Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label giat. Tampilkan semua postingan


Selasa 18 April 2022 alhamdulilah nih kegiatan Jawara Digital NgabubuIT rampung dilaksanakan , peserta antusias mengikuti , narasumbernnya keren abisss dahhhhh....., terimakasi kepada semua Pihak yang telah membantu terselenggarannya kegiatan ini .

hasil dari kegiatan ini diantarannya peserta memahami sumber sumber berita bohong dan cara mengantisipasinya yang disampaikan oleh kang sandi dari SABER HOAX JABAR , di susul oleh pembahasan Jawa Digital yang disampaikan oleh kang Arifin dari jawara digital RTIK jawa barat , sementara tuan rumah melalui Ketua RTIK Kabupaten Subang kang Wijaya mengajak peserta peran aktif dalam menjaga Privasi dan menggunakan Internet Secara Sehat,

Yang lebih seru lagi nih kita kehadiran sang maestro yoyo yang sudah malang melintang di jagat per yoyoan kang Oke Rosgana , sekaligus beliau mewakili diskominfo Kabupaten Subang ( jangan kapok kang ya lain kali kita boomingkan lagi hheehehehee///)

Kegiatan ditutup dengan game seru dari Ketua RTIK jabar kang Fajar atau yang dikenal kan ajay  ini membawa peserta dalam keseruan dengan gamer derdas pilihnnya, selamat untuk para pemenang games ...dapat dana digital hehehehe jadi mau juga mimin nih

Terimakasih kami kepada Kepala Sekolah , Pembina Osis , Wakasek dan Pembina Pramuka , PMR yang turut membantu sehingga kegiatan ini berjalan aman dan lancar , esok dikemudian hari kita ketemu lagi ..ya ....Amin


Dalam kesempatan dibulan mei 2022 Relawan TIK menggelar kegiatan akbar yaitu TOT bagi segenap anggota Relawan TIK se Indonesia , kegiatan dilaksanakan selama 2 hari secara maraton dari tanggal 27 sd 28 Mei 2022 dengan kelas Daring.

Dalam kesempatan ini Ketua Umum menyampaikan bahawa RTIK harus punya sisi tawar yang lebih dan dapat di kenali secra umum oleh masyarakat luas dan pemerintahan di segenap lapisan , agar program literasi yang diusung dapat tersampaikan merata


Teknologi pada saat ini adalah suatu hal yang tak bisa dihindari sehingga dibutuhkan literasi digital yang baik saat menggunakannya.

Untuk membantu masyarakat memahami literasi digital yang ternyata memiliki empat pilar tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia membentuk relawan TIK sejak 11 tahun lalu.

Di Kabupaten Subang sendiri, relawan TIK telah disahkan pada tahun 2019 demi membantu pemerintah dalam memberi pengetahuan kepada masyarakat agar dapat menggunakan internet secara lebih cerdas dan bijak. 

Menurut ketua relawan TIK Kabupaten Subang, Wijaya Kusuma, S.Tr.Kom,S.AN saat hadir dalam talkshow Muda-Mudi segmen 'Ngabako' pada Minggu malam, (17/7) di Studio Radio Benpas, ada 21 anggota relawan secara struktural. Namun jika dijumlahkan total keseluruhan anggotanya kurang lebih dapat mencapai 70 orang.

"Syaratnya yang penting punya keikhlasan. Niat dari hati ingin membangun Kabupaten Subang. Namanya juga relawan, pasti merelakan diri berbakti," ujarnya.

Tak main-main, relawan TIK pun dibentuk berdasarkan Surat Keputusan dari pusat. Wijaya Kusuma menegaskan bahwa siapapun bisa bergabung tanpa harus memiliki latar belakang keilmuan teknologi. Alasannya, karena para anggota akan mengikuti Training of Trainer (TOT) atau diklat mengenai empat pilar literasi digital.

Pilar pertama yang dipelajari yaitu digital skills untuk memahami perangkat keras maupun lunak TIK. Kedua adalah digital culture tujuannya agar mampu membangun wawasan kebangsaan dalam berinteraksi di ruang digital.

"Karena kita di Indonesia dengan keberagaman yang mempersatukan kita melalui Bhineka Tunggal Ika serta terkoneksi langsung dengan internet," ujar Kukun Kurniawan, S.Pd selaku Kepala Bidang Komunikasi Publik yang juga hadir sebagai narasumber Muda-Mudi 'Ngabako'.

