Halloween party ideas 2015

Bupati Cirebon Target Becak Listrik Prabowo Jadi Daya Tarik Wisata di Sunan Gunung Jati dan Trusmi

medkomsubangnetwork, CIREBON - Deretan becak listrik tampak berjajar rapi di halaman Kantor Bupati Kabupaten Cirebon, Minggu (7/12/2025).

Senyum mengembang dari wajah-wajah renta para pebecak yang sebagian besar berusia di atas 60 tahun.

Hari itu menjadi momen bersejarah bagi mereka, setelah 100 unit becak listrik diserahkan sebagai bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia dan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman.

Agus menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian presiden terhadap warga Kabupaten Cirebon, khususnya para pebecak lansia yang masih bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya mewakili pemerintah dan masyarakat Kabupaten Cirebon mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepeduliannya,” ujar Agus, Minggu (7/12/2025).

Menurutnya, kehadiran becak listrik ini akan sangat membantu para pebecak lanjut usia yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik untuk mengayuh becak konvensional.

“Dengan adanya bantuan becak listrik ini, tentu akan memudahkan penarik becak yang sudah berumur."

"Harapannya, penghasilan mereka bisa meningkat tiga kali lipat atau lebih."

“Kalau biasanya sehari hanya Rp 25 ribu, nanti bisa naik karena tidak ada lagi biaya sewa,” ucapnya.

Untuk memaksimalkan manfaatnya, Pemkab Cirebon berencana menempatkan becak listrik bantuan ini di sejumlah titik wisata.

Dua lokasi yang dianggap paling potensial adalah Makam Sunan Gunung Jati dan kawasan Batik Trusmi, dua destinasi favorit yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

“Mungkin nanti akan kita tempatkan juga di kawasan Batik Trusmi dan Makam Sunan Gunung Jati,” jelas dia.

Ia juga menuturkan, bahwa pemerintah daerah sedang menggodok rencana jangka menengah dan jangka panjang dengan menyiapkan infrastruktur pendukung.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memfasilitasi tempat pengisian daya."

"Ke depan, kita coba bikin terminal khusus becak listrik,” katanya.

Terminal khusus ini diharapkan menjadi pusat operasional bagi para penarik becak listrik sekaligus memberi kenyamanan bagi wisatawan yang ingin menggunakan jasa mereka.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia, Nanik menegaskan, bahwa seluruh becak listrik yang dibagikan kepada para pebecak lansia ini didanai langsung dari kantong pribadi presiden.

“Bantuan ini merupakan dana pribadi presiden, bukan menggunakan dana pemerintah,” ujar Nanik.

Nanik menyebutkan, bahwa bantuan ini merupakan bentuk keprihatinan Presiden Prabowo terhadap banyaknya pebecak lansia yang masih harus bekerja keras setiap hari.

“Dengan becak listrik, para pebecak lansia bisa meringankan beban."

"Karena kalau yang sekarang, tinggal pencet saja, jadi tidak berat,” ucapnya.

Program pembagian becak listrik ini sendiri sudah berjalan dua tahun.

Pada tahun 2025, yayasan tersebut telah mendistribusikan 3.500 unit dan jika digabung dengan tahun sebelumnya totalnya mencapai lebih dari 4.000 unit.

Nanik juga mengungkapkan, bahwa satu unit becak listrik memiliki nilai pembelian sekitar Rp 22 juta. 

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memastikan tidak ada penyelewengan atau pemindahtanganan kendaraan bantuan ini.

"Harga satu unitnya Rp22 juta. Kami minta pemerintah daerah membantu mengawasi agar becak listrik ini tidak dipindahtangankan,” jelas dia.

Terkait pemilihan bantuan dalam bentuk becak, bukan modal usaha, Nanik menjelaskan bahwa para pebecak telah memiliki pengalaman dan keterampilan di bidang tersebut.

“Kalau dipaksa membuka usaha lain, dikhawatirkan akan bermasalah."

"Dengan becak listrik, mereka tetap menarik becak tapi lebih mudah dan bisa bersaing dengan transportasi lainnya,” katanya.(*)

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

Diberdayakan oleh Blogger.