaca sebagai cara negara mengelola fase transisi secara bertahap, menjaga stabilitas domestik sambil menghindari kelebihan pasokan yang dapat menekan harga lebih dalam.

Tantangan kebijakan terletak pada kalibrasi. Tekanan yang terlalu besar berpotensi melemahkan insentif investasi, terutama di sektor yang masih menyumbang signifikan terhadap penerimaan negara dan daerah penghasil. Sebaliknya, pelonggaran yang berlebihan berisiko mengembalikan volatilitas biaya energi dan ketergantungan pada siklus harga global. Keseimbangan inilah yang menjadi inti perdebatan kebijakan komoditas ke depan.

Dalam perspektif ekonomi politik sumber daya, arah kebijakan ini mencerminkan pergeseran dari model ekstraksi rente berbasis pasar menuju model pengelolaan yang lebih terarah. Negara berperan sebagai pengelola distribusi surplus dan risiko, bukan untuk menggantikan pasar, melainkan mengoreksi volatilitas yang berdampak luas pada kepentingan publik. Dengan demikian, DMO batu bara dan bea keluar emas tidak dapat dipahami sebagai kebijakan sektoral yang berdiri sendiri. Keduanya merupakan bagian dari arsitektur baru pengelolaan komoditas yang berupaya menyeimbangkan stabilitas ekonomi, keberlanjutan fiskal, dan kelangsungan investasi. Keberhasilan pendekatan ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan dan kemampuan negara menyesuaikan instrumen seiring perubahan siklus global.

Bukan laptop gaming, tapi dipakai kerja berat setiap hari: Ini alasannya Suara Flores - Tidak semua pekerjaan berat membutuhkan laptop gaming dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah. Fakta di lapangan menunjukkan, banyak pekerja kreatif, admin data, hingga pelaku UMKM justru mengandalkan laptop kelas menengah yang dinilai lebih stabil dan efisien untuk kerja jangka panjang.

Salah satu laptop yang masuk dalam kategori tersebut adalah Acer Aspire 5. Laptop ini jarang disebut sebagai perangkat ekstrem, namun banyak digunakan untuk aktivitas yang tergolong berat seperti pengolahan data, desain ringan, editing video dasar, hingga multitasking intens.

Acer Aspire 5 dirancang sebagai laptop serbaguna. Desainnya sederhana dan cenderung formal, membuatnya cocok digunakan di lingkungan kerja maupun pendidikan. Meski tampil minimalis, laptop ini memiliki konstruksi yang cukup kokoh untuk penggunaan harian.

Keunggulan utama Acer Aspire 5 terletak pada keseimbangan spesifikasi. Laptop ini hadir dengan prosesor Intel Core i5 atau AMD Ryzen 5, yang dikenal cukup kuat untuk menangani banyak aplikasi sekaligus. Pendekatan ini membuat performanya terasa konsisten tanpa harus mengorbankan efisiensi daya.

Layar berukuran 15,6 inci menjadi nilai tambah tersendiri. Ukuran ini memberi ruang kerja lebih luas, terutama bagi pengguna yang sering bekerja dengan spreadsheet, desain, atau membuka banyak jendela aplikasi. Resolusi Full HD membuat tampilan tetap tajam dan nyaman dipandang dalam waktu lama.

Dari sisi kenyamanan, Acer Aspire 5 dikenal memiliki sistem pendinginan yang cukup baik di kelasnya. Laptop ini mampu menjaga suhu tetap stabil saat digunakan dalam durasi panjang. Hal ini menjadi alasan mengapa banyak pengguna merasa perangkat ini tidak cepat menurun performanya.

Penyimpanan SSD yang digunakan pada Aspire 5 membuat proses booting dan pembukaan aplikasi terasa cepat. Beberapa varian juga menyediakan slot tambahan, sehingga pengguna dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan. Fleksibilitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang berpikir jangka panjang.

Untuk urusan baterai, Acer Aspire 5 tidak menjanjikan penggunaan seharian penuh tanpa pengisian daya. Namun, untuk aktivitas kerja normal seperti mengetik, browsing, dan rapat daring, baterainya dinilai cukup untuk menemani beberapa jam kerja tanpa hambatan.

Konektivitas juga menjadi salah satu poin penting. Laptop ini dilengkapi berbagai port seperti USB, HDMI, dan port audio yang memudahkan pengguna tanpa harus bergantung pada adaptor tambahan. Dalam konteks kerja, kelengkapan port sering kali menjadi faktor krusial.

