Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label perdagangan. Tampilkan semua postingan

Assalamu'alaikum Kompasianer! Masih semangat dong ya ikutan content marathon kompasianival 2025 hari ke-11. Tumben semangat? nggak ada alasan lain sih kecuali ikutan kontribusi dan tentunya kapan lagi bisa menantang diri sendiri menulis berturut-turut selama 14 hari di kompasina.com hehe.

Apa Sebenarnya yang Disebut Jualan Online?

Well today kita bahas tentang jualan online dan kalau kita bicara soal jualan online, banyak orang langsung membayangkan Instagram, TikTok Shop, atau marketplace. Padahal, secara definisi, jualan online adalah aktivitas menawarkan dan menjual barang atau jasa melalui media digital tanpa tatap muka langsung. Medianya bisa bermacam-macam seperti televisi, telepon, internet, hingga aplikasi digital. Selama transaksi dilakukan secara jarak jauh dan dibantu teknologi, maka itu termasuk kategori berjualan secara online.

Era Home Shopping: Cikal Bakal Jualan Online Modern

That's why ketika aku menonton film dokumenter di Netflix berjudul Martha (Martha Stewart), aku juga sependapat dengan narasi yang dibawakan bahwa kalau hari ini kita mengenalnya dengan sebutan influencer, Martha Stewart sudah melakukannya sejak puluhan tahun yang lalu. Ia menjual gaya hidup, bukan sekadar produk. Dan dari sana aku sadar, jualan online dan seni memengaruhi orang untuk membeli bukan hal baru. Medianya saja yang berubah 

Dan aku masih ingat, dulu ada acara-acara di televisi yang mempromosikan produk kesehatan, alat kebugaran, alat dapur, bahkan apartemen. Host TV berbicara penuh semangat sambil mendemokan produk dan mengajak penonton untuk langsung menelepon ke nomor tertentu. Format itu dikenal sebagai home shopping atau infomercial. Meskipun terlihat kuno, konsepnya sama dengan live shopping masa kini: ada host, ada demo barang, ada urgensi, dan ada call-to-action yang membuat pembeli merasa perlu cepat mengambil keputusan. Dan menurutku itulah cikal bakal jualan online generasi pertama, yang sampai hari ini mungkin masih muncul di beberapa stasiun TV.

Memasuki era internet pada awal 2000--2010-an, jualan online berubah bentuk. Banyak orang mulai memanfaatkan forum jual beli seperti Kaskus, Multiply, membuat website toko online sederhana, mengirim SMS promo, atau menggunakan email marketing. Lalu Facebook mulai hadir dengan grup jual beli dan album foto barang dagangan. Di masa ini, penjual mengandalkan postingan statis dan menunggu pembeli datang. Tidak secepat sekarang, tapi pada masanya itu sudah dianggap revolusioner. Dan aku ingat beberapa kali melakukan transaksi jualan online via kaskus dan multiply yang kita kenal dengan marketplace bukan?

Era Media Sosial: Jualan Jadi Lebih Visual, Cepat, dan Dekat

Gelombang besar berikutnya datang ketika sosial media seperti Instagram, WhatsApp, dan marketplace tumbuh pesat. Penjual bisa mengunggah foto di feed, membuat katalog, posting di story, atau membuka toko di marketplace. Pembeli lebih percaya karena ada fitur rating, review, dan pilihan pembayaran aman. Semua terasa lebih dekat, lebih cepat, dan lebih visual. Bahkan ketika tetangga pasang status di whatsapp aku langsung reply "mau satu dong Bun" hahaha semudah itulah saat ini panen cuan dari jualan online!

Namun titik ledaknya terjadi ketika fitur LIVE Shopping meledak. Dari Shopee Live, Instagram Live, sampai TikTok Shop Live dan semuanya mengubah cara jualan online secara drastis. Sekarang, jualan online bukan lagi sekadar memajang foto, tapi tampil, berbicara, dan berinteraksi langsung dengan pembeli.

