Halloween party ideas 2015

Menggelar pernikahan tanpa mengadakan resepsi di gedung seperti berenang melawan arus.

Situasi ini dialami Adhisty, warga Bekasi, ketika menikah dengan pria pilihannya beberapa waktu lalu. Alih-alih memilih gedung dan catering ternama, Adhisty justru memutuskan untuk menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Bekasi Utara dan tak menggelar resepsi di gedung seperti yang dilakukan kakak-kakanya. 

Adhisty mengikuti semua proses pernikahan kakak-kakaknya. Dia paham semuanya, dari awal sampai akhir.

Semua kesibukan dan keramaian tersebut bertolak belakang dengan kepribadian Adhisty. Hingga, Adhisty dan pasangannya membicarakan hari pernikahan. Adhisty pun mengajukan opsi menikah di KUA tanpa menggelar resepsi di gedung.

Gagasan ini menimbulkan pro dan kontra hingga Adhisty sempat berpikir untuk membatakan semua rencana. Namun, akhirnya pihak keluarga memberikan restu bagi Adhisty dan pasangannya untuk menikah di KUA tanpa resepsi di gedung.

Menuruy Adhisty, menikah di KUA membawa banyak manfaat positif. "Aku merasa sangat bahagia sampai saat ini. Menikah secara sederhana membuat kami bisa menghemat, tabungan bertambah, dan hidup tanpa utang. Menurutku itu kebahagiaan yang nyata," katanya dalam perbincangan, Sabtu (8/11/2025).

Ia juga merasa beruntung memiliki pasangan yang benar-benar mengenal karakternya. "Suamiku sebenarnya juga seorang introvert. Awalnya dia berpikir aku suka pesta. Ketika tahu aku malah tidak nyaman dengan keramaian, dia justru lega," tambahnya.

Sebagai seseorang yang telah melewati proses ini, Adhisty memberikan nasihat sederhana kepada para calon pengantin. "Jangan rusak kebahagiaanmu hanya untuk memenuhi ego orang lain. Pada akhirnya, kamu akan menjalani hidup bersama pasanganmu, bukan dengan siapa pun termasuk keluargamu," katanya.

Menikah di KUA tanpa resepsi di gedung juga ada di benak artis Tissa Biani dan sang kekasih musisi, Dul Jaelani, anak musisi Ahmad Dhani. "Aku dan Dul itu sebenarnya pengin nikah di KUA. Sah, sudah kelar! Sesimple itu. Yang penting, kehidupan setelah nikahnya," kata Tissa dikutip dari YouTube HAS Entertainment, Agustus 2025. Perbincangan ini terjadi beberapa saat setelah pernikahan Al, anak sulung Ahmad Dhani.

Namun, Tissa juga mengakui bahwa dia dan Dul tidak bisa menutup mata atas keinginan keluarga. Ia menyadari pernikahan bukan hanya tentang dirinya dan Dul, melainkan juga melibatkan restu orangtua. "Kami hidup tidak hanya untuk diri sendiri. Ada keluarga yang harus kami pikirkan dan mereka pasti ingin dibikinkan acara. Ya, kita lihat saja nanti," ujarnya.

Tissa menegaskan dirinya tidak mau terburu-buru untuk memasuki jenjang pernikahan. "Aku ingin menikah setepatnya, bukan secepatnya. Jadi yang aku dan Dul lakukan saat ini adalah mempersiapkan mental dan finansial kami sebelum menikah," tutur Tissa.

Bagi Tissa, pernikahan bukan perlombaan. Ia justru menekankan pentingnya persiapan yang matang agar rumah tangga bisa langgeng dan bahagia. Cita-cita terbesar Tissa adalah menjadi seorang ibu yang baik serta memiliki anak-anak yang saleh dan saleha.

Nol Rupiah

Tren menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) semakin populer di kalangan Generasi Z belakangan ini. Fenomena ini dibenarkan oleh Kepala KUA Kebon Jeruk, Nusirwan, saat ditemui di kantornya pada Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, perubahan tren ini mulai terjadi setelah pandemi Covid-19 yang sempat melumpuhkan perekonomian Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dampak pandemi turut memengaruhi angka pernikahan, baik di KUA maupun di luar KUA, yang sempat menurun drastis.

Setelah pandemi mereda, ada satu momen ketika Menteri Agama mengimbau agar masyarakat memilih menikah langsung di KUA. "Saat itu ada imbauan dari pemerintah agar nikah di KUA saja, sejak itu banyak pasangan muda yang terilhami," kata Nusirwan.  

Imbauan tersebut menjadi inspirasi bagi banyak pasangan muda yang kemudian lebih memilih menggelar pernikahan sederhana di KUA, sekaligus menyisihkan dana untuk persiapan masa depan mereka.

Nusirwan juga mengakui bahwa sebelumnya banyak masyarakat enggan menikah di KUA karena adanya stigma negatif. Padahal, sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2014, pemerintah memberikan kebijakan nikah gratis di KUA pada hari dan jam kerja, dari Senin hingga Jumat. Untuk pelaksanaan di KUA, masyarakat tidak dikenakan biaya alias nol rupiah. Sebaliknya, jika penghulu didatangkan ke lokasi luar KUA, akan dikenakan tarif sebesar Rp 600 ribu sesuai ketentuan.

Agar masyarakat semakin tertarik menikah di KUA, Nusirwan mengatakan, KUA Kebon Jeruk mendesain ruang akad yang instagramable. Dekorasi ruangan dirancang agar tetap menarik dan memberikan kesan pelaminan sederhana meskipun tanpa biaya.

Dengan fasilitas ini, pasangan pengantin tetap bisa mendapatkan momen spesial yang layak diabadikan.

