Bukan laptop gaming, tapi dipakai kerja berat setiap hari: Ini alasannya Suara Flores - Tidak semua pekerjaan berat membutuhkan laptop gaming dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah. Fakta di lapangan menunjukkan, banyak pekerja kreatif, admin data, hingga pelaku UMKM justru mengandalkan laptop kelas menengah yang dinilai lebih stabil dan efisien untuk kerja jangka panjang.

Salah satu laptop yang masuk dalam kategori tersebut adalah Acer Aspire 5. Laptop ini jarang disebut sebagai perangkat ekstrem, namun banyak digunakan untuk aktivitas yang tergolong berat seperti pengolahan data, desain ringan, editing video dasar, hingga multitasking intens.

Acer Aspire 5 dirancang sebagai laptop serbaguna. Desainnya sederhana dan cenderung formal, membuatnya cocok digunakan di lingkungan kerja maupun pendidikan. Meski tampil minimalis, laptop ini memiliki konstruksi yang cukup kokoh untuk penggunaan harian.

Keunggulan utama Acer Aspire 5 terletak pada keseimbangan spesifikasi. Laptop ini hadir dengan prosesor Intel Core i5 atau AMD Ryzen 5, yang dikenal cukup kuat untuk menangani banyak aplikasi sekaligus. Pendekatan ini membuat performanya terasa konsisten tanpa harus mengorbankan efisiensi daya.

Layar berukuran 15,6 inci menjadi nilai tambah tersendiri. Ukuran ini memberi ruang kerja lebih luas, terutama bagi pengguna yang sering bekerja dengan spreadsheet, desain, atau membuka banyak jendela aplikasi. Resolusi Full HD membuat tampilan tetap tajam dan nyaman dipandang dalam waktu lama.

Dari sisi kenyamanan, Acer Aspire 5 dikenal memiliki sistem pendinginan yang cukup baik di kelasnya. Laptop ini mampu menjaga suhu tetap stabil saat digunakan dalam durasi panjang. Hal ini menjadi alasan mengapa banyak pengguna merasa perangkat ini tidak cepat menurun performanya.

Penyimpanan SSD yang digunakan pada Aspire 5 membuat proses booting dan pembukaan aplikasi terasa cepat. Beberapa varian juga menyediakan slot tambahan, sehingga pengguna dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan. Fleksibilitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang berpikir jangka panjang.

Untuk urusan baterai, Acer Aspire 5 tidak menjanjikan penggunaan seharian penuh tanpa pengisian daya. Namun, untuk aktivitas kerja normal seperti mengetik, browsing, dan rapat daring, baterainya dinilai cukup untuk menemani beberapa jam kerja tanpa hambatan.

Konektivitas juga menjadi salah satu poin penting. Laptop ini dilengkapi berbagai port seperti USB, HDMI, dan port audio yang memudahkan pengguna tanpa harus bergantung pada adaptor tambahan. Dalam konteks kerja, kelengkapan port sering kali menjadi faktor krusial.

Di pasar Indonesia awal 2026, harga Acer Aspire 5 berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp12 juta, tergantung konfigurasi prosesor dan memori. Rentang harga ini menempatkannya sebagai laptop kelas menengah yang dinilai sepadan dengan kemampuan yang ditawarkan.

Pengamat teknologi menilai, Acer Aspire 5 banyak dipilih karena tidak memaksakan fitur berlebihan. Laptop ini fokus pada fungsi utama: bekerja stabil, nyaman digunakan, dan mudah ditingkatkan. Pendekatan ini membuatnya tetap relevan meski tren laptop terus berubah.

Dengan kombinasi performa seimbang, layar luas, dan kemudahan perawatan, Acer Aspire 5 menjadi contoh bahwa laptop non-gaming pun mampu menangani kerja berat sehari-hari. Pilihan ini semakin diminati oleh pengguna yang mengutamakan efisiensi dan ketahanan.

Penulis: Firdan Nubatonis