Ledakan Live Streaming: Jualan Online Level Baru

Pertama, karena sifatnya real time. Pembeli bisa melihat barang secara langsung, bertanya saat itu juga, dan mendapatkan respon tanpa menunggu lama. Kedua, LIVE membangun rasa percaya yang lebih kuat. Penjual terlihat lebih manusiawi dan bisa bercanda, bisa salah, bisa spontan tentunya itu membuat pembeli merasa lebih dekat. Ketiga, efek FOMO sangat kuat. Kalimat seperti "stok tinggal lima ya bestie!" atau "aku cuman nambahin stok 5 lagi ya beb, buruan checkout" mampu memicu keputusan impulsif dalam hitungan detik. Keempat, algoritma platform sangat memanjakan konten LIVE, membuatnya sering muncul otomatis di timeline pengguna.

Dan menurutku saat ini ada dua tipe jualan online yang paling umum:

Pertama, jualan online yang "offline", yaitu mengandalkan status WhatsApp, story Instagram, katalog, dan postingan statis. Ini tidak membutuhkan tampil di kamera dan cocok untuk orang yang masih malu-malu. Kelemahannya, penjualan cenderung lebih lambat karena pembeli harus aktif bertanya dulu. Dan tidak semua orang suka scroll status yah aku termasuk yang nggak suka buka status orang tiba-tiba saja teman sekantor makan dimusum yang sama dan ternyata itu karena mereka order via status WA teman kantor juga, hadeuh! haha

Kedua, jualan online secara LIVE nah menurutku lagi  inilah yang saat ini terbukti paling cepat menghasilkan cuan. LIVE menghadirkan suasana seperti berdagang di pasar, tetapi dengan jangkauan ribuan penonton. Detail barang bisa ditunjukkan langsung, interaksi berjalan cepat, dan psikologi urgensi bisa dimanfaatkan dengan cerdas.

Sebagai pembeli, maka aku bisa rekomendasikan tips supaya panen cuan saat berjualan online.

Tips Panen Cuan Saat Jualan Online LIVE  Pertama, tampil natural tapi tetap rapi, jujurly aku agak terganggu dengan host yang terlalu memanfaatkan fitur beauty hehe dan pengaturang pencahayaan terang, suara jelas sudah cukup membuat LIVE terlihat profesional. Kedua, buka LIVE dengan sapaan hangat dan energi positif. Energi penjual sangat memengaruhi penonton dan konen pengalaman temanku kalau suara host kencang itu mempengaruhi algoritma loh! Ketiga, gunakan teknik psikologi jualan seperti "harga naik besok", "stok terbatas", atau "promo khusus live saja" dan kejujuran tentu saja nomor wahid ya bestie! Keempat, selalu beri call-to-action sederhana seperti "yang mau warna hitam komen HITAM ya". Ini menjaga interaksi tetap hidup. Kelima, tunjukkan detail barang dengan jelas, ukuran real, bahan, tekstur, dan perbandingan warna. Keenam, konsisten LIVE di jam yang sama supaya algoritma mengenali aktivitasmu. Ketujuh, jadikan rekaman LIVE sebagai konten di feed akun jualan kalian lalu bisa juga gunakan story sebagai penguat, misalnya bukti packing, testimoni, atau stok masuk.

Perjalanan jualan online dari era home shopping TV hingga live commerce hari ini menunjukkan bahwa dunia digital selalu berubah. Ditambah serangan COVID-19 beberapa tahun lalu jelas mempengaruhi perubahan cara beli masyarakat dan yang pasti peluang cuannya semakin besar. Siapa pun yang berani tampil, mau belajar, dan konsisten, bisa menjadikan jualan online sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.

Kalau dulu belanja lewat TV terasa seperti masa depan, kini LIVE Shopping menjadi panggung baru tempat penjual dan pembeli bertemu dalam ritme yang cepat dan menyenangkan. Dunia terus berubah, tapi esensi jualan tetap sama: membangun kepercayaan, memberikan nilai, dan menjaga interaksi. 

Dulu kita belanja lewat TV sambil menunggu host bilang "Call Now!"

Sekarang kita tinggal klik "Checkout Sekarang!"

Apapun medianya, peluang cuannya selalu ada untuk yang mau belajar, adaptif, dan konsisten.