Nusirwan menambahkan bahwa gebrakan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dengan peningkatan jumlah pasangan yang menikah di KUA dalam dua tahun terakhir.

Bagi pasangan yang ingin menikah di KUA, disarankan untuk memesan jadwal jauh-jauh hari karena jumlah penghulu yang melayani masih terbatas. Syarat dokumennya sendiri sama seperti persyaratan nikah pada umumnya, yaitu meliputi KTP, pas foto, surat pengantar dari kelurahan, dan dokumen lain yang dapat dicek melalui aplikasi JakEvo-platform terobosan pelayanan perizinan dan non-perizinan dari Pemprov DKI Jakarta.

Nusirwan mengingatkan agar pasangan memastikan ketersediaan penghulu sebelum mencetak dan menyebarkan undangan. Hal ini penting untuk menghindari masalah jika jadwal penghulu sudah penuh dan tidak sesuai dengan waktu yang tercantum dalam undangan

Proses membatalkan atau mengubah rencana tentunya akan merepotkan baik bagi pasangan maupun tamu undangan. (m30/m38/m40)

Terinspirasi dari Cangkang Kerang,Ilmuwan Temukan Cara Membuat Semen 17 Kali Lebih Kuat
Ringkasan Berita:
  • Ilmuwan Princeton meniru struktur cangkang tiram (nacre) untuk menciptakan semen baru.
  • Semen ini 17 kali lebih kuat dan 19 kali lebih lentur dari semen biasa.
  • Inovasi ini berpotensi mengurangi emisi karbon dan mendukung konstruksi berkelanjutan.

Semen selama ini dikenal sebagai fondasi utama pembangunan modern, menopang gedung pencakar langit, jembatan megah, hingga jalan raya yang kita lalui setiap hari. 

Namun di balik kekuatannya, ada kelemahan klasik yang belum sepenuhnya terpecahkan: sifatnya rapuh dan mudah retak.

Kini, tim ilmuwan dari Princeton University menemukan solusi mengejutkan dengan meniru struktur alami dari cangkang tiram dan abalon, menghasilkan semen yang 17 kali lebih kuat dan 19 kali lebih lentur dibandingkan versi konvensional.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Advanced Functional Materials ini bukan hanya langkah maju bagi dunia teknik sipil, tetapi juga menawarkan harapan baru untuk konstruksi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Inspirasi datang dari nacre, atau yang lebih dikenal sebagai mother of pearl, lapisan berkilau di bagian dalam cangkang tiram.

Di balik keindahannya, nacre menyimpan rahasia kekuatan yang luar biasa.

Struktur mikroskopisnya tersusun dari tablet aragonit berbentuk heksagonal, sejenis kalsium karbonat keras, yang direkatkan oleh biopolimer lembut.

Kombinasi keras dan lentur inilah yang membuat nacre tahan benturan tanpa mudah retak.

“Sinergi antara komponen keras dan lunak adalah kunci kekuatan nacre,” ujar Shashank Gupta, mahasiswa doktoral Princeton sekaligus penulis utama studi tersebut.

“Kami mencoba menerapkan prinsip itu pada semen, agar mampu menahan retakan sekaligus mempertahankan kekuatannya.”

Rekayasa Ala Alam

Tim yang dipimpin oleh Reza Moini, asisten profesor teknik sipil dan lingkungan di Princeton, meniru cara alam merancang struktur kuat namun lentur.

Mereka menciptakan balok komposit multilapis, terdiri dari lembaran semen tipis yang diselingi lapisan polimer elastis.

Tiga model diuji:

Balok polos multilapis, tanpa pola tambahan.

Balok beralur heksagonal, menyerupai sarang lebah.

Balok bertablet heksagonal penuh, di mana lapisan semen dipotong menjadi “tablet” kecil yang dihubungkan oleh polimer, mirip struktur nacre alami.

Hasilnya luar biasa.

Dalam uji lentur tiga titik, semen konvensional langsung patah tanpa elastisitas.

Sementara balok multilapis menunjukkan peningkatan daya tahan retak secara signifikan.

Model bertablet heksagonal menjadi yang paling unggul, mencatat ketangguhan 17 kali lipat dan kelenturan 19 kali lebih baik dari semen biasa, tanpa mengorbankan kekuatan strukturalnya.

Rekayasa “Cacat” yang Justru Menguatkan

Menariknya, kekuatan baru ini muncul dari pendekatan yang tak lazim.

“Kami sengaja meniru mekanisme geser antar tablet yang ada pada nacre,” jelas Moini.

“Dengan menciptakan zona lemah terkendali, material justru menjadi lebih tangguh.

Kami tidak sekadar menyalin bentuk, tapi memahami prinsip dasarnya.”

Jika diterapkan dalam skala industri, teknologi ini bisa mengurangi kebutuhan perbaikan dan pembangunan ulang yang kerap memakan banyak energi dan emisi karbon.

Mengingat industri semen saat ini menyumbang sekitar 8 persen emisi gas rumah kaca global, inovasi ini berpotensi menjadi game changer dalam misi menuju pembangunan berkelanjutan.

“Kami baru menyentuh permukaannya,” ujar Moini.

“Masih banyak desain mikro dan kombinasi bahan yang bisa dieksplorasi untuk berbagai aplikasi konstruksi.”

 Penemuan ini menjadi bukti bahwa alam masih menjadi insinyur terbaik.

Dari tiram di dasar laut, manusia belajar menciptakan material yang lebih kuat, lentur, dan lebih ramah lingkungan.

