Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label kucing. Tampilkan semua postingan

Kucing memang lucu dan menggemaskan, tapi kadang bikin jengkel juga, terutama kalau suka mencakar jok motor, Ma. Kok bisa ya mereka suka banget sama jok motor?

Jok motor sering jadi sasaran empuk bagi kucing. Teksturnya yang lembut dan mudah dijangkau membuat mereka betah bermain atau mencakar di sana.

Supaya Mama tahu alasannya dan dapat tips menjaga jok tetap mulus sekaligus membuat si meong tetap bahagia, berikut medkomsubangnetwork kasih penjelasannya! 

Alasan Kucing Mencakar Jok Motor

Kucing punya naluri alami untuk mencakar, Ma. Tindakan ini bukan sekadar iseng, tapi memiliki beberapa fungsi:

  1. Menandai wilayah

Kucing punya cara unik untuk menandai wilayahnya, salah satunya lewat cakaran. Di cakar dan kaki mereka terdapat kelenjar aroma yang meninggalkan jejak bau.

Saat mencakar jok motor, jejak bau ini memberi sinyal “ini wilayahku” bagi kucing lain. Jadi, meski terlihat iseng, sebenarnya kucing sedang menunjukkan identitasnya.

  1. Melatih otot dan kuku

Cakaran bukan cuma iseng, Ma. Aktivitas ini membantu kucing menjaga kuku tetap tajam dan kaki tetap kuat.

Selain itu, gerakan mencakar juga melatih otot-ototnya. Jadi, saat kucing mencakar jok motor, mereka juga sebenarnya berolahraga ringan.

  1. Mengurangi stres atau kebosanan

Kadang kucing mencakar karena sedang stres atau bosan. Aktivitas ini membantu mereka menyalurkan energi yang tersimpan.

Dengan mencakar, kucing bisa merasa lebih rileks dan puas. Jadi, jangan heran kalau mereka sering kembali ke jok motor untuk me time mereka.

  1. Tidak ada alternatif garukan

Kalau tidak ada tempat garukan, kucing biasanya pakai benda terdekat. Jok motor, lembut tapi kuat, sering jadi sasaran.

Tanpa scratching post atau area garukan khusus, kucing akan mengandalkan benda terdekat. Sayangnya, benda itu bisa termasuk jok motor kesayangan Mama, yang akhirnya jadi korban cakaran si meong.

  1. Kebiasaan naluriah yang tidak hilang

Mencakar adalah naluri alami kucing yang sulit dihilangkan, Ma. Bahkan kucing yang sudah jinak sekalipun tetap punya keinginan untuk menggaruk permukaan tertentu. 

Jadi, meski Mama sudah sering menegur, si meong tetap bisa kembali mencakar jok motor sebagai bagian dari kebiasaan alaminya.

Mengapa Jok Motor Menjadi Target Favorit

Jok motor sering jadi sasaran empuk kucing karena teksturnya yang lembut dan nyaman untuk dicakar. Sensasi “menggigit” dan mencakar permukaan jok membuat mereka betah berlama-lama di sana.

Selain itu, jok motor biasanya mudah dijangkau dan berada di luar rumah. Aroma manusia atau hewan lain yang menempel di jok membuat kucing penasaran dan merasa itu area menarik untuk dicakar.

Tak hanya itu, posisi jok yang tinggi atau menempel pada motor memberi kucing rasa aman saat mencakar. Dengan kombinasi tekstur, aroma, dan posisi yang strategis, tidak heran jok motor jadi favorit mereka.

Tips Melindungi Jok Motor dari Cakaran Kucing

Biar jok motor tetap mulus tanpa mengurangi kebahagiaan si meong, Mama bisa coba beberapa cara mudah ini:

  • Gunakan cover motor atau pelindung jok: Tutupi jok dengan cover tebal atau pelindung khusus. Cara ini membuat kucing nggak bisa langsung mencakar permukaan asli jok.

  • Semprot aroma yang tidak disukai kucing: Kucing biasanya nggak suka bau jeruk, lemon, atau cuka. Mama bisa semprotkan sedikit larutan alami di sekitar motor, tapi jangan langsung kena jok supaya bahan jok tetap aman.

  • Sediakan scratching post atau papan garukan: Letakkan scratching board di dekat rumah atau garasi. Arahkan perhatian kucing ke sana supaya mereka punya tempat mencakar yang aman. 

  • Rutin memotong kuku kucing: Dengan kuku yang lebih pendek, risiko lecet pada jok berkurang. Ini juga bikin si meong lebih nyaman saat bermain.

  • Alihkan perhatian dengan mainan: Jangan marahi kucing. Alihkan saja perhatian mereka ke mainan favorit atau area khusus garukan supaya perilaku mencakar tetap alami tapi aman untuk barang-barang Mama.

Alternatif Aman untuk Si Meong Tetap Bisa Mencakar

Agar kucing tetap bisa menyalurkan nalurinya tanpa merusak jok motor, Mama bisa sediakan beberapa opsi:

  • Scratching post berbahan kayu atau kain tebal yang diletakkan dekat area parkir motor.

  • Papan garukan khusus yang bisa digantung atau ditempel di dinding, sehingga aman dan menarik bagi kucing.

  • Mainan interaktif yang menstimulasi gerakan cakaran, seperti bola atau mainan tali, untuk mengalihkan energi kucing.

Dengan menyiapkan alternatif ini, si meong tetap bahagia dan nalurinya terpenuhi, sementara jok motor Mama tetap mulus dan aman.

