Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label geologi. Tampilkan semua postingan

Fenomena gempa bumi besar yang memicu tsunami kembali menjadi sorotan di Indonesia. Hal itu seiring dengan rilis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peta zona megathrust nasional. Penjelasan ini mempertegas bahwa beberapa wilayah Nusantara berada di area yang secara geologis rawan.

Sebetulnya apa itu megathrust dan kenapa gempa ini begitu diwaspadai? Berikut penjelasan lengkap dari BMKG yang perlu kamu pahami.

Apa itu megathrust?

Megathrust adalah zona subduksi lempeng tektonik yang sangat panjang dan luas, tepatnya satu lempeng menyusup di bawah lempeng lain dan menyimpan energi besar. Menurut BMKG, tekanan konvergen antar lempeng tersebut bersifat "mega" karena menempati wilayah sangat besar. Seramnya, saat segmen-segmen di sana bergerak, bisa memicu gempa bumi besar yang dikenal sebagai gempa megathrust.

Di wilayah Indonesia, BMKG mengidentifikasi setidaknya 13 zona megathrust aktif yang potensial menimbulkan gempa besar, seperti di Aceh-Andaman, Selat Sunda, dan Mentawai-Siberut. Mengingat beberapa segmen belum melepaskan energi dalam waktu lama, ahli memperingatkan agar masyarakat waspada walaupun waktu terjadinya gempa besar tidak bisa diprediksi.

Dampak gempa megathrust

Gempa megathrust sebetulnya bisa terjadi di berbagai wilayah yang dilewati subduksi aktif. Sebagai contoh yang baru saja terjadi (08/08/2024) di Jepang, Pulau Kyushu dilanda gempa dengan magnitudo 7,1 yang bersumber dari Megathrust Nankai.

Di Indonesia sendiri, tercatat telah beberapa kali terjadi gempa besar. Contohnya di selatan Pulau Jawa pernah mengalami gempa dengan magnitudo lebih dari 8,0 pada 1780, 1859, dan 1943.

Dilansir Earthquakes Canada, megathrust tak hanya menjadi gempa bumi terbesar di dunia, tetapi juga dapat memicu tsunami. Ketika megathrust terjadi, gerakan dorongan menyebabkan gerakan vertikal yang besar di dasar laut. Alhasil, terjadi perpindahan sejumlah besar air dan bergerak menjauh dari gerakan bawah laut hingga memicu tsunami.

Potensi gempa megathrust di Indonesia

BMKG menyebut bahwa gempa megathrust di Indonesia tinggal menghitung waktu. Sayangnya, tidak ada yang tahu pasti mengenai datangnya fenomena alam ini.

Kekhawatiran akan adanya gempa megathrust di Indonesia dilihat setelah analisa terhadap seismic gap, terutama pada Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut. FYI, seismic gap sendiri merupakan wilayah di sepanjang batas lempeng aktif yang belum mengalami gempa selama lebih dari 30 tahun. 

Megathrust Mentawai-Siberut sendiri terakhir mengalami gempa besar pada 10 Februari 1797 dengan kekuatan mencapai magnetudo 8,5 dan memicu tsunami besar. Artinya, seismic gap-nya sudah lebih dari 200 tahun dan mungkin tinggal menunggu waktu hingga akhirnya melontar kekuatan terpendam.

Lantas, apakah gempa kecil yang berlangsung berulang bisa membantu mengurangi tekanan gempa bumi megathrust? Tidak bisa demikian, melansir Earthquake Canada. Faktanya, peningkatan satu unit pada skala magnitudo, jumlah energi yang dilepaskan meningkat sekitar 40 kali lipat. Diperlukan banyak sekali gempa bumi kecil untuk melepaskan jumlah energi yang setara dengan gempa bumi besar. 

Lebih lanjut, analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa megathrust ini bisa mencapai magnitudo antara 7,8 hingga 9,2, tergantung segmen yang pecah. Mengingat potensi kekuatan gempa dan kedekatan beberapa zona dengan pesisir, risiko tsunami tidak bisa diabaikan. Oleh karenanya, kesiapsiagaan masyarakat dan mitigasi bencana menjadi sangat krusial.

Itulah penjelasan mengenai apa itu gempa megathrust. Kondisi tersebut memang berpotensi menyebabkan gempa dengan magnitudo besar. Namun, selain khawatir, pastikan sudah siapkan mitigasi sejak dini untuk antisipasi terbaik. Kamu bisa menyalakan notifikasi gempa di HP dan mempersiapkan emergency kit juga, ya.

FAQ seputar apa itu gempa megathrust

Question

Answer

Apa itu gempa megathrust?

Gempa megathrust adalah gempa besar yang terjadi di zona subduksi ketika satu lempeng bumi menukik dan “mengunci” di bawah lempeng lainnya, lalu tiba-tiba melepaskan energi sangat besar.

Mengapa gempa megathrust bisa sangat kuat?

Karena area patahannya sangat luas dan tekanan yang terkumpul berlangsung dalam waktu lama, sehingga sekali lepas dapat menghasilkan magnitudo besar.

Apakah gempa megathrust bisa memicu tsunami?

Ya. Gempa jenis ini sering mengangkat dasar laut secara tiba-tiba sehingga mampu memicu tsunami besar.

Apakah gempa megathrust bisa diprediksi?