Jika di masa depan gedung-gedung tinggi berdiri kokoh berkat inspirasi dari “ibu mutiara”, maka dunia benar-benar sedang menuju era baru, di mana sains dan alam bersatu untuk membangun masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan secara harfiah dan ekologis.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Update berita lainnya di dan Google News

Ayu Aulia Akan Buka-bukaan dalam Sidang Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Ridwan Kamil
Ringkasan Berita:
  • Aktris Ayu Aulia ingin buka-bukaan di sidang kasus dugaan pencemaran nama baik mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan tersangka Lisa Mariana. 
  • Ia resah karena namanya disebut oleh Lisa dan berharap diikutsertakan dalam persidangan. 
  • Ayu, yang pernah menjadi saksi kunci di Bareskrim, memohon agar pengadilan melibatkannya untuk menjelaskan keterangannya dalam kasus yang dilaporkan oleh Ridwan Kamil.

, Bandar Lampung - Aktris Ayu Aulia ingin buka-bukaan dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) dengan tersangka Lisa Mariana.

Pasalnya, Ayu Aulia merasakan keresahan lantaran Lisa Mariana membawa namanya dalam salah satu pernyataan.

"Keresahannya aku pengin buka-bukaan aja sih," tandasnya dilansir dari Tribunnews.com.

Dalam kasus yang dilaporkan oleh suami politisi Atalia Praratya itu, Ayu Aulia dihadirkan sebagai saksi kunci.

Atas hal itu Ayu Aulia pun ingin dilibatkan di dalam persidangan kasus itu nantinya.

"Jadi saya mohon pengadilan Jakarta Pusat atau Jakarta Selatan nanti atau Jakarta manapun. Saya ini kan sempat menjadi saksi kunci di Bareskrim, mohon saya di ikut andilkan dalam ini semua," pintanya.

Bukan tanpa alasan mantan kekasih aktor Zikri Daulay itu meminta dirinya dihadirkan dalam persidangan kasus yang dilaporkan oleh pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Lagi dan lagi Ayu Aulia ingin membuktikan tudingan Lisa yang menyebutnya sebagai sosok yang menjembatani perkenalan sang selebgram dengan Ridwan Kamil.

"Karena saya mau membuktikan bahwa saya tidak pernah memperkenalkan gitu yang seperti digembar-gemborkan oleh Mbak LM (Lisa) dan tolong Mbak LM besok-besok bawa bukti ya di pengadilan karena di pengadilan nggak bisa ngomong doang loh," pintanya.

Kilas Balik Perseteruan Ridwan Kamil dan Lisa Mariana

Lisa Mariana sempat menggemparkan jagat maya dengan unggahannya di Instagram @lisamarianaaa.

Selebgram yang juga putri mendiang musisi Yongki Presley itu mengaku memiliki hubungan terlarang dengan Ridwan Kamil di tahun 2021.

Dari hasil hubungan itu Lisa mengaku telah melahirkan seorang anak yang diberi nama CA (anak pertamanya).

Sejak namanya terseret dalam berita miring itu, Ridwan Kamil sempat menuliskan klarifikasi berupa bantahan dalam Instagram @ridwankamil.

"Banyak sekali ujian kehidupan yang sedang saya lalui. Cukup melelahkan untuk menjelaskan satu per satu, Semoga saya bisa melaluinya dengan ridha dan perlindungan Allah SWT. Aamiin."

"Kemarin telah beredar kabar bahwa ada pihak yang mengaku memiliki anak dari saya. Saya perlu sampaikan bahwa, ini adalah tidak benar dan merupakan fitnah keji bermotif ekonomi yang didaur ulang," bunyi klarifikasi Ridwan Kamil.

Tak puas hanya melakukan klarifikasi, Kang Emil pun juga melaporkan selebgram yang kini menjadi istri sah seniman Doris Setiawan itu ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

Menindaklanjuti laporan pria yang pernah membintangi film Dilan 1990 itu, pihak Bareskrim pun meminta Ridwan Kamil, Lisa Mariana dan CA melakukan tes DNA.

Tes DNA itu dilakukan guna menguji klaim Lisa Mariana yang menyebut CA sebagai darah daging mantan orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.

Tepat pada 7 Agustus 2025 lalu, sampel DNA berupa air liur dan darah dari ketiganya pun diambil untuk kemudian dilakukan pemeriksaan.

Hasil tes DNA ketiganya pun telah diumumkan pada 20 Agustus lalu.

Dari hasil pemeriksaan itu dinyatakan DNA Ridwan Kamil non-identik dengan DNA CA.

"Separuh profil DNA CA cocok dengan separuh profil DNA Lisa Mariana. Separuh profil DNA CA lainnya tidak cocok dengan separuh profil DNA Ridwan Kamil."

"Dari hasil analisis terhadap seluruh profil DNA yang diperoleh, maka telah dibuktikan secara ilmiah, bahwa secara genetik, CA adalah anak biologis Lisa Mariana, bukan anak biologis Ridwan Kamil," ujar Brigjen Sumy, Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Karo Labdokkes) Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, dalam jumpa persnya.

Atas hal itu klaim Lisa Mariana atas CA yang digembar-gemborkannya sebagai darah daging Ridwan Kamil pun tidak terbukti.

Dalam percakapan mengenai pengelolaan keuangan, sering muncul satu pertanyaan menarik: mengapa ada orang yang disiplin menabung, mengelola pengeluaran dengan ketat, dan menjalani hidup sederhana, tetapi tetap merasa tidak bergerak maju secara finansial? 

Di sisi lain, ada pula individu yang juga menerapkan pola hidup hemat namun justru berhasil meningkatkan taraf hidupnya sedikit demi sedikit, memiliki dana darurat yang semakin kuat, bisa mulai berinvestasi, dan tampak lebih stabil serta terarah dalam mencapai tujuan finansial. 