Harga Emas di Solo Hari Ini Minggu 16 November 2025,Harga Galeri 24 dan UBS Melemah Lagi
Ringkasan Berita:
  • Harga emas di Solo kembali turun pada 16 November 2025; Galeri24 menjadi Rp 2.413.000/gram dan UBS Rp 2.415.000/gram.
  • Penurunan harga sudah berlangsung tiga hari, sehingga dianggap momen menarik bagi warga Solo untuk membeli emas berbagai pecahan.
  • Tips beli emas: pantau harga harian, pilih jenis sesuai kebutuhan, pastikan sertifikat, simpan bukti beli, dan mulai dari pecahan kecil.
 

medkomsubangnetwork, SOLO -Harga emas di Solo melalui layanan Pegadaian kembali mengalami penurunan pada Minggu (16/11/2025).

Tren ini melanjutkan pelemahan yang sudah terjadi sejak Jumat (14/11/2025), baik untuk produk Galeri24 maupun UBS.

Berdasarkan data di laman Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 hari ini berada pada level Rp 2.413.000 per gram, turun Rp 43.000 dibandingkan Sabtu.

Sementara emas UBS berada di harga Rp 2.415.000 per gram, melemah Rp 64.000 dari posisi sebelumnya.

Penurunan harga ini menjadi perhatian masyarakat Solo, terutama mereka yang rutin memantau pergerakan logam mulia untuk kebutuhan investasi maupun tabungan jangka panjang.

Dengan harga yang kini berada di level lebih rendah, sebagian warga Solo menilai momen ini cukup menarik untuk membeli emas.

Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dalam pecahan 0,5 gram hingga 1 kilogram, sedangkan UBS tersedia mulai 0,5 gram hingga 500 gram

Berikut rincian harga emas per pecahan per Minggu (16/11/2025):

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.265.000
  • 1 gram: Rp 2.413.000
  • 2 gram: Rp 4.754.000
  • 5 gram: Rp 11.799.000
  • 10 gram: Rp 23.534.000
  • 25 gram: Rp 58.692.000
  • 50 gram: Rp 117.292.000
  • 100 gram: Rp 234.468.000
  • 250 gram: Rp 582.443.000
  • 500 gram: Rp 1.164.885.000
  • 1.000 gram: Rp 2.329.769.000

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.305.000
  • 1 gram: Rp 2.415.000
  • 2 gram: Rp 4.793.000
  • 5 gram: Rp 11.844.000
  • 10 gram: Rp 23.564.000
  • 25 gram: Rp 58.796.000
  • 50 gram: Rp 117.350.000
  • 100 gram: Rp 234.606.000
  • 250 gram: Rp 586.341.000
  • 500 gram: Rp 1.171.306.000

Dengan kondisi harga yang terus melemah dalam tiga hari terakhir, informasi ini dapat menjadi acuan penting bagi warga Solo dalam menentukan waktu terbaik untuk membeli atau menjual emas.

Apakah Pegadaian Solo Buka Hari Minggu?

Pantauan medkomsubangnetwork, sebagian besar kantor Pegadaian di Solo, Jawa Tengah, tutup pada hari minggu.

Tidak ada transaksi jual beli di Pegadaian Solo tiap hari Minggu.

Jadwal Operasional Pegadaian (Hari Kerja dan Akhir Pekan)

1. Kantor Cabang & Unit Pelayanan Cabang (UPC)

  • Senin – Kamis: 07.30 – 15.00 WIB dan Istirahat: 12.00 – 13.00 WIB​
  • Jumat: 07.30 – 15.00 WIB dan Istirahat: 11.30 – 13.00 WIB​
  • Sabtu: 07.30 – 12.30 WIB dan (Tanpa jam istirahat)​

2. Kantor Wilayah & Kantor Pusat

  • Senin – Kamis: 07.30 – 16.30 WIB dan Istirahat: 12.00 – 13.00 WIB​
  • Jumat: 07.30 – 16.45 WIB dan Istirahat: 11.45 – 13.00 WIB​

Perlu diketahui bahwa jam operasional Pegadaian Syariah dan konvensional tidak berbeda.​

Meskipun Pegadaian tutup hari ini,  nasabah dapat mengakses layanan Pegadaian secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital yang tersedia 24 jam.

Tips Membeli Emas untuk Warga Solo

  • Pantau harga setiap hari

Fluktuasi harga bisa terjadi cepat. Manfaatkan momen ketika harga turun seperti saat ini untuk membeli.