Tidak bisa diprediksi secara tanggal dan jam, tetapi zona rawannya sudah dapat dipetakan berdasarkan aktivitas tektonik.

Referensi:

"Questions and Answers on Megathrust Earthquakes". Earthquakes Canada. Diakses November 2025.

"Tentang Gempa di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang “Tinggal Menunggu Waktu”. BMKG. Diakses November 2025.

"Mengenal Potensi Megathrust Kesiapsiagaan Adalah Koentji". BMKG. Diakses November 2025.

Mengapa Jepang Sering Terjadi Gempa Bumi? Ini Penjelasannya Apa Itu Black Swan Earthquake? Gempa Langka yang Guncang Papua

Featured Image

Kinerja PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) pada semester I tahun 2025 menunjukkan hasil yang beragam. Meskipun pendapatan perusahaan mengalami peningkatan, laba bersih justru mengalami penurunan. Berikut adalah rincian kinerja PGEO berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025:

Pendapatan dan Laba Bersih

  • Pendapatan: PGEO mencatatkan pendapatan sebesar US$ 204,85 juta. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,53% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan sebesar 28,37% yoy, menjadi US$ 68,96 juta.

Aset dan Kas

  • Total Aset: Total aset PGEO mencapai US$ 3,05 miliar, meningkat sebesar 1,62% yoy.
  • Total Kas dan Setara Kas: Total kas dan setara kas perusahaan tercatat sebesar US$ 712,34 juta, tumbuh 8,69% yoy.

Optimisme Perusahaan di Tengah Tantangan Global

Meskipun laba bersih mengalami penurunan, manajemen PGEO menyatakan optimisme terhadap kinerja perusahaan. Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy, Yurizki Rio, menyampaikan bahwa kinerja PGEO berada pada jalur yang sehat, menandakan fundamental keuangan perusahaan yang kuat. Menurutnya, hal ini didorong oleh produksi yang melampaui proyeksi awal.

Yurizki menambahkan bahwa kinerja bisnis PGEO menunjukkan peran strategis panas bumi sebagai sumber energi terbarukan dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Meskipun terdapat tantangan geopolitik dan ekonomi global yang memengaruhi pendanaan proyek dan biaya operasional, PGEO tetap mampu mencatatkan kinerja operasional yang solid.

Produksi Energi dan Efisiensi Operasional

Produksi energi pada kuartal II tahun 2025 telah melampaui proyeksi awal, yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan. Lebih lanjut, Yurizki menjelaskan bahwa net profit perusahaan tetap sehat, dan EBITDA margin terjaga di atas 80%, mencerminkan efisiensi dan profitabilitas dalam mengelola aset dan operasional.

Target Kapasitas Terpasang 1 GW

PGEO optimistis terhadap pencapaian target 1 gigawatt (GW) kapasitas terpasang yang dikelola mandiri. Optimisme ini didukung oleh sejumlah proyek kunci yang tengah digarap perusahaan, antara lain:

  • Pengembangan Hululais Unit 1 & 2: Proyek ini memiliki kapasitas 110 megawatt (MW).
  • Proyek Co-generation: Proyek-proyek ini memiliki total kapasitas 230 MW.
  • Eksplorasi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Tiga: Proyek eksplorasi ini diresmikan pada bulan Juni.
  • PLTP Lumut Balai Unit 2: Beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 pada akhir Juni menambah pasokan listrik sebesar 55 MW ke jaringan nasional. Hal ini diharapkan berdampak positif terhadap kinerja keuangan PGEO sepanjang tahun.

Komitmen Terhadap Energi Bersih dan Pemberdayaan Masyarakat

Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Julfi Hadi, menegaskan komitmen PGEO sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia untuk menyediakan energi bersih berbasis panas bumi yang stabil dan andal. Hal ini merupakan bagian dari kontribusi nyata terhadap pencapaian target Net Zero Emission 2060 Indonesia.

Julfi menambahkan bahwa perjalanan menuju 1 GW ditempuh dengan konsistensi dan keyakinan. Beroperasinya Lumut Balai Unit 2, proyek eksplorasi (green field) PLTP Gunung Tiga, serta pengembangan berbagai proyek lainnya merupakan bukti konsistensi PGE dalam mengembangkan pemanfaatan panas bumi.

Lebih lanjut, Julfi menegaskan bahwa misi PGEO tidak hanya menyediakan energi listrik, melainkan juga memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional. PGEO percaya bahwa energi panas bumi harus memberikan manfaat bagi semua.

Inisiatif Sosial dan Penghargaan

Selain melakukan investasi strategis dan menjaga profitabilitas, PGEO juga memastikan bahwa setiap langkah perusahaan turut mendorong ekonomi sirkular dan meningkatkan kesejahteraan komunitas sekitar. Komitmen ini tercermin melalui berbagai inisiatif sosial yang telah diakui secara global, termasuk delapan penghargaan yang diraih dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025.

Pengalaman dan Target Jangka Panjang

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PGEO saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terdiri dari 727 MW yang dikelola mandiri dan 1.205 MW bersama mitra. PGEO optimistis dapat meningkatkan kapasitas terpasang mandiri menjadi 1 GW dalam 2-3 tahun ke depan, serta mencapai 1,7 GW pada 2033. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang PGEO dalam mengembangkan energi panas bumi di Indonesia dan berkontribusi pada transisi energi yang berkelanjutan.

Diberdayakan oleh Blogger.