Padahal, secara kasat mata, keduanya sama-sama menahan diri dari gaya hidup konsumtif, sama-sama berusaha hidup sederhana, dan sama-sama berhemat.

Perbedaan hasil ini memunculkan satu kesimpulan penting: faktor kunci dalam keberhasilan finansial bukan hanya tindakan hemat itu sendiri, melainkan cara pandang atau mindset yang mendasarinya. 

Hemat yang lahir dari rasa terpaksa dan ketakutan terhadap kekurangan ternyata memberikan hasil yang berbeda dibandingkan hemat yang dilandasi strategi, perhitungan matang, dan orientasi jangka panjang. 

Dalam bahasa sederhana, ada perbedaan mendasar antara "hemat untuk bertahan hidup" dan "hemat untuk berkembang".

Pemahaman ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan ekonomi, inflasi biaya hidup, serta tuntutan gaya hidup modern yang kerap memicu budaya konsumtif dan FOMO. 

Banyak orang beranggapan bahwa satu-satunya jalan untuk keluar dari tekanan ekonomi adalah dengan mengencangkan ikat pinggang. 

Namun pola pikir yang salah dalam memahami konsep frugal living justru bisa membuat seseorang terjebak pada lingkaran stagnasi.

Artikel ini mencoba mengurai perbedaan cara pandang antara dua kelompok tersebut, serta bagaimana perspektif yang tepat dapat membantu seseorang mendapatkan kendali lebih besar atas keuangannya.

Hemat untuk Jangka Pendek versus Fokus pada Nilai Jangka Panjang

Salah satu perbedaan paling jelas antara mereka yang cenderung stagnan secara finansial dan mereka yang mampu bertumbuh adalah bagaimana keduanya memandang penghematan. Kelompok pertama biasanya terobsesi pada penghematan sesaat. 

Mereka mencari harga termurah dalam setiap transaksi, rela berkeliling beberapa toko demi mendapatkan potongan harga kecil, atau memilih produk paling murah tanpa mempertimbangkan kualitas. 

Dalam jangka pendek, strategi ini tampak rasional. Namun pada banyak kasus, keputusan semacam itu justru membawa biaya lebih besar di masa depan, karena barang yang murah kerap memiliki kualitas rendah, cepat rusak, dan harus diganti berulang kali.

Sementara itu, orang dengan pendekatan finansial yang lebih matang cenderung memikirkan nilai jangka panjang. Mereka tidak sekadar melihat harga, tetapi manfaat dan ketahanannya. 

Membeli produk berkualitas lebih tinggi---meskipun harganya sedikit lebih mahal---dipandang sebagai investasi yang dapat memberikan keuntungan dalam bentuk durabilitas, efisiensi waktu, dan kenyamanan. 

Mereka memahami bahwa penghematan tidak selalu berarti mengeluarkan uang sesedikit mungkin, melainkan memastikan setiap pengeluaran memberi hasil maksimal.

Pendekatan ini sejatinya tidak hanya berlaku untuk barang, tetapi juga waktu, tenaga, dan kualitas hidup. 

Konsep "mahal di awal, hemat di akhir" bukan berarti boros, melainkan strategi perencanaan yang realistis dan rasional.

Hemat karena Keterpaksaan versus Hemat sebagai Strategi

Banyak orang menerapkan gaya hidup hemat bukan karena pilihan, melainkan kondisi. 

Pendapatan terbatas, kewajiban finansial besar, dan tuntutan hidup sehari-hari memaksa mereka untuk menekan pengeluaran serendah mungkin. 

Hemat menjadi respons atas tekanan, bukan keputusan berdasarkan arah yang jelas. Dalam jangka panjang, kondisi ini sering menimbulkan rasa lelah, frustrasi, dan kelelahan emosional, karena upaya penghematan dilakukan dalam tekanan dan kecemasan.

Sebaliknya, kelompok yang mampu berkembang secara finansial memiliki hubungan yang lebih tenang dengan uang. 

Mereka memilih untuk berhemat karena memiliki tujuan jelas: mengelola arus kas, mengalokasikan dana untuk investasi, mempersiapkan masa depan, atau menjaga disiplin keuangan agar tidak terjebak gaya hidup berlebihan. 

Hemat bagi mereka bukan simbol kekurangan, melainkan tanda kendali. 

Mereka sadar bahwa kemampuan mengatur pengeluaran kecil menjadi fondasi untuk mengelola uang dalam jumlah yang lebih besar.

Dengan kata lain, hemat sebagai strategi memberikan energi positif dan rasa kepemilikan atas keuangan sendiri, bukan sekadar ketahanan terhadap tekanan.

Ketakutan Kekurangan vs Kepercayaan terhadap Pertumbuhan

Cara seseorang memandang uang sangat dipengaruhi oleh mindset dasar mengenai kelimpahan dan kekurangan. 

Mereka yang hidup dengan pola pikir scarcity atau kekurangan meyakini bahwa uang adalah sumber daya yang sangat terbatas dan sulit diperoleh. Setiap pengeluaran terasa menakutkan, karena mereka khawatir tidak mampu menggantinya. 

Pandangan ini menghambat kemampuan untuk mengambil peluang finansial. Misalnya, kesempatan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sering ditolak karena dianggap pemborosan, atau peluang usaha kecil terlewat karena rasa takut rugi.

Di sisi lain, mereka yang memiliki abundance mindset atau pola pikir kelimpahan percaya bahwa uang dapat terus mengalir jika dikelola dengan bijak, ditingkatkan melalui kemampuan, dan diputar melalui instrumen produktif. 

