Halloween party ideas 2015

Tabiat Pratu Farkhan Syauqi yang tewas diduga dianiaya senior, Ayah: Anakku mati di tangan kopral
Ringkasan Berita:
  • Pratu Farkhan Syauqi Marpaung meninggal dunia pada 31 Desember 2025 di Papua, diduga akibat penganiayaan oleh seniornya berpangkat Kopral.
  • Panglima TNI telah memerintahkan pengusutan tuntas kasus ini. 
  • Terduga pelaku saat ini sudah diamankan dan ditahan di POM Timika untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya pelaku lain.
 

medkomsubangnetwork,Seorang prajurit TNI bernama Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, meninggal dunia, Rabu (31/12/2025).

Pratu Farkhan tewas diduga dianiaya seniornya saat bertugas di Papua. 

Ayah Pratu Farkhan, Zakaria Marpaung, menceritakan bahwa awalnya sang putra bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti Aceh.

Kemudian, Pratu Farkhan ditugaskan ke Papua. 

Zakaria tak menyangka anaknya justru meregang nyawa saat menjalankan tugas negara. 

"Kabar itu disampaikan sepupunya. Awalnya dia sakit, lalu menghangatkan badan di perapian, di Papua," kata Zakaria saat diwawancarai di Desa Hassan Air Genting, Sabtu (3/1/2026), dikutip medkomsubangnetwork,dari Kompas.com.

Seorang prajurit berpangkat Sersan kemudian menghampiri Pratu Farkhan untuk menanyakan kondisi. 

Saat itu, Pratu Farkhan mengaku sakit.

"Terus si Sersan ini memijiti. Lalu, datang yang berpangkat Kopral dan memanggil anak saya."

"Diajaknya ke samping, lalu disuruh tunduk, dipukul pakai ranting punggungnya," ungkap Zakaria.

"Disuruh, kalau istilah di tentara itu, peluk tobat, ditendang. Dia tersungkur, jatuh. Lalu, dia bangkit terjadi pembelaan," katanya lagi.

Zakaria pun menyayangkan insiden tersebut.

Meski begitu, dia bangga anaknya berani melawan senior untuk membela nyawanya.

"Yang kukecewakan anakku mati bukan di ujung senjata GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). Anakku mati sesama TNI dan di bawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI," ujar Zakaria.

"Mereka menyambung nyawa di sana. Yang harusnya saling menguatkan, saling melindungi, kenapa saling membunuh."

"Belum kering makam Prada lucky sekarang datang lagi makam Pratu Farkhan," katanya lagi.

Momen Pemakaman 

Jasad Pratu Farkhan Syauqi sudah dimakamkan di TPU Dusun V, Desa Hessa Air Genting, Air Batu, Kabupaten Asahan, Sabtu (3/1/2026).

Prosesi pemakaman diawali upacara penghormatan yang dipimpin oleh inspektur upacara, Kolonel Inf Dimar Bahtera.

Tangis keluarga tak terbendung setelah melihat peti mati Pratu Farkhan Syauqi dibawa dari masjid dekat rumahnya di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Air Batu, Kabupaten Asahan ke TPU.

Tampak ibu Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, Marsinah Wati Silalahi, bersandar di bahu keluarga,

"Anakku, sehat-sehat kamu ya nak. Selamat jalan anakku," kata Marsinah Wati, dikutip medkomsubangnetwork,dari TribunMedan.

Iringan sirene ambulans mengiringi perjalanan Pratu Farkhan Syauqi Marpaung ke kediaman terakhirnya.

Tabiat Pratu Farkhan Syauqi

Sebagai seorang prajurit TNI, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung termasuk sosok tangguh yang dimiliki Batalyon infanteri 113/Jaya Sakti.

"Pratu Farkhan ini memiliki motivasi yang tinggi, dia menjadi prajurit yang dicontoh bagi rekan-rekannya, adik-adiknya."

"Seperti diamanat saya tadi, Pratu Farkhan ini prajurit yang tangguh," kata Komandan Brigif 25/Siwah Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera.

Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menjadi prajurit yang siap ditugaskan di mana saja.

"Dia orangnya flexible, mudah bergaul dan tegas."

"Kami adalah orang tuanya, kami adalah mentornya, kami adalah pelatihnya, kami juga adalah abangnya, kami saudaranya, kami juga sahabatnya. Kami tau beliau anak yang tangguh," ujarnya.

Dugaan Penganiayaan Memang Benar

Terkait dugaan penganiayaan terhadap Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, Kolonel Infanteri Dimar tak menampik. 

Menurutnya, kasus tersebut sedang diusut oleh pihak satuan TNI Angkatan Darat, dan diperintahkan langsung oleh panglima TNI, Agus Subianto.

"Adik kita meninggal karena sakit, dan memang ada dugaan kekerasan."

"Tapi kejadiannya ada didaerah penugasan, jadi ada proses dan mekanisme dalam memeriksa dan menyelidiki kasus ini," katanya. 

Terduga Pelaku Sudah Diamankan

Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, Kolonel Dimar Bahtera turut hadir dalam upacara pemakaman bersama beberapa prajurit lainnya.

Kolonel Dimar menuturkan bahwa kasus Pratu Farkhan sedang diusut satuan TNI AD atas perintah langsung Panglima TNI, Agus Subianto.

"Terduga pelaku sudah diamankan dan ditahan di POM Timika. Sejauh ini masih satu orang. Tapi kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Barang kali ada pelaku lainnya," kata Dimar dikutip dari Tribun Medan.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

Diberdayakan oleh Blogger.