  • Pilih jenis emas sesuai kebutuhan

Emas batang (logam mulia) cocok untuk investasi jangka panjang, sementara perhiasan lebih fleksibel dipakai tapi memiliki biaya pembuatan.

  • Cek keaslian dan sertifikat

Pastikan emas memiliki sertifikat resmi, baik dari Galeri24, UBS, maupun Antam. Sertifikat meningkatkan nilai jual kembali.

  • Simpan bukti pembelian

Nota transaksi dan sertifikat sangat penting ketika nanti ingin menjual kembali di Pegadaian atau toko emas.

  • Pertimbangkan unit kecil jika pemula

Pecahan 0,5–1 gram memudahkan pemula untuk mulai menabung emas tanpa beban besar.

(*)

Dasar dari membangun bisnis adalah kepercayaan.  Itulah yang dibangun Renna.  Renna adalah murid saya saat SMA.  Berhasil mengembangkan bisnis berbabasis online.  Tahun 2013 Renna mulai berjualan online.  Saat itu masih sangat jarang yang berbisnis secara online.  Memanfaatkan fitur status BBM dan Postingan di Facebook.   Bisnisnya diawali hobi memasak.  Memanfaatkan mixer dan oven yang ada di rumahnya.  Saat itu belum banyak saingan.    Renna tidak memikirkan omzet.  Dalam benaknya yang terpenting bagaimana jualannya mendapatkan kepercayaan dari konsumen.  Konsumen awal tentunya adalah teman-teman yang terhubung dengan kontak di BBM-nya dan teman-teman di Facebook.  

Produk pertama yang Renna jual adalah pie susu.  Hanya satu produk.  Produknya ini ternyata mendapat tempat di hati konsumen.  Pesanan pun datang tidak hanya dari lingkaran teman di Jabodetabek, tetapi dari luar Jabodetabek.   Omzet saat itu untungnya masih satu digit.  Namun dengan berjalannya waktu, variasi produk tidak hanya pie susu, Renna juga memproduksi Choux (Prancis) atau Soes (Belanda), Brwonis Alpukat, Lasagna, Ketan Durian dan banyak lagi.

Berangkat dari Hobi

Ternyata hobi jika dikembangkan dengan baik bisa menghasilkan cuan.  Hobi memasak dan dorongan untuk memanfaatkan peralatan yang ada di rumah itulah awalnya yang mendorong Renna untuk berjualan.  Didukung oleh waktu luang, karena pekerjaan yang tidak mengikat di sebuah kantor tempat training motivasi keagamaan.  Hal itu membuat Renna memiliki banyak waktu untuk berjualan.  Tahun 2013 pengguna Black Berry sudah mulai banyak, dan cocok digunakan untuk bisnis, sementara media sosial yang popular adalah facebook.  

Renna dibantu seorang asisten rumah tangga, untuk memenuhi pesanan rela mengantarkan langsung ke konsumen.  Dengan menggunakan jaringan  KRL Jabodetabek, Renna mengantarkan langsung ke konsumen.  Namun untuk efisiensi pengantaran Renna mengandalkan jaringan pertemanan di tiap Kota.  Sehingga ketika ada pesanan dari Kota Bogor, dia cukup mengantar ke satu titik rumah nantipara pemesan tinggal datang mengambil.  Sementara untuk pembayaran melalui transfer antarbank.

Omzet Meningkat dengan Adanya Berbagai Platform Digital

Ketika Black Berry tidak lagi digunakan karena kalah bersaing dengan Iphone dan Android, tetapi seiring dengan itu platform digital bermunculan.  Facebook yang dianggap cocok untuk generasi X dan Y tergantikan oleh Instagram yang lebih pas untuk dunia bisnis.    dari sisi visual IG lebih memudahkan pengguna untuk berbagi foto dan video.  IG juga menyediakan fitur yang memudahkan untuk mengedit yang memungkinkan pengguna untuk membuat konten yang menarik.  IG menjadi popular untuk dunia bisnis.

Platform itulah yang digunakan Renna untuk menjual produk-produknya.  Sehingga sasaran konsumen juga makin luas dan bertambah banyak.  Bisnisnya sekarang berkembang tidak hanya pada produk kue atau makanan saja, tetapi juga membuka jasa titipan barang dari luar negeri, dan ternyata memiliki kos-kosan di daerah Bogor.  Kos-kosannya bertahan saat pandemi karena ada bisnis lain yang mendukung untuk tetap bertahan.  