Pandangan ini bukan berarti mereka boros atau menganggap uang mudah, melainkan memiliki keyakinan bahwa kemampuan menghasilkan uang dapat diasah dan diperluas. 

Mereka bersedia berinvestasi pada diri sendiri, membangun jaringan, dan berani mengambil langkah-langkah jangka panjang yang mungkin tidak memberikan hasil instan, tetapi berpotensi besar meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

Perbedaan pola pikir ini membuat kelompok dengan abundance mindset cenderung memiliki ketenangan emosional yang lebih baik terkait keuangan, sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih rasional.

Menunda Investasi vs Menjadikan Investasi Prioritas

Salah satu kesalahan umum dalam perencanaan keuangan adalah menempatkan investasi di posisi terakhir: dilakukan bila ada sisa. Realitasnya, uang hampir tidak pernah bersisa jika tidak direncanakan sejak awal. 

Akibatnya, banyak orang yang sebenarnya berusaha hemat tetap tidak mampu membangun aset jangka panjang karena dana mereka habis untuk kebutuhan harian dan keinginan sesaat.

Sebaliknya, kelompok dengan strategi finansial yang lebih matang menjadikan investasi sebagai prioritas utama. 

Mereka mengalokasikan dana untuk investasi sebelum mulai membelanjakan sisanya. Pola ini membentuk kebiasaan positif, di mana pengeluaran disesuaikan dengan tujuan, bukan sebaliknya. 

Bahkan jika nilai investasinya kecil, konsistensi menjadi kunci. Mereka memahami bahwa yang terpenting bukan besarnya nominal, tetapi arah aliran uang. 

Dengan memberikan "tugas" pada uang agar berkembang, mereka menciptakan fondasi finansial yang lebih sehat dan stabil.

Mengorbankan Waktu untuk Hemat vs Mengelola Waktu sebagai Aset Penting

Banyak orang merasa berhasil berhemat ketika berhasil mendapatkan diskon kecil, menunggu promo, atau membandingkan harga ke banyak tempat. 

Namun sering kali strategi ini menguras waktu yang sebenarnya memiliki nilai ekonomi besar. 

Satu jam waktu produktif yang terbuang demi potongan harga kecil mungkin tidak terasa, tetapi jika diakumulasikan, kerugiannya signifikan.

Sementara orang dengan manajemen finansial matang memahami bahwa waktu adalah sumber daya yang tidak dapat diperbarui. 

Mereka rela membayar sedikit lebih mahal untuk efisiensi, mengurangi antrean, mempercepat urusan, atau memilih layanan yang mempermudah aktivitas. 

Pilihan ini bukan bentuk pemborosan, melainkan penilaian realistis bahwa produktivitas dan ketenangan mental memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibanding penghematan nominal yang tidak signifikan.

Penutup: Mengalihkan Fokus dari Bertahan Hidup ke Bertumbuh

Pada akhirnya, tindakan hemat yang dilakukan seseorang tidak menjamin hasil yang sama bagi setiap individu. 

Arah pemikiran, motivasi, dan tujuan menjadi penentu utama keberhasilannya. Hemat dapat menjadi alat bertahan hidup, tetapi juga bisa menjadi strategi tumbuh dan memperluas kesempatan.

Mengelola uang bukan sekadar menahan pengeluaran, tetapi membangun hubungan sehat dengan uang, menyusun prioritas, merencanakan masa depan, dan memahami kapan harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan nilai lebih besar. 

Ketika seseorang berhenti melihat uang sebagai sesuatu yang harus dijaga mati-matian, dan mulai melihatnya sebagai alat untuk menciptakan peluang, maka ruang untuk berkembang akan terbuka lebih lebar.

Perubahan finansial tidak selalu dimulai dari pendapatan besar, tetapi dari pola pikir yang matang, strategi yang tepat, dan keberanian untuk melihat jauh ke depan. 

Dalam banyak kasus, perbedaan bukan pada jumlah uang yang dimiliki di awal, melainkan pada keyakinan dan kebiasaan yang dibangun setiap hari.

9 Pilihan Mobil Hybrid di 2025 Paling Murah: Hemat BBM dan Ramah Lingkungan

PR GAYO - Kesadaran akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan terus meningkat di Indonesia. Di tengah naiknya harga bahan bakar, mobil hybrid kini jadi solusi ideal bagi mereka yang ingin efisien tanpa kehilangan performa.

Mobil hybrid bekerja dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik yang saling melengkapi. Hasilnya, konsumsi bahan bakar lebih hemat, emisi gas buang berkurang, dan pengalaman berkendara tetap bertenaga.

Tahun 2025 menghadirkan banyak pilihan menarik di segmen ini mulai dari MPV keluarga, SUV kompak, hingga mobil bergaya sporty. Berikut daftar 11 mobil hybrid termurah 2025 yang bisa jadi pertimbangan kamu sebelum membeli.

1. Suzuki Grand Vitara Hybrid (Rp399,35 – Rp402,35 juta)

Grand Vitara Hybrid menggunakan mesin K15C Dual Jet dengan sistem SHVS yang membuat konsumsi BBM bisa tembus 27 km/liter.

Perpaduan antara tampilan elegan, kabin luas, dan teknologi modern menjadikannya SUV efisien di bawah Rp500 juta.

2. Wuling Almaz Hybrid (Rp479 juta)

SUV asal Tiongkok ini menghadirkan kombinasi mesin bensin 2.0L dan motor listrik dengan tenaga besar namun tetap hemat BBM. Wuling Almaz Hybrid juga dilengkapi fitur canggih seperti voice command berbahasa Indonesia dan panel instrumen digital.

