Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

medkomsubangnetwork,, MALANG—Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya, Prof. Agustin Krisna Wardani, meneliti potensi limbah sawit menjadi bioetanol.

Dia menjelaskan, ketertarikannya mengembangkan inovasi bioetanol generasi kedua berangkat dari potensi strategis Indonesia yang sangat besar. 

“Alasan utama saya menekuni riset bioetanol generasi kedua adalah ketersediaan biomassa yang melimpah, khususnya biomassa lignoselulosa dari limbah pertanian dan residu agroindustri yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal dan masih bernilai tambah rendah,” ungkapnya seperti dikutip Selasa (13/1/2025).

Riset yang dia kembangkan, berfokus pada pengembangan bioetanol generasi kedua berbasis biomassa selulosik dari limbah industri kelapa sawit. Bioetanol generasi kedua dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan bioekonomi modern karena menggunakan bahan baku non-pangan dan mendukung sistem energi terbarukan yang berkelanjutan. 

Menurutnya, pendekatan bioteknologi modern menjadi kunci utama dalam riset ini. 

“Melalui rekayasa mikroba berbasis genome editing, optimasi enzim lignoselulolitik, serta integrasi proses fermentasi yang efisien, riset ini diarahkan untuk menghasilkan bioetanol yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Secara konseptual, bioetanol generasi kedua dalam kerangka bioteknologi dan bioekonomi berfokus pada pemanfaatan biomassa lignoselulosa dan limbah agroindustri sebagai bahan baku energi terbarukan.

Riset ini mengintegrasikan pengembangan mikroorganisme fermentatif unggul, enzim lignoselulolitik yang efektif, serta optimasi proses biokonversi agar gula kompleks hasil pretreatment biomassa dapat dikonversi menjadi bioetanol secara maksimal.

Inovasi tersebut dirancang untuk mengatasi keterbatasan bioetanol generasi pertama yang masih bersaing dengan pangan, sekaligus menjawab persoalan limbah dan emisi karbon melalui pendekatan bioekonomi sirkular.

“Dengan mengubah biomassa bernilai rendah menjadi produk energi bernilai tinggi, riset ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga membuka peluang hilirisasi bioteknologi yang aplikatif dan berdaya saing, sesuai dengan potensi sumber daya hayati Indonesia,” ucapnya. 

Dia juga menegaskan, riset ini relevan dengan kebijakan nasional terkait peningkatan bauran energi baru dan terbarukan serta penurunan emisi gas rumah kaca.

Dari sisi institusional, Prof. Agustin menilai riset ini memberikan dampak strategis bagi Universitas Brawijaya. 

“Riset bioetanol generasi kedua ini berpotensi memperkuat posisi UB sebagai pusat unggulan riset bioteknologi dan bioekonomi berbasis sumber daya hayati lokal yang berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya. 

Luaran riset yang ditargetkan meliputi publikasi ilmiah bereputasi internasional, paten dan paten sederhana, hingga pengembangan prototipe dan teknologi siap hilirisasi yang meningkatkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) UB.

Dia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan industri agro-energi, pemerintah, serta mitra internasional akan memperluas jejaring riset strategis UB dan memperkuat rekam jejak institusi dalam riset terapan yang berdampak nyata. 

“Secara lebih luas, riset ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang bioteknologi industri, khususnya inovasi mikroba, enzim, dan proses biokonversi lignoselulosa, serta menjadi model riset bioekonomi sirkular yang relevan,” katanya.

Menurutnya, penelitian tersebut berlaku berkat hibah perdana dari Jepang melalui skema Research and Development Program for Promoting Innovative Energy and Environmental Technologies Through International Collaboration (RDIC). Skema ini didanai oleh New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) dan menjadikan UB menjadi satu-satunya Universitas di Indonesia yang pertama kali lolos pendanaan.

Hibah ini diperoleh melalui kolaborasi riset internasional bersama perusahaan bioteknologi Setsuro Tech Inc. dan Tokushima University, dua mitra strategis dari Jepang yang memiliki keunggulan dalam rekayasa mikroorganisme berbasis teknologi CRISPR/Cas serta pengembangan proses bioindustri. 