Tips Berjualan Online dari Renna

Pertama, jaga kualitas produk, menjaga kualitas artinya menjaga kepercayaan konsumen.  Ingat dasar bisnis itu adalah kepercayaan.

Kedua, produk kita punya unique selling point, contoh produk brownisnya, tidak ikut yang sudah ada di pasaran, tetapi menambahkan nilai tambah, misal brownis menjadi brownis alpukat.

Ketiga, iklan yang paling efektif adalah iklan dari mulut ke mulut atau mouth to word dalam dunia digital menjadi testimoni yang ditayangkan dalam media sosial milik kita.

Keempat, jangan terpaku pada satu produk, awalnya hanya memproduksi pie susu, sekarang berkembang pada banyak produk.  Bahkan makanan frozen yang bisa bertahan beberapa hari.  Ini juga tertolong dengan ekspedisi yang memiliki kendaraan dengan lemari pendingin dan bisa sampai dalam satu hari.

Kelima, selau upgrade diri dan mau belajar menu-menu baru.

Keenam, berhubungan baik dengan konsumen, cepat tanggap jika ada pertanyaan-pertanyaan dari konsumen.

Ketujuh, memberikan bonus atau hadiah kecil di luar subsidi ongkos kirim

Kedelapan, ketika sudah mapan kembangkan pada bisnis lainnya, misalnya ketika melalukan perjalanan, membuka jasa titipan.  

Penutup

Itulah Renna yang sudah membuktikan keberhasilan dari bisnis produk makanan.  Dari omzet awal penghasilan 1 jutaan sekarang sudah di atas 10 jutaan.  Omzet itu akan bertambah jika mendekati hari raya.  Kuncinya ketekunan, mempertahankan kualitas produk, menjaga hubungan silaturahmi dengan konsumen dan mengolah produknya dengan penuh gairah karena ini juga sangat berpengaruh pada rasa produk.

Saya sekarang yang harus banyak belajar pada murid,  itulah kehidupan.  Renna telah mendapatkan life skillnya sendiri.  Mungkin tidak didapatkan langsung dari sekolah, tetapi lingkungan pertemanan yang sehat dan saling mendukung membuktikan menjadi faktor keberhasilan dari usaha seorang Renna.    

Modus Oknum ASN Otaki Penjualan Beras Oplosan 15 Ton,Dicampur Menir

, Lombok Tengah - Terungkap modus oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN) inisial NA (40) menjadi otak penjualan beras oplosan di Lombok Tengah.

Cara oknum ASN jual beras oplosan tersebut dibongkar pihak kepolisian Satgas Pangan Subdit I Ditreskrimsus Polda NTB.

Terbongkarnya kelakuan ASN itu setelah pihak kepolisian menerima laporaan masyarakat.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Mohammad Kholid mengungkapkan, terduga pelaku mengoplos lalu menjual beras oplosan.

Beras itu dijual dengan beras oplosan bermerek beras Medium, Beraskita dan SPHP yang dipalsukan ke sejumlah pasar di Kota Mataram. 

Kholid, mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat, yang merasa kualitas beras bermerek SPHP dan Beraskita di pasaran mulai diragukan.

"Menerima informasi tersebut tim Satgas Pangan langsung bergerak, dan hasilnya mengejutkan. Ternyata beras-beras itu dioplos dengan menir, dikemas ulang dengan merek resmi seolah-olah produk Bulog. Ini jelas merugikan masyarakat," tegas Kombes Kholid dikutip TribunLombok.com, Selasa (29/7/2025).

Awalnya tim mengecek beberapa toko dan pasar seperti Pasar Pagutan dan Jempong, Kota Mataram. Di salah satu toko, yakni Toko Noval, ditemukan 9 karung merek Beras Medium yang tidak sesuai standar mutu.

Setelah ditelusuri, toko tersebut mengaku mendapatkan pasokan dari seorang sales berinisial RYR, karyawan dari NA, yang ternyata adalah otak dari pengoplosan beras tersebut.