Bagi keluarga urban yang ingin tampil mewah tanpa boros, Almaz Hybrid adalah pilihan yang sulit ditandingi di kelasnya.

3. Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid (Rp473,2 – Rp478,1 juta)

Legenda keluarga Indonesia kini tampil dalam versi ramah lingkungan. Innova Zenix Hybrid mengusung mesin 2.0L dengan sistem hybrid efisien yang membuat konsumsi BBM jauh lebih irit dibanding versi bensin.

Kabin luas, fitur lengkap, serta reputasi Toyota membuat Zenix Hybrid menjadi pilihan ideal untuk keluarga besar.

4. Suzuki Ertiga Hybrid (Rp274,9 – Rp287,8 juta)

Sebagai mobil hybrid paling terjangkau di Indonesia, Ertiga Hybrid hadir dengan mesin 1.5L dan teknologi Integrated Starter Generator (ISG). Teknologi ini membantu menghemat bahan bakar dan meningkatkan efisiensi saat mobil berhenti atau melaju pelan.

Desainnya tetap mempertahankan kenyamanan khas MPV, ideal untuk kebutuhan keluarga. Dengan harga di bawah Rp300 juta, Ertiga Hybrid adalah pilihan entry-level terbaik bagi pengguna baru mobil hybrid.

5. Honda CR-Z Hybrid (Rp274 – Rp385 juta)

Honda CR-Z memadukan performa sporty dan efisiensi bahan bakar lewat sistem Integrated Motor Assist (IMA). Dengan desain coupe dua pintu yang futuristik, mobil ini cocok untuk kamu yang ingin tampil beda namun tetap peduli lingkungan.

Meski sudah tidak diproduksi baru, CR-Z masih menjadi primadona di pasar mobil bekas karena fitur lengkap dan tenaga responsifnya.

6. Suzuki XL7 Hybrid (Rp296,2 – Rp307,2 juta)

SUV tangguh dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) ini menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi. Dengan kapasitas tujuh penumpang, XL7 Hybrid sangat cocok untuk keluarga muda yang aktif.

Konsumsi bahan bakarnya lebih hemat dibanding SUV konvensional, sementara fitur keselamatannya tergolong lengkap di kelasnya.

7. MG VS HEV (Rp392 juta)

Pendatang baru dari Tiongkok ini langsung mencuri perhatian dengan desain futuristik dan sistem hybrid penuh. MG VS HEV menggabungkan gaya modern, performa gesit, dan interior digital kekinian.

Mobil ini cocok untuk pengguna muda yang ingin kendaraan stylish namun efisien. Dengan harga sekitar Rp350–390 jutaan, MG VS HEV menjadi salah satu value-for-money hybrid terbaik tahun ini.

8. Toyota Yaris Cross Hybrid (Rp437,3 – Rp456,1 juta)

Yaris Cross Hybrid membawa DNA sporty khas Toyota dengan tambahan mode listrik murni (EV Mode). Fitur ini memungkinkan mobil melaju tanpa bahan bakar di kecepatan rendah — ideal untuk pemakaian di perkotaan.

Selain irit, desainnya elegan dan tangguh, cocok bagi kamu yang ingin SUV kompak premium dengan efisiensi maksimal.

 

9. Nissan Kicks e-Power VL (Rp519 juta)

Berbeda dari hybrid biasa, Kicks e-Power sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik — mesin bensinnya hanya berfungsi mengisi daya baterai. Sensasi berkendaranya mirip mobil listrik murni, namun tanpa perlu mengisi daya eksternal.

Dengan teknologi khas Nissan ini, Kicks e-Power jadi pilihan bagi yang ingin efisiensi maksimal tapi belum siap beralih ke mobil listrik penuh.***

8 Pilihan Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik 2025: Mesin Bandel, Desain Keren, dan Irit BBM

PR GAYO - Membeli mobil bekas di bawah Rp100 juta kini bukan hal yang sulit lagi. Banyak pilihan kendaraan dengan kondisi bagus, mesin bandel, dan biaya perawatan terjangkau. Tantangan justru terletak pada menentukan model dan merek yang sesuai kebutuhan serta anggaran keluarga.

Bagi Anda yang baru pertama kali membeli mobil atau ingin menambah kendaraan untuk aktivitas harian, mobil bekas bisa menjadi solusi bijak. Selain harganya lebih murah, kini juga banyak dealer yang menawarkan sistem kredit ringan dengan cicilan fleksibel setiap bulan.

Nah, untuk membantu Anda memilih, berikut 15 rekomendasi mobil bekas di bawah 100 juta tahun 2025 yang terkenal dengan performa tangguh, irit bahan bakar, dan masih sangat layak digunakan untuk kebutuhan keluarga maupun kerja.

1. Suzuki Ignis 2017 – SUV Mini Irit dan Stylish

Suzuki Ignis menjadi salah satu pilihan terbaik bagi yang mencari mobil mungil dengan desain modern. Bermesin 1.197 cc DOHC 4 silinder, mobil ini mampu menghasilkan tenaga 80 dk dan torsi 113 Nm.

Konsumsi bahan bakarnya pun irit berkat sistem multipoint injection. Harga Suzuki Ignis bekas 2017 berkisar Rp77 jutaan, cocok untuk Anda yang ingin mobil kecil tapi berkarakter SUV.

2. Toyota Avanza 2014 – MPV Sejuta Umat yang Bandel

Toyota Avanza memang tak pernah kehilangan penggemar. Mobil berkapasitas 7 penumpang ini punya mesin 1.298 cc DOHC VVT-i yang efisien dan mudah perawatannya.