Di pasar Indonesia awal 2026, harga Acer Aspire 5 berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp12 juta, tergantung konfigurasi prosesor dan memori. Rentang harga ini menempatkannya sebagai laptop kelas menengah yang dinilai sepadan dengan kemampuan yang ditawarkan.

Pengamat teknologi menilai, Acer Aspire 5 banyak dipilih karena tidak memaksakan fitur berlebihan. Laptop ini fokus pada fungsi utama: bekerja stabil, nyaman digunakan, dan mudah ditingkatkan. Pendekatan ini membuatnya tetap relevan meski tren laptop terus berubah.

Dengan kombinasi performa seimbang, layar luas, dan kemudahan perawatan, Acer Aspire 5 menjadi contoh bahwa laptop non-gaming pun mampu menangani kerja berat sehari-hari. Pilihan ini semakin diminati oleh pengguna yang mengutamakan efisiensi dan ketahanan.

Penulis: Firdan Nubatonis 

Penangkapan Mengejutkan: Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS Cilegon Tertangkap Saat Beraksi di Rumah Mewah

Sebuah perkembangan dramatis mewarnai penyelidikan kasus pembunuhan sadis terhadap Muhammad Axle Harman Miller (9), putra seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Cilegon, Banten. Setelah dua pekan menjadi buronan sejak peristiwa tragis yang terjadi pada 16 Desember 2025 di kediamannya di Kompleks BBS 3, Cilegon, pelaku akhirnya berhasil diringkus. Yang lebih mengejutkan, penangkapan ini terjadi bukan karena pengembangan bukti, melainkan saat pelaku tengah melancarkan aksi pencurian di sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri. Penangkapan tak terduga ini membuka lembaran baru dalam penyelidikan yang semula menemui jalan buntu akibat minimnya petunjuk awal.

Kronologi Penangkapan Pelaku Pembunuhan

Tim kepolisian berhasil mengamankan pelaku yang diidentifikasi sebagai HA (30), terduga pembunuh Muhammad Axle Harman Miller. Penangkapan ini merupakan buah dari kerja keras penyidik yang kesulitan mengungkap identitas pelaku dalam dua pekan terakhir. HA ditemukan di lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, membenarkan penangkapan tersebut. "Alhamdulillah (pelaku tertangkap)," ujar Kombes Pol Dian Setyawan pada Jumat (2/1) malam. Pelaku kini telah diamankan di Mapolres Cilegon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Meskipun demikian, Kombes Pol Dian Setyawan masih enggan membeberkan detail mengenai identitas lengkap pelaku, kronologi penangkapan, maupun motif di balik aksi keji tersebut. Ia menyatakan bahwa keterangan lebih lanjut akan disampaikan dalam ekspose resmi setelah hasil pemeriksaan tuntas.

Pelaku Tertangkap Saat Melakukan Aksi Pencurian

Keberhasilan polisi menangkap HA tidak lepas dari sebuah kebetulan yang signifikan. Pelaku pembunuhan terhadap Axle ternyata tertangkap basah saat sedang melakukan aksi pencurian di kediaman mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri. Peristiwa ini terjadi di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, pada Jumat siang (2/1).

Awalnya, warga sekitar dan pemilik rumah sama sekali tidak menyadari bahwa pelaku pencurian yang mereka tangkap memiliki keterkaitan dengan kasus pembunuhan tragis yang menggemparkan Cilegon. Keterkaitan ini baru terungkap setelah polisi memberikan informasi kepada mereka.

Dede Rohana Putra, Anggota DPRD Banten yang juga merupakan saudara dari Roisyudin Sayuri, mengungkapkan keheranannya. "Iya, ditangkap di rumah saudara saya. Kita enggak tahu kalau itu masih ada kaitan dengan kasus di BBS, kita baru tahu pas malamnya. Pas kita telepon polisi, ternyata hasil pengembangannya itu ada keterkaitan dengan kasus yang di BBS," tuturnya saat dihubungi melalui telepon pada Sabtu (3/1).

Modus Operandi Pelaku: Memanfaatkan Kesempatan

Menurut penuturan Dede Rohana, pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang seringkali kosong ditinggal penghuninya. Roisyudin Sayuri beserta keluarganya kerap berada di BSD, Tangerang Selatan, setiap akhir pekan. Aksi pencurian yang terekam kamera CCTV ini telah dilaporkan ke Polsek Cilegon.