Tim kemudian bergerak ke rumah sekaligus gudang milik NA, di BTN Pemda Dasan Geres, Lombok Barat, dan menemukan gudang mini berisi alat produksi, karung-karung kemasan ilegal, dan ribuan kilogram beras oplosan.

Dari hasil pemeriksaan, NA mengaku telah menjalankan bisnis ini selama 2 bulan, dan telah menjual sekitar 15 ton beras ke berbagai kios di Mataram.

Modusnya sederhana namun merugikan, membeli beras bagus dan menir dari penggilingan di Lombok Tengah dan Lombok Barat, serta membeli beras jatah dari pengepul di Pasar Pagutan.

Kemudian beras-beras itu dicampur dengan rasio 3 karung beras bagus + 1 karung menir, selanjutnya dikemas ulang ke karung merek SPHP, BERASKITA, dan BERAS MEDIUM ukuran 5 kg.

Beras hasil oplosan itu pun siap dijual, melalui sales menggunakan kendaraan open cup.

"Keuntungan per kemasan 5 kg sekitar Rp1.500 sampai Rp2.000. Tapi harga yang dibayar masyarakat tidak sebanding dengan kualitas. Ini jelas penipuan dan sangat membahayakan kepercayaan publik, terhadap program pangan nasional," kata Kholid.

Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil menyita antara lain 3.525 kg beras oplosan dan menir dalam berbagai kemasan, 4.277 lembar karung kemasan bermerek SPHP, BERASKITA, dan BERAS MEDIUM, 14.000 lembar karung kosong siap pakai, peralatan produksi seperti mesin blower, ayakan, mesin jahit karung, sekop, dan timbangan.

Atas perbuatannya tersebut, polisi menjerat NA dengan tiga lapis undang-undang, UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dan UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

"Kami ingatkan kembali, jangan main-main dengan perut rakyat. Ini soal kebutuhan dasar masyarakat. Kami akan tindak tegas siapa pun pelakunya, apalagi ini dilakukan oleh seorang aparatur sipil negara," tandas Kombes Kholid.

Polda NTB mengimbau masyarakat untuk lebih cermat memilih produk pangan, dan tak ragu melapor bila menemukan dugaan kecurangan dalam perdagangan sembako.

"Satgas Pangan Polda NTB hadir untuk memastikan pangan aman, berkualitas, dan jujur. Mari kita jaga sama-sama ketahanan pangan dari tangan-tangan curang," ucapnya.(*)

Baca Juga Daftar 10 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Imbas Gempa 8,7 SR di Rusia

Merger BUMN Karya, Ini Kesiapan Internal WIKA

JAKARTA, Wacana integrasi BUMN Karya semakin mengemuka, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat industri konstruksi nasional.

Meskipun detail implementasinya masih dalam kajian, WIKA telah mempersiapkan diri secara internal untuk beradaptasi dengan skema yang akan diputuskan.

Corporate Secretary WIKA Ngatemin menjelaskan bahwa proses integrasi ini melibatkan kerja sama erat dengan konsultan, Danantara, dan Kementerian BUMN, dengan diskusi rutin yang membahas berbagai skenario.

Ngatemin menegaskan bahwa tujuan utama integrasi adalah konsolidasi dan penyehatan BUMN Karya.

"Tujuan konsolidasinya adalah high top of cover, kuat BUMN-nya, sustain, untuk bisa lebih sehat," ujarnya.

Ia percaya bahwa penurunan beban keuangan dan peningkatan fundamental perusahaan akan menjadi hasil dari proses ini.

Meskipun WIKA belum mengetahui secara pasti dengan siapa akan dipasangkan dalam integrasi, berbagai opsi sedang dikaji dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi keuangan, sumber daya manusia (SDM), prospek bisnis, dan good corporate governance (GCG).

"Kami ikuti saja prosesnya seperti apa saja karena tentunya ada beberapa opsi dengan mempertimbangkan banyak faktor," kata Ngatemin, Rabu (30/7/2025).

Ia juga menambahkan, WIKA sangat mendukung langkah ini karena akan berdampak positif pada konsolidasi kekuatan BUMN di masa depan.

Kesiapan Internal WIKA Menuju Integrasi

WIKA telah memulai persiapan internal secara proaktif untuk menghadapi integrasi. Langkah-langkah yang diambil meliputi penyehatan sistem di mana Perusahaan terus meningkatkan sistem internal melalui digitalisasi dan tata kelola yang lebih baik.