Tenaganya mencapai 96 dk dengan torsi 120 Nm, cukup untuk penggunaan harian keluarga. Harga Avanza 2014 di pasar mobil bekas sekitar Rp90 jutaan.

3. Honda Brio Satya 2014 – Lincah dan Bertenaga

Untuk Anda yang mencari city car gesit dan irit, Honda Brio Satya bisa jadi pilihan tepat.

Mesin 1.199 cc i-VTEC miliknya menghasilkan 89 hp dan torsi 110 Nm, cukup responsif untuk lalu lintas perkotaan.

Harga bekasnya mulai dari Rp85–95 jutaan, tergantung kondisi dan varian.

4. Suzuki Ertiga – MPV Nyaman dan Irit BBM

Suzuki Ertiga dikenal memiliki kabin lega dan desain elegan. Dengan mesin 1.400 cc 4 silinder, tenaga yang dihasilkan mencapai 93,7 HP dan torsi 140 Nm.

Tersedia versi manual maupun otomatis, dan konsumsi BBM-nya tergolong hemat. Harga bekasnya kini mulai Rp67 jutaan untuk tipe GX.

5. Daihatsu Xenia 2011 – Alternatif Murah Avanza

Bagi Anda yang menyukai Avanza namun ingin harga lebih terjangkau, Xenia bisa menjadi pilihan.

Mesin K3-VE 1.3L miliknya mampu menghasilkan 94 HP dan torsi 120 Nm.

Xenia 2011 dijual dengan harga mulai Rp98 jutaan, dan terkenal irit BBM serta biaya servisnya murah.

6. Toyota Rush – SUV Tangguh dengan Harga Bersahabat

Toyota Rush adalah pilihan ideal bagi yang suka mobil berkarakter gagah. Bermesin 1.5L dual VVT-i 2NR, mobil ini mampu menghasilkan 102 HP dan torsi 136 Nm.

Harga bekasnya mulai Rp80 jutaan, cocok untuk keluarga yang butuh SUV dengan 7 tempat duduk.

7. Honda Mobilio 2015 – MPV Luas dan Bertenaga

Honda Mobilio hadir dengan mesin 1.5L i-VTEC yang mampu menghasilkan 118 PS dan torsi 148 Nm.

Desain kabin luasnya cocok untuk keluarga besar, sementara performanya cukup responsif. Harga Mobilio bekas 2015 ada di kisaran Rp85 jutaan untuk tipe RS.

8. Mazda 2 2012 – Hatchback Sporty dan Torsinya Kuat

Mazda 2 menjadi incaran bagi yang ingin mobil stylish dengan handling ringan. Mesin 1.5L miliknya menghasilkan 100 HP dan torsi 135 Nm, cukup tangguh untuk tanjakan.

Harga bekasnya kini sekitar Rp99 juta untuk tipe R, menjadikannya salah satu hatchback terbaik di bawah 100 juta.***

Review 5 Mobil Mungil Second Harga 40 Jutaan, Cocok untuk Ibu Rumah Tangga

PR GAYO - Mencari mobil second dengan budget terbatas, khususnya untuk para ibu rumah tangga, bukanlah hal yang mustahil.

Dengan kisaran harga 40 jutaan, kamu sudah bisa mendapatkan mobil mungil yang irit, mudah dikendarai, dan praktis untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Mobil jenis ini biasanya dikenal dengan sebutan "city car" atau "LCGC" (Low Cost Green Car) yang ideal untuk antar-jemput anak, belanja ke pasar, atau sekadar mobilitas dalam kota.

Berikut adalah 5 rekomendasi mobil mungil second harga 40 jutaan yang sangat cocok untuk ibu rumah tangga.

  1. Daihatsu Sirion (Generasi Pertama)

Sekilas Tentang Mobil:

Daihatsu Sirion generasi pertama (tahun 2004-2007) adalah pilihan yang stylish dan tangguh.

Meski usianya sudah cukup tua, desainnya masih terlihat gagah dan tidak ketinggalan zaman.

Kelebihan:

  • Mesin Handal: Dilengkapi dengan mesin 1.0L atau 1.3L yang irit bahan bakar dan perawatannya mudah.
  • Nyaman dan Luas: Kabinnya cukup lega untuk keluarga kecil, bahkan bagasi bisa memuat barang belanjaan atau stroller.
  • Fitur Cukup Lengkap: Untuk masanya, Sirion sudah memiliki power steering, AC dingin, dan audio yang baik.

Kekurangan:

  • Usia Sudah Tua: Perlu pemeriksaan menyeluruh terhadap bagian-bagian yang rentan karena usia, seperti komponen karet dan underbody.
  • Ketersediaan Suku Cadang: Beberapa part tertentu mungkin lebih sulit dicari dibandingkan Toyota.
  • Kisaran Harga Second: Rp 35 - 45 Juta

Kata Kunci Pencarian: Daihatsu Sirion 40 jutaan, city car second tangguh, mobil mungil keluarga

  1. Chevrolet Spark (Generasi Pertama)

Sekilas Tentang Mobil:

Chevrolet Spark (atau sebelumnya dikenal sebagai Daewoo Matiz) adalah ikon mobil mungil dengan desain yang unik dan compact. Mobil ini sangat lincah dan mudah diparkir di ruang sempit.

Kelebihan:

  • Sangat Irit: Konsumsi BBM-nya sangat irit, cocok untuk pemakaian harian dalam kota.
  • Mudah Dikendarai: Ukurannya yang mini membuatnya sangat lincah dan mudah bermanuver.
  • Harga Terjangkau: Biaya perawatan dan pajaknya relatif murah.