30 Soal SAS PJOK Kelas 6 Semester 1: Kunci Jawaban & Kurikulum Merdeka

Persiapan Menghadapi Sumatif Akhir Semester (SAS) PJOK Kelas 6 SD

Sumatif Akhir Semester (SAS) merupakan momen penting bagi siswa kelas 6 Sekolah Dasar untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman dan penguasaan mereka terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari selama satu semester. Evaluasi ini berfungsi sebagai tolok ukur kompetensi siswa dan menjadi dasar penentuan nilai akhir semester. Salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam SAS adalah Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Untuk membantu para siswa kelas 6 SD dalam mempersiapkan diri menghadapi SAS mata pelajaran PJOK, berikut adalah kumpulan soal latihan pilihan ganda yang dilengkapi dengan kunci jawabannya. Latihan ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek materi PJOK yang umum diajarkan di tingkat sekolah dasar.

Kumpulan Soal Latihan PJOK Kelas 6 SD Beserta Kunci Jawaban

Permainan Kasti

  1. Bentuk lapangan dalam permainan kasti dengan peraturan sederhana adalah… A. Segitiga B. Segiempat C. Segilima D. Segienam

    Jawaban: B

  2. Saat menangkap bola dalam permainan kasti, pandangan mata sebaiknya tertuju ke arah… A. Atas B. Depan C. Bola D. Bawah

    Jawaban: C

  3. Dalam permainan kasti dengan peraturan sederhana, setiap regu terdiri dari… pemain. A. 10 B. 11 C. 12 D. 13

    Jawaban: A

  4. Latihan lempar tangkap bola kasti sebaiknya dilakukan secara… A. Berpasangan B. Individu C. Sendiri D. Rombongan

    Jawaban: A

  5. Pemain terakhir dalam permainan kasti berhak memukul bola sebanyak… kali. A. Satu B. Dua C. Tiga D. Empat

    Jawaban: C

  6. Lemparan yang digunakan untuk memberikan bola kepada teman yang letaknya jauh dinamakan… A. Tinggi B. Rendah C. Datar D. Melambung

    Jawaban: D

  7. Lemparan tercepat dalam permainan kasti adalah lemparan… A. Melambung B. Mendatar C. Menyusur tanah D. Mengayun

    Jawaban: B

  8. Permainan kasti termasuk dalam kategori permainan… A. Bola kecil B. Bola besar C. Anak-anak D. Orang dewasa

    Jawaban: A

  9. Berikut ini yang tidak termasuk keterampilan dasar dalam permainan kasti adalah… A. Melempar B. Menangkap C. Memukul D. Menendang

    Jawaban: D

Sepak Bola dan Bola Basket

  1. Induk organisasi sepak bola internasional adalah… A. FIFA B. FIBA C. FIHA D. FINA

    Jawaban: A

  2. Setelah berolahraga, sebaiknya mencuci… A. Badan B. Tangan C. Kepala D. Kaki

    Jawaban: A

  3. Dribbling merupakan teknik dalam permainan… A. Menggiring bola basket B. Menembakkan bola ke ring basket C. Mengumpan bola basket D. Memukul bola basket

    Jawaban: A

  4. Penempatan posisi setiap pemain pada permainan sepak bola disebut… A. Strategi B. Teknik C. Formasi D. Taktik

    Jawaban: C

  5. Induk organisasi bola basket Indonesia adalah… A. PERBASI B. FIFA C. PBVSI D. PERSANI

    Jawaban: A

  6. Pada saat memulai aktivitas olahraga, sebaiknya melakukan… A. Pemanasan B. Pendinginan C. Latihan inti D. Lari jarak jauh

    Jawaban: A

  7. Gerakan kaki yang benar saat menendang bola adalah… A. Gerak mengayun ke depan B. Gerak mendorong ke depan C. Gerak mendorong ke belakang D. Gerak menekan ke bawah