Kemudian peningkatan kompetensi SDM yakni pengembangan kemampuan dan kompetensi menjadi prioritas agar siap menghadapi struktur organisasi yang baru pasca-integrasi.

Ngatemin menekankan pentingnya kesiapan psikologis karyawan dalam menghadapi perubahan ini.

WIKA juga secara aktif menyiapkan dan menyerahkan data-data yang diminta oleh tim integrasi, termasuk informasi terkait keuangan, eksistensi, dan posisi pasar perusahaan.

"Kami pada prinsipnya mendukung, Mas. Kita menerima dan mendukung karena tujuannya baik, Mas, yaitu peningkatan seluruh varian," kata Ngatemin.

WIKA juga melihat integrasi ini sebagai peluang untuk menyelesaikan masalah proyek-proyek yang menjadi beban, seperti proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Kalau ini bisa menjadi sesuatu yang menolong bagi WIKA, kami sangat berterima kasih," ujarnya.

Meskipun WIKA tidak terlibat langsung dalam pengambilan keputusan inti terkait integrasi, mereka terlibat dalam tim yang menyiapkan data dan analisis.

Ngatemin menekankan bahwa WIKA siap menerima keputusan apa pun dari Kementerian BUMN, karena tujuannya adalah menyehatkan perusahaan.

"Harus siap, harus siap. Apapun keputusan Danantara," katanya.

WIKA berharap integrasi dapat segera terlaksana agar perusahaan dapat bergerak lebih cepat dan realistis dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan.

Ini adalah langkah strategis untuk memastikan WIKA tetap menjadi pemain utama di industri konstruksi Indonesia.

Tantangan Integrasi

Mengenai tantangan spesifik dalam proses integrasi, Ngatemin mengakui bahwa WIKA, sebagai pihak yang dilibatkan bukan sebagai eksekutor utama, tidak memiliki detail lengkap mengenai hambatan yang ada.

Namun, ia menyadari bahwa kompleksitas proses dan kebutuhan untuk menyelaraskan berbagai kepentingan mungkin menjadi faktor.

"Kesulitannya apa sebenarnya? Ya karena kami tidak eksekusi, dari kami tidak tahu persis betul apa sih kenapa tidak terjadi," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa saat ini WIKA dilibatkan secara langsung dalam tim integrasi, sebuah perbedaan signifikan dari proses sebelumnya.

WIKA siap menerima penugasan apa pun dari pemerintah, termasuk penugasan proyek-proyek yang membutuhkan penyehatan di awal.

WIKA juga siap mengambil proyek dengan kondisi yang menantang sekalipun demi percepatan penyehatan.

Pada akhirnya, WIKA optimistis bahwa integrasi ini akan membawa dampak positif dan mempercepat proses penyehatan perusahaan.

PLN Semarang Sabet Emas di Contact Center World

PLN Raih Pengakuan Internasional Atas Layanan Pelanggan Unggul

PT PLN (Persero) kembali menorehkan tinta emas di kancah internasional. Kali ini, prestasi membanggakan diraih dalam ajang Contact Center World – Asia Pacific (CCW-APAC) 2025 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali. Unit layanan PLN 123 Site Semarang berhasil menyabet empat penghargaan emas (Gold Award) dari total delapan penghargaan emas yang diraih PLN.

Pencapaian gemilang ini semakin mengukuhkan posisi PLN sebagai perusahaan penyedia layanan kelistrikan berkelas dunia yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan inovasi digital. Selama periode 2021 hingga 2025, PLN secara konsisten meraih prestasi dalam kompetisi contact center tingkat dunia.

Keberhasilan PLN meraih delapan medali emas sekaligus merupakan bukti nyata komitmen perusahaan untuk menempatkan pelanggan sebagai fokus utama dalam transformasi bisnis. Prestasi ini bukan sekadar pengakuan atas kinerja, tetapi juga mencerminkan konsistensi PLN dalam menerapkan operasional berbasis data dan digitalisasi layanan. Selain itu, PLN terus membangun hubungan emosional yang kuat dengan pelanggan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, telepon, aplikasi, dan kampanye edukatif.