Kekurangan:

  • Tenaga Terbatas: Mesin 800cc-nya kurang bertenaga untuk jalan menanjak atau muatan penuh.
  • Ruang Kabin Sempit: Cocok untuk 2 orang dewasa dan 2 anak, kurang nyaman untuk perjalanan jauh.
  • Kisaran Harga Second: Rp 30 - 42 Juta

Kata Kunci Pencarian: Chevrolet Spark murah, mobil mini irit bbm, mobil untuk ibu-ibu

  1. Suzuki Karimun Estilo

Sekilas Tentang Mobil:

Suzuki Karimun Estilo hadir dengan desain yang unik dan modern. Mobil ini menggabungkan keiritan dan kepraktisan dalam satu paket yang menarik.

Kelebihan:

  • Desain Modern: Tampilannya masih terlihat fresh dan tidak ketinggalan zaman.
  • Transmisi Otomatis: Banyak varian yang sudah menggunakan transmisi otomatis (AGS), membuatnya sangat nyaman untuk ibu rumah tangga yang enggan gigitan kopling.
  • Fitur Keamanan: Sudah dilengkapi dengan ABS dan dual SRS airbag pada varian tertentu, yang jarang ditemui di kelasnya.

Kekurangan:

  • Ground Clearance Rendah: Agak mudah menyangkut di jalan yang tidak rata atau polisi tidur yang tinggi.
  • Bagasi Kecil: Ruang bagasinya terbatas, cocok untuk barang belanjaan harian, bukan untuk koper besar.
  • Kisaran Harga Second: Rp 38 - 48 Juta

Kata Kunci Pencarian: Suzuki Karimun Estilo matic, mobil mungil auto, mobil second 40 jutaan nyaman

  1. Nissan March/Micra K11

Sekilas Tentang Mobil:

Nissan March (K11) adalah salah satu legenda city car yang sangat populer di masanya. Mobil ini dikenal dengan kehandalan mesinnya yang luar biasa.

Kelebihan:

  • Mesin Sangat Awet: Mesin 1.0L dan 1.3L-nya terkenal "bandel" dan jarang rusak jika dirawat dengan baik.
  • Suku Cadang Murah dan Melimpah: Karena populer, suku cadangnya sangat mudah ditemukan dengan harga terjangkau.
  • Nilai Jual Kembali Baik: Meski tua, mobil ini masih banyak dicari sehingga nilai jualnya tetap stabil.

Kekurangan:

  • Desain Klasik: Tampilannya jelas menunjukkan bahwa ini adalah mobil era 90-an.
  • Fitur Dasar: Hanya memiliki fitur-fitur dasar, jangan berharap ada teknologi canggih.
  • Kisaran Harga Second: Rp 35 - 45 Juta

Kata Kunci Pencarian: Nissan March K11 second, mobil tua awet, mobil second irit dan tangguh

  1. Toyota Agya (Generasi Pertama, Tahun Awal)

Sekilas Tentang Mobil:

Toyota Agya adalah salah satu LCGC yang paling sukses di Indonesia. Untuk budget 40 jutaan, kamu mungkin bisa mendapatkan unit tahun-tahun awal (2013-2014) dengan kondisi yang masih baik.

Kelebihan:

  • Ikon Keandalan Toyota: Dikenal dengan mesin yang irit dan reliabilitas tinggi.
  • Suku Cadang Paling Mudah: Sebagai produk Toyota, ketersediaan suku cadangnya tidak perlu diragukan lagi.
  • Ruang yang Cukup: Meski mungil, kabinnya dirancang efisien sehingga cukup nyaman untuk 4 penumpang.

Kekurangan:

  • Harga Lebih Tinggi: Di kelasnya, Agya cenderung memiliki harga jual kembali yang lebih tinggi, sehingga di budget 40 jutaan, pilihannya mungkin unit dengan tahun lebih tua atau kondisi yang perlu sedikit perbaikan.
  • Fitur Minimalis: Sebagai LCGC, fiturnya sangat dasar.
  • Kisaran Harga Second: Rp 40 - 50 Juta (untuk unit tahun awal)
  • Kata Kunci Pencarian: Toyota Agya second murah, LCGC second 40 jutaan, mobil keluarga irit second

Tips Memilih Mobil Second untuk Ibu Rumah Tangga

Sebelum memutuskan membeli, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Prioritaskan Keamanan dan Kenyamanan: Pilih mobil dengan fitur keselamatan minimal ABS (jika ada) dan kondisi AC yang masih dingin.
  • Pilih Transmisi Matic: Untuk kemudahan berkendara di kota yang macet, transmisi matic adalah pilihan terbaik bagi ibu rumah tangga.
  • Cek Riwayat Perawatan: Mobil dengan buku service yang lengkap biasanya lebih terawat.
  • Inspect Kondisi Mesin dan Body: Bawa mobil ke bengkel langganan atau montir tepercaya untuk dilakukan pengecekan pra-beli.
  • Test Drive: Rasakan sendiri kenyamanan berkendara, respons setir, dan kondisi rem.

Memiliki mobil second dengan budget 40 jutaan untuk menunjang aktivitas sebagai ibu rumah tangga sangatlah mungkin.

Pilihan seperti Daihatsu Sirion, Chevrolet Spark, Suzuki Karimun Estilo, Nissan March, atau Toyota Agya tahun awal, menawarkan kombinasi yang tepat antara keiritan, kepraktisan, dan keandalan.

Lakukan pemeriksaan dengan teliti dan pilihlah mobil yang paling sesuai dengan kebutuhan serta memberikan feeling terbaik saat kamu mengemudikannya.

Semoga bermanfaat!***

Diberdayakan oleh Blogger.