    Jawaban: A

  8. Awal permainan sepak bola dimulai dengan… A. Kick-off B. Tendangan penalti C. Jump ball D. Service

    Jawaban: A

  9. Chest pass adalah teknik mengoper bola dari… A. Atas kepala B. Depan dada C. Belakang D. Bawah kaki

    Jawaban: B

  10. Berikut ini yang bukan termasuk teknik passing dalam bola basket adalah… A. Chest pass B. Bounce pass C. Overhead pass D. Overfoot pass

    Jawaban: D

  11. Lamanya waktu permainan sepak bola dalam satu pertandingan adalah… A. 45 menit B. 2 x 30 menit C. 90 menit D. 2 x 45 menit

    Jawaban: D

  12. Pemain sepak bola yang diperbolehkan memegang bola dengan tangan adalah… A. Center B. Striker C. Kiper (Keeper) D. Bek (Back)

    Jawaban: C

  13. Jumlah pemain sepak bola dalam satu regu adalah… orang. A. 9 B. 10 C. 11 D. 12

    Jawaban: C

  14. Apa pengertian shooting dalam permainan bola basket? A. Menembakkan bola ke dalam ring B. Menembakkan bola ke dalam gawang C. Menembakkan bola ke dalam kardus D. Menembakkan bola ke dalam tong sampah

    Jawaban: A

Gerakan Dasar dan Klasifikasi Olahraga

  1. Menservis bola di tempat pada permainan bola voli tanpa berlari menunjukkan gerakan… A. Lokomotor dan manipulatif B. Non lokomotor dan manipulatif C. Manipulatif D. Lokomotor dan non lokomotor

    Jawaban: B

  2. Berhenti di tempat tanpa membawa bola menunjukkan gerakan… A. Lokomotor B. Non lokomotor C. Manipulatif D. Jawaban b dan c benar

    Jawaban: B

  3. Berhenti di tempat sambil membawa bola menunjukkan gerakan… A. Lokomotor B. Non lokomotor C. Manipulatif D. Jawaban b dan c benar

    Jawaban: D

  4. Di bawah ini adalah jenis olahraga permainan, kecuali… A. Voli ball B. Tenis meja C. Lempar lembing D. Sepak bola

    Jawaban: C

  5. Di bawah ini adalah jenis olahraga atletik, kecuali… A. Lari 100 meter B. Lompat jauh C. Lempar lembing D. Sepak bola

    Jawaban: D

  6. Di bawah ini adalah jenis olahraga permainan bola kecil, kecuali… A. Kasti B. Tenis meja C. Kipres D. Bola bekel

    Jawaban: B

  7. Di bawah ini adalah jenis olahraga permainan tradisional, kecuali… A. Gobag sodor B. Hijau hitam C. Dakon D. Bola basket

    Jawaban: D

Dengan mempelajari dan berlatih soal-soal ini, diharapkan siswa kelas 6 SD dapat lebih percaya diri dan siap menghadapi Sumatif Akhir Semester (SAS) mata pelajaran PJOK. Penguasaan materi ini tidak hanya penting untuk penilaian, tetapi juga untuk membentuk pemahaman yang baik tentang kesehatan, kebugaran, dan berbagai jenis olahraga.

Terinspirasi dari Cangkang Kerang,Ilmuwan Temukan Cara Membuat Semen 17 Kali Lebih Kuat
Ringkasan Berita:
  • Ilmuwan Princeton meniru struktur cangkang tiram (nacre) untuk menciptakan semen baru.
  • Semen ini 17 kali lebih kuat dan 19 kali lebih lentur dari semen biasa.
  • Inovasi ini berpotensi mengurangi emisi karbon dan mendukung konstruksi berkelanjutan.

Semen selama ini dikenal sebagai fondasi utama pembangunan modern, menopang gedung pencakar langit, jembatan megah, hingga jalan raya yang kita lalui setiap hari. 

Namun di balik kekuatannya, ada kelemahan klasik yang belum sepenuhnya terpecahkan: sifatnya rapuh dan mudah retak.