"Awalnya hari Minggu (28/12) itu dia kemalingan. Yang hilang perhiasan, sama brankas sudah ada di luar rumah dibawa pakai kursi roda, tapi belum sempat keambil, ditinggalin. Itu hari Minggu siang. Soalnya setiap Jumat, Sabtu, Minggu itu rumah kosong ditinggal ke BSD karena punya rumah juga di BSD," jelas Dede Rohana.

Rekaman CCTV memperlihatkan sosok pelaku, meskipun dengan kualitas yang kurang jelas. Laporan pun telah dibuat ke Polsek Cilegon.

Diduga, pelaku merasa penasaran dengan brankas yang belum berhasil dicuri. Rasa penasaran ini mendorongnya untuk nekat kembali menyatroni rumah tersebut pada Jumat (2/1) siang, dengan niat untuk membongkar brankas tersebut.

Aksi Panik dan Tertangkapnya Pelaku

Dede Rohana menambahkan, pelaku diduga mengetahui bahwa rumah tersebut kembali kosong karena pemiliknya sedang pergi ke luar kota untuk merayakan libur tahun baru.

"Karena tahun baru, rumah sepi lagi. Nah, pas Jumat (2/1) siang itu kebetulan ada ART di rumah. Dan si pelaku ini ngelanjutin lagi karena sebelumnya belum kebongkar brankas. Karena dia sampai bawa pemanas gembok segala, kayaknya penasaran pengin ngebongkar brankas," katanya.

Saat sedang beraksi, pelaku dipergoki oleh Asisten Rumah Tangga (ART) yang sedang membersihkan rumah. Panik, pelaku berusaha melarikan diri. Namun, dalam upaya pelariannya, ia terpeleset di tangga, mengalami luka, dan tidak dapat melanjutkan pelariannya. Pelaku akhirnya memilih untuk bersembunyi di dalam rumah.

"Pas di dalam rumah itu dia sudah pegang kunci kamar dan ketahuan sama ART yang lagi bersih-bersih. ART menjerit, dia (pelaku) lari. Karena posisi rumah agak berbukit jadi ada tangga-tangga, kayaknya dia kepleset dan jatuh, terus enggak bisa keluar, jadi dia ngumpet di dalam rumah, mungkin lecet kepentok tangga," pungkas Dede Rohana.

Penangkapan pelaku pembunuhan anak politikus PKS ini menjadi titik terang dalam kasus yang sempat menyulitkan pihak kepolisian. Proses hukum selanjutnya diharapkan dapat mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Memasuki tahun baru, stasiun televisi Korea Selatan mulai memanjakan penggemar dengan deretan drama yang siap tayang di tahun 2026. Salah satu yang tak ketinggalan adalah ENA, jaringan televisi berbayar nasional yang telah mengumumkan beberapa judul drama beserta para pemain dan sinopsis singkatnya. Kisah-kisah menarik yang ditawarkan pun mulai mencuri perhatian para pencinta drama Korea (drakor). Mari kita simak daftar drakor yang siap menghiasi layar kaca ENA di tahun 2026.

1. Honour

Dijadwalkan tayang perdana pada 2 Februari 2026, Honour akan mengisi slot penayangan yang sebelumnya ditempati oleh drama Idol I. Drama ini mengisahkan perjalanan tiga pengacara perempuan yang bekerja di L&J Law Firm, sebuah firma hukum yang secara khusus menangani kasus-kasus yang melibatkan korban kejahatan perempuan. Ketiga sahabat ini telah menjalin ikatan pertemanan erat selama 20 tahun sejak masa kuliah mereka.

Mereka dikenal sebagai sosok pengacara yang berbakat dan penuh percaya diri. Namun, di balik citra profesional mereka, tersimpan masalah masa lalu yang telah mereka tutupi rapat-rapat selama dua dekade. Rahasia-rahasia ini kini mulai muncul ke permukaan dan mengancam untuk mengguncang kehidupan mereka secara tak terduga. Dalam menghadapi badai yang menerpa, para pengacara ini harus bersatu dan bekerja sama untuk mengungkap serta menyelesaikan masalah-masalah lama yang kembali menghantui.