Ia menjelaskan pilar selanjutnya adalah digital safety, untuk meningkatkan kesadaran perlindungan data-data pribadi seperti NIK yang tak boleh disebarkan sembarangan.

"Keempat adalah pilar digital ethic, bagaimana menyesuaikan diri dan rasionalitas terkait etika. Kemampuan menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri dan merasionalkan tata kelola dalam penggunaan digital," ujarnya.

Meskipun media bersifat bebas, namun Kukun meningatkan semua orang harus tetap berhati-hati dalam menggunakannya.

"Dalam etika digital harus mengutamakan nilai dan norma dalam berkomunikasi. Orang yang menyadari betapa pentingnya etika juga harus menyaring diri agar tidak terjebak maupun terbawa konten buruk," tambahnya.

Selain itu Wijaya Kusuma selaku Ketua Relawan TIK Kabupaten Subang berharap, kedepannya dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Khususnya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan smart city. Terlebih relawan TIK pun telah menjadi bagian tim smart city Kemkominfo sebagai salah satu tim pengajar.

Hingga kini pihaknya sudah melakukan MoU dengan Bawaslu untuk menghadapi tahun politik agar dapat meminimalisir hoaks dan berkunjung ke berbagai sekolah Kabupaten Subang hingga universitas untuk menyampaikan empat pilar literasi digital yang sangat penting diterapkan oleh setiap orang saat menggunakan media.***


Guna mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Diskominfo Kabupaten Subang menyelenggarakan pelatihan aplikasi Sapawarga. Pelatihan diberikan kepada 35 peserta yang terdiri dari 29 perwakilan kecamatan, 1 Relawan TIK, 1 orang dari Dispemdes Subang dan 4 orang dari Diskominfo Subang.

“Saya sangat berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini turut mensukseskan program Sapawarga di wilayah Kabupaten Subang. Sapawarga adalah program yang digagas oleh Provinsi Jawa Barat, yang mana Program Sapawarga adalah program pemberian fasilitas smartphone dan platform aplikasi yang dapat menjembatani komunikasi antara Gubernur dengan warga,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Subang  Dr. H. Sumarna, S.Sos, M.AP saat membuka kegiatan pelatihan aplikasi Sapawarga, Rabu (11/9/2019) di Aula Dekopimda, Subang.

Menurut Kadiskominfo Subang, warga juga dapat lebih mudah dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, lanjut Kadiskominfo, Sapawarga juga menyediakan fitur pelayanan publik dan informasi yang dapat diakses masyarakat Jawa Barat. Adapun peran Diskominfo dalam mensukseskan program Sapawarga adalah dengan memberikan pelatihan sesuai jadwal yang telah ditentukan

Lebih lanjut dikatakan Kadiskominfo, selain pelatihan kepada calon admin Sapawarga di tingkat Kecamatan, RTIK Kabupaten Subang dan Admin Dispemdes, juga akan dilaksanakan pelatihan untuk peserta Admin Desa, Ketua RW dan PLD Se-Kabupaten Subang.

“Kegiatan pelatihan Insya Allah akan dilaksanakan dalam 7 angkatan. Yang mana materi yang disampaikan disesuaikan dengan role atau peran  masing-masing peserta,” ujar Kadiskominfo.

Sementara itu Cony Trijulianto, ST selaku analis sistem dan jaringan Diskominfo Provinsi Jawa Barat mengatakan, Gubernur Jawa Barat ingin berkomunikasi dengan level yang paling bawah yaitu RW.  

“Di level provinsi kita sudah mengadakan pelatihan, terus di level kabupaten juga sudah. Nah sekarang diadakan pelatihan di level kecamatan dan desa, nantinya akan diadakan di level RW,” ujarnya. (Andri)


Safari keliling ibu Gubernur tiba di subang tepatnya di SMK Negeri 2 Subang, dengan disambut marcingband dan seabrek kegiatan remaja serta siswa siswa SMKN 2 Subang ibu Cinta panggilan akrab Ibu Guberbur ini dalam rangkaian safari kelilingnya.


Dalam Kesempatan ini Diskominfo mengiring beliao dengan membuka kegiatan kegiatan inovatif berupa permaian internet sehat yang dipandu langsung RTIK Jawa barat kan fajar beserta Ketua RTIK Subang Wijaya Kusuma.

Berharap dengan kegiatan ini siswa siswi lebih mengenal teknologi dan dapat menjadi benteng penangkal HOAX
Diberdayakan oleh Blogger.