Nah, itulah penjelasan kenapa kucing suka mencakar jok motor dan tips menjaga motor tetap mulus, Ma.

Kenapa Kucing Suka Menggosokkan Badannya ke Kita? Kenapa Kucing Makan Anaknya? Ketahui Cara Mencegahnya Kenapa Kucing Mendekati Kita Menurut Islam? Punya Arti yang Baik

Featured Image

Memelihara hewan kesayangan di rumah memang menyenangkan. Namun, bagi para pecinta tanaman hias, seringkali muncul dilema. Kehadiran hewan peliharaan, terutama kucing, dapat menjadi tantangan tersendiri. Kucing dikenal aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang besar, tak jarang mereka tertarik untuk bermain-main dengan tanaman hias yang ada di dalam rumah.

Kekhawatiran pun muncul, bukan hanya karena tanaman yang bisa berantakan, tetapi juga potensi bahaya jika kucing memakan daun atau bunga dari tanaman tersebut. Beberapa tanaman hias mengandung zat yang beracun bagi hewan peliharaan. Lalu, adakah solusi agar rumah tetap asri dengan tanaman hias tanpa membahayakan keselamatan si kucing?

Tentu ada! Berikut adalah beberapa pilihan tanaman hias yang aman dan tidak beracun untuk kucing dan hewan peliharaan lainnya:

1. Anggrek:

Keindahan anggrek memang tak terbantahkan. Dengan beragam warna seperti ungu, putih, kuning, dan merah, anggrek mampu mempercantik ruangan. Kabar baiknya, anggrek termasuk tanaman hias yang aman jika tak sengaja tergigit oleh kucing. Perawatannya pun relatif mudah. Anggrek tidak membutuhkan penyiraman yang terlalu sering. Umumnya, anggrek ditanam di media seperti kulit kayu, sabut kelapa, atau sekam arang, sehingga kebutuhan airnya tidak terlalu banyak. Anda bisa menyiramnya seminggu sekali atau ketika media tanamnya terasa kering.

2. Kimberly Queen Fern (Pakis Kimberly Queen):

Tanaman pakis dengan daun memanjang berwarna hijau tua ini memiliki daya tarik tersendiri. Meskipun aman untuk kucing, sebaiknya tempatkan Kimberly Queen Fern di pot gantung untuk menghindari kerusakan akibat ulah si kucing. Tanaman ini cukup tahan terhadap cuaca panas dan kering, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan. Anda bisa meletakkannya di balkon saat cuaca panas dan memindahkannya ke ruang tamu saat cuaca dingin.

3. Peperomia Obtusifolia (Baby Rubber Plant):

Peperomia obtusifolia, atau yang dikenal juga dengan nama baby rubber plant, adalah tanaman hias yang ramah hewan peliharaan. Daunnya berbentuk cekung seperti mangkuk dan akan menghasilkan bunga kecil berwarna putih. Tanaman ini tidak memerlukan penyiraman yang terlalu sering, cukup 1-2 minggu sekali saja. Letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Peperomia obtusifolia dapat tumbuh hingga setinggi 25-30 cm dan menghasilkan kadar oksigen yang tinggi. Bahkan, tanaman ini mampu membunuh bakteri dan jamur spora yang ada di daun, sehingga cocok untuk Anda dan keluarga yang memiliki riwayat asma.

4. Bird's Nest Fern (Pakis Sarang Burung):

Pakis sarang burung termasuk tanaman hias yang aman untuk hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Daunnya berbentuk lurus memanjang dengan pinggiran yang agak bergelombang. Tanaman ini menyukai kelembapan dan tidak membutuhkan banyak cahaya alami, sehingga ideal untuk dijadikan dekorasi di dalam ruangan.

5. Cat Grass (Rumput Kucing):

Cat grass adalah pilihan yang tepat jika Anda ingin memberikan tanaman yang aman dan bermanfaat bagi kucing Anda. Tanaman ini kaya nutrisi dan tidak beracun. Cat grass membutuhkan cahaya terang hingga sinar matahari penuh. Jika ditanam di dalam ruangan, letakkan di ambang jendela atau tempat yang terkena paparan sinar matahari. Jangan lupa untuk sering menyiramnya, karena cat grass tidak boleh terlalu kering. Siram saat 25 persen permukaan tanahnya sudah terlihat kering.

Tips Tambahan:

Meskipun tanaman-tanaman di atas tergolong aman, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Jauhkan dari Jangkauan: Sebisa mungkin, jauhkan tanaman hias dari jangkauan kucing untuk mencegah kerusakan atau kejadian yang tidak diinginkan.
  • Pengawasan: Awasi interaksi kucing Anda dengan tanaman hias. Jika Anda melihat tanda-tanda alergi atau keracunan setelah kucing Anda memakan tanaman, segera bawa ke dokter hewan.
  • Pelatihan: Latih kucing Anda untuk tidak mendekati atau memakan tanaman hias. Anda bisa menggunakan semprotan air atau suara untuk mengusir mereka.
  • Alternatif: Sediakan tanaman khusus untuk kucing, seperti cat grass, agar mereka tidak tertarik untuk memakan tanaman hias lainnya.

Dengan memilih tanaman hias yang aman dan menerapkan beberapa tips di atas, Anda dapat menciptakan lingkungan yang asri dan aman bagi Anda dan hewan peliharaan kesayangan Anda. Selamat berkebun!

Diberdayakan oleh Blogger.