2. Climax

Berlatar belakang dunia politik yang penuh intrik, Climax akan menampilkan Joo Ji Hoon dan Ha Ji Won sebagai pasangan suami istri yang sangat terkenal. Joo Ji Hoon memerankan karakter jaksa Bang Tae Seop, yang namanya mulai meroket setelah menikahi aktris papan atas Chu Sang A, yang diperankan oleh Ha Ji Won. Keduanya memiliki ambisi besar untuk mencapai puncak tertinggi dalam karier masing-masing.

Fokus utama Climax adalah pada upaya jaksa Bang Tae Seop untuk menembus lingkaran kekuasaan elit di Korea Selatan. Ia tak segan memanfaatkan kekayaan dan pengaruh sang istri, yang dulunya merupakan salah satu aktris paling bersinar di masanya. Drama ini juga akan menghadirkan persaingan sengit yang muncul akibat perebutan warisan di sebuah keluarga konglomerat, menambah kompleksitas cerita.

3. Scarecrow

Mengusung tema kasus pembunuhan berantai, Scarecrow akan mengajak penonton untuk turut menebak-nebak kebenaran di balik kasus misterius yang menggemparkan Korea Selatan. Cerita ini berpusat pada investigasi yang dilakukan oleh tim gabungan antara polisi, jaksa, dan reporter. Uniknya, ketiga profesi ini diperankan oleh karakter-karakter yang merupakan teman lama yang kembali bersatu demi menegakkan keadilan.

Kang Tae Joo, yang diperankan oleh Park Hae Soo, adalah seorang detektif gigih yang tidak pernah menyerah dalam menyelidiki kasus. Ia akan bekerja sama dengan Cha Si Yeong (Lee Hee Joon), teman sekelasnya di SMA yang kini berprofesi sebagai jaksa. Aksi mereka juga akan didukung oleh Seo Ji Won (Kwak Sun Young), seorang reporter yang juga merupakan teman masa kecil mereka. Bersama-sama, mereka berjuang untuk melindungi kampung halaman mereka dari ancaman seorang pembunuh berantai.

4. Doctor on the Edge

Dengan genre rom-com (roman komedi), Doctor on the Edge direncanakan akan tayang sebanyak 12 episode, meskipun jadwal pasti penayangannya belum diumumkan. Drama ini akan membawa penonton menyelami dunia medis di tengah pelaksanaan wajib militer, yang merupakan kewajiban bagi seluruh pria berkewarganegaraan Korea Selatan. Para tenaga medis akan ditempatkan sesuai dengan spesialisasi mereka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Fokus cerita Doctor on the Edge tertuju pada Do Ji Ui (Lee Jae Wook), seorang dokter bedah plastik. Ia ditugaskan di sebuah pulau terpencil bernama Pyeongdong-do, sebuah lokasi yang selalu dihindari oleh banyak orang. Di sana, ia kemudian akan terlibat dalam kisah romantis dengan Yook Ha Ri (Shin Ye Eun), seorang perawat misterius yang kehadirannya menambah warna pada kehidupan Do Ji Ui.

5. Dream to You

Mengangkat tema tentang pencapaian mimpi, Dream to You akan menampilkan chemistry yang kuat antara Hwang In Yeop dan Lee Hye Ri. Kisah drama ini berfokus pada dua karakter yang menjalani kehidupan di jalur yang berbeda. Reporter Ju I Jae (Lee Hye Ri) harus merelakan impiannya menjadi seorang sutradara di usia 20-an dan kini tengah merasakan kehidupan yang semakin terpuruk di usia 30-an.

Sementara itu, Woo Su Bin (Hwang In Yeop) justru berjuang untuk melepaskan diri dari kehidupan yang telah diatur oleh orang tuanya sejak ia muda. Ia berhasil mewujudkan mimpinya dengan menjadi seorang sutradara film yang sukses. Kehadiran Woo Su Bin diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi Ju I Jae untuk kembali mengejar dan meraih mimpinya.

6. Love Doctor

Dengan sentuhan genre slice of life, Love Doctor akan menyajikan kisah tentang perjuangan seseorang untuk bangkit dari keterpurukan. Park Min Jae (Choo Young Woo) adalah mantan atlet renang yang terpaksa mengakhiri kariernya lebih awal akibat penyakit osteosarkoma. Beruntung, ia berhasil melewati masa-masa sulit tersebut dan akhirnya melanjutkan pendidikan di jurusan Teknik Mesin di Seoul National University.

