Halloween party ideas 2015

Tamat Prabowo minta copot Bupati Aceh Selatan, imbas umrah saat bencana
Ringkasan Berita:
  • Mirwan MS sebelumnya menjadi perbincangan karena menunaikan ibadah umrah di saat wilayahnya diterjang bencana.
  • Prabowo menegaskan, bupati atau wali kota dipilih rakyat untuk menghadapi kesulitan.
  • Prabowo meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian untuk mencopot Mirwan MS dari jabatannya.
 

medkomsubangnetwork - Presiden Prabowo Subianto tegas terhadap penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh termasuk kepada Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, yang menjadi bahan perbincangan karena menunaikan ibadah umrah saat wilayahnya diterjang bencana.

Prabowo mengungkapkan hal ini saat pimpin rapat terbatas (ratas) penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Ratas diikuti lintas kementerian/lembaga di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu (7/12/2025) malam.

Prabowo dalam kesempatannya menyindir Bupati Aceh Selatan Mirwan MS.

Mirwan MS sebelumnya menjadi bahan perbincangan karena menunaikan ibadah umrah di saat wilayahnya diterjang bencana.

Awalnya Prabowo menegaskan, bupati atau wali kota dipilih rakyat untuk menghadapi kesulitan.

"Kalian harus terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan. Kalau yang mau lari lari aja enggak apa-apa ya," kata Prabowo sambil menyindir Mirwan MS, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Orang nomor satu di Indonesia itu lalu meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian untuk mencopot Mirwan MS dari jabatannya.

"Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses?" tanya Prabowo ke Tito.

"(Proses pencopotan) 3 bulan," jawab Tito.

Prabowo mengibaratkan  Mirwan MS sebagai tentara desersi.

Desersi adalah tindakan seorang anggota tentara atau polisi yang secara sengaja meninggalkan tugas dan kesatuannya tanpa izin resmi atau alasan yang sah, dengan niat untuk tidak kembali, dan dianggap sebagai tindak pidana militer serius yang bisa dikenakan sanksi berat.

"Itu kalau tentara itu namanya desersi itu ya dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah," tegas Prabowo.

Nasib Mirwan MS

Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan, sedang menjadi sorotan publik.

Ia nekat pergi umrah ke Tanah Suci di tengah-tengah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh.

Belakangan terungkap, Mirwan MS tetap ngeyel umrah padahal tidak mendapatkan izin dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Ia berdalih menunaikan nazar pribadinya.

Buntutnya selain kecaman publik, Partai Gerindra sudah mengambil langkah tegas hingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sampai turun tangan

Mirwan MS Dipecat

Kabar Mirwan MS umrah di tengah bencana sudah sampai ke telinga Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Gerindra, Sugiono.

Ia menyayangkan keputusan Bupati Aceh Selatan yang meninggalkan daerahnya di waktu tak tepat.

"Saya dilaporkan mengenai bupati Aceh Selatan yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan."

"Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan," katanya kepada Tribunnews.com.

Sugiono melanjutkan, partainya mengambil langkah tegas.

Gerindra pecat Mirwan MS dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aceh Selatan.

"Oleh karena itu DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan," tegas Sugiono. 

Mirwan MS sebelumnya ditunjuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada 12 November 2024.

Lewat Surat Keputusan (SK) Penetapan Pengurus DPC Gerindra Aceh Selatan, dengan Nomor: 11-0592/Kpts/DPP-GERINDRA/2024.

Mendagri Turun Tangan

Mendagri Tito Karnavian sampai turun tangan terkait polemik ini.

Mantan Kapolri itu bahkan secara langsung menelepon Mirwan MS untuk memintanya pulang.

Lewat sambungan seluler, Mirwan MS juga mengakui tidak izin kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Mirwan MS diminta pulang hari ini, Minggu (7/12/2025).

"Bapak Mendagri sudah telepon langsung, yang bersangkutan mengaku tidak ada izin Gubernur maupun Mendagri untuk umrah,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan kepada Tribunnews.com.

Benni dalam kesempatannya ikut menyoroti pentingnya sosok pemimpin hadir di tengah bencana.

Ia mengingatkan wilayah Aceh Selatan terdampak banjir dan tanah longsor.

“Kehadiran dan keberadaan kepala daerah sangat dibutuhkan di tengah-tengah warga masyarakatnya,” tegasnya.

Terakhir, Benni belum menyinggung soal sanksi.

Jelasnya Kemendagri telah menugaskan Inspektorat Jenderal (Itjen).

Tim akan melakukan pemeriksaan terhadap Mirwan MS setibanya di Indo

Berdalih Menunaikan Nazar

Menanggapi dirinya yang menjadi sorotan karena umrah di tengah bencana banjir, Mirwan MS mengaku keberangkatannya ke Tanah Suci adalah untuk menunaikan nazar pribadi.

Ia juga mengaku sudah turun langsung meninjau dampak banjir di Aceh Selatan, sebelum berangkat umrah.

"Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bekerja sesuai alur komando."

"Dari hasil koordinasi, situasi saat itu terkendali sehingga saya dapat menunaikan nazar saya untuk melaksanakan ibadah umrah," jelas Mirwan dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).

Ia pun memastikan penanganan banjir tetap berlangsung efektif di bawah pengawasan komando posko dan OPD terkait.

Mirwan mengungkapkan ia akan kembali ke Indonesia pada Sabtu (6/12/2025).

Jika sesuai rencana, ia sudah berada di Aceh Selatan pada Minggu (7/12/2025).

"Saya akan segera kembali ke Tanah Air pada 6 Desember 2025, dan insyaAllah pada hari Minggu sudah tiba kembali di Aceh."

"Pemerintah daerah terus bekerja untuk memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan lancar," tutupnya.

Diberdayakan oleh Blogger.