Apresiasi dari Manajemen PLN

General Manager PLN UID Jawa Tengah & DIY, Sugeng Widodo, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian luar biasa tim PLN 123, khususnya Site Semarang. Beliau menekankan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, kolaborasi yang solid, dan semangat melayani yang tinggi dari seluruh karyawan PLN. "Site Semarang telah membuktikan kapasitasnya sebagai pilar penting layanan pelanggan PLN, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kedepannya, kami akan terus menjaga semangat ini agar pelayanan kepada masyarakat semakin prima, adaptif, dan inovatif," ujar Sugeng Widodo.

Testimoni Para Pemenang

Putri Indah Sukmawati, peraih dua penghargaan emas untuk kategori Best Digital Transformation dan Best Contact Center dari PLN 123 Site Semarang, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mewakili PLN dan Indonesia. "Kompetisi ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga merupakan platform untuk berbagi praktik terbaik dan membangun reputasi Indonesia di mata dunia. Saya bangga bisa menunjukkan bahwa anak bangsa mampu bersaing dan bahkan unggul di antara negara-negara lain dalam pelayanan pelanggan," ungkap Putri Indah.

Pradana Prasetyo, pemenang lainnya dari Site Semarang, meraih dua penghargaan emas untuk kategori Best Social Media dan Best Green Contact Center. Pradana Prasetyo menekankan pentingnya pendekatan digital dan keberlanjutan dalam pengelolaan layanan. "Kami terus mengembangkan strategi komunikasi melalui media sosial untuk mendekatkan PLN dengan masyarakat. Selain itu, kami juga menjalankan inisiatif layanan ramah lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kami," jelas Pradana Prasetyo.

Melangkah ke Ajang Global

Selanjutnya, PLN akan melanjutkan kiprahnya ke ajang Contact Center World Global yang akan diselenggarakan pada Oktober 2025. PLN akan berkompetisi dengan para pemenang regional dari kawasan Amerika dan Eropa. Momentum ini menjadi pijakan bagi PLN untuk terus mengharumkan nama Indonesia di panggung global sebagai penyedia layanan pelanggan terbaik dan terpercaya.

Dengan semangat transformasi dan inovasi yang berkelanjutan, PLN terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik yang mudah, cepat, dan andal bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Contact Center World Awards: Kompetisi Bergengsi Tingkat Dunia

Ajang Contact Center World Awards adalah kompetisi global bergengsi yang diikuti oleh ribuan profesional dari lebih dari 80 negara. Diselenggarakan oleh Contact Center World, sebuah asosiasi contact center internasional, kompetisi ini memberikan apresiasi atas pencapaian luar biasa dalam pengelolaan layanan pelanggan, inovasi digital, efisiensi operasional, dan transformasi teknologi dalam industri contact center.

Proses seleksi dilakukan secara ketat, mulai dari presentasi praktik terbaik, benchmarking lintas negara, hingga penjurian independen oleh panel global. Penghargaan ini diakui sebagai tolok ukur standar pelayanan kelas dunia.

Daftar Penghargaan yang Diraih PLN di CCW-APAC 2025:

Berikut adalah daftar lengkap penghargaan yang berhasil diraih PLN dalam ajang regional Asia Pasifik tahun ini:

  • Best Public Service: Maria Margareta (Jakarta Voice) - Emas
  • Best Social Media: Pradana Prasetyo Budi Wibowo (Semarang Digital) - Emas
  • Best Digital Transformation: Putri Indah Sukmawati (Semarang Voice) - Emas
  • Best Contact Center: Putri Indah Sukmawati (Semarang Voice) - Emas
  • Best Customer Services: Verdiana Indah Pratama (Bali Voice) - Emas
  • Best Sales Campaign: Maria Margareta (Jakarta Voice) - Emas
  • Best Green Contact Center: Pradana Prasetyo Budi Wibowo (Semarang Digital) - Emas
  • Best Outbound Campaign: Verdiana Indah Pratama (Bali Voice) - Emas

Dengan raihan prestasi ini, PLN semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan yang terbaik bagi seluruh pelanggan di Indonesia. PLN berkomitmen untuk menjadi perusahaan kelistrikan yang modern, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Diberdayakan oleh Blogger.