Di universitas, ia akan terlibat dalam kisah romansa dengan Im Yu Jin (Kim So Hyun), yang juga mendaftar program magister Teknik Mesin karena ketertarikannya pada robotika. Im Yu Jin juga tengah berjuang bangkit dari keterpurukan akibat sebuah insiden yang tidak menyenangkan. Melalui kisah mereka, drama ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat kepada penonton untuk tetap kuat menghadapi berbagai cobaan dalam kehidupan.

Dari genre thriller hingga rom-com, sederet drakor yang akan tayang di ENA pada tahun 2026 ini menjanjikan berbagai kisah menarik yang sayang untuk dilewatkan. Para penggemar diharapkan untuk terus menantikan jadwal tayang resmi agar tidak ketinggalan setiap episode dari drama-drama yang paling dinantikan.

Kepercayaan diri adalah aset tak ternilai yang sering kali terpancar bahkan sebelum kata-kata terucap. Dalam hitungan menit pertama sebuah pertemuan, bahasa tubuh, intonasi suara, bahkan respons-respons kecil dapat memberikan gambaran mendalam mengenai bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri. Psikologi modern telah mengidentifikasi pola-pola perilaku tertentu yang cenderung muncul secara spontan pada individu dengan tingkat kepercayaan diri rendah. Tanda-tanda ini mungkin tidak disadari oleh pelakunya sendiri, namun cukup mudah dikenali oleh pengamat yang jeli.

Memahami indikator-indikator ini bukan bertujuan untuk menghakimi, melainkan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika interaksi sosial dan bagaimana membangun hubungan yang lebih otentik. Berikut adalah delapan ciri yang kerap terlihat dalam lima menit pertama saat berinteraksi dengan pria yang menunjukkan indikasi kepercayaan diri yang rendah:

1. Frekuensi Permintaan Maaf yang Berlebihan

Sikap sopan adalah hal yang terpuji, namun ketika permintaan maaf diucapkan secara berlebihan, hal tersebut dapat menjadi sinyal kuat adanya masalah kepercayaan diri. Individu dengan self-esteem rendah cenderung mudah meminta maaf, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele. Ini bisa berupa penyampaian pendapat, mengajukan pertanyaan, atau sekadar hadir dalam sebuah percakapan. Secara psikologis, kebiasaan ini muncul dari ketakutan mendalam akan dianggap sebagai beban, merepotkan, atau tidak memiliki hak untuk mengambil ruang dalam interaksi sosial. Mereka merasa perlu terus-menerus meminta izin untuk eksis.

2. Bahasa Tubuh yang Mengisyaratkan Ketidaknyamanan

Perhatikan posisi tubuhnya. Bahu yang membungkuk, lengan yang disilangkan di depan dada, kontak mata yang minim, atau tubuh yang cenderung menjauh saat berbicara merupakan tanda-tanda bahasa tubuh yang tertutup. Psikologi menyebut ini sebagai mekanisme pertahanan diri. Tubuh secara tidak sadar berusaha untuk “mengecilkan diri” dan menjadi kurang terlihat, sebagai respons terhadap perasaan internal yang tidak aman atau rentan. Postur tubuh yang terbuka dan rileks seringkali diasosiasikan dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi.

3. Kebutuhan Konstan untuk Validasi Eksternal

Kalimat-kalimat seperti, "Menurut kamu, itu bagus nggak, ya?" atau "Aku salah ngomong gitu nggak sih?" sering kali terlontar dari bibirnya. Ia tampak sangat membutuhkan persetujuan dari orang lain untuk merasa aman dan yakin dengan tindakannya atau perkataannya. Ketergantungan pada validasi eksternal ini biasanya berakar dari pengalaman masa lalu, di mana apresiasi dan penguatan positif jarang ia terima. Akibatnya, ia terus mencari validasi dari luar untuk mengisi kekosongan rasa percaya diri.

4. Kecenderungan Merendahkan Diri Sendiri Terlebih Dahulu

Pria dengan kepercayaan diri rendah sering kali melontarkan candaan yang merendahkan dirinya sendiri. Topik-topik seperti kemampuan, penampilan fisik, atau kecerdasan bisa menjadi sasaran lelucon tersebut. Tindakan ini berfungsi sebagai semacam tameng emosional. Dengan mengkritik diri sendiri terlebih dahulu, ia berharap dapat mengurangi rasa sakit jika orang lain melakukan hal yang serupa. Ironisnya, kebiasaan ini justru memperkuat citra negatif yang sudah tertanam dalam benaknya, menciptakan lingkaran setan.