Kini, tim ilmuwan dari Princeton University menemukan solusi mengejutkan dengan meniru struktur alami dari cangkang tiram dan abalon, menghasilkan semen yang 17 kali lebih kuat dan 19 kali lebih lentur dibandingkan versi konvensional.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Advanced Functional Materials ini bukan hanya langkah maju bagi dunia teknik sipil, tetapi juga menawarkan harapan baru untuk konstruksi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Inspirasi datang dari nacre, atau yang lebih dikenal sebagai mother of pearl, lapisan berkilau di bagian dalam cangkang tiram.

Di balik keindahannya, nacre menyimpan rahasia kekuatan yang luar biasa.

Struktur mikroskopisnya tersusun dari tablet aragonit berbentuk heksagonal, sejenis kalsium karbonat keras, yang direkatkan oleh biopolimer lembut.

Kombinasi keras dan lentur inilah yang membuat nacre tahan benturan tanpa mudah retak.

“Sinergi antara komponen keras dan lunak adalah kunci kekuatan nacre,” ujar Shashank Gupta, mahasiswa doktoral Princeton sekaligus penulis utama studi tersebut.

“Kami mencoba menerapkan prinsip itu pada semen, agar mampu menahan retakan sekaligus mempertahankan kekuatannya.”

Rekayasa Ala Alam

Tim yang dipimpin oleh Reza Moini, asisten profesor teknik sipil dan lingkungan di Princeton, meniru cara alam merancang struktur kuat namun lentur.

Mereka menciptakan balok komposit multilapis, terdiri dari lembaran semen tipis yang diselingi lapisan polimer elastis.

Tiga model diuji:

Balok polos multilapis, tanpa pola tambahan.

Balok beralur heksagonal, menyerupai sarang lebah.

Balok bertablet heksagonal penuh, di mana lapisan semen dipotong menjadi “tablet” kecil yang dihubungkan oleh polimer, mirip struktur nacre alami.

Hasilnya luar biasa.

Dalam uji lentur tiga titik, semen konvensional langsung patah tanpa elastisitas.

Sementara balok multilapis menunjukkan peningkatan daya tahan retak secara signifikan.

Model bertablet heksagonal menjadi yang paling unggul, mencatat ketangguhan 17 kali lipat dan kelenturan 19 kali lebih baik dari semen biasa, tanpa mengorbankan kekuatan strukturalnya.

Rekayasa “Cacat” yang Justru Menguatkan

Menariknya, kekuatan baru ini muncul dari pendekatan yang tak lazim.

“Kami sengaja meniru mekanisme geser antar tablet yang ada pada nacre,” jelas Moini.

“Dengan menciptakan zona lemah terkendali, material justru menjadi lebih tangguh.

Kami tidak sekadar menyalin bentuk, tapi memahami prinsip dasarnya.”

Jika diterapkan dalam skala industri, teknologi ini bisa mengurangi kebutuhan perbaikan dan pembangunan ulang yang kerap memakan banyak energi dan emisi karbon.

Mengingat industri semen saat ini menyumbang sekitar 8 persen emisi gas rumah kaca global, inovasi ini berpotensi menjadi game changer dalam misi menuju pembangunan berkelanjutan.

“Kami baru menyentuh permukaannya,” ujar Moini.

“Masih banyak desain mikro dan kombinasi bahan yang bisa dieksplorasi untuk berbagai aplikasi konstruksi.”

 Penemuan ini menjadi bukti bahwa alam masih menjadi insinyur terbaik.

Dari tiram di dasar laut, manusia belajar menciptakan material yang lebih kuat, lentur, dan lebih ramah lingkungan.

Jika di masa depan gedung-gedung tinggi berdiri kokoh berkat inspirasi dari “ibu mutiara”, maka dunia benar-benar sedang menuju era baru, di mana sains dan alam bersatu untuk membangun masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan secara harfiah dan ekologis.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Update berita lainnya di dan Google News

Diberdayakan oleh Blogger.