Halloween party ideas 2015

Warna-warni cerita peserta Gorontalo Half Marathon 2025, dari polwan hingga pelari telat
Ringkasan Berita:
  • Yugi polwan Pohuwato pertama kali ikut 10K, Lulu datang pagi demi kategori 10K
  • Peserta menilai GHM 2025 menyenangkan, memberi semangat, serta berdampak positif bagi ekonomi dan pariwisata
  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melepas peserta 10K, menyambut pelari dari luar daerah
 

medkomsubangnetwork– Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 menghadirkan ribuan pelari dari berbagai daerah di Gorontalo maupun luar daerah.

Di balik garis start dan finis, setiap peserta membawa cerita unik tentang pengalaman mereka mengikuti event ini. 

Awak medkomsubangnetworkmenemui empat peserta yang membagikan kisah berbeda, mulai dari persiapan, latihan, hingga keseruan di lintasan, usai mengikuti lomba pada Minggu (7/12/2025).

Yugi Pricilia Latief, peserta asal Telaga, Kabupaten Gorontalo, sehari-hari bertugas sebagai polwan di Pohuwato.

Ia baru pertama kali mengikuti kategori 10K sehingga sangat antusias mengikuti agenda berskala nasional tersebut.

“Ini pertama kali saya ambil 10K, jadi perasaannya campur antara deg-degan dan senang,” ujarnya.

Yugi menekankan persiapan mental dan outfit lari lebih penting baginya daripada hal teknis lain.

“Lebih ke mental dan outfit sih kak, kalau fisik kami di kesatuan memang sering latihan berat,” tambahnya.

Ia berharap tahun depan jumlah peserta semakin banyak.

“Semoga tahun depan lebih ramai lagi. Event ini bikin semangat,” kata Yugi.

Cerita Lulu Tohopi

Lulu Tohopi dari Heledulaa Utara, Kota Gorontalo, tiba di Lapangan Taruna Remaja sekitar pukul 04.45 Wita. Ia juga mengambil kategori 10K untuk pertama kali.

“Baru pertama ikut GHM. Rasanya sangat menyenangkan,” kata Lulu.

Sebagai persiapan, Lulu rutin berlatih tiga kali seminggu agar bisa mencapai garis finish dengan lancar.

Menurutnya, atmosfer GHM luar biasa sehingga ia berharap event serupa kembali digelar tahun depan.

“Kalau ada panitia bikin lagi tahun depan, mantap! Ramai dan bikin semangat,” ujarnya.

Pranasiska Hadjara dari Dembe Satu, Kota Barat, sudah beberapa kali mengikuti event lari. Namun, GHM 2025 menjadi pengalaman pertamanya di kategori 5K.

“Kalau aku baru kali ini ikut GHM, tapi event-event sebelumnya memang ada. Ini bagus sekali,” ujarnya.

Ia mengaku lebih tenang menghadapi rute GHM karena terbiasa menjaga fisik lewat event olahraga lain.

“Sepanjang jalan itu semangat sekali,” tambahnya sambil tersenyum.

Cerita yang tak kalah menarik juga datang dari Isna Ali asal Telaga, Kabupaten Gorontalo. Ia tiba terlambat, hanya 15 menit sebelum sistem pendaftaran ditutup, sehingga tidak sempat melakukan pemanasan.

“Saya terlambat. Sistem tinggal 15 menit mau ditutup. Tidak sempat pemanasan, langsung lari saja,” ujarnya.

Meski begitu, Isna bersyukur bisa berpartisipasi. Event ini menjadi keikutsertaannya yang kedua setelah sebelumnya mengikuti Gorontalo Fun Run.

Ia menilai GHM 2025 memberi dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata daerah.

“Bagus dan seru, karena meningkatkan ekonomi dan pariwisata Gorontalo,” katanya.

Meski kondisi ramai dan padat, Isna tetap menikmati pengalaman tersebut.

“Tadi ada peserta yang pingsan. Mungkin panitia agak kewalahan karena banyak sekali orang. Tapi overall tetap keren,” ucapnya.

Isna datang seorang diri, namun tetap bertemu teman di lokasi.

“Kalau saya datang sendirian, tapi ada juga teman yang ketemu di event ini,” jelasnya.

Gubernur Gorontalo Lepas Peserta

Dalam kesempatan itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melepas peserta kategori 10K sekaligus ikut berlari.

Gusnar menyampaikan bahwa GHM 2025 telah masuk dalam jajaran event lari nasional.

“Saya baru diberitahu dari Jakarta bahwa Gorontalo Half Marathon sudah masuk sebagai bagian dari event lari nasional. Ini perkembangan baik untuk Gorontalo,” ujarnya.

Sebelum menutup sambutan, Gusnar menyempatkan menyambut peserta dari luar daerah.

“Khusus saudara-saudara dari luar daerah, selamat datang di Gorontalo. Kalau ada waktu setelah lomba, silakan mengunjungi Sherly Hiu Paus yang sekarang jadi kebanggaan kita semua,” tuturnya.

Ia menambahkan, GHM akan kembali digelar tahun depan dengan skala lebih besar.

“Insyaallah tahun 2026 kita akan tingkatkan lagi jumlahnya,” kata Gusnar.

 

(medkomsubangnetwork/Jefry Potabuga)

Diberdayakan oleh Blogger.