5. Kesulitan Menerima Pujian

Ketika menerima pujian yang tulus, respons yang sering muncul adalah penolakan atau pengalihan topik. Pujian seperti, "Kamu hebat sekali!" mungkin akan dibalas dengan, "Ah, itu cuma kebetulan saja kok," atau "Sebenarnya masih banyak orang lain yang lebih jago dari saya." Secara psikologis, hal ini terjadi karena pujian tersebut bertabrakan dengan keyakinan negatif yang sudah tertanam kuat dalam pikirannya. Ia sulit mempercayai bahwa ia memang layak menerima pujian tersebut.

6. Sikap Selalu Mengiyakan Pendapat Orang Lain

Kemungkinan besar, ia jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah, menyampaikan pendapat yang berbeda. Semua usulan dan gagasan dari orang lain disetujui tanpa banyak pertimbangan. Sikap yang terlalu setuju ini bukanlah tanda fleksibilitas yang positif, melainkan cerminan dari ketakutan mendalam akan konflik dan penolakan. Bagi sebagian individu, menyetujui segala sesuatu menjadi cara mereka untuk bertahan secara emosional dalam sebuah interaksi sosial.

7. Nada Bicara yang Pelan dan Penuh Keraguan

Nada suara seringkali meredup di akhir kalimat, seolah setiap pernyataan berubah menjadi sebuah pertanyaan yang membutuhkan konfirmasi. Volume suara yang rendah, kebiasaan berdeham, atau kesulitan berbicara dengan tegas meskipun dalam situasi yang santai, semuanya merupakan indikator. Pola bicara seperti ini mencerminkan ketidakpastian internal dan kebutuhan akan persetujuan dari lawan bicara. Ia merasa suaranya tidak cukup kuat atau penting untuk didengar.

8. Pola Berbagi Informasi yang Ekstrem

Ada dua kutub ekstrem yang sering muncul dalam berbagi informasi. Pertama, ia cenderung menceritakan kisah hidupnya secara berlebihan dalam waktu yang sangat singkat, seolah ingin segera membangun kedekatan atau mencari simpati. Kedua, ia justru menutup diri sepenuhnya, hampir tidak membagikan apa pun tentang dirinya. Keduanya berakar dari ketakutan akan koneksi yang tulus dan mendalam. Kepercayaan diri yang sehat memungkinkan seseorang untuk berbagi informasi secara bertahap, proporsional, dan sesuai dengan tingkat keintiman yang terbangun.

Kepercayaan diri adalah aset tak ternilai yang sering kali terpancar bahkan sebelum kata-kata terucap. Dalam hitungan menit pertama sebuah pertemuan, bahasa tubuh, intonasi suara, bahkan respons-respons kecil dapat memberikan gambaran mendalam mengenai bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri. Psikologi modern telah mengidentifikasi pola-pola perilaku tertentu yang cenderung muncul secara spontan pada individu dengan tingkat kepercayaan diri rendah. Tanda-tanda ini mungkin tidak disadari oleh pelakunya sendiri, namun cukup mudah dikenali oleh pengamat yang jeli.

Memahami indikator-indikator ini bukan bertujuan untuk menghakimi, melainkan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika interaksi sosial dan bagaimana membangun hubungan yang lebih otentik. Berikut adalah delapan ciri yang kerap terlihat dalam lima menit pertama saat berinteraksi dengan pria yang menunjukkan indikasi kepercayaan diri yang rendah:

1. Frekuensi Permintaan Maaf yang Berlebihan

Sikap sopan adalah hal yang terpuji, namun ketika permintaan maaf diucapkan secara berlebihan, hal tersebut dapat menjadi sinyal kuat adanya masalah kepercayaan diri. Individu dengan self-esteem rendah cenderung mudah meminta maaf, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele. Ini bisa berupa penyampaian pendapat, mengajukan pertanyaan, atau sekadar hadir dalam sebuah percakapan. Secara psikologis, kebiasaan ini muncul dari ketakutan mendalam akan dianggap sebagai beban, merepotkan, atau tidak memiliki hak untuk mengambil ruang dalam interaksi sosial. Mereka merasa perlu terus-menerus meminta izin untuk eksis.

2. Bahasa Tubuh yang Mengisyaratkan Ketidaknyamanan

Perhatikan posisi tubuhnya. Bahu yang membungkuk, lengan yang disilangkan di depan dada, kontak mata yang minim, atau tubuh yang cenderung menjauh saat berbicara merupakan tanda-tanda bahasa tubuh yang tertutup. Psikologi menyebut ini sebagai mekanisme pertahanan diri. Tubuh secara tidak sadar berusaha untuk “mengecilkan diri” dan menjadi kurang terlihat, sebagai respons terhadap perasaan internal yang tidak aman atau rentan. Postur tubuh yang terbuka dan rileks seringkali diasosiasikan dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi.

3. Kebutuhan Konstan untuk Validasi Eksternal

Kalimat-kalimat seperti, "Menurut kamu, itu bagus nggak, ya?" atau "Aku salah ngomong gitu nggak sih?" sering kali terlontar dari bibirnya. Ia tampak sangat membutuhkan persetujuan dari orang lain untuk merasa aman dan yakin dengan tindakannya atau perkataannya. Ketergantungan pada validasi eksternal ini biasanya berakar dari pengalaman masa lalu, di mana apresiasi dan penguatan positif jarang ia terima. Akibatnya, ia terus mencari validasi dari luar untuk mengisi kekosongan rasa percaya diri.

4. Kecenderungan Merendahkan Diri Sendiri Terlebih Dahulu

Pria dengan kepercayaan diri rendah sering kali melontarkan candaan yang merendahkan dirinya sendiri. Topik-topik seperti kemampuan, penampilan fisik, atau kecerdasan bisa menjadi sasaran lelucon tersebut. Tindakan ini berfungsi sebagai semacam tameng emosional. Dengan mengkritik diri sendiri terlebih dahulu, ia berharap dapat mengurangi rasa sakit jika orang lain melakukan hal yang serupa. Ironisnya, kebiasaan ini justru memperkuat citra negatif yang sudah tertanam dalam benaknya, menciptakan lingkaran setan.

5. Kesulitan Menerima Pujian

Ketika menerima pujian yang tulus, respons yang sering muncul adalah penolakan atau pengalihan topik. Pujian seperti, "Kamu hebat sekali!" mungkin akan dibalas dengan, "Ah, itu cuma kebetulan saja kok," atau "Sebenarnya masih banyak orang lain yang lebih jago dari saya." Secara psikologis, hal ini terjadi karena pujian tersebut bertabrakan dengan keyakinan negatif yang sudah tertanam kuat dalam pikirannya. Ia sulit mempercayai bahwa ia memang layak menerima pujian tersebut.

6. Sikap Selalu Mengiyakan Pendapat Orang Lain

Kemungkinan besar, ia jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah, menyampaikan pendapat yang berbeda. Semua usulan dan gagasan dari orang lain disetujui tanpa banyak pertimbangan. Sikap yang terlalu setuju ini bukanlah tanda fleksibilitas yang positif, melainkan cerminan dari ketakutan mendalam akan konflik dan penolakan. Bagi sebagian individu, menyetujui segala sesuatu menjadi cara mereka untuk bertahan secara emosional dalam sebuah interaksi sosial.

7. Nada Bicara yang Pelan dan Penuh Keraguan

Nada suara seringkali meredup di akhir kalimat, seolah setiap pernyataan berubah menjadi sebuah pertanyaan yang membutuhkan konfirmasi. Volume suara yang rendah, kebiasaan berdeham, atau kesulitan berbicara dengan tegas meskipun dalam situasi yang santai, semuanya merupakan indikator. Pola bicara seperti ini mencerminkan ketidakpastian internal dan kebutuhan akan persetujuan dari lawan bicara. Ia merasa suaranya tidak cukup kuat atau penting untuk didengar.

8. Pola Berbagi Informasi yang Ekstrem

Ada dua kutub ekstrem yang sering muncul dalam berbagi informasi. Pertama, ia cenderung menceritakan kisah hidupnya secara berlebihan dalam waktu yang sangat singkat, seolah ingin segera membangun kedekatan atau mencari simpati. Kedua, ia justru menutup diri sepenuhnya, hampir tidak membagikan apa pun tentang dirinya. Keduanya berakar dari ketakutan akan koneksi yang tulus dan mendalam. Kepercayaan diri yang sehat memungkinkan seseorang untuk berbagi informasi secara bertahap, proporsional, dan sesuai dengan tingkat keintiman yang terbangun.

Diberdayakan oleh Blogger.